Gudang KPU Terbakar, Bupati Pesisir Selatan: Jangan Pikir Macam-macam

Padang – Gudang logistik Pemilu di Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terbakar. Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, meminta kebakaran ini tak dipolitisir.

“Jangan berpikir macam-macam, penyelenggara pemilu dan pihak terkait akan maksimal mencari akar permasalahan dari kejadian ini,” ucap Hendrajoni, yang dikutip dari Antara, Senin (22/4/2019).

Laporan dari Antara, lokasi tempat kotak suara yang terbakar sudah dipasang garis polisi dan terlihat puluhan polisi berseragam berjaga di lokasi. Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Ferry Herlambang dan Komandan Kodim 0311/Pesisir Selatan, Letkol Kav Edwin Dwiguspana, juga sudah ada di lokasi.

Komisioner KPU Pesisir Selatan, Medo Patria, mengatakan, ada 10 kotak suara yang terbakar. Untuk surat suara belum diketahui apakah ada yang terbakar atau tidak.

“Yang terbakar sekitar 10 kotak suara, kendati demikian kami masih akan menghitung ulang,” tutur Medo.

Gudang kotak suara Pemilu 2019 di Kabupaten Pesisir Selatan hangus terbakar. Peristiwa itu terjadi Senin (22/4/2019) dinihari. Gudang yang terbakar itu merupakan gudang logistik di Kantor Penitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Koto XI Tarusan. Di sana terdapat 785 kotak suara yang berasal dari 157 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
(rvk/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jawab Kritik soal Kartu Sakti Jokowi: Cara Pikir Fadli Tertinggal 30 Tahun

Jakarta – Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, menyebut konsep tiga kartu sakti Jokowi-Ma’ruf Amin kuno dan merupakan cara berpikir zaman kuda. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf balik menyindir cara pikir Fadli tertinggal.

“Terlihat sekali cara berpikir Fadli Zon dan BPN tertinggal 30 tahun dalam menyikapi soal kartu-kartu yang ditawarkan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin,” kata juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).

“Kalau sekarang di dompet mereka ada kartu ATM, kartu kredit, atau e-money apakah itu kartu-kartu yang mereka gunakan itu adalah produk zaman kuda?” imbuh dia.


Menurut Ace, Fadli tidak menangkap maksud kartu-kartu sakti yang akan dikeluarkan Jokowi-Ma’ruf. Dia mengatakan kartu-kartu tersebut visioner menjawab persoalan masyarakat.

“Gagasan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin lebih visioner. Pertama, mendorong inklusi keuangan dengan model cashless (nontunai), di mana pola penyaluran bantuan baik sembako murah, dana kuliah maupun pra kerja disalurkan dengan cara non tunai,” jelas Ace.

“Dengan penerapan model non tunai, maka penyaluran bantuan menjadi tepat sasaran dan bisa mengurangi kebocoran,” lanjut dia.

Ia pun menyebut Fadli bak kura-kura dalam perahu. Ace menyinggung gagasan Sandiaga Uno yang berencana memaksimalkan fungsi e-KTP. Menurut Ace, e-KTP belum siap untuk difungsikan sekaligus untuk program bantuan pemerintah.

“Fadli Zon dan BPN seperti kura-kura dalam perahu. e-KTP belum siap digunakan sebagai kartu segala hal. Untuk itu dipakai kartu per sektor agar masyarakat lebih mudah mengakses bantuan sosial dari negara. Kalau masyarakat sudah siap, ke depan mungkin tidak perlu lagi pakai kartu, tapi bisa akses bantuan sosial pakai handphone,” ungkap Ace.

Sebelumnya, Fadli Zon, mengkritik tiga kartu sakti Jokowi-Ma’ruf Amin, yaitu Kartu Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra-Kerja. Fadli menyebut konsep kartu-kartu tersebut kuno.

“Saya kira sudah saatnya kita jangan berpikir pakai kartu-kartu lagi. KIS, KIP… nanti Kartu Indonesia Bodoh, Kartu Indonesia Sabar, saya kira itu cara kuno,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/3).

Fadli mengunggulkan gagasan Sandiaga Uno soal memaksimalkan fungsi e-KTP. Berbeda dengan Sandiaga yang berpikir modern, Fadli menilai cara berpikir timses Jokowi-Ma’ruf yang mengeluarkan banyak kartu tak efisien.

“Menurut saya, ini satu hal yang kontradiktif. Di satu sisi mengajak maju dengan bicara Revolusi 4.0, di sisi lain cara berpikirnya masih di zaman kuda. Orang belum ada mobil gitu,” ucapnya.
(tsa/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN Kritik Keras Banjir di Tol Madiun, TKN Bilang Sesat Pikir

Jakarta – BPN Prabowo-Sandi mengkritik keras banjir yang melanda tol Ngawi-Kertosono di wilayah Madiun. TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menjawab kritik itu.

“Jalan tol di manapun tidak dapat terhindarkan dari banjir apabila luapan sungai menggenangi kawasan yang sangat luas, termasuk di antaranya ada jalan tol seperti yang terjadi di ruas tol Ngawi-Kertosono,” kata Tim Penugasan Khusus TKN, Nusyirwan Soejono, kepada wartawan, Kamis (7/3/2019).

Nusyirwan mengatakan wilayah terdampak banjir di Jawa Timur mencapai 35 desa dari 7 kecamatan. Penyebab banjir adalah luapan sungai yang ada di wilayah tersebut. Jadi, dia melanjutkan, tol di Madiun terdampak banjir karena bencana, bukan kesalahan konstruksi.
“Hal yang sama pernah terjadi pada tahun 2007 di jalan tol yang menuju Bandara Soekarno-Hatta, yang selama beberapa waktu tergenang setinggi lebih dari 1 meter dan sempat mengacaukan trafik ke Bandara, dan saat ini sudah ditinggikan,” kata politikus PDIP ini.

“Lokasi banjir tersebut juga tidak hanya di jalan tol, tetapi meliputi wilayah yang sangat luas,” imbuh Nusyirwan soal banjir di Tol Ngawi-Kertosono.

Inas Nasrullah Zubir.Inas Nasrullah Zubir. Foto: Lamhot Aritonang

Tim Penugasan Khusus TKN lainnya, Inas Nasrullah Zubir, mengkritik balik BPN. Dia menyebut banjir yang disebabkan oleh bencana alam itu dipolitisasi oleh BPN.

“Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Madiun meluas jangkuannya hingga ruas jalan Tol Madiun yang dikelola PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) bukan karena kesalahan rancang bangun, tapi murni bencana alam yang tidak bisa dihindari,” ujar Inas.

Secara konstruksi, kata Inas, tak ada yang salah dengan tol tersebut. Bagi Inas, BPN ingin membuat kesan kebanjiran tol tersebut karena kesalahan konstruksi.

“Padahal yang salah adalah cara berpikir Prabowo Subianto yang sesat, yang kemudian diadopsi kesesatannya oleh anak buah Prabowo di BPN, di mana apapun yang dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi salah melulu, padahal sebenarnya, Prabowo Subianto sudah sangat lelah alias iri hati melihat keberhasilan pembangunan di era Jokowi ini,” pungkas Inas.

Banjir di Tol Ngawi-Kertosono, tepatnya di Simpang Susun Madiun, dikritik oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Peristiwa itu dianggap memalukan.

“Ini pasti ada yang keliru, juga memalukan ya. Karena dengan kecanggihan teknologi dan informasi, negara lain dapat saksikan terjadi banjir di Jalan Tol Trans Jawa yang dibangga-banggakan pemerintah sebagai keberhasilan program politik pemerintah,” kata Juru Bicara BPN dan Tim Pakar Bidang Infrastruktur Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara lewat keterangan tertulis, Kamis (7/3/2019).
(tor/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BNN Cek Jenis Peluru yang Tembus Dada Akbar Korban Salah Tembak

Palembang – Akbar Putra mengaku sebagai korban salah tembak saat petugas gabungan menggelar razia, tadi malam, di Palembang, Sumatera Selatan. BNN akan mengecek jenis peluru yang bersarang di dada akbar.

“Kami memang melepas tembakan saat razia tadi malam. Tapi itu pun tembakan peringatan,” terang Kapala BNN Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan saat dikonfirmasi, Jumat (1/3/2019).

Lebih lanjut, Jhon Turman menyebut jika tembakan dilepas karena petugas sudah terdesak. Mereka diserang dan dilempar batu oleh sekelompok pemuda di lokasi Jalan Teratai, Sukarame. Petugas BNN Sumatera Selatan terpaksa melepas tembakan karena tim diserang dan dilempari batu.

“Kami sama Satpol PP baru mau masuk aja udah diserang, dilempari batu sama kayu. Saya juga ada di lokasi memimpin langsung. Usia mereka masih muda, ya antara 16-20 tahun,” kata Jhon.

“Saya pikir kalau ditembak ke depan pasti selesai. Akhinya tembakan peringatan ke atas sambil kami pun mundur, nggak ada cara lain selain mundur,” katanya.

Meskipun begitu, Jhon menganggap wajar ada warga yang tertembak. Sebab, lokasi kanan-kiri merupakan tembok tinggi dan dimungkinkan terjadi pantulan peluru.

“Bisa jadi itu pantulan peluru, nanti kami cek. Kalau dari peluru anggota saya kan bisa di cek. Saya katakan mohon maaf kepada adik-adik tadi malam. Apa yang kami lakukan adalah salah satu upaya memberantas narkoba,” tutup Jhon.

Untuk diketahui, korban tertembak saat BNNP Sumsel dan Satpol PP menggelar razia narkoba di Jalan Teratai, Kampung Baru, Kamis (28/2) malam. Lokasi itu dikenal sebagai kawasan prostitusi di Palembang. Korban mengalami luka tembak di dada kiri dan kini menjalani perawatan di RS Myria.

(ras/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Eha Pedagang Starling Nyaleg Diketawain Teman-temannya

Cilegon – Pencalegan Eha Soleha (44) sempat dianggap sinting oleh para pedagang di pasar induk Kranggot, Cilegon. Ia dianggap nekat dan membuat orang tak percaya karena dianggap tak punya modal.

“Oh, caleg kentir (sinting). Banyak yang bilang gitu orang pasar, ledek-ledekan. Biasa caleg kentir. Saya nggak tersinggung biasa aja,” kata Eha saat berbincang dengan detikcom di Cilegon, Banten, Jumat (1/3/2019).

Pedagang kopi keliling alias Starbuck Keliling (Starling) mengakui bahwa memang sebelumnya ia tidak punya pengalaman di dunia politik. Namun, karena diajak seorang anggota partai PPP menjadi caleg untuk DPRD Cilegon, ia tertarik dan mau bergabung. Apalagi, waktu itu ia tidak diminta sepeser pun untuk mendaftar di dapil 1 kecamatan Cibeber-Cilegon nomor urut 6.

Begitu pedagang di pasar tahu bahwa ia jadi caleg, Eha bahkan diminta datang ke dukun atau orang pintar. Eha dianggap tak mungkin menang kecuali ada keajaiban.

“Pergi sana ke orang pinter biar disulap. Ya saya menghormati saja orang pasar,” kata Eha yang juga pernah mengenyam pendidikan D3 di Akademi Bahasa Asing di Jakarta.

Sahriah, sesama pedagang di pasar Kranggot awalnya berpikir pengakuan pencalegan Eha sebagai guyonan. Namun, begitu temannya itu menyebarkan striker sampai kartu nama ke pedagang-pedagang, mereka baru yakin dan malah memuji keberaniannya.

“Saya pikir bercanda. Kaget begitu bener. Hebat lah saya dukung aja,” kata Sahriah.

Sesama pedagang yang lain pun terkejut. Apalagi, di stiker Eha terlihat cantik karena make up.

“Kaget banget, apalagi pas lihat fotonya cantik. Dikasih stiker dikira muka camat, ternyata bener baru percaya. Semoga menang namanya juga pedagang sering becanda,” kata sesama pedagang bernama Musdalifah menimpali.

(bri/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cara Perusahaan Produk Bernutrisi Dukung Pemerintah Capai SDGs

Liputan6.com, Denpasar – Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA) pada hari ini meluncurkan riset dokumentasi berjudul ‘Dukungan APPNIA terhadap Percepatan Pencapaian SDGs dan Generasi Masa Depan Indonesia’.

Riset ini merupakan dokumentasi peran aktif serta komitmen jangka panjang APPNIA dalam mewujudkan capaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di tahun 2030 dan menciptakan generasi masa depan Indonesia yang berkualitas.

Ketua APPNIA, Rivanda Idiyanto mengatakan konten riset dokumentasi ini mencakup program dan aktivitas yang dilakukan perusahaan anggota APPNIA serta kerja sama asosiasi dengan pemerintah, sektor industri lain dan masyarakat.

“Kami ingin menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan untuk meningkatkan status gizi juga kesehatan ibu dan anak di Indonesia melalui kemitraan dengan pemerintah dan stakeholder lain untuk menjalankan kegiatan secara terencana dan sistematis,” kata Rivanda sebagaimana rilis yang diterima Liputan6.com, Rabu (27/2/2019).

Rivanda menjelaskan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan 17 butir SDGs. Melalui berbagai aksi nyata, APPNIA berperan mewujudkan tiga butir SDGs di sektor kesehatan yaitu SDGs 2 (tanpa kelaparan), SDGs 3 (kehidupan sehat dan sejahtera), dan SDGs 6 (air bersih dan sanitasi layak) yang berkaitan erat dengan persiapan generasi masa depan Indonesia.

Fakta menunjukkan bahwa individu yang sehat memiliki kemampuan fisik dan daya pikir lebih kuat, sehingga memberikan mereka kemampuan berkontribusi secara produktif membangun masyarakat. Pencapaian SDGs dioptimalkan dalam bentuk kemitraan yang kolaboratif antara pihak perusahaan swasta, pemerintah, badan usaha milik negara, organisasi sosial dan asosiasi untuk memperbaiki gizi serta kesehatan ibu dan anak.

SDGs menjadi dasar perwujudan program nyata mencapai Indonesia tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, serta sanitasi yang layak,” tegas Rivanda.

Sepuluh perusahaan yang menjadi anggota APPNIA memiliki visi dan misi yang sama. Visi APPNIA adalah menjadi asosiasi yang dinamis dan kredibel di tingkat nasional dan internasional, bermitra dengan pemerintah dan pihak terkait untuk secara aktif mendukung peningkatan status gizi dan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Adapun misi APPNIA yaitu aktif mendukung program nasional pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan, memastikan semua anggota APPNIA mematuhi peraturan yang berlaku, menyediakan produk bergizi dan berkualitas sesuai standar keamanan pangan, serta secara aktif bermitra dengan pemerintah dan pihak terkait lain dalam perbaikan gizi dan kesehatan ibu dan anak.

2 dari 2 halaman

Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi

Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 menunjukkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini tiga kali lipat lebih tinggi daripada target tujuan pembangunan milenium (Millennium Development Goals/MDGs), yaitu 102 per 100 ribu kelahiran hidup.

Menurut Rivanda, peningkatan gizi masyarakat khususnya ibu dan anak merupakan hal penting untuk mendukung pencapaian SDG 2 dan 3. “Program-program yang dilakukan perusahaan-perusahaan anggota APPNIA merupakan perwujudan suatu komitmen yang tertuang dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Creating Shared Value (CSV) masing-masing yang mendukung capaian SDGs,” katanya.

Untuk mencapai SDG 2, upaya yang dilakukan para anggota APPNIA yakni menciptakan lingkungan kondusif dan mandiri serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi, edukasi dan kampanye kecukupan gizi, kerja sama untuk meningkatkan pasokan pangan berkualitas serta inovasi produk.

Adapun untuk pencapaian SDG 3, program anggota APPNIA antara lain memberikan akses terhadap fasilitas kesehatan secara gratis, edukasi terkait kesehatan ibu dan anak, pemberian penyuluhan gizi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, sarana air bersih, sanitasi, serta kebiasaan higienis melalui penguatan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Pencapaian SDGs dan penciptaan generasi yang berkualitas merupakan tanggung jawab seluruh stakeholder. Peluncuran riset dokumentasi ini merupakan bukti komitmen kami dalam mewujudkan masyarakat yang sehat demi masa depan bangsa,” ujar Rivanda.

Lucas Hernandez Sempurna Untuk Munchen

Liputan6.com, Madrid – Benjamin Pavard mendukung Lucas Hernandez untuk merapat ke Bayern Munchen. Di mata Pavard, Hernandez memiliki apa yang dibutuhkan untuk sukses di Allianz Arena.

