Tak Ada Gajah yang Mau Dijajah

Liputan6.com, Bandar Lampung – Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Agus Wahyudiono mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu habitat gajah atau mengusirnya secara sembarangan ketika kawanan itu memasuki permukiman.

“Masyarakat yang ada jangan sampai mengganggu kawanan gajah, bila tidak mau kawanan gajah ini merusak rumah, perkebunan dan pertanian warga,” kata Agus saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat (22/2/2019), dilansir Antara.

Menurut dia, sering keluar dan masuknya kawanan gajah ke permukiman warga karena mereka merasa terganggu dengan keberadaan manusia di habitatnya, terutama memberikan dampak keterbatasan makanan.

Selain itu, masyarakat juga jangan gegabah saat mengusir kawanan gajah yang masuk ke permukiman warga. Kalau perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas yang ada agar tidak memakan korban.

“Masyarakat jangan suka gegabah untuk mengusir kawanan gajah yang ada, karena bisa membahayakan warga,” katanya.

Sebelumnya, kawanan gajah liar kembali masuk ke perkebunan serta merusak puluhan hektare tanaman di sawah yang berada di Pekon (Desa) Roworejo, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

“Iya tadi sore kawanan gajah kembali masuk dan merusak lahan perkebunan dan pertanian milik warga termasuk sawah,” ujar Eko, salah seorang warga saat dihubungi dari Bandarlampung, Sabtu, pekan lalu.

Menurut dia, kawanan gajah sudah hampir dua pekan menginap di lahan perkebunan dan pertanian milik warga di Pekon Roworejo, Kecamatan Suoh, Lampung Barat.

Dia menerangkan, para pemilik lahan perkebunan dan pertanian hanya dapat melihat dari jarak terdekat sekitar 50 meter.

“Kami hanya bisa melihat dari jarak 50 meter saja. Dan belum berani mendekat, karena tidak mau mengambil risiko,” katanya.

Eko menjelaskan, puluhan gajah ini sudah hampir satu bulan menginap di dekat permukiman warga dan sampai saat ini kawanan gajah tersebut berpindah dari pekon satu ke pekon lainnya.

“Bila diusir dari pekon Roworejo maka akan berpindah ke pekon lainnya. Karena hutan ini dikelilingi oleh rumah penduduk,” ungkapnya.


Simak video pilihan berikut ini:

Tanah Bergerak Setiap 30 Menit, Warga Banyumas Terbayang Longsor Masa Lalu

Liputan6.com, Banjarnegara – Menilik riwayatnya, Banjarnegara diwarnai kisah pedih longsor kolosal. Dan 70 persen wilayah di kaki pegunungan Dieng ini memang rawan gerakan tanah.

Bencana longsor seringkali mengejutkan terjadi di Banjarnegara. Pada 2006, Dusun Gunung Raja Desa Sijeruk Kecamatan Banjarmangu lenyap dalam sekejap. Ada 76 orang meninggal dunia, 14 lainnya tak ditemukan.

Kemudian, empat tahun lalu, Dusun Jemblung Desa Sampang Karangkobar luluh lantak diterjang longsor. Seratusan lebih warganya meninggal dunia atau hilang tertimbun material longsoran.

Hingga saat ini, longsor dan gerakan tanah berkala kecil dan besar datang silih berganti. Salah satunya di Dusun Kali Entok Desa Kebutuh Jurang Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara.

Gerakan tanah yang terjadi secara bertahap dilaporkan merusak 22 rumah. Akibatnya, 25 keluarga yang terdiri dari 83 jiwa mengungsi.

Dan ke-25 keluarga itu mengungsi di 11 titik pengugsian. Sebagian besar mengungsi ke rumah saudara, atau ditampung tetangga, dan di tetangga desa, Duren.

“Jadi sekarang masih mengungsi. Kalau kita tahapannya sedang validasi data. Kalau jumlahnya masih seperti kemarin,” kata Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Banjarnegara, Arif Rachman, Kamis sore, 21 Februari 2019.

Kisah longsor besar yang sampai menewaskan puluhan hingga ratusan orang membuat warga Kebutuh Jurang trauma. Positifnya, riwayat bencana Banjarnegara membuat mereka waspada.

Arif tak menyalahkan warga yang traumatik. Hanya saja, berdasar pendataan lapangan oleh petugas BPBD dan pemerintah desa Kebutuh Jurang, jumlah rumah rusak sebenarnya hanya 15 unit. Lainnya baru terancam longsor.

2 dari 3 halaman

Kontur Tanah Berisiko Longsor Cepat

Berdasar kajian geologi dan pemetaan longsor, tujuh rumah yang penghuninya turut mengungi sebenarnya berada di luar zona merah. Karenanya, pekan ini BPBD akan mensosialisasikan kepada para pengungsi agar yang rumahnya masih aman bisa kembali ke rumahnya.

Adapun 15 rumah yang terdampak langsung dan terancam agar bertahan di pengungsian untuk sementara waktu.

“Pekan ini kami akan mengumpulkan untuk memberi penjelasan. Bagi yang kondisinya masih ini (relatif) aman, disarankan pulang, karena hanya euforia ketakutan ya lebih baik pulang lah,” dia menerangkan.

Rencananya, dalam waktu dekat hasil kajian geologi, pemetaan dan rekomendasi Badan Geologi itu akan dilaporkan kepada Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono untuk segera ditindaklanjuti.

“Pertama, rumah yang terdampak langsung, begitu kan, jumlahnya ada sekitar 15 rumah. Karena kita sudah ada peta geologinya yang akan kita laporkan kepada Pak Bupati,” dia menambahkan.

BPBD juga telah memasang early warning system (EWS) atau alat peringatan dini longsor dan gerakan tanah di mahkota longsoran. BPBD juga mendirikan posko pantau bencana di sekitar area gerakan tanah untuk memantau pergerakan tanah untuk mengantisipasi gerakan tanah yang membahayakan.

Dia menjelaskan, sifat longsoran di Kebutuh Jurang adalah rayapan tanah (creep). Akan tetapi, menilik kontur tanahnya yang curam dan curah hujan tinggi, gerakan tanah bisa bertambah cepat dan bisa pula bersifat jatuhan.

3 dari 3 halaman

Tanah Bergerak 2 Sentimeter Tiap Setengah Jam

Nun di Kabupaten Banyumas, gerakan tanah di Grumbul Kalisalak RT 3/5 Desa Karangbawang Kecamatan Ajibarang kembali terjadi. Akibatnya, dua keluarga terpaksa mengungsi.

Sebelumnya, di lokasi yang sama, empat rumah harus direlokasi lantaran gerakan tanah terus berlangsung sejak akhir 2018. Kini, gerakan tanah kembali merusak dua rumah yang dihuni empat jiwa, yakni rumah milik Sukardi (68 th) dan Sumardi (70 th).

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo mengatakan, sementara ini Sukardi dan istri mengungsi ke rumah anaknya, Warkiman yang berada di lokasi lebih aman. Adapun Sumardi dan istrinya mengungsi ke saudara lainnya, Suryati.

Kusworo mengemukakan, tanah kembali bergerak setelah Banyumas diguyur hujan lebat berhari-hari. Diukur dengan alat sederhana, dalam waktu setengah jam tanah bergeser sekitar dua sentimeter.

Gerakan tanah membuat tanah retak-retak dan ambles berkisar 70 sentimeter hingga satu meter. Akibatnya, lantai dan dinding rumah retak-retak parah.

Sebelumnya, gerakan tanah di lokasi yang sama juga telah merusak empat rumah. Keempat keluarga itu telah direlokasi secara bertahap sejak akhir 2018 hingga Januari 2019.

“Tanah terus bergerak, pelan tapi pasti. Mulai Kamis,” kata Kusworo.

Ia juga mengimbau agar warga lainnya mewaspadai kemungkinan meluasnya gerakan tanah. Pasalnya, bidang tanah miring, labil dan curah hujan masih tinggi.

“Dan tadi, kita juga memasang early warning system tradisional, sederhana menggunakan tali. Dalam waktu kurang lebih setengah jam, tanah bergerak sekitar dua sentimeter, jalannya,” dia mengungkapkan.

Saksikan video pilihan berikut:

Gangguan KRL arah Bogor, Penumpang Ini Pingsan saat Turun di Ps Minggu

Jakarta – KRL 1176 relasi Jakarta Kota-Bogor mengalami gangguan di Stasiun Lenteng Agung dan mengakibatkan kereta yang mengarah ke Bogor juga terganggu perjalanannya. Gangguan ini menyebabkan seorang wanita yang turun di Stasiun Pasar Minggu pingsan.

Pantauan detikcom di lokasi, Stasiun Pasar Minggu, Jumat (22/2/2019), seorang wanita tiba-tiba tergolek ke lantai peron sesaat setelah keluar dari KRL yang mengarah ke Bogor. Wanita itu jatuh dengan posisi terlentang agak miring.

Beberapa orang langsung sigap menghampiri sang wanita. Petugas KRL di lokasi juga tampak langsung mendekat.

Gangguan KRL arah Bogor, Penumpang Ini Pingsan saat Turun di Ps MingguFoto: Penumpang pingsan saat turun di Stasiun Pasar Minggu (Gresnia Arela/detikcom)

Wanita itu lantas dipindahkan ke kursi di peron. Beberapa wanita tampak mengusapkan sesuatu ke dekat hidungnya. Ada juga yang memijit tangan si wanita.

Kondisi di dalam gerbong memang padat. Penumpukan penumpang terjadi di sejumlah stasiun, sebagai dampak gangguan KRL.

Sebelumnya diberitakan, KRL KA 1176 lintas Jakarta Kota-Bogor mengalami gangguan di Stasiun Lenteng Agung. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memohon maaf atas gangguan itu dan menyarankan penumpang mencari alternatif transportasi.
“Bagi pengguna jasa yang tidak dapat menunggu disarankan untuk menggunakan moda lain, sementara bagi yang telah melakukan transaksi tiket dan memutuskan untuk berpindah moda maka pengguna jasa dapat melakukan proses pengembalian tiket di loket stasiun terdekat,” sebut VP Komunikasi Perusahaan PT KCI Eva Chairunisa, Jumat (22/2/2019).

(gbr/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gangguan KRL Kota-Bogor: KCI Minta Maaf, Penumpang Diimbau Cari Alternatif

Jakarta – KRL KA 1176 lintas Jakarta Kota-Bogor mengalami gangguan di Stasiun Lenteng Agung. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memohon maaf atas gangguan itu dan menyarankan penumpang mencari alternatif transportasi.

“PT KCI memohon maaf atas adanya gangguan operasional yang terjadi di KA 1176 relasi Jakarta Kota-Bogor yang terjadi di Stasiun Lenteng Agung pada pukul 19.00 WIB dan hingga saat ini masih dalam proses penanganan oleh petugas,” kata VP Komunikasi Perusahaan PT KCI Eva Chairunisa, Jumat (22/2/2019).

Eva menyebut proses pemeriksaan dan perbaikan dilakukan. Perjalanan KRL dari arah Bogor dari Jakarta Kota/Jatinegara masih mengalami antrean KRL. Untuk perjalanan KRL tujuan Jakarta Kota/Jatinegara masih berjalan normal.

Karena itu, penumpang yang tidak dapat menunggu disarankan mencari moda transportasi lain.

“Bagi pengguna jasa yang tidak dapat menunggu, disarankan menggunakan moda lain, sementara bagi yang telah melakukan transaksi tiket dan memutuskan berpindah moda, maka pengguna jasa dapat melakukan proses pengembalian tiket di loket stasiun terdekat,” sebut Eva.

Update:

KRL Kota-Bogor yang Gangguan Dievakuasi, KCI Urai KRL yang Antre

(gbr/tor)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mengenal Desa Wisata Blangsinga, Tempat Pernikahan Putra Bos Krisna Bali

Liputan6.com, Jakarta – Pernikahan Gusti Ngurah Berlin Bramantara, putra bos oleh-oleh Krisna Bali, Ajik Krisna, dengan Annie Fransisca sudah berlangsung beberapa hari lalu. Meski begitu pernikahan yang banyak menyita perhatian dan dihadiri sejumlah tokoh, pejabat dan selebriti itu masih banyak dibahas sampai sekarang.

Lewat beberapa potret yang beredar di jagat maya, beberapa figur kenamaan yang dimaksud adalah Prilly Latuconsina, Kaka Slank, Verrell Bramasta, Natasha Wilona, Indah Dewi Pertiwi, Glen Alinskie, Chelsea Olivia, dan Vicky Shu.

Terlihat pula pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dan YouTuber Atta Halilintar turut hadir Seperti diketahui, resepsi pernikahan putra pemilik pusat oleh-oleh Krisna Bali ini berlangsung selama dua hari, pada 16 dan 17 Februari 2019 di Desa Wisata Blangsinga, Blahbatuh, Gianyar, Bali.

Mungkin belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan Desa Blangsinga ini. Dilansir dari laman gobalitour dan krisnabali, tempat ini memiliki daya tarik wisata yang sangat indah yaitu air terjun.

Ini adalah desa kelahiran Ajik Krisna, pemilik grup Krisna Holding Company. Jadi wajar saja kalau ia menggelar pernikahan putranya di tempat kelahirannya. Desa Blangsinga tentu sudah jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

Kesuksesan Ajik Krisna sebagai pengusaha membuat ia terpanggil untuk membangun desa kelahirannya, terutama untuk menggali potensi wisatanya. Salah satunya dengan membuka cabang Krisna Bali Souvenir Center di dekat kawasan air terjun Blangsing dengan konsep one stop destination village.

Selain menikmati indahnya air terjun Blangsing para pengunjung bisa mendapatkan aneka buah tangan di Krisna. Ini untuk pertama kalinya toko Kmereka berada di desa karena selama ini semua cabangnya berada di kota.

2 dari 2 halaman

Outbound dan Penginapan

Desa Blangsinga berada di kabupaten Gianyar tepatnya di kecamatan Blahbatuh. Desa ini bisa ditempuh dari Denpasar sekitar 40 menit saja lewat by pass Ida Bagus Mantra. Atau bisa juga dari Ubud dengan jarak tempuh yang kurang lebih sama.

Tak jauh dari Desa Blangsinga, terdapat taman kupu kupu dan stadion sepak bola Kapten I Wayan Dipta yang menjadi markas klub sepak bola Bali United.

Sementara itu, wisata air terjun Blangsinga ditata kembali untuk menarik minat wisatawan dengan harga tiket masuk hanya Rp 10.000 untuk dewasa (data akhir 2018). Saat ini sudah ada tangga yang tertata rapi menuju air terjun.  Lalu ada sebuah restoran di dekat air terjun serta sejumlah petugas yang mengawasi wisatawan atau pengunjung.

Selain Krisna Bali Souvenir Center, di desa ini juga ada beberapa restoran, wahana outbound dan juga penginapan. Pada Agustus 2018, Natasha Wilona pernah menggelar acara jumpa penggemar di Desa Wisata Blangsinga yaitu di Krisna Eco Village dan Krisna Waterpark.

Pada Februari 2019, putra Ajik Krisna, pemilik pusat oleh-oleh Krisna Bali, menggelar pernikahan di desa tempat kelahiran ayahnya yang sekarang dikenal dengan nama desa wisata Blangsinga.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

5 Negara dengan Penjualan Rokok Termurah di Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Di sejumlah negara, rokok menjadi musuh terbesar. Pemerintah sengaja memberlakukan aturan ketat agar warganya tidak merokok atau merokok di kawasan umum.

Selain mencemari udara, rokok juga berbahaya bagi masyarakat. Sebab, rokok bisa menyebabkan penyakit berbahaya, hingga kematian.

Di sejumlah negara ini permasalahan udara dan kesehatan jadi ancaman lantaran harga rokok yang begitu murah. Ditambah lengahnya pengawasan.

Seperti dikutip dari laman Insidermonkey.com, Jumat (22/2/2019), berikut 5 negara dengan penjualan rokok paling murah di dunia:


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

1. Somalia

Harga Sebungkus Rokok: US$ 0,49 – Rp 6.881

Somalia tidak berupaya menurunkan penggunaan tembakau dan penjualan rokok. Merokok diperbolehkan di tempat umum mana pun dan pajak hanya antara 4 dan 5 persen pada tiap bungkusnya.

Merek rokok yang paling banyak dijual di Somalia adalah Sport yang paling termurah. Merek rokok paling mahal adalah Marlboro yang harganya hanya dua kali lipat dari Sports.

Jadi, jika Anda ingin mendapatkan sebungkus rokok termurah di luar sana, Somalia adalah salah satu tempat termurah untuk membeli rokok di dunia.

3 dari 6 halaman

2. Kamboja

Harga Sebungkus Rokok: US$ 0,50 – Rp 7.022

Kamboja menempati urutan kedua dalam daftar tempat termurah untuk membeli rokok di dunia.

Negara ini bekerja dengan baik dalam menyebarkan kesadaran penggunaan tembakau dan rokok pada kesehatan melalui media massa, kebijakan bebas asap rokok (dilarang merokok di banyak tempat umum termasuk fasilitas pendidikan, rumah sakit, fasilitas pemerintah, kantor dan tempat kerja, restoran dan bar).

4 dari 6 halaman

3. Liberia

Harga Sebungkus Rokok: US$ 0,64 – Rp 8.988

Tidak ada undang-undang di Liberia yang melarang merokok bahkan di tempat-tempat seperti fasilitas perawatan kesehatan, fasilitas pendidikan, atau tempat lain dalam hal ini.

Bahkan perpajakannya sangat rendah, karena hanya 23,2% pada merek rokok yang paling banyak dijual yaitu Bond-street.

5 dari 6 halaman

4. Guinea-Bissau

Harga Sebungkus Rokok: US$ 0,85 – Rp 11.937

Tidak heran negara ini juga mengambil tempat di antara negara termurah bagi rokok di dunia karena tidak ada upaya serius yang dilakukan oleh pemerintah untuk menurunkan penggunaan tembakau dan penjualan rokok.

Merek rokok yang paling banyak dijual di Guinea Bissau adalah Brusson dengan harga US$ 0,85 termasuk pajak 19,5 persen secara total.

6 dari 6 halaman

5. Filipina

Harga Sebungkus Rokok: US$ 0,86 – Rp 12.078

Meskipun ada undang-undang bebas-rokok di tempat-tempat resmi seperti rumah sakit, fasilitas pendidikan, fasilitas pemerintah telah ditetapkan, masih banyak warga yang melanggar aturan.

Merek rokok Fortune adalah yang paling murah di negara ini. Tidak heran jika persentase perokok di negara ini cukup tinggi.

Grand Prix Ngepel di Uwa Rice Museum di Jepang, Mau Coba?

Liputan6.com, Jakarta – Salah satu destinasi wisata di Prefektur Ehime adalah Uwa Rice Museum yang terletak di Uwa, Seiyo. Bangunan museum yang mengkhususkan diri di bidang perpadian ini dulunya merupakan bekas sekolah dasar.

Lokasi bangunan yang didirikan pada 1928 ini dipindah ke tempat lebih tinggi, tidak jauh dari sekolah. Karena bangunan tersebut ingin dipelihara, dan wilayah Uwa terkenal dengan padi, maka akhirnya bangunan tersebut dijadikan museum.

Museum ini dibuka pada pukul 09.00 dan ditutup pukul 17.00. Setiap hari Senin, museum ini tutup.

Uwa Rice Museum di Prefektur Ehime, Jepang (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Ada kegiatan yang menarik wisatawan di museum ini, yaitu lomba mengepel di koridor dengan lantai kayu sepanjang 109 meter. Kegiatan mengepel ini disebut dengan Zoukin Kake.

Petugas museum menjelaskan perlombaan mengepel (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Rekor waktu tercepat mengepel ini dipegang oleh seorang pria bernama Nakagawa yang berhasil menyelesaikan waktu 18.17 detik. Zoukin kake ini dimulai 20 tahun lalu.

Liputan6.com bersama dengan Japan Airlines menyambangi musim ini pekan lalu, pertengah Februari 2019. Sebelum memasuki ruangan utama museum, pengunjung akan diminta melepas sepatu. Kami pun mencoba lomba mengepel ini.

2 dari 3 halaman

Lomba Ngepel

Di dalam museum, petugas telah menyediakan sepatu warna putih dengan berbagai ukuran kaki, pelindung lutut, dan kain pel tebal dengan tulisan Grand Prix.

