Elipitua Siregar Siap Tempur di One: Clash of Legends

Liputan6.com, Jakarta – Atlet mixed martial arts (MMA) asal Indonesia, Elipitua Siregar saat ini sedang berada di Bangkok, Thailand, dalam persiapan akhir menuju gelaran ONE: CLASH OF LEGENDS.

Selain Elipitua Siregar, gelaran bersejarah ini akan menjadi saksi perebutan perdana gelar juara ONE Bantamweight Muay Thai World Title antara Nong-O Gaiyanghadao dan Han Zi Hao.

Pertandingan utama ini merupakan bagian dari pertandingan fenomenal antara petarung-petarung kelas dunia di ONE: CLASH OF LEGENDS. Sebagian besar pertandingan yang akan diadakan di Impact Arena menampilkan petarung ONE Super Series terbanyak dalam sejarah ONE Championship.

Sebagai satu-satunya petarung ONE Championship asal tanah air dalam ajang tersebut, Elipitua Siregar akan menghadapi Liu Peng Shuai asal Cina, di dalam pertandingan divisi strawweight.

Pria yang akrab disapa ‘Pitu’ ini tergabung di bawah Bali MMA dan telah mencatatkan tiga rekor kemenangan beruntun sepanjang tahun 2018, yang menjadi motivasi utamanya untuk membela merah putih di negeri Gajah Putih.

Kemenangan pertama langsung diraih Pitu dalam pertandingan debut pada bulan Mei tahun lalu melawan atlet Indonesia, Dodi Mardian, di gelaran ONE: GRIT AND GLORY. Atlet asal Sumatera Utara ini melanjutkan dengan kemenangan atas Phat Soda pada September lalu, dalam ajang ONE: BEYOND THE HORIZON di Shanghai, Cina.

Menutup tahun 2018, ia kembali mencatatkan kemenangan atas Muhammad Imran dalam ONE: WARRIOR’S DREAM pada bulan November di Jakarta.

Sejak berada di Bangkok hari Selasa, Pitu terus melakukan persiapan final demi menyajikan penampilan terbaik dan mempertahankan catatan rekor kemenangan di awal tahun ini. Bersama tim pelatihnya, juara gulat nasional ini juga intens melakukan observasi dan analisis atas calon lawannya, Liu Peng Shuai.

“Lawan saya bagus dalam striking, jadi defense dan blok saya harus rapat dan saya harus menjaga jarak,” ujar Elipitua.

Selain melakukan persiapan final secara teknis, Elipitua pun beradaptasi dengan suasana Thailand dengan mendatangi beberapa lokasi pariwisata, guna relaksasi dan jelang laga. Menurut Pitu,

“Rekreasi itu penting agar kita tidak terbebani oleh pikiran menang dan kalah saja. Perlu ada santainya. Saya ingin merasakan bedanya suasana pantai di Bali dan Thailand”.

Petarung Indonesia ini juga berencana mencicipi wisata kuliner khas Thailand, setelah pertandingan usai. “Kalau sebelum bertanding, makanan bisa mempengaruhi berat badan. Jadi, mungkin nanti setelah hari Sabtu,” pungkasnya.

Pitu menyadari betul bahwa mental yang kuat dan kondisi fisik yang prima akan menjadi modal utama kemenangannya di laga ONE: CLASH OF LEGENDS di Bangkok, yang akan semakin membawanya lebih dekat pada peluang merebut gelar juara divisi strawweight; yang saat ini dipegang petarung asal Jepang, Yosuke Saruta.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kabar Buruk, 2 Winger MU Absen Lawan Chelsea dan Liverpool

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) mendapat kepastian terkait cedera dua penyerang sayap Jesse Lingard dan Anthony Martial. Keduanya menghilang 2-3 pekan.

Dengan kabar ini, MU tidak bisa menurunkan mereka pada dua laga besar di depan mata melawan Chelsea (Piala FA) dan Liverpool (Liga Inggris).

“Mereka absen 2-3 pekan. Saya mencoba mencari solusi di tim junior. Namun Mason Greenwood juga tengah dirawat. Mason kurang beruntung, tapi saya yakin kesempatan baginya segera datang,” kata manjer interim Ole Gunnar Solskjaer, dilansir Manchester Evening News.

Lingard (hamstring) dan Martial (pangkal paha) terpaksa meninggalkan pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Paris-Saint Germain, Selasa (12/2/2019).

Tanpa mereka, serangan MU kehilangan greget dan Solskjaer menderita kekalahan perdana dalam 12 pertandingan.

2 dari 3 halaman

Opsi Solskjaer

Tanpa Lingard dan Martial, Solskjaer bisa berpaling ke Romelu Lukaku, Alexis Sanchez, dan Juan Mata untuk mendampingi Marcus Rashford di lini depan. Masalahnya, ketiga pemain tersebut tidak meyakinkan.

Maka, Solskjaer membuka kesempatan bagi dua pemain muda Angel Gomes dan Tahith Chong. “Mereka sudah berlatih bersama tim utama dan bisa saja diturunkan,” ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Laga Lain

Selain versus Chelsea (tandang, Piala FA, 18 Februari) dan Liverpool (kandang, Liga Inggris, 24 Februari), Lingard serta Martial juga absen pada duel kontra Crystal Palace (tandang, Liga Inggris, 27 Februari), Southampton (kandang, Liga Inggris, 2 Maret), hingga Paris Saint-Germain (tandang, Liga Champions, 6 Maret).

2 Hal Ini Dinilai Bisa Jadi Penghambat Jokowi di Debat Kedua Capres

Liputan6.com, Jakarta – Debat capres jilid dua akan kembali digelar 17 Februari 2019 mendatang. Baik capres petahana nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokow, dan nomor urut 02 Prabowo Subianto, sudah menyiapkan amunisi yang ada, khususnya untuk urusan energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Pegiat Lingkungan Hidup yang juga mantan komisioner Komnas HAM, Ridha Saleh, mengatakan sudah banyak yang dilakukan Pemerintahan Jokowi. Namun ada dua kasus, yang bisa mengganjalnya di debat capres nanti.

Menurutnya, yang pertama adalah kasus petani Kendeng, terkait operasional pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah. Di mana, para petani yang sudah memenangkan gugatan di Mahkamah Agung terkait pembatalan izin lingkungan kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia sejak 2016 sampai sekarang masih menunggu janji.

Untuk kasus yang kedua, yaitu persoalan reklamasi Teluk Benoa, Bali. Yang sampai saat ini belum berkesudahan dan masih bergejolak.

Hal tersebut dipicu izin lokasi reklamasi yang awalnya dianggap sudah kadaluarsa pada 25 Agustus 2018 lalu, kemudian diterbitkan lagi izin lokasi baru 29 November 2018 oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, kepada pengembang yang sama.

“Saya kira jika itu dipertanyakan, ini bisa menjadi masalah,” ucap Ridha dalam diskusi dengan tema Pengelolaan SDA sesuai konsitusi dan Pancasila di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Namun, dia menegaskan dan yakin, Jokowi akan mempunyai jawabannya di debat nanti.

2 dari 2 halaman

Punya Jawaban

“Tapi saya kira Pak Jokowi sudah mempunyai jawaban soal ini. Karena posisi Jokowi masih Presiden,” ungkapnya.

Dia menilai, sikap Jokowi sudah jelas soal Kendeng. Dimana agar dibuat Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) di wilayah sana.

“Untuk itu Pak Jokowi meminta KLHS itu. Meskipun saya tak memonitor sejauh mana itu. Dan ini tetap mendengarkan aspirasi disana, dan pemerintah memberikan respon yang strategis,” jelasnya.



Saksikan video pilihan berikut ini:

Skenario Polri Amankan Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Selama di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Muhammad Bin Salman (MBS) dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia pada pekan depan. 307 personel Polri disiagakan untuk mengamankan kunjungan tamu negara tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pengamanan dilakukan oleh personel Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Kodam Jaya dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

“Karena ini tamu kenegaraan yang tugasnya kepolisian dalam hal ini juga melakukan pengamanan VIP,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).

Dedi mengungkapkan, ratusan personel itu akan ditugaskan mengamankan objek vital yang dikunjungi MBS dan mengatur lalu lintas di sekitarnya.

“Personel yang dilibatkan kurang-lebih ada 307 personel dibagi menjadi beberapa satgas, Satgas Intelijen, Satgas Shabara, Brimob, Lalu Lintas, Pam Obvit dan Polres-polres yang akan dilewati dan wilayah yang akan dikunjungi,” tuturnya.

2 dari 2 halaman

Belum Ada Permintaan Khusus

Pengamanan itu nantinya akan dibagi menjadi empat ring, TNI nantinya yang akan menjadi leading sektornya. Sejauh ini, Polri belum menerima permintaan khusus dari pihak Kerajaan Arab Saudi.

“Diminta atau tidak itu merupakan satu kewajiban sebuah negara yang jadi sasaran dikunjungi oleh tamu negara itu,” ucap Dedi.

Indonesia menjadi salah satu tujuan rangkaian kunjungan MBS ke sejumlah negara di Asia Selatan hingga Asia Tenggara. Rencananya, MBS akan berada di Indonesia selama dua hari yakni 18 dan 19 Februari 2019.


Saksikan video pilihan berikut ini:

307 Personel Polri Bantu Pengamanan Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi

Liputan6.com, Jakarta – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dipastikan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada 18 – 19 Februari 2019.

Terkait kunjungan itu, sebanyak 300 lebih personel keamanan akan diturunkan untuk membantu pengamanan selama kunjungan tersebut. 

“Ada 307 personel dibagi menjadi satgas intelijen, sabhara, lalu lintas, brimob, pam obvit, krimum kemudian satgas polres yaitu Jaksel, Jakpus dan Jaktim,” tutur Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Jumat, 15 Februari 2019.

Polda Metro Jaya akan bekerja sama dengan Kodam Jaya dan Paspampres melakukan pengamanan di ring dua dan tiga karena kunjungan tersebut oleh tamu kenegaraan.

Seperti dilansir dari Antara, Dedi mengatakan pada prinsipnya Polri mendukung pengamanan jalur, pengawalan tamu “VIP” dan objek yang dikunjungi.

Ada pun Kementerian Luar Negeri memastikan kunjungan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman al-Saud ke Indonesia pada 18-19 Februari 2019 untuk membahas peningkatan kerja sama ekonomi.

2 dari 3 halaman

Kungjungi Istana Bogor

Dalam kunjungan resmi ke Tanah Air, Putra Mahkota sekaligus Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Arab Saudi Mohammed bin Salman dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Selasa, 19 Februari 2019.

“Selanjutnya akan dilakukan pertemuan bilateral dalam bentuk pleno di mana presiden akan didampingi menteri-menteri terkait,” tutur Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Desra Percaya kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Pertemuan bilateral tersebut akan diakhiri dengan penandatanganan lebih dari dua kesepakatan, salah satunya di bidang energi.

Informasi mengenai “MoU” yang akan ditandatangani RI dan Saudi belum dapat diungkapkan secara detail karena masih dirundingkan.

 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

HEADLINE: Format Beda, Akankah Debat Menguak Orisinalitas Jokowi Vs Prabowo?

Liputan6.com, Jakarta – Debat kedua Pilpres 2019 menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Debat yang akan menghadirkan sosok dua calon presiden, Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto.

Harapan besar terselip pada tahapan pemilu ini. Pemilik hak suara, tentunya ingin diyakinkan dengan jawaban para calon. Bukan hanya dengan debat kusir tekstual seperti yang dikatakan publik tentang debat pertama 17 Januari 2019.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, debat pertama lalu berlangsung kaku. Masyarakat tak mampu menangkap esensi dari visi misi yang disampaikan. Justru hal remeh-temeh yang dipergunjingkan.

“Sebab, jawaban capres pada debat pertama tak mencerahkan. Kita berharap sesuatu yang menarik dan memukau, lebih ke esensi programnya dan pencerahan pada debat kali ini. Esensi dari debat itu kan transfer knowledge, pencerahan, edukasi untuk yang menonton,” kata Siti saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha mengakomodasi harapan tersebut dengan merombak sejumlah aturan dalam debat capres pertama yang digelar Minggu 17 Februari 2019 di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta. Seperti, tak akan memberikan kisi-kisi dan berjanji memperbanyak interaksi antarkandidat.

Kedua kubu sendiri optimistis akan memberikan yang terbaik pada debat kali ini. Baik Jokowi maupun Prabowo, mantap dengan persiapan dan kemampuan masing-masing calon untuk menjawab pertanyaan panelis dan beradu argumen.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut, pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup merupakan tema yang paling ditunggu-tunggu calon petahana. Sebab, tema tersebut merupakan prioritas pemerintahan Jokowi bersama Jusuf Kalla.

“Terkait dengan debat, kami sudah menyiapkan dengan baik. Ada tim yang secara khusus menyiapkan bagaimana on stage-nya nanti Bapak Jokowi terkait dengan tema energi, SDA, lingkungan, pangan, infrastruktur. Itu merupakan hal yang selama ini menjadi skala prioritas bagi pemerintahan Pak Jokowi dan berkesinambungan ke depan dengan dukungan rakyat,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers di Jalan Cemara, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Buktinya, lanjut dia, banyak kepala daerah yang memberikan dukungan kepada Jokowi pada Pilpres 2019. Dia yakin, kepala daerah tersebut merasa aspirasinya ditindaklanjuti oleh pemerintahan Jokowi-JK. 

Dia bahkan menjamin, Jokowi bakal memberi gagasan yang orisinal dalam debat nanti. “Seperti yang kami janjikan, di debat kedua ini akan menampilkan gagasan yang lebih visioner. Tetapi berdasarkan pada prestasi dan kinerja Pak Jokowi sendiri,” ujar Hasto.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Johnny G Plate mengatakan capres nomor urut 01 akan menekankan peta jalan atau roadmap ketahanan energi, juga soal kebijakannya. Begitupula pada permasalahan ketahanan pangan. Jokowi-Ma’ruf Amin pun akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan meningkatkan nilai tambah dari hasil kebijakan itu.

Keempat, kata dia, Jokowi-Ma’ruf Amin akan mengungkap soal pembangunan yang ramah lingkungan hidup.

“Kami saat ini juga sedang menanti, katanya, akan ada pidato kebangsaan dari Prabowo. Dan berharap mudah-mudahan pidato kebangsaan ini memberi referensi dalam rangka menambah khasanah, dan informasi program, visi dan misi untuk Indonesia maju dan Indonesia yang lebih hebat. Tapi tidak ditandai dengan isu-isu paradoks serta tidak ditandai juga dengan memberikan gambaran Indonesia sebagai bangsa inferior. Indonesia adalah bangsa besar, penuh optimisme, bangsa yang setara dan sejajar dengan bangsa lainnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menyebut, konsep-konsep yang ditawarkan Prabowo dalam debat kedua pilpres diyakini akan membuka mata publik. Prabowo akan memberikan kejutan besar pada debat.

“Nanti akan ada kejutan dari beliau kuasai bidang masalah pangan, energi, energi terbarukan, konsentrasi beliau yang akan bangun swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air. Itu kata-kata kuncinya dan ada di pikiran beliau,” ucap Priyo di Kantor KPU Pusat, Kamis 14 Februari 2019.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantoro mengatakan, kesiapan Prabowo bisa dilihat dari pidato kebangsaan yang digelorakannya di Semarang kemarin. Pada bidang infrastruktur, sambung dia, Prabowo berjanji melakukan pembangunan yang berkaitan langsung dengan produksi masyarakat. Prabowo-Sandi juga akan mengurangi semaksimal mungkin impor.

“Jadi genjot pangan yang bisa diproduksi dalam negeri, energi juga harus dirintis kilang-kilang minyak yang baru, kilang dari dulu sampai sekarang tidak diperbaharui,” kata Ferry kepada Liputan6.com, Jumat 15 Februari 2019.

Tim BPN Bidang Materi Debat Ledia Hanifa menuturkan, Prabowo tinggal melakukan finalisasi persiapan debat capres.

“Beliau kan sudah punya konsep sendiri soal itu tema terkait debat, kita bisa baca di bukunya Paradoks Indonesia itu. Kita tinggal menambahkan update datanya saat ini saja, bahan-bahan juga sudah disiapkan BPN. Tapi pondasi basic-nya buku itu, dan beliau juga sudah paham tentang isu dari tema debat,” ucap Ketua DPP PKS itu kepada Liputan6.com.

Lalu, bagaimana cara menakar orisinalitas kedua calon?

Pengamat politik dari LIPI, Indria Samego mengatakan, orisinalitas ini sangat penting. Dia menilai, konten atau substansi dari gagasan memang ukuran utama dari orisinalitas kedua calon presiden.

Masyarakat bisa menilai orisinalitas seseorang dari idenya untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Idenya belum banyak dibahas atau tidak. Mungkin bahkan, idenya belum pernah dicetuskan oleh seseorang.

“Saya kira kalau menilai orisinalitas, dari konten, substansi. Misalnya, bagaimana Prabowo kalau terpilih jadi Presiden menyelesaikan persoalan pengangguran lapangan kerja, pendidikan, sumber daya yang berkualitas misalnya atau energi gitu, yang belum atau tidak banyak dibahas. Kalau mengulang sesuatu yang ada di dokumen-dokumen ya tidak orisinal. Memang, dia bisa jawab. Tapi itu, kayak cerdas cermat,” kata Indria kepada Liputan6.com.


Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Diprediksi Lebih Menarik

Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial The Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes memprediksi, debat capres ini bakal lebih menarik daripada debat capres cawapres 17 Januari 2019. Calon petahana, kata dia, tak akan menyerang lawannya. Tapi tidak juga bertahan.

“Petahana akan menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting gitu ya, seperti infrastruktur, pangan segala macam untuk meyakinkan pemilih,” kata Arya ketika dihubungi Liputan6.com.

Sementara, kubu pesaing diduga akan berbalik menyerang karena ada beberapa isu yang menjadi titik celah bagi pesaing. Misalnya, soal impor, kemudian juga swasembada pangan.

“Kemungkinan yang akan lebih menyerang dari pesaing kalau kita lihat dari temanya. Misalnya soal yang swasembada pangan itu menjadi pintu masuk begitu juga dengan impor beras dan juga soal infrastruktur. Tapi soal tiga hal itu, petahana sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi pertanyaan yang bertendensi serangan,” ujar Arya.

Menurut dia, debat kali ini bukan soal menang atau kalah. Pada debat kedua, lanjut dia, kedua calon dituntut benar-benar mampu memberikan kesan kepada pemilih, mereka mampu menyelesaikan tantangan di bidang yang ditemakan.

“Saya tidak tahu siapa yang akan diuntungkan ya. Tetapi ini adalah panggung yang harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk benar-benar memastikan bahwa mereka lebih baik dari pesaingnya. Dan panggung juga untuk meyakinkan pemilih untuk benar-benar tidak beralih dan bagi yang belum memilih, mereka akan menjatuhkan,” tutur Arya.

Terlebih, KPU memberikan waktu yang relatif fleksibel kepada Jokowi dan Prabowo untuk saling bertanya dan menanggapi. “Itu harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk menguji keorisinalitasan,” sambung dia.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua pilpres, Joni Hermana mengatakan, pihaknya akan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berbeda format dengan debat pertama pilpres untuk memunculkan orisinalitas kedua kandidat.

“Kita berusaha untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih tidak normatif. Jadi, dalam hal ini kita juga menginginkan agar tidak ada jawaban yang sama dari keduanya, yang normatif,” kata Joni, di Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

Selain itu, model pertanyaan yang dibuat berbeda ini bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui konsep yang dimiliki dari masing-masing paslon.

“Sehingga memberi gambaran kepada audiens dan masyarakat sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan secara baik. Jadi intinya sebetulnya seperti itu,” ujar Joni.

3 dari 3 halaman

Pentingnya Debat

Debat merupakan salah satu sarana penting bagi peserta Pilpres 2019 untuk memantapkan atau bahkan merebut hati pemilih. Ini terbukti pada debat perdana lalu yang dinilai cukup berpengaruh pada perubahan karakteristik calon pemilih masing-masing paslon capres-cawapres.

Terdapat perubahan angka solid voters atau pemilih mantap dan swing voters atau pemilih yang masih mungkin berubah pada pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Berdasarkan hasil survei terbaru Populi Center, jumlah solid voters pasangan nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meningkat dari sebelum debat sebesar 88,9 persen menjadi 90,8 persen usai debat.

Sementara solid voters pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkat dari 82,6 persen menjadi 85,5 persen.

Sedangkan swing voters Jokowi-Ma’ruf menurun dari angka 8,6 persen sebelum debat menjadi 6,2 persen usai debat. Penurunan juga terjadi pada swing voters untuk pasangan Prabowo-Sandi dari angka 13,3 persen menjadi 11,3 persen.

“Paslon Jokowi-Ma’ruf harus berhati-hati karena kenaikan solid voters lebih banyak terjadi pada paslon Prabowo-Sandi. Temuan ini sifatnya indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas,” ujar peneliti Populi Center Dimas Ramadhan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis 7 Februari 2019.

Lebih lanjut, jumlah masyarakat yang mengetahui dan menyaksikan langsung debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari lalu cukup banyak ketimbang yang tidak mengetahui. Namun ketertarikan mereka untuk memperbincangkan debat relatif kecil yakni 35,6 persen berbanding 64,4 persen.

Penilaian masyarakat terhadap manfaat debat capres pun beragam. Dari total 1.486 responden di seluruh Indonesia, 33,9 persen menilai manfaat debat untuk mengetahui visi, misi, dan program kerja kandidat. Sementara 10,8 persen menilai debat dapat membantu memberikan pertimbangan menentukan pilihan. Sementara 6 persen menganggap debat untuk mengetahui latar belakang kandidat.

“Sebanyak 3,7 persen menilai debat tidak atau kurang ada manfaatnya, 3,2 persen menilai debat untuk mengklarifikasi isu yang beredar, dan 42,5 persen sisanya tidak menjawab,” ucap Dimas.

Dari pemaparan visi, misi, dan program kerja kandidat pada debat perdana, yang dianggap paling realistis oleh masyarakat adalah yang disampaikan Jokowi-Ma’ruf yakni sebesar 55,7 persen. Sementara yang menilai visi, misi, dan program kerja Prabowo-Sandi paling realistis hanya sebesar 29,8 persen. Lainnya, 14,5 persen, tidak menjawab.

Sebanyak 53,1 persen responden juga menilai bahwa paslon nomor urut 1 unggul pada debat perdana capres-cawapres tersebut. Sedangkan 31,1 persen menilai paslon nomor urut 2 yang unggul. 15,8 persen sisanya tidak menjawab.

“Kemudian pilihan pascadebat, dengan pertanyaan setelah menyaksikan debat pertama, siapa pasangan yang akan anda pilih untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024? 62,5 persen menjawab Jokowi-Ma’ruf, 36,4 persen menjawab Prabowo-Sandi, dan 1,1 persen tidak akan memilih,” kata Dimas.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dengan metodologi wawancara tatap muka pada 20-27 Januari 2019 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Hasil survei memiliki margin of error sebesar 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Proporsi gender ditentukan 50:50. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi daftar pemilih tetap (DPT) dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU).

PDIP Sebut Kubu Prabowo Lakukan 2 Kesalahan Jelang Debat Capres

Liputan6.com, Jakarta – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai koalisi paslon Prabowo-Sandi telah melakukan kesalahan fatal pada tiga hari jelang debat capres kedua pada Minggu 17 Februari 2019. 

Kesalahan yang dimaksud yaitu upaya Prabowo-Sandi masuk ke wilayah Jawa tengah, yang dianggap sebagai basis PDI Perjuangan dan pasangan capres-cawapres Jokowi- Ma’ruf Amin.

“Jateng tetap solid dukung Jokowi. Prabowo-Sandi lupa bahwa syarat menyerang basis pertahanan lawan itu memerlukan soliditas di internal,” ungkap Hasto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/2/2019).

Dia mengatakan, sejauh ini kubu Prabowo telah melakukan upaya provokasi dengan membuat kantor pemenangan di Jawa Tengah. Namun demikian, langkah itu dinilai tidak akan berhasil karena masyarakat Jateng mengedepankan nilai-nilai hidup rukun serta gotong royong.

Hasto juga mengklaim bahwa, berkat kerja keras seluruh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin serta semua relawan-relawan, saat ini Jawa Barat menjadi “rumah kedua” setelah Jawa Tengah.

“Akibat koalisi Prabowo tidak solid, maka kolaborasi Parpol Koalisi Indonesia Kerja dan relawan berhasil merubah peta Jabar. Jabar saat ini menjadi Rumah Jokowi-KH Marif Amin,” tegas Hasto.

Pernyataan Hasto terkait pergeseran peta politik di Jawa Barat, diperkuat dari hasil survey IndoPolling serta dari beberapa lembaga survey kredibel lainnya.

2 dari 2 halaman

Elektabilitas di Jabar Meningkat

Hasto menambahkan, jika elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin saat ini telah menyentuh angka 41.7 %, sedangkan Prabowo-Sandi turun menjadi 37.9%.

Hasil survey internal koalisi pendukung Jokowi bahkan menempatkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin di Jawa Barat telah mencapai angka 52.4%.

“Dukungan para tokoh Jawa Barat, seperti Agum Gumelar, Ridwan Kamil, TB Hasanuddin, Deddy Mizwar, Deddy Mulyadi, dan tokoh-tokoh sentral seperti Solichin GP, telah merubah drastis peta politik Jabar. Terlebih KH Ma’ruf Amin juga berkontribusi besar terhadap menguatnya dukungan umat Muslim,” ujar Hasto.

Berdasarkan dua fakta di Jawa Barat dan Jawa Tengah tadi, oleh Hasto dijelaskan jika yang terjadi adalah sebuah kerugian ganda bagi koalisi Prabowo-Sandi.

“Jawa Tengah tidak membuahkan hasil sedangkan Jawa Barat kebobolan. Atas perubahan peta politik di Jawa Barat, maka seluruh Parpol KIK, relawan dan tokoh, kini mendapatkan amunisi baru untuk memenangkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di atas 63%,” tutup Hasto.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Debat Kedua, Prabowo Ditantang Bicara Subtansi Tanpa Gimmick

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate memperingatkan capres 02 Prabowo Subianto tidak menampilkan joget-joget di panggung debat capres. Dia mengajak mantan Danjen Kopassus itu bicara substansi saat menghadapi calon petahana Jokowi.

“Kalau diulangi dengan gaya menari-nari, ngomong yang umum atau pijet maka debatnya enggak substansif, ke perasaan. Ini debat kontestasi gagasan apa kontestasi perasaan,” ujar Johnny di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).

Johnny menuturkan debat ini menjadi penting untuk mengambil hati pemilih yang belum menentukan. Maka itu, dia berharap keduanya saling lempar gagasan dalam debat capres tersebut.

Sekjen Nasdem itu mengimbau, Prabowo tidak menampilkan gimmick selama debat. Ditambah, pernyataan-pernyataan yang saling kontradiktif.

Senada dengan Johnny, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyanto menuturkan, panggung debat capres adalah podium rakyat. Sehingga tidak pantas menampilkan tari-tarian.

“Ini adalah podium rakyat, podium menyampaikan gagasan terbaik untuk bangsa dan negara. Podium tanpa tarian tapi podium dengan gagasan,” kata Sekjen PDIP itu.

2 dari 2 halaman

Menguji Emosi

Sementara itu, Pengamat politik dari Habibie Center, Bawono Kumoro menilai momentum debat ini kesempatan Prabowo bisa menahan emosi saat berhadapan satu lawan satu dengan Jokowi. Sebab, Prabowo tertolong dengan kehadiran cawapres Sandiaga Uno yang mengerem emosi dengan pijatan. Sehingga tak menjadi blunder besar.

Namun, pada debat kedua bertema pangan, infrastruktur, energi, sumber daya alam dan lingkungan hidup, cawapres tidak tampil. Bawono mengatakan publik bakal menunggu Prabowo yang tidak bersikap emosional.

“Apakah mantan pangkostrad tersebut dapat menghadapi Joko Widodo dengan sikap relatif cool dan tenang dalam merespons hal-hal disampaikan oleh petahana nanti,” katanya.


Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Bank Kalsel Berencana IPO di 2020

Liputan6.com, Jakarta – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan Kalsel) berencana untuk mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 2020. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan (Kalse) Rudy Resnawan saat mengunjungi Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Iya, Bank Kalsel siap untuk mencatatkan saham perdana atau go public,” ujarnya saat menyambangi BEI, Jumat (15/2/2019).

Rencanaa IPO diputuskan tahun depan dan bukan tahun ini karena stakeholder seperti pemegang saham dan direksi perlu membahas lebih lanjut mengenai ha yang harus disiapkan.

“Mudah-mudahan paling lambat tahun depan. Dibahas sedemikian rupa dulu, dengan para pemegang saham untuk bisa go public,” ujar Rudy.

Sebagai informasi saja, Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan didirikan pada tanggal 25 Maret 1964.

Adapun tujuan pendirian Bank Kalsel adalah untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah serta sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah. 

2 dari 3 halaman

BEI Yakin Lebih dari 57 Perusahaan Bakal IPO di Tahun Politik

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djayadi yakin jumlah emiten baru yang akan melakukan Penawaran Umum Perdana saham (Initial Public Offering/IPO) sepanjang tahun 2019 bisa mencapai lebih dari 57 perusahaan.

Menurutnya, pesta demokrasi yang dilakukan secara bersamaan tahun ini yakni pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), tak akan menyurutkan langkah beberapa perusahaan untuk mencatatkan saham di BEI. Kendati begitu, dia belum mau mengungkapkan berapa banyak perusahaan yang bisa diajakk untuk melantai di bursa saham Indonesia. 


“Kami harapkan lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2018, kami capai 57 perusahaan yang listing. Kami harapkan tahun ini bisa lebih dari itu. Berapa tepatnya? Belum bisa bilang, tapi arahnya lebih dari itu (57),” jelas dia di Gedung BEI, Rabu (2/1/2019).

Inarno menjelaskan, untuk mencapai target emiten baru tersebut, BEI telah menyiapkan sejumlah strategi. Itu antara lain adalah melalui program sosialisasi dan edukasi berkesinambungan ke berbagai perusahaan.

“Selain itu, kita juga akan bekerjasama dengan para pemangku kepentingan seperti perusahaan penjamin emisi efek (underwriter), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Menteri Negara (Meneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kita bisa coba, this is the time untuk masuk ke publik,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada 2018, jumlah korporasi yang melakukan IPO saham meningkat 54 persen menjadi 57 perusahaan ketimbang 37 perusahaan di tahun 2017.

Adapun total dana publik yang berhasil dihimpun dari aksi pencatatan perdana saham tersebut mencapai Rp 16,01 triliun sepanjang tahun lalu. Angka itu meningkat 68 persen dibandingkan Rp 9,5 triliun pada 2017.

“Jadi ini merupakan jumlah pencatatan perdana saham tertinggi selama kurun waktu 26 tahun terakhir sejak swastanisasi Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992. Jumlah pencapaian ini juga merupakan yang terbanyak di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2018,” tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Australia Mengaku Gagal Menyejahterakan Masyarakat Suku Aborigin

Liputan6.com, Canberra – Pemerintah Australia mengaku ‘gagal’ dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk asli negaranya, Suku Aborigin dan Torres Strait Islander. Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Scott Morrison di muka parlemen pada Kamis, 14 Februari 2019.

Morrison menyatakan, hanya dua dari tujuh target yang terpenuhi, yakni dalam bidang pendidikan dasar. Adapun bidang ekonomi dan kesehatan, seperti meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan harapan hidup, masih jauh dari yang diharapkan, dikutip dari Channel News Asia pada Kamis (14/2/2019).

Padahal, usaha untuk mengemansipasi penduduk asli itu telah dilakukan sejak 11 tahun lalu, setelah Perdana Menteri Kevin Rudd secara resmi meminta maaf kepada mereka atas ketidakadilan yang menimpa.

Kebijakan pembangunan untuk Suku Aborigin bertujuan untuk meningkatkan kekayaan, kesehatan, dan kesejahteraan penduduk asli Australia.

“Saya ingin anak-anak Aborigin dan Torres Strait Islander memiliki kesempatan yang sama dengan anak lain yang tumbuh di Australia,” kata Morrison kepada parlemen.

Namun setelahnya, ia menyayangkan karena usaha yang sudah dilakukan sejak lama, belum membawa perubahan yang signifikan bagi kondisi mereka.

“Tetapi itu tidak benar-benar (tercipta bagi) anak Aborigin dan Torres Strait Islander di Australia hari ini. Dan saya tidak tahu kapan akan terjadi. Ini adalah kebenaran yang harus kita hadapi sekarang,” lanjut Morrison.

Simak pula video berikut:

2 dari 2 halaman

Pendidikan Adalah Kunci

Perdana Menteri Morrison juga mengatakan pendidikan merupakan kunci bagi kehidupan penduduk asli yang lebih baik.

“Pendidikan adalah kunci ketrampilan. Kunci untuk pekerjaan dan membangun perusahaan –yang akan memberikan masa depan untuk mereka,” katanya.

Morrison berjanji akan membebaskan pinjaman pendidikan bagi guru yang mengabdi selama empat tahun di daerah terpencil.

Saat ini, masyarakat Suku Aborigin dan Torres Strait Islander hanya 3 persen dari total populasi Australia. Keduanya merupakan komunitas yang paling tidak beruntung jika dibandingkan dengan mayoritas warga negara Australia.

Dalam bidang ekonomi, tingkat pengangguran sangat tinggi, disebabkan oleh tingkat pendidikan yang masih rendah.

Meskipun pemerintah telah memikirkan pendidikan sebagai jalan keluar, nyatanya penduduk asli masih punya permasalahan lain.

Dalam bidang sosial misalnya, angka bunuh diri sangat tinggi, lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan komunitas lain di Negeri Kanguru, menurut Biro Statistik Australia.