Munchen resmi mendapatkan Pavard pada Januari lalu. Bek 22 tahun itu dibeli dengan biaya 35 juta euro. Namun, Pavard baru akan membela Munchen musim depan. Raksasa Jerman itu meminjamkan Pavard ke VfB Stuttgart hingga akhir musim ini.

Usai mendapatkan Pavard, Munchen masih mencari satu bek lagi. Nama yang jadi incaran mereka adalah Lucas Hernandez. Pemain 23 tahun itu masih terikat kontrak dengan Atletico Madrid sampai 2024. Klausul rilisnya juga mencapai 80 juta euro.

Pavard kenal betul siapa Lucas Hernandez. Keduanya menjadi bek sayap utama Prancis saat menjadi juara Piala Dunia 2018.


2 dari 3 halaman

Komentar Pavard

Bek Prancis, Benjamin Pavard (SAEED KHAN/AFP)

“Kami adalah teman yang sangat baik dan aku pikir akan luar biasa jika Lucas juga datang ke Munchen,” kata Pavard kepada SportBild.

“Dia membuktikan bahwa dia adalah pemain hebat. Pertama bersama untuk Prancis, kemudian jika memungkinkan untuk Munchen. Itu akan membuatku bangga. Tapi, ini adalah masalah antara Munchen dan Lucas,” Pavard menambahkan.

3 dari 3 halaman

Statistik Lucas Hernandez

Lucas Hernandez sendiri sudah membela Atletico dalam 22 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Ia juga menyumbangkan satu gol.

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Dedi Mulyadi Yakin Angka Golput di Jabar Turun di Hari Pencoblosan

Liputan6.com, Pangandaran – Analisis Departemen Politik dan dan Pemerintahan UGM menunjukkan percakapan mengenai sikap golongan putih (golput) di media sosial terpusat di Pulau Jawa. Berdasarkan Analisis Big Data di Twitter menunjukkan, potensi golput paling tinggi ada Jawa Barat dengan prosentase 21,60 persen.

Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Barat Jokowi-Ma’ruf Amin, Dedi Mulyadi menilai, golput menjadi hal biasa yang selalu muncul jelang pemilihan umum. Namun, politikus Golkar itu beranggapan, jumlahnya bakal berkurang pada hari pemilihan.

“Biasanya isu itu hanya sampai sebelum pemilihan,” kata Dedi, di Lapangan Boulevard Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019).

Dia meyakini, angka golput di Jawa Barat lebih kecil dibanding saat pemilihan kepala daerah.

“Misalnya pemilihan gubernur, pemilihan kepala daerah kabupaten kota itu relatif rata-rata di atas 55 persen (partisipasi politik) hingga 70 persen,” jelas Dedi.

Sebagai catatan, pilkada serentak di Jawa Barat angka partisipasi masyarakat cukup tinggi. Mencapai angka 73 persen.

“Saya pikir angka demokrasi di Indonesia angka demokrasi yang terbaik di dunia,” tambah Dedi.


Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Antiklimaks Pertemuan Trump dan Kim Jong

Jakarta – Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un di Hanoi, Vietnam, antiklimaks. Pertemuan tersebut seolah menjadi hambar karena kedua belah pihak tidak menyepakati kesepakatan apapun.

Pertemuan Trump dan Kim berakhir lebih cepat dari yang semula direncanakan. Padahal pertemuan tersebut semula dimaksudkan untuk menindaklanjuti pertemuan pertama bersejarah mereka di Singapura 2018 lalu.

Momen pertemuan Trump dan Kim.Momen pertemuan Trump dan Kim. Foto: CNN

Setelah pertemuan Trump mengumbar alasan tidak ada kesepakatan antara dia dan Kim. Salah satu alasannya karena Kim meminta AS meniadakan sanksi-sanksi yang dijatuhkan kepada Korut.

“Pada dasarnya, mereka menginginkan sanksi-sanksi dicabut secara keseluruhan, dan kita tak bisa melakukan itu,” kata Trump dalam konferensi pers usai pertemuan, seperti dilansir media CNN, Kamis (28/2/2019).

Trump mengatakan bahwa dirinya memiliki ‘waktu yang sangat produktif’ selama diskusi dengan Kim. Namun, dikatakan Trump, bahwa tak ada hal yang harus ditandatangani.

“Kami memiliki sejumlah opsi namun saat ini kami memutuskan untuk tidak melakukan satupun dari opsi-opsi tersebut,” tutur Trump.

Pertemuan tertutup Trump dan Kim diketahui juga membahas mengenai denuklirisasi. Namun, kesepakatan tak terjalin di antara dua pimpinan itu.

Kim sendiri menyampaikan keseriusannya untuk mencapai kesepakatan denuklirisasi dengan. Menurut Kim, kehadirannya di Hanoi merupakan bentuk keseriusan.

“Jika saya tidak bersedia melakukan itu, saya tak akan ada di sini sekarang,” ujar Kim melalui seorang penterjemah seperti dilansir media CNN, Kamis (28/2).

Meskipun tanpa hasil, Trump nampak mengapresiasi pertemuan dengan Kim. Trump mengatakan, dia dan Kim ‘saling menyukai’.

“Kami saling menyukai.. ada kehangatan di antara kami dan saya berharap itu tetap ada, saya pikir akan tetap ada,” terang Trump.

Diketahui, pertemuan puncak yang jadi sorotan dunia di Hanoi antara Trump dan Kim guna membahas penghentian uji coba senjata nuklir dan peluru kendali jarak jauh. Namun, seperti diketahui tak ada hasil konkret dari pembicaraan mereka.
(zak/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

MU Tekuk Palace, Solskjaer Temukan Penerus Carrick

Liputan6.com, Jakarta – Kemenangan Manchester United (MU) atas Crystal Palace, Kamis dini hari WIB (28/2/2019) jadi panggung bagi James Garner. Tampil untuk pertama kali bersama Setan Merah, pemain berusia 17 tahun tersebut berhasil mencuri perhatian sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer.

Debut Garner bersama MU tidak berlangsung lama. Dia baru masuk pada menit ke-89 saat Setan Merah sudah unggul 3-1 pada pertandingan yang berlangsung di Selhurst Park itu. 

Garner masuk menggantikan posisi Fred. Meski hanya beberapa menit di lapangan, Garner ternyata mampu membuat Solskjaer terkesima. Pelatih asal Norwegia itu bahkan tidak ragu membandingkannya dengan salah satu gelandang terbaik Setan Merah di era modern. 

“Saya percaya dia punya kesempatan untuk masa depan yang hebat,” kata Solskjaer dilansir Dailymail.co.uk. “Tentu kami masih terus bekerja, dia tahu kami percaya kepadanya.”

“Kami yakin dia bakal jadi penerus Michael Carrick. Saya tahu dia masih muda, dan saya tahu tidak adil membandingkan anak-anak dengan pemain hebat seperti Michael, tapi dia punya watak yang sama,” beber mantan penyerang MU tersebut menambahkan. 

2 dari 3 halaman

Bermain Simpel

Garner bukan wajah yang familiar di skuat MU. Dia baru menandantangani kontrak profesional bersama MU pada 23 Mei 2018. Sebelum menjalani debutnya melawan Palace, Garner sebernarnya sudah dua kali dipanggil ke skuat utama, yakni melawan Reading dan Valencia di awal musim ini. Namun saat itu, Garner hanya berada bangku cadangan. 

Garner kembali dipanggil setelah MU diterpa badai cedera. Pria kelahiran Birkenhead itu masuk skuat inti bersama beberapa pemain muda lainnya, Tahith Chong dan Angel Gomes. 

Ada beberapa yang menurut Solskjaer membuat Garner mirip Carrick yang kini menjadi bagian dari staf pelatih Setan Merah. “Dia bisa melihat permainan, dia bermain simpel, dia bermain menyusuri garis, di mana saya pikir Scott McTominay juga tampil baik hari ini.”

“Beberapa umpan menyusur garis kepada Paul (Pogba) sangat luar biasa,” bebernya. 

3 dari 3 halaman

Berpekuang Tampil Lawan Southampton

Penampilan gemilang melawan Palace bukan tidak mungkin bakal membuka peluang Garner kembali ke skuat inti MU saat menjamu Southampton di Old Trafford, Sabtu (2/3/2019). 

Saksikan juga video menarik di bawah ini: