Penumpang Berpistol Lolos Pemeriksaan di Bandara AS dan Terbang ke Tokyo

Washington DC – Seorang penumpang yang membawa pistol bisa lolos masuk ke dalam pesawat maskapai Amerika Serikat (AS) yang terbang dari Atlanta menuju Tokyo, Jepang. Insiden ini diungkapkan dan telah diakui Otoritas Keamanan Transportasi AS atau TSA.

Seperti dilansir CNN, Senin (14/1/2019), TSA dalam pernyataannya menyebut seorang penumpang yang membawa pistol itu berhasil terbang dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta menuju ke Bandara Internasional Narita Tokyo pada 3 Januari lalu.

“TSA menyatakan bahwa standar prosedur tidak diikuti dan seorang penumpang faktanya lolos melalui pos pemeriksaan standar TSA dengan sebuah senjata api di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta pada 3 Januari pagi hari,” demikian bunyi pernyataan TSA.

Maskapai Delta Airlines yang ditumpangi penumpang berpistol itu menyatakan telah melaporkan insiden ini. “Setelah pengungkapan situasi penumpang ini, pihak maskapai melaporkan insiden ini kepada TSA,” sebut Delta Airlines dalam pernyataan kepada CNN.
Pelanggaran keamanan di bandara AS ini terjadi dua pekan setelah pemerintahan federal AS tutup sebagian. Selama penutupan berlangsung, agen-agen TSA tetap diwajibkan bekerja namun tidak akan menerima gaji. Dalam laporan CNN pada 4 Januari, atau sehari usai insiden di Atlanta itu, diketahui ratusan agen TSA dari sedikitnya empat bandara besar di AS tidak masuk kerja dengan alasan sakit.

Namun, pihak TSA membantah keras bahwa penutupan pemerintahan federal AS berkontribusi dalam insiden pelanggaran keamanan di Atlanta. Ditegaskan TSA bahwa jumlah staf yang bekerja tetap normal pada hari kejadian.

“Persepsi bahwa insiden ini mungkin terjadi sebagai akibat dari penutupan pemerintahan sebagian adalah salah,” tegas TSA dalam pernyataannya.

“Angka absen tak terjadwal staf TSA secara nasional pada Kamis, 3 Januari 2019, mencapai 4,8 persen jika dibandingkan 6,3 persen tahun lalu pada Kamis, 4 Januari 2018. Jadi faktanya, angka nasional lebih tinggi setahun lalu dibandingkan tahun ini pada tanggal tersebut,” imbuh pernyataan itu.

Penyebab lolosnya penumpang berpistol dalam pemeriksaan keamanan itu belum diketahui pasti. Namun TSA menegaskan pihaknya ‘akan menindak tegas dengan semestinya setiap pihak yang bertanggung jawab’.

Diketahui bahwa petugas pemeriksa TSA berjuang keras melaksanakan tugasnya dalam mendeteksi senjata selama penutupan pemerintahan berlangsung. Tahun 2015 lalu, pelaksana tugas untuk Administrator TSA dimutasi setelah laporan menunjukkan petugas pemeriksa di bandara gagal mendeteksi peledak dan senjata dalam nyaris setiap tes yang dilakukan oleh tim penyamar di puluhan bandara AS.

Sekitar 51 ribu agen TSA masuk dalam 800 ribu pegawai pemerintah AS yang bekerja tanpa gaji atau dirumahkan sementara akibat penutupan (shutdown) pemerintahan. Serikat Menara Kendali Udara, Serikat Pemeriksa Keselamatan Penerbangan dan kelompok-kelompok lainnya serta para pakar perjalanan udara telah merilis pernyataan yang isinya mengecam berbagai konsekuensi yang dipicu penutupan pemerintahan.

Namun TSA dan pakar penerbangan menegaskan operasional penerbangan masih aman. “Standar keamanan TIDAK akan dan TIDAK akan pernah dikompromikan,” tegas Asisten Administrator TSA untuk Urusan Publik, Michael Bilello.

(nvc/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *