Persiapan Debat Kedua Pilpres, Jokowi: Tunggu Hari Minggu

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar debat kedua pilpres di Hotel Sultan Jakarta, Minggu 17 Februari 2019. Debat antarcapres ini mengusung tema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam.

Lalu bagaimana persiapan capres petahana Joko Widodo atau Jokowi menghadapi debat kedua?

“Debat hari Minggu, kita tunggu Hari Minggu saja,” kata Jokowi usai menghadiri penggalangan dana dalam pameran dan lelang lukisan di Grand Ballroom Hotel Pullman, Jakarta Barat, Senin (11/2/2019).

Sebelumnya, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, tema debat kedua ini merupakan keseharian Jokowi selama menjabat sebagai presiden. Sehingga, Jokowi akan menyampaikan semua dasar-dasar pembangunan yang sudah diletakkannya.

“Dan utamanya ke depan bagaimana yang akan dilakukan dalam meletakkan pembangunan sumber daya manusia. Ini akan dibahas,” ucap Hasto melalui sebuah pernyataan tertulis, Rabu (6/2/2019).

Pengembangan SDM ini adalah urat nadi utama dalam aspek-aspek strategis terkait dengan kebijakan energi, lingkungan, pangan serta infrastruktur. Kolaborasi infrastruktur dasar dan SDM handal akan semakin memajukan Indonesia ke depan.

Hasto menyatakan, tentunya ada target baru yang ditetapkan dalam strategi debat dari hasil evaluasi debat pertama. Namun, semua akan berinti pada penampilan debat yang menyampaikan gagasan dengan baik.

“Jadi tetap muaranya adalah memberikan gagasan yang terbaik, sesuai dengan tema di dalam debat,” tukas Hasto.

2 dari 3 halaman

Pertanyaan Dirahasiakan

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan, pihaknya mendapat tuntutan yang sangat besar dari masyarakat pada debatcalon presiden (capres) yang akan digelar pada 17 Februari 2019. Menurut Arief, masyarakat ingin debat kedua Pilpres 2019 ini lebih menarik.

“Tuntutan publik cukup besar pada kami untuk membuat debat kedua ini jauh lebih menarik,” ujar Arief di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

Arief berdalih, debat putaran pertama bukan berarti tidak menarik. Namun, masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Salah satunya, terkait permintaan publik agar tak ada bocoran soal sebelum debat.

“Berbeda dengan yang pertama, maka di debat yang kedua kami dituntut untuk merahasiakan semua pertanyaan yang akan diajukan kepada pasangan calon Presiden,” kata Arief.

Dia mengatakan, permintaan itu dipenuhi KPU agar masyarakat benar-benar mengetahui kualitas serta visi dan misi calon orang nomor satu di negara ini melalui debat.

“Agar debat ini mampu mengirimkan pesan apa program visi misi dari masing-masing pasangan, calon karena sesungguhnya itulah tujuan utama dari kegiatan kampanye dalam bentuk debat antarcapres,” kata Arief.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *