5 Festival Unik Dunia Ini Bikin Kagum, Ada Perang Lempar Tomat

Liputan6.com, Jakarta Jika kamu sedang merencanakan sebuah liburan, pastikan tempat tujuanmu memiliki sebuah tempat ataupun acara seru dan juga menyenangkan. Bahkan bisa jadi kamu mengikuti sebuah acara festival di tempat tujuan kamu berlibur. Bahkan beberapa tempat memiliki sebuah festival unik yang selalu diadakan setiap setahun sekali. Tentu saja kamu tak boleh melewatkan acara festival ini.

Bahkan banyak wisatawan yang dengan sengaja mendatangi acara festival unik di berbagai belahan dunia. Festival unik dunia ini pun kerap kali menyedot perhatian banyak kalangan. Festival yang tergolong unik ini bukan hanya dilakukan semata-mata untuk bersenang-senang saja. Akan tetapi beberapa festival unik dunia juga memiliki arti tersendiri bagi warganya.

Dilansir Liputan6.com dari Brightside, Selasa (16/4/2019) beberapa festival unik dunia antara lain ada di India, Korea Selatan, Spanyol, serta Australia. Akan tetapi hampir di berbagai belahan dunia memiliki festival unik tersendiri.

Berikut ini beberapa festival unik dunia yang wajib kamu tahu dan pastinya bikin kagum.

10 Potret Asli Wajah Orang Indonesia Saat Perang Kemerdekaan

Liputan6.com, Jakarta Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Sebelumnya Indonesia berada dalam kekuasaan Perusahaan Dagang Hindia Timur Belanda dan pemerintahan negara Belanda selama 350 tahun, serta pendudukan Jepang selama Perang Dunia II.

Setelah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, Belanda mengobarkan perang untuk mengembalikan kekuasaan kolonial atas Indonesia. Dalam perang ini korbannya termasuk orang Indonesia yang dibunuh tanpa peradilan. Perang ini menewaskan 300.000 orang Indonesia sementara korban di pihak Belanda sekitar 6.000.

Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949 berakhir dengan penandatanganan perjanjian kemerdekaan yang dimediasi oleh komunitas internasional yang mengharuskan Indonesia mengambil alih utang pemerintah Hindia Belanda Timur. Indonesia membayar Belanda 4,3 miliar gulden untuk kemerdekaannya. Pembayaran berlanjut hingga 2002.

Perjuangan Indonesia dalam meraih kemerdekaan tentu tidak bisa dilupakan begitu saja. Aksi heroik para pejuang dan tokoh nasional menginspirasi banyak orang untuk tetap melestarikan sejarah. Potret perjuangan di masa kemerdekaan pun diabadikan dalam museum-museum sebagai pengingat kepada generasi muda.

Nah, berikut Liputan6.com rangkum potret wajah orang Indonesia saat perang kemerdekaan dari Spaarnestad, Jumat (12/4/2019).

Ini Penyebab Perang Suriah yang Terjadi Selama Bertahun-Tahun

Pada 2011-2012 setelah Basyar al-Assad menolak proposal Turki untuk membangun pipa minyak dan gas alam antara Qatar dan Turki melalui Suriah, Turki beserta sekutunya menjadi ‘arsitek utama dari konflik Suriah’. Proposal pipa gas itu jika diwujudkan maka akan memangkas pasokan gas dari Rusia ke Eropa yang selama ini didominasi oleh perusahaan gas Rusia Gazprom.

 Dengan kondisi itu Timur Tengah kian tercabik-cabik lantaran rencana pipa minyak dan gas yang kemudian dibenturkan dengan memperuncing perbedaan keyakinan atau agama. Situasi itu tentu dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menginginkan pergantian rezim yang nantinya lebih bersedia membuka jalur pipa minyak dan gas kepada para penawar tertinggi yang berkepentingan.

Pada 2012, Amerika, Inggris Prancis, Qatar dan Arab Saudi bersama Turki mulai membentuk, mempersenjatai, dan mengongkosi kaum pemberontak dari Pasukan Pembebasan Suriah (FSA), sesuai dengan rencana lama Amerika yang ingin memecah belah Suriah.

Negara-negara itu kemudian sepakat untuk memecah belah Suriah lewat agama sebagai jala buat menggulingkan Presiden Assad. Di saat yang sama Suriah bersama Iran dan Irak justru membahas pembangunan jalur pipa migas yang rencananya akan dimulai antara 2014 dan 2016 dari ladang minyak Iran South Pars melalui Irak lalu ke Suriah.

Jika itu terwujud maka jalur pipa migas itu akan dengan mudah diperpanjang ke Libanon dan dengan demikian mencapai Eropa, sebagai target pasar. Dengan demikian persoalan akses migas inilah, bukan isu sektarian atau agama, yang menjadi akar penyebab konflik di Suriah.

Namun yang lebih terlihat di panggung internasional, konflik ini adalah perseteruan Sunni-Syiah. Mengapa? Karena jika seluruh dunia tahu, orang-orang tidak akan mendukung kaum pemberontak seperti yang dilakukan Amerika, Saudi, dan koalisinya selama ini.

Berbagai media asal Amerika dan Eropa membanjiri dunia dengan pemberitaan soal kekerasan dan penderitaan rakyat Suriah serta para pengungsi di Eropa dan konflik agama, namun berita-berita itu tidak menyoroti akar konflik yang sebenarnya yaitu kepentingan ekonomi dan politik.

Tensi Perang Dagang Naik, IHSG Diprediksi akan Terkoreksi

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah. Akan tetapi, pelemahan IHSG tersebut cenderung terbatas. Hal ini dipicu IMF pangkas proyeksi ekonomi dunia.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (10/4/2019), IHSG melemah tipis 6,02 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.478,32. Indeks saham LQ45 susut 0,02 persen ke posisi 1.024,12. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Sebanyak 237 saham melemah sehingga menekan IHSG. 149 saham menguat dan 130 saham diam di tempat.

Pada Rabu pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.487,75 dan terendah 6.456,66. Total frekuensi perdagangan saham 391.629 kali dengan volume perdagangan 12,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,6 triliun.

Investor asing beli saham Rp 231,25 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.150.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham industri dasar naik 0,23 persen dan sektor saham keuangan menguat 0,12 persen. Sektor saham pertanian tergelincir 0,71 persen dan bukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham konstruksi susut 0,54 persen dan sektor saham infrastruktur merosot 0,38 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham MTPS naik 50 persenn ke posisi Rp 480 per saham, saham JAYA melonjak 34,86 persen ke posisi Rp 147 per saham, dan saham INCF mendaki 25 persen ke posisi Rp 570 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang tertekan antara lain saham EMDE merosot 13,28 persen ke posisi Rp 222 per saham, saham BIKA tergelincir 7,09 persen ke posisi Rp 236 per saham, dan saham ADMF merosot 7,01 persen ke posisi Rp 9.950 per saham.

Torpedo Peninggalan Perang Dunia di Depan Rumah Warga Gorontalo

Liputan6.com, Gorontalo – Keluarga di Kecamatan Kota Timur, Gorontalo, masih menyimpan benda peninggalan Perang Dunia II. Benda berbentuk lonjong dan bersirip ini diduga kuat torpedo milik tentara Jepang.

Benda tersebut berada di depan rumah Zulkifli Lamusu (59). Zulkifli merupakan pewaris benda kuno tersebut, dan baginya torpedo itu sangat berharga yang diwariskan sang ayah 80 tahun silam.

Zulkifli kepada Liputan6.com, Selasa (9/4/2019) mengatakan, ayahnya yang bernama Abdul KA Lamusu merupakan seorang Kapten Kapal KM Sabut yang sering berlayar di perairan antar pulau di Sulawesi. Saat ayahnya bertugas, perang antara Jepang dan Indonesia pecah di wilayah Sulawesi Tengah.

“Menurut ayah saya, ini pemberian sekelompok orang yang saat itu kalah berperang, mereka kemudian menaiki kapal yang saat itu dibawa oleh ayah. Setelah mereka turun dari kapal kemudian memberikan ini kepada ayah saya,” ungkap Zulkifli.

Saat itu, kata Zulkifli, ayah saya tidak tahu benda ini digunakan untuk apa, dan mengapa mereka memberikannya. Namun Ayahnya pernah bercerita, torpedo ini diberikan sebagai cinderamata. Sang ayah kala itu berjasa menyelamatkan tentara Indonesia saat pertempuran melawan Jepang.

“Ayah saya membawa puluhan prajurit Indonesia untuk menyeberangi laut lepas daerah Kota Poso, Sulawesi Tengah untuk menyelamatkan diri,” kata Zulkifli.

Setelah ayahnya pulang ke Gorontalo, barang tersebut kemudian dibawa untuk disimpan dan menjadi kenang-kenangan saat dirinya menjadi seorang Kapten Kapal.

“Barang ini hingga sekarang masih terawat dengan baik, bahkan sudah banyak yang menawar untuk membeli barang ini, namun bagi kami ini merupakan peninggalan orangtua yang sangat berharga,” ucapnya.

Ratu Kalinyamat, Panglima Perang Asal Jepara yang Diusulkan Jadi Pahlawan

Dalam seminar “Menghidupkan Kembali Gagasan Menjadikan Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional” di Semarang pada 26 Maret 2019, pengamat pertahanan militer Connie Rahakundini Bakrie menilai Ratu Kalinyamat layak mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah mengingat jasa-jasanya dalam mengusir penjajah Portugis pada abad XV.

“Ratu Kalinyamat merupakan panglima perang asal Jepara yang berani melawan penjajah Indonesia dari Portugis,” katanya.

Ia menjelaskan Ratu Kalinyamat yang merupakan salah satu putri dari Raja Demak Trenggana, yang terlahir dengan nama Retna Kencana, berhasil membangun kekuatan angkatan laut yang besar dan kuat sekaligus membangun pakta pertahanan dengan Cirebon, Banteng, Palembang, Aceh, Malaka, serta Tidore.

Pemahaman dan visi Ratu Kalinyamat mengenai poros maritim, menurut dia, membuat industri perkapalan di Jepara, baik kapal perang maupun kapal dagang, dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat.

Menurut dia, apa yang dilakukan Ratu Kalinyamat sesungguhnya mencerminkan sosok yang sudah memiliki wawasan bahwa Nusantara sejatinya adalah negeri maritim.

“Banyak hal yang dilakukan Ratu Kalinyamat itu sudah sangat advanced (maju), bagaimana beliau membangun kekuatan industri itu menjadi industri yang terkoneksi dan beliau membuktikan bahwa dirinya pahlawan laut,” ujarnya.

Ratu Kalinyamat meninggal dunia sekitar tahun 1579 dan dimakamkan di dekat makam Pangeran Kalinyamat di Desa Mantingan.

Sepanjang melakukan kunjungan ke Jepara, Lestari Moerdijat beberapa kali ziarah ke makam serta melakukan diskusi dengan pengelola makam dan masyarakat setempat untuk menambah referensi atas sosok Ratu Kalinyamat yang akan diusulkan sebagai pahlawan nasional.

Saksikan video pilihan berikut ini:

5 pahlawan Indonesia beretnis tionghoa

Wall Street Naik Menanti Nasib Perang Dagang AS-China

Liputan6.com, New York – Indeks acuan S&P 500 naik tipis, mendekati level tertinggi enam bulan pada hari Kamis (Jumat pagi WIB), dengan kerugian pada saham teknologi diimbangi dengan kenaikan di Boeing Co dan Facebook Inc karena investor menunggu kejelasan lebih lanjut soal pembicaraan perdagangan Amerika Serikat-China.

Negosiasi berlanjut di Washington setelah pertemuan pekan lalu di Beijing, ketika kedua negara berupaya menyelesaikan sengketa perang dagang, yang telah membayangi pertumbuhan ekonomi global.

Dilansir dari Reuters, Jumat (5/4/2019), Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Liu He, yang memimpin pihak China dalam perundingan. Harapan kesepakatan perdagangan telah menjadi faktor pendorong yang kuat bagi S&P 500 di awal kuartal II 2019. Indeks telah mencapai level tertinggi sejak 9 Oktober dan hanya 1,75 persen di bawah penutupan tertinggi sepanjang masa.

Juga membantu sentimen investor, data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa klaim pengangguran turun ke level terendah dalam 49 tahun pada minggu lalu, menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan.

“Anda melihat nomor klaim pengangguran, Anda melihat potensi kemajuan dalam kesepakatan perdagangan,” kata Shannon Saccocia, Kepala Investasi di Boston Private. Investor akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang pasar tenaga kerja AS pada hari Jumat, ketika laporan penggajian non-pertanian diharapkan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 166,5 poin atau 0,64 persen menjadi 26.384,63, indeks S&P 500 naik 5,99 poin, atau 0,21 persen menjadi 2.879,39 dan Nasdaq Composite turun 3,77 poin atau 0,05 persen menjadi 7.891,78.

Tujuh dari 11 sektor S&P utama tercatat menguat. Sebaliknya, sektor teknologi turun 0,4 persen. Keuntungan di Facebook dan saham Boeing membantu mendorong S&P 500 ke depan.

Soal Kursi Menteri Prabowo, Demokrat Ingatkan Hashim Perang Uhud

Jakarta – Hashim Djojohadikusumo mengaku Prabowo Subianto pernah membahas porsi menteri untuk partai koalisi di mana sudah ada kesepakatan 7 untuk PAN dan 6 bagi PKS. Partai Demokrat (PD) yang ikut mengusung Prabowo disebut belum punya posisi definitif. PD mengingatkan Hashim soal Perang Uhud.

“Partai Demokrat saat mendukung Pak Prabowo memang ditawari beberapa posis menteri. Namun, Partai Demokrat tidak memih untuk membahasnya. Opsi kursi menteri itu tidak etis dibicarakan sebelum koalisi menang. Jadi bagi Partai Demokrat dibicarakan saja nanti setelah menang,” kata politikus PD Andi Arief kepada wartawan, Senin (1/4/2019).

“Partai Demokrat menyarankan pada Hashim untuk belajar dari Perang Uhud,” imbuh Andi.


Andi menjelaskan lebih jauh soal Perang Uhud. Dia mengingatkan para elite koalisi Prabowo-Sandiaga Uno untuk tidak merasa sudah menang terlebih dahulu.

“Jangan berebut pampasan perang sebelum yakin perang dimenangkan. Nabi Muhammad pernah hampir terbunuh dalam Perang Uhud karena pasukannya berebut pampasan perang, akibat salah informasi intelijen seolah-olah perang sudah menang. Saat ambil pampasan perang, pasukan lawan menyerbu dan menggagalkan kemenangan,” sebut Andi Arief.

Sementara itu, Ketua DPP PD Jansen Sitindaon mengatakan dirinya belum mengetahui terkait pembahasan kursi menteri. Namun, andai Prabowo menang, dia yakin eks Danjen Kopassus itu tahu mana yang berjuang dan yang tidak.

“Jadi kami ini sedang tidak membahas pengisian jabatan-jabatan kabinetlah. Perintah ke kami fokusnya adalah memenangkan Prabowo-Sandi. Persoalan pengisian jabatan kabinet lain dan segala macam itu hak prerogatif Pak Prabowo selaku presidenlah nanti. Dia juga tentu tahu kan siapa yang berjuang habis-habisan gitu, secara maksimal dalam pemilu ini,” ucap Jansen dihubungi terpisah.

Sebelumnya diberitakan, Hashim Djojohadikusumo mengatakan Prabowo pernah membicarakan porsi menteri untuk partai koalisi dengan dirinya. Hashim yang juga adik dari Prabowo ini menyebut pembicaraan sudah sampai ke tingkat nama.

Hashim mengatakan sudah ada kesepakatan dengan PAN dan PKS terkait dengan kursi menteri. Namun, untuk partai lain disebut Hashim masih dalam pembahasan.

“Demokrat masih belum definitif. (AHY) salah satu yang dipertimbangkan,” kata Hashim.
(gbr/van)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Datangi Ponpes Nurul Ibad, Ma’ruf Amin Ingatkan Pilpres Bukan Perang

Jakarta – Cawapres no urut 01 Ma’ruf Amin mendatangi Pondok Pesantren Nurul Ibad dalam rangka konsolidasi Halaqoh Nasional. Dalam acara Ma’ruf berpesan untuk menjadikan pemilu 2019 sebagai hal yang menggembirakan bukan berperang.

“Pilpres kok dibilang perang, doa-nya doa peran. Kita jadikan pilpres ini suasana menggembirakan,” kata Ma’ruf Amin dalam sambutannya dihadapan kyai dan santri di Ponpes Nurul Ibad, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (31/3/2019).

Pada konsolidasi ini Ma’ruf tampak didampingi oleh istrinya Wury Estu Handayani. Selain itu tampak pula hadir ketua Ponpes Nurul Ibad M Syakrim, dan Ketum DPP Ikhwanul Muballighin Mujib Khudori.

Ma’ruf mengatakan Pilpres 2019 ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik. Dia berharap perbedaan dalam pilihan tidak anggap sebagai.

“Kita jadikan nanti Pilpres ini ajang kita cari pemimpin terbaik, jangan dibilang pilpres perang, bukan perang, kita sesama bangsa sesama umat hanya cari terbaik, yang bisa menjaga agama, yang bisa bawa kemakmuran, membangun dunia, kesejahteraan, yang paling visioner, yang punya pengalaman, jangan diartikan oleh karena itu kalau soal berbeda pilihan jangan jadi musuh,” ucap Ma’ruf.

Ma’ruf mengibaratkan Pilpres 2019 seperti berbeda agama namun tetap toleran. Hal itu, sebut Ma’ruf sama halnya dengan berbeda partai dan berbeda pilihan capres.

“Kalau beda agama aja supaya toleran. Bagimu agama mu bagiku agamaku, berbeda partai, lakum partaikum walana partaiuna, maka partaimu partaimu, partaiku partaiku. Kalau berbeda capres, lakum capreskum, walana capresuna, capres anda capres anda capres saya capres saya. Kita berbeda nggak apa-apa, kalau nggak mau pilih saya, pilih saja pak Jokowi, kalau nggak mau pilih pak Jokowi ya pilih aja saya, kan gampang itu,” tutur Ma’ruf.

Maruf kembali mengingatkan agar masyarakat tidak menyamakan pilpres dengan kondisi perang. Ia juga sempat menyinggung doa perang yang pernah dilontarkan Neno Warisman, menurutnya doa ini tidak tepat digunakan pada kondisi saat ini.

“Kan nggak tepat itu, nggak cocok, malah berdoa, Ya Allah kalau engkau kalahkan kami maka engkau tidak akan disembah di bumi, lah? emang ente siapa kok bisa ngomong gitu? Wong damai kok pake doa nya doa perang, ngga cocok, doa itu ada tempatnya,” tuturnya.
(dwia/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Girls in The City, Perang Sosial Media Antara Salsa dan Cleo Semakin Memanas

Pada Girls in The City episode sebelumnya, Cleo mencoba untuk menyatakan perasaannya kepada Zian. Namun Zian malah menyatakan cintanya ke Salsa.

Akibat kejadian itu, Cleo menjadi salah paham dan membenci Salsa. Cleo terus menyindir Salsa di sosial medianya, membuat Salsa semakin dibenci orang banyak.

Karena merasa tak tahan atas hujatan yang dilimpahkan kepadanya, Salsa menshare videonya saat menolak Zian. Hal itu membuat Salsa tidak lagi dibenci, malah mendapat banyak fans.

Ingin tahu cerita selengkapnya? Saksikan Girls in The City episode 2 di Vidio.com.