Pesan Terakhir Jannatun kepada Sang Adik Sebelum Kecelakaan Lion Air

Liputan6.com, Sidoarjo – Jasad Yayas, sapaan akrabnya Jannatun Cintya Dewi telah dimakamkan di Sidoarjo, Kamis (1/11/2018) kemaren.  Korban tewas jatuhnya pesawat Lion Air di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, itu seolah memberi isyarat jelang kepergiannya.

Adik bungsu Yayas, Nadzir Achmad Firdaus mengatakan, sempat saling bertanya kabar. Ungkapan rindu pun disampaikan. Pada malam itu juga Nadzir mengaku dititipi pesan. Dan pesan itu disampaikan Yayas lewat pesan singkat pada Minggu, (28/10/2018) malam.

“Adik jangan lupa belajar dan terus berdoa untuk ayah dan ibu. Malam itu kakak menasihatiku agar tidak patah semangat dalam belajar. Saya diminta terus berdoa, mendoakan ayah dan ibu agar diberi kesehatan,” ucap Nadzir, Kamis 1 November 2018.

Tak disangka pesan pendek itu menjadi pesan terakhir sang kakak. Yayas bekerja sebagai salah satu staff Analis Kegiatan Usaha Hilir Migas, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Jakarta. 

“Terakhir pulang kerumah September yang lalu. Terkadang, kalau pas libur panjang, Sabtu-Minggu digunakan kumpul-kumpul sama keluarga,” ungkap Nadzir.

Menurut sang adik, Yayas merupakan kakak yang ulet dalam belajar. Hasilnya Yayas diterima bekerja di lembaga Kementerian ESDM. Sebelum bekerja dibagian staf Analis Kegiatan Usaha Hilir Migas, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Jakarta, Yayas juga pernah bekerja di salah satu Bank di Indonesia.

“Apa yang sudah dicita-citakan kakak setidaknya sudah tercapai. Ia sudah berhasil membuat orang tua bangga,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *