Semakin Dekat Juara Liga Spanyol, Valverde: Perjuangan Barcelona Belum Usai

Dengan lima pertandingan tersisa, Barca punya kans yang cukup besar untuk merengkuh juara. Namun, Valverde menegaskan bahwa perjuangan Barcelona masih belum berakhir.

“Pertandingan tidak diberikan kepada Anda, Anda harus menderita banyak untuk menang,” kata Valverde seperti dilansir Fox Sports Asia.

“Menang jauh lebih rumit daripada yang dipikirkan orang. Saya mengerti orang-orang ketika mereka mengatakan bahwa kami sudah juara dan kami hanya harus menunggu tanggalnya, tetapi poinnya belum tercapai.

“Kami harus menyingkirkan pikiran itu dari kepala kami. Ini belum berakhir.”

Perjuangan Anjing Diet Hingga Turun 45 Kilogram Ini Bikin Salut

Tubuhnya hampir terlihat seperti meja yang punya kaki. Bahkan, penampakan Kai dalam jepretan foto tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Pasalnya, jika dilihat dengan mata langsung, tubuh Kai jauh lebih besar dari apa yang terlihat dalam foto.

Karena kewalahan, pemilik yang tidak bertanggungjawab itu menyerahkan Kai ke dokter hewan agar menemukan pemilik lain. Untungnya, hewan malang itu segera diadopsi oleh seseorang yang lebih bertanggungjawab, bernama Pam Heggie.

Pada saat itu, berat badan Kai mencapai 78 kilogram. Karena itu, dokter menjelaskan kepada Pam bahwa Ia harus menurunkan berat badan sebanyak 45 kilogram agar bisa kembali beraktivitas seperti anjing pada umumnya.

Perintah dokter sekiranya terdengar mustahil mengingat Kai sendiri tak mampu berjalan lama di taman. Hanya dalam beberapa langkah, Kai akan tersungkur di tanah dan memilih tiduran karena tak kuat mengangkat tubuhnya sendiri.

Selain itu, sang dokter pun mengaku bahwa Kai adalah anjing paling gemuk yang pernah Ia lihat semasa hidupnya. Bahkan, untuk menaiki tangga pun membutuhkan waktu sekitar 20 menit baginya.

Kisah Perjuangan Suporter MU untuk Sampai ke Camp Nou

Barcelona – Duel Manchester United (MU) melawan raksasa Spanyol itu di fase perempat final Liga Champions 2018/2019 dini hari WIB nanti jadi big match, dan tentunya sangat sayang untuk dilewatkan para suporter Setan Merah, julukan MU. 

Jadilah beberapa fans United meluangkan waktu, tenaga, dan dana demi menyambangi Camp Nou untuk mendampingi tim kebanggaan dalam laga leg kedua perempat final, Rabu dini hari WIB (17/4/2019).

Namun, jangan dikira suporter setia MU itu menyambangi Barcelona dengan enteng. Mereka berjuang demi bisa memenuhi keinginan menyaksikan langsung Manchester United melawan Barcelona di Camp Nou.

Dimulai dari tiket pesawat. Kalangan fans MU mengeluhkan kenaikkan harga tiket yang terkesan aneh. 

Aoife Turner, salah seorang pemegang tiket terusan Manchester United, mengeluhkan harga tiket Manchester ke Barcelona yang mendadak naik, tak lama setelah drawing fase perempat final, medio Maret lalu.

“Saat itu tiket berkisar dari 100 euro untuk pp, tapi hanya beberapa detik setelah drawing usai, harga melonjak hingga 500 euro,” kata Turner kepada CNN.

Kondisi itu dianggap jadi pukulan telak buat fans seperti dirinya. Hal sama dikeluhkan Duncan Drasdo, Chief Executive Manchester United Fans Trust.

Imbasnya, fans United terpaksa mencari akal agar tetap bisa mendukung Paul Pogba dkk. Satu di antaranya caranya adalah dengan “ngeteng” atau tidak melakukan perjalanan dengan penerbangan langsung.

Drasdo mengungkap, ia dan dua buah hatinya bertolak dari Bandara Liverpool dari Manchester, kemudian terbang ke Ibiza, menginap satu malam di pulau itu, dan melanjutkan penerbangan ke Barcelona keesokan harinya.

Untuk perjalanan pulang, dari Barcelona ia terbang ke Nantes (Prancis), kemudian ke Manchester.

Sementara Turner, memutuskan terbang ke Madrid dari Manchester, berlanjut ke Barcelona. Untuk pulangnya, rutenya adalah Barcelona-Dusseldorf (Jerman)-Manchester.

Ratusan fans MU lain menempuh cara serupa, menaiki penerbangan tak langsung untuk berhemat.

Emery: Perjuangan Arsenal Masih Panjang

Jadwal Liga Inggris

Sabtu, 6 April 2019

21.00 WIB, Bournemouth vs Burnley

21.00 WIB, Huddersfield vs Newcastle United

21.00 WIB, Leicester City vs Crystal Palace FC

Minggu, 7 April 2019

20:05 WIB, Everton vs Arsenal

Selasa, 9 April 2019

02:00 WIB, Chelsea vs West Ham United

Saksikan video pilihan di bawah ini

BPN: Yang Paham Perjuangan Prabowo Akan Jadi Pendukung

Liputan6.com, Jakarta Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso mengatakan, purnawirawan TNI-Polri siap memenangkan Prabowo-Sandiaga. 

“(Purnawirawan TNI-Polri siap menangkan Prabowo) Iya, yang ikut kita,” kata Djoko Santoso di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).

Pria yang akrab disapa Djoksan ini  mengaku telah memberikan masukan kepada para Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) di setiap daerah. Hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan manuver gerakan.

“Ya kita memberi masukan, kita bicara kepada para Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) yang di daerah-daerah untuk koordinasi komunikasi berhubungan untuk beri motivasi. Kita tinggal beberapa hari harus rapatkan barisan optimalkan manuver gerakan,” ujarnya.

Selain itu, ia mengaku tidak melakukan tekanan terhadap para purnawirawan lainnya yang tidak memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

Menurutnya, purnawirawan yang belum atau tidak mendukung Prabowo karena belum mengatahui perjuangan Probowo untuk Indonesia.

“Saya kira gitu, yang paham perjuangan Prabowo dukung. Tidak ada paksaan,” pungkasnya.

Reporter: Nur Habibie

Doa dan Perjuangan untuk Arumi, Bayi dengan Kelainan Dinding Perut

Bupati melalui Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara, Siti Haryati menyatakan kesanggupan menanggung seluruh biaya operasi. Akhirnya, pada Sabtu (9/3/2019) Arumi dirujuk ke Rumah Sakit DR Sardjito, Yogyakarta.

Memang, Asif sudah tak lagi kalut memikirkan biaya operasi yang teramat besar itu. Namun, bukan berarti seluruh persoalan selesai.

Sebab, Pemda hanya menanggung biaya operasi. Sedangkan biaya paskaoperasi belum dibicarakan secara detail. Keluarga risau mesti menanggung biaya hingga bayi ini sembuh.

“Biaya perawatan setelah operasinya. Karena kan nanti ada juga biaya perawatan,” kata adik kandung Asif Ghozali yang juga bibi Arumi, Asmaul Husna (27).

Husna mengungkapkan, Asif hanya lah seorang petani penyewa lahan. Ia tak memiliki lahan sendiri. Bahkan, terkadang kakak lelakinya ini memburuh untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari.

Pendapatan Asif pun tak menentu. Terkadang, hasil panen bagus tetapi harga anjlok. Kadang kala, serangan hama dan penyakit membuat panen tak optimal. “Ya seperti itu. Tidak pasti,” ucapnya.

Keluarga juga masih harus menanggung biaya bagi penunggu bayi saat dirawat di RS Sardjito. Mestinya, tak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk bolak-balik Banjarnegara Wonosobo dan untuk mencukupi kebutuhannya selama menunggu pasien.

“Kami 10 anggota keluarga yang menanggung sebisanya,” ucapnya.

Tentu masih dibutuhkan biaya pengobatan dan perawatan Arumi hingga sembuh. Keluarga berharap kepada masyarakat baik perorangan maupun kelembagaan bersedia membantu pemulihan Arumi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Luar Biasa!! Bayi Jumbo 5,7 Kilogram Lahir dengan Persalinan Normal di Cilacap

Perjuangan Melawan Jijik demi Mengungkap Bedanya Pipis Anak IPA dan IPS

Jakarta – Lolos 20 besar finalis Indonesia Fun Science Award, Ahmad Nur Muzakki (16) dan Mastri Imammusadin (17) siswa SMA N 1 Purworejo maju ke babak final dengan karya ilmiah berjudul ‘Kajian Urine Siswa IPA dan IPS di SMA N 1 Purworejo’.

Ditemui detikHealth di Tangerang, keduanya mengaku sempat merasa tertekan saat awal akan melakukan penelitian tersebut. Apalagi penelitian Ahmad dan Mastri melibatkan urine orang lain.

“Pasti ada (rasa jijik), tapi diterusin aja karena kita juga penasaran,” ujar Mastri, Sabtu (9/3/2019).

“Awalnya sempet tertekan juga, btw kita anak pesantren gitu. Pernah ada pada tanya ‘apaan tuh anak pesantren mainan air kencing’. Oh tidaaaak,” lanjutnya.

Keduanya mengungkap urine anak IPA memiliki pH dan kadar glukosa lebih tinggi dibanding urine anak IPS. Mereka meyakini terkait stres dan tingkat kesulitan mata pelajaran.Keduanya mengungkap urine anak IPA memiliki pH dan kadar glukosa lebih tinggi dibanding urine anak IPS. Mereka meyakini terkait stres dan tingkat kesulitan mata pelajaran. Foto: Rinto Heksantoro/detikHealth

Keraguan pun menghampiri keduanya. Namun mereka tidak lantas berhenti begitu saja. Ahmad dan Mastri kemudian mendatangi guru agamanya untuk berkonsultasi, dan akhirnya mereka pun didukung untuk melanjutkan penelitian uniknya itu.

Penelitian pun dilanjutkan, dalam waktu dua hari sedikitnya diambil masing-masing 10 siswa dari jurusan IPA dan 10 siswa dari jurusan IPS sebagai sampel. Penelitian lu dilanjutkan hingga mereka mendapatkan kesimpulan bahwa pH dan kandungan glukosa di urine anak IPA lebih tinggi daripada anak IPS.

“Itu menandakan kalau siswa IPA itu pola makannya kadang lebih nggak teratur atau mungkin bisa juga karena tekanan psikologis karena stres gitu,” tutur Mastri.

(wdw/up)

Atlet Bisbol Ramon Setiyono Tutup Usia, Menpora: Semoga Perjuangan Ramon Ditiru Pemain Junior

Liputan6.com, Pemalang Menpora Imam Nahrawi hari Rabu (6/3) siang tiba di kediaman almarhum Ramon Setiyono seorang atlet bisbol nasional yang membela Merah-Putih di ajang Asian Games 2018 di rumah duka di Desa Banglarangan, Ampelgading, Pemalang, Jawa Tengah guna bertakziah dan silaturahmi dengan keluarga yang ditinggalkan.

Almarhum Ramon meninggal dunia pada 19 Februari 2019 di Semarang, Jawa Tengah di usia 31 tahun. Sebelum memberikan santunan Menpora bersama kedua orang tua Bapak Durrahman, Ibu Suriah dan adik kandung Ramon Mila Arni serta para tamu undangan mengirimkan doa tahlil untuk almarhum Ramon.


“Kami sangat berduka cita dan kehilangan dan kita mendoakan semoga Ramon husnul khotimah, keluarga yang ditinggalkan sabar dan iklas melepaskannya,” kata Menpora didampingi Staf Ahli Ekonomi Kreatif Jonni Mardizal dan Asdep Kemitraan dan Penghargaan Dwijayanto Sarosa Putera.


Ramon menurut Menpora sejatinya telah disiapkan untuk SEA Games 2019 di Filipina tetapi Tuhan berkehendak lain.


“Kami hadir dari Jakarta bersama keluarga besar BPJS Ketenagakerjaan dan PB Perbasasi dalam rangka taksiah karena sahabat kita alm. Ramon Setiyono telah meninggalkan kita semua, Ramon sejatinya kita siapkan untuk SEA Games Filipina 2019,” tambahnya.


“Semoga jejak perjuangan Ramon ditiru oleh para pemain bisbol junior kita untuk terus membawa nama Indonesia di kancah internasional,” harap Menpora bersama Ketua Umum PB Perbasasi Andika Manoarfa, Dirpel BPJS Ketenagakerjaan Krisna Syarif dan Kadispora Kota Semarang Gurun Risyadmono.

4 Fakta Perjuangan Sunarti Melawan Obesitas hingga Tutup Usia

Liputan6.com, Jakarta – Sunarti (40), wanita penderita obesitas asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meninggal dunia pada Sabtu pagi, 2 Maret 2019. Wanita yang memiliki berat badan sekitar 148 kilogram itu wafat di rumahnya usai menjalani operasi pengecilan lambung (bariatrik) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kurang lebih sebulan yang lalu, Sunarti dirujuk ke RS Hasan Sadikin untuk menjalani pengobatan terkait berat badannya. Menurut dokter saat itu, Sunarti mengeluhkan sesak napas.

“Secara medis kami evaluasi dulu bagaimana kondisi pasien ini. Menurut laporan dokter yang sudah memeriksa pasien dalam keadaan baik, memang ada keluhan sesak. Sempat pemeriksaan jantung paru dan sesaknya kemungkinan fisik mekanik,” kata Direktur SDM dan Pendidikan RSHS Akhmad Supriatna.

Setelah menjalani diet ketat dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, operasi bariatrik dilakukan, pada 18 Februari 2019. Operasi berjalan lancar dengan dilakukan pemotongan lambung.

“Lambungnya dipotong, sehingga sekarang tinggal sepertiga bagian dari ukuran lambung yang sebelumnya. Dan, alhamdulillah operasi berlangsung dengan lancar, keadaan Bu Sunarti stabil pascabedah,” kata tim dokter dari spesialis konsultan bedah digestif (pencernaan) RSHS Bandung, Reno Rudiman.

Usai operasi, kondisi Sunarti terbilang sehat. Dia pun kembali pulang ke rumah pada Jumat, 1 Maret 2019 usai menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap.

Berikut sejumlah fakta perjuangan Sunarti untuk menurunkan berat badan hingga akhirnya tutup usia:

2 dari 6 halaman

1. Sesak Nafas

Meski operasi pemotongan lambung yang harus dijalani Narti Sunarti terbilang sukses, namun Tuhan berkehendak lain.

Setelah perawatan sekitar satu bulan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, perempuan penderita obesitas itu meninggal dunia di rumahnya di Perumahan Terangsari, Klari, Karawang, Sabtu dini hari.

Sebelum meninggal, Narti sempat mengeluhkan sesak nafas usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Sunarti diketahui pulang ke rumah pada Jumat, 1 Maret 2019, usai melakukan perawatan intensif di ruang rawat inap.

3 dari 6 halaman

2. Kondisi Usai Operasi

Sementara itu, Hikmat salah satu tim dokter menyebut kondisi Sunarti pascaoperasi bariatrik terbilang baik. Salah satu alasan kenapa dipulangkannya, karena dia sehat dan mulai bisa bergerak.

“Betul tadi subuh Bu Sunarti meninggal dunia di rumahnya. Padahal pasien pulang dalam keadaan baik, sudah mampu duduk sendiri,” ujar dokter dari spesialis konsultan bedah digestif (bedah pencernaan) RSHS Bandung, Reno Rudiman.

Pada akhir Februari 2019, tim penanganan Sunarti memberikan asupan cairan untuk mengetahui hasil operasi pengecilan lambung di ruang perawatan intensif instalasi gawat darurat (IGD).

Pemberian cairan itu usai operasi berupa test feeding selama 4 jam dan enteral hipokalori 50 mililiter sebanyak enam kali. Test feeding itu dilakukan sebagai percobaan pemberian cairan untuk mengetahui fungsi dan absorbi lambung dan usus.

Tak lama usai mendapatkan cairan, perawatan Sunarti dipindahkan ke ruang inap biasa. Diruang inap biasa, Sunarti menerima asupan makanan padat yang dikonsumsi sedikit olehnya. Hal itu disebabkan adanya gangguan batuk pascaoperasi.

4 dari 6 halaman

3. Jalani Diet Ketat

Pemberian makanan cair dengan tinggi serat tersebut merupakan salah satu diet yang harus dijalani Sunarti sebelum tim medis melakukan prosedur operasi.

Ada 11 menu yang disiap tim dokter RS Hasan Sadikin Bandung untuk wanita yang akrab disapa Narti ini. Setiap hari, Narti makan tiga kali disertai camilan di antara jam makan.

“Pada tanggal 4 dan 5 Februari lalu telah diberikan makanan 1.800 kalori tinggi serat. Tanggal 6 Februari sampai dengan satu minggu ke depan diberikan makanan cair sebanyak 1.200 kalori menjelang persiapan operasi bariatrik,” kata Dyah, Bandung, Jumat, (8/2/2019).

Pada pagi hari, menu yang disiapkan nasi putih, semur telur, opor tahu, tumis labu siam, buncis dan jagung muda.Pukul 10.00 WIB dilanjutkan makanan ringan, seperti buah dan puding.

“Menu makan malam berupa nasi putih, ikan fillet, buah-buahan, acar, sup sayuran dan sayur tumis serta tempe goreng,” ujar ahli gizi (dietisien) Instalasi Gizi RSHS Bandung Dyah Widyastuti.

5 dari 6 halaman

4. Konsumsi Obat Penghilang Nyeri?

Memiliki berat tubuh di atas normal cukup menyiksa. Tidak hanya mengeluh sesak, pegal-pegal juga kerap dirasakan wanita berusia 40 tahun itu.

Untuk menghilangkan rasa pegal, Sunarti membeli obat penghilang nyeri di warung.

Menurut Kepala IGD RSHS Bandung Dodi Tavianto, rasa pegal yang dialami oleh Sunarti kemungkinan besar karena otot-ototnya lelah untuk menahan berat badan yang kian hari bertambah.

“Dari hasil analisis kami, dia sudah mengonsumsi obat-obatan untuk nyeri tulang sejak enam bulan yang lalu,” kata Dodi, Senin, 4 Februari 2019.

Jika dikonsumsi, harus berdasarkan resep dokter. Karena jika tidak, efek samping yang terjadi bisa menambah nafsu makan.

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Mahfud Md Polisikan Akun Twitter KakekKampret yang Sebut Mobilnya Hasil Suap

Klaten – Mahfud Md melaporkan akun twitter @KakekKampret_ ke Polres Klaten. Mahfud merasa dihina atas tuduhan menerima suap sebuah mobil Toyota Camry.

Dalam cuitannya, akun itu menanyakan apakah mobil Camry bernomor polisi B 11 MMD milik Mahfud adalah hasil setoran dari seorang pengusaha besi di Karawang. Pengusaha itu disebut merupakan calon bupati dari PDI Perjuangan.

Meski cuitan itu berbentuk pertanyaan, Mahfud menilai hal itu adalah hinaan baginya. Hal itu dia anggap merupakan pelanggaran UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

“Dalam kalimat itu bertanya, tapi ini nistaan. Sama dengan saya bertanya kamu berzina dengan ibumu apa benar? Itu kenistaan meskipun pertanyaan. Mengapa tidak berzina dengan mertuamu saja? Itu kan hinaan,” ujar Mahfud usai melaporkan kasus di Mapolres Klaten, Jumat (1/3/2019).
Saat mengetahui cuitan itu, Mahfud hanya memberi tanda like. Sebenarnya dia masih berharap pemilik akun meralatnya.

“Malah ditambahin tadi malam, sekitar jam tujuh atau jam enam muncul lagi. (Dia bilang) ‘Saudara Mahfud kenapa tidak dijawab’. Kurang ajar ini,” kata dia.

Dalam perjalanan menuju Polres Klaten, Mahfud juga sempat menggunggah beberapa cuitan yang mengatakan dia akan melaporkan akun itu ke polisi. Akun tersebut kemudian sudah nonaktif.

“Kalau anda ikut follower saya, Anda tahu saya dikritik hampir setiap hari tapi saya diam. Tapi ini hinaan, kalau kaya gini ini terkait harga diri saya. Saya itu pejuang antikorupsi,masa saya menerima setoran begitu,” pungkasnya.
(bai/sip)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>