Tim Gabungan Novel Baswedan Sambangi KPK, Sampaikan Perkembangan Kasus

Liputan6.com, Jakarta – Tim gabungan bentukan Polri untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan bertemu dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung KPK, Jakarta. Tim gabungan menyampaikan perkembangan yang sudah dikerjakan.

“Intinya adalah kami menyampaikan beberapa perkembangan apa yang bukan dihasilkan tapi apa yang sudah kami kerjakan,” kata anggota tim gabungan bentukan Polri Hendardi usai pertemuan tersebut, Rabu (24/4/2019) seperti dilansir Antara.

Selain Hendardi yang juga Ketua Setara Institute itu, anggota tim gabungan bentukan Polri yang turut hadir, yakni mantan Ketua Komnas HAM Nur Kholis, ahli hukum pidana Indriyanto Seno Adji, anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti, dan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ifdhal Kasim.

Mereka ditemui oleh dua pimpinan KPK masing-masing Saut Situmorang dan Laode M Syarif.

“Jadi, progres kerja, proses kerja antara lain kami melakukan reka ulang terhadap TKP, pemeriksaan terhadap saksi-saksi baik saksi lama maupun yang baru, pemeriksaan tambahan, pemeriksaan ulang juga, dan juga pemeriksaan terhadap saksi-saksi ahli,” ungkap Hendardi.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya juga melakukan uji alibi terhadap beberapa saksi kasus Novel Baswedan.

“Juga kami berharap tentu saja terhadap saksi korban, yaitu Pak Novel Baswedan kami bisa melakukan semacam pembicaraan atau katakan lah penyelidikan investigasi apa yang beliau ketahui sehingga mendapat lampu hijau dari pimpinan KPK untuk bisa kami lakukan,” kata dia.

Selain itu, kata dia, tim gabungan juga mengharapkan terhadap pihak-pihak lain yang mengetahui soal kasus tersebut bisa dimintai keterangan.

“Tentu saja kami juga menyampaikan bahwa bukan saja Novel Baswedan tetapi juga teman-teman lain yang mengetahui dan bisa membuat terang perkara ini tentu diharapkan akan ikut bisa dimintai keterangan,” ujar Hendardi.

Ia pun mengharapkan tim gabungan Novel Baswedan ini bisa bekerja dengan baik dan dapat memperoleh kepercayaan dari publik serta dapat menyamakan persepsi dengan pimpinan KPK.

Juventus vs AC Milan: Pjanic Kagumi Perkembangan Moise Kean

Liputan6.com, Turin – Juventus sukses mengempas AC Milan 2-1 di lanjutan laga Serie A 2018/19, Sabtu (6/4/2019) di Stadion Allianz. Dua gol kemenangan I Bainconeri dicetak Paulo Dybala dan penyerang muda Moise Kean.

Hebatnya, bagi Kean, dia baru masuk di pertengahan babak kedua menggantikan Dybala. Ini merupakan gol kelimanya di Serie A bagi penyerang berusia 19 tahun itu.

Tak pelak, performa gemilang Keane di laga lawan AC Milan ini pun mendulang banyak pujian. Termasuk dari pada pemain Juventus sendiri.

“Kean pemain hebat, sangat rendah hati. Dia bekerja sangat keras dan berkembang luar biasa musim ini,” ujar gelandang Juventus, Miralem Pjanic, kepada Sky Sports Italia. “Bahkan, sebelum tampil reguler, saya sudah lama melihat perkembangannya dalam latihan.”

Padahal, dengan usianya yang masih sangat muda, tak bisa bagi Kean merumput di kompetisi sekelas Serie A.

“Tapi, dia selalu mampu mencetak gol setiap kali dimainkan. Kini, dia harus mampu menjaga konsistensinya, karena dia bermain untuk Juventus yang selalu ingin jadi yang terbaik.”

Menelisik Sejarah Perkembangan Islam di Timur Nusantara

Sabtu 23 Maret 2019, 11:26 WIB

Foto News

Agung Pambudhy – detikNews

Halmahera Selatan detikNews – Sejarah perkembangan Islam di nusantara selalu menarik untuk ditelusuri. Di timur nusantara ada Masjid Kesultanan Bacan yang memiliki nilai histori tinggi.

Kesultanan Bacan menjadi salah satu kerajaan Islam yang berdiri di timur nusantara. Salah satu peninggalan kesultanan itu yang masih dapat dilihat dan dimanfaatkan hingga kini adalah Masjid Kesultanan Bacan.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Sering Pindah Kerja Bawa Banyak Manfaat Buat Perkembangan Diri

Liputan6.com, Jakarta – Pindah kerja tak selalu berarti buruk bagi perkembangan di dunia kerja. Sebaliknya, pindah kerja bisa saja justru membawa banyak manfaat bagi perkembangan diri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Fandi Achmad yang kini bekerja di Kantor Staf Presiden RI. Ia telah lima kali pindah bekerja sebelum umurnya menginjak usia ke-30.

Dia menjelaskan, pindah bekerja sangat wajar dan boleh dilakukan. Namun satu hal yang penting, industri yang akan Anda geluti harus tetap sejalan dengan pekerjaan Anda sebelumnya. Ini agar riwayat pekerjaan dapat dihargai mahal secara kualitas.

“Saya pindah industri dari private sector ke public sector itu aku dapat skill yang belum aku dapat kalau cuma di public sector. Tapi kita harus set timeline hidup. Misalnya before 30 aku set timeline harus nemuin passion. Dan di usia ke-25 saya sudah nemuin passion. Jadi kalau dilihat meski saya pindah-pindah pekerjaan, saya tetap in line dengan industrinya,” ujar Fandi Achmad saat berbincang dengan Liputan6.com pada acara Impact Talks di Universitas Atmajaya, Selasa (5/3/2019).

Seperti diketahui, pria yang berumur 29 tahun ini mengaku memang sangat tertarik dengan industri kebijakan publik. Dia pernah memperoleh research fellow dari Bank Indonesia (2011), bekerja sebagai economist di European Commission (2012), The Asean Secretary (2013), dan Economist Intern di World Trade Organization (WTO) Swiss pada Mei 2017.

Fandi Achmad menjelaskan, dirinya sangat tertarik pada kebijakan publik khususnya di dunia perdagangan internasional. Adapun Fandy mengambil S1 Ekonomi di UGM dan S2 Kebijakan Publik di University of Michigan Amerika Serikat.

“Sebetulnya aku tertarik dengan perdagangan internasional, aku pernah intern di WTO Swiss. Itu organisasi dunia yang mengurusi kebijakan di bidang perdagangan internasional di Swiss. Sebelumnya juga pernah jadi Senior Manager di Maybank selama 9 bulan,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Bekerja di Kantor Staff Presiden

Saat ini, dirinya mengaku senang bekerja di Kantor Staff Presiden karena dapat terlibat langsung dalam pengambilan keputusan di bidang pemerintahan. Ke depan, kata dia, dirinya tertantang untuk menjadi anggota MPR khususnya yang menangani isu perdagangan internasional RI.

“Jadi di Kantor Staff Presiden saya mengurusi kebijakan-kebijakan di bidang-bidang industri. Sebenarnya saya lebih kepada industrinya ya perdagangan internasional. Saya ingin jadi politisi di perdagang internasional. Ingin jadi anggota MPR sehingga bisa jadi ekspert di perdagangan internasional,” pungkasnya.

Sebagai informasi saja, Fandi Achmad juga pernah dapat pelatihan khusus dari Mckinsey and Co dan Young Leader for Indonesia (YLI).

Fakta Terbaru Perkembangan Kasus Andi Arief Terjerat Narkoba

Jakarta – Andi Arief positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Wasekjen Partai Demokrat itu kini menjalani serangkaian asesmen secara medis oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Andi Arief awalnya digerebek tim Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, Selasa 5 Maret 2019 sekitar pukul 18.30 WIB. Andi Arief ditangkap dengan barang bukti alat pakai sabu berdasarkan informasi dari masyarakat. Dari tes urine, Polri menyatakan Andi Arief positif mengonsumsi sabu.

Polisi punya waktu 3×24 jam untuk menentukan status Andi Arief, yang saat ini masih terperiksa. “Yang bersangkutan adalah terperiksa karena penyidik punya waktu 3×24 jam untuk diperiksa,” kata Karo Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo pada Senin 4 Maret 2019.

Tim Bareskrim Polri juga telah mengajukan untuk asesmen Andi Arief ke BNN. Asesmen secara medis sudah dilakukan BNN. “Ketentuannya 6×24 jam,” kata Kepala BNN Komjen Heru Winarko. Keluarga Andi Arief pun telah mengajukan rehabilitasi.

Berikut fakta-fakta terbaru kasus Andi Arief terjerat narkoba:

Jalani Asesmen di BNN

Andi Arief diasesmen di BNN terkait kasus narkoba yang menjeratnya. BNN menyatakan pengajuan untuk asesmen Andi Arief itu telah diajukan pihak Bareskrim Polri.

“Pihak kepolisian Bareskrim telah menyerahkan Saudara AA untuk diasesmen untuk asesmen secara medis,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko di di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jaktim, Selasa (5/3/2019).

Heru menyebut ada dua asesmen, yakni secara medis dan pidana, termasuk untuk memastikan ada-tidaknya keterlibatan dalam jaringan. Mekanisme asesmen ini berlaku untuk seluruh pengguna narkoba.


Cek Ketergantungan Narkoba

Asesmen ini akan menjadi pertimbangan untuk tahap lanjutan rehabilitasi. “Itu tergantung hasil asesmen karena jenis ketergantungan yang bersangkutan sangat menentukan. Bisa 3 bulan atau 6 bulan hasil asesmen,” kata Kepala BNN Komjen Heru Winarko.

“Itu tergantung hasil asesmen karena jenis ketergantungan yang bersangkutan sangat menentukan. Bisa 3 bulan atau 6 bulan hasil asesmen,” ujarnya.

Heru menyebut tim Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri sudah menyerahkan Andi Arief untuk menjalani asesmen. Proses asesmen ini berlangsung 6×24 jam.

Dijenguk Pengacara

Tim kuasa hukum menjenguk Andi Arief. Andi Arief diketahui menjalani asesmen di BNN terkait kasus sabu.

Pantauan detikcom, mereka tiba di gedung BNN Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (5/3/2019). Ada sekitar 8 orang yang datang. “Iya kita sebagai kuasa hukumnya. Mau jenguk, mendampingi,” kata kuasa hukum Andi Arief, Haida Quartina.

Haida belum menjawab soal pengajuan rehabilitasi Andi Arief. Dia mengatakan akan memberikan perkembangan kasus Andi.

“Nanti, tunggu. Nanti ya kita bahas. Saya mau ke dalam dulu, nanti disambung lagi, nanti dikasihlah updatenya,” ujarnya.

Rehabilitasi di Bogor

Keluarga Andi Arief akan mengajukan permohonan rehabilitasi. Rehabilitasi dilakukan setelah asesmen tim dokter BNN rampung.

“Pak Hinca Panjaitan berjanji pagi ini akan menghadirkan keluarga AA bertemu penyidik untuk mengajukan permohonan rehabilitasi,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2019).

Dedi menyebut Andi Arief ada kemungkinan menjalani rehabilitasi di pusat rehabilitasi ketergantungan narkoba di Lido Bogor. Tapi penempatan rehabilitasi bisa juga mempertimbangkan pengajuan permohonan dari pihak keluarga.

(aan/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Puisi Neno Disebut Biadab, BPN Prabowo: Pak Buya Syafii Khilaf?

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membela Neno Warisman yang puisinya disebut mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif biadab. BPN mempertanyakan di mana letak kesalahan puisi Neno.

“Mbak Neno sejak dulu memang dikenal antara lain karena puisi. Dia sering menulis dan membaca puisi. Jika sekarang dia menyontoh doa Rasulullah SAW dalam puisinya, salahnya di mana?” kata anggota Dewan Pakar BPN Prabowo-Sandiaga, Dradjad Wibowo kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Menurut dia, orang yang berkarya lewat puisi harus dihormati. Jika tak setuju, kata Dradjad, lebih baik membuat puisi lain asalkan tidak merevisi doa.

“Orang berkarya seni melalui puisi ya kita hormati lah. Jika tidak sepakat dengan isinya, orang bisa bikin puisi lain yang dia cocok. Yang penting tidak merevisi doa hehe,” ucap politikus PAN itu.
Dradjad pun mempertanyakan apakah Buya Syafii sedang khilaf karena pernyataannya tersebut. Meskipun demikian, ia tetap mendoakan kebaikan bagi Buya Syafii.

“Apa Pak Syafii sedang khilaf ya? Saya mendoakan kebaikan bagi beliau,” ungkap Dradjad.

Sebelumnya, mantan Ketum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, bicara soal doa yang dibacakan Neno Warisman di Munajat 212. Buya Syafii menyebut apa yang disampaikan Neno biadab dan Neno tak mengerti agama.

“Itu puisi, itu kan sudah saya (jelaskan). Saya kemarin di Jakarta bicara ini puisi biadab. Biadab itu bahasa Persia, Bi itu artinya tidak, adab itu tata krama,” jelasnya.

Buya Syafii mengatakan, doa yang dipanjatkan Neno Warisman dengan membawa nama tuhan ke ranah Pemilu tak tepat. Apa yang dilakukan Neno, bagi Buya Syafii adalah perbuatan biadab.

“Ini dia membuat (membawa nama) Tuhan dalam Pemilu, itukan biadab, dan dia nggak ngerti agama. Neno itu nggak paham agama,” tegasnya.

Saksikan juga video ‘TKN soal Puisi Neno Warisman: Tuhan Tak Perlu Diancam!’:

[Gambas:Video 20detik]

Ikuti Perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(azr/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mulai Musim Panen, Harga Beras Turun

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan harga gabah dan beras. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani turun 4,46 persen sedangkan harga beras medium di penggilingan turun 1,04 persen.

Selama Februari 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp 5.114 per kg sedangkan untuk beras, harga rata-rata di tingkat penggilingan Rp 10.008 per kg, semua turun dibanding bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti berkata, penurunan ini terjadi karena biasanya petani mengalami puncak panen pada bulan Maret.

“Biasanya Januari itu belum panen. Februari sudah mulai, puncaknya di Maret dan April. Itu transisinya begitu. Makanya nanti bulan depan mungkin naik lagi,” ungkap Yunita di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat (01/03/2019).

Penurunan harga gabah dan beras menjadi andil dalam penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional. Tercatat NTP turun sebesar 0,37 persen menjadi 102,94 dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan ini dipengaruhi oleh 2 dari 5 subsektor pertanian yang juga alami penurunan NTP, yaitu Subsektor Tanaman Pangan (0,80 persen) dan Subsektor Tanaman Hortikultura (1,47 persen).

2 dari 3 halaman

Indonesia Kembali Lakukan Penjajakan Ekspor Beras Ke Malaysia

Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bulog kembali jajaki peluang ekspor beras ke Malaysia. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP),Kementan, Agung Hendriadi bersama Judith J Dipodiputro, Direktur Komersil Perum BULOG dan KBRI Kuala Lumpur saat melakukan pertemuan dengan BERNAS, Kamis (21-2-2019) di Kuala Lumpur.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kuala Lumpur ini, Agung diterima oleh CEO BERNAS, Ismail Mohamed Yusoff dan Chairman BERNAS, Megat Joha yang didampingi pejabat tinggi BERNAS.


BERNAS merupakan satu-satunya institusi yang telah ditunjuk oleh pemerintah Malaysia untuk menangani import beras ke Malaysia. Ismail Mohamed Yusoff menyatakan market share beras di Malaysia sebesar 60% dipenuhi dari produksi domestik dan 40% dari impor.

Melalui pertemuan ini, BERNAS menyetujui untuk melakukan kerjasama dengan Perum BULOG untuk impor beras dari Indonesia. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat BERNAS akan melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melakukan identifikasi, observasi dan pembahasan lebih lanjut dengan BULOG terkait rencana eksport ke Malaysia. Mendengar respon dari BERNAS, Agung dan rombongan merasa senang dan optimis ekspor beras dari Indonesia ke Malaysia bisa dilakukan.

“Sehubungan adanya peluang kerjasama ekspor beras ke Malaysia, Perum Bulog diharapkan perlu lebih proaktif dalam melakukan round table meeting antara distributor ke dua belah pihak, sehingga ekspor bisa segera direalisasikan,” ujar Agung.

Sebelumnya dalam rapat kerja jajaran Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI (21/1/2019) dan BULOG, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyatakan bahwa Bulog menargetkan ekspor beras ke sejumlah negara tetangga pada pertengahan tahun 2019 mendatang. Target ini diprediksi akan berlangsung seusai panen raya pada pertengahan bulan April hingga akhir Mei 2019.

“Makanya kita targetkan bulan januari sampai april itu kita akan menyerap 1,8 juta ton beras dari petani. Kalau ditambah dengan sisa beras kita hasilnya bisa lebih dari 4 juta ton, kan kita masih punya sisa 2,1 juta,” kata Buwas saat menghadiri Rapat Kerja Menteri Pertanian Dengan Komisi IV DPR RI di Komplek Parlemen, beberapa waktu lalu (21/1).

Beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga telah berhasil meyakinkan negara Malaysia dan Brunai untuk memasok padi adan sebagai bahan kebutuhan mereka. Ekspor ke dua negara ini jumlahnya bahkan mencapai puluhan ton. Setiap kali panen, tak kurang dari 10 ton beras adan secara periodik selalu di expor ke Negara Malaysia dan Brunei.

Padi Adan merupakan salah satu komoditi yang menjadi andalan dari wilayah perbatasan Krayan Kalimantan Utara dan merupakan bibit lokal hasil budidaya masyarakat yang bermukim di daratan tinggi Borneo, khususnya di Krayan yang masuk Kabupaten Nunukan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Penguatan Dolar AS Turunkan Harga Emas

Liputan6.com, London – Harga emas turun mendekati level terendah dalam dua minggu dipicu penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan data ekonomi AS yang lebih kuat dari prediksi. Ini membuat harga emas di jalur penurunan bulanan pertama dalam lima bulan terakhir.

Melansir laman Reuters, Jumat (1/3/2019), harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.314 per ons, setelah mencapai titik terendah USD 1.312,43, terlemah sejak 15 Februari. Adapun emas berjangka AS turun 0,4 persen menjadi USD 1.316,1 per ounce.

“Emas lebih banyak didorong oleh data saat ini. Kami memiliki data produk domestik bruto (PDB) yang lebih baik dan itu adalah pendorong terbesar untuk mundurnya emas. Emas terluka oleh kenaikan dolar setelah rilis data,” kata Phil Streible, Ahli Strategi Komoditas Senior RJO Futures di Chicago.

Dolar menguat versus enam mata uang utama lainnya, setelah laporan Departemen Perdagangan AS menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 2,6 persen dalam produk domestik bruto untuk kuartal keempat.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PDB akan tumbuh 2,3 persen di kuartal keempat.

Data PDB yang kuat datang setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan bank sentral tidak terburu-buru untuk memutuskan kenaikan suku bunga di masa depan.

“Dari sudut pandang teknis, penurunan di bawah USD 1.320 dapat membuka ruang untuk penurunan lebih lanjut ke posisi USD 1.300, area yang kemungkinan akan menghentikan skenario bearish jangka pendek,” kata kepala analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa dalam sebuah catatan.

Investor juga tetap memantau ketegangan antara India dan Pakistan yang terlibat dalam serangan balasan, dan perkembangan pembicaraan perdagangan AS-China.

Emas dianggap sebagai aset yang aman selama masa ketidakpastian ekonomi atau politik.

Di antara logam mulia lainnya, harga paladium naik 0,9 persen menjadi USD 1.542 per ons, setelah mundur dari puncaknya sepanjang masa di USD 1.565,09 yang diskalakan pada awal pekan ini. Logam ini mencatat kenaikan persentase bulanan terbesar sejak November 2016.

“Palladium adalah bitcoin logam. Setiap kemunduran akan menjadi peluang pembelian daripada peluang penjualan, ”kata Eli Tesfaye, ahli strategi pasar senior untuk broker RJO Futures di Chicago.

Sementara harga perak turun 1 persen menjadi USD 15,58 per ounce dan turun sekitar 3 persen untuk bulan ini, terlemah sejak Agustus.

Harga platinum naik 0,3 persen menjadi USD 867, setelah mencapai level tertinggi sejak 7 November di USD 876 pada awal sesi. Harga juga menandai kenaikan bulanan terbesar sejak Januari 2018, setelah naik lebih dari 5 persen.

AC Milan Terima Kabar Baik Jelang Hadapi Sassuolo

Liputan6.com, Turin – AC Milan mendapat kabar gembira terkait kondisi Franck Kessie. Cedera gelandang asal Pantai Gading tersebut tidak terlalu serius.

Kessie gagal menyelesaikan pertandingan saat AC Milan ditahan Lazio pada leg pertama semifinal Coppa Italia, Selasa (26/2/2019).

Pemain berusia 22 tahun itu mengalami nyeri di lutut. Partisipasinya pada duel melawan Sassuolo di Serie A, Sabtu (2/3/2019), pun diragukan.

“Dia tidak bisa berlari dan minta diganti,” kata pelatih AC Milan Gennaro Gattuso, dilansir situs resmi AC Milan.

Namun, perkembangan lain menunjukkan kondisi Kessie tidak serius. Dia diganti pada pertandingan versus Lazio sebagai langkah pencegahan.

2 dari 3 halaman

Siap Tampil

Lutut Kessie dilaporkan hanya bengkak dan tidak mengalami masalah otot. Mantan pemain Atalanta tersebut siap membantu I Rossoneri mengalahkan Sassuolo.

Kontribusinya dibutuhkan karena AC Milan tengah berusaha mengamankan posisi di zona Liga Champions. Saat ini mereka menempati peringkat empat klasemen dengan perolehan 45 poin, unggul satu nilai atas pesaing terdekat AS Roma.

3 dari 3 halaman

Peran Kessie

Kessie merupakan pilihan pertama Gattuso pada musim ini. Dia tampil di 23 laga Serie A dan hanya melewatkan dua pertandingan akibat sanksi disiplin.

Kisah Ki Kambang, Pedang Sakti Sunan Gunung Jati yang Bikin Musuh Gemetar

Liputan6.com, Cirebon – Peran para tokoh besar pendiri Cirebon menjadi catatan penting dalam sejarah perkembangan Pantura Jawa Barat.

Para tokoh tersebut tidak hanya meninggalkan warisan seni, budaya, dan bangunan tua. Sejumlah benda pusaka yang menjadi pegangan mereka semasa hidup menyisakan kisah misteri dan kesohoran benda tersebut.

Filolog Cirebon, Opan Safari mengatakan, sejumlah benda pusaka Cirebon masih tersimpan dan dirawat oleh keluarga Keraton. Salah satunya Pedang Sunan Gunung Jati Cirebon bernama Ki Kambang.

“Masih ada tersimpan rapih di Keraton Kaprabonan dan saya pernah melihatnya sendiri. Hanya saja tidak bisa sembarangan dikeluarkan,” kata Opan, Kamis (28/2/2019).

Dia mengatakan, panjang Pedang Sunan Gunung Jati tersebut hampir 1 meter. Pedang digunakan untuk komando dalam setiap peperangan pasukan Cirebon.

Konon, dalam setiap peperangan, musuh yang berhadapan dengan pasukan Cirebon akan ketakutan. Pedang tersebut membuat pemegang terlihat berwibawa.

“Salah satunya ketika perang kerajaan Cirebon melawan Galuh pedang itu jadi komando diserahkan oleh Sunan Gunung Jati kepada komandan perang. Kadang memimpin sendiri,” tutur Opan.

Dia mengatakan, pedang tersebut kemudian diwariskan kepada keturunan Sunan Gunung Jati yang menjadi Putera Mahkota.

Dari Sunan Gunung Jati, pedang diwariskan ke Sultan Muhammad Badridin Kaprabonan hingga ke Pangeran Fajar Harun.

2 dari 2 halaman

Ular Mengambang

Berdasarkan catatan yang didapat, pedang tersebut memiliki keunikan tersendiri. Opan menyebutkan, jika ditaruh di air, pedang teresebut mengambang.

Sementara dari informasi yang didapat, nama pedang Ki Kambang memiliki cerita menarik. Pedang tersebut adalah jelmaan seeokor ular yang bertemu Sunan Gunung Jati.

“Ceritanya ketika Sunan Gunung Jati turun ke pelabuhan ada seekor ular di hadapannya,” kata dia.

Di hadapan ular, Sunan Gunung Jati terdiam dan bertanya ke ular tersebut maksud dan tujuan menghadangnya. Singkat cerita, sang ular tersebut mengaku ingin mengabdi kepada Sunan Gunung Jati.

Sunan Gunung Jati sempat heran dengan permintaan ular yang ingin mengabdi padanya. Namun, seketika itu, ular tersebut berubah bentuk menjadi pedang.

“Jadi musuh terlihat takut saat pedang dihunuskan mungkin karena memiliki komara ular dan orang yang membawa pedang itu terlihat berwibawa,” ujar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini: