Ketika Putra Mahkota Arab Saudi Tebar Pesona di Kawasan Asia

Jakarta – Arab Saudi tengah menggencarkan aksi tebar pesona.

Selama beberapa hari terakhir, khalayak dunia mendapat kabar bahwa kerajaan tersebut menunjuk duta besar perempuan pertama di negara sekutu utamanya, Amerika Serikat.

Adapun putra mahkota Mohammed bin Salman baru saja merampungkan kunjungan ke Cina, Pakistan, dan India guna merundingkan kesepakatan dagang dan investasi bernilai miliaran dolar AS.

Rangkaian kejadian ini hanya berselang lima bulan setelah negara-negara Barat dikejutkan oleh pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Badan intelijen AS, CIA, dan lembaga spionase Barat lainnya menyimpulkan bahwa sang putra mahkotayang kerap disebut dengan inisial MBSamat mungkin mendalangi pembunuhan tersebut, yang dibantah keras oleh sejumlah pejabat Saudi.

Akibat kasus itu, MBS yang tadinya mendapat sambutan hangat di berbagai tempat, dijauhi oleh negara-negara Barat di KTT G20 di Buenos Aires, Argentina.

Oleh media Barat, MBS dikritik habis-habisan, tidak hanya terkait kasus pembunuhan Khashoggi, tapi juga terkait pemenjaraan demonstran damai, termasuk perempuan, dan melancarkan perang di Yaman.

Dihadapkan pada situasi ini, apa yang MBS lakukan? Dia beralih ke arah timur, persis seperti yang dilakukan para pemimpin negara-negara Teluk pada 2011 setelah dihujani kritik dari Eropa mengenai praktik sewenang-wenang di negara mereka.

Di negara-negara Asia, kedatangan MBS disambut karpet merah.

Di Pakistan, negara bersenjata nuklir yang sedang kesulitan keuangan, MBS dihormati dengan tembakan salvo 21 kali, kawalan pesawat jet tempur, dan hadiah senjata api berlapis emas.

Kemudian di India, MBS diterima dengan hangat oleh Perdana Menteri Narendra Modi. Mereka lalu mendiskusikan rencana Saudi dalam berinvestasi besar-besaran, terutama pada sektor energi.

Dan di Cina, sang putra mahkota berbincang bersama Presiden Xi Jinping kemudian meneken kesepakatan penyulingan minyak senilai US$10 miliar (Rp139,9 triliun).

Kaum bangsawan Saudi tidak pergi sendirian. Jika Anda adalah putra mahkota dan penguasa de facto, Anda akan disertai rombongan 1.100 orang yang menumpang sejumlah pesawat, menginap di ratusan kamar hotel, serta membawa alat fitness pribadi.

Rombongan itu mencakup wartawan-wartawan dari media yang dikendalikan pemerintah sehingga mereka dapat melaporkan kepada rakyat bagaimana pemimpin mereka disambut oleh negara tujuan.

Posisi MBS di Arab Saudi sudah dianggap aman sebelum melakoni perjalanan mengingat tiada pesaing kuat yang mengincar takhta.

Pun dengan sambutan hangat yang diterima MBS di negara-negara Asia tambah menguatkan posisinya di mata rakyat Saudi sekaligus menyingkirkan anggapan bahwa sosoknya dikucilkan sejak pembunuhan Khashoggi.

Namun, Amerika Serikat sulit diyakinkan. Bukan kebetulan bahwa duta besar Saudi untuk Washington yang baru diangkat adalah perempuan.

Putri Reema binti Bandar Al Saud adalah pebisnis mandiri yang sukses. Dia juga dikenal gencar memperjuangkan peranan perempuan Saudi yang lebih luas dalam masyarakat di kerajaan itu.

Theresa May, putri Reema Bint Bandar al-SaudPutri Reema (kanan) bertemu dengan PM Inggris Theresa May di Riyadh pada 2017. (AFP/Getty)

Bagaimanapun, Putri Reema harus menghadapi Kongres AS yang kritis dan media yang melaporkan secara panjang lebar mengenai kekurangan Arab Saudi dalam hal hak asasi manusia.

Pendahulunya, Pangeran Khalid bin Salman Al Saud, buru-buru meninggalkan Washington setelah kasus Khashoggi. Dia dituduh ikut terlibat dalam pembunuhan sang wartawan, yang dia bantah. Belakangan dia tidak menempati jabatan Dubes Saudi untuk AS tanpa penjelasan rinci.

Lalu bagaimana posisi Eropa dalam situasi ini? Singkat kata, kebingungan.

Bagi Inggris, Arab Saudi adalah mitra dagang terbesar di Timur Tengah dan sekitar 50.000 pekerjaan di Inggris tergantung pada hubungan kedua negara.

Dengan kekayaan minyaknya yang melimpah, Arab Saudi adalah pasar besar bagi para eksportir. Apalagi, Saudi merupakan salah satu pembeli utama persenjataan Inggris, sesuatu yang dijanjikan pemimpin oposisi Jeremy Corbyn akan diakhiri.

Hubungan Inggris dan Prancis lebih sejuk, tapi kedua negara tidak ada yang menerapkan sanksi signifikan terhadap Riyadh.

Jerman, di sisi lain, menanggapi kasus pembunuhan Khashoggi dengan membekukan ekspor senjata ke Saudi. Tapi, aksi ini justru mengancam hubungan Inggris-Saudi lantaran beberapa onderdil pesawat tempur Typhoon pesanan Saudi diproduksi di Jerman.

Pesan Saudi ke negara-negara Barat tampaknya ada dua.

Dengan beralih ke negara-negara besar nan penting di Asia, Saudi seperti ingin mengatakan: “Kami punya teman-teman lain di sekeliling dunia dan mereka gembira berbisnis dengan kami”.

Kemudian dengan menunjuk duta besar perempuan ke Washington, Saudi tampak ingin mengatakan, “Kami tahu kami punya kekurangan yang harus diperbaiki, jadi kami dengan senang hati ingin mendengar apa yang Anda katakan.”

Yang perlu dicermati para pengritik Saudi, apakah semua langkah yang baru dilakukan MBS berpengaruh terhadap semua pembangkang politik yang ditekan di Saudi, suatu hal yang membuat negara-negara Barat malu dalam berbisnis dengan Riyadh.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

La Nyalla Sebut Perilaku Prabowo di Sumenep Membuatnya Tak Layak Dipilih

Malang – Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti memandang perilaku Prabowo Subianto membuatnya tak layak untuk dipilih pada Pilpres 2019 mendatang. Terlebih Prabowo menampakkan wujud aslinya saat bertemu alumni di salah satu Ponpes di Sumenep, Madura.

“Memang begitulah Pak Prabowo kalau marah-marah, gak usah kaget biasa saja. Dan tidak perlu dipilih kalau gitu,” kata La Nyalla usai bertatap muka dengan buruh rokok di PR Gandum Jalan Raya Bandulan, Sukun, Kota Malang, Kamis (28/2/2019).

Menurut La Nyalla, bukan saja di Madura, figur calon pemimpin yang terus menampakkan kemarahan tentunya tak mendapat simpati dari masyarakat.

“Tidak usah di Madura, di Malang saja kalau ada orang marah-marah masa mau dipilih sih,” ujar eks politikus Gerindra ini.

La Nyalla melihat perilaku Prabowo di Madura cukup mencederai para ulama dan juga santri. Tetapi, lanjut La Nyalla, Prabowo memang memiliki watak yang terkadang melukai orang lain.

“Tergantung orang yang melihat bisa dianggap mencederai, bisa dianggap memang wataknya seperti itu, ya dimaklumi saja. Kita cari pemimpin yang kayak Pak Jokowi, humble sama rakyat, dekat betul tidak ada batas. Kalau kiai aja dimarahi bagaimana dengan kita-kita,” ucap La Nyalla.

Sebelumnya, video capres Prabowo Subianto diduga marah-marah di hadapan ulama dan tokoh masyarakat di Sumenep beredar di media sosial. Berdasarkan potongan video yang beredar, Prabowo, yang tengah berbicara di mimbar, bertanya kepada seseorang yang diduga tengah berbicara sendiri.

Awalnya Prabowo bicara soal duit WNI di luar negeri yang mencapai Rp 11 ribu triliun lebih. Prabowo menghentikan pidatonya. Sembari menunjuk, Prabowo bertanya apakah pihak tersebut ingin menggantikannya bicara di atas mimbar.

“Kenapa kok? Ada apa you bicara sendiri di situ? Apa you aja yang mau bicara di sini?” lanjut Prabowo.

BPN Prabowo-Sandiaga pun telah memberi penjelasan. BPN menegaskan sang capres tidak marah kepada ulama ataupun tokoh masyarakat yang ada.

“Dalam video itu, sikap Prabowo menegur audiens, bukan ulama, hanya menegur sayang, tidak menegur dengan kemarahan,” ujar jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Viva Yoga Mauladi.

Tuan rumah acara, KH Moh Yazid menceritakan apa yang terjadi dalam video tersebut.

Kiai Yazid yang berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes) Assadad, Ambunten Timur, Pamekasan, Madura mengatakan saat itu posisinya sedang berdiri tepat di depan panggung. Sementara area di sekitar panggung diisi oleh para relawan Prabowo.

“Saya kebetulan posisi saya persis berdiri, ketika beliau asyik sedang berpidato, sebetulnya bukan orang lain ya, itu relawan. Karena memang kita sterilkan di depan tangga masuk ke tempat (panggung) itu relawan semuanya,” kata Kiai Yazid.

Sementara saat berpidato, ada salah satu relawan yang posisinya tak jauh dari Prabowo sedang berbicara. Suaranya pun cukup keras sehingga langsung terdengar oleh Prabowo yang sedang berada di atas panggung.

“Nah kebetulan ada satu relawan yang sedang mengobrol kenceng kedengeran sama Pak Prabowo,” lanjut Kiai Yazid.

Kiai Yazid memastikan apa yang menjadi dugaan masyarakat jika Prabowo marah-marah itu salah besar. Pasalnya, dia tahu sendiri jika Prabowo hanya menegur dengan intonasi suara yang halus, tidak membentak.

Selain itu, ekspresi Prabowo saat menegur juga terlihat senyum-senyum. Kiai Yazid mengatakan tak melihat mimik marah-marah pada wajah Prabowo.

“Saya kira kurang pantas disebut marah, karena tidak ada marah-marah. Kalau marah-marah kan kita tahu intonasinya seperti apa ya, itu endak kok, ndak ada. Dan itu kan agak dari jauh ya video yang beredar. Kebetulan saya dekat beliau dan enggak kok beliau senyum-senyum,” jelasnya.
(fat/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Sebut Duit WNI di Luar Negeri Rp 11.000 T, Ini Kata PPATK

Jakarta – Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto menyebut, banyak uang warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Jumlahnya fantastis yaitu mencapai Rp 11.000 triliun.

Menanggapi itu, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengaku tak tahu secara pasti uang WNI yang tersimpan di luar negeri. Dia hanya mengatakan, PPATK pernah memonitor aliran dana masuk dan keluar Indonesia jelang Program Pengampunan Pajak atau tax amnesty.

Jumlah aliran dana yang masuk dan keluar sekitar Rp 1.100 triliun.


“Kalau WNI angka persis nggak tau, dari kami pernah monitor, dulu di antara 2014-2016,” katanya kepada detikFinance, Kamis (28/2/2019).

Data tersebut kemudian dilaporkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dana itu merupakan potensi pajak.

“Ada transaksi dari dan ke luar negeri, yang besar-besar aja, ada angkanya memang terakhir sekitar Rp 1.100 triliun. Itu kita monitor hasilnya kita sampaikan ke Menkeu, data menjelang tax amnesty. Saya nggak tahu Rp 11.000 triliun dari mana,” ujarnya.

“Kita memonitor ada pribadi maupun perusahaan, yang ada transaksi uang masuk Indonesia maupun keluar Indonesia. Itu sebagai potensi pajak, kita sampaikan Menkeu masa itu. 2016 kalau nggak salah,” sambungnya.

Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan, duit WNI yang ‘parkir’ di luar negeri mencapai Rp 11.000 triliun. Hal itu ia sampaikan dalam pidato kebangsaan ‘Prabowo Menyapa’ di Grand Pacific Hall Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (27/2/2019).

Dia bilang, uang itu dua kali lebih besar dari uang yang ada di bank.

“Uang warga negara Indonesia di luar negeri jumlahnya lebih dari Rp 11.000 triliun. Jumlah uang di bank-bank di seluruh bank di dalam negeri Rp 5.400 triliun. Berarti dua kali kekayaan Indonesia berada di luar Indonesia, tidak berada di negeri Indonesia,” kata Prabowo. (zlf/zlf)

Penjelasan Gerindra NTT Soal Video Pengusiran Sandiaga di Labuan Bajo

Liputan6.com, Kupang – Ketua DPD Partai Gerindra NTT, Esthon Foenay angkat bicara terkait video pengusiran Calon Wakil Presiden, Sandiago Uno di Labuan Bajo. Ia membantah adanya pengusiran terhadap Sandiaga.

“Bukan pengusiran. Saya ada di lokasi dengan Pak Sandiago. Yang benar, pedagang itu marah warga yang rebutan selfie dengan Sandiaga,” ujar Esthon kepada Liputan6.com, Rabu (27/2/2019).

Ia menjelaskan, pedagang berbaju merah itu memarahi beberapa warga yang saat itu menginjak barang dagangannya. Usai kejadian, Sandiaga masih sempat memeluk pedagang itu.

“Lihat saja di vedeo itu. Cara marahnya saja beda. Keliatan kalau orang yang ia marahi juga masih bersaudara dengan dia. Jadi tidak benar, kalau Pak Sandiaga yang diusir. Kebetulan saat kejadian kami ada di situ,” katanya.

Baliho Prabowo-Sandiaga Dicoret

Baliho Prabowo-Sandiaga berukuran raksasa persis di Jalan HTI No.34-35 Kelurahan Oebufu, Kota Kupang dicoret oleh orang tak dikenal.

Pantauan Liputan6.com, baliho itu dicoret menggunakan pilox berwarna kuning. Nampak beberapa tulisan seperti, No Rasist, Fuck, Killer, Stupid Asshole.

Ketua DPD Gerindra NTT, Esthon Foenay meminta Bawaslu NTT untuk mencaritahu pelaku fandalisme itu. Menurut dia, Bawaslu juga mempunyai tanggungjawab memberi pendidikan politik yang baik bagi masyarakat.

“Anjing bergonggong kafila berlalu. Mari kita hormati proses politik untuk saling menjaga. Jangan pecah belah persaudaraan. Jangan jadi pendukung ekstrem. Siapa pun Predisen, itu adalah pilihan rakyat. Marilah bersatu,” kata Esthon. (Ola Keda).

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Kesaksian Ulama Madura: Prabowo Tak Marah-marah di Sumenep

Surabaya – Video Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang diduga marah-marah saat berkampanye di Madura beredar. Tuan rumah acara, KH Moh Yazid menceritakan apa yang terjadi dalam video tersebut.

Kiai Yazid yang berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes) Assadad, Ambunten Timur, Pamekasan, Madura, mengatakan saat itu posisinya sedang berdiri tepat di depan panggung. Sementara area di sekitar panggung diisi oleh para relawan Prabowo.

“Saya kebetulan posisi saya persis berdiri, ketika beliau asyik sedang berpidato, sebetulnya bukan orang lain ya, itu relawan. Karena memang kita sterilkan di depan tangga masuk ke tempat (panggung) itu relawan semuanya,” kata Kiai Yazid mengisahkan kepada detikcom, Rabu (27/2/2019).


Sementara saat berpidato, ada salah seorang relawan yang posisinya tak jauh dari Prabowo sedang berbicara. Suaranya pun cukup keras sehingga langsung terdengar oleh Prabowo yang sedang berada di atas panggung.

“Nah kebetulan ada satu relawan yang sedang mengobrol kenceng kedengeran sama Pak Prabowo,” lanjut Kiai Yazid.

Kiai Yazid memastikan apa yang menjadi dugaan masyarakat jika Prabowo marah-marah itu salah besar. Pasalnya, dia tahu sendiri jika Prabowo hanya menegur dengan intonasi suara yang halus, tidak membentak.

Selain itu, ekspresi Prabowo saat menegur juga terlihat senyum-senyum. Kiai Yazid mengatakan tak melihat mimik marah-marah pada wajah Prabowo.

“Sebetulnya saya sih lihat judul di media-media itu kesannya kok marah, sebetulnya nggak marah sih ya. Menegur dan mimiknya saya tahu betul karena begitu memotong pidatonya, saya kaget, saya toleh ke beliau, nggak, beliau senyum-senyum aja,” papar Kiai Yazid.

Kiai Yazid menambahkan dalam video yang beredar memang diambil agak jauh, jadi ekspresi yang terlihat kurang jelas. Namun, dirinya saat itu melihat dari depan dan jelas bagaimana ekspresi Prabowo.

“Saya kira kurang pantas disebut marah, karena tidak ada marah-marah. Kalau marah-marah kan kita tahu intonasinya seperti apa ya, itu ndak kok, ndak ada. Dan itu kan agak dari jauh ya video yang beredar. Kebetulan saya dekat beliau dan enggak kok beliau senyum-senyum,” jelasnya.

Tak hanya itu, Kiai Yazid juga yakin jika yang ditegur Prabowo itu para relawan yang berada di depan. Bukan ulama seperti yang diduga beberapa pihak.

“Dan itu relawan, saya yakinkan itu relawan bukan ulama. Itu relawan sendiri karena memang berbicara di depan dan mungkin mengganggu konsentrasi beliau,” pungkasnya.
(bdh/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mengapa e-KTP untuk WNI dan WNA Desainnya Sama Persis?

Jakarta – Secara tampilan, e-KTP untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) sama persis. Mengapa dua jenis kartu tersebut tak dibedakan saja untuk memudahkan pengenalan?

“Ya kenapa warnanya sama biru biru juga, tadinya kami berpikiran dengan sudah ditulis masa berlakunya, ada warga negaranya, disebutkan, ada tiga pembeda yang ditulis bahas Inggris, kan bisa baca,” tutur Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (27/2/2019).

Zudan mengatakan, kartu untuk WNA dan WNI ini dibuat menggunakan perangkat cetak yang sama. Hal ini yang kemudian tampilan berupa warna sama persis.

“Jadi ketika kita akan mengubah warna, desain, model, kita tentu mengubah aplikasi, banyak buntutannya,” kata Zudan.

Meski begitu, jika memang nantinya dirasa perlu untuk membuat perbedaan warna, Kemendagri membuka peluang untuk itu.

“Andai kata nanti dengan warna yang sama ini menimbulkan problem seolah-olah bisa untuk nyoblos dan lain-lain, kita bisa pertimbangkan untuk ubah warnanya,” ujar Zudan.

Zudan mengatakan selama dia menjadi dirjen selama empat tahun, baru kali ini ada masalah dengan penerbitan e-KTP untuk WNA. Dia menduga hal itu berkaitan dengan tahun politik.

“Saya empat tahun jadi dirjen yang penerbitan KTP WNA-nya lebih dari empat tahun, baru satu ini doang yang ribut banget. Mungkin karena mendekati Pileg dan Pilpres. Lagian ini KTP Chen sudah terbit tahun lalu,” tutur Zudan.
(eva/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPU: WNA China di Jabar Punya e-KTP, Tidak Ada Hak Pilih di Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta – Komisioner KPU RI Viryan Aziz mengatakan pihaknya segera mengirim surat ke dinas kependudukan sipil atau dukcapil terkait kabar warga negara asing yang memiliki KTP elektronik (e-KTP).

“KPU akan berkirim surat ke Dukcapil, kita akan meminta data WNA yang semacam ini, sehingga bisa mengkonfirmasi,” kata Viryan di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

Viryan menjelaskan, pihaknya akan memeriksa apakah NIK WNA tersebut asli atau produk palsu. Sementara ini, Viryan mengaku KPU belum mendapatkan data terkait. Karenanya, pihaknya belum bisa berkomentar lebih soal temuan ini.

“Kita belum tahu karena kita belum dapat data yang benarnya. Kita akan meminta data ke Dukcapil soal warga negara asing yang sudah diberikan KTP elektronik. Bisa jadi ya ini diedit,” duga Viryan.

Bila nantinya data terkait valid, lanjut Viryan, KPU akan memeriksa NIK mereka ke dalam sistem DPT. Kendati ditegaskan, nama WNA dipastikan akan dicoret karena sesuai Undang-Undang yang memiliki hak pilih hanyalah WNI.

“Kami akan melakukan pengecekan, begitu sekaligus juga bisa kita kemudian sandingkan dengan data DPT kita. Misalnya ada, kami coret. Kan solusi teknisnya seperti itu,” terang Viryan.

Sejauh penelusuran KPU, KTP-el WNA tersebut diketahui dimiliki seorang berkebangsaan China. NIK-nya diketahui persis dengan WNI asal Jawa Barat bernama Bahar. Namun setelah diteliti, ada perbedaan dalam digit ke-12.

“Data ini sepenuhnya KPU terima dari data Pilgub Jabar 2018, artinya kekhawatiran tersebut tak benar. KPU akan segera kordinasi dengan Dukcapil. Artinya Pak Bahar masi punya hak pilih, tapi WNA itu tidak,” Viryan menyudahi.

Sementara, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, WNA sah-sah saja memiliki KTP-el, dengan catatan sudah memenuhi syarat. Salah satunya izin tinggal tetap sesuai dengan UU Administrasi dan Kependudukan (Adminduk).

“WNA yang sudah memenuhi syarat dan memiliki izin tinggal tetap dapat memiliki KTP elektronik. Ini sesuai dengan UU Administrasi Kependudukan, sehingga tidak haram WNA punya KTP elektronik,” kata Zudan.

Zudan melanjutkan, izin tinggal tetap WNA harus diterbitkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Izin tinggal sendiri pada umumnya memiliki batas waktu tertentu bukan seumur hidup.

“Misalnya izin tinggal dalam waktu satu tahun, dua tahun atau tiga tahun,” lanjut Zudan.

Selain itu, lanjut Zudan, dalam e-KTP WNA tetap dicantumkan asal negaranya. Sehingga, mereka dipastikan tidak memiliki hak pilih dalam Pemilu 2019.

2 dari 3 halaman

Diusut Tuntas

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai keberadaan e-KTP Indonesia yang dimiliki oleh Warga Negara Asing (WNA) asal China harus diselidiki lebih lanjut. Sebab, Fadli menilai kasus ini adalah permasalahan yang serius.

“Saya kira ini masalah sangat-sangat serius, karena satu orang asing saja yang bisa menyusup ke negara kita itu ancaman bagi bangsa kita, apalagi banyak, jadi saya kira ini harus diselidiki,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Menurutnya, adanya e-KTP yang dimiliki warga negara China adalah skandal besar. Fadli pun akan turun langsung menyelidiki kasus tersebut jika memang diperlukan.

“Ya nanti temuan-temuan akan kita selidiki, kalo benar begitu. Kalau perlu nanti saya ke sana melihat,” ungkapnya.

Fadli mengatakan, e-KTP hanya boleh dimiliki oleh orang Indonesia. Karena itu, adanya warga negara asing yang memiliki e-KTP Indonesia dinilai Fadli sebagai ancaman negara.

“Saya kira TNI harus terlibat di situ, karena ini sudah menyangkut ancaman negara,” ucapnya.


Reporter: Sania Mashabi, Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

HEADLINE: Polemik Jaga Mata Jaga Telinga di Jabar dan Aceh

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat mengumumkan pembatasan siar sejumlah lagu berbahasa Inggris. Hal tersebut diumumkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dalam surat edaran nomor 480/215/IS/KPID-JABAR/II/2019.

Ada 17 lagu berbahasa Inggris yang hanya boleh ditayangkan pada jam tertentu. Lagu-lagu yang dibatasi penayangannya oleh KPID Jawa Barat  itu sebagai berikut:

1. Zayn Malik (Dusk Till Dawn)

2. Camila Cabello feat Pharrel (Sangria Wine)

3. The Killers (Mr Brightside)

4. Zayn Malik (Let Me)

5. Ariana Grande (Love Me Harder)

6. Marc E. Bassy (Plot Twist)

7. Ed Sheeran (Shape Of You)

8. Chris Brown feat Agnez Mo (Overdose)

9. Maroon 5 (Makes Me Wonder)

10. Bruno Mars (Thats What I Like)

11. Eamon (Fuck it I Dont Want You Back)

12. Camila Cabello feat Machine (Bad Things)

13. Bruno Mars (Versace On The Floor)

14. 88rising (Midsummer Madness)

15. DJ Khaled feat Rihanna (Wild Thoughts)

16. Yellow Claw (Till it Hurts)

17. Rita Ora (Your Song)

KPID Jawa Barat menetapkan bahwa lagu-lagu tersebut, baik dalam bentuk lagu, video klip, dan/atau sejenisnya hanya dapat disiarkan dan/atau ditayangkan pada lembaga penyiaran yang ada di wilayah layanan Jawa Barat mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB.

“Dalam klasifikasi waktu Dewasa (D) ,” tulis penyataan KPID Jawa Barat.

2 dari 6 halaman

Polemik Pembatasan Lagu

Surat edaran yang bertajuk Pembatasan Siaran Lagu-Lagu Berbahasa Inggris ini menuai polemik. Ketua KPID Jawa Barat Dedeh Fardiah pun angkat bicara. Dia menjelaskan latar belakang penetapan aturan tersebut.

Menurut dia, latar belakang ditetapkannya aturan ini berdasarkan pemantauan dan aduan masyarakat. Kemudian, setelah disesuaikan dengan Undang-Undang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), maka ditetapkanlah 17 lagu berbahasa Inggris termasuk kategori dewasa.

“Sebetulnya ada 86 item. Berdasarkan tupoksi KPI untuk mengawasi konten siaran, dan P3SPS, di mana di situ disebutkan, program siaran yang harus tepat waktu sesuai kategori usia, bahwa program siaran yang berupa lagu atau video clip yang berisi seks, cabul, atau aktivitas seks, masuk program dewasa, dan hanya ditayangkan jam 10 malam ke atas,” ujarnya.

“Dan pembatasan ini dilakukan di wilayah KPID Jawa Barat,” dia menegaskan.

Dedeh menyayangkan adanya anggapan negatif mengenai kebijakan tersebut. Pasalnya, KPID Jabar menetapkan aturan ini bertujuan untuk menjaga norma kesusilaan di kalangan anak-anak.

“Pasti ada pro dan kontra, tapi mudah-mudahan dengan surat edaran ini, masyarakat justru lebih aware. Itu kan lagu-lagunya mengajak ke persetubuhan, seks bebas, dan lain-lain. Tapi sekali lagi, kami bukan melarang (lagu itu), hanya membatasi jam siarnya,” ujar dia.

Dedeh menambahkan aturan ini bukan lah kali pertama. Pada 2016, KPID Jawa Barat bahkan sempat melarang penayangan lagu-lagu dangdut dengan lirik berkonten dewasa.

“Dulu ada lagu dangdut Hamil Duluan, kalau dinyanyikan anak-anak bagaimana? Ini 17 lagu bahasa Inggris masih mending karena tidak semua mengerti artinya, tapi bagi yang mengerti kan dengar anak-anak nyanyi lagu itu, jadi tidak baik,” dia menandaskan.

Surat yang ditandatangani Ketua KPID Jabar Dedeh Fardiah itu menyebutkan aturan tersebut berlandaskan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Penyiaran dan Peraturan KPI.

“Pasal 9 Ayat (1) & Ayat (2) Peraturan KPI No.02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran bahwa (1) program siaran wajib memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan yang dijunjung oleh keberagaman khalayak baik terkait agama, suku, budaya, usia dan/atau latar belakang ekonomi dan (2) Program siaran wajib berhati-hati agar tidak merugikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap keberagaman norma kesopanan dan kesusilaan yang dianut oleh masyarakat,” begitu bunyi peraturan landasan kebijakan mengenai pembatasan siaran lagu bahasa Inggris yang ditetapkan KPID Jawa Barat seperti diterima Liputan6.com, Selasa (26/2/2019).

“Pasal 20 Ayat (1) dan (2) Peraturan KPI No.02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran bahwa (1) Program siaran dilarang berisi lagu dan/atau video klip yang menampilkan judul dan/atau lirik bermuatan seks, cabul dan/atau mengesankan aktivitas seks (2) Program siaran yang menampilkan musik dilarang bermuatan adegan dan/atau lirik yang dapat dipandang menjadikan perempuan sebagai objek seks,” sambung pernyataan tersebut.

Aturan Bikin Penasaran

Pengamat sosial Budi Rajab menilai aturan itu di samping memberikan dampak positif yang sesuai dengan tujuan KPID Jawa Barat membatasi jam tayang lagu-lagu berkonten dewasa, tetapi ada dampak lain yang bakal terjadi di tengah masyarakat.

Menurut dosen Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran, Bandung ini, masyarakat justru akan penasaran dan mencoba mencari tahu mengenai lagu-lagu yang dibatasi penayangannya ini.

“Jadi awalnya mereka hanya menikmati lagu karena instrumentalnya yang enak, tetapi mereka tidak mengerti artinya karena menggunakan bahasa Inggris, tapi ada aturan ini justru mereka jadi penasaran, mengapa ini sampai dibatasi,” kata Budi Rajab kepada Liputan6.com, Selasa (26/2/2019).

Pasalnya, dia mengakui sulitnya membendung arus informasi saat ini. “Yang dibatasi, malah dicari-cari,” kata dia.

Untuk itu, Budi melanjutkan, KPID Jawa Barat harus memberikan penjelasan secara detail mengenai alasan penetapan aturan tersebut. “Diumumkan saja mengapa lagu ini dibatasi penayangannya. Semua harus jelas, sampai detail, kalau tidak detail, malah jadi banyak peluang,” dia menandaskan.

3 dari 6 halaman

Reaksi Praktisi Radio di Pantura

Edaran yang dikeluarkan KPID Jawa Barat tentang pembatasan siar 17 lagu berbahasa Inggris menuai reaksi dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya para pegiat radio yang ada di Cirebon.

Mereka menganggap 17 lagu yang masuk dalam edaran KPID Jabar tersebut tengah hits di telinga masyarakat Cirebon. Station Manager Pilar Radio Cirebon Lutfi mengatakan, sudah mendengar kabar beredarnya batasan siar dari KPID Jabar.

“Secara resmi saya belum lihat suratnya mungkin ada di kantor nanti saya lihat. Tapi dari kabar tersebut jika benar akan kami ikuti imbauan KPID,” kata dia, Selasa (26/2/2019).

Dia mengatakan, 17 lagu tersebut banyak diminta pendengar kaum milenial Cirebon. Dia sempat menyesalkan sikap KPID Jabar yang mengeluarkan edaran tersebut.

Menurutnya, edaran tersebut terbilang terlambat karena lagu tersebut sudah beredar lama.

“Tapi kan kami tidak bisa menyamakan pendengar entah itu pendengar tahu atau tidaknya lirik. Mungkin ada yang tahu tapi tidak sedetail yang didengar KPID, hanya menikmati musiknya saja,” kata dia.

Lutfi mengaku akan segera menyosialisasikan edaran KPID ke internal radio jika surat tersebut sudah resmi diterima olehnya. Lutfi mengaku siap tidak menyiarkan 17 lagu tersebut di bawah jam 22.00 WIB.

Jika ada pendengar yang meminta diputarkan lagu tersebut, Lutfi akan meminta penyiar untuk menolak secara halus.

“Ya kami paling bilang maaf lagu tersebut tidak ada di playlist kami. Apa mungkin ini (pembatasan siar) terkait undang-undang permusikan,” kata dia.

Music Director Shelter FM Helmi mengatakan, lagu-lagu yang diputar radio komersial di Cirebon didapat dari label musik. Namun, lagu tersebut dikirim dalam dua versi.

Versi pertama adalah lagu yang sudah diedit oleh label tersebut. Sedangkan, versi kedua adalah lagu yang tidak diedit, tetapi tidak boleh disiarkan oleh radio.

“Versi yang edit itu ketika ada lirik yang berbau negatif biasanya dihilangkan sedangkan versi yang full itu biasanya untuk konsumsi pribadi,” kata dia.

Helmi mengaku siap mematuhi edaran KPID Jawa Barat sejauh memberikan dampak positif bagi radionya. Menurut dia, lirik berbau negatif tersebut sudah ada sebelum KPID menyebarkan edaran.

“Dari label juga sudah disensor kok jadi kami sebenarnya aman tapi kami menghormati imbauan KPID,” kata dia.

Dia mengaku tidak memahami apa tujuan utama KPID menyebarkan edaran terkait pembatasan siar terhadap 17 lagu berbahasa Inggris itu.

4 dari 6 halaman

Polemik Lain di Aceh

Aturan terkait kesusilaan di daerah lain juga menuai polemik. Ini terjadi di Aceh. 

Beredar selentingan dari kalangan traveler menyoal banyaknya aturan yang perlu ditaati saat plesiran di Aceh.

“Banyak aturan yang tidak jelas ukurannya, misal di pantai harus pakai pakaian sopan. Sopan itu ukurannya bagaimana?” kata Nisa yang juga perempuan asli Aceh.

“Mungkin ini juga ya yang membuat turis asing mikir dua kali untuk liburan ke Aceh. Di Aceh gak bisa pakai bikini sembarangan kayak di Bali,” katanya.

Dalam Qanun Aceh nomor 8 tahun 2013 pasal 83 tertulis setidaknya ada dua pasal yang dianggap samar dan tidak jelas, yaitu poin (1) yang berbunyi: bagi wisatawan nusantara dan mancanegara diwajibkan berbusana sopan di tempat-tempat wisata. Dan poin (4) yang berbunyi: bagi masyarakat yang menonton pertunjukan/hiburan, dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.

“Itu kan aneh, bagaimana kalau yang menonton itu suami istri, masa mereka dipisah cuma karena menonton pertunjukan di Aceh, satu tempat cewek satu tempat cowok, untuk menunjukkan ini lho mereka dipisah laki-laki dan perempuan,” kata Nisa.

Kabupaten Bireuen bahkan lebih ekstrem. Pemkab setempat pada medio 2018 pernah menerbitkan surat edaran standardisasi kedai kopi dan restoran yang sesuai dengan syariat Islam.

Dari 14 poin imbauan dalam terbitan tersebut, setidaknya ada 2 poin yang paling menjadi sorotan, yaitu perihal larangan perempuan dan laki-laki bukan muhrim duduk satu meja, dan perihal larangan pramusaji melayani perempuan tanpa pendamping di atas pukul 21.00 WIB. Bagi Nisa, dua poin yang dipermasalahkan tersebut sangat aneh, membingungkan dan seperti dibuat-buat.

“Dilarang melayani wanita? Mengapa harus dilarang? Itu intimidatif sekali. Misal orang lapar, enggak boleh makan gitu? Haram satu meja, dari mana hukumnya kalau itu haram?” kata Nisa.

Nisa mengungkapkan, meski aturan Pemkab Bireuen secara teritori tidak masuk dalam wilayah tempatnya tinggal, namun Nisa mengaku kasihan dengan kaum wanita yang ada di Bireuen. Padahal sebagai anak Aceh, dirinya tahu betul bagaimana cara perempuan Aceh menempatkan diri dalam pergaulan.

Dia pun menyadari penerapan syariat Islam di Aceh memang harga mati dan tidak perlu dipersoalkan. Hanya saja, aturan yang dibuat perlu dilihat dari berbagai sudut pandang dan disosialisasikan terlebih dahulu agar tidak menjadi polemik dalam masyarakat.

5 dari 6 halaman

Permainan Sentimen dan Imajinasi

Negeri berjuluk Serambi Makkah ini sangat ketat memberlakukan berbagai aturan yang berkait dengan penegakan syariat.

Sejumlah payung hukum menjustifikasi pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Antara lain, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Istimewa Aceh, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Pemerintahan Aceh.

Selanjutnya, terdapat Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, yang secara rinci menjelaskan sejumlah aturan, seperti berduaan dengan bukan muhrim, judi, dan zina. Penghakimannya terdapat dalam Qanun Aceh No.7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat.

Belakangan, sejumlah kabupaten dan kota mengeluarkan berbagai aturan yang mengikat warganya dalam berprilaku. Sekali lagi, aturan-aturan ini muncul dalih Aceh merupakan selasar dari negeri dimana Islam berasal, yakni Makkah.

Sejak 7 Januari 2012 Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya mengeluarkan surat edaran yang melarang wanita dewasa duduk mengangkang saat berkendara. Pada 2018 lalu, Pemerintah Kabupaten Bireuen, mengeluarkan surat edaran mengenai standarisasi kedai kopi dan restoran.

Surat edaran itu tertandatangani pada 30 Agustus 2018 oleh Bupati Bireuen, Saifannur. Salah satu isinya melarang perempuan dan pria duduk dalam satu meja, kecuali bersama dengan muhrimnya.

Di tahun yang sama, Bupati Kabupaten Aceh Barat, Ramli, Ms mewajibkan warganya berbusana Islami jika ingin mendapat pelayanan administrasi di instansi setempat. Sang bupati tak segan-segan memecat kepala dinas yang intansinya yang memberi pelayanan terhadap warga tak berbusana Islami.

Aturan-aturan berselimut syariat di Aceh bukan tidak mendapat kritikan. Ada yang melihat penggembar-gemboran syariat Islam dalih ketidakmampuan pemerintah melahirkan produk yang lebih pragmatis, berkaitan dengan ekonomi politik (ekopol), misalnya.

“Perda yang diklaim syariat sebenarnya tidak mewakili syariat. Harusnya, ketika syariat itu datang, dia merespon persoalan riil kehidupan orang Aceh tentang ekopol, pertarungan sumber daya alam, kemiskinan, eksploitasi, perdagangan atau ekonomi yang adil, sebagai bagian dari pemulihan pasca konflik,” ujar Sosiolog yang saat mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Aceh, Affan Ramli kepada Liputan6.com, Selasa malam (26/2/2019).

Perda syariat lahir akibat imajinasi sempit para politisi. Politikus di Aceh tidak memiliki imajinasi syariat yang aplikatif untuk mewarnai kehidupan ekopol di Aceh. Sehingga, yang lahir hanya aturan-aturan nirguna, yang hanya menyentuh sisi tak kasat mata individu-individu di Aceh, yang harusnya menjadi tanggungjawab si individu tersebut.

“Karena tidak ada ide, jadi harus ditutupi dengan permainan sentimen-sentimen syariat dengan imajinasi syariat yang sangat sempit,” tegas Affan.

Pemerintah menutupi kegagalan-kegagalan dalam melahirkan produk yang lebih populis dengan melahirkan produk-produk berselimut syariat. Pada satu titik, kondisi ini hendak mengesampingkan aturan liyan yang sejatinya juga sangat mendasar dan perlu bagi kehidupan orang Aceh.

“Kondisi ini memaksa para profesor mengikuti selera para politisi. Saya pernah bertanya kepada seorang profesor, kenapa dimulai dari yang 4 itu, yang khalwat, maisir, khamr. Kenapa tidak dimulai dari perbankan yang ribawi itu diperbaiki dulu. Profesor bilang, karena masyarakat kita inginnya syariat yang ada cambuknya,” kata Juru Bicara Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Syariat (JMSPS) ini.

6 dari 6 halaman

Tak Ada Keluhan dari Wisman

Sedikit banyak, aturan-aturan berbasis qanun atau Perda syariah itu sangat berpengaruh pada kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Namun demikian Pemprov Aceh mengklaim kunjungan wisata ke daerah tersebut naik dari tahun ke tahun.

Data dari laman Pemprov Aceh mengungkap, pada 2017 terdapat peningkatan kunjungan wisata mencapai 2,9 juta orang, yang terdiri dari 2,8 juta wisatawan Nusantara, dan sisanya sekitar 78 ribu merupakan wisman.

Angka itu meningkat dibanding capaian 2016, yaitu 2,1 juta wisatawa Nusantara dan 76 ribu wisman. Pemprov memprediksi angka kunjungan wisatawan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2018 saja pemprov Aceh berani menaikan target kunjungan wisman menjadi 100 ribu orang.

Kabid Destinasi Pariwisata Aceh, Muzakir, saat dihubungi Liputan6.com menolak jika qanun atau perda syariah dianggap membatasi wisatawan yang ingin berkunjung ke Aceh, khususnya wisatawan mancanegara.

“Sejauh ini tidak ada komplain dari wisman. Mereka kalau ke Sabang ikut arahan kita, ikut kita kok,” kata Muzakir.

Meski demikian, Muzakir tidak tahu persis apakah perda pariwisata di Aceh menjadi penghalang bagi wisatawan untuk menjelajahi keindahan wisata alam Aceh. Namun yang pasti dirinya meyakinkan jika belum ada wisatawan yang komplain soal qanun pariwisata di Aceh.

“Maldives malah lebih syariah dari kita, wisman banyak juga di sana,” kata Muzakir.

Terlepas dari perda pariwisata, ada beberapa hal yang membuat pariwisata Aceh diklaim semakin berkembang. Selain branding “The Light of Aceh”, makin banyaknya ragam paket wisata dan minat yang tinggi dari masyarakat yang ingin terlibat di pariwisata juga menjadi pemicu utamanya.

Sejalan dengan itu, promosi pariwisata akan terus dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan, penguatan nilai-nilai budaya Aceh yang Islami, dan semangat branding wisata The Light of Aceh.

Berbekal Bahan yang Dibeli Online, Bocah AS Sukses Bikin Reaktor Nuklir di Kamar

Liputan6.com, Nashville – Tidak sembarang orang memiliki kemampuan yang mumpuni untuk membangun reaktor nuklir. Baru-baru ini, publik internasional dikejutkan oleh anak laki-laki bernama Jackson Oswalt (12) yang melakukannya di dalam kamar.

Pencapaian besar Oswalt bermula saat ia mengatakan tak ingin membuang waktu luang hanya untuk bermain game. Saat itu ia tertarik dengan nuklir, dan mulai menjelajah artikel di internet yang membahas hal tersebut.

Jadikan Kamar sebagai Laboratorium

Kamar tidur tua di rumahnya yang terletak di Memphis, Tennessee Amerika Serikat (AS), telah diubah menjadi laboraturium nuklir. Di ruangan tersebut terdapat peralatan untuk memanaskan gas deuterium dengan tegangan 50.000 volt listrik, seharga US$ 10.000 (sekira Rp 139.980.000).

Ia memulai proyeknya dengan membangun mesin baja yang terdiri atas vakuum, pompa, dan ruang khusus yang mampu menghancurkan atom bersama-sama, melalui kekuatan di pusat pemanas. Alat tersebut mengeluarkan semburan energi fusi. Proses ini secara ilmiah sebanding dengan cara matahari dan bintang-bintang lainnya membangun tenaga.

Anak laki-laki itu mengaku mendapatkan peralatan dengan membeli melalui situs jual-beli online di internet. Adapun uang didapatkan berkat dukungan finansial orangtuanya.

“Saya mengumpulkan daftar bagian yang saya butuhkan. Saya mendapatkan bahan-bahan itu dari eBay dan sering kali saya mendapatkan tidak persis seperti yang saya butuhkan. Jadi, saya harus memodifikasinya untuk dapat melanjutkan proyek saya,” kata Oswalt,  dikutip dari laman The Times pada Selasa (26/2/2019).

Oswalt mengaku mengandalkan percobaan (trial and error) untuk membangun reaktor nuklir. Hal itu dikarenakan tidak ada buku petunjuk yang secara rinci mengarakhan pembuatan dari step awal hingga akhir. Ia juga bergabung dengan forum daring yang berisi fisikawan amatir.

Oswalt juga sempat bertemu dengan Taylor Wilson, seoyang bergelut di bidang fisika nuklir dan sempat dinobatkan sebagai orang termuda pembuat reaktor nuklir pada usia 14 tahun. Sejak saat itu, Oswalt terinspirasi dan ingin memecahkan rekor baru.

Saat ini, Oswalt telah diakui sebagai bagian dari Open Source Fursor Research Consortium -sebuah kelompok penyuka hobi terkait pembuatan fusi nuklir. Ia juga dinyatakan sebagai pembuat reaktor temuda pada usia ke-12, beberapa hari sebelum ia berulang tahun.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Tanggapan Ayah Jackson Oswalt

Berbeda dari orangtua kebanyakan yang membatasi ketat keinginan anak, ayah Jackson Oswalt, Chris Oswalt mendukung anaknya. Ia memberikan bantuan finansial untuk proyek besar putranya.

Meskipun demikian, Chris mengaku tidak cukup paham dengan apa yang tengah dikerjakan Jackson Oswalt.

Sang ayah bahkan harus berkonsultasi dengan para ahli terkait bahaya yang berpotensi datang dari pembangunan reaktor nuklir. Ia khawatir apabila buah hatinya terkena radiasi tingkat tinggi atau tersengat listrik 50.000 volt yang digunakan untuk memanaskan plasma reaktor fusi.

Meskipun demikian, Chris selalu memantau anaknya, memastikan segala sesuatu berjalan dengan baik.

Di luar kekhawatiran itu, Chris mengaku sangat kagum dengan apa yang dilakukan putranya.

“Menjadi orangtua dari anak yang tergerak selama 12 bulan (untuk mengerjakan projeknya), benar-benar mengesankan. Maksud saya itu adalah penggilingan sehari-hari, Setiap hari belajar sesuatu yang berbeda, setiap hari gagal; dan (saya) mengawasinya mengerjakan semua itu,” katanya, sebagaimana dikutip dari Fox News pada Selasa (26/2/2019).

Sang ayah lebih bangga ketika mengetahui bahwa reaktor nuklir Jackson Oswalt telah diverifikasi oleh Richard Hull (72) seorang pensiunan insinyur elektronik. Hull mengatakan sang anak benar-benar menjadi orang termuda yang mebangun reaktor dan mencapai fusi.

Spanduk Dukungan Jokowi-Ma’ruf Amin Warnai Kampanye Prabowo dan Sandiaga Uno

Liputan6.com, Jombang – Munculnya gerakan atau sejumlah spanduk, banner, maupun baliho dukungan kepada calon presiden (capres) nomor urut satu Jokowi-Ma’ruf Amin, saat kedatangan capres nomor urut dua Prabowo Subianto, terus mewabah mirip seperti penyakit menular di Jawa Timur.

Setelah bentangan spanduk muncul di Surabaya, saat Prabowo menuju Ponpes Thoriqot Sathoriah An-Nahdliyyah Indonesia di Jalan Bogorami 1 Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu. Kini spanduk dengan kalimat yang hampir sama juga muncul di Jombang, Jawa Timur.

Banner dan baliho berukuran 3×4 meter tersebut berjajar di sepanjang jalan menuju pondok pesantren. Dua tulisan yang mecolok yakni, “Selamat datang Bapak Prabowo di Kabupaten Jombang, tetapi mohon maaf pilihan kami sudah tetap Jokowi – KH Ma’ruf Amin. Dan Pak Prabowo biarkan Pak Jokowi melanjutkan kinerjanya yang sudah baik, silahkan mencalonkan diri lagi tahun 2024″.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Yusuf Irfan mengaku tidak mempermasalahkan banner dan baliho ataupun yel-yel dukungan terhadap Jokowi saat kunjungan Prabowo ke Kabupaten Jombang.

“Kita tahu mereka bukan warga pesantren dan kita tidak mempermasalahkan hal itu,” ujarnya saat ditemui usai acara kunjungan Prabowo di Pondok Pesantren Majma’al Bahroin Hubbul Wathon minal Iman Shiddiqiyyah di Desa Losari Kecamatan Ploso, Jombang, Jawa Timur, Minggu, 24 Februari 2019.

Lelaki yang akrab disapa Gus Irfan menyebut bahwa pihaknya tidak akan mempersoalkan hal tersebut (banner dan baliho) selama tidak terjadi kontak fisik dengan para pendukung pasangan Prabowo-Sandi.

“Selama tidak ada kotak fisik, kita biarkan saja, itu hal yang lumrah dan kita yakini mereka bukan warga dari pesantren,” dia memungkasi.

2 dari 3 halaman

Sambutan untuk Prabowo di Surabaya

Sebelumnya, ratusan relawan Sedulur Dewe barisan pendukung Jokowi membentangkan spanduk, berorasi serta bernyanyi untuk menyambut kedatangan Capres Prabowo menuju Ponpes Thoriqot Sathoriah An-Nahdliyyah Indonesia di Jalan Bogorami 1 Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/2/2019).

Beberapa spanduk tersebut bertuliskan “Selamat Datang Bapak Prabowo Di Wilayah Bulak – Kenjeran, Kami Menyambutmu Sebagai Tamu Tapi Pilihan Kami Tetap Nomer 1 Jokowi – Ma’ruf Amin“.

Wiyono selaku kordinator relawan pendukung Jokowi menjelaskan, aksi yang digelar di persimpangan jalan KH. Tambak Deres tersebut merupakan inisiatif warga Bulak–Kenjeran dan sekitarnya, sekaligus menyampaikan ke capres Prabowo bahwa di daerah ini merupakan basis pendukung capres 01.

“Tujuannya kita menyampaikan bahwa ke Pak Prabowo, bahwa silahkan datang tapi aspirasi masyarakat di sini tetap ke Pak Jokowi,” kata Wiyono.

Sempat terjadi adu argumen antara relawan Jokowi dengan pendukung Prabowo di persimpangan Jalan Bulak Rukem, pasalnya orasi yang dilakukan relawan tersebut dianggap mengganggu proses kedatangan Prabowo. Kejadian ini berhasil dilerai tim Bawaslu bersama aparat keamanan.

Sedangkan, tim sukses Prabowo di Surabaya, Tri Susanti menilai, aksi yang dilakukan pendukung Jokowi di beberapa daerah untuk menyambut kedatangan capres 02, adalah suatu bentuk ketidakadilan dan menunjukkan sikap tidak saling menghormati.

“Kita sesuai izin adakan acara di pondok, tapi selalu menghadang setiap ada kunjungan capres maupun cawapres, kita tidak pernah melawanan. Tapi saat ini, kami siap menghadang juga, jangan biarkan terus-terusan, jangan dibiarkan dan kami butuh keadilan,” ucapnya.

“Seharusnya saling menghormati, di mana pun asalkan sesuai izin harusnya menjaga. Sering kali kami seperti ini. Pernah juga di daerah Asemrowo dan Tenggumung,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Sambutan untuk Sandiaga

Sandiaga Uno, calon wakil presiden pasangan Prabowo Subianto berkunjung ke NTT, Senin, (25/2/2019). Sandiaga tiba di Bandara Frans Seda sekitar pukul 07.20 Wita pagi tadi.

Kedatangan mantan wakil gubernur DKI ini disambut warga Sikka dengan pemasangan baliho Jokowi-Amin. Warga memasang spanduk besar bertuliskan “Selamat datang Capares Sandiaga Uno. Anda memasuki kawasan Jokowi-Maaruf“.

Spanduk itu dipasang warga persis di patung selamat datang, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kota Maumere.

Informasi yang dihimpun media ini, saat ini, spanduk itu sudah dibuka anggota Panwaslu Sikka. Setelah sampai, mantan wakil gubernur DKI ini akan bertolak ke Labuan Bajo, Manggarai Barat.


Simak video pilihan berikut ini: