Beda Debat Capres I dan II Sejauh Ini

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mematangkan format dan mekanisme debat capres kedua. Sejauh ini ada beberapa perbedaan antara debat pertama dengan debat kedua yang akan berlangsung pada 17 Februari 2019 mendatang.

Perbedaan pertama, KPU mengubah cara penentuan panelis dalam debat. Pada debat kedua nanti panelis debat akan ditentukan langsung oleh KPU.

“Dalam soal menentukan panelis itu kami tentukan sendiri,” ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakata Pusat, Senin (21/1/2019).

Wahyu mengatakan panelis dapat diganti bila dianggap tidak memenuhi syarat. Salah satunya yaitu, bila panelis dianggap tidak netral meski memiliki bidang yang sesuai dengan tema debat.

“Kecuali panelis itu tidak memenuhi syarat, kan panelis itu ada syaratnya. Dia pakar di bidangnya, dia punya integritas dan dia harus netral,” ujar Wahyu.

“Jadi bisa jadi ada pakar di bidangnya, kok bisa enggak masuk ? Ya kalau dia tidak netral ya dia enggak penuhi syarat,” sambungnya.

Perbedaan kedua, kisi-kisi pada debat debat kedua nanti tidak akan diberikan kepada pasangan calon. Kisi-kisi yang tidak diberikan kepada para capres dinilai akan membuat debat menjadi lebih greget lagi.

“Salah satu evaluasi, kita rekomendasikan untuk debat berikutnya, abstraksi soal yang dibuat panelis tidak diberitahukan kepada paslon,” ujar Wahyu saat dihubungi, Sabtu (19/1).

Soal tak ada kisi-kisi itu, KPU mengaku memutuskannya setelah mendapat masukan dari banyak pihak. KPU juga punya alasan tersendiri memutuskan tak akan memberikan kisi-kisi kepada pasangan calon.

“Agar debat kedua lebih substansial, edukatif, menarik, sekaligus mengeksplorasi performa kandidat,” ucap Wahyu.

Perbedaan ketiga, penonton yang duduk di belakang capres pada debat kedua ditiadakan. Sebelumnya, pada debat perdana lalu terdapat sejumlah penonton yang duduk di belakang pasangan calon. Hal ini diputuskan setelah KPU melakukan rapat evaluasi terkait pelaksanaan debat perdana.

“Tadi disepakati audiens yang berada di belakang kandidat itu sudah tidak ada layoutnya, sudah dibikin seperti itu,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di Kantornya, Senin (21/1).
(nvl/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Perjuangan Gadis Pekanbaru demi Ketiga Adiknya

Liputan6.com, Pekanbaru – Tiga tahun lalu, Nadia Safitri harus mengubur impian melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Gadis Pekanbaru itu harus menghidupi tiga adik kecilnya dengan berbagai cara. Dia pernah menjadi kuli pembuatan batu dan kini membantu menjual gorengan dengan imbalan yang jauh dari kata cukup.

Sabtu siang, 19 Januari 2018 itu, seperti biasa Nadia menjalankan aktivitas hariannya di persimpangan Jalan Singgalang, Kecamatan Tenayanraya, Kota Pekanbaru. Sebagai koki gorengan, remaja 16 tahun ini mulai memasukkan adonan pisang ke dalam kuali berminyak panas.

Dalam rentan beberapa menit, Nadia cekatan membalikkan pisang agar tak gosong. Lalu dia mengangkatnya ke sebuah wadah untuk ditiriskan, kemudian disusun rapi agar pembeli tertarik membeli dagangan milik Dedi, bosnya.

“Upahnya terkadang Rp 20 ribu, bisa juga Rp 30 ribu, tergantung berapa banyak gorengan terjual,” tutur Nadia memulai pembicaraan.

Nadia menjelaskan, aktivitas ini sudah dijalaninya dua pekan terakhir, mulai dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Puluhan kilometer harus ditempuhnya berjalan kaki dari rumahnya di Jalan Badak Ujung.

Pergi saat terik, tak jarang Nadia pulang di bawah guyuran hujan deras. Perasaan takut sudah pasti membayangi karena harus melintasi jalanan sepi. Beruntung terkadang ada pengendara sepeda motor yang memberinya tumpangan.

“Kadang ada bus ya naik kalau ada uang dikit, kalau enggak ya jalan kaki,” ucap Nadia yang sudah enam tahun ditinggal pergi ibunya merantau meninggalkan Pekanbaru.

Upahnya membantu Dedi menjual pisang, tahu, tempe, dan ubi, membuat Nadia tetap bersyukur. Mengeluh baginya hanya menjadi batu sandungan untuk menghidupi tiga adiknya, Diana, Kevin dan Marcel.

Menjelang malam, pembeli gorengan datang silih berganti. Nadia selalu mengumbar senyum kepada pelanggan setianya. Dagangannya pun ludes hingga membuat kepulangannya ke rumah lebih cepat.

“Upah ini bisa membantu dua adik tetap sekolah, karena Diana (adik pertama Nadia) juga bekerja,” kata Nadia.

Nadia menceritakan, ayahnya bernama Munriadi pergi dari rumah saat dirinya masih dalam kandungan. Kehidupan tetap berlanjut karena ibunya menikah lagi hingga lahirlah Diana.

2 dari 2 halaman

Hanya Ingin Ibunya Kembali

Hidup Nadia berubah drastis sejak usianya menginjak 10 tahun. Ibu dan ayah tirinya pergi dari rumah dengan alasan merantau tak pernah pulang lagi tanpa berkabar.

Dia pun mulai memperjuangkan kehidupan tiga adiknya sekuat tenaga. Nadia masih sempat menamatkan pendidikan SD hingga duduk di kelas 1 SMP. Hanya saja keadaan tidak memungkinkan lagi hingga Nadia memutuskan berhenti sekolah.

“Saat berhenti SMP, saya bekerja sebagai kuli di tempat pembuatan batu bata. Upahnya Rp 50 ribu per pekan, lalu ada tawaran membantu jualan gorengan ini,” jelas Nadia.

Kini, pekerjaan Nadia membuat batu bata diestafetkan ke Diana. Adiknya ini juga terpaksa berhenti sekolah untuk membantu menyambung hidup serta membantu kakak serta dua adiknya.

“Alhamdulillah penghasilan cukup untuk makan, buat jajan dan biaya sekolah Kevin (6) serta Marcel (10),” sebut Nadia.

Nadia menyebutkan, Kevin saat ini kelas 1 SD dan Marcel kelas 4 SD. Biaya sekolah dua adiknya cukup ringan karena berstatus sekolah negeri.

Selama ini, Nadia tinggal di rumah papan kecil peninggalan ayahnya. Kondisi jalannya berbukit naik turun. Belum lagi sepanjang jalan jelek itu, sangat minim penerangan, serta jauh dari pusat kota.

Kondisi rumahnya masih sangat jauh dari kata layak dan sehat. Tidak ada listrik, tidak ada tempat untuk mandi, mencuci, atau buang air.

Untuk keperluan mandi dan mencuci, Nadia hanya mengandalkan air yang menggenangi kubangan, atau sumur dangkal persis di samping rumahnya. Sedangkan untuk buang air, ada sebuah lubang yang ke ditutup karung.

Tak jarang jika turun hujan, rumahnya dipenuhi lumpur, lantaran air tanah yang berada di dataran lebih tinggi, mengalir dan masuk ke rumah Nadia.

Untuk saat ini, Nadia berharap ibunya pulang. Dia mendapat kabar ibunya menikah lagi di Madura, Jawa Timur, sementara ayah kandungnya di Padang, Sumatera Barat.

“Mamak (ibu) pulang, itu saja. Kami rindu karena tak pernah dihubungi,” ucap Nadia.


Simak video pilihan berikut ini:

Hasil Liga Italia: Juventus Gilas Chievo

JakartaJuventus tanpa kesulitan berarti meraup poin penuh saat menjamu Chievo. Douglas Costa, Emre Can, dan Daniele Rugani membawa Bianconeri menang telak 3-0.

Menjamu Chievo di Allianz Stadium, Selasa (22/1/2019) dinihari WIB, Juventus lebih dulu terancam. Sepakan Riccardo Meggiorini dari sudut sempit mengarah ke gawang Juventus, tapi mampu diantisipasi oleh Mattia Perin.

Juventus membuka keunggulan di menit ke-13, kala tembakan Costa dari luar kotak penalti meluncur ke pojok kanan bawah tanpa bisa dihalau kiper.

Juventus dengan nyaman menguasai pertandingan. Sebuah sundulan dari Daniele Rugani menyambut umpan tendangan bebas Paulo Dybala masih melambung pada menit ke-30.

Empat menit kemudian, Cristiano Ronaldo mendapatkan ruang tembak dan melepaskan tendangan keras ke arah gawang Chievo. Stefano Sorrentino masih sigap menahan laju bola.

Giliran Federico Bernardeschi menguji Sorrentino di menit ke-36. Tembakannya dihalau dengan kaki.

Juventus menggandakan keunggulan tepat sebelum babak pertama berakhir, tepatnya di menit ke-45. Dybala menusuk dan sukses mengolongi Ivan Radovanovic untuk mengoper ke Emre Can.

Can dengan tenang mengarahkan bola ke pojok kanan bawah gawang. Babak pertama berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan Juventus.

Juventus langsung menekan di awal babak kedua dan mendapatkan peluang. Umpan silang Costa dari kanan disambar sundulan Alex Sandro di depan gawang di tiang jauh. Sorrentino tampil gemilang menepis bola.

Juventus mendapatkan penalti di menit ke-51, setelah tendangan Costa mengenai tangan Mattia Bani. Ronaldo maju sebagai eksekutor dan mengarahkan bola ke pojok kanan, yang terbaca dan ditepis Sorrentino. Skor tak berubah.

Meggiorini membuang kesempatan kala tak terkawal menyambut umpan Emmanuele Giaccherini di menit ke-68. Tandukannya tepat mengarah ke Perin.

Dua menit kemudian, sepakan jarak jauh Luca Rossettini ditepis Perin.

Juventus merespons dengan percobaan dari Bernardeschi pada menit ke-80. Sorrentino menggagalkannya masuk ke gawang. Tapi empat menit kemudian, gol tercipta.

Bernardeschi mengangkat bola dari situasi tendangan bebas di sisi kiri. Rugani yang tak terkawal dengan baik oleh Chievo dengan mudah menyundulnya ke dalam gawang.

Sampai pertandingan berakhir, tak ada gol lain tercipta. Juventus memetik tiga poin dengan kemenangan 3-0.

Hasil ini menjaga keunggulan Juventus di puncak klasemen Serie A. Mengoleksi 56 poin dari 20 pekan, tim besutan Massimiliano Allegri ini unggul sembilan poin dari Napoli di posisi dua.

Sementara Chievo belum beranjak dari dasar klasemen. Mereka baru mengumpulkan delapan poin sejauh ini.

Susunan pemain:

Juventus: Perin; De Sciglio, Rugani, Chiellini, Alex Sandro (Kean 89); Bernardeschi (Spinazzola 86), Emre Can, Matuidi, Douglas Costa (Bentancur 75); Dybala, Cristiano Ronaldo

Chievo: Sorrentino; Tomovic, Bani, Rossettini, Depaoli (Jaroszynski 66); Kiyine, Radovanovic, Hetemaj (Vignato 61), Kiyine; Giaccherini; Meggiorini, Pellissier (Stepinski 64)
(raw/cas)


Lumat Tim Papan Bawah, Juventus Kian Kukuh di Puncak Klasemen

Turin – Juventus menang 3-0 atas Chievo pada pada laga pekan ke-20 Serie A, di Allianz Stadium, Selasa (22/1/2019) dini hari WIB. Hasil ini membuat Juve kian kukuh berada di puncak klasemen sementara Serie A. 

Juventus berhasil mendulang 56 poin, unggul sembilan angka atas Napoli di peringkat kedua. Sementara itu, Chievo masih berada di dasar klasemen dengan nilai delapan. 

Melakoni laga di kandang sendiri, I Bianconeri sempat mendapat perlawanan sengit dari Chievo. Meski begitu, Juventus unggul lebih dulu saat pertandingan baru berjalan 13 menit.

Menggiring bola hampir dari tengah lapangan, Douglas Costa melepaskan tembakan keras kaki kiri tepat sebelum memasuki kotak penalti Chievo. Bola hasil sepakan Costa tak mampu dihalau kiper dan meluncur deras masuk ke dalam gawang.

Pada menit ke-45, Emre Can menggandakan keunggulan Juventus. Menerima umpan terobosan dari Paulo Dybala, Can dengan tenang membobol gawang I Gialloblu dengan sepakan kaki kanan.

Memimpin dua gol pada paruh pertama, Juve tak menurunkan intensitas serangan pada interval kedua. La Vecchia Signora mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-51, setelah Mattia Bani menyentuh bola di kotak terlarang.

Akan tetapi, Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Bola hasil sepakan 12 pas CR7 ke sisi kanan dapat dihalau penjaga gawang.

Masuk menit ke-84, Daniele Rugani mencatatkan namanya di papan skor, sekaligus memperbesar keunggulan Juventus. Eksekusi tendangan bebas Federico Bernardeschi dapat dikonversikan Rugani menjadi gol dengan sundulan.

Sampai pertandingan berakhir, skor 3-0 untuk kemenangan Juventus atas Chievo tetap tidak berubah.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

2 dari 2 halaman

Susunan pemain:

Juventus (4-4-2): 22-Mattia Perin; 2-Mattia De Sciglio, 3-Giorgio Chiellini, 24-Daniele Rugani, 12-Alex Sandro (18-Moise Kean 89′); 11-Douglas Costa (30-Rodrigo Bentancur 76′), 14-Blaise Matuidi, 23-Emre Can, 33-Federico Bernardeschi (37-Leonardo Spinazzola 86′); 10-Paulo Dybala, 7-Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Massimiliano Allegri (Italia)

Chievo (3-4-1-2): 70-Stefano Sorrentino; 14-Mattia Bani, 15-Luca Rossettini, 40-Nenad Tomovic; 27-Fabio Depaoli (44-Pawel Jaroszynski 66′), 56-Perparim Hetemaj (55-Emanuel Vignato 61′), 8-Ivan Radovanovic, 13-Sofian Kiyine; 17-Emanuele Giaccherini; 69-Riccardo Meggiorini, 31-Sergio Pellissier (9-Mariusz Stepinski 65′).

Pelatih: Domenico Di Carlo (Italia)

Wasit: Marco Piccinini

Jerman Larang Izin Terbang Maskapai Iran di Wilayahnya

Jakarta – Jerman melarang izin maskapai penerbangan Iran, Mahan Air untuk memasuki wilayah Jerman. Hal ini dilakukan setelah Amerika Serikat (AS) menekan Jerman untuk mencabut izin tersebut.

Dilansir dari Reuters, Senin (21/1/2019), Jerman mencabut izin Mahan Air dari wilayahnya karena maskapai tersebut terlibat dalam pengangkutan peralatan dan personil militer ke Suriah, dan zona perang Timur Tengah lainnya.

Sebelumnya, pada tahun 2011 AS telah menjatuhkan sanksi kepada Mahan Air. Oleh AS, maskapai Iran itu dituding telah memberikan dukungan keuangan dan dukungan lainnya untuk mengawal revolusi Islam Iran. AS juga mendesak negara-negara Eropa lainnya untuk menjatuhkan sanksi serupa kepada Mahan Air.

Jerman Cabut Izin Terbang Maskapai Iran di WilayahnyaFoto: Pesawat Airbus A340-300 milik maskapai penerbangan Iran, Mahan Air tengah parkir di Bandara Duesseldorf DUS, Jerman pada 16 Januari 2019 lalu. (REUTERS / Wolfgang Rattay).

Salah satu sumber Reuters mengungkapkan, keputusan Jerman yang mencabut izin penerbangan Mahan Air ini sebagai tanda bahwa Jerman akan memberi sanksi yang lebih luas kepada Iran.
Sementara itu, saat dihubungi Reuters, Mahan Air di Taheran mengatakan tidak dapat mengomentari keputusan Jerman tersebut.

Mahan Air didirikan pada tahun 1992 sebagai maskapai penerbangan swasta pertama Iran. Mahan Air juga memiliki armada pesawat terbanyak Iran dan memiliki penerbangan ke sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, Italia, Spanyol, dan Yunani.

Duta Besar AS di Berlin, Richard Grenell, yang telah lama keberatan dengan penerbangan Mahan Air ke Jerman, menyambut baik larangan tersebut.

“Mahan Air telah menerbangkan teroris, senjata, peralatan, dan dana ke lokasi internasional untuk mendukung kelompok proksi teroris Iran,” kata Richard dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.

“Penggunaan Iran atas Mahan Air untuk mendukung rezim Assad di Suriah, misalnya, telah berkontribusi pada penderitaan manusia yang luar biasa, kekerasan, dan ketidakstabilan politik yang dirasakan di seluruh dunia,” lanjut Richard.

Namun Juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert membantah bahwa keputusan untuk melarang Mahan adalah hasil dari tekanan AS.

“Keputusan Jerman didasarkan pada pertimbangan kebutuhan keamanan kami,” ungkap Steffen dalam pernyataan resminya.

“Tidak dapat disangkal bahwa maskapai ini juga dapat mengangkut kargo ke Jerman yang mengancam keamanan kami. Ini didasarkan pada pengetahuan tentang aktivitas teroris masa lalu oleh Iran di Eropa, ” tambahnya.

Negara-negara Eropa memang tengah berada di bawah tekanan AS untuk memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran. Hal ini sejak Presiden Donald Trump pada 2018 lalu menarik AS keluar dari perjanjian non-proliferasi nuklir yang telah dicapai dengan Teheran di zaman pemerintahan Barack Obama.

Bersama dengan Iran, para penandatangan perjanjian lainnya seperti Jerman, Prancis, Inggris, Rusia dan Cina masih berusaha untuk tetap mempertahankan perjanjian tersebut.
(nvl/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Derita Angela Skolastika Bocah Penderita Hidrosefalus di Kupang

Liputan6.com, Kupang- Perempuan cilik usia 8 tahun itu duduk pada sebuah kursi plastik berwarna hijau, bersandar dialasi sebuah bantal di belakangnya. Diapit ibu dan beberapa keluarga lainnya, dia sesekali tertawa dan mengulum jemarinya.

Dialah Angela Tekla Skolastika Mene (8) warga RT 15 RW 04, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT. Ia menderita Hidrosefalus sejak usia setahun lebih. Berbeda dengan bocah seusianya, Angela hanya bisa mendekam saja dalam rumahnya.

Angela berusaha duduk dengan posisi normal. Namun apa daya, harapan dan usaha itu tak jua berhasil. Derita Hidrosefalus membuat ukuran kepalanya membesar dan susah bergerak, bahkan hanya untuk makan pun dia masih disuapi.

Kini, posisi duduknya seperti setengah berbaring dengan sebuah bantal di belakangnya, sementara tatapannya pun tak bisa tenang, dan terlihat kosong.

Mengenakan baju ‘You Can See’ berwarna biru pudar dipadu celana pendek berwarna putih yang juga pudar, Angela hanya bisa sesekali tertawa dan menirukan ucapan dari orang-orang sekelilingnya.

Penyakit yang diderita hampir tujuh tahun itu membuatnya tak bisa berjalan, tak sanggup menyuapi dirinya sendiri, dan tak mampu berbicara lancar layaknya anak-anak seusianya.

Kondisi Angela ini tidak bisa dibilang baik-baik saja. Karena penyakit ini, maka niatnya untuk bersembahyang di gereja pun tak bisa terwujudkan.

“Kami berharap Bapak Gubernur bisa bantu Angela. Bisa belikan kursi roda untuknya. Supaya bisa ke gereja,” kata ibunya, Eriyana Abuk Bere (31) kepada Liputan6.com, Senin (21/1/2019).

Sebagaimana terlihat, cara duduk Angela yang tidak sempurna itu lantaran kaki dan tangannya yang kurus dan kaku.

Jika anak-anak seusianya dengan luwes menggerakkan tangannya tanpa ada hambatan berarti, maka hal itu tidak berlaku untuk Angela. Tangannya sedikit bengkok, begitupun kakinya, dan dia tidak bisa melipat persendiannya dengan luwes.

Untuk keseluruhan penampilannya, dari kaki, tangan, dada, hingga kepalanya, ada satu ciri yang mencolok yakni kepalanya tumbuh dan berkembang hingga terlihat lebih besar dari kepala anak-anak seusianya.

Dengan tatapan kosong, ibunya, Eriyana, mengisahkan awal mula anaknya terkena penyakit Hidrosefalus. Ia menuturkan pernah terjadi benturan keras pada kepala anaknya itu. Dari caranya berbicara, juga tatapannya, seolah ada kejadian yang membuatnya sedih dan merasa bersalah.

“Awalnya terjadi benturan agak keras di kepalanya. Habis itu dia kejang-kejang. Dan mulai sakit pelan-pelan,” ujar Eriyana sambil menangis.

2 dari 2 halaman

Benturan Keras

Perempuan usia 31 tahun itu mengaku, penyakit anaknya itu tidak dibawa sejak lahir. Angela masih tumbuh normal selama setahun lebih, sampai terjadi musibah yang menyedihkan itu.

“Setelah itu, dia mulai panas tinggi. Dan cairan pada kepalanya mulai banyak,” tuturnya.

Mengenai cairan pada kepala Angela, Eriyana mengatakan pada awalnya memang terasa lembek jika disentuh. Cairan itu membuat kepalanya terlihat membesar, menenggelamkan bola mata Angela sehingga terlihat mencekung. Dengan bertambahnya usia, cairan pada kepalanya mulai berkurang, namun kini malah mengeras.

Sambil memijit-mijit kepala anaknya, Eriyana mengatakan kondisi ini membuat mereka bimbang jika harus melakukan operasi. “Kalau dulu, karena cairan masih banyak, agak lembek kalau kita sentuh. Sekarang cairan sudah berkurang. Dan mengeras. Karena itu kami masih bimbang ketika ada orang datang dan tawarkan operasi,” ungkapnya.

Sebagai seorang ibu, sebagaimana pula orangtua-orangtua lainnya, Eriyana dan keluarga lainnya tak tinggal diam melihat kondisi Angela.

“Kami kontrol ke rumah sakit. Rawat jalan, kalau rawat inap tidak. Tapi katanya harus rujuk ke rumah sakit di Jakarta,” terangnya.

Usulan rujukan ini membuat Eriyana patah semangat. Ditambah lagi informasi simpang-siur yang mereka dapat dari orang-orang sekeliling.

“Kalau dulu sudah mau operasi. Tapi katanya tiap tahun harus ganti selang. Itu yang jadi kendala. Tiap tahun kita ganti selang uang dari mana? Kalau pakai selang, katanya lebih sengsara,” kata Eriyana.

Kini mereka pasrah mengharapkan mujizat dari Tuhan. Seiring waktu, simpati dan kunjungan dari pihak-pihak lain pun mulai berdatangan.

“Kami dapat kunjungan dari Dinas Sosial dan suster-suster. Baru-baru ini ada kunjungan juga dari JPKP NTT,” katanya.

Kunjungan bakti kasih ini merupakan sebuah aksi sosial yang dilaksanakan oleh jaringan untuk memberi dan membangun empati serta rasa solidaritas dalam mendukung upaya penyembuhan bocah penderita Hidrosefalus ini.

“Mereka datang, tanya mau operasi atau tidak. Tapi masih konsultasi, karena kami harus siapakan Kartu Keluarga dan kartu BPJS. Kalau mau operasi katanya di RS Siloam. Tapi mereka juga masih tanya dokter,” ujarnya.

Sampai saat ini, mereka masih mengharapkan dukungan dari orang-orang, supaya Angela bisa terbebas dari penyakit ini.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Sandiaga: Jika Terpilih, Menteri Kami Tak Akan Sia-siakan Petambak Garam

Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menerima curahan hati para petambak garam saat berdialog dengan Petani Garam dan Perwakilan Desa Se-Sumenep Desa Karanganyar, Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sandiaga juga mengungkapkan komitmennya untuk petambak garam jika terpilih nanti.

Dalam keterangan tertulis Prabowo-Sandi Media Center, Selasa (22/1/2019), Ketua Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (APGASI) Syaiful Rahman berharap, Sandiaga Uno bersama Prabowo Subianto, dapat memperbaiki nasib para petambak atau petani garam yang disebut makin sengsara.

“Terima kasih atas kehadiran Pak Sandi Uno di tambak garam ini. Baru pertama kali ini calon wakil presiden menyambangi kami. Petani garam yang sangat butuh perhatian pemerintah. Kami hanya minta, Pak, setop impor garam dari Australia dan India,” ucap Syaiful seperti dalam keterangan tertulis tim Prabowo-Sandi.


M Yanto, Ketua Forum Petambak Garam Madura (FPGM), dalam keterangan tertulis itu mengaku tiap tahun petambak garam selalu punya masalah. Menurut Yanto, biang masalahnya ada di pemerintah pusat.

“Kalau Pak Sandi jadi wapres, tolong cari menteri yang sanggup dan mampu. Jangan seperti sekarang. Bukan kami anti-impor. Jangan anak tirikan kami sebagai anak bangsa,” ucapnya.

Sandiaga Uno sempat menarik nafas panjang mendengar keluhan para petani garam tersebut. Padahal, 60 Persen konsumsi garam di Indonesia disebut dihadirkan dari Pulau Madura.

“Saya berkomitmen, ampon bektona (sudah waktunya). Saya pastikan jika terpilih nanti menteri-menterinya berpihak kepada rakyat. Tidak menyia-nyiakan petambak garam. Dan akan membela rakyat. Karena kami dipilih oleh rakyat dan tidak akan mengkhianati rakyat,” ucap Sandi.
(gbr/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Isi Rumah Mewah Harry Styles yang Dibanting Harga, Ada 5 Kamar Mandi

Liputan6.com, Jakarta – Bintang One Direction, Harry Styles, kembali mendaftarkan ulang rumahnya di Hollywood Hills, Los Angeles. Ia menurunkan harga rumahnya senilai setengah juta dolar AS dari harga aslinya.

Rumah mewah ini dilengkapi dengan kolam renang, bioskop, gym pribadi, dan lima kamar mandi. Harry pertama kali mendaftarkan rumahnya di Los Angeles untuk dijual pada 2017 sebesar 8,45 juta dolar tetapi sejak itu memangkas harganya.

Dilansi dari bigtop40.com, Senin, 21 Januari 2019, pada awal 2018, ia membuat daftar itu turun menjadi 7,995 juta dolar dan sekarang dia menurunkannya lebih jauh menjadi 7,495 juta dolar atau sekitar Rp 109,5 miliar.

Tempat tinggal itu ditemukan di bawah jalan buntu yang sempit di atas Sunset Strip yang terkenal, tersembunyi di balik pagar bambu. Rumah besar Harry Styles di Amerika berlantai dua ini memiliki empat kamar tidur, lima kamar mandi dan kolam renang luar ruangan serta spa yang mewah.

Rumah yang sepertinya sempurna untuk reuni One Direction, memiliki ruang makan besar, ruang tamu, dan dapur.

Tampaknya Harry membuat beberapa perubahan selama kepemilikannya, termasuk menambahkan jendela dari lantai ke langit-langit yang dramatis. Angka sebesar Rp 109,5 miliar dinilai sepadan untuk hunian mewah ini, mengingat lokasi rumahnya yang terletak di kawasan elite di Los Angeles.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tahukah Anda, Berpegangan Tangan dengan Orang Terkasih Bisa Menyembuhkan Luka Hati?

Liputan6.com, Jakarta – Sentuhan penuh kasih dan genggaman tangan yang Anda berikan pada seseorang, tidak hanya menunjukkan betapa pentingnya sosok ini bagi Anda, tetapi juga dapat menghibur Anda selama masa-masa sulit, sakit, atau jika Anda merasa menderita.

Tahukah Anda bahwa ada ilmu pengetahuan yang mendasari alasan tersebut?

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, memegang tangan orang yang dicintai merupakan cara efektif untuk meredakan kepedihan di hati. Ini adalah salah satu penelitian pertama yang meriset sinkronisitas interpersonal antara rasa nelangsa dan sentuhan manusia.

“… sentuhan kulit ke kulit penting untuk mengurangi rasa sakit. Selain itu, sentuhan tersebut mengaktifkan mode ‘penghargaan’ di otak orang yang disentuh, sehingga orang tersebut merasa berharga. Inilah saat di mana orang itu merasa berkurang kepedihannya …” kata studi tersebut, seperti dikutip dari situs justbelieverecoverypa.com pada Senin (21/9/2019).

Untuk membuktikan penelitian ini, Pavel Goldstein, seorang psikologi di CU-Boulder merekrut 22 pasangan sehat berusia antara 23-32 tahun, yang menjalani sejumlah tes. Situasi uji coba ini dikondisikan seperti di ruang bersalin.

Secara alami, para pria diberi peran sebagai pengamat, sedangkan wanita akan sedikit mengalami rasa sakit ringan di lengan bawah selama dua menit.

Instrumen tersebut digunakan untuk mengukur detak jantung dan pernapasan. Seluruh pasangan ditempatkan dalam tiga situasi berbeda.

Pertama, ada pasangan yang ditempatkan di kamar yang terpisah. Kedua, ada pasangan yang dilokasikan secara bersama, tetapi tidak saling menyentuh. Ketiga, ada pasangan yang berada di dalam satu ruangan dan berpegangan tangan.

Saat pasangan-pasangan itu duduk bersama, pernapasan dan detak jantung mereka disinkronkan. Tetapi ketika sang wanitanya mengalami rasa sakit dan si pria tidak bisa menyentuhnya, sinkronisasi itu berakhir.

Namun, ketika si pria memegang tangan sang wanita, pernapasan dan detak jantung mereka kembali sinkron dan rasa sakit dia berkurang.

Penelitian sebelumnya,yang dilakukan oleh Goldstein, pun mengungkapkan bahwa semakin empati pria kepada wanitanya, maka semakin banyak rasa sakit yang berkurang, serta kian banyak detak jantung dan napas yang mampu disinkronkan.


Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Nonton Film Bareng Pasangan, Solusi Redakan Masalah hingga Cegah Perceraian

Sementara itu, sebuah penelitian menyatakan bahwa menonton film ternyata bisa menjadi solusi bagi masalah sebuah hubungan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consulting and Clinical Psychology meminta 174 pasangan pengantin baru berpartisipasi dalam tiga lokakarya, yang memperkuat keterampilan komunikasi mereka.

Dilansir dari Prevention pada Selasa, 18 Desember 2018, yang pertama terfokus pada penerimaan dan rasa kasih, yang kedua terfokus pada mendengarkan, dan yang ketiga adalah menonton film komedi romantis. Sementara, kelompok keempat sisanya tidak mengikuti ketiganya.

Dalam studi itu, kelompok ketiga tidak mengikuti sesi mingguan dengan seorang terapis. Namun, mereka diminta untuk menonton beberapa film di malam hari. Di antara judul film tersebut adalah: “Two for the Road”, “Gone With the Wind”, “Love Story“, dan “Yours Mine & Ours”.

Para peneliti kemudian melihat pasangan itu selama tiga tahun. Mereka juga diperiksa setiap enam bulan.

Hasil penelitian menemukan, 24 persen pasangan yang tidak mengikuti lokakarya akhirnya berpisah atau bercerai setelah tiga tahun. Sementara, hanya 11 persen dari pasangan yang mengikuti sesi tersebut. Selain itu, menonton film ternyata sama bermanfaatnya dengan sesi terapi pasangan.

“Menonton film dapat membantu mencegah perceraian dengan memberikan waktu pada pasangan untuk fokus pada hubungan dan saling memeriksa satu sama lain, membantu mewujudkan tipe pasangan yang mereka inginkan,” kata penulis studi utama profesor psikologi klinis di University of Rochester New York, Ronald Rogge.

Namun, Rogge tidak mengesampingkan bahwa ada pasangan yang rajin menonton film namun tetap bercerai.

Rogge menambahkan, film yang ideal bagi pasangan bukan tentang lelaki yang mengejar-ngejar cinta perempuan. Namun, tontonan yang memperlihatkan bagaimana pasangan yang sudah bersama berjuang dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Demam, Ihsan Mundur dari Indonesia Masters 2019

JakartaIndonesia Masters 2019 mulai digeber, Selasa (22/1/2019). Tapi tunggal putra Indonesia Ihsan Maulana Mustofa memutuskan mundur karena sakit.

Kabar mundurnya Ihsan terkonfirmasi dari Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Susy Susanti. Ihsan seharusnya bertanding di babak kualifikasi menghadapi pemain India, Parupalli Kashyap.

“Sakit mbak. Sepulang dari Malaysia kondisinya drop. Ada demam,” kata Susy kepada detikSport, Senin (21/1/2019).

“(Sampai saat ini) belum pulih,” ujarnya lagi.

Ketua Panitia Penyelenggara Indonesia Masters, Achmad Budiharto, yang juga Sekretaris Jenderal PBSI membenarkan kabar mundurnya atlet pelatnas Cipayung tersebut.

“Betul (mundur) Ihsan,” kata Budiharto, terpisah.

Bahkan selain Ihsan, Budiharto juga mengonfirmasi beberapa pemain bulutangkis lainnya yang urung berlaga. Yaitu, Tommy Sugiarto, Prannoy Kumar (India), Sameer Verma (India), dan Lee Hyun Il (Korea).

Tommy sejatinya akan menghadapi Anthony Sinisuka Ginting di babak pertama Indonesia Masters, namun mundurnya Tommy dan Ihsan membuat sedikit perubahan pada hasil undian. Anthony akan bertemu Parupalli Kasyap.

Sementara Lin Dan yang harusnya bertemu Verma, akan berhadapan dengan kompatriotnya, Zhao Junpeng, dari babak kualifikasi.

Sebelumnya, juga ada tujuh pemain China yang juga batal bertanding karena mengalami cedera. Dari 44 yang terdaftar di entry by name hanya 37 yang dipastikan ikut.

(mcy/cas)