MFC Kembali Digelar, Cari 16 Anak Terbaik dari 5 Kota Besar

Jakarta – MILO kembali menggelar Football Championship untuk usia dini. Kali ini, ajang dengan nama MILO Football Champioship (MFC) 2019 akan digelar dengan kick off di Jakarta, Sabtu (2/3).

Turnamen U-12 ini sendiri  sudah digelar dalam beberapa tahun terakhir. Ajang ini akan kembali mencari anak-anak terbaik dari Indonesia yang akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu idolanya di FC Barcelona.

Satu yang membedakan MILO Football Championship kali ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah masuknya Surabaya sebagai kota penyelenggara final regional, membuat pencarian bakat dan turnamen sepak bola U-12 ini akan digelar di 5 kota besar, termasuk 4 kota yang setiap tahun sudah menjadi penyelenggara, yaitu Jakarta, Makassar, Medan, dan Bandung.

Sebelumnya fase penyisihan sudah dilakukan 20 kota, yaitu Jakarta Timur plus Jakarta Pusat, Jakarta, Selatan, Jakarta Barat, Tangerang Selatang, Bandung plus Cimahi, Purwakarta, Bekasi, dan Cirebon pada 9-10 Februari 2019. Sementara di Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Gresik, Makassar, Bone, Bantaeng, dan Pare-Pare digelar pada 16-17 Februari 2019.

Kick-off final regional MILO Football Championship 2019 digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2019). Turnamen digelar selama dua hari dan akan melibatkan tiga pelatih, yaitu Zainal Abidin, dan dua mantan pemain nasional, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Ponaryo Astaman.

Sementara itu, final regional Medan dan Bandung akan digelar bersamaan pada 9-10 Maret 2019. Sementara untuk Surabaya akan digelar pada 23-24 Maret, dan Makassar menjadi kota terakhir yang menggelar Milo Football Championship 2019 pada 6-7 April 2019.

Kurniawan pun menegaskan format pertandingan yang digunakan di MILO Football Championship kali ini akan mengikuti Filosofi Sepak Bola Indonesia yang digagas PSSI.

“Saya, Ponaryo, dan Coach Zainal, akan menjadi tim scouting. Kami akan menggunakan format 7 lawan 7 sesuai dengan filanesia dari PSSI,” ujar Kurniawan Dwi Yulianto di Kantor Bola.com, Kamis (28/2/2019), siang.

Sementara itu, Ponaryo Astaman menegaskan proses scouting akan digelar di 5 kota besar yang menjadi tuan rumah final regional. Mantan kapten Timnas Indonesia itu pun mengungkapkan kriteria pemain yang akan dicarinya bersama Kurniawan dan Zainal Abidin.

“Proses talent scouting dilaksanakan dari semua final regional MILO Football Championship. Jadi pemain-pemain terbaik akan diambil dari lima kota besar itu. Untuk kriterianya, bukan hanya keterampilan individu yang kami cari, tapi bagaimana mereka bisa bertanding sebagai sebuah tim,” tegas Ponaryo di Kantor Bola.com.

2 dari 3 halaman

Peserta Perempuan Lebih Banyak di MILO Football Championship 2019

Kurniawan Dwi Yulianto yang sudah menjadi instruktur dalam MILO Football Championship dalam beberapa tahun terakhir mengungkapkan akan ada kuota khusus bagi pesepak bola perempuan di edisi kali ini. Dari talent scouting yang dilakukan di lima kota besar, akan diambil 16 pemain terbaik untuk mengikuti MILO Football Camp, di mana 4 pemain di antaranya harus perempuan.

“Kami memperbanyak peserta perempuan di edisi kali ini. Untuk 16 pemain yang terpilih mengikuti camp harus ada empat pemain perempuan yang dilibatkan. Setelah itu akan ada dua perempuan dari delapan pemain yang akan berangkat ke China,” ujar Kurniawan Dwi Yulianto.

16 pemain terpilih dari talent scouting di MILO Football Championship 2019 akan mengikuti MILO Football Camp pada 22-27 April 2019. Dari pemusatan latihan tersebut akan dipilih delapan pemain terbaik, dengan dua pemain di antaranya perempuan, untuk berangkat ke China mengikuti MILO Champions Cup, bersaing dengan peserta MILO Football Championship di negara-negara lainnya pada Juli 2019.

3 dari 3 halaman

Jadwal MILO Football Championship 2019

Jakarta: 2-3 Maret 2019

Medan: 9-10 Maret 2019

Bandung: 9-10 Maret 2019

Surabaya: 23-24 Maret 2019

Makassar: 6-7 April 2019

Final Piala AFF U-22 2019: 4 Ancaman Thailand yang Perlu Diwaspadai Timnas Indonesia

Jakarta Tak terbantahkan, Thailand adalah rajanya sepak bola Asia Tenggara. Negeri Gajah Putih seperti tak pernah bosan jadi juara event bergengsi AFF di berbagai level, mulai dari senior hingga junior.

Bisa dibilang Thailand tak pernah kering mencetak pemain-pemain bertalenta. Di ajang Piala AFF U-22 2019, Thailand berstatus juara bertahan.

Mereka jadi yang terbaik di edisi terakhir 2015 silam. Timnas Indonesia yang akan bersua mereka di laga final Piala AFF U-22 2019pada Selasa (26/2/2019) harus ekstrawaspada. Thailand yang sudah terbiasa menghadapi atmosfer pertandingan final bisa jadi momok.

Langkah Timnas Thailand U-22 cenderung mulus hingga ke laga puncak.

Tim asuhan Alexandre Lima, belum tersentuh kekalahan serta kebobolan dalam waktu normal pertandingan selama Piala AFF U-22 2019. Sang arsitek asal Brasil yang didapuk jadi nakhoda tim pada awal November 2018 terlihat sukses menjaga tempo permainan Timnas Thailand U-22.

Menghadapi jadwal padat turnamen, Thailand tak habis-habisan di awal namun gembos di akhir. 

Di fase penyisihan Grup A Piala AFF U-22 2019, Thailand menang 1-0 dan 3-0 masing-masing atas Timor Leste dan Filipina, bermain tanpa gol kontra Vietnam.

Mereka melaju ke semifinal dengan status runner-up Grup A. Memasuki periode knock-out Tim Negeri Gajah Putih Muda bersua tuan rumah Kamboja yang jadi tim kuda hitam di penyisihan. Thailand menang 5-3 dalam adu penalti atas Kamboja (0-0) di semifinal.

Saat laga final nanti, Tim Garuda Muda kudu mewaspadai empat pemain yang jadi kartu truf Thailand. Siapa saja mereka?



2 dari 2 halaman

Bek Raksasa dan Gelandang Agresif

Rekor tak kebobolan menunjukkan ketangguhan lini belakang Thailand U-22. Penyerang-penyerang Timnas Indonesia U-22 kudu cerdik untuk bisa menembus kerapatan poros belakang mereka.

Sebagai catatan Tim Merah-Putih berlaga di Piala AFF U-22 2019 tanpa penyerang-penyerang terbaik macam: Ezra Wallian, Egy Maulana Vikri, dan Saddil Ramdani.

Sebagai ganti Indra Sjafri menyiapkan duo Indonesia Timur, Osvaldo Haay dan Marinus Wanewar.

Ketangguhan lini belakang Thailand karena mereka punya duo stoper raksasa yang sulit ditembus.

Marco Ballini, bek keturunan Italia amat jago dalam duel-duel bola udara.

Ballini bersama kapten tim Saringkan Promsupa merupakan duet kunci sukses Thailand hingga melangkah ke babak final Piala AFF U-22 2019. Berkat duet bek tengah itu timnas Thailand U-22 tidak pernah kebobolan hingga memasuki babak final.

Ballini merupakan pesepak bola berdarah Italia yang lahir di Bologna pada 12 Juni 1998. Terlahir dari ayah asal Italia dan ibu asal Thailand, Ballini memulai karier sepak bola di tim akademi AC Cesena.

Setelah sempat memulai karier profesional bersama Alfonsine FC, Ballini kemudian direkrut klub asal Thailand Chainat Hornbill pada 2018. Ballini dikontrak juara Thai League 2 2017 itu hingga 2020. Musim lalu Ballini tampil di 16 pertandingan dan mencetak satu gol untuk Chainat.

Ballini sempat masuk daftar skuat bayangan Timnas Thailand senior untuk tampil di Piala AFF 2018. Tapi, pelatih Milovan Rajevac memutuskan untuk tidak membawa Ballini ke putaran final.

Dengan postur tinggi menjulang 198 cm, Ballini jelas jadi tembok  yang sulit ditembus.

Pemain depan Timnas Indonesia U-23, Alberto Goncalves (kanan) berebut bola dengan pemain Thailand U-23, Saringkan Promsupa pada laga persahabatan di Stadion Pakansari, Kab Bogor, Minggu (3/6). Laga berakhir imbang 0-0. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Mengandalkan tinggi badannya, Ballini juga menjadi andalan Thailand untuk mencetak gol lewat skema bola-bola mati. Ballini menjadi eksekutor terakhir timnas Thailand U-22 saat mengalahkan Kamboja di babak semifinal lewat adu penalti.

Duetnya Saringkan Promsupa yang berstatus sebagai kapten juga tak kalah garang. Ia saat ini jadi top scorer tim dengan lesakan dua gol.

Sebiji gol dicetak ke gawang Timor Leste, serta satu gol lainnya ke gawang Filipina.

Selain dua pemain di atas Thailand punya juga punya Jaroensak Wonggorn, sosok pengendali permainan di lini kedua.

Jaroensak Wonggorn sudah mencetak satu gol di Piala AFF U-22 2019 ke gawang Filipina. Ini adalah gol international keduanya untuk Timnas Thailand U-23.

Sang playmaker sebelumnya mencetak satu gol ke gawang Bahrain pada turnamen Alpine Cup 2018. Jaroensak amat berbahaya saat mengeksekusi bola mati. Ia juga penembak jarak jauh yang jitu.

Di sektor tengah ia didampingi kompatriotnya Jedsadakorn Kowngam yang tak kalah mobil.

Jedsadakorn Kowngam adalah penggawa muda Ubon United FC dan saat ini sedang dipinjamkan ke Army United di tahun 2019 ini. Jedsadakorn yang berusia 21 tahun juga menjadi pemain penting di lini tengah Thailand U-22.

Jedsadakorn Kowngam mencetak satu gol ke gawang Filipina di Piala AFF U-22 2019. Jedsadakorn Kowngam juga menjadi salah satu algojo Thailand saat menghempaskan Kamboja di adu penalti.


Prediksi Bologna Vs Juventus, Menanti Respons Cristiano Ronaldo

Jakarta Cristiano Ronaldo bakal menjadi satu di antara persona yang mendapat atensi publik kala Juventus melawat ke markas Bologna, Stadion Renato Dall’Ara, pada giornata 25 Liga Italia Serie A, Minggu (24/2/2019). Cristiano Ronaldo wajib membayar performa buruk di Madrid.

Seperti dirilis Tuttosport.it, Cristiano Ronaldo menjadi bagian dari catatan negatif Juventus kala tandang ke Atletico Madrid, di pentas Liga Champions. Tampil tak maksimal, menjadi ‘sejalur’ dengan kekalahan Juventus di markas wakil Spanyol tersebut.

Kini, publik bakal menunggu reaksi Juventus, terutama Cristianno Ronaldo. Maklum, CR7 tampil menawan sepanjang musim ini di panggung domestik. Sayang, rasa penasaran publik, terutama Juventini, masih terpendam sebatas Liga Italia Serie A.

Tak pelak, barisan Juventini berharap Cristiano Ronaldo bangkit dan memertontonkan kehebatannya kala merobek jala lawan. Apalagi, CR7 memiliki modal luar biasa.

Pesepak bola berkebangsaan Portugal tersebut mencetak lima gol pada lima pertandingan terakhir di Serie A. Kondisi tersebut membuat Cristiano Ronaldo menjadi favorit Capocannoniere pada akhir musim.

Kapten Juventus, Giorgio Chiellini menegaskan, penampilan Cristiano Ronaldo memang tak maksimal, tapi La Vecchia Signora bukan semata CR7. “Kami akan segera bangkit saat menghadapi Bologna, meneruskan dominasi di Serie A, dan memersiapkan diri lebih matang menuju pertarungan leg 2 kontra Atletico Madrid,” ujarnya, di Calciomercarto.it.

2 dari 3 halaman

Juventus Waspada

Ucapan Chiellini menjadi pengejawantahan ambisi Juventus untuk meraih catatan menarik lain. Jika menang atas Bologna, Juventus bakal menjadi tim pertama sepanjang sejarah Serie A yang mampu mengemas 22 kemenangan dalam 25 laga pertama.

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri yakin anak asuhnya bakal bangkit, dan melanjutkan penguasaan Serie A. “Bologna lawan yang berat, dan kami datang pada saat yang kurang tepat. Tapi percayalah, Juventus tetap Juventus, dan kami segera meraih kemenangan lagi,” tegas sang allenatore.

Komentar Allegri ada benarnya, terutama saat datang dengan kondisi kepercayaan diri yang tergerus seusai kalah dari Atletico Madrid. Situasi itu pula yang membuat Bologna punya kans.

Gairah tinggi ada di kubu tuan rumah. Tiket pertandingan habis, dan momentum menaklukkan Juventus ada di depan mata. Pelatih Bologna, Sinisa Mihajlovic, optimistis armadanya bisa menghadirkan kegembiraan bagi para fan Rossoblu.

Pada sisi lain, Miha memberi peringatan kepada anak asuhnya agar menjaga determinasi permainan. “Juventus tetap tim besar, dan mereka pasti tahu apa yang harus dilakukan. Kami wajib mengantisipasi kebangkitan mereka, dan itu tak boleh diremehkan begitu saja,” tegasnya.

3 dari 3 halaman

Head to Head

Ambisi Bologna sangat besar. Maklum, mereka tak pernah menang menjamu Juventus dalam rentang 21 tahun. Selain itu, tuan rumah butuh tiga poin dari Cristiano Ronaldo dkk agar bisa menyelamatkan diri dari degradasi. Saat ini, Bologna berada di posisi ke-18, dengan koleksi 18 poin, berselisih 3 angka dari Empoli, yang ada di peringkat 17.

Head to Head

12/1/2019 Bologna 0 – 2 Juventus (Coppa Italia)

26/9/2018 Juventus 2 – 0 Bologna (Liga Italia Serie A)

5/5/2018 Juventus 3 – 1 Bologna (Liga Italia Serie A)

17/12/2017 Bologna 0 – 3 Juventus (Liga Italia Serie A)

27/5/2017 Bologna 1 – 2 Juventus (Liga Italia Serie A)

8/1/2017 Juventus 3 – 0 Bologna (Liga Italia Serie A)

Sumber: Tuttosport.it, Calciomercato

Cantona Dukung Solskjaer Jadi Manajer Tetap MU

Liputan6.com, Manchester – Eric Cantona menilai Ole Gunnar Solskjaer layak menjadi manajer permanen MU musim depan. Legenda Setan Merah itu yakin Solskjaer punya poin plus yang tak dimiliki calon manajer lain.

Sejak dipegang Solskjaer permainan MU memang meningkat. Mereka hanya menelan sekali kekalahan dalam 13 laga.

Tak heran MU pun kembali untuk berpeluang finis di posisi empat besar klasemen musim ini. Mereka hanya tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen, Manchester City dengan unggul satu laga di tangan.

Meski demikian manajemen MU sendiri belum mau memberikan kontrak permanen bagi Solskjaer. Mereka masih menunggu performa tim hingga akhir musim.

Selain itu manajemen Setan Merah juga masih memantau Mauricio Pochettino. Manajer Tottenham Hotspur itu memang menjadi buruan utama MU dalam beberapa musim terakhir.


2 dari 3 halaman

Komentar Cantona

“Solskjaer adalah anak spiritual dari Alex Ferguson. Sama seperti Pep Guardiola yang merupakan anak spiritual Johan Cruyff di Barcelona,” kata Cantona seperti dilansir Evening Standard.

“Penting bagi klub sebesar MU punya seseorang dengan jiwa klub. Seseorang yang mengerti klub ini luar dalam,” katanya menambahkan.

“Jadi saya pikir Solskjaer orang yang tepat. Dia bisa membawa klub ini menang dan juga mengembalikan kebahagiaan ke semua orang,” kata Cantona.

3 dari 3 halaman

Jadwal

Berikut jadwal Liga Inggris Pekan ke-27:

Sabtu, 23 Februari

19:30 WIB, Burnley vs Tottenham Hotspur

22:00 WIB, AFC Bournemouth vs Wolverhampton

22:00 WIB, Newcastle United vs Huddersfield

Minggu, 24 Februari

00:30 WIB, Leicester City vs Crystal Palace

21:05 WIB, Arsenal vs Southampton

21:05 WIB, Manchester United vs Liverpool

Saksikan video pilihan di bawah ini

Cardiff Ceroboh, Uang Duka Emiliano Sala Terancam Tidak Cair

Liputan6.com, Jakarta Emiliano Sala telah dimakamkan di kampung halamannya, Argentina, akhir pekan lalu. Namun pihak keluarga terancam kehilangan uang pensiun Sala gara-gara kecerobohan Cardiff City.

Menurut Times, setiap pemain otomatis masuk dalam skema dana pensiun Asosiasi Pemain Profesional Britania Raya (PFA) saat pertama kali terdaftar di kompetisi papan atas. Dan besarnya uang duka yang disediakan oleh PFA mencapai angka 600 ribu euro atau setara Rp9.5 Miliar.

Dana ini juga berlaku bagi pemain non Premier League yang rutin membayar iuran kepada PFA.

Seperti diketahui, Sala tercatat sebagai pemain Cardiff City saat kecelakaan merenggut nyawanya. Pria berusia 28 tahun itu diboyong dari klub Prancis, Nantes dengan nilai transfer sebesar 15 juta poundsterling dan menjadi pemain termahal yang pernah didatangkan klub asal Wales tersebut.

Namun seperti dilansir The Sun, Cardiff ternyata melakukan kesalahan saat perekrutan Sala. Ada berkas yang tidak lengkap saat mereka mendaftarkan pemain Argentina itu ke Premier League.

Cardiff kemudian diminta untuk memperbaikinya dan meminta tanda tangan Sala. Sayang, sebelum perbaikan dilakukan, Sala sudah keburu mengalami kecelakaan. Pesawat yang membawanya dari Nantes ke Cardiff, jatuh dan tenggelam di Selat Inggris, 21 Januari 2019 lalu.

Jenazah Sala sempat sulit ditemukan. Namun lewat pencarian tak kenal lelah dari tim pencari independen, jasad Sala pun akhirnya terdeteksi bersama puing pesawat yang ditemukan di dasar laut Selat Inggris. Setelah menjalani visum, jenazah dibawa ke Argentina dan dimakamkan di sana.

Kecerobohan Cardiff dalam melengkapi dokumen Sala membuat pihak keluarga terancam kehilangan uang duka dari PFA. Carfiff pun kabarnya tengah berusah memperbaiki kesalahan itu.


2 dari 2 halaman

Bantah Korupsi

Masalah lain juga muncul setelah kematian Sala. Beredar isu yang menyebutkan bahwa proses transfer yang dilakukan dari Nantes terindikasi korupsi. Namun hal ini segera dibantah oleh broker yang menjadi perantara transfer Emiliano Sala, Willie McKay. Menurutnya, transfer itu bersih.

Dia pun membela manajer Cardiff City, Neil Warnock. “Tidak ada yang kami sembunyikan. Rumor itu murahan, benar-benar murahan,” ujar McKay marah. “Saya sudah muak dengan itu. Saya heran orang-orang mengatakan ini. Saya menunggu telepon dari FA (Asosiasi Sepak Bola Inggris).”

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Keyakinan Alessandro Del Piero kepada Cristiano Ronaldo

– Pemain legendaris Juventus, Alessandro Del Piero, mengatakan kalau Cristiano Ronaldo telah memberikan pengaruh yang positif untuk Bianconeri. Jelang laga melawan Atletico Madrid di Liga Champions, Del Piero memberikan gambaran mengenai bagaimana laga akan berjalan.

“Tidak ada yang tahu bagaimana laga antara Atletico dan Juventus akan berjalan. Atletico Madrid adalah lawan yang bagus, terutama ketika mereka main di kandangnya sendiri,” ujar Del Piero.

“Mereka adalah tim yang kompak, memiliki banyak pemimpin dan memiliki kondisi fisik yang bagus. Mereka jarang kebobolan banyak gol. Karena itu, Juventus harus bekerja keras.”

“Saya yakin Cristiano Ronaldo akan menjadi faktor pembeda pada laga nanti. Ia adalah pemain yang sangat luar biasa.”

“Ronaldo telah membawa mentalitas yang sangat positif di Juventus. Bersama Ronaldo, Juventus menjadi klub favorit juara di Eropa,” ungkap Del Piero.

Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Juventus dan Atletico Madrid akan berlangsung di Wanda Metropolitano. Juventus masih menjadi favorit setelah mencatatkan hasil impresif pada fase grup.

Ronaldo merasa kalau Juventus berpeluang besar menjadi juara Liga Champions pada musim 2018-19. Sebelumnya Ronaldo beberapa kali memupus harapan Juventus untuk bisa menjadi juara Liga Champions ketika masih menjadi pemain Real Madrid.

Sumber: Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

Profil Kimmy Jayanti, Hamil Anak Pertama Dihadiahi Greg Nwokolo Rumah Mewah

Liputan6.com, Jakarta Baru-baru ini model kenamaan Indonesia, Kimmy Jayanti mengumumkan sebuah kabar bahagia. Pada Kamis (14/2/2019) melalui akun Instagramnya @kimmyjayanti, Kimmy mengumumkan kabar gembira bahwa ia sedang mengandung buah hatinya yang pertama.

Model cantik ini sedang mengandung anak pertamanya bersama pesepak bola Madura United, Greg Nwokolo. Kabar ini disambut bahagia oleh banyak orang. Melalui unggahannya, diketahui usia kandungan Kimmy Jayanti telah memasuki lima bulan.

“Lima bulan yang lalu, aku membuat suamiku terkejut dengan kabar bahwa aku sedang mengandung. Dia sangat bahagia. Aku tidak pernah melihat dia tersenyum selebar itu sebelumnya,” cerita Kimmy Jayanti di akun Instagramnya, Kamis (14/2/2019).

Sebagai bentuk rasa cinta, Greg Nwokolo kembali memberi kejutan untuk Kimmy Jayanti. Pesepak bola tersebut menghadiahi istrinya satu unit rumah mewah di bilangan Jakarta Selatan. Seperti apa sosok Kimmy Jayanti sebenarnya? Berikut profil Kimmy Jayanti yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (18/2/2019).

2 dari 6 halaman

Kimmy Jayanti Mengawali Karier Sejak 2007

Lahir di Medan, 18 Oktober 1991, Kimmy Jayanti memutuskan untuk pindah ke Jakarta pada 2007 saat usianya masih 16 tahun. Di Jakarta, Kimmy mengawali kariernya pada sebuah agensi model ternama Indonesia Look Model Agency atau LOOK.Inc.

Pada tahun 2010, Kimmy Jayanti berhasil memperoleh predikat Model of The Year versi majalah ELLE, sebuah majalah Fashion Internasional. Di tahun yang sama, Kimmy Jayanti juga mendapat kesempatan sebagai model Indonesia pertama yang menghiasi cover majalah Fashion TV. Kimmy juga dipilih manjadi ikon Fashion TV Indonesia.

Sejak saat itu, karier perempuan berdarah India-Tionghoa ini makin melejit. Kimmy Jayanti kerap tampil melenggang di panggung catwalk Indonesia dan Internasional. Dengan pengetahuannya terhadap dunia fashion yang luas, Kimmy Jayanti dipercaya untuk membawakan salah satu program TV swasta yang membahas seputar fashion hingga saat ini.

3 dari 6 halaman

Selain Model, Kimmy Jayanti Juga Main Film

Tak hanya menjadi supermodel, tahun 2010 Kimmy Jayanti juga memperlihatkan kemampuannya dalam berakting. I Know What You Did on Facebook adalah film pertamanya di dunia layar lebar Tanah Air. Kimmy Jayanti memerankan karakter bernama Via di film ini.

Film I Know What You Did on Facebook berhasil masuk nominasi Piala Citra 2010. Melalui film ini, Kimmy Jayanti berhasil masuk sebagai nominasi Pemeran Pendukung Wanita di Festival Film Indonesia 2011.

Kimmy Jayanti juga sempat terlibat dalam film Sunshine Becomes You pada 2015. Ia memerankan karakter Dee Black pada film ini.

4 dari 6 halaman

Kimmy Jayanti Mendirikan Sekolah Model

Setelah berkiprah lama sebagai model, Kimmy ini ingin berbagi pengalaman di dunia model. Pada 2016 silam, Kimmy Jayanti mendirikan sekolah model yang ia beri nama Kimmy Jayanti School.

Kimmy Jayanty School ini resmi dibuka oleh Kimmy secara langsung pada Minggu (3/1/2016) di Jalan Bangka 8 No 19 ABCD, Mampang, Jakarta. Kimmy Jayanti memberikan sistem pembelajaran yang berbeda pada siswanya. Sistem tersebut yaitu berupa 60 persen praktik dan 40 persen teori.

Berdasarkan pengalamannya selama 11 tahun di dunia modeling, membuat Kimmy lebih paham. Ia pun memberikan kelas modeling sesuai apa yang didapatkannya selama berkecimpung di dunia modeling.

5 dari 6 halaman

Kimmy Jayanti Menikah dengan Greg Nwokolo

Kimmy Jayanti menikah dengan pesepak bola Madura United, Greg Nwokolo. Mereka menikah di Perth, Australia pada Minggu (20/5/2018). Pernikahan ini sempat heboh karena berlangsung secara diam-diam.

Dikutip Liputan6.com dari Brilio.net, Senin(18/2/2019), Kimmy kerap mendapat hadiah kejutan dari sang suami. Pada usia dua bulan pernikahan, tepatnya Juli 2018 lalu, Kimmy Jayanti mendapat kejutan manis dari Greg Nwokolo. Kejutan tersebut berupa satu unit mobil sport keluaran dari Mercedes-Benz berwarna kuning.

Satu bulan berselang dari hadiah Mercedes-Benz, Kimmy Jayanti kembali mendapat mobil Range Rover berwarna merah dan jam tangan mewah dari sang suami.

6 dari 6 halaman

Kimmy Jayanti Berseteru dengan Mantan Greg Nwokolo

Kimmy dan Greg sempat mengalami perseteruan dengan mantan kekasih Greg Nwokolo. Bermula saat artis Garneta Haruni memberikan pengakuan telah memiliki anak di luar nikah dengan Greg.

Sontak saja banyak tudingan pelakor alias perebut lelaki orang ditujukan pada Kimmy Jayanti. Saat menggelar jumpa pers, wanita berusia 27 tahun ini membantah dirinya merebut Greg karena mereka menjalin hubungan saat sama-sama dalam posisi single. Garneta Haruni juga sempat menuding Greg menelantarkan darah dagingnya tersebut.

“Saya ini bukan selingkuhan. Pelakor kan istilahnya rebut suami orang, padahal dia (Garneta) nggak kawin lho. Tapi dia giring cerita seperti itu, saya merasa harga diri saya jatuh,” tegas Kimmy Jayanti saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (28/12/2018).

Sebelum menikah, Kimmy Jayanti mengaku sudah tahu bila Greg Nwokolo memiliki anak di luar nikah dengan Garneta Haruni. Bahkan ada itikad baik dari suaminya untuk membiayai sang anak meski Garneta menutup akses untuk bertemu.

2 Ujung Tombak Timnas Indonesia U-22 di Piala AFF 2019

Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri mengumumkan skuat Piala AFF 2019, Rabu (14/2/2019). Dia hanya membawa dua striker murni. 

Pada awal Januari 2019, Indra Sjafri memanggil 38 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22. Dalam daftar tersebut, sebanyak delapan nama diantaranya merupakan penyerang.

Namun, seiring perkembangannya, nama-nama tersebut dikerucutkan menjadi dua penyerang.

Ezra Walian tidak mendapatkan izin dari klubnya RKC Waalwijk, adapun Septian Satria Bagaskara (Persik Kediri), Yoga Pratama (PSIM Yogyakarta), Beni Oktaviansyah (Kalteng Putra), dan Dalmiansyah Matutu (Arema FC) dicoret.

Otomatis slot penyerang murni yang dibawa Indra Sjafri ke Piala AFF 2019 tersisa dua nama yakni Marinus Wanewar (Persipura Jayapura) dan Dimas Djarad (PS Tira Persikabo). Jumlah yang harus dikorbankan Indra Sjafri karena memutuskan untuk membawa lebih banyak pemain tengah.

Marinus dan Dimas diproyeksi menjadi ujung tombak skuat Timnas Indonesia U-22. Asumsinya adalah mereka tidak banyak bergerak dan tinggal melakukan penyelesaian akhir di depan gawang lawan.

Pada tiga laga uji coba jelang Piala AFF 2019, peran keduanya memang tidak terlalu mencolok. Beberapa kali mendapatkan peluang, namun penyelesaian akhirnya belum sempura.

Hanya Marinus yang pada uji coba terakhir mampu mencetak gol ke gawang Madura United sekaligus menghindari Timnas Indonesia U-22 dari kekalahan.

2 dari 3 halaman

Marinus Wanewar

Pemain Timnas Indonesia U-22, Marinus Wanewar, mengamati instruksi saat latihan di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (15/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Piala AFF U-22. (Bola.com/Yoppy Renato)

Nama lengkap: Marinus Maryanto Wanewar

Tempat dan Tanggal Lahir: Sarmi, Papua, 24 Februari 1997

Tinggi badan: 181 cm

Posisi: Penyerang

Klub: Persipura Jayapura

Marinus merupakan produk asli binaan akademi Persipura Jayapura. Pada 2016, Marinus mendapatkan kepercayaan tampil di skuat reguler.

Persaingan yang ketat di lini depan Persipura akhirnya membuat Marinus dipinjamkan ke Bhayangkara FC pada 2018. Bersama The Guardian, pemain berusia 21 tahun itu sukses mencetak tiga gol dalam 18 laga.

3 dari 3 halaman

Dimas Drajad

Pemain Timnas Indonesia U-22, Dimas Drajad, mengamati rekannya saat latihan di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (15/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Piala AFF U-22. (Bola.com/Yoppy Renato)

Nama Lengkap: Muhammad Dimas Drajad

Tempat dan Tanggal Lahir: Gresik, 30 Maret 1997

Tinggi Badan: 178 cm

Posisi: Penyerang

Klub: PS Tira Persikabo

Dimas Drajad memulai kariernya sebagai pesepak bola dengan bergabung di akademi Deportivo Indonesia, Persegres Gresik United, dan PS TNI. Namanya kemudian melejit setelah bergabung dengan PS Tira pada Liga 1 2018.

Pemain berusia 21 tahun itu tampil sebanyak 20 pertandingan dan sukses mencetak empat gol. Dimas Drajad juga menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-19 periode 2013-2016 dan tampil sebanyak 20 pertandingan dengan sumbangan 12 gol.


Sumber: Bola.com

Malmo vs Chelsea: Musim Bunga Ross Barkley bersama The Blues

Liputan6.com, Malmo – Chelsea sukses meraih kemenangan usai mengalahkan Malmo dengan skor tipis 2-1 dalam laga leg pertama babak 32 besar Liga Europa 2018-19 yang digelar di Swedbank Stadion, Jumat (15/2/2019) dini hari WIB. Kemenangan ini membuat Chelsea hanya membutuhkan hasil minimal imbang dalam partai leg kedua di Stamford Bridge pekan depan untuk memastikan lolos ke babak 16 besar.

Adapun yang menjadi bintang dalam pertandingan ini adalah Ross Barkley. Dua gol kemenangan The Blues masing-masing diciptakan Ross Barkley di babak pertama dan Olivier Giroud di paruh kedua laga. Peran Ross Barkley dalam memulai motor serangan Chelsea berbuah manis dengan kemenangan penting yang diraih tim asuhan Maurizio Sarri saat pertandingan ini.

Ross Barkley tengah menikmati musim bunga kariernya bersama Chelsea sejak ditangani Maurizio Sarri. Barkley menghuni lini tengah The Blues bersama Mateo Kovacic secara bergantian.

Lebih lanjut tentang sosoknya, berikut liputan6.com rangkum dari berbagai sumber profil Ross Barkley yang menjadi motor serangan bagi Chelsea, Jumat (15/2/2019).

2 dari 4 halaman

Salah satu pesepak bola berbakat

Ross Barkley adalah pesepak bola kelahiran 5 Desember 1993 yang berasal dari Wavertree, Liverpool, Inggris. Ia telah bergabung dengan klub junior Everton sejak umur 11 tahun. Pada musim 2010-11, Barkley diharapkan mampu melakukan pertandingan debutnya di Premier League, namun ia mengalami cedera di bagian kakinya setelah bertabrakan dengan Andre Wisdom, pemain Liverpool, pada saat pertandingan Under 19 Liga Inggris bulan Oktober 2010.

Pesepakbola asal Inggris ini melakukan pertandingan debutnya bersama Everton pada musim 2011-12 melawan Queens Park Rangers. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0, kemenangan untuk Queens Park Rangers. Namun, Ross Barkley mendapat gelar Man of The Match dari Radio City Sport.

Tim Cahlill, pemain senior Everton, menyatakan bahwa Ross Barkley adalah pemain sepak bola paling berbakat yang pernah bekerja sama dengannya.

Performa Ross Barkley pada pertandingan-pertandingan awalnya mendapat pujian dari Martin Keown. Keown memprediksikan bahwa Ross Barkley akan menjadi salah satu pemain terbaik yang pernah ada di Inggris.

3 dari 4 halaman

Pemain penting The Blues

Ross Barkley merupakan produk asli Akademi Everton. Ia membela The Toffees sejak usia 11 tahun. Namun Barkley memutuskan pindah Chelsea pada Januari 2018. Ia dibeli dengan harga 15 juta pound sterling.

Penampilan memikat Ross Barkley musim ini membuat Maurizio Sarri senang. Manajer Chelsea itu yakin Barkley bakal menjadi pemain penting untuk masa depan timnya.

“Saya pikir Barkley sedang menjadi pemain penting bukan hanya di Inggris, tetapi juga di seluruh dunia. Saat latihan dan pertandingan Barkley semakin meningkat kinerjanya.” kata Sarri seperti dikutip Liputan6.com dari Bola.com, Jumat (15/2/2019).

Tak heran pemain berusia 24 tahun itu kembali mendapat panggilan dari timnas Inggris. Sarri pun sangat senang dengan penampilan anak asuhnya tersebut.

“Barkley pemain yang komplet. Dia cepat dan punya teknik yang bagus. Dia juga semakin berkembang saat memberikan umpan. Secara mental dia juga semakin bagus” ujar Sarri menambahkan.

4 dari 4 halaman

Performanya mengejutkan banyak orang

Performa apik yang ditunjukkan oleh gelandang Ross Barkley membuat banyak pihak terkejut. Pemain berusia 24 tahun tersebut tampil mengkilap bersama Chelsea. Pemain Chelsea, Victor Moses, mengatakan kalau Ross Barkley adalah pemain terbaik klub pada sesi latihan. Moses berharap Barkley bisa mendapat kesempatan bermain lebih banyak di bawa kendali Maurizio Sarri.

“Semua pemain bekerja keras, namun Ross Barkley bekerja lebih keras dari pemain lainnya,” ujar Moses seperti dikutip dari bola.com.

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, pun memuji kemampuan gelandang Chelsea, Ross Barkley. Menurutnya, kemampuan Barkley lebih hebat ketimbang Dele Alli dan Jesse Lingard. Barkley bangkit bersama The Blues pada musim ini. Ia menjadi satu di antara andalan The Blues di lini tengah.

“Barkley harus menjadi lebih kuat secara mental, tetapi dalam hal kemampuan, Anda memikirkan para pemain yang bermain di posisi itu di Piala Dunia seperti Alli dan Lingard, dan mungkin Anda bisa membantah mereka lebih baik secara mental, tetapi mereka tidak lebih baik secara kemampuan dari Barkley,” kata Carragher dikutip dari bola.com.

Victoria Beckham Segera Rilis Produk Kecantikan di 2019

Liputan6.com, Jakarta – Setelah berkolaborasi dengan Estée Lauder pada dua koleksi kosmetik edisi terbatas, Victoria Beckham akhirnya mewujudkan mimpi yang sudah lama tertunda dan mengeluarkan produk kecantikan sendiri.

Victoria Beckham Beauty akan diluncurkan sebagai koleksi musim gugur/musim dingin 2019 dan dijual melalui victoriabeckham.com. Berbasis di New York, brand ini dikepalai Sarah Creal yang notabene sudah punya pengalaman 25 tahun di industri kecantikan dan sempat bekerja di perusahaan besar seperti Prada dan Bobbi Brown Cosmetics. 

“Saya ingin merawat perempuan di dalam dan luar, memberi mereka barang-barang yang harus dimiliki dalam makeup, perawatan kulit, pewangi, dan kesehatan yang saya rasa saya butuhkan dalam hidup saya sendiri,” kata Victoria seperti dilansir dari Pop Sugar, Kamis (14/2/2019).

Tujuan dari koleksi brand kosmetik Victoria Beckham adalah memberi produk yang dapat diasosiasikan banyak orang. “Apakah itu smokey eyes atau bare lips. Saya sudah sangat jujur, sangat jujur ​​pada diri sendiri. Ini adalah sesuatu yang ingin saya lakukan selama bertahun-tahun,” sambungnya.

Perempuan 44 tahun itu mengatakan, ia bermaksud mempromosikan produk kecantikan dengan cara yang sama seperti pakaian dan aksesorisnya, yakni berbicara langsung pada konsumen dan menumbuhkan rasa kebersamaan melalui media sosial.

Victoria Beckham sendiri bukanlah pemula di dunia kecantikan online. Lewat akun YouTube miliknya, istri mantan pesepak bola David Beckham ini sering kali berbagi tutorial makeup dan penataan gaya. (Indah Permata Niska)


Saksikan video pilihan di bawah ini :