Giroud Terus Mendapat Perlawanan

Chisinau – Sebagus apapun Olivier Giroud tampil, kritik akan terus mendatanginya. Hal ini pun bikin pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps terheran-heran.

Sepertinya belum hilang dari ingatan ketika Deschamps dikritik habis karena terus memakai Giroud di Piala Dunia lalu sejak fase grup. Padahal penyerang 33 tahun itu tidak mencetak gol sama sekali selama 546 menit bermain di Rusia.

Tapi, Giroud tetap diapresiasi karena perannya sebagai “tembok pantul” untuk lini serang Prancis sehingga dengan mudahnya gol tercipta. Meski demikian, fans tetap tidak puas karena mereka butuh gol dari Giroud sebagai penyerang.

Kritik demi kritik terus mendatangi Giroud yang terus dipercaya Deschamps sampai saat ini, termasuk saat Prancis menghadapi Moldova di Kualifikasi Piala Eropa 2020, Sabtu (23/3/2019) dinihari WIB tadi.

Melawat ke kandang Moldova di Stadianol Zimbru, Prancis menang dengan skor 4-1 di mana Giroud mencetak gol ketiga timnya pada menit ke-36 lewat sundulan yang merupakan senjata utamanya.

Bagi Giroud. itu adalah gol ke-34 untuk Prancis dan menjadikannya top skorer ketiga sepanjang masa timnas di bawah Thierry Henry (51) dan Michel Platini (41 gol). Giroud kini punya jumlah gol yang sama dengan David Trezeguet.

“Perlawanan terus meningkat dan memang seperti itu adanya. Dia memang jarang dipakai di klub tapi ketika dia main di Liga Europa, dia juga mencetak banyak gol,” ujar Deschamps di Sportskeeda.

“Kehadirannya di lini serang sangat berguna untuk tim. Akan lebih baik ketika dia bikin gol,” sambungnya.

“Total 34 gol itu angka yang penting, di mana dia terus mencetak gol. Dia baru saja kembali dari masa-masa sulit, dia pemain bagus yang diperlakukan tidak adil.”

Setelah tanpa gol di Piala Dunia, Giroud setidaknya mulai membaik dengan torehan tiga gol sejak turnamen itu berakhir. Di Chelsea, Giroud yang melempem di Premier League justru tampil tajam di Liga Europa dengan delapan gol.

“Tapi golnya, sangat penting untuk menempatkan tim dalam posisi aman dan selama pertandingan, dia itu berperan penting:

“Selama saya memilihnya dan dia tetap bermain, dia bisa mendekati rekor Platini. Saya di sini bukan untuk membantunya. Ketika dia ada di lapangan, dia terus bikin gol. Dia selalu ada dengan semangat serta staminanya yang segar. Dia harus menjaga itu.”

(mrp/yna)

Orator di PN Bandung: Kami Tidak Rela Habib Bahar Dipenjara

Bandung – Massa Pecinta Habib Bahar bin Smith bertahan di depan Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Mereka terus menyuarakan dukungan terhadap proses peradilan yang dijalani Bahar.

Massa didominasi pemuda ini menyuarakan dukungan untuk Bahar yang menjalani sidang perdana dugaan penganiayaan di PN Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019).

Nyanyian dan orasi terus digelorakan perwakilan massa. Mereka menyatakan perlawanan terhadap upaya kriminalisasi terhadap Bahar.
“Kami tidak ikhlas adanya kriminalisasi ulama. Kami tidak rela Habib Bahar dipenjara. Kalau sampai dipenjara, siapkan penjara juga untuk kami juga,” teriak salah seorang orator.

Mereka menyesalkan kriminalisasi yang terjadi kepada para ulama termasuk Bahar. “Rezim saat ini tidak suka dengan ulama, betul?” teriak orator.

“Kami tidak akan mundur selangkah pun. Kami akan terus mengawal proses hukum ini,” ucap orator.

Bahar sudah hadir di Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung. Dia datang bersama penyidik sekitar pukul 07.40 WIB. Berpakaian gamis putih dipadu peci putih, Bahar berjalan menunduk tanpa memberikan komentar.

(mud/bbn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Perjalanan Timnas Indonesia U-22 sebelum Jadi Juara Piala AFF

Phnom Penh – Timnas Indonesia U-22 akhirnya sukses menjadi kampiun Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Dalam laga final, Selasa (26/2), tim asuhan Indra Sjafri ini mengempaskan musuh bebuyutan Thailand 2-1.

Sani Rizki Fauzi dan Osvaldo Haay menjadi penentu kemenangan Indonesia dengan gol-gol yang mereka ciptakan. Sebelumnya, Tim Garuda sempat tertinggal melalui gol Saringkan Promsupa.

Ini merupakan gelar pertama Timnas Indonesia U-22 di gelaran AFF U-22. Menariknya, ini pertama kalinya Indonesia berpartisipasi sejak pertama kali digelar tahun 2005.

Sementara, bagi pelatih Indra Sjafri, ini gelar kedua yang dia persembahkan untuk Indonesia. Sebelumnya, pada 2013, Indra juga sukses membawa Indononesia menjuarai Piala AFF U-19.

Namun begitu, perjuangan Timnas Indonesia U-22 di Kamboja tidaklah mudah. Witan Sulaeman harus bekerja ekstrakeras sebelum akhirnya sukses bergelar juara.

2 dari 4 halaman

Sempat Terseok di Fase Grup

Langkah Timnas Indonesia U-22 menunju final Piala AFF U-22 2019 tak mulus. Terutama saat melakoni tiga laga penyisihan Grup B.

Pada laga pertama penyisihan Grup B, Tim Garuda Muda ditahan 1-1 oleh Myanmar. Ketika itu lawan lebih dulu menjebol gawang Indonesia, sebelum akhirnya Rachmat Irianto mencetak gol pada menit ke-38 dan membawa Indonesia meraih poin satu.

Dari segi hasil, Timnas Indonesia U-22 masih belum ada peningkatan saat melakoni laga kedua di Grup B (20/2/2019). Berjumpa musuh bebuyutan, Malaysia, Tim Merah-Putih kembali meraih skor imbang, kali ini 2-2.

Timnas Indonesia U-22 sempat unggul dua kali, lewat Marinus Wanewar menit ke-52 dan Witan Sulaeman menit ke-77, namun dua kali pula gawang Indonesia jebol, hingga akhirnya Indonesia terpaksa berbagi poin lagi dengan lawan. 

Pada laga terakhir Grup B, partai terakhir, yang sekaligus jadi penentu kelolosan ke semifinal, Timnas Indonesia U-22 dengan gagah berani menantang tuan rumah, Kamboja (22/2/2019).

3 dari 4 halaman

Tekuk Tuan Rumah

Meski sudah memastikan lolos ke semifinal sebagai juara grup sejak laga kedua berkat kemenangan beruntun, Kamboja tetap merepotkan Indonesia. Namun, tekad tak mau angkat koper dan mengharumkan nama bangsa, menyelimuti setiap pemain Tim Garuda.

Marinus Wanewar jadi sorotan dalam laga ini menyusul brace yang dicetaknya pada menit ke-19 dan ke-83. Indonesia akhirnya menyudahi perlawanan Kamboja dengan skor 2-0.

Indonesia memastikan tempat di semifinal dengan koleksi poin lima dan jadi runner-up Grup B, menantang Vietnam yang berstatus juara Grup A.

4 dari 4 halaman

Grafik Menanjak

Grafik Timnas Indonesia U-22 kian menanjak. Di semifinal, Bagas Adi cs. merontokkan Vietnam, satu di antara kandidat juara turnamen ini.

Vietnam ke semifinal sebagai juara Grup A, namun Timnas Indonesia U-22 tak gentar. Tim Merah-Putih tampil cukup apik untuk menahan setiap gempuran lawan.

Bahkan, mampu menjebol gawang Vietnam lewat tendangan bebas cantik yang dieksekusi Luthfi Kamal pada menit ke-69. Itulah satu-satunya gol yang tercipta, dan Indonesia pun ke final.

Timnas Indonesia U-22 tentu diharapkan mampu menyuguhkan permainan yang kian moncer dan mencapai puncaknya pada partai final melawan Thailand. Dengan begitu, trofi juara bisa dibawa pulang ke Tanah Air.

Laga-Laga Seru di ONE Championship: Call to Greatness

Liputan6.com, Jakarta – Ajang ONE Championship, ONE: Call to Greatness sukses digelar di Singapura, Jumat (22/2/2019). Di Singapore Indoor Stadium, Singapura gelaran bergengsi ini dihelat.

Berbagai drama pun terjadi mengingiri setiap pertarungan yang ditampilkan di atas ring ONE Championship. KO, submission dan pertarungan epik yang mampu memukau penonton dari seluruh penjuru dunia, spektakuler.

Termasuk penampilan petarung Indonesia, Rudy Agustian, yang sukses meraih kemenangan. Di pertandingan pembuka, dia menaklukkan petarung asal Kamboja, Khon Sichan.

“The Golden Boy” meraih kemenangan melalui kuncian rear-naked choke pada menit ke 3:14 dalam babak pertama, setelah mengendalikan pertandingan melalui pertukaran serangan atas sebelum ia menjatuhkan Khon pada akhir menit kedua.

“Saya bangga dapat mengibarkan bendera Indonesia. Lawan saya ini adalah atlet andalan dari Myanmar. Sebelumnya, dia berhasil mengalahkan Riski Umar, yang merupakan atlet unggulan ONE Championship asal Indonesia,” kata Rudy.

2 dari 3 halaman

Gelar Kedua Stamp Fairtex

Sementara itu, Stamp Fairtex menciptakan sejarah baru sebagai pemegang gelar juara dunia dalam dua cabang olahraga beladiri. Petarung bintang asal Thailand ini sebelumnya mengamankan gelar ONE Atomweight Kickboxing World Champion pada bulan Oktober 2018, dan kemarin, ia mengamankan gelar ONE Atomweight Muay Thai World Title.

Jumat lalu, ia melancarkan teknik dan game plan yang berbeda melawan petarung andalan Amerika Serikat, Janet “JT” Todd. Ketimbang mengandalkan kemampuan clinch-nya yang dominan, Stamp menemukan cara baru untuk memenangkan pertandingan: melalui pukulan bertubi-tubi kearah Janet.

Tetapi, Stamp juga mempertunjukkan kemampuannya dalam teknik clinch, dengan melancarkan tendangan lutut dan pukulan siku yang keras.

Laga seru lainnya juga terjadi pada duel atlet grappler asal Kosta Rika, Ariel “Tarzan” Sexton dan juara Muay Thai asal Singapura Amir Khan. Duel ini berlangsung dalam tiga babak yang menegangkan.

Walaupun Ariel harus menerima serangan dan dijatuhkan pada dua ronde pertama, ia menggunakan pengalaman dan semangatnya untuk tetap memberikan perlawanan. Amir tidak memiliki pilihan lain selain menyerah.

3 dari 3 halaman

Penyelesaian Tercepat Bagi “Dagi”

Kekuatan Saygid “Dagi” Guseyn Arslanaliev sudah mendunia, dan Ev “E.T.” Ting merasakan sendiri dampak dari serangannya dalam babak perempat final ONE Lightweight World Grand Prix Jumat lalu.

Tanpa basa basi, kedua petarung bergerak maju ketiga bel berbunyi. Tetapi, Saygid menemukan waktu yang tepat untuk melancarkan pukulan mematikan. Atlet asal Turki ini menyarangkan pukulan tangan kiri, yang segera menjatuhkan Ev ke kanvas.

“Dagi” kemudian merangsek dengan ground and pound, sebelum wasit mengakhiri pertandingan hanya dalam waktu 25 detik pada babak pertama. Dengan hasil ini, Saygid akan menghadapi Ariel pada babak semi-final.

Final Piala AFF U-22 2019, Begini Perjalanan Timnas Indonesia U-22 dan Thailand ke Partai Puncak

Jakarta Timnas Indonesia U-22 bakal melakoni pertandingan penentuan juara Piala AFF U-22 2019 pada Selasa (26/2/2019) di Olympic Stadium, Kamboja. Thailand, lawan yang dihadapi bukan tim yang asing.

Thailand, spesialis sukses di berbagai level turnamen Asia Tenggara. Tim Negeri Gajah Putih mungkin sudah bosan mengangkat trofi sanking seringnya menjadi juara.

Sementara itu, Tim Merah-Putih selalu kesulitan menjadi yang terbaik. Semenjak 1991 menjadi juara SEA Games, Indonesia baru mengakhiri paceklik gelar pada Piala AFF U-19 2013, dan kemudian diikuti kesuksesan di Piala AFF U-16 2018 lalu.

Di level senior, nama Timnas Indonesia tak pernah masuk dalam catatan buku sejarah sebagai juara.

Menariknya Indra Sjafri, yang menukangi Timnas Indonesia U-22 saat ini adalah aktor sukses Timnas Indonesia U-19 lima tahun silam.

Sang mentor dianggap sosok yang membangkitkan euforia sepak bola usia dini. Di tangannya lahir bintang-bintang berkelas macam Evan Dimas, Putu Gede, Ilham Udin Arymain.

Bersama Timnas Indonesia U-22, Indra membawa bintang-bintang wajah baru. Osvaldo Haay, Marinus Wanewar, Lutfi Anwar, bersiap mencetak sejarah baru bagi sepak bola Indonesia, yang tengah koyak dengan kasus-kasus pengaturan skor di kompetisi domestik. 


2 dari 3 halaman

Timnas Indonesia U-22 Sempat Terseok di Penyisihan

Langkah Timnas Indonesia U-22 menunju final Piala AFF U-22 2019 tak mulus. Terutama saat melakoni tiga laga penyisihan Grup B.

Pada laga pertama penyisihan Grup B, Tim Garuda Muda ditahan 1-1 oleh Myanmar. Ketika itu lawan lebih dulu menjebol gawang Indonesia, sebelum akhirnya Rachmat Irianto mencetak gol pada menit ke-38 dan membawa Indonesia meraih poin satu.

Dari segi hasil, Timnas Indonesia U-22 masih belum ada peningkatan saat melakoni laga kedua di Grup B (20/2/2019). Berjumpa musuh bebuyutan, Malaysia, Tim Merah-Putih kembali meraih skor imbang, kali ini 2-2.

Timnas Indonesia U-22 sempat unggul dua kali, lewat Marinus Wanewar menit ke-52 dan Witan Sulaeman menit ke-77, namun dua kali pula gawang Indonesia jebol, hingga akhirnya Indonesia terpaksa berbagi poin lagi dengan lawan. 

Pada laga terakhir Grup B, partai terakhir, yang sekaligus jadi penentu kelolosan ke semifinal, Timnas Indonesia U-22 dengan gagah berani menantang tuan rumah, Kamboja (22/2/2019).

Meski sudah memastikan lolos ke semifinal sebagai juara grup sejak laga kedua berkat kemenangan beruntun, Kamboja tetap merepotkan Indonesia. Namun, tekad tak mau angkat koper dan mengharumkan nama bangsa, menyelimuti setiap pemain Tim Garuda.

Marinus Wanewar jadi sorotan dalam laga ini menyusul brace yang dicetaknya pada menit ke-19 dan ke-83. Indonesia akhirnya menyudahi perlawanan Kamboja dengan skor 2-0.

Indonesia memastikan tempat di semifinal dengan koleksi poin lima dan jadi runner-up Grup B, menantang Vietnam yang berstatus juara Grup A.

Grafik Timnas Indonesia U-22 kian menanjak. Di semifinal, Bagas Adi cs. merontokkan Vietnam, satu di antara kandidat juara turnamen ini.

Vietnam ke semifinal sebagai juara Grup A, namun Timnas Indonesia U-22 tak gentar. Tim Merah-Putih tampil cukup apik untuk menahan setiap gempuran lawan.

Bahkan, mampu menjebol gawang Vietnam lewat tendangan bebas cantik yang dieksekusi Luthfi Kamal pada menit ke-69. Itulah satu-satunya gol yang tercipta, dan Indonesia pun ke final.

Timnas Indonesia U-22 tentu diharapkan mampu menyuguhkan permainan yang kian moncer dan mencapai puncaknya pada partai final melawan Thailand. Dengan begitu, trofi juara bisa dibawa pulang ke Tanah Air.

3 dari 3 halaman

Thailand Kelelahan di Semifinal

Sebaliknya, langkah Timnas Thailand U-22 cenderung mulus hingga ke laga puncak.

Tim asuhan Alexandre Lima, belum tersentuh kekalahan serta kebobolan dalam waktu normal pertandingan selama Piala AFF U-22 2019. Sang arsitek asal Brasil yang didapuk jadi nakhoda tim pada awal November 2018 terlihat sukses menjaga tempo permainan Timnas Thailand U-22.

Menghadapi jadwal padat turnamen, Thailand tak habis-habisan di awal namun gembos di akhir. 

Di fase penyisihan Grup A Thailand menang 1-0 dan 3-0 masing-masing atas Timor Leste dan Filipina, bermain tanpa gol kontra Vietnam.

Mereka melaju ke semifinal dengan status runner-up Grup A. Memasuki periode knock-out Tim Negeri Gajah Putih Muda bersua tuan rumah Kamboja yang jadi tim kuda hitam di penyisihan.

Thailand menang 5-3 dalam adu penalti atas Kamboja (0-0) di semifinal.

Pelatih Thailand, Alexandre Gama, mengakui kalau anak asuhnya mengalami kesulitan dengan gaya permainan Timnas Kamboja U-22. Timnas Thailand U-22 akan menghadapi Timnas sepak bola Indonesia U-22 di final Piala AFF U-22.

Sebab Timnas Thailand U-22 kerap mengalami masalah saat berusaha membangun serangan. Apalagi pada laga tersebut anak asuh Gama juga jarang memegang bola.

“Saya tahu bahwa kami bisa bermain lebih baik jika kami memegang bola lebih banyak. Tapi itu adalah sesuatu yang bisa kami tingkatkan dari laga ke laga,” kata Gama.

Pernyataan Gama jangan diartikan secara harafiah bahwa Timnas Thailand U-22 punya persoalan jelang laga final. Pernyataan model ini seringkali dilontarkan pelatih berbagai tim untuk mengecoh lawan.

Realitasnya Thailand di berbagai level dikenal sebagai tim jagoan turnamen level Asia Tenggara. Sudah sering terjadi mereka bermain biasa saja di penyisihan, namun intensitas permainan ditingkatkan begitu memasuki periode knock-out.  Timnas Indonesia U-22 perlu mencermati hal ini, karena Tim Merah-Putih kerap tersandung di pengujung turnamen.



Jejak Perjuangan Pak Pos di Bangunan Tua Peninggalan Belanda

Liputan6.com, Gorontalo – Banyak yang menyangka jika bangunan tua hanya bisa dijadikan sebuah museum atau banyak juga yang mengira bahwa gedung tua apalagi peninggalan kolonial Belanda itu merupakan bangunan angker.

Namun, lain halnya bangunan yang ada di Provinsi Gorontalo, tepatnya di Jalan Nani Wartabone No 15 RT 01 RW 01 Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Bangunan ini tenyata sudah lama digunakan sebagai kantor pos cabang Gorontalo.

Sepintas yang kita tahu bahwa kantor pos merupakan tempat untuk mengirim surat atau paket, serta mencairkan uang dalam bentuk paket program pemerintah. Begitu pun dengan kantor pos Gorontalo yang ketika dibangun oleh Belanda pada tahun 1910-an bernama Kantor Pos dan Telegraf itu.

Jadi, semenjak didirikan hingga kini, bangunan itu masih berfungsi sebagai Kantor Pos Cabang Gorontalo, hanya saja fungsi telegrafnya sudah tidak beroperasi lagi. Kepemilikan bangunan tua itu sekarang dipegang PT Pos Indonesia.

Selain itu, bangunan itu kini juga sudah merupakan aset kantor pos sebagai salah satu cagar budaya di Gorontalo yang telah ditetapkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dengan Surat Keputusan Permenbudpar No PM 10/PW 007/MKP 2010 silam, sebagai Cagar Budaya Nasional yang dilindungi oleh Undang-undang.

Fondasi bangunan tua ini dari batu dan sistem struktur dari beton bertulang. Atap bangunan berbentuk pelana dan terbuat dari genteng, listplang sangat lebar. Bagian dalam terbagi 8 (delapan) ruangan, salah satu ruangan yang terpenting adalah ruangan “khasanah” yang didesain khusus dengan ketebalan dinding 50 sentimeter.

2 dari 2 halaman

Saksi Sejarah

Di ruangan itulah, zaman dulu, ditempatkan brankas yang berisi dokumen-dokumen penting. Brankas ini sejak zaman Belanda hingga kini masih berfungsi. Bangunan ini dikelilingi pagar tembok dan besi. Pada bagian luar pagar terdapat kotak surat dari zaman Belanda.

Dari tinjauan sejarah Gorontalo, di areal dengan luas bangunan 693 meter persegi dan luas lahan sekitar 900 meter persegi ini pernah dijadikan tempat untuk pengibaran bendera merah putih oleh kaum muda Gorontalo pada tanggal 23 Januari 1942. Tindakan pemuda ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajah Jepang.

“Kantor pos tersebut menjadi salah satu saksi sejarah perebutan kekuasaan kolonial oleh pasukan yang dipimpin Nani Wartabone. Karena setelah Nani Wartabone dan pasukannya berhasil mengepung Kota Gorontalo dan sekitar Subuh,” ungkap Yos Wartabone, putra Nani Wartabone yang juga saksi hidup sejarah tersebut.

Ia menambahkan, setelah itu, pada pukul 10.00 waktu Gorontalo, Nani Wartabone memimpin langsung upacara pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya. “Di halaman Kantor Pos dan Telegraf inilah kemerdekaan Gorontalo diproklamasikan,” dia menandaskan.


Simak video pilihan berikut ini:

Hadapi Petarung Tuan Rumah di ONE: Reign of Valor, Yohan Mulia Tak Gentar

Liputan6.com, Jakarta – Petarung Indonesia, Yohan “The Ice Man” Mulia Legowo kembali naik ring octagon. Kali ini, dia akan tampil di ajang ONE Championship, ONE; Reign of Valor, di Myanmar, 8 Maret mendatang.

Yohan akan menghadapi atlet unggulan tuan rumah Phoe Thaw di Thuwunna Indoor Stadium di Yangon.. Ini akan menjadi penampilan pertama “The Ice Man” sejak Januari 2018, saat menghadapi Victorio Senduk di Jakarta Convention Center.

Menghadapi juara ONE Championship Myanmar Featherweight Tournament 2016 itu, Yohan telah meningkatkan intensitas latihan. Tujuannya tentu saja untuk meraih kemenangan dan memperbaiki catatan rekornya.

“Keunggulan saya dari dia nampaknya dalam kemampuan berduel di ground. Dia memang punya basic kickboxing dan postur tubuh lebih tinggi dari saya, jadi jangkauannya lebih bagus,” sebut Yohan. “Saya harus dapat mencari timing yang tepat. Kalau saya asal tabrak, akan berbahaya karena ia dapat melancarkan gerakan sikut atau lutut.”

Meski menghadapi atlet favorit tuan rumah yang mendapatkan dukungan dari ribuan suporter, Yohan mengaku tidak gentar. Di ajang ONE Championship, Yohan lebih mengandalkan mental yang terasah dan pengalaman yang ia miliki untuk masuk ke dalam ring pertandingan.

“Bagi saya tidak ada masalah. Seberapa banyak suporter yang ia miliki, yang lawan saya tetap satu,” ujar Yohan, yang sejak usia muda sudah sering tampil di dalam ring tinju di kota kelahirannya, Magelang, Jawa Tengah itu.

2 dari 3 halaman

Sangat Bersemangat

Atlet berusia 38 tahun ini sebelumnya dijadwalkan bertanding melawan AJ Lias Mansor bulan lalu, tetapi karena sesuatu hal, pertandingan tersebut terpaksa dibatalkan. Melawan Thaw, Yohan mengaku sangat bersemangat untuk menyambut laga ketujuh di bawah ONE.

“Saya sebenernya sudah benar-benar ingin kembali ke arena, tetapi saya sangat sibuk. Sekarang saya sangat excited,” ungkap Yohan, yang ingin membuktikan bahwa ia masih dapat bertanding dan menang.

3 dari 3 halaman

Kemenangan Terakhir Tiga Tahun Lalu

Yohan sebelumnya juga menjalani beberapa laga yang berakhir kurang baik. Ia meraih kemenangan terakhir tiga tahun lalu, ketika mengakhiri perlawanan rekan senegaranya Mario Satya Wirawan melalui kuncian rear-naked choke. Tetapi, dia harus menerima tiga kekalahan beruntun setelah itu.

Dengan semangat baru ini, Yohan yakin dapat kembali menunjukkan performa brilian seperti awal karirnya dalam dunia mixed martial arts (MMA).

Ayah dua anak ini berhasil membukukan enam kemenangan beruntun dalam ronde pertama pada awal karirnya. Saat ini ia mencatat delapan kemenangan dari 15 pertandingan.

Prediksi Chelsea Vs Manchester City: Berebut Trofi Pertama Musim Ini

Jakarta Manchester City bersua Chelsea pada laga final Piala Liga Inggris 2018-2019, di Stadion Wembley, Minggu (24/2/2019) malam ini WIB. Partai puncak tersebut tak semata usaha Manchester City memertahankan gelar juara, melainkan juga Sergio Aguero dan Pep Guardiola.

Nama Aguero dan Pep Guardiola menjadi dua di antara sederet persona yang menjadi atensi publik. Aguero misalnya, bakal menjadikan laga final ini sebagai bukti kalau dirinya layak disebut sebagai satu di antara pencetak tradisi mencetak gol di Wembley.

Selaras dengan itu, Aguero juga ingin membuktikan kalau dirinya menjadi daya takut bagi Chelsea. BBC merilis, Aguero berhasil mencetak tiga gol ke gawang Manchester City setiap kali bertemu di Stadion Wembley. Ia hanya kalah Eric Cantona (4 gol kontra Liverpool) dan Ian Rush (5 gol versus Everton).

Selain itu, Aguero juga memiliki catatan menawan yang lain. Bomber berkebangsaan Argentina tersebut mencetak 13 gol dari 16 pertandingan versus Chelsea. Aguero mengoleksi gol-gol tersebut dari semua laga, dan hanya kalah dibanding golnya ke gawang Newcastle United (15 gol).

Sementara itu, Pep Guardiola tak menampik jika mendapat perhatian. Maklum, ia punya tradisi bisa memertahankan gelar. Hal itu pula yang ingin dibuktikan dirinya ketika bersua Chelsea.

Pep Guardiola sudah memiliki modal menuju arah ke sana. Selain penampilan yang konsisten, kemenangan 6-0 pada pertemuan terakhir membuat Pep Guardiola yakin Sergio Aguero dkk bisa mengulangi catatan manis tersebut, meski mungkin bukan dengan skor telak.

“Kepercayaan diri adalah kunci dari kesuksesan, dan skuatku memiliki kondisi tersebut. Saya senang karena kami berada di jalur yang selaras, punya kompetensi dan fans berada di belakang kami,” sebut Pep Guardiola, di Guardian.

Pada tahun lalu, Manchester City meraih gelar setelah menaklukkan Arsenal. Pep Guardiola ingin membawa The Citizens sebagai tim keempat yang mampu meraih juara back to back.

2 dari 3 halaman

Ambisi Manchester City

Andai terealisasi, Manchester City akan setara dengan Manchester United, Liverpool dan Nottingham Forest. “Ambisi yang realistis dan memberi kami kekuatan luar biasa. Saya percaya pasukanku bisa berlaga di seluruh kompetisi” tegas Pep Guardiola.

Ambisi Manchester City bakal mendapat perlawanan dari Chelsea. Meski beberapa pihak mengritik cara bermainan Maurizio Sarri, ‘tuan rumah’ berjanji tampil mengejutkan.

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri menganggap, apa yang terjadi dengan dua pertemuan sebelumnya musim ini, sudah tak ada. “Kami pernah kalah 0-6, dan menang 2-0. Tapi itu masa lalu, dan kami tak ingin berkaca dengan hasil tersebut. Satu-satunya yang menjadi atensi kami adalah persiapan sekarang,” ucapnya.

Sang Italiano layak berkomentar seperti itu demi memberi spirit bagi pasukannya. Apalagi inkonsistensi seperti sudah menjadi ‘perwujudan’ perjalanan Chelsea sepanjang musim ini.

“Tapi ini final, dan nuansanya berbeda di Wembley. Kami punya banyak hal di sana, dan tentu saja final kali ini harus menjadi milik kami,” tegas Pedro Rodriguez, penyerang sayap Chelsea.

Optimistis kubu Chelsea membuat mereka harus waspada. Catatan BBC mengungkapkan, Chelsea sudah kalah tiga kali di Wembley sepanjang musim ini. Mereka takluk di pentas Community Shield kontra Manchester City, lalu dua kali tersungkur kontra Tottenham Hotspur di panggung Premier League dan semifinal Piala Liga Inggris.

3 dari 3 halaman

Komentar Sarri

“Sekali lagi, kami akan tampil ketat dan memberi banyak kesulitan bagi Manchester City,” ancam Sarri. Jika membawa Chelsea juara, manajer asal Italia tersebut bakal menjadi orang kedua asal Italia yang meraih prestasi tersebut setelah Gianluca Vialli pada 1998.

Head to Head

10/2/2019 Manchester City 6 – 0 Chelsea (Premier League)

8/12/2018 Chelsea 2 – 0 Manchester City (Premier League)

5/8/2018 Chelsea 0 – 2 Manchester City (Community Shield)

4/3/2018 Manchester City 1 – 0 Chelsea (Premier League)

30/9/2017 Chelsea 0 – 1 Manchester City (Premier League)

5/4/2017 Chelsea 2 – 1 Manchester City (Premier League)

Sumber: BBC, The Guardian

Calegnya Jadi Tersangka, Begini Kronologi ‘Kampanye’ di Kampus Versi PSI

Jakarta – Caleg PSI untuk DPRD Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Ranat Mulia Pardede (RMP) jadi tersangka karena dianggap berkampanye di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pembangunan. DPP PSI menegaskan kegiatan RMP di kampus bukanlah kampanye.

Kronologi kejadiannya versi PSI, ketika RMP selesai mengajar di kelas, seorang mahasiswa memanggil dan menanyakan apakah benar RMP seorang caleg dan meminta kartu nama.

“Lalu secara spontan Bro RMP menjawab iya dan memberikan kartu nama. Kejadian itu dilihat seorang mahasiswa lain dan kejadian itulah yang menjadi dasar Bro RMP dijadikan tersangka,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PSI Satia Chandra Wiguna, dalam keterangan pers, Minggu (24/2/2019).


Penjelasan di atas telah juga disampaikan RMP ketika dimintai klarifikasi oleh Panwas Tanjungpinang. “Jika mencermati kejadian di atas, apa yang terjadi tentu bukanlah kampanye seperti yang disangkakan Panwas. Kecuali yang bersangkutan memobilisasi massa dan mengampanyekan diri secara terbuka dalam kelas,” lanjut Chandra.

DPD PSI Tanjungpinang juga pernah melayangkan surat resmi kepada Panwas Tanjungpinang dan Panwas Provinsi Kepulauan Riau untuk mengklarifikasi. Karena, menurut ketentuan PKPU, dugaan pelanggaran kampanye pemilu yang dilakukan caleg bersangkutan diatur dalam UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Peraturan Pelaksana UU tersebut yaitu PKPU nomor 28 Tahun 2018 tentang perubahan atas PKPU nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum pasal 69 Ayat 1 huruf h.

Dalam penetapan tersangka, kata Chandra, Panwas Tanjungpinang dianggap tidak mempertimbangkan peraturan perundang-undangan tentang Pemilu yang menjelaskan bahwa sanksi pelanggaran kampanye yang diduga menggunakan fasilitas tempat pendidikan dikenakan sanksi, pertama, peringatan tertulis walaupun belum menimbulkan gangguan; dan/atau, kedua, penghentian kegiatan kampanye di tempat terjadinya pelanggaran; sesuai PKPU No 28 Tahun 2018 Pasal 76 ayat 3.

“Menurut UU No 7 Tahun 2017 pasal 280 ayat 4, pelanggaran kampanye pada huruf h seperti yang disebutkan di atas bukan merupakan pidana pemilu,” ujar Chandra.

Chandra menegaskan, penetapan tersangka RMP jelas-jelas tidak sesuai dengan UU No 7 Tahun 2017 yang dijadikan dasar hukum bagi penyelenggara dan peserta Pemilu 2019 serta bertentangan dengan PKPU No 28 Tahun 2018 yang ditetapkan oleh KPU RI sebagai pedoman dan teknis penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Ini kan aneh, padahal UU dan PKPU adalah dasar parpol dalam menjalankan kampanye. Janganlah karena perbedaan pemahaman ketentuan, lalu partai politik dan caleg jadi korban,” tegas Chandra.

“Atas ditersangkakannya RMP, PSI akan melakukan perlawanan hukum. PSI akan meminta KPU RI dan Bawaslu RI untuk menjadi saksi ahli. Kami juga akan menyiapkan pengacara terbaik PSI untuk membantu Bro RMP dalam menghadapi kasus ini.”

Terakhir, PSI juga akan melaporkan hal ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), atas adanya kemungkinan kesalahan prosedur. “Termasuk meminta pandangan hukum, apakah dalam persoalan ini, Panwas sudah benar mengenyampingkan UU 7 tahun 2017 dan PKPU No 28 tahun 2018. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi kasus yang sama menimpa partai-partai dan caleg lain,” sebut Chandra.
(gbr/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pilu Penyandang Disabilitas Dicabuli Ayah-Kakak-Adik Kandung Ratusan Kali

Jakarta – Sungguh pilu nasib AG (18). Dia jadi korban incest atau hubungan sedarah yang dilakukan ayah, kakak dan adik kandungnya sendiri. Disetubuhi ratusan kali, AG yang juga seorang penyandang disabilitas kini trauma.

AG saat itu tinggal bersama ibu dan neneknya. Saat ibunya meninggal karena sakit, M membawa AG tinggal di rumahnya di wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung. Tidak dijelaskan kenapa ayah dan ibu AG pisah tempat tinggal.

Petaka pun terjadi setelah AG baru tinggal di rumah M sekitar dua bulan. Orang yang seharusnya melindunginya itu justru memperkosanya. Perbuatan itu dilakukan beberapa kali, bahkan dilihat langsung oleh kakak AG berinisial (SA) dan adiknya YF (15).

Melihat kelakuan sang ayah, SA dan YF bukannya menolong. Mereka justru ikut-ikutan memperkosa AG. Perbuatan ini dilakukan berulang, setiap hari sejak Agustus 2018. AG dalam sehari bisa beberapa kali dipaksa melayani nasfsu bejat ketiga orang yang seharusnya melindunginya. AG tidak kuasa melawan karena takut.

“Kakaknya (SA) itu sudah menyetubuhi 120 kali dalam setahun, adiknya (YF) 60 kali. Kalau bapaknya (M) sudah berulang kali, saya yakin sudah sering,” kata AKP Edi saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (24/2/2019). Namun M saat diperiksa penyidik mengaku baru lima kali menyetubuhi korban.

“Korban merupakan penyandang disabilitas atau ada keterbelakangan mental,” sambung AKP Edi menguatkan alasan kenapa AG tidak kuasa melawan saat diperkosa.

M,SA dan YF memang begitu leluasa memperkosa korban. Menurut AKP Edi, AG selama ini terkungkung di dalam rumah. Keluarga ini pun dikenal sangat tertutup sehingga sulit bagi tetangga untuk mengetahui kasus ini.

Namun lama kelamaan, tetangga curiga dengan aktivitas di rumah M. Terlebih karena melihat kondisi AG yang semakin kurus, jauh berbeda dari saat AG pertama kali datang ke rumah tersebut. Entah bagaimana, akhirnya warga pun tahu bahwa AG telah jadi korban kekerasan seksual oleh M dan kedua putranya.

Salah seorang anggota Satgas Merah Putih Perlindungan Anak setempat pun melapor ke polisi. Polisi pun bergerak atas dasar laporan polisi No.Pol: LP/B-18/II/2019/PLD LPG/RES TGMS/SEK SUKO.

M, SA dan YF ditangkap di rumah tanpa perlawanan Kamis (21/2) sekitar pukul 21.00 WIB. Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa helai baju dan celana milik M, SA dan YF serta korban. Para terduga pelaku lalu dibawa ke Polsek Sukoharjo untuk diperiksa. Lebih lanjut, kasus ini dan para tersangka dilimpahkan penanganannya ke Unit Perempuan PPA Satreskrim Polres Tanggamus.

Saat diperiksa M, SA dan YF mengakui perbuatannya. Polisi pun langsung menahan dan menetapkan ketiganya tersangka. Mereka dipersangkakan Pasal 76D Pasal 81 ayat (3) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 8 huruf a Jo Pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau Pasal 285 KUHPidana.

“Ancaman hukuman untuk Pasal 81 ayat 3 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak minimal 5 tahun maksimal 15 tahun ditambah 1/3 dari ancaman maksimal apabila dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan darah. Untuk Pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga ancaman hukuman paling lama 12 tahun. Untuk Pasal 285 KUHPidana ancaman hukuman paling lama 12 tahun,” jelas AKP Edi.

AKP Edi mengatakan, pihaknya masih terus mendalami kasus ini. Baik tersangka dan korban akan diperiksa lebih lanjut pada Senin (25/2) besok dengan mendatangkan ahli dan psikolog. Kondisi kejiwaan M, SA dan YF akan diperiksa terutama YF karena diduga kuat mengalami penyimpangan.

“Keluarga ini ada kelainan sepertinya karena adiknya (YF) ada pengakuan bahwa dia pernah berhubungan juga dengan binatang, kambing, sapi. Nanti mau kami periksakan juga ke psikolog, pemerhati, kenapa keluarga ini bisa seperti ini, kita mau urut ke belakang supaya hal-hal ini tidak terjadi lagi,” kata AKP Edi.

Hal senada juga disampaikan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila. Pihaknya terus melakukan pendalaman agar tepat menangani kasus ini.

“Ini lagi coba kita dalami lagi karena bapaknya tahu anak-anaknya itu menyetubuhi anak kandungnya tapi dibiarkan saja. Saling tahu tapi dibiarkan. Waktu itu adiknya yang bungsu ini melihat kalau saudara perempuannya ditiduri bapaknya, dibiarin. Jadi saling tahu mereka ini,” kata Laila saat berbincang dengan detikcom lewat telepon.

Menurut Ipda Laila, secara visual tidak ada keanehan dari tersangka M dan SA. Namun tersangka YF ini memang agak berbeda karena terlihat santai saat diperiksa. Saat ditanya, tidak ada penyesalan terlontar dari mulutnya telah berulangkali memperkosa kakak kandungnya sendiri.

“Memang yang nyeleneh dikit ini yang bungsu, yang kecil. Dia sempat meniduri kambing dan sapi milik tetangga. Kenapa kita bilang agak kelainan karena tidak ada rasa penyesalan. Hanya senyum cengengesan, nggak ada muka menyesal atau merasa malu, merasa berdosa, santai aja. Makanya kita Senin mau melakukan pemeriksaan psikologi, sudah panggil psikolog juga terkait kelakuan tiga pelaku ini,” tutur Laila.

Ipda Dona sendiri merasa sangat prihatin dengan kondisi AG. Menurutnya, AG mengalami keterbelakangan mental. Pihaknya akan terus memonitor kondisi AG.

“Sejauh ini belum kita temukan adanya gejala kehamilan karena korban juga baru mau kita ambil keterangannya Senin besok dengan didampingi ahli bahasa. Korban bukan kategori tunarungu, tunawicara atau tunagrahita tapi dia memang masuk dalam katagori disabilitas karena kalau ditanya harus ada panduan, ada yang mendampingi, jadi bisa jelas,” ujar Ipda Dona.

“Secara visual anaknya sehat. Anaknya putih, cantik malah. Tapi dia keterbelakangan mental. Kurang lebih seperti itu. kondisi korban memang masuk dalam kategori disabilitas. Dia tidak dalam kategori disabilitas tunarungu maupun tunawicara tetapi masih bisa menjelaskan apabila ditanya oleh aparat kepolisian. Mungkin bisa kita katakan kurangnya pendidikan dari si korban sehingga kalau kita lihat secara visual kondisi korban baik, bagus, tetapi dengan pandangan yang kosong. Kami rasa psikisnya mungkin sudah kena,” jelas Dona.

Ipda Dona menambahkan, dirinya berharap pemerintah dan lembaga dan dinas terkait ikut mengawal kasus ini. Dia berharap nasib AG diperhatikan, agar masa depannya jelas. Dia sendiri telah meminta Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, (LPAI) Seto Mulyadi meluangkan waktu untuk datang memonitor kasus ini.

“Kejadian ini ada wilayah hukum Kabupaten Pringsewu, sementara di sini polresnya Unit PPA baru ada di Polres Tanggamus. Jadi tujuan kita buat narik kasus tersebut supaya lebih intens ditangani oleh unit PPA yang ada di Polres Tanggamus. Sementara kita di P2TP2A kita maupun Teksos kita yang ada di Tanggamus itu berjalan memang aktif. Tapi P2TP2A di sini tidak mau nanti disalahkan kalau mengambil alih kasusnya untuk menyelamatkan korban sementara P2TP2A Pringsewu ada. Harus koordinasi intinya,” kata Dona.

“Nanti kalau berkenan datang ke sini bisa menekankan ke pemkab setempat untuk bisa memberikan jaminan pemenuhan hak-hak korban ke depannya, masa depannya seperti apa. Apakah masuk Dinsos, atau mendapat pelatihan atau bimbingan. Karena ke depan siapa yang mau jamin? Lebih aman dia jadi anak negara saja,” pungkas Dona.
(hri/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>