3 Pemain Bintang yang Disia-siakan Chelsea

Liputan6.com, Jakarta Chelsea menjadi kuburan bagi pemain-pemain bintang yang ingin berkembang di Liga Inggris. Berstatus pemain bintang dan dibeli mahal, pemain-pemain ini malah gagal berkembang.

Salah satu yang cukup fenomenal yaitu Andriy Shevchenko. Siapa yang tak mengenal Shevchenko yang tampil gemilang bersama AC Milan dan Dynamo Kyiv.

Namun kebintangan Shevchenko langsung runtuh saat gabung dengan Chelsea. Dia sempat jadi pemain termahal saat dibeli 73 juta euro plus Hernan Crespo oleh Chelsea dari AC Milan pada 2005.

Dia hanya bertahan dua musim di Chelsea sebelum dipinjamkan kembali ke AC Milan pada 2008-2009. Sempat dibawa pulang Chelsea pada 2009-2010, Shevchenko akhirnya dipulangkan ke kyiv karena permainannya tak berkembang.

Saat ini, Chelsea sudah membuang pemain bintang seperti Cesc Fabregas. Sebentar lagi, The Blues juga akan melepas Gary Cahill. Siapa saja pemain yang pernah disia-siakan Chelsea tapi mampu bersinar di klub lain, berikut rinciannya:



2 dari 4 halaman

3. Fernando Torres

Fernando Torres atau El Nino adalah raja bagi Atletico Madrid. Klub masa kecilnya ini sudah berhasil melambungkan namanya sehingga menjadi salah satu striker yang diperhitungkan di Spanyol.

Setelah cukup lama mencuat bersama Atletico Madrid, Torres akhirnya diboyong Liverpool pada Agustus 2017. Saat itu, dia diboyong dengan transfer 20 juta pounds plus Luis Garcia hijrah ke Atletico Madrid.

Bersama Liverpool, Torres masih menunjukkan sinar yang terang. Dia berhasil mencetak 24 gol di musim pertamanya bersama Liverpool dan inilah yang membuat dia cukup dicintai fans Liverpool.

Namun keputusan mendadak datang pada 31 Januari 2011. Dia dijual ke Chelsea dengan transfer 50 juta pounds, salah satu yang terbesar di sejarah transfer Liga Inggris. Inilah petaka bagi Torres.

Gabung Chelsea, dia malah kesulitan cetak gol bahkan harus menanti 903 menit untuk gol pertamanya. Pelatih Chelsea kala itu pun enggan memberi kesempatan kepada Torres yang terus menunjukkan penurunan dalam permainan.

3 dari 4 halaman

2. Kevin de Bruyne

Kevin de Bruyne terkenal sebagai raja assist sejak mulai mencuat bersama Wolfsburg di Bundesliga. Penampilannya yang efektif saat membawa bola dan memberikan umpan membuat dia jadi buruan klub-klub besar.

Chelsea tak mampu melihat bakat istimewa ini. Dia diboyong dari Genk dengan transfer 7 juta pounds saja pada 31 Januari 2012.

Namun setelah transfer ini, Chelsea malah meminjamkan De Bruyne ke Werder Bremen. Dia baru kembali ke Chelsea pada 1 Juli 2013.

Jose Mourinho sempat menjanjikan De Bruyne posisi di tim utama. Namun cedera dan persaingan yang keras di lini tengah membuat De Bruyne tersisih. Dia pun akhirnya dijual ke Wolfsburg.

Penampilannya mencuat di Wolfsburg hingga membuat Manchester City terpesona. Dia pun diboyong pada 30 Agustus 2015 dengan transfer 55 juta pounds. Hingga kini, De Bruyne jadi andalan Manchester City.

4 dari 4 halaman

3. Mohamed Salah

Inilah boleh jadi blunder paling besar bagi Chelsea. Mohamed Salah yang memukau di Basel membuat Chelsea memboyongnya pada 23 Januari 2014 dengan transfer 11 juta pounds.

Salah yang masih muda, 22 tahun kala itu, sempat menunjukkan harapan bersama Chelsea. Namun Jose Mourinho belum memberinya banyak kesempatan di musim pertama.

Mourinho akhirnya benar-benar melepas Salah di Februari 2015. Salah dipinjamkan ke Fiorentina dan membuat La Viola jatuh cinta.

Namun Salah tak mau lama di Fiorentina dan lebih memilih dipinjamkan ke AS Roma. Disinilah dia mulai menancapkan kuku di sepak bola dunia sebelum diboyong Liverpool pada 22 Juni 2017.

Liverpool berani membayar mahal dengan transfer 42 juta euro untuk Salah. Dan, kualitas Salah terbukti memukau dan berpotensi kembali jadi pemain terbaik di Liga Inggris musim ini.

Gol Casemiro – Modric Bawa Real Madrid Taklukkan Sevilla

Madrid – Real Madrid menang 2-0 atas Sevilla pada pekan ke-20 La Liga, di Santiago Bernabeu, Sabtu (19/1/2019). Kemenangan ini membawa Los Merengues ke peringkat ketiga klasemen sementara.

Real Madrid berhasil mengoleksi 36 poin dari 20 laga. Skuat asuhan Santiago Solari unggul tiga poin dari Sevilla yang turun ke peringkat keempat dengan 33 poin.

Real Madrid yang bermain di hadapan publik sendiri mendapatkan perlawanan sengit dari Sevilla. Bahkan, tuan rumah tidak berhasil membobol gawang tim tamu hingga babak pertama berakhir.

Gol yang ditunggu-tunggu publik tuan rumah baru tercipta pada menit ke-78. Tembakan terarah Casemiro dari luar kotak penalti menggetarkan gawang Los Nervionenses.

Setelah unggul 1-0, Real Madrid mendapatkan ancaman dari Sevilla melalui sundulan Simon Kjaer yang masih bisa diblok pertahanan mereka.

Pada masa injury time, Real Madrid memperbesar skor menjadi 2-0. Serangan cepat yang dibangun Real Madrid diselesaikan dengan sempurna oleh Luka Modric lewat tendangan terarah ke pojok kiri gawang.

Susunan pemain

Real Madrid (4-3-3): 25-Thibaut Courtois; 2-Dani Carvajal, 5-Raphaël Varane, 4-Sergio Ramos, 23-Sergio Reguilón; 10-Luka Modric, 14-Casemiro, 24-Dani Ceballos; 17-Lucas Vázquez, 9-Karim Benzema, 28-Vinicius Junior Pelatih: Santiago Solari

Sevilla (3-1-4-2): 1-Tomás Vaclík; 6-Daniel Carriço, 4-Simon Kjaer, 3-Sergi Gómez; 10-Éver Banega 16-Jesús Navas, 17-Pablo Sarabia, 22-Franco Vázquez, 18-Sergio Escudero; 12-André Silva, 9-Wissam Ben Yedder

Pelatih: Pablo Machin

Wasit: Mateu Lahoz

Petr Cech Tutup Karier di Lapangan Rumput Setelah 15 Musim di Liga Inggris

Liputan6.com, Jakarta Kabar pengunduran diri kiper Arsenal, Petr Cech, mengundang perhatian lebih dari penikmat sepak bola di seluruh dunia. Para kiper-kiper berkelas lainnya juga menyempatkan diri untuk memberikan tribut bagi pemain asal Ceko tersebut.

Dilansir Liputan6.com dari bola.net, Rabu (16/1/2019) Petr Cech mengumumkan bahwa dirinya akan gantung sepatu begitu kontraknya berakhir pada bulan Juni mendatang.

Padahal beberapa bulan yang lalu, ia pernah berujar bahwa dirinya yakin bakal disodori kontrak baru oleh manajemen.

Kiper Arsenal, Petr Cech, menjadikan musim 2018-19 sebagai musim terakhirnya berkarier sebagai pesepak bola. Kiper asal Republik Ceska itu telah menjalani karier di Premier League selama 15 musim.

Cech saat ini sudah berusia 36 tahun. Kontraknya bersama dengan Arsenal sendiri akan habis pada Juni 2019 mendatang.

2 dari 5 halaman

Ungkapan Pamit Cech

Pengumuman pensiun itu ia ungkapkan melalui akun Twitter miliknya, @PetrCech, pada Selasa (15/01) siang waktu setempat.

Cech mengatakan ia memutuskan pensiun karena telah meraih segalanya dalam kariernya selama dua dekade.

Namun ia juga memastikan akan tetap berusaha keras untuk membawa The Gunners meraih setidaknya satu trofi juara di akhir musim ini.

“Ini adalah musim ke-20 saya sebagai pemain profesional dan sudah 20 tahun sejak saya menandatangani kontrak profesional, jadi ini terasa merupakan waktu yang tepat untuk mengumumkan bahwa saya akan pensiun di akhir musim ini.”

“Setelah bermain selama 15 tahun di Premier League, dan memenangkan setiap gelar juara yang ada, saya merasa saya telah meraih segalanya yang ingin saya raih.

Saya akan terus bekerja keras untuk Arsenal agar semoga saja bisa memenangkan satu trofi lagi musim ini, kemudian saya akan sangat menantikan untuk melihat apa yang ditawarkan oleh hidup ini di luar lapangan.” Demikian pernyataan dari Cech.

3 dari 5 halaman

Mourinho Turut Bersedih

Kedekatan Mourinho dengan Cech bermula ketika Cech bergabung dengan Chelsea. Di klub inilah ia meraih banyak gelar juara, khususnya saat di era Jose Mourinho.

Mourinho buka suara mengenai Petr Cech, kiper Arsenal yang pernah bekerja dengannya saat masih di Chelsea. Pada Selasa (15/1/2019), Cech memutuskan akan pensiun dari lapangan hijau.

“Saya merasa terhormat menjadi manajer, pada awal karier, bisa memberikan Petr Cech kesempatan menjadi kiper nomor satu di Premier League,” kata Mourinho.

“Setelah hari itu, semuanya tentang Cech. Ini tentang jumlah pertandingan, performa, clean sheet, gelar, dan sikap profesionalnya.”

“Ini kehilangan besar bagi sepak bola. Namun, sejarah tidak bisa dihapus. Selamat atas karier yang luar biasa,” lanjut Mourinho.

Saat melatih Chelsea, Mourinho membeli Cech dari Rennes pada 2004. Hingga kini, Cech terus bertahan di Premier League dan sempat pindah ke Arsenal pada 2015.

4 dari 5 halaman

Perjalanan karier Petr Cech

Kiper dengan tinggi tubuh mencapai 1.96 meter ini mengawali karier sepak bola profesionalnya pada tahun 1999 silam bersama klub Chmel Blsany. Setelah itu pada tahun 2001 ia gabung Sparta Praha.

Petr Cech hijrah ke Inggris ketika Chelsea merekrutnya dari Rennes pada 2004. Ia meninggalkan Chelsea pada 2015 dan bergabung ke Arsenal.

Selama berkarier di Inggris, Cech mengangkat trofi sebanyak 18 kali, yang 15 kali di antaranya diraih bersama Chelsea.

Selama membela Chelsea, Cech mengantarkan klub tersebut meraih gelar Premier League (4 kali), FA Cup (4 kali), Piala Liga (3 kali), Liga Champions dan Liga Europa. Posisinya tergusur setelah Chelsea memiliki Thibaut Courtois.

Cech bergabung ke Arsenal sejak 2015. Sejak hijrah ke Arsenal, Petr Cech mempersembahkan gelar Piala FA pada musim 2016-17. Pada musim 2018-19, posisi Cech di Arsenal tergusur karena kehadiran Bernd Leno. Kontrak Cech bersama Arsenal akan berakhir pada Juni 2019.

Di level internasional, Cech sudah membela timnas senior Ceko sejak tahun 2002. Ia pensiun dari timnas pada tahun 2016 dengan 124 caps. Sekarang ini, ia berstatus sebagai kiper cadangan di skuat asuhan Unai Emery.

Cech adalah salah satu penjaga gawang terbaik di dunia. Ia terpilih sebagai Penjaga Gawang Terbaik Liga Champions UEFA musim kompetisi 2004-05, 2006-07, dan 2007-08.

Ia terpilih sebagai salah satu dari Penjaga Gawang Terbaik Dunia menurut International Federation of Football History & Statistics pada tahun 2010.

5 dari 5 halaman

Cedera yang Dialami Petr Cech

Cech diharuskan menggunakan helm pengaman yang biasa digunakan para pemain rugby dalam setiap latihan dan pertandingan sepak bola sejak bulan Januari 2007.

Hal tersebut disebabkan struktur tulang tengkoraknya yang lemah akibat cedera retak tulang tengkorak yang ia alami setelah kepalanya terkena hantaman lutut kanan Stephen Hunt saat Chelsea bertemu pada 14 Oktober 2006.

Reporter: Tyas Titi Kinapti

Klopp Puji Kinerja Fabinho di Liverpool

Liputan6.com, Liverpool – Manajer Liverpool Jurgen Klopp memuji kinerja Fabinho. Ia menilai pemain asal Brasil itu bisa bermain di posisi mana saja.

Fabinho berduet dengan Virgil van Dijk di jantung pertahanan saat Liverpool mengalahkan Brighton & Hove Albion 1-0 pada pekan ke-22 Premier League di, AMEX Stadium, Sabtu (12/1/2019). Mantan pemain AS Monaco dimainkan sebagai bek tengah karena krisis bek tengah yang dialami The Reds.

Namun, Fabinho sama sekali tidak canggung ditempatkan di posisi tersebut. Ia tampil tenang meski tidak bermain di posisi terbaiknya sebagai gelandang bertahan. Bahkan, ia berandil besar membuat gawang Alisson Becker tidak kebobolan sepanjang pertandingan.

“Fabinho pemain yang brilian. Punya pesepak bola bagus di posisi itu (belakang) saat Anda menguasai bola adalah luar biasa,” ujar Klopp.

“Brighton mencoba bermain dengan umpan-umpan panjang yang diarahkan ke Glen Murray, tetapi (Fabinho) bisa tetap bermain dengan baik. Dia punya kemampuan bertahan yang sangat baik dan bisa bermain di banyak posisi,” ia melanjutkan.

Liverpool mengalahkan Brighton berkat gol dari titik penalti yang dicetak Mohamed Salah pada menit ke-50. Kemenangan itu membuat Salah dan kawan-kawan unggul tujuh poin dari Manchester City yang mengoleksi 50 poin di posisi kedua.

Sumber: Omnisport

Ini Alasan Liverpool Jadikan Fabinho Bek Tengah

Liputan6.com, Jakarta Ada hal menarik pada skuat Liverpool ketika mengalahkan Brighton 1-0 pada laga pekan ke-22 Premier League 2018/19, Sabtu (12/1) malam WB. Gelandang anyar Liverpool, Fabinho ditempatkan sebagai bek tengah.

Hal ini terpaksa dilakukan Liverpool karena banyaknya bek mereka yang diserang cedera. Joe Gomez, Joel Matip, dan Dejan Lovren diserang cedera dan masih berusaha memulihkan diri. Hanya Virgil van Dijk yang mampu bermain. 

Alhasil, untuk mengatasi masalah itu, Jurgen Klopp memainkan Fabinho di posisi bek tengah. Mantan pemain AS Monaco tersebut menjawab kepercayaan Klopp dengan tampil cukup baik. Klopp mengaku puas dengan performa Fabinho.

Klopp juga mengaku gembira memiliki pemain seperti Fabinho yang fleksibel untuk tampil di beberapa posisi.

Liverpool memang mengontrol pertandingan tersebut, Brighton tak banyak menciptakan peluang – yang berarti Fabinho tak perlu bekerja keras. Meski demikian, Klopp mengakui Fabinho sudah tampil cukup baik untuk mengatasi bola-bola panjang lawan.

“Fabinho adalah pemain brilian. Saya senang dia bisa bermain hari ini. Bukan berarti Brighton banyak menyerang – kami mendominasi penguasaan bola jadi masuk akal untuk memainkan pesepak bola hebat di posisi itu,” kata Klopp di laman resmi liverpoolfc.

“Brighton mencoba mengirimkan bola-bola panjang pada Glenn Murray, yang berhasil mereka lakukan. Namun, dia [Fabinho] tampil baik di situasi seperti itu dan ketika menguasai bola.”

“Dia memiliki otak defensif dan bisa melakukannya di beberapa posisi berbeda,” sambung Klopp.

2 dari 2 halaman

Konsentrasi

Lebih lanjut, Klopp juga memuji konsentrasi dan fokus pemainnya di pertandingan tersebut. Dia menilai skuat Liverpool sudah tampil sangat baik di pertandingan ini dan memahami kekuatan Brighton dengan baik. Dia puas dengan level konsentrasi skuatnya.

“Anda sudah melihat pertandingan itu dan jelas ini merupakan tantangan besar bagi semua pemain untuk tetap tenang dan tetap menjaga konsentrasi karena setiap situasi kecil bisa berubah jadi serangan balik yang berbahaya.”

“Level konsentrasi seperti ini sulit untuk dijaga dan para pemain berhasil melakukan itu. Di babak pertama, kami menciptakan empat atau lima peluang, yang biasanya sudah cukup, jika anda berhasil mencetak gol,” tutup Klopp.

Pula, Klopp mengakui bahwa Brighton telah bertahan dengan baik dan membuat timnya gagal menambah skor.

Sumber Bola.net

Striker Tottenham Hotspur Berambisi Rebut Gelar Musim Ini

Liputan6.com, Jakarta Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, berambisi merebut gelar juara musim ini. Menurut Kane, trofi penting untuk melengkapi peningkatan permainan mereka belakangan ini. 

Sejak kedatangan Mauricio Pochettino, Spurs menjelma jadi salah satu tim kuat di Premier League. Sayangnya, selama itu pula Spurs belum meraih trofi, selalu gagal di tengah jalan.

Saat ini posisi Tottenham cukup bagus, masih terlibat di empat kompetisi. Spurs berhasil mencapai semifinal Carabao Cup dan menang 1-0 dari Chelsea di leg pertama. Di Premier League, mereka sukses merebut posisi ketiga.

Menurut Kane, sebagai pesepak bola profesional, tak ada perasaan yang lebih baik daripada membawa tim meraih trofi. Dalam tiga atau empat tahun terakhir Tottenham selalu jadi pesaing kuat, tapi gagal meraih trofi.

“Saya sudah pernah mengatakannya berkali-kali bahwa tujuan utama pesepak bola profesional adalah untuk membantu tim meraih trofi,” tutur Kane di Sky Sports.

“Tidak ada perasaan yang lebih baik ketimbang menjuarai sesuatu dengan pemain-pemain ini, kami semua sudah bekerja sangat keras selama tiga atau empat tahun terakhir untuk mengubah Spurs jadi tim yang mampu bersaing setiap tahun.”

Esports: 11 Pemain Pilihan di Tim Terbaik FIFA 19

Jakarta – Beberapa kejutan terjadi pada pemilihan pemain untuk mengisi Team of The Year (TOTY) atau Tim Terbaik FIFA 19. Walaupun, ada alasan rasional di balik pemilihan pemain tersebut.

Proses pemilihan berlangsung sejak akhir tahun lalu. Para voter terdiri dari para pemain, gamer dan manajemen EA Sports FIFA. Hasilnya, kombinasi dari berbagai klub menjadikan TOTY, yang biasa disebut FIFA Ultimate Team (FUT), berisi pasukan ‘super’.

Secara proses, para voter yang dipilih dari luar FIFA dan EA Sports, memiliki akumulasi sumbangsih suara 60 persen. Sisanya, yakni 40 persen, berasal dari dua institusi operasional FIFA 19.

Beberapa kejutan sempat muncul, terutama tak adanya pemain seperti Neymar, Eden Hazard sampai Antoine Griezmann. Namun, secara umum 11 nama tersebut mewakili deretan pesepak bola yang tampil cemerlang sepanjang tahun lalu.

Berikut ini staring line-up TOTY FIFA 19:

10 Pemain Tercepat di FIFA 19

Unai Emery Bakal Kebingungan Pilih Pemain Muda Arsenal

London – Winger Arsenal, Alex Iwobi, menilai pemain muda The Gunners membuat Unai Emery pusing. Pasalnya, Emery bakal kebingungan memilih pesepak bola muda Arsenal yang mampu tampil apik ketika dimainkan.

Saat menghadapi Blackpool dalam laga putaran ketiga Piala FA, di Bloomfield Road pada 5 Januari 2019, manajer tim Meriam London, Unai Emery, menurunkan sejumlah pemain muda.

Para pemain tersebut adalah Ainsley Maitland-Niles (21 tahun), Joe Willock (19 tahun), Eddie Nketiah (19 tahun), Zech Medley (18 tahun), dan Bukayo Saka (17 tahun).

Nama-nama itu mampu bermain gemilang dan membantu timnya menang 3-0 atas Blackpool. Joe Willock menyumbangkan dua gol buat The Gunners, yakni pada menit ke-11 dan 37′, sedangkan satu gol lainnya disarangkan Alex Iwobi menit ke-82.

“Sangat bagus bahwa kami memiliki pemain muda seperti Joe Willock dan Eddie Nketiah yang bermain sejak awal dan melakukannya dengan baik. Bahkan, Bukayo Saka masuk dari bangku cadangan.

“Ini merupakan satu masalah buat manajer (Unai Emery), karena dia akan sering sakit kepala untuk menentukan siapa saja yang harus bermain, jika kami terus berjuang demi mendapatkan tempat dan mencetak tiga gol,” lanjutnya.

Berkat kemenangan atas Blackpool, Arsenal berhak lolos ke putaran keempat Piala FA, dan masih berpeluang meraih trofi yang ke-14 di ajang ini.

Sumber: Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Highlights Piala FA, Arsenal Kalahkan Blackpool 3-0

Lupa Ada Kontrak dengan Persija, Sandi Sute Urung Gabung Kalteng Putra

Jakarta Gelandang Persija Jakarta, Sandi Sute batal gabung dengan Kalteng Putra. Dia mengaku lupa masih terikat kontrak dengan Persija karena terjadi miskomunikasi antara dirinya dengan manajemen.

Sandi Sute sebelumnya membuat pernyataan melalui postingan di Instagram terkait kepindahannya ke Kalteng Putra pada Kamis(3/1/2018). Unggahan berupa salam perpisahan itu membuat manajemen Persija terkejut.

Penyebabnya, sang pemain sejatinya masih terikat kontrak satu tahun lagi bersama Persija. Sadar akan hal tersebut, Sandi Sute langsung menghapus unggahannya tersebut dan membuat video klarifikasi terkait masa depannya yang masih jadi pemain Persija.

“Di sini saya ingin mengklarifikasi terkait berita yang beredar belakangan ini. Terjadi miskomunikasi antara saya dan pihak manajemen (Persija),” kata Sandi Sute.

“Mohon maaf atas berita selama ini. Pada intinya, saya tetap di Persija karena masih terikat kontrak satu tahun lagi,” tegas pemain berusia 26 tahun itu.

Sikap plin-plan Sandi Sute membuat manajemen Kalteng Putra kecewa berat. Padahal, sang pemain sudah membubuhkan tanda tangan di atas materai untuk bergabung bersama klub berjuluk Enggang Borneo dengan durasi kontrak satu tahun.

Kasus Sandi Sute bisa jadi hal yang langka di sepak bola Indonesia. Sebagai pesepak bola profesional, gelandang yang musim lalu tampil sebanyak 26 pertandingan untuk Persija itu, seharusnya mengetahui dan paham soal detail kontraknya.

Berita video penjelasan Gede Widiade mengenai target Persija Jakarta di tahun 2019.

Mbappe dan Neymar Bakal Dominasi Sepak Bola Dunia

Liputan6.com, Paris – Kiper Paris Saint-Germain (PSG), Gianluigi Buffon meyakini dua rekan mudanya Kylian Mbappe dan Neymar akan mendominasi sepak bola Eropa dan dunia dalam 10 tahun ke depan. Maka itu, dia tak menyesal tak bisa main bareng Cristiano Ronaldo di Juventus.

Seperti diketahui, Buffon meninggalkan Juventus pada musim lalu. Sedangkan Ronaldo gabung dengan Juventus lewat transfer 100 juta euro dari Real Madrid.

Bagi Buffon, Mbappe dan Neymar merupakan mutiara sepak bola dunia sekarang. Dia senang karena bisa melihat keduanya dari jarak dekat saat ini.

Dia menilai, Mbappe dan Neymar sudah setara dengan Cristiano Ronaldo. Dengan usia yang masih muda, kedua bintang PSG itu masih bisa mengejar banyak target seperti Ballon d’Or.

“Saya sudah banyak main dengan pemain-pemain juara dan saya ingin main dengan siapa saja, bahkan dengan Ronaldo,” kata Buffon.

“Tapi di Paris juga kami tak kekurangan juara. Mbappe dan Neymar punya aura juara.”

Para pesepak bola dunia hadir dalam penghargaan Trofi UNFP di Paris, Prancis. Pesepak bola yang hadir diantaranya Neymar, Kylian Mbappe, dan Ronaldo Luiz.