Persebaya Vs PSIS: Tetap Serius di Laga Pamungkas

Di sisi lain, masih era Perserikatan, Persebaya dan PSIS dikenal menjalin rivalitas. Pada musim 1986-87, kedua tim berjumpa di final untuk memperebutkan gelar. PSIS akhirnya keluar sebagai juara setelah menang 1-0.

Pada musim1987-1988, Persebaya menyimpan dendam kepada PSIS karena hasil itu. Persebaya kemudian berusaha menyingkirkan PSIS di babak penyisihan dan membuat mereka gagal lolos ke babak gugur.

Rivalitas keduanya memang sudah menjadi cerita masa lalu. Kedua kelompok suporter juga sudah memiliki hubungan yang baik.

Pada putaran pertama Liga 1 2018, PSIS mampu mengamankan poin penuh saat menjamu Persebaya di Stadion Moch Soebroto, Magelang (22/7/2018). Namun, situasi tim mengalami perubahan karena saat itu Persebaya masih ditangani Angel Alfredo Vera.

PSIS kini akan menghadapi Persebaya dikenal sebagai The Giant Killer atau pembunuh raksasa sejak dilatih Djanur. Tim tuan rumah memiliki catatan apik dengan membukukan empat kemenangan beruntun di kandang.

“Saya berharap melawan PSIS, mereka (Persebaya) punya titik lemah. Saya yakin pasti semua tim ada titik lemahnya. Tadi malam saya berdoa agar Persebaya Surabaya tidak seganas saat lawan tim papan atas,” ungkap Jafri Sastra, pelatih PSIS, diiringi dengan tawa.

Berdasarkan catatan pertemuan, PSIS dan Persebaya sudah dua kali berjumpa sejak musim 2017. Selain putaran pertama, keduanya pernah bertarung dalam babak perempat final Liga 2 musim lalu, hasilnya Persebaya menang 1-0 (15/11/2017).

Jafri meminta kepada anak asuhnya untuk bekerja sama agar bisa mencuri poin. Dia cukup mewaspadai Persebaya, yang dikenal bermain agresif melawan klub manapun.

PSIS bukannya tidak memiliki pemain andalan selama di Liga 1. Klub Mahesa Jenar itu mengandalkan ketajaman dua penyerang, Bruno Silva dan Hari Nur Yulianto. Keduanya merupakan pemain paling produktif dengan masing-masing mengoleksi 16 dan 11 gol.

“Saya selalu mengedepankan team work. Siapapun yang main, seberapa bagusnya pemain itu, tetap harus kerja sama tim. Tidak ada instruksi agar Bruno cetak gol biar top scorer. Dia bisa saja cetak gol asalkan tidak pakai tangan saja,” imbuh Jafri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *