Ke Indonesia, Park Bo Gum Kenang Lagu Chrisye yang Pernah Ia Nyanyikan

Aktor kelahiran Seoul, Korea Selatan pada 1993 ini mengatakan salah satu kenangannya adalah saat ia menyanyikan lagu mendiang Chrisye, sementara penggemar ikut bernyanyi bersamanya.

“Semua berkesan, tanggal 17 November 2017, saya menyanyikan lagu “Untukku”. Itu berkesan sekali bagiku. Kalau Januari 2017 ‘Oh Happy Day’, maunya bahagia untuk semua,” tutur Park Bo Gum.

Kenangan lain adalah ketika alumnus Myongji University itu bermain tali bersama penggemar dan memasak di atas panggung.

Bale Tak Pernah Punya Masalah dengan Ronaldo

JakartaGareth Bale bicara soal hubungannya dengan Cristiano Ronaldo selama di Real Madrid. Dia menegaskan tak pernah punya masalah dengan mantan rekannya tersebut.

Sejak gabung Madrid pada 2013, Bale jadi salah satu andalan di lini serang bersama Ronaldo. Meski demikian, Bale dan Ronaldo diklaim tak selalu akur.

Media Spanyol sempat menyoroti hubungan Bale dan Ronaldo di Madrid. Hubungan keduanya diyakini tak selalu harmonis.

Pada 2015, misalnya, Ronaldo sempat dikabarkan marah-marah gara-gara Bale. Sebabnya, winger asal Wales itu dinilai terlalu egois saat bermain.

Bale belum lama ini bicara soal hubungannya dengan Ronaldo dalam wawancara dengan BT Sport. Dia memastikan tak pernah ada masalah antara dirinya dan Ronaldo.

“Cristiano adalah pemain luar biasa. Saya benar-benar enjoy bermain bersamanya,” kata Bale kepada BT Sport.

“Jelasnya media hanya mencoba mengangkat masalah-masalah yang sebenarnya tak pernah terjadi. Kami punya hubungan yang baik.”

“Dia adalah pemain luar biasa dan telah melakukan banyak hal untuk tim lewat gol-gol yang dibuat. Dia adalah pemain luar biasa dan masih terus seperti itu,” lanjut dia.

(nds/yna)

Kesultanan Bacan Melintasi Zaman: Kami Tak Pernah Dijajah Belanda

Labuha – Di untaian Kepulauan Rempah-rempah, ada Kesultanan Bacan yang melintasi zaman sejak abad-abad silam. Aroma cengkih membuat bangsa-bangsa asing bernafsu menaklukkan kerajaan ini. Namun Kesultanan menegaskan, Belanda tak pernah berhasil menjajah Bacan.

“Bacan ini paling anti-Belanda. Di Bacan ini tidak ada penjajahan,” kata Jogogu/Perdana Menteri Kesultanan Bacan, Datuk Alolong Harmain Iskandar Alam, di Keraton Kesultanan Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (4/3/2019).

Di keraton ini, foto dan lukisan para Sultan dipajang. Foto hitam putih dari puluhan tahun silam hanyalah sedikit kenangan yang bisa menggambarkan perjalanan Kesultanan Bacan. Pangkal sejarah Bacan jauh lebih tua dari foto-foto ini, yakni bermula dari Abad ke-14, era sejarah dan mitos berkelindan.


Dikisahkan, Bacan merupakan keturunan kerajaan tertua dari Moloku Kie Raha (Persatuan Empat Kerajaan), yakni Makian, Jailolo, Ternate, dan Tidore. Kerajaan di Makian berpindah ke Pulau Kasiruta karena letusan Gunung Kie Besi. Dari Pulau Kasiruta yang kini dikenal karena batu bacan Doko itu, pusat pemerintahan berpindah ke Pulau Bacan yang sekarang, pulau yang kini punya luas 2.053 km persegi.

Kesultanan Bacan Melintasi Zaman: Kami Tak Pernah Dijajah BelandaKeraton Kesultanan Bacan (Agung Pambudhy/detikcom)

Keraton di pinggir jalan kawasan Labuha ini juga bukanlah keraton yang pertama, karena keraton lama telah dibom sekutu pada paruh awal Abad 20. Sekilas, keraton ini lebih mirip rumah kuno. Bangunan cagar budaya ini memang dibangun di abad modern, yakni pada 1937. Harmain ada di sini, sementara Sultan Bacan Alhajj Abdurrahim Muhammad Gary Dino Ridwan Syah mengontrol dari Negeri Paman Sam karena bekerja dalam bidang teknologi informasi di sana.

Harmain yang berbaju koko putih dan berpeci hitam ini menjelaskan, Kesultanan Bacan berhasil berdaulat atas wilayahnya, sekalipun usaha itu tidak mudah. Sultan Iskandar Alam bahkan sampai diasingkan Belanda dari Bacan ke Batavia dan dilanjut ke Ceylon (Sri Lanka) pada 1788, karena Sang Sultan ogah bermanis-manis sikap ke pihak kolonial.

“Kamilah keturunan Sultan Iskandar Alam,” kata Harmain.

Kedaulatan Kesultanan terhadap Belanda juga dibuktikan dengan kerja sama yang mensyaratkan kesetaraan kedua belah pihak. Kerja sama itu dalam bentuk perdagangan dan penyewaan lahan ke Belanda. Ini mirip sebuah negara yang mengundang investor asing untuk mengeksplorasi kekayaan alam negerinya.

“Tidak ada Belanda jajah di Bacan, cuma kerja sama saja,” kata Harmain.

Kesultanan Bacan Melintasi Zaman: Kami Tak Pernah Dijajah BelandaFoto mata uang perkebunan Belanda di Kesultanan Bacan peninggalan seabad silam. (Agung Pambudhy/detikcom)

Dia memperlihatkan gambar koin yang menurutnya melambangkan kesetaraan kedudukan antara Kesultanan Bacan dengan Belanda. Koin itu bertuliskan ‘Roterdam-Batjan Cultuur Maatschapij: 1 Gulden’. Kata dia, ini adalah koin yang beredar pada masa Kesultanan mengizinkan pihak Belanda membuat perkebunan bernama Baatjan Archipel Maatschappij (BAM), tahun 1881. Komoditas yang ditanam adalah kopi, kakao, karet, tembakau, dan kelapa. Kerja sama dengan pihak Belanda ini dijaga Sultan agar tidak sampai pada taraf menindas masyarakat setempat.

“Bayangkan saja, Sultan pada zaman dulu menjamin lewat klausul kontrak sewa lahan terhadap Belanda: bila ada rakyat saya yang menggembalakan ternak atau bercocok tanam, maka tidak boleh dilarang. Kalau zaman sekarang kan tidak bisa. Kalau sudah dikontrakkan sama orang asing, boro-boro warga mau masuk menggembala ternak, baru ada di sekelilingnya saja sudah diusir oleh yang mengontrak lahan,” kata Harmain.

Kesultanan di Las Ilhas de Cravo

Las Ilhas de Cravo atau Kepulauan Rempah-rempah, begitu orang Portugis menyebutnya, adalah julukan kuno untuk Maluku Utara (Bacan, Jailolo, Tidore, Ternate) di Abad Pertengahan. Kesultanan Bacan ada di bagian paling selatan, komoditas cengkih membuat bangsa-bangsa asing berdatangan.

Diceritakan oleh M Adnan Amal lewat bukunya, “Kepulauan Rempah-rempah”, pedagang Cina adalah pihak luar yang lebih dulu tahu bahwa kawasan Maluku adalah pusatnya cengkih. Mereka berhasil menjaga rahasia selama berabad-abad supaya Maluku tak diakses oleh bangsa-bangsa lain. Adnan Amal menyebut pedagang Cina bahkan tahu lebih dulu soal Maluku ketimbang orang Jawa yang baru ke kawasan ini pada Abad 13, menyusul kemudian ada saudagar Arab dan Gujarat pada Abad 14.

Penyebutan ‘Las Ilhas de Cravo‘ oleh orang Eropa Abad Pertengahan sebenarnya dilafalkan dengan penuh ketidaktahuan. Di balik itu terdapat bayangan kabur negeri antah-berantah penghasil cengkih yang pada zaman itu mejadi komoditas mahal di Eropa.

Kesultanan Bacan Melintasi Zaman: Kami Tak Pernah Dijajah BelandaPeta ‘Moluccae Insulae Celeberrimae’ karya Willem Janszoon Blaeu tahun 1630 (Wikimedia Commons)

Bayangan kabur itu coba dikejar oleh Laksamana Portugis Alfonso d’Alburquerque di Malaka tahun 1511. Dia mengirim dua orang bawahannya bernama Antonio de Abreiu dan Fransisco Serrao untuk mencari Pulau Rempah-rempah, sampai ketemu. Soalnya, Pulau Rempah-rempah semakin sering dibicarakan orang di pasar dunia.

Tome Pires pada tahun 1515 mendeskirpsikan Kesultanan Bacan sebagai kerajaan dengan banyak tanah dan perahu. Rakyat Kesultanan Bacan berjumlah lebih banyak ketimbang wilayah-wilayah di sekitarnya. Pires bahkan menyebut Bacan sebagai penghasil cengkih sedangkan pulau lain tidak dapat menumbuhkannya. Tiap tahun, ada 5 ribu bahar cengkih yang dihasilkan Bacan. Bahar adalah satuan panjang dari ujung kaki ke ujung tangan, berat 206 kg. Terlepas dari catatan Pires, cengkih (Eugenia aromatica) sebenarnya adalah tanaman yang berasal dari lima pulau: Ternate, Tidore, Moti, Makian, dan Bacan.

Harga cengkih di Eropa sangat mahal karena pedagang harus melewati tiap pelabuhan dengan membayar pajak. Sebelum orang Portugis mencapai Maluku, cengkih biasa didapat dari saudagar Arab dengan harga sangat mahal. Hanya orang berpunya di Eropa saja yang bisa menikmati masakan bercengkih atau aroma cengkih. Catatan harga cengkih Abad 16 ini bisa menjadi ilustrasi:

-Di pasar lokal Maluku, cengkih 1 bahar (206 kg) berharga 1 sampai 2 Ducat (uang emas atau perak Eropa sejak Abad Pertengahan).
-Di Malaka,cengkih 1 bahar bisa berharga 10 sampai 14 Ducat.
-Di Kalkuta, 1 bahar cengkih berharga sekitar 500 hingga 600 Fanam (mata uang kawasan India, 1 Fanam = 1 Real), dan untuk cengkih kualitas utama harganya 700 fanam.

Kesultanan Bacan Melintasi Zaman: Kami Tak Pernah Dijajah BelandaKebun Cengkih dan Pala di Halmahera Selatan (Danu Damarjati/detikcom)

Di Maluku pada tahun 1600, 10 pon cengkih dihargai setengah penny per pon saja. Namun bila dijual di Eropa akan menghasilkan keuntungan sebesar 32.000%.

Saat Portugis mendarat secara besar-besaran di Maluku pada awal Abad 16, Bacan adalah satu dari empat kerajaan besar di Maluku. Ada satu keistimewaan Bacan yang tak dimiliki kerajaan lainnya.

“Ia dapat mempertahankan kedaulatan dan integritasnya ketika kesultanan-kesultanan tetangga menghadapi masalah tersebut. Ketika Spanyol menyerbu Bacan pada 1611, Bacan berhasil mempertahankan diri dari serbuan itu. Ketika Gubernur Portugis Antonio Galvao berencana menyerbunya, Bacan berhasil membawa Galvao ke meja perundingan untuk menandatangani perjanjian perdamaian tanpa pertumpahan darah,” tulis Adnan Amal dalam bukunya.

Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva.

(dnu/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ciri-Ciiri Manusia Purba yang Pernah Hidup di Indonesia

Meganthropus Palaeojavanicus

Jenis manusia purba ini diketahui sebagai manusia purba yang paling tua. Megan berarti besar, anthropus berarti manuisa, paleo diartikan tua, dan javanicus berarti jawa. yang artinya Meganthropus Palaeojavanicus adalah manusia raksasa dari Jawa.

Jenis manusia purba ini ditemukan pada sekitar tahun 1936 di kawasan Sangiran yang merupakan lembah dari sungai Bengawan Solo dari lapisan Pleistosen. Fosil dari manusia Meganthropus ini ditemukan oleh arkeolog asal Belanda, Van Koenigswald.

Ciri-ciri dari manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus :

· Memiliki tulang pipi yang tebal

· Otot rahang kuat

· Bentuk tubuh tegap

· Tulang kening yang menonjol

· Tak memiliki dagu

· Bentuk kepala dengan tonjolan di belakang yang tajam

· Volume otak 900cc

· Hidup berkelompok dan berpindah tempat

Pithecanthropus Erectus

Pithecanthropus Erectus yang diperkirakan hidup di Indonesia pada satu hingga dua juta tahun yang lalu. Fosil pertamanya yang berupa bagian geraham ditemukan di daerah Lembah Bengawan Solo, daerah Trinil, Ngawi.

Fosil Pithecanthropus Erectus ditemukan oleh Eugene Dubois tahun 1890. Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang dapat berdiri.

Ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus Erectus

· Tengkuk dan geraham (gigi) yang kuat

· Tubuh belum tegap sempurna

· Hidung tebal

· Dahi lebih menonjol dan lebar

·  Rata-rata tingginya 165 cm sampai 180 cm

·  Memiliki volume otak sekitar 750 cc hingga 1350 cc

Bintang Muda Real Madrid Pernah Tolak Barcelona

Lebih lanjut, soal adaptasinya, Vinicius mengakui semuanya berjalan begitu cepat. Dia merasa semuanya berjalan baik dan kemampuannya juga meningkat. Bagaimanapun, dia siap memberikan yang terbaik.

“[Adaptasi] semuanya berjalan begitu cepat. Marcelo dan Casemiro memberi tahu saya bahwa semua di sini berjalan sangat cepat.”

“Tidak ada yang membayangkan saya akan bermain di luar Brasil. Saya perlahan-lahan jadi lebih baik,” tandas dia.

Sayangnya, proses adaptasi Vinicius cukup terhambat karena saat ini dia harus menepi cukup lama lantaran dihantam cedera.

Sumber: Bola.net

Pelaku Penembakan di Utrecht Pernah Ditangkap karena Terkait ISIS

Amsterdam – Gokmen Tanis, pria kelahiran Turki yang menjadi tersangka penembakan di Utrecht, Belanda diketahui pernah pergi ke Chechnya untuk bertempur. Saat berada di sana, Tanis ditangkap karena keterlibatan dengan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Tanis (37) melepas tembakan di dalam sebuah trem di Utrecht pada Senin (18/3) waktu setempat. Aksi brutalnya itu menewaskan tiga orang dan melukai lima orang lainnya.

Seperti dilaporkan BBC dan dilansir media Turki, Hurriyet Daily News, Selasa (19/3/2019), Tanis pernah pergi ke Chechnya yang ada di Rusia ‘untuk bertempur’. Informasi itu disampaikan seorang pengusaha Turki yang enggan disebut namanya, seperti dikutip BBC.


Sejumlah kelompok jihad, termasuk yang menyatakan sumpah setia dengan ISIS, diketahui beroperasi sejak lama di wilayah tersebut.

“Dia (Tanis-red) pernah ditangkap atas dugaan keterkaitan dengan ISIL (nama lain ISIS) beberapa tahun lalu dan kemudian dibebaskan,” ujar pengusaha Turki yang kini tinggal di Belanda itu. Tidak dijelaskan lebih lanjut berapa lama dia ditahan.

Laporan The Telegraph secara terpisah menyebutkan bahwa Tanis memiliki catatan kriminal sebelumnya. Disebutkan bahwa dia pernah divonis bersalah atas percobaan pembunuhan tahun 2013 lalu, setelah melepas tembakan ke sebuah gedung apartemen setempat.

Dua pekan lalu, Tanis baru saja disidang atas tuduhan pemerkosaan tahun 2017. Beberapa waktu lalu, Tanis juga pernah ditangkap karena berupaya mencuri sebuah kendaraan, kemudian mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan meludahi polisi.

Sebelumnya diberitakan bahwa ayah Tanis, Mehmet, memberikan komentar tegas atas aksi brutal putranya. Mehmet menegaskan bahwa putranya harus dihukum jika terbukti bersalah.

Laporan media menyebut keluarga Gokmen berasal dari Yozgat, Turki tengah. Mehmet menyebut dirinya kehilangan kontak dengan putranya setelah kembali ke Turki tahun 2008 usai bercerai dari istrinya. Mantan istrinya tetap tinggal di Belanda bersama Tanis. Mehmet menuturkan dirinya telah menikah lagi dan kini bermukim di provinsi Kayseri, Turki tengah.

“Saya tak ada dialog, tak ada kontak dengan putra saya selama 11 tahun. Kami tak pernah berbicara satu sama lain sejak 2008. Dia tidak punya perilaku agresif — namun 11 tahun telah berlalu. Apa yang terjadi, apa yang telah dialaminya? Saya tidak tahu apa-apa,” ujar Mehmet kepada DHA.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jenis Dinosaurus yang Pernah Hidup di Bumi, Ada yang Berukuran Kecil

Liputan6.com, Jakarta Ratusan tahun lalu sebelum adanya manusia, Bumi hanya berisikan dengan tumbuhan dan binatang raksasa saja. Ya, salah satu binatang raksasa yang tak asing di telinga Anda adalah dinasaurus. 

Benar saja, ternyata binatang bertubuh sangat besar ini pernah menjadi penghuni Bumi sekitar 230 juta tahun yang lalu.

Dinosaurus merupakan kelompok hewan purbakala dari klad Dinosauria. Awal pertama kali muncul dinosaurus ini pada periode Trias. Dinosaurus merupakan hewan vertebrata dominan selama 135 juta tahun, yang dimulai sejak periode Jura atau sekitar 201 juta tahun yang lalu.

Hingga berakhirnya pada periode Kapur, kira-kira sekitar 65 juta tahun yang lalu. Kemudian dinosaurus musnah akibat peristiwa kepunahan Kapur-Paleogen sebelum era Mesozoikum.

Walaupun binatang raksasa tersebut sudah punah, namun kita masih bisa melihat sosok binatang purbakala ini berkat ditemukannya fosil-fosil oleh para ilmuwan.

Meski tak bisa melihatnya secara utuh dan langsung seperti aslinya, namun ada beberapa cara yang bisa kita lakukan sebagai manusia di zaman sekarang ini, yaitu dengan melihat film ataupun buku yang membahas tentang dinosaurus.

Sejak fosil dinosaurus ditemukan pertama kali pada awal abad ke-19, rangkaian kerangka dinosaurus telah menjadi atraksi utama di berbagai museum di seluruh dunia, dan dinosaurus juga telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kebudayaan dunia.

Memiliki ukuran yang besar serta sifatnya yang dianggap buas dan mengerikan telah menyebabkan munculnya buku-buku dan film yang mengisahkan tentang dinosaurus ini. Ya, salah satunya adalah dengan adanya film seperti Jurassic Park, Jurassic World, film kartun The Land Before Time, dan lain sebagainya.

Berikut ini Liputan6.com, Selasa (19/3/2019) rangkum dari berbagai sumber tentang jenis dinosaurus yang sempat menjadi penghuni bumi ini.

Mourinho Ternyata Pernah Mengintai Kekuatan Barcelona

The Blues akhirnya takluk dengan agregat 2-3 dari Barcelona, artinya pengintaian yang dilakukan Mourinho tidak benar-benar bekerja dengan baik. Kendati demikian, tetap saja penilaian Mourinho patut diperhatikan.

Mengutip tribalfootball, soal kemampuan Ronaldinho, Mourinho menuliskan: “Sangat buruk dalam transisi defensif dan kemampuan defensif – bisa dieksploitasi. Selalu bermain curang – mudah terjatuh.”

Dia juga mendeskripsikan Carles Puyol demikian: “Agresif tetapi sangat emosional. Lepas kontrol ketika wasit mengabaikan pelanggaran pada dia dan mudah marah ketika diprovokasi. Bek agresif, mengantisipasi dengan tubuhnya. Pemahaman posisi yang buruk dan kepemimpinan pertahanan yang buruk [ingin melakukan jebakan offside ketika tidak mungkin.”

SMRC: Ada Warga Banten Percaya Jokowi PKI dan Prabowo Pernah Menculik

Jakarta – Survei Saiful Mujani Research and Colsulting (SMRC) di Banten antara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno bersaing ketat. Jokowi meraup elektabilitas 43,2 persen, sedangkan Prabowo 41,7 persen.

Survei yang dilakukan pada 27 Februari-8 Maret 2019 di 8 kabupaten dan kota di Banten ini juga memunculkan isu seputar calon presiden. Hasilnya, dari sampel 1.620 responden dengan margin error ± 2,5% masih ada yang percaya bahwa Jokowi adalah keturunan PKI, memusuhi Islam dan ulama. Di kubu Prabowo, muncul juga isu soal mantan Danjen Kopassus itu yang dipecat dari tentara dan keluarganya dari latar belakang non muslim.

SMRC: Ada Warga Banten Percaya Jokowi PKI dan Prabowo Pernah MenculikFoto: Isu Jokowi (Dok SMRC)

Soal isu Jokowi PKI, 65 persen responden tidak pernah mendengar isu ini dan 35 persen pernah mendengar. Dari 35 persen tersebut, 15 persen di antaranya percaya bahwa Jokowi adalah PKI.

“35 persen dari warga Banten atau 3 dari 10 orang Banten pernah mendengar isu hoax ini dan yang percaya adalah 15 persennya,” Diretur Riset SMRC Deny Irfani dalam jumpa pers di Kota Serang, Banten, Senin (18/3/2019).

Untuk isu Jokowi memusuhi Islam, survei juga menemukan ada 15 persen warga yang percaya dan 17 persen malah mempercayai Jokowi memusuhi ulama.

Untuk isu Prabowo dipecat dari tentara karena menculik aktivis demokrasi terdapat 29 persen warga Banten yang pernah mendengar. 34 persen di antaranya percaya dan 64 persen tidak percaya Prabowo seorang pecatan.

SMRC: Ada Warga Banten Percaya Jokowi PKI dan Prabowo Pernah MenculikFoto: Isu Prabowo (dok SMRC)

Kedua, dari 21 persen warga Banten yang pernah mendengar bahwa ibu, kakak, dan adik Prabowo tidak beragama Islam ada 50 persen yang percaya dan 50 yang tidak.

Artinya, kata Deny cukup banyak pemilih di Banten yang percaya berita tidak berdasarkan fakta khususnya terkait Jokowi. Dari 15 persen yang terpapar, atau 5 persen dari total polulasi percaya bahwa Jokowi PKI.

“5 persen dari total pemilih 8,1 juta sekitar 400 ribu. Jumlah ini sangat besar,” katanya.

Dari temuan ini, katanya masih banyak pemilih di Banten yang tidak bisa membedakan antara fakta dan hoax. Mereka rata-rata di perkotaan dengan usia muda dengan pendidikan dan pendapatan tinggi serta mudah mengakses internet.

Efek atas informasi tak benar dan hoax ini juga berpengaruh pada calon terhadap pilihan.

“Informasi latar belakang Prabowo juga berefek negatif terhadap Prabowo, tapi tidak sebesar efek fake news pada Jokowi,” katanya.
(bri/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kiper Juventus: Ramsey Tak Pernah Berhenti Berlari

(AFP/Issabella Bonotto)

“Ramsey tidak pernah menganggap sepak bola sebagai permainan taktis,” kata Szczesny di Soccerway.

“Ramsey adalah pria yang berlari selama 90 menit penuh. Dia berlari lebih dari pemain mana pun yang pernah bermain denganku. Dia berlari 13 kilometer per pertandingan tanpa ada masalah. Menurutku, dia akan menjadi tambahan pemain yang bagus untuk Juventus,” Szczesny menambahkan.