PDIP: Bos Bukalapak Sudah Ketawa-ketawa Sama Jokowi

Jakarta – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bos Bukalapak Achmad Zaky sudah tertawa bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai polemik cuitan soal dana riset di Indonesia. Hasto menyebut presiden menyediakan sarana bagi pengusaha seperti Zaky.

“Udah ketawa-ketawa sama Pak Presiden, Pak Presiden akan terus, mereka memberikan kritik pun sama Pak Presiden diberikan sebuah sarana karena presiden melihat bangsa ini harus dibangun dengan hal yang baik,” kata Hasto di posko Cemara, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).

Hasto menyatakan Jokowi juga ingin mendorong perkembangan startup di Indonesia. Menurutnya, startup berprestasi perlu diberikan tempat untuk berkembang.
“Mereka yang berprestasi itu mendapat tempat di bumi pertiwi ini, karena itulah pak Jokowi mendorong hal tersebut, mendorong startup, mendorong itu, komunikasi, mendorong infrastruktur, sampai dangdutan pun presiden bisa,” ujarnya.

Zaky sebelumnya menemui Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (16/2). Dia pun menjelaskan maksud cuitannya yang menyebut ‘presiden baru’ dan menyinggung dana riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia.

“Sebenarnya waktu nge-tweet, saya sudah nge-tweet di atasnya. Beberapa jam setelahnya, setelah bangun tidur, saya kaget itu. Cuma kan kalau sudah viral susah dikendalikan. Kan maksudnya terpilih, Pak Jokowi pun masuk di situ. Terpilih. Sudah masuk semuanya,” ujar Zaky setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2).

Jokowi juga mengaku tak mempermasalahkan cuitan Zaky. Dia pun telah meminta gerakan tagar uninstallbukalapak dihentikan.

“Saya ajak hari ini untuk menghentikan, untuk setop uninstall Bukalapak. Setop. Karena kita harus dorong. Dorong anak-anak muda yang memiliki inovasi, memilki kreativitas untuk maju,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
(abw/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN Respons Fabby Tumiwa yang Bantah Masuk Tim Ahli Prabowo

Jakarta – Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dradjad Wibowo, merespons ucapan Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa. Dia menyatakan melihat nama Fabby di daftar panelis.

“Kemarin waktu melihat di meja panelis ada nama Fabby, saya sempat menoleh sekeliling, apa Fabby sudah hadir. Ternyata hingga acara dimulai, yang bersangkutan tidak hadir,” kata Dradjad kepada detikcom, Sabtu (16/2/2019).

Dia mengaku tak tahu seberapa intensif komunikasi antara Direktur materi dan debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, dengan Fabby terkait isu energi. Menurutnya, Sudirman dan Fabby cukup dekat.

“Saya tidak tahu seberapa intensif komunikasi dia dengan Mas Sudirman Said tentang materi di bidang energi. Saya hanya tahu bahwa mereka berdua saling mengenal cukup dekat,” ujarnya.
Dradjad pun menjelaskan proses penyampaian undangan terhadap dirinya hingga konfirmasi kehadiran. Dia menyatakan tak tahu proses hingga nama Fabby masuk daftar panelis dalam acara tersebut.

“Maksudnya Faby tidak hadir? Memang tidak hadir. Tapi soalnya namanya ada dalam list, saya tidak tahu. Proses konfirmasi kehadirannya kan teliti sekali, kalau melihat yang saya alami,” ucap Dradjad.

Adapun daftar panelis yang dimaksud adalah terkait Pidato Kebangsaan capres Prabowo Subianto di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (15/2). Kegiatan itu disebut melibatkan puluhan panelis.

Dradjad yang hadir dan menjadi salah satu panelis menjelaskan para panelis akan ikut serta menyampaikan pendapatnya soal tema pidato kebangsaan kali ini, yakni ‘Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan, dan Air’. “Setelah kami menyampaikan pendapat dan pandangan, baru Pak Prabowo pidato,” ujar Dradjad di di Po Hotel, Semarang, Jateng.

Nah, dalam daftar nama panelis untuk pidato itulah nama Fabby tertera. Dia masuk dalam daftar panelis bidang lingkungan hidup.

Fabby pun angkat bicara soal namanya yang masuk dalam daftar panelis itu. Dia menyatakan tak tergabung dalam tim ahli untuk Prabowo-Sandiaga ataupun Jokowi-Ma’ruf Amin. Namun, dia tak menampik kerap memberi masukan untuk isu energi ke tim Prabowo. Masukan juga disebutnya kerap diberikan untuk tim Jokowi-Ma’ruf.

Terkait Pidato Kebangsaan Prabowo di Semarang itu, Fabby menyatakan dirinya tak hadir. Dia mengaku ada kegiatan lain saat acara itu berlangsung.

“Saya memberikan masukan ke 01 maupun 02 ya. Lalu memang saya itu sebenarnya di undang di acara tadinya mau ada rencana seminar di tanggal 14 Februari kemarin di Jakarta. Saya diundangnya untuk berbicara di seminar soal energi itu. Lalu, beberapa hari yang lalu saya baru tahu bahwa acaranya tidak jadi di Jakarta tapi dipindah ke Semarang lalu dibarengi dengan pidato politik Pak Prabowo. Saya karena konteks sebagai pembicara seminar, ya saya berpikir itu masih bagian dari itu. Tapi karena diselenggarakannya hari Jumat siang di Semarang, kebetulan di waktu yang sama saya sudah punya komitmen lain. Jadi saya tidak hadir di acara itu, yang di Semarang saya tidak hadir,” ucap Fabby kepada detikcom, Sabtu (16/2).

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(haf/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jelang Debat Soal Pangan: Prabowo ‘Gerakan Emas’, Jokowi ‘Manusia Unggul’

Jakarta – Salah satu tema yang akan diangkat di Debat Capres kedua Pilpres 2019 adalah soal pangan. Lantas seperti apa program andalan yang dimiliki kedua capres ini?

Sejak Pilpres 2014 lalu, Prabowo Subianto memiliki program pemberian susu kepada anak-anak yang diberi nama ‘Revolusi Putih’. Di Pilpres 2019 ini, program tersebut berganti nama menjadi ‘Generasi Emas’ yang fokusnya melebar tidak hanya pemberian susu kepada anak.

“Gerakan Emas itu gerakan emak-emak dan anak minum susu. Jadi orientasinya pada penyediaan protein buat anak dan ibu miskin ya, karena ada tantangan serius buat masa depan Indonesia yaitu stunting growth itu,” ungkap Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzhar Simanjuntak, (17/10/2018).

Orientasi dari Gerakan Emas bukan hanya sekedar meminum susu, tapi kecukupan protein bagi anak. Program ini nantinya akan melibatkan masyarakat sehingga menjadi gerakan bersama. Gerakan Emas juga ditujukan terhadap sang ibu dan adanya keterlibatan masyarakat dalam penyediaan protein tersebut.
“Beliau ingin menjadi gerakan baik pada saat beliau menjadi presiden atau sebelum beliau menjadi presiden, beliau ingin dorong semua komponen masyarakat, untuk terlibat dalam menyiapkan kecukupan protein bagi keluarga-keluarga yang tidak,” tutur Dahnil.

Dari program ini, diharapkan muncul hubungan keluarga angkat. Bagi mereka yang mampu, akan bisa membantu masyarakat dari kalangan yang kesulitan. Gerakan Emas juga akan diperluas menjadi sebuah kebijakan utama dalam pemerintahan Prabowo-Sandi jika terpilih pada Pilpres 2019 mendatang.

“Kalau dulu koperasi itu ada bapak angkat, nah sekarang bahkan nanti ada keluarga, relawan-relawan yang berasal dari orang-orang mampu, mampu secara intelektual, mampu secara keuangan itu juga bisa menjadi saudara yang memberikan edukasi. Jadi basis kita gerakan ini kan sudah dimulai oleh Pak Prabowo melalui partainya tapi akan diperluas menjadi suatu gerakan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat,” kata Dahnil.

“Menjadi salah satu kebijakan utama untuk mengatasi stunting growth, dan masalah sosial yang lainnya. Jadi tahapannya gitu. Awalnya revolusi putih berhenti pada susu, kemudian menjadi gerakan gotong royong, saling bersaudara, kemudian ketika Pak Prabowo jadi presiden akan jadi kebijakan,” sambung Ketum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Program Prabowo-Sandiaga ini mendapat kritik dari kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Alasannya, penyediaan susu memerlukan impor dan belum tentu cocok bagi semua orang mengingat demografi warga Indonesia yang cukup beragam.

Terkait isu stunting, Jokowi disebut lebih mengutamakan local wisdom. Tak hanya susu, masyarakat akan diajak untuk mengkonsumsi makanan penuh protein yang sesuai dengan masing-masing daerah.

“Kalau kita mengedepankan local wisdom. Mereka yang tinggalnya dekat laut kita dorong untuk makan ikan, ada yang mungkin kacang-kacangan, potensi alam kita begitu besar. Kalau susu, selain mahal belum tentu cocok bagi semua orang,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin.

Jokowi-Ma’ruf menyorongkan program ‘Manusia Indonesia Unggul’. Dalam proses pembentukan generasi emas nanti, TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menilai tidak cukup hanya sekedar fokus pada asupan.

“Di tim Jokowi-Ma’ruf ini bahwa gerakan membangun manusia Indonesia yang unggul, unggul itu harus komprehensif. Tidak boleh hanya satu bagian saja mulai dari kita harus memperhatikan dan fokus bagaimana mengurangi stunting, gagal tumbuh, ini salah satu yang kita lakukan,” sebut Karding.

“Penting untuk mempercepat memberikan jaminan gizi sejak dalam kandungan. Pola asuh keluarga harus kita perbaiki, memperbaiki fasilitas air bersih, sanitasi, dan lingkungan yang mendukung tumbuh-kembang anak. Di samping itu, reformasi kesehatan kita perlu diperbaiki,” sambung politikus PKB itu.

Program Manusia Unggul ini tak hanya berfokus pada masalah asupan semata. Jokowi-Ma’ruf juga mementingkan program promotif dan preventif agar masyarakat di Indonesia mau hidup dalam lingkungan yang sehat. Fasilitas yang memadai dinilai menjadi salah satu unsur untuk membentuk manusia unggul.

“Percepatan pemerataan infrastruktur dasar, apa sanitasi, kemudian rumah tangga yang sehat, memiliki jamban, warga miskin juga harus dijamin. Aksesnya ke seluruh pelosok urusan kesehatan, seperti KIS. Pemerataan fasilitas dan pemerataan pelayanan kesehatan baik di daerah tertinggal terdepan, dan terluar. Kalau kita kasih makan, asupan saja, tapi sistem kesehatan nggak dipikirkan, ya nggak bisa,” tutur Karding.

Debat Pilpres 2019 kedua akan diselenggarakan pada hari Minggu, 17 Februari 2019. Debat ini mengusung tema lingkungan hidup, infrastruktur, energi, pangan, dan sumber daya alam. Hanya capres yang akan mengikuti debat kedua tersebut.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bantah Sewa Indomatrik, BPN Prabowo Singgung Hasil Pilgub DKI

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah menyewa lembaga survei Indomatrik untuk menguntungkan pihaknya. Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga juga tak mempersoalkan pimpinan Indomatrik, Husin Yazid yang pernah bermasalah di Pilpres 2014 bersama lembaga survei Pusat Studi Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).

“Saya ingin tegaskan Indomatrik tidak ada hubungan sama sekali dengan BPN Prabowo-Sandi. Karena kami tidak menyewa jasa konsultan atau lembaga survei dari eksternal karena kami menggunakan dari Internal,” kata Andre Rosiade kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Indomatrik sendiri diketahui tak masuk dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). Pihak Persepi menyoroti soal Direktur Riset Indomatrik, Husin Yazid yang pernah bermasalah di Pilpres 2014. Saat itu Yazid merupakan Direktur Eksekutif Puskaptis, lembaga survei yang dituding manipulatif karena hasil quick countnya memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa, meleset dari real count KPU yang memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla.


Akibatnya, Puskaptis dikeluarkan dari keanggotaan Persepi. Puskaptis juga dilaporkan ke pihak kepolisian. Kini nama Yazid kembali diperbincangkan sebab hasil survei Indomatrik juga berbeda dengan banyak lembaga survei lainnya. Jelang Pilpres 2019, Indomatrik menyebut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin hanya terpaut tipis dari Prabowo-Sandiaga Uno, tak sampai 4%.

BPN Prabowo-Sandiaga Uno tak mempermasalahkan track record Yazid di Pilpres 2014. Andre Rosiade mengungkit soal Indomatrik yang hasil surveinya di Pilgub DKI 2017 sesuai, Anies Baswedan-Sandiaga mengalahkan Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

“Mengenai hasil survei yang meleset di Pilpres 2014, kita juga tahu lembaga-lembaga survei yang sekarang menyatakan Pak Jokowi unggul 20% adalah lembaga-lembaga survei yang menyatakan Ahok juga unggul di 2017,” tuturnya.

Andre pun menyebut lembaga-lembaga survei yang hasilnya menunjukkan keunggulan Jokowi sebagai partisan.

“Ternyata mereka semua juga meleset. Sedangkan Indomatrik waktu Pilkada 2017 prediksinya tepat bahwa Anies dan Sandi akan menang, termasuk hasil quick count nya di Pilkada DKI Indomatrik juga tepat. Ini menunjukkan bahwa lembaga-lembaga survei pendukung Jokowi juga pernah salah,” sebut Andre.

Bantah Sewa Indomatrik, BPN Prabowo Singgung Hasil Pilgub DKIFoto: Husin Yazid. (Dok detikcom).

Meski mengaku tak membela Indomatrik, ia kembali mengungkit soal hasil lembaga survei itu yang bisa sesuai dengan real count KPU di Pilgub DKI. Andre juga menyebut salah satu tokoh riset pemilu yang berpindah dari satu lembaga ke lembaga survei lainnya.

“Dan yang publik harus ketahui bahwa lembaga survei yang menyatakan Jokowi menang ini sama dengan lembaga-lembaga survei yang menyatakan Ahok menang,” ujar politikus Gerindra itu.

“Saya tidak ingin membela Indomatrik tapi saya ingin kita objektif saja. Bahwa lembaga-lembaga survei yang menyatakan Pak Jokowi unggul 20% ini adalah lembaga2-lembaga yang sama menyatakan Ahok unggul 20% juga dan faktanya Ahok kalah dan yang benar ini adalah Indomatrik. Saya rasa enggak ada masalah ya. Dulu juga Saiful Mujani ada di LSI sekarang ada SMRC, kan enggak ada masalah,” tambah Andre.

Yazid juga sudah membantah Indomatrik berafiliasi dengan Prabowo-Sandiaga. Senada dengan Andre, Yazid juga menyinggung hasil Pilgub DKI Jakarta 2017.

“Ada 7-9 lembaga survei yang menjadi konsultannya Ahok terdiri dari Lembaga Survei Indonesia, Indikator, Indo Barometer, Charta Politika, SMRC, Vox Populi, dan lainnya yang mengatakan 6 bulan sebelum pilkada sampai H-1 sebelum pencoblosan mengatakan Ahok menang. Dan LSI Denny JA mengatakan Agus menang. Dan tidak terbukti. Apakah ini abal-abal? Apakah ini bisa dipercaya oleh masyarakat?” ungkap Yazid, Sabtu (16/2).

TKN Jokowi-Ma’ruf meragukan kredibilitas hasil suevi ini. Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menuding Puskaptis dan Indomatrik sama-sama bersamalah.

“Antara Puskaptis dan Indomatrik sama saja. Kedua-duanya memiliki rekam jejak bermasalah. Lembaga survei ini seperti ini dapat membodohi rakyat dengan tujuan penggiringan opini dengan motif bisnis. Publik perlu kritis terhadap hasil survei dari lembaga survei yang partisan. Lihat dulu track record lembaga survei tersebut. Sandingkan dengan hasil lembaga survei yang lain. Kalau hasil surveinya nyeleneh sendiri patut diduga lembaga survei tersebut sedang membangun framing politik,” urai Ace.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN Prabowo Samakan Tol yang Dibangun Jokowi dengan Pembunuh Bayaran

Jakarta – Juru Bicara Badan Pemenangan (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dian Fatwa menyamakan jalan tol yang dibangun oleh pemerintah Presiden Joko Widodo dengan pembunuh bayaran. Alasannya kondisi jalan berbayar itu banyak menyebabkan kecelakaan.

“Ternyata kita masuk jalan tol, jalan tol pembunuh bayaran, masuk jalan tol bayar tapi mati,” kata Dian Fatwa dalam diskusi ‘Perspektif Indonesia’ di Gado-gado Boplo, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).

Pernyataan itu disampaikan Dian saat membahas pembangunan infrastruktur yang tepat guna. Menurutnya ada jalan tol yang pembangunan-pembangunannya mengabaikan keselamatan manusia.


“Kualitas pembangunan infrastruktur ini, semennya membutuhkan 5 centimeter, banyak jalan infrastruktur itu yang rusak karena apa, semennya tidak nyampai, ini kan persolaan nyawa manusia diabaikan. Karena itu bagi kami penting melihat infrastruktur ini tepat guna,” ujar Dian.

Dia menyebut di salah satu tol terjadi 65 kecelakaan. Namun Dian tak menjelaskan lokasi dan jangka waktu kecelakaan itu.

“Kalau ini mengabaikan keselamatan manusia dari jalan tol itu saja, saya lupa jalan tol mana karena baru 4 bulan di Indonesia, ada 65 kecelakaan yang terjadi di tol yang dibangun oleh Presiden Jokowi,” kata dia.

Menurut Dian, kecelakaan itu disebabkan meletusnya ban kendaraan di jalan tol. Ia menuding, kondisi itu disebabkan permukaan jalan yang tidak baik.

“90 persen karena apa, karena bannya meletus, karena aspalnya banyak diampelas, karena pembangunan aspalnya tidak sampai 5 centimeter,” sebut Dian.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(abw/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dituding Berpihak ke Prabowo, Indomatrik: Tak Ada Bukti, Kami Independen

Jakarta – Direktur Riset Indomatrik, Husin Yazid, mengomentari soal pernyataan lembaganya yang tak masuk ke dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). Yazid mengatakan asosiasi lembaga survei tak hanya Persepi.

“Kan disebut tak gabung Persepi. Kan ada 3-4 perkumpulan atau asosiasi lembaga survei. Kan kita mau gabung ke mana saja boleh?” kata Yazid saat dihubungi, Sabtu (16/2/2019).

Lalu Yazid mengungkit soal survei-survei di masa Pilgub DKI pada 2017 lalu. Dia mengatakan saat itu Indomatrik mengeluarkan hasil survei yang hasilnya dinyatakan Pilgub DKI akan berlangsung dua putaran dan Anies Baswedan akan menang.
Dia mengatakan hasil survei Indomatrik ini berbeda dengan survei kebanyakan. Dia bertanya balik soal kredibilitas lembaga-lembaga survei tersebut.
“Ada 7-9 lembaga survei yang menjadi konsultannya Ahok terdiri dari Lembaga Survei Indonesia, Indikator, Indo Barometer, Charta Politika, SMRC, Vox Populi, dan lainnya yang mengatakan 6 bulan sebelum pilkada sampai H-1 sebelum pencoblosan mengatakan Ahok menang. Dan LSI Denny JA mengatakan Agus menang. Dan tidak terbukti. Apakah ini abal-abal? Apakah ini bisa dipercaya oleh masyarakat?” kata dia.

Yazid berasumsi 7-9 lembaga tersebut kini memihak ke Jokowi. Yazid juga menduga Hamdi Muluk tidak independen.

“Dan 7-9 lembaga survei pro-Ahok, sekarang disinyalir ke Jokowi. Hamdi Muluk yang jadi dewan etik juga disinyalir ke 01. Saya juga pertanyakan Prof Hamdi Muluk, kok dari Ahoker, itu keberpihakan? Apakah itu benar sebagai dewan etik?” ucap dia.

Yazid juga menanggapi soal pernyataan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf yang menduga lembaganya berpihak pada pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Dia mengatakan siap menjelaskan metodologi survei.

“Tidak ada bukti (berpihak ke Prabowo-Sandiaga). Saya benar-benar independen. Saya beri pembelajaran kepada masyarakat ini fenomena 5 tahunan. Saya mempunyai rasa bertanggung jawab. Rasa panggilan saya tentang ilmu metodologi survei. Dan masalah duit, itu duit kami sendiri. Kami siap, kami jelaskan semua metodologi,” ujar Yazid.

Sebelumnya diberitakan, Persepi menyatakan lembaga survei Indomatrik tak berada di bawah naungannya. Persepi juga menyoroti sosok Direktur Riset Indomatrik, Husin Yazid.

“Tidak, tidak terdaftar. Itu yang punyanya si Yazid yang dikeluarkan dari Persepi tahun 2014,” kata anggota Dewan Etik Persepi, Hamdi Muluk, ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu (16/2/2019).

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, meragukan hasil survei Indomatrik yang menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto semakin mendekati capres petahana. Karding mengaku baru mengetahui ada lembaga survei bernama Indomatrik.

Begitu juga Sekjen NasDem, Johnny G Plate, yang menertawai hasil survei Indomatrik karena berbeda dengan lembaga survei lainnya. Johnny menganggap hasil survei itu hanya untuk menyenangkan kubu Prabowo-Sandiaga.

Simak Juga ‘Survei Indomatrik: Elektabilitas Prabowo Mulai Kejar Jokowi’:

[Gambas:Video 20detik]

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(jbr/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Marc Marquez Ungkap Target Balapan di Musim 2019

Liputan6.com, Bandung – Marc Marquez menghabiskan waktunya di kota Bandung pada pekan lalu (9-10 Februari 2019). Pada kesempatan tersebut, Marc Marquez menjalankan serangkaian acara bersama Repsol Honda Team dan juga berbincang-bincang bersama wartawan nasional.

Marc Marquez yang juga berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP 2018 lalu buka-bukaan soal targetnya di tahun 2019. ” Tentu saja bukan sekedar berapa banyak balapan yang bisa saya menangkan (di tahun 2019), belajar dari Jepang 2015 saya menang lebih banyak dari balapan 2016. Dan saya tidak menjadi juara dunia karena saya tidak konsisten,” ungkap Marquez.

Baginya, memenangkan balapan merupakan hal yang penting tapi bukanlah yang utama. ” Jadi yang terpenting adalah konsisten meraih podium, dan balapan meraih posisi tertinggi. Dan untuk menjadi juara dunia, minimal harus menang 6-7 balapan,” sambungnya. 

Meski tahun lalu berhasil meraih gelar juara dunia, Marquez merasa masih ada beberapa kesalahan kecil dan hal tersebut akan diperbaiki pada tahun ini.

Marquez dijadwalkan akan kembali mengikuti tes pramusim pada 20 Februari mendatang di sirkuit Jerez, Spanyol. MotoGP musim ini akan dimulai 10 Maret mendatang.  

2 dari 3 halaman

Terkait MotoE, Marc Marquez: Saya Masih Menikmati MotoGP

Kendaraan listrik merupakan masa depan dari perkembangan dunia otomotif. Mobil atau motor listrik dinilai bisa mengurangi polusi sekaligus meningkatkan efisiensi berkendara. Bahkan tren ini pun mulai menjalar ke dunia balap, khususnya FIM Enel MotoEWorld Cup yang akan diluncurkan tahun ini oleh Dorna Sports.

Rencananya MotoE akan digelar di lima sirkuit Eropa yang diikuti oleh 18 sepeda motor. 7 tim independen masing-masing akan mendapatkan dua sepeda motor, dan empat sepeda motor diperuntukkan untuk tim Moto2 dan Moto3 yang memutuskan untuk mengikuti.






Terkait dengan hal ini, Tetsuhiro Kuwata, Honda Racing Corporation (HRC) Director pun angkat bicara. ” MotoE adalah pendekatan yang berbeda terhadap dunia balap motor. Dan ini baru menjadi titik awal pendekatan ini. Kami butuh mempertimbangkan pendekatan ini di masa depan, tapi ini terlalu cepat bagi kami. Jadi kita akan lihat apa yang terjadi di MotoE dan kami akan mempertimbangkannya di masa depan,” ungkap Kuwata saat sesi interview di hotel Harris, Bandung.

Marc Marquez pun ikut mengomentari soal MotoE. “Saya pikir atau saya harap masa depan itu masih jauh, karena saya menikmati motor ini. Saya belum mencoba motor listrik, jika disiapkan saya akan mencobanya. Tapi saat ini kita akan menjalankan MotoGP yang saya nikmati,” ungkap Marc Marquez ke wartawan.

Dikutip dari laman resmi MotoGP, suara dari MotoE akan memiliki keunikan tersendiri dan sangat berbeda. Motor elektrik akan lebih senyap, namun akan menyajikan suara yang biasanya tak terdengar akibat tertutup suara mesin konvensional. Suara yang terdengar adalah suara motor listrik membelah udara dan suara decitan akan memberikan pengalaman berbeda.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Salat Jumat Prabowo Lancar, Takmir: Bukti Kami Tak Menolak

Salat Jumat Prabowo Lancar, Takmir: Bukti Kami Tak Menolak KH Hanief Ismail (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Semarang – Takmir Masjid Agung Kauman Semarang, KH Hanief Ismail, bersyukur salat Jumat yang dihadiri Capres Prabowo Subianto berjalan lancar. Hal itu membuktikan tidak ada penolakan terkait kegiatan ibadah.

“Alhamdulillah berjalan lancar,” kata KH Hanief, Jumat (15/2/2019).

Ia menjelaskan sejak awal memang tidak ada penolakan bagi Prabowo melaksanakan salat di Masjid Kauman. Dia juga menegaskan jika ada yang mengatakan pihak takmir melarang itu fitnah.


“Sejak awal tidak menolak beliau. Kalau masih ada yang mengomentari Masjid Agung Semarang menolak, itu fitnah, siapapun boleh salat di sini,” pungkasnya.

Sedari awal yang dikhawatirkan pihak pengurus masjid adalah spanduk selamat datang yang dipasang di dekat masjid serta pamflet yang beredar di media sosial. Takmir khawatir ada kesan politis dalam kegiatan ibadah.

“Nyatanya ada (spanduk) dan kemudian dicopot, kami tidak menyuruh lepas,” pungkasnya.

Prabowo tiba di Masjid Kauman Semarang pukul 11.50 WIB. Awalnya Prabowo berada di saf tengah kemudian ada yang mengarahkan untuk pindah saf paling depan.

Usai rakaat terakhir dan salam, tidak lama kemudian Prabowo dan sejumlah orang keluar dari masjid lewat pintu samping. Capres nomor urut 02 itu masuk mobil dan meninggalkan masjid.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(alg/mbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Amin Santai Tanggapi Berita ‘Ahok Gantikan Ma’ruf?’

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin santai menanggapi pemberitaan berjudul ‘Ahok Gantikan Ma’ruf Amin?’ di koran Indopos. Dia menduga yang membuat berita sedang melamun.

“Itu mungkin orang ngalamun itu ya. Orang mengandai-andai,” ujar Ma’ruf di kediamanya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).

Dia menyebut proses pergantian wakil presiden tak semudah yang dimuat dalam berita yang telah diadukan TKN Jokowi-Ma’ruf ke Dewan Pers itu. Menurutnya, ada mekanisme yang diatur oleh konstitusi.

“Proses tidak semudah itu. Ada mekanismenya konstitusi, diatur ya sehingga tidak orang mau begini memang maunya siapa, itu ada mekanisme dan gerakan,” ucapnya.
Ma’ruf menyayangkan berita tersebut muncul. Dia menyebut berita tersebut bisa saja dijadikan kampanye hitam oleh pihak tertentu.

“Itu bisa digunakan orang sebagai suatu isu black campaign ya kampanye hitam, membuat isu, kebohongan, sehingga bisa dijadikan alat oleh kelompok tertentu, atau pihak sana. Sehingga ini merugikan menurut saya,” tutur Ma’ruf.

TKN Jokowi-Ma’ruf sebelumnya mengadukan koran Indopos ke Dewan Pers. Alasannya, pemberitaan berjudul ‘Ahok Gantikan Ma’ruf Amin?’ pada koran itu dinilai TKN melanggar kode etik jurnalistik.

“Saya mengadukan dan melaporkan surat kabar Indopos di mana edisi Rabu, 13 Februari 2019, Indopos mengatakan di halaman 2 korannya, Ahok akan menggantikan Ma’ruf Amin,” ujar Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf, Ade Irfan Pulungan, di kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (15/2).

Pemimpin Redaksi (Pemred) Indopos, Juni Armanto, pun telah memberikan penjelasan mengenai berita tersebut. Juni mengatakan isu yang diangkat dalam artikel berita judul tersebut berangkat dari isu viral di media sosial (medsos). Upaya konfirmasi pun, disebut Juni, sudah dilakukan dapur redaksi Indopos pada dua kubu, yaitu TKN Jokowi-Ma’ruf dan BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Juni memperkirakan bahwa yang dipermasalahkan adalah infografis yang mendampingi artikel berita dengan judul tersebut. “Jadi prediksi kita yang dipermasalahkan di infografis itu diambil dari medsos, kami ingin memaparkan bahwa ini tuh infografis hoax gitu,” ujar Juni, Jumat (15/2).

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(eva/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf ke Purwakarta-Cimahi, Temui Ulama Hingga Deklarasi Relawan

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin akan melakukan safari politik ke Purwakarta hingga Cimahi, Jawa Barat. Dia menyatakan kedatangannya ke sana untuk bertemu ulama dan menghadiri deklarasi relawan.

“Hari ini saya akan ke Purwakarta. Nanti itu di daerah Purwakarta di daerah kota, ada pertemuan silaturahim. Di Purwakarta itu komunitas ulama, di Plered juga kalangan ulama pesantren,”ujar Ma’ruf di kediamannya, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).

Dijadwalkan, Ma’ruf akan menghadiri milad Muhajirin Purwakarta yang sekaligus konsolidasi Nahdlatul Ulama (NU). Selanjutnya, dia akan berziarah ke makam Mama Ajengan Sempur Tubagus Ahmad Bakri.
Selain agenda di Purwakarta, Ma’ruf juga bakal ke Cimahi. Ma’ruf akan bertemu dengan relawan lintas agama di sana.

“Ya kita menyapa masyarakat, terutama para ulama, kemudian juga di Cimahi itu deklarasi. Deklarasi itu nanti lintas agama, lintas relawan-relawan,” ucapnya.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(eva/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>