Perhatikan 3 Hal Ini Saat Mengganti Ban Mobil

Tak hanya telapak, bagian dinding ban juga perlu diperhatikan. Biasanya, akibat tekanan angin yang kurang saat digunakan, dinding ban menjadi mudah rusak. Yang paling kerap terjadi adalah adanya benjolan-benjolan pada dinding ban. Hal ini terjadi akibat benang konstruksi dinding ban yang terputus sehingga tidak dapat menahan tekanan angin yang diisikan. Jika ban dengan kondisi seperti ini terus digunakan, selain tidak akan terasa nyaman, juga menghadirkan resiko tinggi ban pecah akibat tak dapat menahan beban dan kecepatan.

Kondisi dinding ban yang benjol

Selain benjolan, perhatikan juga dinding ban yang retak. Hal ini juga dapat terjadi akibat pemakain ban dalam kondisi ban kurang tekanan angin serta cara mengemudi yang agresif. Beberapa tanda-tanda kerusakan ini membuat penggantian ban perlu dilakukan segera. Meski begitu, proses penggantian ban juga tidak dapat dilakukan begitu saja. Ada beberapa hal lain yang juga harus diperhatikan sebelum memutuskan mengganti ban Anda.

“Hal paling utama yang harus diperhatikan saat mengganti ban adalah keseuaian load index ban pengganti dengan ban standar,” ungkap Zulpata Zainal. Chief OE Service, Field Service Engineering Dept, PT Bridgestone Tire Indonesia. “Artinya, load index ban pengganti tidak boleh lebih kecil dari ban standar, karena load index merupakan patokan kemampuan ban untuk memikul beban kendaraan dan penumpangnya,” ujarnya. Ambil contoh, untuk ban standar berukuran 175/65 R15 memiliki load index 84. Artinya, ban pengganti yang akan Anda pilih juga harus memiliki load index minimal 84, apapun ukurannya.

Load Index pada ban

Langkah selanjutnya adalah menyesuaikan dengan diameter total velg dan ban yang akan diganti. “Menurut aturan Kementrian Perhubungan, penggantian velg dan ban harus memenuhi syarat -10% hingga maksimal +12% dari diameter velg standar,” ujar Zulpata. Ambil contoh saat Anda memutuskan mengganti ban standar berukuran 175/65 R15 yang berdiameter total 609 mm, dengan velg berukuran 17 inci, maka beberapa pilihannya ada pada ban berukuran 205/45 R17 yang berdiameter 616 mm atau 205/40 R17 yang berdiameter 596 mm.

“Selain itu jangan ragu untuk meminta penjelasan penjual ban mengenai spesifikasi ban yang ingin dipilih. Perhatikan jenis telapak ban, karena hal ini mempengaruhi kebisingan dan daya cengkram, perhatikan juga konstruksi dinding ban yang akan berpengaruh pada pengendalian mobil,” jelas Zulpata.

Pengendalian di Permukaan basah

Menurut Zulpata, ban yang menunjukkan kualitas baik adalah yang dapat menyuguhkan performa sesuai dengan kebutuhannya. “Sebagai contoh, untuk mendapatkan ban ramah lingkungan yang dapat memberikan efisiensi bahan bakar, maka diperlukan ban dengan rolling resistance yang rendah. Meski begitu jangan sampai hal tersebut mengorbankan performanya di hal lainnya, seperti stabilitas. Untuk itulah diperlukan teknologi yang dapat mengatasinya,” ujarnya.

Sumber: Oto.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *