Peringkat Kemudahan Berbisnis di RI Turun, Pemda Harus Dibenahi

Jakarta – Kemudahan berbisnis di Indonesia atau ease of doing business (EODB) menurun satu peringkat menjadi posisi 73 dari 190 negara.

Penurunan peringkat kemudahan berusaha harus segera dibenahi pemerintah adalah mereformasi aturan-aturan penghambat yang ada di pusat dan daerah.

“Penerapan teknologi informasi perlu terus diterapkan dalam proses perizinan berusaha serta terus mereformasi aturan-aturan yang menghambat kecepatan berusaha di tingkat daerah atau pusat,” kata Ekonom dari Bank Permata Josua Pardede saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Pemerintah, kata Josua, juga bisa melanjutkan reformasi pemangkasan proses perizinan yang birokratif dan prosedural.

Dalam reformasi, Josua mengingatkan pemerintah agar ada koordinasi yang baik antara pusat dengan daerah.

“Perlu ada sosialisasi serta program peningkatan kapasitas pemerintah daerah, kemudian perlu ada komitmen politik dan desain perubahan di daerah yang menjamin efektivitas dari implementasinya,” ujar dia.

Dan yang juga penting adalah perlu ada monitoring dan evaluasi berkala dari pemerintah pusat bagi kinerja pemerintah daerah,” tambahnya.

Meski peringkat EODB Indonesia turun, Josua menilai nilai atau skor kemudahan berusaha nasional secara keseluruhan meningkat dari tahun sebelumnya.

Jika dilihat lebih detail lagi, beberapa aspek dari kemudahan berusaha menunjukkan peningkatan antara lain memulai usaha, pendaftaran properti, akses perkreditan dan ketersediaan listrik.

Ada juga beberapa kebijakan reformasi yang telah dikeluarkan pemerintah yang turut mendorong kenaikan skor kemudahan berusaha antara lain pemangkasan biaya notaris dalam pembuatan akta pendirian PT, penerapan portal tunggal pendaftaran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, serta reformasi pengurusan SIUP dan TDP secara paralel.

Selain itu, lanjut Josua, reformasi juga dilakukan dengan mendorong peningkatan basis data informasi yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan yang mendorong kemudahan akses perkreditan.

“Meskipun secara umum skor kemudahan berusaha meningkat namun peringkat Indonesia turun tipis,” ungkap dia.

(hek/ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *