Pelatih Barcelona Tuntut Coutinho Tingkatkan Kinerja

Liputan6.com, Barcelona – Barcelona ditantang Leganes pada pekan ke-20 Liga Spanyol di Camp Nou, Senin (22/1/2019) dini hari WIB. Pertandingan itu dimenangkan Blaugrana dengan skor 3-1.

Dalam laga itu, pelatih Barcelona Ernesto Valverde memainkan Philippe Coutinho selama 90 menit. Ada sejumlah peluang yang didapat gelandang asal Brasil itu, namun tidak mampu mencatatkan namanya di papan skor.

Begitu juga dengan sumbangan assist. Ketiga gol Barcelona masing-masing dicetak Ousmane Dembele, Luis Suarez, dan Lionel Messi.

Valverde pun menilai permainan Coutinho masih belum optimal. Ia meminta pemain berusia 26 tahun itu untuk melanjutkan kinerjanya agar lebih baik.

2 dari 3 halaman

Belum Maksimal

Philippe Coutinho beberapa kali mendapat peluang untuk mencetak gol ke gawang Leganes. Salah satunya terjadi pada menit ke-48 usai menerima umpan Ousmane Dembele. Namun, sepakan pemain asal Brasil itu masih melambung dari atas gawang sang lawan.

Meskipun gagal mencetak gol maupun assist, Coutinho mendapatkan nilai yang cukup bagus dari Ernesto Valverde. Sebab, dia banyak terlibat dalam penguasaan bola Barca. Terutama ketika dalam situasi menyerang.

3 dari 3 halaman

Tingkatkan

Namun, Valverde juga mengakui jika eks pemain Liverpool itu masih belum maksimal. “Dia bermain dengan bagus dan dia selalu ingin mendapatkan bola,” ulas Valverde seperti dikutip dari media asal Spanyol, Movistar.

“Tapi, terkadang dia mampu bermain dengan lebih baik lagi pada kesempatan lain. Kami senang dengan performanya dan bagaimana dia bermain. Kami sekarang ingin dia terus melakukan apa yang sudah dia lakukan,” tandas Valverde.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini:

Timnas Indonesia U-22 Terus Mantapkan Filosofi Permainan

Liputan6.com, Jakarta – Timnas Indonesia U-22 masih perlu memantapkan pemahaman mengenai filosofi bermain yang diinginkan sang pelatih Indra Sjafri. Hal itu terus dilakukan memasuki pekan ketiga atau menyisakan kurang lebih satu bulan lagi jelang Piala AFF U-22 2019.

Memasuki pekan ketiga pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22, tampak 35 pemain yang mendapatkan panggilan berlatih dengan penuh semangat di bawah asuhan Nova Arianto, yang merupakan asisten pelatih. Indra Sjafri saat ini sedang mengambil materi modul kelima lisensi kepelatihan Pro AFC hingga 25 Januari 2019 di Spanyol.

Setelah dua pekan menjalani latihan, saat ini Timnas Indonesia U-22 memasuki persiapan umum untuk bertanding di Piala AFF U-22 2019 yang akan dimulai pada 17 Februari 2019.

Namun, Nova Arianto mengakui masih ada yang sedang dikejar oleh tim pelatih agar pemain benar-benar siap tampil di turnamen yang sebenarnya.

“Pemahaman pemain mengenai filosofi bermain yang diinginkan oleh coach Indra, itu yang saya pikir masih belum benar-benar bisa diterapkan. Jadi, itu yang menjadi fokus kami berlatih,” ujar Nova Arianto seusai sesi latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Senin (21/1/2019).

“Sebelum coach Indra datang, kami akan membentuk fisik pemain terlebih dulu. Jadi setelah itu kami bisa masuk ke taktik sehingga permainan yang sesuai dengan filosofi coach Indra bisa semakin dipahami oleh pemain,” lanjut mantan bek Timnas Indonesia itu.

Timnas Indonesia U-22 dalam persiapan menuju Piala AFF U-22 2019 yang digelar di Kamboja pada 17 Februari hingga 2 Maret 2019. Setelah itu, tim asuhan Indra Sjafri itu akan langsung melakukan persiapan untuk tampil di Kualifikasi Piala AFC U-23 2020 yang digelar di Vietnam pada 22 hingga 26 Maret 2019.

Sumber: Bola.com

Tujuh Pemain Baru Persija Beradaptasi dengan Sangat Baik

2 dari 3 halaman

Komposisi lawa Kepri 757

Liputan6.com, Jakarta – Persija Jakarta makin fokus berlatih jelang menghadapi Kepri 757 Jaya di laga pertama 32 besar Piala Indonesia, Rabu (23/1/2018) di Stadion Patriot, Bekasi. Latihan persiapan sendiri digelar di Lapangan PS AU TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pelatih baru Persija, Ivan Kolev, menyebut, pasukannya sudah tak sabar menghadapi laga ini. Novri Setiawan dan kawan-kawan kata Kolev, terus berlatih dengan penuh semangat.

“Persiapan bagus. Semua pemain menunjukkan semangat tinggi untuk bermain. Mereka sudah tidak sabar untuk bermain di lapangan,”ujar Kolev di situs Persija selepas latihan, Minggu (20/1/2019.).

Kolev juga mengungkapkan, perkembangan tujuh pemain baru Persija sangat positif. Menurut Kolev, adaptasi mereka dengan permainan Persija sangat positif.

Sekali lagi ketujuh pemain ini sangat bagus. Perkembangan mereka semakin hari semakin positif,” ujarnya.

Seperti diketahui, jelang musim 2019, Persija memang kedatangan tujuh pemain baru:Ryuji Utomo, Jakhongir Abdumanuf, Resky Fandi, Heri Susanto, Dany Saputra, dan dua pemain asing: Bruno Matos serta Vinicius Lopes Laurindo.

“Sekali lagi ketujuh pemain ini sangat bagus. Perkembangan mereka semakin hari semakin positif,” ujar Kolev.

Kolev sendiri mengaku yakin pasukannya akan mampu memenangkan laga pertama ini. Selain bakal berlaku sebagai tuan rumah, di atas kertas, kekuatan Persija memang di atas lawan.

Namun, Kolev masih belum mau mengungkap pemain mana saja yang akan dia turunkan. Yang jelas, dia menginginkan hasil terbaik dengan materi pemain terbaik.

“Nanti akan kita lihat. Pemain dalam kondisi terbaik pasti akan kami turunkan. Untuk saat ini saya belum mau berkomentar banyak akan kita lihat nanti,”tutupnya.

3 dari 3 halaman

Semangat Tinggi

Persija sendiri memang mengawali musim 2019 dengan semangat tinggi. Bukan hanya di Piala Indonesia, mereka juga ingin berprestasi lagi di ajang Liga 1.

Maklum, Persija memang baru bergelar juara Liga 1 2018. Musim lalu, mereka jadi yang terbaik dengan torehan 62 poin dari total 34 pertandingan sepanjang kompetisi.

Saksikan video pilihan di bawah ini

3 Pemain Bintang yang Disia-siakan Chelsea

Liputan6.com, Jakarta Chelsea menjadi kuburan bagi pemain-pemain bintang yang ingin berkembang di Liga Inggris. Berstatus pemain bintang dan dibeli mahal, pemain-pemain ini malah gagal berkembang.

Salah satu yang cukup fenomenal yaitu Andriy Shevchenko. Siapa yang tak mengenal Shevchenko yang tampil gemilang bersama AC Milan dan Dynamo Kyiv.

Namun kebintangan Shevchenko langsung runtuh saat gabung dengan Chelsea. Dia sempat jadi pemain termahal saat dibeli 73 juta euro plus Hernan Crespo oleh Chelsea dari AC Milan pada 2005.

Dia hanya bertahan dua musim di Chelsea sebelum dipinjamkan kembali ke AC Milan pada 2008-2009. Sempat dibawa pulang Chelsea pada 2009-2010, Shevchenko akhirnya dipulangkan ke kyiv karena permainannya tak berkembang.

Saat ini, Chelsea sudah membuang pemain bintang seperti Cesc Fabregas. Sebentar lagi, The Blues juga akan melepas Gary Cahill. Siapa saja pemain yang pernah disia-siakan Chelsea tapi mampu bersinar di klub lain, berikut rinciannya:



2 dari 4 halaman

3. Fernando Torres

Fernando Torres atau El Nino adalah raja bagi Atletico Madrid. Klub masa kecilnya ini sudah berhasil melambungkan namanya sehingga menjadi salah satu striker yang diperhitungkan di Spanyol.

Setelah cukup lama mencuat bersama Atletico Madrid, Torres akhirnya diboyong Liverpool pada Agustus 2017. Saat itu, dia diboyong dengan transfer 20 juta pounds plus Luis Garcia hijrah ke Atletico Madrid.

Bersama Liverpool, Torres masih menunjukkan sinar yang terang. Dia berhasil mencetak 24 gol di musim pertamanya bersama Liverpool dan inilah yang membuat dia cukup dicintai fans Liverpool.

Namun keputusan mendadak datang pada 31 Januari 2011. Dia dijual ke Chelsea dengan transfer 50 juta pounds, salah satu yang terbesar di sejarah transfer Liga Inggris. Inilah petaka bagi Torres.

Gabung Chelsea, dia malah kesulitan cetak gol bahkan harus menanti 903 menit untuk gol pertamanya. Pelatih Chelsea kala itu pun enggan memberi kesempatan kepada Torres yang terus menunjukkan penurunan dalam permainan.

3 dari 4 halaman

2. Kevin de Bruyne

Kevin de Bruyne terkenal sebagai raja assist sejak mulai mencuat bersama Wolfsburg di Bundesliga. Penampilannya yang efektif saat membawa bola dan memberikan umpan membuat dia jadi buruan klub-klub besar.

Chelsea tak mampu melihat bakat istimewa ini. Dia diboyong dari Genk dengan transfer 7 juta pounds saja pada 31 Januari 2012.

Namun setelah transfer ini, Chelsea malah meminjamkan De Bruyne ke Werder Bremen. Dia baru kembali ke Chelsea pada 1 Juli 2013.

Jose Mourinho sempat menjanjikan De Bruyne posisi di tim utama. Namun cedera dan persaingan yang keras di lini tengah membuat De Bruyne tersisih. Dia pun akhirnya dijual ke Wolfsburg.

Penampilannya mencuat di Wolfsburg hingga membuat Manchester City terpesona. Dia pun diboyong pada 30 Agustus 2015 dengan transfer 55 juta pounds. Hingga kini, De Bruyne jadi andalan Manchester City.

4 dari 4 halaman

3. Mohamed Salah

Inilah boleh jadi blunder paling besar bagi Chelsea. Mohamed Salah yang memukau di Basel membuat Chelsea memboyongnya pada 23 Januari 2014 dengan transfer 11 juta pounds.

Salah yang masih muda, 22 tahun kala itu, sempat menunjukkan harapan bersama Chelsea. Namun Jose Mourinho belum memberinya banyak kesempatan di musim pertama.

Mourinho akhirnya benar-benar melepas Salah di Februari 2015. Salah dipinjamkan ke Fiorentina dan membuat La Viola jatuh cinta.

Namun Salah tak mau lama di Fiorentina dan lebih memilih dipinjamkan ke AS Roma. Disinilah dia mulai menancapkan kuku di sepak bola dunia sebelum diboyong Liverpool pada 22 Juni 2017.

Liverpool berani membayar mahal dengan transfer 42 juta euro untuk Salah. Dan, kualitas Salah terbukti memukau dan berpotensi kembali jadi pemain terbaik di Liga Inggris musim ini.

Allegri: Juventus Pantang Remehkan Chievo

Turin – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, meminta anak asuhnya untuk tak menganggap remeh Chievo. Bagi Allegri, Chievo adalah lawan yang harus tetap diwaspadai.

Nasib kedua klub pada musim ini bagaikan bumi dan langit. Juventus berada di puncak klasemen sementara Serie A dengan nilai 53, sedangkan Chievo menghuni dasar klasemen dengan mendulang delapan poin.

Kedua klub pun akan saling berhadapan pada pertandingan pekan ke-20 Serie A di Allianz Stadium, Senin (21/1/2019). Bermain di hadapan pendukung sendiri, I Bianconeri lebih diunggulkan meraih kemenangan.

Pasalnya, Juve belum menelan kekalahan di Serie A musim ini dengan rincian 17 kemenangan dan dua hasil imbang dari 19 laga. Mereka juga berhasil menyapu bersih enam kemenangan beruntun melawan Chievo.

Meski begitu, Allegri mengingatkan Juventus untuk tetap waspada. Apalagi, Chievo hanya menelan satu kekalahan, lima hasil imbang, dan meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di Serie A.

“Ini adalah duel Juventus versus Chievo dan kami harus menghadapinya dengan sangat serius. Sejak Mimmo Di Carlo mengambil alih jabatan pelatih, Chievo berhasil meraih lima hasil imbang, satu kemenangan, dan hanya satu kekalahan. Mereka percaya dan berjuang untuk bertahan di Seri A sampai akhir,” ucap Allegri.

Juventus harus belajar mematikan permainan, karena ketika lawan menempel, Anda harus bisa mengakhirinya. Kami tidak harus memberi mereka kesempatan kembali ke dalam permaian,” lanjutnya.

Sumber: Football Italia

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

Sanchez: Performa Manchester United Makin Oke Sejak Diasuh Solskjaer

Manchester – Winger Manchester United, Alexis Sanchez, menyebut Ole Gunnar Solskjaer membawa dampak positif buat timnya. Sanchez menilai taktik yang diterapkan Solskjaer mampu mendongkrak performa MU.

Ole Gunnar Solskjaer mulai duduk di kursi pelatih The Red Devils pada 19 Desember 2018. Dia menggantikan peran Jose Mourinho yang harus angkat kaki dari Old Trafford, menyusul hasil buruk yang diterima Manchester United.

Di bawah asuhan manajer asal Norwegia tersebut, MU tampil lebih menyerang. Skuat Setan Merah tak hanya merepotkan barisan belakang tim lawan, namun juga solid di lini belakang.

Hasilnya, Manchester United berhasil menyapu bersih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di seluruh ajang. Teranyar, MU menang 2-1 atas Brighton and Hove Albion pada pertandingan pekan ke-23 Premier League, Sabtu (19/1/2019).

“Para pemain di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer masih sama seperti ketika masih dilatih Jose Mourinho. Tetapi kini, kami lebih berhasil dalam serangan, dan kami bertahan lebih baik. Fakta dia memiliki banyak sejarah dengan klub ini membuka banyak jalan ketika dia berbicara,” ujar Sanchez.

“Filosofinya adalah banyak menyentuh bola, mengontrol permainan, dan mencetak gol. Anda dapat mengatakan posisinya di lapangan adalah seorang penyerang, tetapi dia tetap ingin kami menjaga area penalti dengan baik,” lanjutnya.

Hasil impresif itu membuat Manchester United kini telah mendulang 44 poin, dan berada di peringkat keenam klasemen sementara Premier League.

Sumber: Mirror/Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Wejangan Pep Guardiola Bikin Pemain Manchester City Makin Bersemangat

Huddersfield – Winger Manchester City, Leroy Sane, menyebut wejangan dari Pep Guardiola meningkatkan semangat juang rekan setimnya saat menghadapi Huddersfield Town pada pertandingan pekan ke-23 Premier League.

Bertandang ke markas Huddersfield di John Smith’s Stadium, Minggu (20/1/2019), Man City mengawali laga dengan baik. Mereka berhasil membuka keunggulan saat laga baru berjalan 18 menit, berkat bola hasil tembakan Danilo.

Namun selepas itu, Manchester City kesulitan untuk kembali membobol gawang Huddersfield Town. Alhasil, skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pada interval kedua, Manchester City langsung tampil menekan. Hasilnya, Raheem Sterling dan Leroy Sane sukses memperbesar keunggulan City pada menit ke-54 serta 56′. Sampai pertandingan berakhir, skor 3-0 untuk kemenangan The Citizens tetap bertahan.

“Pada babak kedua kami bermain lebih cepat dan mengendalikan laga dengan sangat bagus. Ketika masa istirahat, Guardiola mengatakan kepada kami, jika kami tidak bisa bermain seperti babak pertama, bahwa kami harus berbuat lebih banyak pada babak kedua,” ujar Sane.

“Guardiola membangunkan kami kembali untuk memainkan permainan yang lebih cepat, lebih baik. Dia selalu agak santai, tetapi memberi tahu jika kami bisa melakukan yang lebih baik. Dia melakukannya lagi,” papar Sane.

Berkat kemenangan atas Huddersfield Town, Manchester City terus menempel ketat Liverpool di klasemen sementara Premier League. Mereka saat ini berada di urutan kedua dengan 56 poin, tertinggal empat angka dari The Reds di posisi teratas.

Sumber: Sky Sports/Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

Chelsea Tumbang, Ferdinand Kritik Jorginho

Liputan6.com, London – Mantan pemain Manchester United, Rio Ferdinand memberikan kritikan keras kepada gelandang Chelsea, Jorginho. Ia menilai sang gelandang tidak berkontribusi di lini tengah The Blues saat kalah dari Arsenal.

Chelsea sendiri kembali menelan kekalahan di pertandingan pekan ke 23 Premier League musim ini. Mereka harus kehilangan poin saat berhadapan dengan Arsenal dini hari tadi setelah tumbang dengan skor 2-0.

Pada laga itu Chelsea kesulitan mengimbangi permainan agresif Arsenal. Mereka tercatat hanya mampu membuat 1 tembakan tepat sasaran ke gawang Bernd Leno pada laga tersebut.

Ferdinand sendiri menilai kekalahan Chelsea ini disebabkan Jorginho yang tidak bermain optimal pada laga itu. “Jorginho adalah pemain yang bertugas untuk mengatur tempo permainan,” buka Ferdinand di BT Sports.

Ferdinand menilai Jorginho adalah pusat permainan Chelsea, namun ia menilai pemain Timnas Italia itu sama sekali tidak berkontribusi dalam penciptaan gol The Blues.

“Para pemain Chelsea memberikan bola kepadanya dan ia mengatur aliran bola itu ke area serang lawan, dan saya harus akui dia sangat baik dalam aspek itu.”

“Namun jika anda lihat berapa banyak assist yang ia buat musim ini? Dia sudah melakukan 2000 umpan namun ia tidak membuat satupun assist.”

2 dari 2 halaman

Minim Dampak

Banyak pihak menilai Jorginho tidak berkontribusi banyak untuk gol Chelsea karena posisinya sebagai gelandang bertahan. Namun Ferdinand menyangsikan hal tersebut karena ia menilai eks Napoli itu tidak memberikan sesuatu yang berarti untuk lini pertahanan The Blues.

“Dia bukan seorang pemain bertahan yang bagus. Pada pertandingan seperti ini, melawan tim-tim besar, ia harus terus berlari di lini tengah. Namun nyatanya ia tidak bisa berlari.”

“Ketika ia tidak bisa berlari, ia tidak memberikan dampak apapun pada lini pertahanannya. Ia juga tidak memberikan apapun kepada lini serangnya dan itu tidak cukup baik untuk dirinya.” tandas mantan pemain Timnas Inggris tersebut.

Berkat kekalahan ini, jarak Chelsea dengan Arsenal dan Manchester United yang semula ada di enam poin turun menjadi tiga poin saja.

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Winger MU Sebut Filosofi Solskjaer Lebih Baik Ketimbang Mourinho

Liputan6.com, Manchester – Alexis Sanchez menyebut gaya bermain Manchester United (MU) lebih baik saat dipimpin Ole Gunnar Solskjaer ketimbang Jose Mourinho. Namun, Sanchez menyebut para pemain MU bekerja profesional di bawah dua manajer tersebut.

Solskjaer menggantikan Mourinho pada Desember 2018. Sejak dilatih Solskjaer, Setan Merah, julukan MU, mencatatkan tujuh kemennagan beruntun. Bahkan, MU sempat meraih tiga clean sheet beruntun.

Tak hanya itu, Solskjaer membuat Setan Merah tampil lebih atraktif. Paul Pogba dan kawan-kawan lebih tampil menyerang dan mendominasi permainan.

“Sikap para pemain sama seperti dilatih Ole Gunnar Solskjaer ataupun Mourinho. Namun, kami memiliki lebih banyak keberhasilan dalam menyerang dan bertahan lebih baik,” ucap Sanchez, dikutip dari Mirror.

“Faktanya, Solskjaer memiliki banyak sejarah dengan klub ini. Tentunya, itu membuka banyak jalan ketika dia sedang berpidato,” kata winger MU berkebangsaan Chile itu menambahkan.

2 dari 3 halaman

Filosofi MU

Lebih lanjut, Sanchez mengatakan, Solskjaer menyukai permainan yang menyerang. Manajer berusia 45 tahun itu selalu ingin melihat timnya menang dengan banyak gol.

“Filosofinya adalah banyak bersentuhan dengan bola, mengontrol permainan, dan mencetak gol. Anda dapat mengatakan, posisinya di pinggir lapangan seperti pemain. Namun, dia juga ingin kami fokus di area penalti sendiri,” ujar Sanchez.

“Satu-satunya hal yang dikatakan manajer kepada pemain adalah, kami dapat memperbaiki situasi sendiri. Dia mengatakan, semuanya tergantung pada kami dan kami sendiri yang harus memanjat di klasemen,” kata pria berusia 30 tahun tersebut

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Inggris

Saksikan video pilihan berikut ini:

Son Heung-Min Jadi Pembeda untuk Korea Selatan di Piala Asia 2019

Abu Dhabi – Pemain Korea Selatan menyambut gembira bergabungnya Son Heung-Min di Piala Asia 2019. Salah satu yang menambut kehadirannya di the Taeguk Warriors, Ki Sung-yueng.

Ki, menilai Son bisa jadi pembeda untuk Korea Selatan yang mengejar gelar juara di Piala Asia 2019. Kendati sang pelatih, Paulo Bento, sebelumnya pernah berujar tak akan mengubah pendekatannya dalam menerapkan gaya main buat timnas asuhannya sekali pun Son gabung.

Seperti diketahui, Son baru bisa gabung the Taeguk Warriors di Piala Asia 2019 setelah dua pertandingan di penyisihan Grup C. Pemain Tottenham Hotspur itu akhirnya menjalani debut di Piala Asia 2019 dengan ikut membawa Korsel memenangi laga terakhir di fase grup melawan China dengan skor 2-0 (16/1/2019).

Ki meyakini koleganya di Premier League itu bisa jadi pembeda dalam upaya Korea Selatan mengakhiri paceklik gelar di Piala Asia.

“Dia pemain yang bisa mengubah permainan dan dia juga bisa mencetak gol. Dan itu yang terpenting di sepak bola. Jika Anda mencetak gol lebih banyak dari kebobolan, Anda menang, dan dia pendongkrak besar buat kami,” ujar Ki.

“Tentu akan ada banyak tekanan dan banyak bek yang fokus kepadanya, tapi dia punya kualitas cukup yang membuatnya bisa bicara banyak dalam sebuah pertandingan. Segalanya berbeda di sini; cuaca berbeda, lapangan berbeda, tapi saya tetap mengharapkan dia bisa berbuat sesuatu buat tim ini,” lanjut gelandang Newcastle United itu.

2 dari 2 halaman

Kontribusi di Asian Games

Tuah Son memang sangat dinantikan di Timnas Korea Selatan. Kehadirannya bisa menambah kepercayaan diri pemain lain dalam tim mengingat performanya saat ini sedang menanjak.

Pemain 26 tahun itu sudah membuktikan mampu berkontribusi maksimal dengan membawa Korea Selatan memenangi medali emas Asian Games 2018, sekali pun ajang itu untuk tim U-23.

Son kini diharapkan mampu membawa Korea Selatan mengalahkan Bahrain di fase 16 besar dan lolos ke perempat final Piala Asia 2019 untuk memperbesar asa merebut gelar juara pertama dalam enam dekade terakhir.

Sumber: AFC