Seperti perlombaan pada umumnya, peserta akan dihitung berapa kecepatan waktu menempuh jarak 109 meter sambil mengepel lantai dengan gaya Jepang.

Kain lap dan pelindung lutut untuk lomba zoukin kake di Uwa Rice Museum di Prefektur Ehime, Jepang (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Lomba mengepel lantai dengan gaya Jepang ini cukup menguras energi. Maklum, sejak pagi kami sudah berkeliling tempat wisata di Ehime.

Selesai mengikuti lomba, peserta akan mendapat pin medali dan sertifikat. Pin lomba tersebut berwarna warni.

Dari mulai warna emas yaitu menempuh paling cepat hingga berikutnya ke warna perak, perunggu, ungu, merah, biru, hijau, hingga kuning sebagai peserta lomba yang memakan waktu paling lama dan bagi mereka yang tidak menyelesaikan lomba. 

Pin akan diberikan kepada peserta lomba mengepel atau zoukin kake di Uwa Rice Museum di Prefektur Ehime, Jepang (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Sayang, karena waktu hampir menunjukkan pukul 17.00, kami hanya mengikuti lomba ngepel dan memotret singkat alat-alat pertanian di museum ini.

Sejarah museum hanya diberikan kilat sebelum lomba mengepel dimulai.

Alat pertanian di Uwa Rice Museum di Prefektur Ehime, Jepang (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Daftar Biaya yang Dibayar Warga buat Sertifikasi Tanah

Jakarta – Program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang sudah dijalankan pemerintahan kabinet kerja sejak tahun 2017 masih ada praktik pungli yang dilakukan oknum.

Padahal, sudah ada aturan yang mengatur bahwa program PTSL ada biaya yang dibebankan atau harus dibayar oleh masyarakat, biaya itu dalam rangka pelaksanaan persiapan pendaftaran tanah sistematis.

Adapun, dana tersebut untuk seperti kegiatan penyiapan dokumen, kegiatan pengadaan patok dan materai, lalu kegiatan operasional petugas kelurahan/desa.

“Iya, adminitrasi pra sertifikat, seperti bukti waris, kalau lebih dari itu dan itu tidak ada persetujuan dari masyarakat, tidak ada peraturannya, itu pungli,” kata Menteri ATR Sofyan Djalil di Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2019).

Keputusan adanya beban biaya yang dibayarkan masyarakat tertuang dalam keputusan SKB 3 Menteri Nomor 25 Tahun 2017. Ketiga menteri tersebut adalah Menteri ATR, Menteri Dalam Negerti, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Sofyan mengatakan, biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat dalam proses pembuatan sertifikat ini pun dilakukan di tingkat desa, dalam hal ini kelurahan.

“Ada ketentuan itu ada peraturan 3 menteri yang boleh diambil oleh desa,” jelas dia.

Lalu berapa biaya yang seharusnya dikeluarkan oleh masyarakat dalam program sertifikat tanah? Berikut sesuai ketentuan SKB 3 Menteri Nomor 25 Tahun 2017:

Kategori I untuk Provinsi Papua, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp 450.000.

Ketegori II untuk Provinsi Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar Rp 350.000.

Kategori III untuk Provinsi Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Timur sebesar Rp 250.000.

Kategori IV untuk Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Kalimantan Selatan sebesar Rp 200.000.

Kategori V untuk Pulau Jawa dan Bali sebesar Rp 150.000.

(hek/eds)

Sakit-sakitan dan Tak Punya Uang, WN Belgia Dideportasi

Liputan6.com, Mataram – Petugas kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram, NTB mendeportasi seorang warga negara Belgia karena tak memiliki keluarga dan biaya hidup serta tinggal melebihi batas waktu atau overstay.

WN Belgia yang diketahui bernama Alexandre E.F. Delvaux yang berusia 67 tahun tersebut telah tinggal di Lombok sejak tahun 2012 menggunakan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) Pensiun.

Ia dideportasi atau dipulangkan ke negaranya karena alasan kemanusiaan. Sebab, selama di Lombok, Alexandre selain mengidap penyakit, hidup sebatang kara, juga tidak memiliki biaya hidup.

“Yang bersangkutan (Alexandre) diindikasikan sakit struk, gangguan ingatan, dan stres. Ia juga tidak memiliki biaya. Maka dari itu, Imigrasi Mataram bekerja sama dengan Kedubes Belgia di Jakarta untuk memfasilitasi keperluan pendeportasian yaitu Emergency Passport dan tiket ke Belgia,” kata Yusriansyah Fazrin, Kasi Inteldakim Imigrasi Mataram, Kamis, 21 Februari 2019.

Yusriansyah mengatakan, sebelumnya pihak Imigrasi mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada orang asing yang sakit-sakitan.

Setelah dilakukan pengecekan di sebuah indekos, petugas menemukan Alexandre dalam kondisi lemas tengkurap di lantai.

Petugas dibantu masyarakat dan beberapa anggota kepolisian mengevakuasi WN Belgia tersebut ke RS Bhayangkara Mataram untuk dirawat.

Setelah kondisi membaik, Alexandre kumudian ditempatkan di ruang detensi Imigrasi sambil menunggu proses pemeriksaan dokumen. Petugas Imigrasi menemukan dokumen bule tersebut telah melampau izin tinggal sejak tahun 2017.

Paspor yang bersangkutan berlaku sejak sampai 27 Desember 2017 atau telah habis masa berlaku.

“Begitu juga dengan Kitas Pensiun yang dimilikinya, masa berlaku 05-08-2016 sampai dengan 15-06-2017 juga telah habis,” tandas Yusriansyah.

Pendeportasian WN Belgia itu dilaksanakan via Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, tujuan Dubai-Brussels, menggunakan pesawat Emirates Airlines EK359, Etd pukul 00.10 WIB.


Simak video pilihan berikut ini:

Detik-detik Mobil Caleg PDIP Sleman Dibakar Orang Misterius

Sleman – Mobil caleg PDIP Kabupaten Sleman, Suyoko dibakar orang tak dikenal dini hari tadi. Begini penjelasan pria yang juga menjabat Ketua Bappilu DPC PDIP Sleman itu.

“Jam 01.00 saya masih terima WA teman, masih balas, 01.15 saya tertidur, jam 01.35 dibangunkan istri karena mendengar alarm mobil berbunyi,” kata Suyoko saat dihubungi wartawan, Jumat (22/2/2019).

“Saya keluar ternyata mobil sudah terbakar,” lanjutnya.

Kondisi mobil Toyota Rush saat itu sudah terbakar di bagian belakang luar dan dalam. Suyoko menyebut istrinya sebelumnya tidak mendengar suara gaduh.
“Nggak dengar suara gaduh, tiba-tiba dengar bunyi alarm. Istri saya sekitar 01.30 terbangun tidak dengar apa-apa, lalu dengar suara alarm mobil jam 01.35,” jelasnya.

Dari sekitar mobilnya, Suyoko mengaku mencium bau seperti minyak tanah. Juga ditemukan botol mineral plastik di atas mobil.

“Tetangga tak ada yang tahu, jam 01.00 ada warga ronda tak ada kejadian, 01.15 ada tetangga yang lewat juga tidak ada apa-apa,” imbuhnya.

Saat kejadian, mobil terparkir di samping rumahnya. “Samping rumah persis, dari jalan umum masih masuk berjarak satu rumah, tapi posisi di pinggir jalan ada mobil istri dan tetangga, mobil saya lebih di dalam. Mobil istri dan tetangga tidak apa-apa,” ungkapnya.

Suyoko pun belum mengetahui apa motif pembakaran mobilnya itu. Dia hari ini berniat melapor ke Polres Sleman.

“Saya sampai saat ini tidak tahu motifnya, saya nggak ada permasalahan dengan orang lain, sebelumnya juga nggak ada ancaman atau teror,” terangnya.

Suyoko menambahkan, pagi tadi Kapolres Sleman, Dandim Sleman, Dirreskrimum Polda DIY telah mengecek lokasi kejadian. Dini hari tadi juga sudah dilakukan olah TKP oleh petugas Polres Sleman.

“Infonya dari Puslabfor Semarang juga mau ke sini,” pungkasnya.
(sip/sip)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>