Perempuan Berhijab di Prosesi Semana Santa

Cerita mengenai prosesi Jumat Agung di Kota Larantuka, Flores Timur sudah sangat melegenda di kalangan peziarah Kristiani khususnya umat Katolik Roma.Ada hal yang menarik yang dirasakan peziarah yakni terkabulnya sejumlah doa yang dinazarkan secara khusus.

Untuk membuktikan kebenarannya kesaksian iman, Liputan6.com mencoba melakukan penelusuran dengan mewancarai beberapa peziarah Tuan Ma di Kapela Tuan Ma, Kelurahan Larantuka Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Jumad, 19 April 2019.

Peziarah pertama yang ditemui adalah Damianus Angin. Pria berumur 52 tahun ini berasal dari Kabupaten Ngada-Bajawa.

Ia menceritakan kesaksian imannya. Kehadirannya di Larantuka mengikuti prosesi Seman Santa merupakan kali ke dua. Ia mengaku mendaraskan doa dengan bernazar atau ujud khusus kepada Tuan Ma (Patung Bunda Maria) agar usahanya bisa berhasil. Nazarnya itu pun terbukti.

“Saya ikut prosesi pertama kali pada 29 tahun lalu. Waktu itu niat saya berdoa dengan ujud khusus agar usaha saya sukses. Kembali ke Bajawa, ternyata usaha berhasil. Ini merupakan mujizat” tuturnya.

Kedatangannya kali ini tidak sendiri, melainkan bersama keluarga. Ia mengaku ingin mengungkapkan rasa syukur setelah doanya terkabul.

Pengakuan serupa dari wania berkebangsaan Jerman bernama, Merycard. Wanita 42 tahub ini datang bersama sang suami, Richardo (52).

Jauh-jauh dari Jerman, didampingi suami perempuan ini mengaku tertarik dengan perayaan Semana Santa setelah mendengar cerita rekan-rekannya tentang Prosesi Jumad Agung.

Ia mengaku punya niat serta ujud khusus dalam prosesi tanpa menyebutkan apa nazar dimaksud. Ia hanya mengatakan jika ia percaya dan yakin bahwa dengan bernazar kepada patung Tuan Ma dalam prosesi Semana Santa, doanya pasti terkabulkan.

Sabtu, (15/4/2017),Ribuan umat katolik di Larantuka Flores, Nusa Tenggara Timur merayakan puncak prosesi Semana Santa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *