Pesawat Lion Air Nahas Jatuh dengan Kecepatan hingga 1.000 Kilometer per Jam?

Menggunakan metode yang sedikit berbeda, John Hansman, seorang profesor aeronautika dan astronotika dari Massachusetts Institute of Technology, memperkirakan, Lion Air nahas terbang dengan kecepatan pada 870 kilometer per jam pada saat-saat terakhirnya, sebelum akhirnya sistem FlightRadar24 kehilangan jejaknya.

Menurut Hansman, penurunan dalam kecepatan seperti itu diperkirakan membuat barang-barang dan penumpang di dalamnya bereada dalam kondisi tanpa bobotĀ (weightless). Bahkan, dalam situasi negatif gravitasi.

Meski memberi gambaran mengenai saat-saat terakhir yang menimpa Lion Air PK-LQP, namun informasi tersebut tak memberikan jawaban mengapa kapal terbang itu jatuh.

“Pesawat itu tiba-tiba jatuh,” kata Hansman, seperti dikutip dariĀ Bloomberg.

Sementara itu, ahli ketiga, Jasenka Rakas, dosen di bidang teknik dan penerbangan di University of California, Berkeley melakukan analisi data secara mandiri dan menyimpulkan, kecepatan Lion Air saat jatuh berkisar antara 586, 940, dan 1.018 kilometer per jam.

Data mentah yang disediakan FlightRadar24 menunjukkan bahwa Lion Air PK-LQP turun dengan kecepatan sekitar 560 km/jam.

Angka itu mewakili kecepatan ketika pesawat kehilangan ketinggian, namun tidak merepresentasikan kecepatan yang lebih tinggi, ketika kapal terbang nahas itu miring ke bawah.

Ketiga ahli, Dunham, Hansman dan Rakas memperkirakan, kecepatan yang dihasilkan studi mereka hanya sekedar perkiraan. Bukan hasil pasti.

Meski hanya perkiraan, kecepatan yang dihasilkan dari analisis para ahli konsisten dengan apa yang akan terjadi jika sebuah Boeing 737, dengan mesin yang masih bekerja, menghujam ke bawah dan mulai berakselerasi.

Perkiraan tersebut juga didasarkan pada sampel puing pesawat yang ditemukan di perairan di dekat lokasi kecelakaan.

Black Box dari pesawat Lion Air JT 610 diperlihatkan saat rilis posko evakuasi JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (1/11). Black Box tersebut ditemukan 500 meter dari lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Investigasi kecelakaan Lion Air PK-LQP dipimpin KNKT, dibantu perwakilan NTSB, Boeing, serta Badan Penerbangan Federal AS atau FAA.

Data FlightRadar24 mencakup posisi GPS, ketinggian, waktu, dan kecepatan yang dilalui pesawat secara horizontal di atas permukaan Bumi. Dalam 1,6 detik terakhir sebelum Lion Air menghilang di atas perairan, kapal terbang tersebut berada di ketinggian 425 kaki di atas air — setelan anjlok 1.025 kaki dari ketinggian sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *