Polemik Puisi Neno Warisman Belum Berakhir, Ma’ruf Bicara Dianggap Kafir

Jakarta – Puisi Neno Warisman di Munajat 212 di Monas beberapa hari lalu menuai kontroversi. Sejumlah pihak mulai politikus, PBNU, hingga cawapres Ma’ruf Amin mengkritik puisi berjudul ‘Puisi Munajat 212’.

Berawal dari beredarnya potongan video saat Neno Warisman membacakan puisi itu. Berikut ini isi potongan puisi dari video yang beredar:

jangan, jangan Engkau tinggalkan kami
dan menangkan kami
Karena jika Engkau tidak menangkan
Kami khawatir ya Allah
Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu

Cawapres Ma’ruf Amin menyayangkan doa Neno Warisman yang dibacakan saat Munajat 212. Ma’ruf heran karena kalimat dalam puisi itu seolah-olah menyamakan pilpres dengan Perang Badar.

“Pertama, kok pilpres kok jadi kayak Perang Badar? Perang Badar itu kan perang habis-habisan. Hidup-mati. Kita kan hanya memilih pemimpin,” kata Ma’ruf di Mal Palm Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (23/2/2019).

Ma’ruf menilai doa Neno itu tidak tepat. Cawapres nomor urut 01 merasa dianggap sebagai orang kafir.

“Kedua, menempatkan posisi yang lain sebagai orang kafir. Masa Pak Jokowi dengan saya dianggap orang kafir. Itu sudah tidak tepat. Menyayangkanlah. Kita kan pilpres, bukan Perang Badar,” ujarnya.

Tak hanya Ma’ruf yang mengkritik puisi Neno Warisman. Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai apa yang diucapkan Neno Warisman tidak pantas disebut sebagai doa, melainkan cuma orasi politik yang bersifat pragmatis berkedok agama.

“Pilihan diksi dalam ucapannya tampak sekali dibuat untuk menggiring opini publik. Seolah-olah hanya merekalah kelompok yang menyembah Allah. Sedangkan kelompok lain yang berseberangan bukan penyembah Allah. Pertanyaan saya, dari mana Neno bisa mengambil kesimpulan itu? Apa ukurannya sampai ia bisa mengatakan jika pihaknya kalah maka tak akan ada lagi yang menyembah Allah?” kata Karding dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/2).

Namun, di balik kritik tersebut, ada pihak yang membela Neno Warisman. Adalah Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang menjadi ‘benteng’ atas kritik sejumlah pihak itu.

Menurut Fahri, doa ‘dibalut’ puisi itu tidak menyebutkan siapa pihak yang diharapkan untuk menang. Fahri juga mengaku tidak tahu siapa yang dimaksud pihak yang didoakan menang di puisi Neno Warisman itu karena doa bersifat rahasia.

“Setahu saya, dia nggak sebut nama Prabowo. Kan nggak bisa diperjelas. Namanya doa, itu private pada dasarnya,” kata Fahri.

Ia menyebut doa sebagai senjata dan rintihan hati. Sementara itu, peserta Munajat 212 mengamini apa yang didoakan Neno Warisman.

“Doa itu senjata. Doa itu rintihan hati. Yang setuju mengaminkan. Jadi seperti sebuah suasana hati yang membacanya,” ujar Fahri.

detikcom telah menghubungi Neno Warisman lewat telepon tapi belum mendapat jawaban. Pesan singkat kepada Neno juga tidak dibalas.
(zak/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandiaga Nyanyi ‘Hadapi dengan Senyuman’ untuk Ahmad Dhani

DenpasarCawapres Sandiaga Uno menyanyi lagu ‘Hadapi dengan Senyum’ di hadapan relawan di Bali. Lagu itu Sandiaga nyanyikan untuk Ahmad Dhani dan para relawan untuk menghadapi Pilpres 2019.

“Buat para relawan yang masih berjuang selama 53 hari lagi. Hadapi dengan senyum,” kata Sandiaga di hadapan relawan di Jl Tukad Musi, Renon, Bali, Sabtu (23/2/2019).

Sandiaga bersama MC dan para relawannya lalu kompak menyanyikan lagu Dewa 19 itu. Ditemui usai acara, Sandiaga mengaku lagu itu khusus dinyanyikan untuk para relawan yang menghadapi dinamika jelang Pilpres 2019 ini.

“Tadi kita kan banyak pertanyaan teman-teman bagaimana menghadapi dinamika 53 hari ke depan kalau ada aksi penyambutan ya hadapi dengan senyuman. Ya itu tribute buat semua, mainnya dari kawan-kawan kita semua ini ada band dadakan, tapi lumayan kan suaranya,” cetusnya.

Sandiaga juga tak menampik lagu itu juga dia nyanyikan untuk Ahmad Dhani yang tengah dibui. Sambil mengutip setiap lirik yang dia rasa cocok menggambarkan suasana relawan hari ini.

“Lagunya untuk Bang Ahmad Dhani untuk kita semua. Kan hadapi dengan senyuman biar semua yang terjadi terjadi semua hadapi dengan tenang jiwa semua akan baik-baik saja. Ya ini kan ketetapan Tuhan tidak akan ada yang berubah,” terangnya.

Sandiaga pun berpesan agar para relawannya tetap semangat meski banyak aksi penolakan di beberapa tempat. Dia juga mengingatkan relawannya agar tak menggelar aksi serupa ketika capres-cawapres lawan datang berkunjung.

“Untuk menghadapi baliho-baliho dengan senyuman jangan kita lawan dengan spanduk karena kita cetak spanduk saja kekurangan biaya. Kami kekurangan biaya untuk kampanye kami sendiri. Jadi dana yang terkumpul betul-betul sangat minim untuk para caleg mensosialisasikan diri sendiri,” ujarnya.

“Nanti kalau Pak Ma’ruf ke sini, Pak Jokowi ke sini nggak perlu aksi tandingan serupa karena menurut kami energi yang kami miliki digunakan sebaik-baiknya untuk masing,” pesan Sandiaga.
(ams/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

5 Cara Membaca Perilaku Pembohong dalam Hitungan Detik

Liputan6.com, Jakarta – Seseorang cenderung berbohong untuk menutupi suatu masalah yang terjadi. Kebohongan biasanya hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain.

Sebagai mahluk sosial, tentu kita ingin hidup terbebas dari sikap berbohong atau penipuan yang merugikan diri.

Sehingga, diperlukan pengetahuan secara mendasar untuk mendeteksi apakah seseorang sedang berbohong atau tidak.

Seperti dikutip dari laman Brightside.me, Sabtu (23/2/2019), berikut 5 cara mendeteksi orang berbohong dalam beberapa detik:


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

1. Menggigit Bibir

Orang yang suka berbohong sulit berbicara lantaran mulut mereka kerap kering. Terkadang, setelah berbicara mereka akan mengeluarkan reaksi refleks yaitu menggigit bibir mereka.

Orang yang suka berbohong mengalami penurunan sistem saraf pada produksi air liurnya. Jika Anda menawarkan segelas air kepada orang ini, mereka kemungkinan akan meminumnya dengan sangat cepat.

3 dari 6 halaman

2. Mencoba Membuka Mata Agar Percaya Diri

Psikolog mengklaim bahwa pembohong tidak dapat mempertahankan kontak mata untuk waktu yang lama. Namun, jika seseorang berbohong dan ingin Anda mempercayai apa yang mereka katakan, mereka akan mencoba menatap Anda untuk membuat diri mereka tampak dapat dipercaya.

4 dari 6 halaman

3. Mereka Membatasi Gerakan

Sudah diketahui secara umum bahwa gerakan yang tidak terkendali dapat menunjukkan fakta bahwa seseorang berbohong.

Ketika mereka berbicara btidak jujur, biasanya tangan gelisah tak bisa diam. Atau mata kemana-mana serta menghindari tatapan secara langsung.

5 dari 6 halaman

4. Berpegangan Pada Satu Benda

Lanjutan dari upaya membatasi gerak, ternyata orang berbohong kerap menggunakan satu benda untuk berpegangan.

Sebab, ada sejumlah orang yang akan gemetaran jika berbohong. Oleh karenanya, mereka memegang satu benda agar tidak terlihat bergetar.

Perilaku semacam ini sangat alami. Bahkan di masa kecil, kita belajar bahwa untuk menghindari situasi berbahaya, kita perlu bersembunyi di suatu tempat.

6 dari 6 halaman

5. Menjawab Pertanyaan dengan Pertanyaan

Orang yang berbohong biasanya akan mengurangi risiko terdeteksi. Sehingga, saat seorang penipu atau pembohong diajukan pertanyaan, maka mereka akan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

Pembohong akan mengatakan, “Kenapa aku mencuri dari kakakku sendiri?” dibandingkan menjawab atau menjelaskan pertanyaan.

Orang Desa Juga Bisa Kena Hipertensi, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta Jika Anda mengira tekanan darah tinggi atau hipertensi hanya dialami oleh masyarakat perkotaan saja, ini salah besar. Faktanya, orang-orang yang hidup di pedesaan bisa terkena hipertensi.

Beberapa waktu lalu, ketika berbincang dengan seorang kepala dinas kesehatan dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2019 di Tangerang Selatan, Banten Presiden Joko Widodo sempat terkejut mendengar bahwa di wilayah Natuna, Kepulauan Riau banyak orang terkena hipertensi. Salah satu faktor yang bisa meningkatkan kondisi itu kemungkinan besar adalah konsumsi garam.

“Kemungkinan sekali hal itu karena konsumsi garamnya tinggi sekali,” kata Prof. Dr. dr. Suhardjono SpPD-KGH, K.Ger kepada Health Liputan6.com di Jakarta ditulis Sabtu (23/2/2019).

Di kesempatan yang sama, Presiden Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia Tunggul Situmorang mengatakan, dahulu di publikasi awal mengenai hipertensi, daerah dengan angka tertinggi di Silungkang, Sumatera Barat. Penyebabnya karena daerah tersebut memang memiliki konsumsi garam yang tinggi.


Simak juga video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Konsumsi garam meningkat dengan modernisasi

Tunggul mengatakan, konsumsi garam di daerah-daerah luar kota memang meningkat seiring dengan  modernisasi. Namun, penelitian dari Jepang di Amerika Serikat telah membuktikan hal semacam itu.

“Dengan kondisi diet garam yang bertambah, maka prevalensi hipertensinya juga bertambah,” ungkap Tunggul menjelaskan.

Dia menambahkan, dalam sebuah studi di Jawa Barat, orang-orang di desa memang banyak mengonsumsi garam.

“Mereka memang ‘lauk’nya garam. Makan pakai garam. Jadi ini bukan soal di kota atau di desa, walaupun stres dan lainnya (berpengaruh), tapi yang utamanya juga konsumsi garam.”

Sehingga, pemerintah diminta untuk membuat regulasi khusus terkait konsumsi garam. Tunggul mencontohkan di Inggris yang tidak memperbolehkan konsumen restoran menambahkan garam secara mandiri.

3 dari 3 halaman

Hipertensi, pintu gerbang stroke dan penyakit jantung

Tunggul mengatakan bahwa hipertensi bisa menjadi awal mula dari berbagai penyakit tidak menular yang mematikan. Misalnya masalah jantung dan stroke.

“Hipertensi adalah biang keladi dari kelainan pada ginjal, jantung, bahkan pada saraf dan semua organ yang mempunyai pembuluh darah,” kata Tunggul. Maka dari itu, penyakit semacam ini harus diwaspadai.

Salah satu untuk mencegahnya adalah dengan mengurangi konsumsi garam dan juga makanan-makanan kemasan yang mengandung monosodium glutamat (MSG). Tentu saja, juga diimbangi dengan gaya hidup sehat seperti rajin olahraga.

BPN Prabowo: Sandiaga Tak Khawatir Ma’ruf Bawa Ayat di Panggung Debat

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin akan membawa ayat Alquran dalam debat ketiga Pilpres 2019 yang dihelat 17 Maret. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebut cawapres Sandiaga Uno tidak khawatir akan strategi Ma’ruf.

“Sandi itu sangat siap dengan debat yang akan datang. Kami tidak ada kekhawatiran sedikit pun terkait masalah itu,” ujar Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Jumat (22/2/2019) malam.

Saleh mengatakan, Ma’ruf Amin ditantang untuk mengeluarkan kemampuannya agar masyarakat bisa menilai siapa cawapres yang pantas menjadi pemimpin bangsa. Ia menyebut Ma’ruf Amin ditantang untuk menjelaskan persoalan bangsa dengan bahasa agama.

Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Saleh Partaonan Daulay.Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Saleh Partaonan Daulay. (Foto: dok. pribadi)

“Namun perlu diketahui, bahasa agama biasanya bicara secara umum pada level moral. Sementara, pada level teknis, agama tidak akan bicara secara detail. Nah, persoalan bangsa ini tidak hanya bisa diselesaikan dengan pendekatan hal yang bersifat umum. Banyak persoalan yang butuh diselesaikan secara teknis operasional,” kata Saleh.

Saleh meyakini Sandiaga akan menguasai tema debat ketiga yang mengangkat isu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan kebudayaan. Pengalamannya selama berkampanye diyakini akan dipaparkan Sandiaga selama debat.

“Sandiaga diyakini punya pengetahuan yang cukup soal kehidupan sosial di tanah air. Selain dari hasil pengamatan langsung di masyarakat, Sandi dikenal sosok yang sangat rajin berkunjung dan bersilaturahim dengan organisasi sosial dan kemasyarakatan. Dari pertemuan itu tentu banyak masukan dan pengetahuan yang bermanfaat dalam mengatasi berbagai persoalan sosial di masyarakat,” ujar politikus asal PAN ini.

Sebelumnya, Ma’ruf dinilai kurang aktif dalam debat Pilpres perdana dan capres Joko Widodo dianggap lebih dominan. Dalam debat capres ketiga yang menghadirkan cawapres saja, Ma’ruf Amin diyakini bakal lebih leluasa menjawab pertanyaan dan berargumen.

Direktur Komunikasi Politik TKN Usman Kansong mengatakan bukan tak mungkin Ma’ruf Amin akan melengkapi jawaban dan argumennya dengan sejumlah ayat. Meski begitu, Ma’ruf dinilai tak akan memaksakan diri apabila memang tak ada ayatnya.

“Kita ingin menjadikan Pak Kiai (Ma’ruf Amin) sebagai dirinya sendiri. Sebagai kiai, dia saya kira otomatis, dia ngomong di mana-mana, ngomong sama saya pun kemarin, ayat-ayat itu pun keluar, yang relevan tentu saja, namanya kiai, kita biarkan beliau seperti itu sejauh itu relevan, kan tidak ada larangannya juga,” ujar Usman, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/2).

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(dkp/eva)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Komisi III Ingatkan Satgas Ungkap Aliran Dana Mafia Sepakbola

Liputan6.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengingatkan Satgas Antimafia Bola menelusuri dan mengungkap aliran dana kasus mafia bola hingga ke akar-akarnya.

Sahroni yakin penegakan hukum terhadap kasus mafia bola menjadi momentum membenahi persepakbolaan tanah air.

“Ini momentum baik untuk memberangus mafia-mafia itu. Puluhan tahun persepakbolaan kita jalan di tempat karena keserakahan sekelompok orang,” kata Sahroni seperti dilansir dari Antara, Jumat (22/2/2019).

Sahroni menduga jaringan mafia bola yang selama ini bermain di tanah air bekerja secara sistemik dengan dukungan oknum-oknum di lingkungan PSSI. Oleh karenanya Sahroni mendesak Satgas Antimafia Bola menjangkau semua pihak yang terlibat.

“Logikanya mafia-mafia bola itu tidak bisa beraksi tanpa ada ‘restu’ dari oknum-oknum PSSI, entah di level daerah maupun pusat,” ucap dia.

Aparat penegakan hukum, menurut Sahroni, juga harus mempertimbangkan rasa keadilan dari ratusan juta pencinta sepakbola tanah air, mengingat olahraga ini paling digandrungi masyarakat Indonesia.

“Bayangkan doa dan harapan ratusan juta penduduk itu selalu dipupus oleh mafia-mafia yang tidak bertanggungjawab. Rasa keadilan masyarakat itu harus menjadi pelecut penegak hukum menuntaskan kasus ini,” ucap politikus NasDem yang kembali menjadi Caleg dari Dapil Jakarta III ini.

2 dari 2 halaman

500 Laporan

Sebelumnya, dua bulan sejak dibentuk, Satgas Antimafia Bola telah menerima 500 laporan terkait kasus ini. Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo mengatakan pihaknya telah menetapkan 15 tersangka pengaturan skor, termasuk Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Hendro menambahkan kinerja Satgas Antimafia Bola akan lebih optimal dengan dukungan atau partisipasi masyarakat melaporkan kasus-kasus yang berkaitan dengan mafia bola.

“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan menuntaskan kasus ini. Satgas Antimafia Bola menjamin keselamatan pelapor,” tukasnya.


Saksikan video pilihan berikut ini:

HEADLINE: MRT Jakarta, Ikon Baru yang Terwujud Setelah Penantian 34 Tahun

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK tampak semringah. Tiba di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu 20 Februari 2019 pukul 10.30 WIB, JK dan rombongan langsung naik kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta menuju Stasiun Lebak Bulus. Sepanjang perjalanan, JK tampak menikmati moda transportasi baru Ibu Kota ini.

Didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, JK tak hanya menjajal rasanya jadi penumpang. JK yang mengenakan batik panjang dan bertopi hitam itu juga duduk di kursi masinis saat kereta kembali menuju Stasiun Bundaran HI.

“Sistem ini cocok kalau untuk Jakarta, (karena) penduduknya 10 juta. Pokoknya 10 tahun minimum 200 kilometer harus jadi, baru Jakarta akan bersaing sebagai kota metropolitan,” ujar JK usai mencoba moda transportasi yang diberi nama Ratangga oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu.

Ratangga atau MRT Jakarta memang belum beroperasi secara reguler, namun terus melakukan uji coba setiap harinya hingga diresmikan pada akhir Maret mendatang. Uji coba itu pun belum bisa mengikutkan warga Ibu Kota.

“MRT baru beroperasi penuh antara tanggal 24 Maret dan 31 Maret. Minggu depan uji coba penuh (full trial run), tapi masih belum bisa melibatkan publik. Publik baru bisa mencoba tanggal 12 Maret dan harus mendaftar melalui website MRT,” terang Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamalludin kepada Liputan6.com, Jumat (22/2/2019).

Usai melakukan pendaftaran, nantinya masyarakat akan mendapatkan quick response (QR) code atau bukti pendaftaran yang perlu dicetak. Bukti itu nantinya perlu dibawa pada saat mau menjajal naik MRT. Masyarakat yang ingin naik Ratangga secara gratis itu pun tak dibatasi oleh kuota.

Selama masa uji coba tersebut, lanjut dia, masyarakat yang akan menggunakan MRT tidak akan dipungut biaya sama sekali alias gratis. Di sisi lain, jumlah kereta yang disediakan masih dibatasi karena belum diluncurkan secara resmi.

“Nanti prosedurnya masih kita susun, dan batas (jumlah masyarakat) masih kita tentuin, kemudian aksesnya dari stasiun mana dulu. Ini juga belum langsung serempak 13 stasiun langsung full pelayanan, kan masih belum bayar, masih gratis, makanya kita atur dulu,” jelas Muhammad Kamalludin.

Pada Fase I ini, MRT Jakarta memiliki 13 stasiun. Tujuh di antaranya adalah stasiun layang yang berada di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sedangkan stasiun bawah tanah berada di Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.

Jika sudah beroperasi penuh dan semua stasiun telah dibuka untuk melayani jalur perjalanan sepanjang 15,7 kilometer, pihaknya meyakini Ratangga bisa membawa 130 ribu penumpang setiap harinya. Namun, bukan hanya jumlah penumpang yang menjadi perhatian PT MRT Jakarta, melainkan adanya perubahan budaya warga Ibu Kota.

“Kita tentunya ingin mengembangkan budaya mengantre dengan tertib dan teratur, untuk kemudian beralih ke moda lain seperti bus umum dan kendaran pribadi maupun online di tempat yang sudah ditentukan secara disiplin,” ujar Muhammad Kamalludin.

Hanya saja, dia belum mengetahui tarif atau ongkos yang akan dikenakan bagi penumpang Ratangga nantinya. “Tarif akan diumumkan Pemprov DKI,” pungkas dia.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya sedang melakukan kajian final untuk menghitung tarif MRT Jakarta. Dia menyebutkan, kajian tarif MRT Jakarta bakal dihitung berdasarkan jarak per kilometer.

“Tinggal diumumkan, sebelum data lengkap saya tidak akan umumkan (angkanya),” kata Anies saat ditemui di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2019).

Oktober 2018 lalu, PT MRT Jakarta mengajukan tarif jarak terjauh, Stasiun Lebak Bulus-Hotel Indonesia sebesar Rp 13 ribu. Usulan tarif ini sudah diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk diputuskan.

Angka tersebut berasal dari kajian tentang kesanggupan masyarakat membayar ongkos perjalanan MRT. Hasilnya, masyarakat akan membayar Rp 8.500 untuk 10 kilometer pertama. Sedangkan untuk rute selanjutnya, formulasi biaya yang dibebankan adalah Rp 700 per kilometer.

Sementara pada peninjauan November tahun lalu, Presiden Jokowi memperkirakan tarif perjalanan menggunakan Ratangga paling tinggi Rp 9.000.

“Tarifnya Rp 8.000 sampai Rp 9.000,” kata Jokowi di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa 6 November 2018.

2 dari 3 halaman

Melayang Bisa, Masuk Terowongan Ayo

Mimpi buruk warga Jakarta akan kemacetan yang setiap hari terpampang di depan mata agaknya bakal segera berkurang. Mulai Maret mendatang, Jakarta akan memiliki sistem transportasi mass rapid transit (MRT) yang diharapkan pemerintah menjadi langkah pertama menghapus kemacetan di Ibu Kota.

Sarana transportasi yang kini juga populer dengan istilah Moda Raya Terpadu itu diyakini bakal membuat warga pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan MRT Jakarta. Alasannya, moda ini bebas macet, cepat dan modern.

“Inilah saatnya untuk mengubah Jakarta. Inilah saatnya untuk menjadikan Jakarta lebih baik dan bebas dari kemacetan,” kata Direktur MRT Jakarta William Sabandar, beberapa waktu lalu.

Ucapan William tak main-main. Ada tiga moda transportasi berbasis rel yang akan mengepung Jakarta di masa depan. Yakni kereta rel listrik (KRL), light rail transit (LRT) dan MRT. Ketiga moda transportasi dengan sarana kereta tersebut diharapkan mampu melayani mobilitas warga Ibu Kota dalam beraktivitas sehari-hari, sekaligus memangkas kemacetan.

Meski terkesan sama, ketiga moda ini punya beberapa perbedaan baik dari perlintasan, kapasitas penumpang, dan rangkaiannya. LRT atau kereta api ringan, misalnya, mengacu pada beban ringan dan bergerak cepat. Meskipun MRT dan KRL memiliki daya angkut lebih besar, LRT dapat memindahkan penumpang melalui operasi rute yang lebih banyak.

Selain itu, kelebihan dari moda transportasi LRT ini, sistem perlintasannya dibuat melayang sehingga tidak memiliki konflik sebidang yang sering ditemukan di lintasan KRL. Karenanya, headway atau jarak antarkereta dapat dipastikan waktunya.

Sedangkan commuter line atau KRL yang sudah mulai beroperasi sejak tahun 1925 merupakan kereta rel yang menggunakan sistem propulsi motor listrik sebagai penggerak keretanya. KRL yang melayani rute Jabodetabek ini seringkali mengalami konflik sebidang dengan penyeberangan jalur kendaraan mobil dan motor. Hal ini yang kerap menimbulkan kemacetan serta kecelakaan.

Kemudian MRT yang merupakan transportasi dengan transit cepat dan memiliki daya angkut yang lebih besar dari LRT. Perlintasannya dibuat melayang dan bawah tanah, sehingga meminimalisir pertemuan dengan konflik sebidang sama halnya dengan LRT.

Ketika tahap pertama mulai beroperasi pada Maret mendatang, 14 rangkaian kereta MRT akan digunakan untuk layanan harian mulai pukul 05.00 pagi hingga tengah malam. Sementara dua lainnya tetap disiagakan jika terjadi keadaan darurat. Rute ini membentang sejauh 15,7 kilometer antara Lebak Bulus di pinggiran selatan dan Bundaran Hotel Indonesia.

Lebak Bulus adalah lingkungan perumahan yang padat penduduk. Dengan transportasi umum lainnya, dibutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk menempuh perjalanan menuju Bundaran HI. Tetapi, dengan MRT waktu perjalanan akan menjadi satu jam lebih pendek atau hanya sekitar 30 menit.

“Kita bersama-sama mencoba MRT dari Bunderan HI sampai di Lebak Bulus sepanjang 16 KM. Ini uji coba terus dan saat tadi kita naik dengan kecepatan 60 km per jam, suaranya dapat dikatakan tidak ada bisingnya, tidak terdengar, menurut saya sangat bagus sekali,” puji Presiden Jokowi usai menjajal MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa 6 November 2018.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar juga memaparkan spesifikasi teknis moda yang diberi nama Ratangga ini. Dia mengatakan, kereta MRT Jakarta dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo asal Jepang. Posisi kemudi masinis berada di sisi sebelah kanan karena disesuaikan dengan arah jalur perjalanan kereta.

Seluruh kereta MRT Jakarta dibuat dari material stainless steel. Satu rangkaian kereta MRT Jakarta dapat menampung sebanyak 1.200 penumpang dan jika sangat padat dapat mencapai 1.950 penumpang. Satu unit kereta atau gerbong memiliki 2 unit penyejuk ruangan.

Satu rangkaian kereta nantinya terdiri dari 6 kereta. Pada kereta 1 dan 6 yang merupakan kereta dengan kabin masinis merupakan kereta tanpa motor penggerak atau disebut juga trailer car. Untuk kereta 2 hingga 5 yang merupakan kereta tanpa kabin masinis memiliki masing-masing 1 pantograf tipe single arm dengan motor penggerak atau disebut juga motor.

Dengan semua keunggulan itu, MRT ternyata tak hanya diperuntukkan bagi warga Jakarta. Paling tidak menurut Presiden Jokowi, moda transportasi jenis ini akan terus digeber di kota-kota lain yang memiliki problem serupa dengan Ibu Kota.

“Memang harus berani memulai seperti di sini. Jakarta sudah memulai. Palembang memulai. Nanti Bandung mulai, Surabaya mulai, Medan mulai. Saya kira memang transportasi massal ini adalah masa depan transportasi kita untuk menghindari kemacetan di kota mana pun,” ujar Jokowi.

Pertanyaan sekarang, apakah proses pembangunan moda MRT di kota-kota lain juga akan memakan waktu yang lama seperti di Jakarta?

3 dari 3 halaman

Mimpi Habibie yang Terwujud di Era Jokowi

Keinginan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang modern, khususnya dari sisi moda transportasi, sudah tercetus sejak lama. Puluhan tahun lalu, banyak sudah studi yang mempelajari pengembangan sarana transportasi modern di Ibu Kota.

Bahkan, sejak 1980 lebih dari 25 studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan membangun sistem mass rapid transit (MRT) di Jakarta. Sementara dari sisi pemikiran, ide awal transportasi massal ini sudah dicetuskan sejak 1985 oleh Bacharuddin Jusuf Habibie yang ketika itu menjabat Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Tak sekadar mencetuskan gagasan, Habibie juga mendalami berbagai studi dan penelitian tentang MRT. Namun, semua gagasan itu tak kunjung terwujud. Salah satu alasan utama yang membuat rencana itu tertunda adalah krisis ekonomi dan politik pada 1997-1999.

Selepas krisis, Jakarta yang ketika itu dipimpin Gubernur Sutiyoso melanjutkan studi sebelumnya. Selama 10 tahun pemerintahan Sutiyoso (1997-2007), setidaknya ada dua studi dan penelitian yang dijadikan landasan pembangunan MRT.

Pada 2004, Sutiyoso mengeluarkan keputusan gubernur tentang pola transportasi makro untuk mendukung skenario penyediaan transportasi massal, salah satunya angkutan cepat terpadu yang akan digarap pada 2010.

Dilanjutkan Agustus 2005, sub Komite MRT dibentuk untuk mendirikan perusahaan operator MRT. Pada 18 Oktober 2006, dasar persetujuan pinjaman dengan Japan Bank for International Coorporation dibuat.

Perlu dua tahun kemudian atau setahun setelah Fauzi Bowo menggantikan posisi Sutiyoso menghuni Balai Kota Jakarta, PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) berdiri pada 17 Juni 2008. Berbentuk badan hukum perseroan terbatas dengan mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta 99.98% dan PD Pasar Jaya 0.02%)​.

Dikutip dari laman www.jakartamrt.co.id, PT MRT Jakarta memiliki ruang lingkup kegiatan di antaranya untuk pengusahaan dan pembangunan prasarana dan sarana MRT, pengoperasian dan perawatan prasarana dan sarana MRT, serta pengembangan dan pengelolaan properti/bisnis di stasiun dan kawasan sekitarnya, serta depo dan kawasan sekitarnya.

Pada tahun yang sama, perjanjian pinjaman untuk tahap konstruksi ditandatangani, termasuk pula studi kelayakan pembangunan MRT. Pada 31 Maret 2009, perjanjian kredit pertama dengan jumlah 48,150 miliar Yen untuk membangun Sistem MRT Jakarta ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Japan International Corporation Agency (JICA) di Tokyo, Jepang. Secara keseluruhan, paket pinjaman dari JICA untuk pengembangan sistem MRT Jakarta bernilai total ¥ 120 miliar Yen.

Namun, semua itu tak membuat pembangunan MRT dimulai yang berarti janji Fauzi Bowo di masa kampanyenya Pilgub 2007 tak bisa dipenuhi. Pada Pilgub DKI Jakarta 2012, dia berjanji lagi bakal mengembangkan dan mengerjakan MRT jika kembali terpilih. Namun, dia kalah dari Joko Widodo atau Jokowi yang kemudian memimpin Ibu Kota.

Pengerjaan desain dasar untuk tahap pertama proyek MRT yang dibuat pada akhir 2010 dilanjutkan. Proses tender berlangsung pada akhir 2012 ketika gubernur baru Jakarta itu tiba-tiba mengatakan ingin meninjau kembali proyek MRT Jakarta. Jokowi juga mengumumkan bahwa proyek ini akan dilanjutkan sebagai salah prioritas dalam anggaran tahun 2013.

Butuh waktu setahun bagi Jokowi memutuskan pembangunan proyek MRT akan mulai dikerjakan. Pembahasan ini juga sempat alot ketika Jokowi rapat dengan warga Fatmawati yang terkena imbas proyek. Pada 28 November 2012, sang gubernur bahkan sempat keluar ruangan lantaran ada kericuhan dan protes warga yang menolak proyek MRT.

Namun, mimpi itu akhirnya mulai diwujudkan. Pada Kamis 10 Oktober 2013, pengerjaan proyek ini resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di atas lahan yang rencananya berdiri Stasiun MRT Dukuh Atas, salah satu kawasan paling sibuk di Jakarta Pusat.

“(Sudah) 24 tahun warga Jakarta ini mimpi pengen punya MRT, mungkin juga sudah banyak yang mimpinya sudah hilang karena kok nggak dimulai-dimulai. Alhamdulillah pada pagi hari ini dimulai,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Lebih dari lima tahun setelah proyek ini mulai dikerjakan, MRT yang kini juga disebut dengan Moda Raya Terpadu itu akan segera diresmikan untuk beroperasi secara penuh. Jokowi yang kini menjabat sebagai Presiden RI direncanakan meresmikan moda transportasi yang diberi nama Ratangga oleh Gubernur Anies Baswedan itu pada Maret mendatang.

Namun, Ratangga dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI bukanlah akhir mimpi Jokowi. Dia juga sudah meminta agar tahun ini juga pembangunan MRT Jakarta tahap kedua, yakni rute Bundaran Hotel Indonesia-Kampung Bandan (Ancol) segera dimulai. Demikian pula pembangunan MRT koridor East-West.

“Kita harapkan nanti pada tahapan kedua, HI sampai ke Ancol. Tahun depan plus kita harapkan yang East-West,” kata Jokowi di Depo MRT Lebak Bulus, Selasa 6 November 2018.

Jadi, selamat datang Ratangga dan Jakarta yang makin modern.

Awas, Obesitas Bikin Libido Pria Terjun Bebas

Liputan6.com, Jakarta Performa seksual dapat terhambat karena obesitas. Hal ini kemungkinan terkait dengan kadar testosteron yang rendah pada pria dengan kelebihan berat badan. 

Direktur Medis dan Spesialis IVF dari Mother’s Lap IVF Center, Shobha Gupta, menjelaskan, kelebihan berat badan akan menghambat stamina untuk mempertahankan kinerja seksual. Ini juga mengganggu keseimbangan hormon, yang pada gilirannya memengaruhi kadar testosteron.

“Hal ini akan menyebabkan hilangnya libido (dorongan seksual) atau libido rendah. Obesitas juga memengaruhi aliran darah ke alat kelamin dan kurangnya sirkulasi darah yang menyebabkan disfungsi ereksi,” jelas Gupta, dilansir dari NDTV, Jumat, 22 Februari 2019.

Tingkat testosteron mulai meningkat pada masa pubertas dan memuncak pada awal masa dewasa. Kelebihan lemak di paha bagian dalam dan daerah kemaluan menghasilkan suhu testis yang tinggi lebih dari 35 derajat Celsius.




Simak video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Diet kelola berat badan

Diet mengelola berat badan dapat dilakukan. Ada beberapa saran dari Gupta agar tubuh tidak menjadi obesitas.

  1. Konsumsi lebih banyak protein dalam diet Anda. Vegetarian dapat makan banyak lentil dan kacang-kacangan.
  2. Pilihlah daging tanpa lemak, seperti ayam dan salmon. Walaupun daging merah kaya akan protein, daging ini juga mengandung lemak. Protein membantu mendorong perasaan kenyang dan mencegah keinginan untuk makan berlebihan.
  3. Pastikan Anda konsumsi banyak buah dan sayuran. Tubuh akan punya sebagian besar serat untuk penurunan berat badan. Serat membutuhkan waktu lama untuk dipecah dan dicerna sehingga membantu Anda merasa kenyang lebih lama.
  4. Hindari trans-lemak dan makanan olahan. Misal, kentang goreng, sosis, burger, dan roti.

Dua Kali Diperiksa, Joko Driyono Jawab 40 Pertanyaan Penyidik

Liputan6.com, Jakarta Penyidik Tim Satgas Mafia Bola telah melakukan pemeriksaan terhadap Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono, tersangka kasus perusakan dokumen. Meski sudah menjalani pemeriksaan selama dua kali, penyidik merasa masih belum tuntas memeriksa Joko Driyono.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Joko Driyono telah menjawab sebanyak 40 pertanyaan dari penyidik. Sebelumnya penyidik menyiapkan 32 pertanyaan.

“Jadi yang bersangkutan sudah diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya, dan sekitar 40 pertanyaan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/2).

“(Pertanyaannya?) Sama masih seputar berkaitan dengan keterangan formil dan materiil sebagian,” sambungnya.

Menurut Argo, Joko Driyono kembali akan menjalani pemeriksaan pada 27 Februari mendatang. Pasalnya, penyidik mengaku belum tuntas memeriksa Jokdri.

2 dari 3 halaman

Minta Banyak Keterangan

“Pemeriksaan kemarin, belum semuanya tertuang di dalam berita acara. Tentunya penyidik ingin menggali kembali yang lebih banyak keterangannya, berkaitan dengan barang bukti yang disita. Jadi belum semuanya terverifikasi barang bukti-bukti tersebut, misalnya seperti ada barang bukti transfer, ada buku tabungan, dan sebagainya itu belum terverifikasi semuanya,” ujarnya.

Argo menjelaskan hingga pukul 17.30 WIB, penyidik telah melayangkan 32 pertanyaan dalam proses pemeriksaan. “Sampai saat ini, tersangka masih dalam pemeriksaan, tersangka diberikan sekitar 32 pertanyaan terkait kasus tersebut, nanti jumlahnya bisa mengembang atau tidak ya,” kata Argo, di Mapolda Metro Jaya.

3 dari 3 halaman

Terobos Garis Polisi

Menurut Argo, garis besar dari 32 pertanyaan tersebut penyidik menanyakan perihal bagaimana cara tersangka memerintahkan anak buahnya menerobos garis polisi yang telah dilarang. “Jadi garis besar dari pertanyaan itu ialah, yang bersangkutan menyuruh pada staffnya untuk mengambil suatu barang yang sudah dalam situasi police line,” kata Argo.

Selain itu, lanjut Argo, penyidik juga menanyakan dokumen-dokumen yang dicurigai, yang disita Tim Satgas Mafia Bola saat melakukan penggeledahan di beberapa tempat. “Selain itu juga nanti akan dipertanyakan dokumen-dokumen yang disita di kantor ataupun di rumah,” ujarnya.


Reporter: Ronald

Selenggarakan MotoGP, Indonesia Bisa Tiru Kesuksesan Ajang MXGP

Jakarta – Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mengatakan Indonesia siap menggelar event balap bergengsi sekelas MotoGP pada 2021 nanti.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sebuah fasilitas sirkuit dengan konsep sirkuit jalan raya sedang disiapkan di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Yang menjadi pertanyaan, apakah dengan waktu persiapan sekitar 2 tahun lebih, sirkuit balap di Mandalika tersebut bisa rampung dan layak digunakan?

Menurut pengamatan dari Senior Manager Safety Riding and Motorsport PT Astra Honda Motor (AHM) Anggono Iriawan, itu semua tergantung dari biaya dan kecepatan pengerjaan.

“Saya nggak tahu apakah keburu secara infrastruktur maupun fasilitas pendukung. Tapi kembali lagi kan soal hitung-hitungan budget. Ibarat bangun rumah kalau dikebut sebulan bisa jadi. Jadi tergantung speed sama budget,” kata Anggono, kepada detikOto melalui sambungan telepon, Jum’at (22/2/2019).

Jikapun Sirkuit Mandalika sudah benar-benar sudah terealisasi, apakah nantinya sirkuit tersebut harus menyelenggarakan balap di level bawah dulu seperti AARC atau WSBK misalnya, sebelum benar – benar siap menggelar MotoGP?

“Kami rasa nggak juga sih. Jadi steping yang dimaksud itu bukan steping soal kejuaraan. Intinya saat dia (pengembang) mempersiapkan suatu tempat (sirkuit) terus itu memenuhi kriteria (Dorna dan FIM), ya udah itu pasti jalan,” lanjut Anggono.

Terkait rencana penyelenggaraan MotoGP di Indonesia pada 2021, menurut Anggono Indonesia bisa mencontoh kesuksesan penyelenggaraan balap MXGP di Pangkal Pinang dan Semarang, yang dimulai sejak 2017 lalu.

“Sama kayak MXGP, kita sebelumnya nggak pernah punya kejuaraan di Asia. Sampai beberapa tahun, tahu-tahu MXGP datang. Ya selama itu memenuhi kriterianya FIM dan Dorna. Saya yakin ya dari semua aspek ya. Aspek safety, aspek bisnis ya, itu pasti jalan,” katanya lagi.

“Untuk Sirkuit (Mandalika) kan sudah masuk di agendanya di Dorna. Pasti mereka punya segala tahapan untuk proses eksekusinya kan. Intinya saya berpikir positif dan kami berharap bisa terealisasi,” pungkas Anggono. (lua/lth)