BI: Rupiah Berada dalam Tren Penguatan

Liputan6.com, Jakarta Rupiah mengawali tahun 2019 ini dengan kondisi yang cukup baik. Bank Indonesia (BI) menyebutkan Rupiah saat ini tengah dalam tren menguat. Penguatan dimulai sejak akhir tahun lalu dan terus berlanjut pada Januari 2019.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan tren penguatan Rupiah tersebut dakan mendukung stabilitas harga di dalam negeri.

“Nilai tukar Rupiah dalam tren menguat sehingga mendukung stabilitas harga. Rupiah pada Desember 2018 secara rerata menguat sebesar 1,16 persen, meskipun secara point to point sedikit melemah sebesar 0,54 persen,” kata Perry di kantornya, Kamis (17/1/2019).

Dia mengungkapkan penguatan Rupiah antara lain dipengaruhi aliran masuk modal asing akibat perekonomian domestik yang kondusif dan imbal hasil domestik yang tetap menarik, serta ketidakpastian pasar keuangan global yang sedikit mereda.

“Dengan perkembangan yang cenderung menguat menjelang akhir tahun 2018, Rupiah secara rerata keseluruhan tahun 2018 tercatat mengalami depresiasi sebesar 6,05 persen, atau secara point to point sebesar 5,65 persen dibandingkan dengan level tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, depresiasi atau pemelahan Rupiah secara point to point tersebut lebih rendah dibandingkan dengan depresiasi mata uang negara lain seperti Rupee India, Rand Afrika Selatan, Real Brasil, dan Lira Turki.

“Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati risiko ketidakpastian pasar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya dengan tetap mendorong berjalannya mekanisme pasar, dan mendukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan,” jelas dia.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Rupiah Masih Melemah Sentuh Level Rp 14.170 per USD

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Kamis (17/1). Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp 14.134 per USD atau melemah tipis dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.127 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih melanjutkan pelemahannya usai pembukaan. Bahkan, Rupiah melemah drastis hingga sentuh Rp 14.170 per USD.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo optimis nilai tukar Rupiah akan begerak lebih stabil di tahun 2019. Salah satu yang membuat Rupiah lebih stabil adalah mulai kembalinya modal asing ke Indonesia.

“Masuknya modal asing akan mendorong Rupiah stabil di tahun ini. Tahun lalu Rupiah terdepresiasi di sekitar 5,8 persen di level Rp 14.100,” kata Perry, di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (16/1).

Selain itu, kondisi perekonomian domestik juga akan mendukung stabilitas Rupiah. Salah satunya defisit transaksi berjalan yang diprediksi lebih rendah.

“Pasar valas dalam negeri semakin berkembang, spot, swap, dan berlakunya DNDF (Domestic Non Delivery Forward) akan semakin mendukung stabilitas nilai tukar,” paparnya.


Reporter: Siti Nur Azzura

Sumber: Merdeka.com

Dalam 6 Bulan, SMF Telah Salurkan Rp 948 Miliar untuk KPR FLPP

Liputan6.com, Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), atau SMF kembali melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan Bank Penyalur KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Ini dilakukan untuk mewujudukan ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengungkapkan, penandatanganan ini merupakan kerjasama lanjutan setelah PKO sebelumnya yang ditandatangani bersama, PPDPP, SMF dan Bank Pelaksana, pada 14 Agustus 2018 lalu. Rencananya komitmen bersama ini akan ditegaskan ulang setiap tahun.

Ananta menyampaikan, sejak Agustus 2018 hingga saat ini, SMF telah berhasil merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP kepada 28.932 debitur. Adapun total penyaluran dana mencapai Rp 948 miliar, melalui 10 bank penyalur KPR FLPP yang merupakan bagian dari realisasi program FLPP 2018 sebesar Rp 5,896 triliun.

“Realisasi penyaluran KPR FLPP tersebut merupakan komitmen SMF dalam Program Penurunan Beban Fiskal direalisasikan melalui pemberian dukungan kepada Pemerintah lewat program KPR FLPP, yang berkoordinasi dengan BLU PPDPP, Kementerian PUPR,” ujarnya dalam penandatangan perjanjian kerjasama, di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Ananta mengaku yakin dengan adanya sinergi yang kuat, program sejuta rumah dapat tercapai dan memberikan kontribusi luar biasa bagi perekonomian Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan rumah.

Dukungan dari SMF, kata Ananta, juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan penyaluran KPR FLPP dalam ketersediaan likuiditas bagi penyaluran KPR FLPP. Sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang memperoleh fasilitas KPR FLPP di samping adanya penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect.

2 dari 3 halaman

Kurangi Beban Fiskal

Ananta mengatakan, adanya Surat Menteri Keuangan, No. S-163/MK.6/2018 tanggal 12 April 2018, perihal penurunan beban fiskal dalam KPR program FLPP dan SSB, dan Keputusan Menteri PUPR No 463/KPTS/M/2018, tentang proporsi pendanaan kredit atau pembiayaan pemilikan dan perumahan rakyat, menjadi dasar bagi SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV) menjalankan fungsi sebagai fiscal tools pemerintah dalam penyediaan dana jangka menengah panjang guna merealisasikan penurunan beban fiskal pemerintah.

Adapun dalam program penyaluran KPR FLPP ini, SMF memiliki peran dalam mengurangi beban fiskal pemerintah dengan membiayai porsi 25 persen pendanaan KPR FLPP. Sehingga pemerintah hanya menyediakan 75 persen dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90 persen.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Impor Minyak Mentah Jadi Penyebab Utama Defisit Neraca Perdagangan

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2018 mengalami defisit sebesar USD 8,57 miliar. Angka defisit tersebut terbesar sejak tahun 1975.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Daerah Penghasil Migas Andang Bachtiar mengatakan, defisit neraca perdagangan Indonesia kali ini disebabkan oleh tingginya impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan BBM dalam negeri dan semakin turunnya produksi minyak mentah.

“Nilai impor minyak Indonesia meningkat dari USD 24,3 miliar pada 2017 menjadi USD 29,8 miliar pada 2018. Meningkatnya impor minyak mentah dan BBM menjadi penyebab utama defisit neraca perdagangan yang terburuk sepanjang berdirinya republik,” kata Andang dalam diskusi publik Outlook Energi dan Pertambangan Indonesia 2019, di Kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Pemerintah perlu dengan serius mengatasi defisit neraca perdagangan, terutama menekan laju impor. Sebab dia menilai, impor minyak Indonesia pada 2025 diproyeksikan dapat meningkat tiga kali lipat dibandingkan saat ini.

“Jadi ini pekerjaan rumah besar karena impor minyak kita 2025 dalam rencana energi nasional tiga kali lipat dari yang sekarang impor kita,” imbuhnya.

Dia berharap dengan berbagai kebijakan pemerintah saat ini, termasuk impementasi penerapan biodisel atau B20 dapat menekan impor. “Tapi harus terus menerus kita kawal kita teriakkan ini bagian yang mencederai dari makro ekonomi kita,” pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Transaksi Nonmigas Anjlok Jadi Penyebab Defisit Neraca Perdagangan

Sebelumnya, Ekonom Faisal Basri mengatakan, penyebab defisit neraca perdagangan Indonesia bukan berasal dari lonjakan bahan bakar minyak (BBM) yang tinggi. Meski tercatat defisit minyak (minyak mentah dan BBM) melonjak 37 persen dari USD 14,6 miliar pada 2017 menjadi USD 20,0 miliar di 2018, namun itu bukan faktor penyebab utama defisit.

Sementara, jika meliputi gas, bahkan lonjakan defisit migas lebih tinggi lagi yaitu sebesar 44,2 persen. Dari USD 8,6 miliar tahun 2017 menjadi USD 12,4 miliar di 2018. 


“Tak kurang, Kepala Badan Pusat Statistik (Suhariyanto) pun mengatakan penyebab defisit perdagangan 2018 adalah defisit migas,” kata Faisal Basri dikutip dari halaman resminya, Rabu (16/1/2019).

Faisal menekankan, penyebab utama defisit neraca perdagangan Indonesia bukan berasal dari defisit migas. Menurutnya, jika ditelusuri lebih seksama, penyebab utama lonjakan defisit tersebut karena kemerosotan tajam pada transaksi perdagangan nonmigas.

Bahkan tak tanggung-tanggung, surplus perdagangan nonmigas, kata dia anjok sebesar 81,4 persen. Dari USD 20,4 miliar tahun 2017 menjadi hanya USD 3,8 miliar tahun 2018.

“Surplus perdagangan nonmigas yang terpangkas sangat dalam bukan disebabkan oleh penurunan ekspor superit terjadi tahun 2013. Pada tahun 2018, ekspor justru masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” sebut Faisal.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Jejak Tony Prasetiantono dalam Perekonomian Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Universitas Gadjah Mada berduka. Rabu malam (16/1/2019) Ekonom yang juga dosen Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta A. Tony Prasetiantono tutup usia.

Berpulangnya A. Tony Prasetiantono dikabarkan oleh Ketua Harian Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) yang juga Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia Bapak A. Tony Prasetiantono,” kata Budi kepada Liputan6.com, Kamis (17/1/2019).

Tony meninggal di Jakarta pada Hari Rabu, 16 Januari 2019 pukul Jam 23.30 WIB. Saat ini, jenazah berada di jakarta dan pagi ini, 17 Januari 2019 direncanakan tiba di Jogja.

Nantinya jenazah Tony akan disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Kompleks Pesona Merapi Blok J78, Sleman. Tony Meninggalkan istri bernama Eva Supita Dewi dan seorang anak Meidyana Sashaputri.

Menurut Budi, Tony merupakan sosok intelektual yang baik dan humoris. “kita sangat kehilangan. Semoga almarhum mendaoat tempat di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Amin,” kata Budi.

Tony Prasetiantono merupakan ekonom sekaligus dosen senior Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada. Tulisan-tulisannya mengenai ekonomi kerap hadir di berbagai media di Indonesia.

2 dari 5 halaman

Latar Belakang Pendidikan

Anthonius Tony Prasetiantono lahir di Muntilan, Jawa Tengah 27 Oktober 1962. Ia tercatat sebagai alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Pada 1986 Ia lulus dengan predikat cum laude dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Tony juga merupakan mahasiswa teladan I di Universitas Gadjah Mada. Tony kemudian terdaftar sebagai dosen tetap di FEB UGM sejak 1986.

Pada tahun 1991 Tony melanjutkan studi masternya dan berhasil meraih gelar Master of Science (MSc) dari University of Pennsylvania, Philadelphia, Amerika Serikat. Kemudian pada 2005 gelar Ph.D berhasil diraih Tony dari Australian National University, Australia.

3 dari 5 halaman

Menduduki Jabatan Penting pada sektor Perekonomian Indonesia

Sejak 1986 hingga saat ini Tony tercatat sebagai dosen tetap Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Pada 2010 hingga 2018 Tony menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada. Tak hanya itu, Tony pernah memegang sejumlah jabatan penting di luar UGM.

Tony juga tergabung dalam grup riset bidang ekonomi pembangunan, ekonomi moneter, klaster ekonomi dan biokimia.

Tony sempat menduduki jabatan-jabatan penting pada bidang perekonomi di Indonesia. Di antaranya pernah menjabat komisaris independen Bank Mandiri tahun dari 2003 hingga 2005. Kemudian menjadi Chief Economist Bank BNI sejak September 2006 hingga 2010.

Sejak tahun 2011, Tony menjabat menjadi komisaris independen Bank Permata. Tony juga pernah menjadi anggota komite informasi di Lembaga Penjamin Simpanan pada 2009-2010 dan anggota Komite Seleksi Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) pada 2017.

Tony tercatat sebagai member Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI)sejak 2017 hingga 2020 mendatang.

4 dari 5 halaman

Aktif Menulis

Dalam bidang perekonomian Tony dikenal aktif menulis di berbagai kolom media nasional. Tulisan-tulisannya merupakan pengamatan Tony mengenai ulasan berbagai perkembangan ekonomi di Indonesia. Pada tulisan-tulisanya Tony juga menyampaikan gagasan bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Sejak 2009 Tony juga tercatat sebagai anggota Dewan Redaksi Majalah Prisma. Majalah Prisma merupakan majalah yang fokus pada jurnal pemikiran sosial ekonomi.

Beberapa tulisan kolom Tony Sempat diterbitkan menjadi beberapa buku, antara lain, Rambu-rambu yang Diabaikan (2005); Keluar dari Krisis: Analisis Ekonomi Indonesia (2000); dan Agenda Ekonomi Indonesia(1995).

Pria penikmat aliran musik jazz ini juga sempat terlibat dalam beberapa penelitian pada tahun 2000 ia melakukan penelitian terkait evaluasi dan implementasi program subsidi kredit untuk usaha kecil di Bank Indonesia.

Lalu pada 2003 Tony melakukan penelitian di Australian National University mengenai Indonesia Update Annual Conference. Ia juga mengerjakan project Indonesia CEO Gathering pada tahun 2003. Sebelumnya, pada 1996-2000 ia pernah meneliti Pertamina.

5 dari 5 halaman

Ekonom senior

Tony Prasetiantono merupakan ekonom senior yang sudah malang melintang di bidang makro ekonomi dan ekonomi pembangunan dan perbankan.

Pemikirannya turut menjadi sumbangsih untuk menjaga kestabilan perekonomian Tanah Air.

Ia pernah mengatakan, minimnya risiko Indonesia terkena krisis tak lepas dari kebijakan yang diambil oleh pemerintahan.

Kebijakan pemerintahan dalam hal ini, tentu policy mix, yaitu kombinasi kebijakan moneter dan fiskal. Tetapi proyek infrastruktur tetap menjadi panglima. Semua pihak mengakui itu,” ujar Tony pada Rabu (12/9/2018).

Selain kebijakan pemerintah di ranah moneter dan fiskal, lanjut dia, ada dua faktor positif yang mendukung analisis Nomura. Pertama, banyaknya proyek infrastruktur strategis yang menjadi daya tarik investor asing untuk menanamkan modal ke Indonesia sehingga mampu menangkal krisis.

”Tidak hanya strategis, proyek-proyek infrastruktur tersebut menjadi daya tarik karena efisien dan daya saingnya meningkat drastis. Ini yang membuat investor asing terkesan,” kata dia.

Kedua, kondisi sektor perbankan yang baik. Saat ini Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal perbankan berada di angka 22 persen. Hal itu menjadi garansi tidak akan terjadi krisis ekonomi yang berasal dari sektor perbankan, seperti terjadi pada krisis 1998.

”Bank masih bisa memberikan kredit (lending) dengan ekspansi 9 sampai 10 persen. Suatu hal yang tidak terjadi pada krisis 1998 lalu,” lanjut dia.

Kendati Indonesia berisiko kecil terpapar krisis, Tony tetap berharap pemerintah bisa mengendalikan defisit transaksi berjalan (CAD) yang mencapai 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Caranya adalah dengan mengerem proyek-proyek berbasis impor atau menggunakan devisa negara.

KPU Akan Bentuk TPS di Lapas-Rutan yang Jumlah Pemilihnya Cukup

JakartaKomisi Pemilihan Umum (KPU) akan membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus untuk lapas dan rutan. Namun, tidak semua lapas dan rutan bisa mempunyai TPS.

“Kalau lapas, rutan yang cukup jumlah pemilihnya akan ada TPS. Namun ada juga lapas di daerah mungkin pemilih yang penuhi syarat cuma 10 atau 20 itu akan dimasukkan ke TPS terdekat,” ucap Ketua KPU RI Arief Budiman kepada wartawan di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (17/1/2019).

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bisa memilih calon anggota legislatif jika lapas yang ditempati sama dengan alamat tinggalnya. Jika tidak, mereka hanya memilih calon presiden dan wakil presiden.

“Kalau warga sini, misal DKI, maka dia dapat surat suara (Caleg) Dapil DKI. (Kalau bukan), cuma surat suara presiden dan wakil presiden,” ucap Arief.

Saat ini, hanya 31 persen dari 245.694 WBP se-Indonesia yang masuk Daftar Pemilih Tetap. Mereka yang tidak masuk terhambat oleh ketiadaan e-KTP.

Untuk itu, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) akan melakukan rekam dan cetak KTP-el di seluruh Indonesia dari 17 sampai 19 Januari 2019. Semua WBP diharapkan bisa menggunakan hak suara pada Pemilu 2019.

“Itulah tugas kami tiga hari ini (rekam dan cetak KTP-el di Lapas dan Rutan). Kalau kurang nanti kita bikin lagi (sesi ke 2). Persiapan sudah lama, berbulan-bulan. Ini agar negara hadir untuk lindungi hak pilih warga negaranya,” ucap Menkum HAM Yasonna Laoly.
(aik/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Baru 31% Napi Masuk DPT, Kemenkum HAM Kebut Pendataan e-KTP

Jakarta – Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkum HAM) mencatat hanya 31 persen Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Untuk itu, Kemenkum HAM mengebut pendataan dalam waktu tiga hari dengan rekam dan cetak KTP-el di Lapas dan Rutan.

Dengan memiliki e-KTP, para napi akan masuk ke dalam Data Pemilih Tambahan (DPTb). Untuk itu, Menkum HAM, Yasonna Laoly meminta jajarannya untuk menyelesaikan sisa 69 persen napi yang belum memiliki e-KTP.

“Itulah tugas kami tiga hari ini (rekam dan cetak KTP-el di Lapas dan Rutan). Kalau kurang nanti kita bikin lagi (sesi ke 2). Persiapan sudah lama, berbulan-bulan. Ini agar negara hadir untuk melindungi hak pilih warga negaranya,” ucap Yasonna kepada wartawan di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (17/1/2019).

Warga Binaan Pemasyarakatan di Indonesia ada 245.694 orang. Kebanyakan dari yang belum memiliki e-KTP karena lupa Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Nggak ingat NIK, ada saat ditangkap KTP hilang atau tidak dimunculkan karena takut dan sebagainya,” ucap Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami di lokasi yang sama.

Sementara itu, Ketua KPU RI Arief Budiman menyambut baik kegiatan rekam dan cetak e-KTP di seluruh Lapas dan Rutan di Indonesia. Dengan begitu, hak memilih masyarakat bisa terjamin.

“Setiap warga negara yang penuhi syarat, harus kita jamin mereka bisa gunakan hak pilih,” ucap Arief.
(aik/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dihapus Kemendikbud, SKTM Tetap Digunakan untuk Penerimaan Siswa Baru di DKI

Liputan6.com, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta masih menerapkan sistem pendaftaran penerimaan didik baru (PPDB) menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto menyebut penerapannya hanya bagi anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah.

Bagi kelompok ini disediakan jalur afirmasi dalam PPDB. Sementara, anak yang telah memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak perlu menggunakan SKTM ketika mendaftar.

“SKTM dipakai untuk anak yang tidak sekolah, kan anak tidak sekolah tidak menerima KJP. Agar mereka bisa sekolah, maka difasilitasi melalui jalur afirmasi dan bukti yang ditunjukkan adalah SKTM,” kata Bowo di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2019).

Bowo berharap keberadaan jalur afirmasi mendorong semakin banyak anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah mulai melanjutkan pendidikannya. Pemprov DKI menyediakan kuota lima persen dari jumlah keseluruhan peserta PPDB untuk jalur ini.

Jalur afirmasi tersebut untuk pertama kali dibuka pada tahun ajaran 2018/2019 dan dengan jumlah yang tidak banyak.

“Mudah-mudahan pada tahun ini tambah lagi, udah cukup waktu untuk tersosialisasikan,” jelasnya.

2 dari 2 halaman

Kemendikbud Hapus Jalur SKTM

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menghapus jalur Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020.

Penghapusan itu tercantum dalam Permendikbud No.51/2018 tentang penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020. Menurut Muhadjir, keputusan tersebut untuk menghindari penyalahgunaan SKTM.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Mobil Made in Bandung Ini Punya 8 Roda, Bagaimana Cara Jalannya?

Bandung – Mobil Toyota All New Limo keluaran 2013 asal Bandung memang memiliki tampilan unik. Mobil ini memiliki delapan roda yang seluruh bisa bergerak secara bersamaan.

Pemilik mobil beroda delapan Roni Gunawan menjelaskan, proses pembuatan mobil roda delapan ini telah dimulai sejak Agustus 2018 lalu. Dalam pembuatannya dia dibantu oleh dua tukang las dan dua tukang cat.

Ide awal pembuatannya juga dari coba-coba. Roni memanfaatkan beberapa bagian kendaran yang sudah tidak terpakai di bengkel GR Taksi tempatnya bekerja. Kebetulan dia merupakan kepala bengkel di perusahaan taksi tersebut.
” Kita modifikasi mobil ini kita tidak dikonsep. Hanya coba-coba saja, langsung praktekin,” katanya, saat ditemui di bengkel GR Taksi, Jalan Babakan Cibeureum, Kota Bandung, Rabu (16/1/2018).

Untuk mewujudkan idenya itu, ada beberapa bagian body mobil yang diubah. Terutama di bagian body mobil belakang dan roda belakang. Dia mengubah bagian saya bagian roda bawah dan mengubah sasis agar tambahan roda bisa terpasang dengan baik.

“Bagian yang diubah, body dalem, ubah sasis. Pintu belakang jadi enggak ada. Terus ban juga kita pasang enam di belakang,” ucapnya.

Istimewanya, ke enam roda belakang yang terpasang semuanya bisa bergerak. Dia menggunakan sistem layaknya gear penggerak di sebuah mesin. Dua roda yang menempel di bagian tanah dan satu roda di bagian atas menempel ke roda lainnya.

Roda bagian belakang juga tidak tersambung dengan mesin, karena Toyota All New Limo tahun 2013 memiliki penggerak mesin di bagian depan. “(Ban) yang di atas kan bisa berputar. Supaya nempel terus (ban satu dengan laiinnya) di tarik sama per (yang dipasang di antara ban bagian bawah dan atas),” ucapnya.

Dia menambahkan, pembuatan mobil roda delapan ini belum selesai seluruhnya. Saat ini dia perkirakan progresnya baru sekitar 80 persen. Karena bagian interior belum mendapat sentuhan apapun.

“Sampe sekarang belum selesai. Interior kan belum ini baru 80 persen lebih,” katanya. (dry/ddn)

Bagaimana Menata Industri Pariwisata Indonesia yang Rentan Bencana?

Liputan6.com, Jakarta – Pariwisata di Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Data World Travel and Tourism Council (WTTC) melaporkan bahwa Top-30 Travel and Tourism Countries Power Ranking yang didasarkan pada pertumbuhan absolut pada periode 2011 dan 2017.

Untuk empat indikator perjalanan dan pariwisata utama menunjukkan Indonesia berada pada nomor 9 sebagai negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia. Sedangkan China, Amerika Serikat, dan India menempati posisi tiga besar.

Untuk kawasan Asia, Indonesia berada di nomor ketiga setelah China dan India. Sedangkan untuk di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia terbaik diantara negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand yang berada di nomor 12.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, pariwisata Indonesia punya banyak keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif yaitu sektor pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar..

Pada 2019, pariwisata Indonesia ditargetkan menjadi yang terbaik di kawasan regional, bahkan melampaui ASEAN. Country Branding Wonderful Indonesia menempati ranking 47 dunia, mengalahkan country branding Truly Asia Malaysia (ranking 96) dan country branding Amazing Thailand (ranking 83).

Jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia terus mengalami peningkatan sebesar 55 persen secara absolut, dari 2014 sebesar 9 juta, menjadi 14 juta pada 2017. Sektor pariwisata jadi penghasil devisa terbesar. Pada 2019, industri pariwisata diproyeksikan menyumbang devisa terbesar di Indonesia yaitu 20 miliar dolar AS.

Dampak devisa yang masuk langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Di sejumlah daerah, sektor pariwisata sudah mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan makin meningkatkan masyarakat sekitarnya. Contohnya, pengembangan pariwisata Danau Toba telah meningkatkan PAD Kabupaten Samosir naik 81 persen dalam kurun waktu 2016-2017.

Namun sayangnya, industri pariwisata Indonesia sangat rentan bencana dan kalau tidak dikelola dengan baik, dampaknya akan mempengaruhi ekosistem pariwisata dan pencapaian target kinerja pariwisata.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam rilis yang diterima Liputan6.com, bencana merupakan salah satu faktor yang sangat rentan mempengaruhi naik turunnya permintaan dalam industri pariwisata.. Beberapa kejadian bencana telah menyebabkan dampak industri pariwisata, mulai dari erupsi Gunung Merapi pada 2000 sampai tsunami di Selat Sunda pada Desember 2018 lalu.

2 dari 2 halaman

Risiko Bencana Bisa Dikurangi

Menurut Sutopo, hal itu menjadi menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Masih menurut Sutopo, mitigasi bencana harus ditempatkan menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan sektor pariwisata.

Mitigasi dan pengurangan risiko bencana sebaiknya ditempatkan sebagai investasi dalam pembangunan pariwisata itu sendiri. Penataan ruang dan pembangunan kawasan pariwisata harus memperhatikan peta rawan bencana sehingga sejak perencanaan hingga operasional dari pariwisata itu sendiri selalu mengkaitkan dengan ancaman bencana yang ada.

Rencana pembangunan 10 Bali Baru atau 10 destinasi pariwisata prioritas yang akan dibangun yaitu Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi, Mandalika, Morotai dan Labuan Bajo sebaiknya juga mengkaitkan mitigasi dan pengurangan risiko bencana sehingga daerah pariwisata tersebut aman dari bencana.

Faktanya 8 dari 10 daerah prioritas pariwisata tersebut berada pada daerah yang rawan gempa, dan sebagian tsunami. Ditambah lagi, investasi pengembangan 10 detinasi pariwisata prioritas dan kawasan strategis pariwisata nasional tersebut sangat besar yaitu Rp 500 triliun.

Koordinasi perlu dilakukan dengan berbagai pihak. Pentahelix dalam pembangunan pariwisata dan penanggulangan bencana yang melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha/usahawan, akademisi, masyarakat, dan media hendaknya didukung semua pihak.

Bencana adalah keniscayaan. Namun risiko bencana sebenarnya bisa dikurangi sehingga dampaknya dapat diminimumkan dengan upaya mitigasi dan pengurangan bencana. Di balik berkah keindahan alam Indonesia juga dampat menyimpan musibah terutama bagi dunia pariwisata kalau tidak dikelola dengan baik.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Harga Emas Naik Didorong Ketidakpastian Brexit

Liputan6.com, New York – Harga emas naik tipis pada hari Rabu (Kamis WIB) karena ketidakpastian Brexit di Inggris dan penutupan sebagian pemerintah Amerika Serikat (AS). Adanya ekspektasi jeda dalam siklus kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed juga mengangkat harga emas.

Dilansir dari Reuters, Kamis (17/1/2019), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.292,51 per ounce. Harga emas berjangka AS menguat 0,4 persen menjadi USD 1.293,8 per ounce.

Emas berjuang untuk menembus level USD 1.300, meskipun permintaan fisik untuk koin emas telah meningkat di Inggris karena ketidakpastian tentang hubungannya di masa depan dengan Uni Eropa.

“Lingkungan makro masih terlihat sangat positif untuk emas, mengingat kami perkirakan dolar AS akan melemah dan The Fed kemungkinan tidak akan mulai menaikkan suku bunga hingga paruh kedua tahun ini,” kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank.

Investor tetap khawatir ketika data yang lebih lembut dari seluruh dunia meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi global melambat, menambah daya tarik untuk emas, dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik, kata para analis.

Risiko terhadap pemulihan ekonomi AS, termasuk penutupan sebagian pemerintah, telah memperluas permintaan hawkish di antara pejabat Federal Reserve untuk bersabar sebelum menaikkan suku bunga lagi. Emas cenderung naik karena ekspektasi suku bunga yang lebih rendah.

Sementara itu, pemerintah Perdana Menteri Inggris Theresa May memenangkan suara tidak percaya pada hari Rabu, dengan 325 suara versus 306, yang berarti bahwa May sekarang akan terus maju untuk menemukan konsensus tentang bagaimana untuk melanjutkan rencana Inggris keluar dari Uni Eropa, setelah kesepakatan yang diusulkannya ditolak oleh parlemen.

Tak hanya emas, harga platinum naik 1,5 persen menjadi USD 805 per ounce, sementara perak naik 0,1 persen menjadi USD 15,59. Palladium melonjak ke tertinggi sepanjang masa dari USD 1.358,5 per ounce, dan terakhir naik 3 persen pada USD 1,358.

George Gero, Direktur Pelaksana di RBC Wealth Management, mencatat permintaan tinggi dari industri mobil yang menggunakan paladium semakin banyak dan pasokan yang lebih rendah mendorong harga lebih tinggi.