Gagal Rilis Single Karna Su Sayang, Caca Puspita Pilih Korban Janji

Liputan6.com, Jakarta Penyanyi dangdut Caca Puspita merilis single terbarunya berjudul ‘Korban Janji’ yang diciptakan Andri Priyanto dari Group musik Guyon Waton Yogyakarta.  Sebelumnya, penyanyi ini telah merilis single berjudul ‘Cinta Terlarang’ karya Taufique Kharisma. 

Caca Puspita yang merupakan wanita kelahiran Pulau Buluh, kota Batam tahun 1992 ini mengaku senang dirinya bisa terus berkreasi di dunia musik dangdut dengan mengeluarkan single terbarunya.

“Sebagai seniman, saya bersyukur  karena bisa kembali merilis single di awal tahun 2019 ini. Dan mudah-mudahan karya terbaru saya ini bisa diterima pecinta musik Indonesia secara lebih luas,” ujar Caca Puspita dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (15/1/2019).

2 dari 3 halaman

Karena Su Sayang

Penyanyi yang juga sering bermain di FTV ini punya cerita menarik sebelum dirinya merilis single Korban Janji. Setelah dia merilis single Cinta Terlarang, Caca Puspita bersama produser label tempatnya bernaung, mencari tema untuk single selanjutnya. Hingga akhirnya mereka sepakat untuk membawakan lagu yang saat itu fenomenal, berjudul Karna Su Sayang, karya Near, untuk dibawakan dalam versi remix dangdut. Namun, karena melihat sudah terlalu banyak yang mencover lagu tersebut, dan proses ijin kepada pencipta lagunya belum juga selesai, akhirnya diputuskan untuk mencari lagu lain. 

“Waktu itu sempat mau merilis single Karna Su Sayang dalam versi dangdut. Bahkan kita sudah sempat rekaman di studio. Tapi karena proses ijin yang tidak kunjung selesai dan kita juga melihat sudah banyak penyanyi yang membawakan lagu tersebut dalam berbagai versi, jadi kita putuskan untuk menggantinya. Nah ketemulah lagu Korban Janji ini,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Tak Masalah

Caca Puspita sendiri tidak mempermasalahkan karena tidak jadi merilis single Karna Su Sayang. Karena menurut dirinya semua sudah digariskan oleh Tuhan. 

“Saya sih selalu mensyukuri apa yang Allah SWT berikan kepada saya. Semua sudah ada jalan dan rejekinya masing-masing. Mudah-mudahan single terbaru saya ini bisa mendapatkan yang terbaik,” harapnya.

Bagi yang penasaran dengan single terbaru Caca Puspita berjudul Korban Janji, sudah bisa dinikmati di situs berbagi YouTube atau bisa download RBT nya dengan cara Ketik : KRBEA  atau Ketik  : KRJCI kirim ke 1212.

Chacha Duo Molek Mengaku Sudah 3 Tahun Gunakan Narkoba

Patroli, Jakarta – Chacha, salah satu personel kelompok penyanyi dangdut Duo Molek dan teman prianya kini berurusan dengan hukum, menyusul pengakuan tersangka Yahya yang telah mendistribusikan sabu-sabu kepada Caca dan Chandra.

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Selasa (15/1/2019), ketiganya menggunakan barang terlarang itu bersama-sama di sebuah apartemen. Pengakuan itu berujung penangkapan Chacha dan temannya Chandra di Jakarta Selatan dengan bukti 0,5 gram sabu-sabu dan cangklong untuk mengisap, serta setengah butir pil ekstasi.

Dalam pemeriksaan, urine ketiganya positif mengandung narkoba. Chacha mengaku mengonsumsi selama 3 tahun. Tersangka Yahya mengaku mendapatkan narkoba dari seorang bandar yang tengah diburu polisi.

Narkoba tersebut dia beli Rp 800 ribu per gram dan dijual kembali Rp 1,8 juta per gram.

Selain memburu bandar sabu-sabu, polisi juga tengah mendalami kasus penggunaan ekstasi oleh para tersangka. (Rio Audhitama Sihombing) 

Kala Dubes Tantowi Berakhir Pekan bersama Warganya di Auckland

Auckland

Menjalin komunikasi dan bersilaturahmi dengan warganya adalah hal rutin yang biasa dilakukan duta besar Indonesia di Wellington, Tantowi Yahya.

Akhir pekan (12/1/2019) kemarin misalnya, ia menyambangi warga Indonesia di Kota Auckland. Ia bertatap muka dan bercengkerama dengan sekitar 200 orang, yang antara lain terdiri atas para profesional, pelajar, mahasiswa, anak-anak, dan ibu rumah tangga.

Sebaliknya, bagi para warga, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk bertanya dan curhat mengenai berbagai hal yang selama ini kerap mereka pendam. Untuk diketahui, data terakhir ada kurang-lebih 7.000 warga Indonesia yang tinggal di Selandia Baru.

Tantowi sangat mengapresiasi kehadiran mereka dan menyampaikan betapa pentingnya peran dan posisi warga dalam menjaga image Indonesia. Dari merekalah orang Selandia Baru mengenal, memahami, dan akhirnya mencintai Indonesia.

“Pertemuan seperti ini adalah kesempatan baik untuk menjelaskan banyak hal penting seperti berbagai pelayanan yang disediakan oleh KBRI. Event politik seperti pemilu serentak yang tinggal 4 bulan lagi, berbagai kerja sama kedua negara yang bisa mereka manfaatkan, dan lain-lain,” ujar Tantowi dalam keterangan KBRI Wellington.

Dalam pertemuan seperti ini, Tantowi selalu membangun dialog, komunikasi dua arah yang sangat diapresiasi oleh warga. Dengan latar belakangnya sebagai penyanyi, bahkan tak jarang dia ditodong untuk bernyanyi–dan ia dengan sukacita memenuhi permintaan tersebut.

“Yang penting komunikasi nyambung dan pesan nyampe-lah, he-he-he…,” cetus pria yang juga politisi dari Partai Golkar tersebut.

Ketika Dubes Tantowi Berakhir Pekan bersama WarganyaFoto: dok. KBRI Wellington

Terkait pemilu, secara khusus ia mengapresiasi kesadaran warga Indonesia di Selandia Baru yang sebagian besar sudah mendaftar sebagai pemilih.

Dwi kewarganegaraan & Kesempatan bekerja

Dwi kewarganegaraan adalah isu yang paling sering ditanyakan oleh warga. Bahkan dalam dialog dengan Presiden Jokowi di Wellington Maret tahun lalu. Pertanyaan seperti ini pun dimunculkan oleh warga yang bertanya.

Beberapa negara, di antaranya Filipina, memperbolehkan warganya memiliki kewarganegaraan ganda. Itulah mengapa warga Filipina sangat banyak di Selandia Baru. Dengan status sebagai warga negara, mereka mudah mendapatkan pekerjaan. Ini sering menjadi pemicu warga berulang kali menanyakan hal itu.

Menjawab pertanyaan tersebut, Tantowi menjelaskan hal itu sulit terealisasi, salah satunya karena bertentangan dengan Sumpah Pemuda untuk bertanah air satu, Indonesia. Sebagai mantan anggota DPR RI, dia tahu pasti suasana kebatinan di Dewan yang tidak mendorong wacana tersebut.

Terkait lapangan pekerjaan, pemerintah Selandia Baru memberlakukan persyaratan yang ketat meski mereka memerlukan banyak tenaga kerja asing. Namun, untuk orang-orang asing dengan kemampuan khusus dan lagi dibutuhkan, diberlakukan persyaratan yang lebih lunak, misal untuk sektor IT, kesehatan, perhotelan, dan perkebunan.

Untuk perkebunan, khususnya untuk pemetik buah musiman, Tantowi menjelaskan, telah banyak diisi oleh tenaga kerja dari Indonesia. Demikian juga untuk penyembelih hewan Halal (halal slaughter).

Menurut Tantowi, saat ini KBRI dan beberapa kementerian dan lembaga terkait di Indonesia sedang mengupayakan agar kita bisa memanfaatkan peluang kerja melalui visa liburan kerja (working holiday visa). Setiap musim panas, ribuan mahasiswa dari Eropa dan Amerika bekerja sambil liburan selama 4-6 bulan di Selandia Baru dengan menggunakan visa ini.

“Mudah-mudahan kita bisa berpartisipasi dalam waktu dekat,” jelas Dubes Tantowi mengakhiri pertemuan yang ditutup dengan santap malam bersama sambil mendengarkan sajian tari dan lagu dari warga.

“Bekalnya sebagai public speaker dan entertainer membuat pidato Pak Dubes tidak pernah membosankan. Segar karena banyak joke, diselingi kuis dengan hadiah-hadiah menarik dan tak segan pula beliau nyanyi buat kita. Pokoknya lengkap deh,” tutur satu warga yang sering hadir dalam pertemuan yang diadakan oleh KBRI.

Ketika Dubes Tantowi Berakhir Pekan bersama WarganyaFoto: dok. KBRI Wellington


(a2s/van) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tampil Beda, LIDA 2019 Akan Lebih Menghibur

Liputan6.com, Jakarta – Setelah sukses digelar tahun lalu, Indosiar kembali menayangkan Liga Dangdut Indoesia (LIDA) 2019. Rencananya, LIDA 2019 ditayangjan perdana di Indosiar mulai Senin (14/1/2019) pukul 19.00 WIB.

Namun berbeda dari tahun lalu, LIDA 2019 akan tampil beda karena ada beberapa perubahan yang dilakukan agar lebih menarik untuk disaksikan.

“Mulai dari proses audisi, konsep hingga produksi, akan dikemas dengan yang lebih berkualitas dan menghibur,” kata Directur Program SCM, Harsiwi Ahmad, di Studio 5 Indosiar, Jakarta Barat, Senin (14/1/2018).

Dari kualitas peserta, juga akan ada lebih banyak dari sebelumnya. Sebab tak hanya menyambangi beberapa kota besar seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Aceh, Bengkulu, Jambi, Jakarta, Bengkulu dan masih banyak lagi, Indosiar juga membuka audisi secara online.

2 dari 3 halaman

14 Ribu Peserta

“Juga ada audisi online, untuk mendatangkan talent di Indonesia yang tidak bisa hadir. Terbukti yang mendaftar 14 ribu orang,” ujar Harsiwi.

Dalam penjurian, Indosiar juga melakukan inovasi baru. Selaina juri tetap seperti Soimah, Nassar, Inul Daratista, Dewi Perssik, Zaskia Gotik, Rita Sugiarto dan Erie Suzan, akan ada juri tamu setiap harinya yang bukan berasal dari penyanyi dangdut.

“Nanti akan ada juri tamu tapi bukan dari dangdut atau non dangdut, bisa pop, bisa rock atau sebagainya. Dan episode besok ada Ruth Sahanaya, bisa jadi ada Mas Anang (Anang Hermansyah) agar bisa berwarna dan bisa memberikan masukan kepada kontestan agar lebih keren,” kata Harsiwi.

3 dari 3 halaman

Berebut Hadiah Rp1 Miliar

“Penilaian akan dibagi menjadi tiga elemen dengan bobot berbeda-beda. Panel Provinsi (5%), Dewan juri (20%) dan SMS pemirsa (75%),” sambungnya.

Nantinya 34 peserta yang telah lolos dari Audisi akan ‎bertarung di panggung LIDA 2019 demi merebutkan total hadih sebesar Rp 1 Miliar.

“Juara pertama 500 juta, juara kedua 300 juta sedangkan juara ketiga 200 juta‎ rupiah,” kata Harsiwi.

Saling Pamer Dukungan ke Capres-Cawapres

Liputan6.com, Jakarta – Sejumlah perkumpulan dan komunitas mulai menunjukan dukungan politiknya. Mereka ramai-ramai menggelar deklarasi mendukung pasangan capres-cawapres.

Peristiwa ini mulai ramai dan semakin diperbincangkan, terutama saat mendekati Pilpres, April 2019 mendatang.

Misalnya saja seperti yang dilakukan oleh Alumni Universitas Indonesia (UI). Mereka menggelar deklarasi mendukung Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu 12 Januari 2019.

Ketua Bidang Milenial Alumni Universitas Indonesia Muhammad Pradana Indraputra mengatakan, alumni UI memiliki alasan kuat mendukung pasangan calon nomor urut 01 ini di Pilpres 2019.

“Jokowi bukan tipikal orang yang omong doang, rencana doang. Jokowi itu man of action. Jokowi melakukan semuanya. Sesimpel itu alasan kami,” kata Pradana, Minggu 13 Januari 2019.

Dia mengatakan, yang membedakan Jokowi dengan yang lain adalah capres petahana itu merupakan pemimpin yang tegas dan berani. Dia mencontohkan, hal itu tergambar dalam keberhasilan pemerintah dalam mengakuisisi PT Freeport dan menyelesaikan proyek MRT.

“MRT yang sudah terencana dari tahun 90-an, enggak pernah tereksekusi. Baru tereksekusi sama Jokowi. Freeport sejak dulu katanya divestasi, tapi enggak pernah kejadian. Baru zaman Jokowi bisa terjadi,” jelas Pradana yang juga menjabat Ketua Bidang Milenial Masyarakat Cinta Masjid (MCM) ini.

Menurut dia, pemilih milenial cenderung akan lebih memilih capres yang telah membuktikan kinerjanya.

“Visi Jokowi cocok banget dengan anak muda. Dia mendukung start up, ekonomi kreatif dan transportasi publik, kebersihan dan tata kota. Beliau juga tipikal orang enerjik dan berjiwa muda,” tutur Pradana.

Tak hanya Alumni UI saja, sejumlah komunitas lain juga turut meramaikan deklarasi dukung Jokowi di GBK. Mereka adalah Masyarakat Cinta Masjid (MCM).

“Kader MCM punya hak pilih, sebagian besar kader MCM ingin Jokowi melanjutkan pemerintahannya di periode kedua,” kata Ketua Umum MCM Wishnu Dewanto.

Wishnu menyatakan, pemerintahan Jokowi telah membuktikan kinerjanya yang pro rakyat pada periode pertama pemerintahannya sehingga mantan Gubernur DKI Jakarta ini pantas untuk diberi kesempatan menyelesaikan program-programnya di periode kedua kepemimpinannya.

“Infrastruktur yang masif. Keamanan stabil. BBM satu harga. Perusahaan yang dulu dikuasai asing sudah dapat dikuasai bangsa Indonesia. Kami rasa dia pantas dua periode,” tambah dia.

Tak mau ketinggalan, ratusan orang yang tergabung dalam Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI) juga mendeklarasikan dukungan terhadap capres cawapres nomor urut 01 itu.

Acara deklarasi ini digelar di SCBD, Jakarta Selatan, Minggu siang. Acara tersebut digelar sekaligus dalam rangka mendeklarasikan berdirinya PPPI sebagai organisasi yang menampung aspirasi masyarakat penerbangan.

“Pastikan dukungan untuk Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin, bismillahirrahmanirrahim,” ujar Ketua PPPI Rizki Budimansyah saat deklarasi, Minggu (13/1/2019).

Tak tanggung-tanggung, acara ini ternyata dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Hadir pula penyanyi Vina Panduwinata.

Dalam kesempatan itu, Budi mengapresiasi dukungan yang diberikan para awak kabin terhadap pemerintahan saat ini. Dia juga mengapresiasi dukungan terhadap Jokowi untuk kembali memimpin Indonesia pada periode berikutnya.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan, amanah yang disampaikan oleh rekan-rekan pilot dan pramugari itu akan saya sampaikan kepada Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin, dan bisa mendukung keterpilihan Pak Jokowi dan Ma’ruf,” ujar Budi.

Selain para pilot, Jokowi-Ma’ruf juga mendapat dukungan dari para pengusaha yang tergabung dalam Galang Kemajuan (GK) Jokowi.

Pengalaman di pemerintahan menjadi alasan mereka mendukung Jokowi untuk memimpin Indonesia pada 2019-2024.

“Beliau adalah muslim dan naik haji. Lalu Beliau sudah berpengalaman di pemerintahan dari wali kota, gubernur, dan Presiden. Kemudian, Beliau mempunyai program yang jelas. Jadi jangan sampai negara ini dipimpin oleh orang yang tidak berpengalaman,” kata Ketua GK Pengusaha Jokowi, Trisya Suherman di Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019).

Trisya mengatakan, relawan GK Jokowi akan memberikan dukungan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu selama masa kampanye. Salah satu caranya dengan mendatangi warga dari kampung ke kampung, perumahan hingga ke tempat keramaian.

“Saya mengimbau kepada relawan GK beritahukan ke masyarakat tentang sosok Jokowi dan keberhasilannya memimpin pemerintah,” ucap dia.

2 dari 2 halaman

Dukungan ke Prabowo-Sandi

Sementara pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga mendapat dukungan dari komunitas warga.

Seperti yang dilakukan puluhan anggota Kerabat 85 yang berasal dari para alumni lintas SMA. Mereka mendeklarasikan dukungannya untuk Prabowo-Sandi. Deklarasi dilakukan di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi di Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019).

“Kami mendeklarasikan dukungan kepada Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno untuk jadi presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024,” kata Ketua Kerabat 85, Armansyah diikuti puluhan anggota lainnya.

“Kami akan memperjuangkan baik di media sosial maupun melalui pengerahan jaringan relawan kami di setiap lokasi kami tinggal masing-masing,” sambungnya.

Kerabat 85, ungkapnya, beranggotakan alumni SMA di Jakarta dan ada juga mantan relawan Jokowi. Armansyah mengatakan anggota Kerabat 85 juga meluas ke berbagai kota seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta dan Medan.

Usai deklarasi, Kerabat 85 menyerahkan sejumlah uang kepada pengurus Seknas. Armansyah mengatakan pihaknya juga akan membuat baliho secara swadaya untuk mendukung pencalonan Prabowo-Sandi.

Target dari kampanye yang akan dilakukan ialah untuk semua kalangan dan akan menggencarkan kampanye melalui media sosial. Armansyah juga mengajak para anggota Kerabat 85 untuk mengkampanyekan Prabowo-Sandi di lingkungan masing-masing.

Armansyah mengatakan, pihaknya mendukung pasangan yang diusung Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat itu karena menginginkan perubahan. Menurutnya Prabowo-Sandi bisa membawa Indonesia sampai pada cita-cita bangsa sesuai dengan pembukaan UUD 1945.

“Kami memang serius ingin, berharap banyak bisa memenangkan Pak Prabowo dan Bang Sandi karena kami ingin perubahan yang lebih baik,” pungkasnya.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pidato Berapi-api Jokowi: Negara Punah Hingga Tuduhan Antek Asing

Jakarta – Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di depan para alumni sejumlah universitas. Dengan penuh semangat Jokowi menegaskan bahwa dia tak ingin Indonesia bubar dan punah.

“Kita harus optimis, kita harus optimis, kita harus optimis, jangan sampai ada pesimisme di antara kita. Jangan sampai ada yang bilang Indonesia bubar, nggak ada! Jangan sampai ada yang bilang Indonesia punah, tidak ada! Tidak ada, tidak ada, saya katakan tidak ada,” ujar Jokowi dalam acara deklarasi alumni sejumlah universitas di Plaza Tenggara GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Capres petahana Jokowi berpidato dengan berapi-api di hadapan alumni sejumlah universitas.Capres petahana Jokowi berpidato dengan berapi-api di hadapan alumni sejumlah universitas. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Capres nomor urut 01 itu jengkel terhadap narasi-narasi yang justru membangun pesimisme. Jokowi menekankan semua pihak untuk membangun optimisme.

“Kita harus optimis, kita harus optimis, kita harus optimis. Saya kadang jengkel dan marah untuk hal-hal seperti itu. Bagaimana negara sebesar Indonesia ini, kita tidak bangun optimisme, kita tidak bangun optimisme, kita tidak bangun optimisme?” ujar Jokowi.

“Sesulit apa pun rintangan itu, sesulit apa pun rintangan itu, sesulit apa pun hambatan itu, kita harus bersama-sama membangun negara ini!” kata dia.

Jokowi juga menyampaikan sejumlah topik dengan berapi-api. Dia begitu semangat saat menepis tudingan yang menyebut dia antek asing.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan pemerintah saat ini sudah bekerja prorakyat. Buktinya, pemerintah berhasil mengambil alih Blok Mahakam dan merebut 51 % saham PT Freeport Indonesia.

“Presiden Jokowi isu-isunya banyak di bawah. Mungkin di sini tidak ada, tetapi Presiden Jokowi diisukan antek asing, antek asing, antek asing. Saya ingin menyampaikan, yang namanya Blok Mahakam 100 persen dikelola Pertamina yang sebelumnya dikelola Jepang dan Prancis,” tegas Jokowi.

Jokowi meminta isu-isu miring seperti antek asing harus dijelaskan dan ditangkis. Ia lalu menyinggung soal sulitnya pemerintah merebut saham Freeport.

“Jangan dibolak-balik seperti itu. Dipikir merebut 51 persen saham Freeport selama 4 tahun itu mudah? Sangat sulit sekali, sangat sulit sekali,”

Di acara deklarasi dukungan alumni sejumlah universitas ini Menhub Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko PMK Puan Maharani dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko serta penyanyi Adhie MS, turut hadir. Setelah deklarasi, Jokowi mendapatkan jaket kerja dari para alumni universitas.
(zak/idn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tanpa Presale, Tiket Konser John Mayer Dijual 25 Januari 2019

Liputan6.com, Jakarta – Penggemar John Mayer sepertinya sudah harus siap-siap mengorek tabungan lebih cepat. Pasalnya, tiket penjualan penyanyi asal Amerika Serikat itu akan dijual tak lama lagi.

John Mayer akan menggelar konser di Jakarta pada 5 April 2019 mendatang. Tiket konser mantan kekasih Katy Perry itu kabarnya akan dijual pada 25 Januari 2019.

Konser John Mayer ini adalah bagian dari konser World Tour 2019. New Zealand akan jadi negara pertama yang akan disinggahi oleh Mayer di bulan Maret tahun ini.

Setelah New Zealand, John Mayer dan seluruh tim akan terbang ke berbagai negara di Asia. Ada Australia, Singapura, Bangkok, dan lndonesia. Setelah itu, John Mayer baru akan mengakhiri perjalanan konsernya di Tiongkok dan Jepang.

Buat kalian yang belum akrab dengan John Mayer, ada sedikit informasi nih buat kalian. Kalian harus tahu, Mayer adalah pria yang berprestasi di industri musik. Bukan sebagai penyanyi saja, tapi juga sebagai penulis lagu.

Dalam perjalanan kariernya, Mayer telah berhasil menyabet 7 GRAMMY Awards. Sebanyak 7 kali berturut-turut pula ia menduduki list nomor 1 di Billboard’s Top Rock Album, serta masuk dalam 25 besar jajaran Hot Rock Songs yang merupakan sebuah prestasi terbanyak sejarah bagi seorang penyanyi solo.

2 dari 3 halaman

Tanpa Band Pembuka

Bicara soal konser, di Jakarta nanti dipastikan Mayer akan membawakan lagu-lagu hits-nya. Jadi buat kalian yang ngefans banget sama penyanyi yang satu ini, siapkan diri kalian semaksimal mungkin untuk nyanyi bersama Mayer.

Namun jika biasanya konser penyanyi luar negeri dibuka oleh penyanyi atau grup band lain, tapi tidak dengan Mayer. Karena pada konsernya nanti tidak akan ada penyanyi atau band pembuka.

3 dari 3 halaman

Tiket Presale?

Untuk tiket konser akan segera dijual. Dimulai pada 25 Januari 2019 ya. Semakin membuat semangat karena tidak ada tiket presale. So, you’d better hurry dan pantengin terus situs www.johnmayerjakarta.com.

Waktu dan tempat, konser John Mayer Wold Tour ini akan dihelat pada tanggal 5 April 2019 dan bertempat di ICE, BSD City. Sudah siap untuk seru-seruan di konser John Mayer pertama di Indonesia?

Untuk informasi lebih lanjut, ikuti johnmayer.com dan akun Instagram @temgmt dan @dmeasia. See you around! (Kapanlagi.com)

Cita Citata jadi Produser di Single Barunya

Liputan6.com, Jakarta Di awal tahun 2019 ini, pedangdut Cita Citata mencoba sesuatu yang baru. Penyanyi yang terkenal dengan lagu Goyang Dumang ini mengeluarkan single terbarunya yang berjudul ‘Aku Pergi’. 

Dalam single terbarunya ini, Cita Citata juga memperkenalkan sosoknya yang baru. Di single ini, Cita Citata memproduseri sendiri lagu terbarunya ini.

Lagu “Aku Pergi” menandai kiprah Cita Citata di dunia musik dangdut pada awal 2019. Yang menarik, untuk single terbaru ini, Cita Citata memang ingin lebih mandiri.

“Saya lagi coba-coba untuk lebih mandiri. Saya ingin terjun lebih jauh ke dunia musik, untuk mengetahui lebih banyak seluk beluknya,” kata Cita Citata, saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

2 dari 3 halaman

Berbeda

Masih di bawah naungan label Sani Music, Cita Citata juga menyuguhkan musik yang sedikit berbeda untuk single ‘Aku Pergi’. Unsur musik dangdutnya terdengar lebih kental. 

“Pencipta lagunya Teo Anggara dan Bimas Nurcahya. Untuk bagian musik dibantu Faishal Rizal sebagai music director,” kata penyanyi yang populer berkat lagu ‘Sakitnya Tuh Disini’ itu.

3 dari 3 halaman

Resolusi

Project lagu ‘Aku Pergi’ merupakan resolusi terbaru bagi Cita Citata di dunia musik Tanah Air, khusunya di dunia musik dangdut. Dengan musik dangdut yang lain dari biasanya Cita Citata ingin membuktikan bahwa ke depannya, akan banyak hal-hal postif dan baru yang akan dia persembahkan. 

“Ke depannya, Cita Citata juga akan membuat series yang bertema ‘Love, Life, and Dream’. Juga berbagai program yang dapat dinikmati oleh masyarkat Indonesia khusunya para penggemar Cita Citata,” ujar Cita Citata.

“Di 2019 ini akan menjadi tahun perubahan baik bagi Cita pribadi maupun karier di musik. Perubahan menjadi lebih baik tentunya, dan perubahan itu saya harapkan dapat diterima oleh masyarakat luas,” tutur Cita Citata.

Cinta Uka-Uka, Debut Pramugari Yanti Palinggi sebagai Penyanyi

Ditambah, keduanya berasal dari daerah yang sama, yaitu dari Tanah Toraja, memudahkan komunikasi mereka saat memproduksi lagu ini. “Semoga lagu ini dapat diterima oleh masyarakat luas,” ujar Yanti Palinggi yang di-amini oleh Ronald Tandiseno, saat ditemui di kantor Afe Records.

Yanti Palinggi, seorang wanita yang tekun, terbukti di umurnya yang baru menginjak usia 21, terbilang masih cukup muda. Yanti sudah memiliki pekerjaan yang menjadi impian di kalangan wanita, yaitu menjadi pramugari di salah satu Maskapai Penerbangan. Tidak pernah sengaja menekuni profesi sebagai pramugari karena awalnya ia hanya iseng-iseng mendaftar ketika ada perekrutan.

Yanti juga memiliki cita-cita menjadi model. Bakat menyanyinya bisa dilihat dari akun Instagram miliknya, @yuliantipalinggi dengan keahliannya dalam berpose danbernyanyi selama ini, ia salurkan melalui akun Instagramnya.

Debut Lagu Rohani, Ronald Tandiseno Curhat tentang Meninggalnya Adik

Liputan6.com, Jakarta – Ronald Tandiseno, penyanyi bernama lengkap Rainoldy Pratama Tadiseno, adalah penyanyi asal Toraja yang kini tengah bernaung di bawah label Afe Records. Selain bernyanyi dan menciptakan lagu, ayah dua anak ini juga seorang Abdi Negara di kantor Otoritas Bandara Kementrian Perhubungan Manado, Sulawesi Utara.

Pria kelahiran Tomohon, Sulawesi Utara, 20 Oktober 1982 silam ini, bergabung dengan Afe Records menjelang Natal tahun lalu. Ronald Tandiseno sudah lama bersahabat dengan Hendy Ahmad, CEO Afe Records, saat keduanya masih di Yogyakarta.

Alhasil, proses Ronald untuk mewujudkan cita-citanya ke industri rekaman pun berjalan mulus. Ronald telah merilis single rohani pertamanya yang berjudul “Cahaya dalam Gelapku”. Lagu yang diciptakan oleh Ronald ini adalah pengalaman dari kehidupan pribadinya ketika ia harus kehilangan adik tersayang untuk menghadap sang Khalik.

Lagu ini diciptakan pada saat momen terakhir adik perempuan Ronald Tandiseno, Novita Kambu Palulun, yang kerap disapa Novi. Kondisi sedih itu memaksa Ronald untuk menyanyikan lagu untuk sang adik. Ronald pun menyanyikan lagu “Cahaya Dalam Gelapku” setelah selesai menyanyikan lagu untuk Novi yang sudah tiada.