Seungri Bigbang Pensiun dari Dunia Hiburan Tanpa Persetujuan Agensi

Menurut agensi, Seungri Bigbang sangat tertekan karena merasa dirinya dibenci oleh banyak pihak terkait kasus hukum yang menimpanya.

“Sejujurnya, belum ada rincian pasti tentang Seungri selama satu setengah bulan terakhir penyelidikan polisi. Seungri merasa lebih bersalah karena menyebabkan kerusakan pada orang-orang di sekitarnya,” jelasnya.

Sibuk di Bidang Hukum, Alya Rohali Pensiun Main Sinetron

Buat Alya Rohali, sudah cukup baginya terjun di dunia entertaiment. Di usianya yang sudah menginjak 42 tahun, Alya Rohali hanya ingin dirinya punya banyak waktu dengan keluarga.

Sebab bila kembali ke dunia sinetron yang membesarkan namanya, waktunya buat keluarga pasti sangat sedikit.

“Aduh enggak deh (sinetron), sudah cukup buat saya,” ujar Alya Rohali.

Seberapa Besar Kebutuhan Pensiun (1)

Jakarta – Hiruk pikuk dunia kerja yang kita lalui setiap harinya, seolah membuat kita lupa atau tidak sadar bahwa ada saatnya nanti kita akan memasuki usia PENSIUN. Entah pernah terbesit atau terpikirkan oleh kita, kondisi seperti apa yang kita inginkan ketika pensiun nanti.

Nah yuk coba kita bahas sedikit, seperti apa kondisi seseorang ketika memasuki masa pensiun nanti. Coba bayangkan apa yang akan terjadi dengan masa pensiun Anda?

Umumnya ketika anda bekerja di sebuah perusahaan, perusahaan akan memberikan training ketika anda memasuki usia 51-54 tahun, di mana usia pensiun saat ini berkisar 55 -57 tahun, tergantung kebijakan perusahaan.

Training yang diberikan disebut Masa Persiapan Pensiun (MPP), di mana umumnya 3 hari, hari pertama akan terbagi dua sesi, yaitu sesi psikologi dan sesi dua tentang keuangan. Hari kedua tentang persiapan bisnis.

Hari ketiga ditutup dengan visit UMKM. Secara tidak langsung training tersebut mengarahkan para pensiunan nanti untuk membuka usaha. Terdengar aneh, tapi kita lanjut dulu tahapan menuju pensiun nanti.

Setelah anda mendapatkan training MPP tersebut akhirnya tibalah masa di mana anda pensiun. Anda akan mendapatkan pesta perpisahan, tepuk tangan dari seluruh rekan-rekan kerja anda sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan.

Selanjutnya anda akan menerima sejumlah dana pensiun anda, mulai dari Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun hingga uang penghargaan dari perusahaan. Apa yang terjadi setelahnya? Ya setelah itu anda akan menikmati hari-hari anda, mulai dengan melakukan hal-hal yang anda senangi termasuk menjalankan hobi atau bahkan bepergian ke luar negeri.

Sampai akhirnya di penghujung bulan, anda merasa ada yang aneh, mulai membuka internet banking tabungan, kemudian cek saldo, kok ga ada uang masuk ya? Setelah itu tiba-tiba mulai panik dan menyadari: SAYA SUDAH TIDAK PUNYA PENGHASILAN LAGI!

Maka akhirnya anda mulai berpikir dan mencari pekerjaan atau bisnis yang bisa anda lakukan untuk setidaknya tetap membuat ‘dapur’ anda mengebul kembali.

Mungkin akan terlintas di pikiran anda beberapa hal yang bisa dilakukan seperti buka warung di depan rumah sekedar memulai bisnis kecil-kecilan agar ada perputaran uang atau membuka rumah makan, misal warung ayam geprek, bisa juga membeli franchise, dan yang tidak kalah ketinggalan adalah anda mendaftar menjadi pengemudi taxi online, kemudia mulai jadi driver taxi online atau pekerjaan-pekerjaan lainnya.

Intinya saat pensiun anda masih harus bekerja untuk pengeluaran rutin bulanan dan/atau menghidupi keluarga.

Nah Apakah PENSIUN yang seperti di atas yang anda harapkan? Padahal kondisi yang anda harapkan ketika masuk usia pensiun adalah anda dapat hidup tanpa harus bekerja, SETUJU ya sampai sini?

Tapi dari mana sumber penghasilan saat hari tua (pensiun)? Tentunya adalah hasil investasi anda sedari usia produktif sehingga bisa menghasilkan passive income. Contoh: ketika sejumlah dana hasil investasi, anda masukan ke dalam deposito dan anda bisa hidup dari bunga deposito tersebut atau anda sudah merintis usaha atau menjalankan bisnis franchise, bisa juga dari rumah kontrakan, rumah kos, dan lain sebagainya.

Maka cobalah ambil waktu sejenak dan/atau berdiskusi dengan pasangan, pikirkan kembali bagaimana menyiapkan dana pensiun yang tepat? Apakah iuran bulanan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan pesangon dari kantor nantinya dapat mencukupi?

Anda tidak perlu berpikir perusahaan berkontribusi maksimal atau tidak untuk membantu menyiapkan dana pensiun anda, karena pastinya secara Undang-Undang dan peraturan yang dilakukan manajemen SUDAH BENAR. Tapi yang jadi pertanyaan besar adalah apakah dana tersebut cukup?

Cukup atau tidaknya akan sangat bergantung pada banyak hal. Dana pensiun dan persiapan dana pensiun menjadi bagian terpenting dalam suatu perencanaan keuangan sebuah keluarga.

Hal tersebut yang difokuskan di kelas atau workshop yang dilaksanakan oleh tim ARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami “Seputar Keuangan” atau klik di sini.

Simulasi perhitungan akan kita bahas di artikel berikutnya. Stay tuned.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)

Nowitzki Belum Mau Pensiun dari NBA

Liputan6.com, Dallas- Big man senior Dallas Mavericks, Dirk Nowitzki tak mau memastikan akan pensiun dari NBA akhir musim nanti. Pria Jerman itu masih ingin memainkan musim ke-22 di NBA.

Pria 40 tahun ini sebelumnya diperkirakan akan pensiun dari NBA sekaligus dari bola basket profesional akhir musim ini. Tur perpisahan untuk Nowitzki juga sudah diadakan musim ini. 

NBA sampai memberikan kesempatan spesial bagi Nowitzki untuk main di NBA All-Star 2019 bulan lalu. Klub-klub NBA pun sudah memberikan tribute kepada Nowitzki setiap menjamu Mavericks.

Mavericks sendiri juga telah bersiap ditinggal Nowitzki. Mereka kini sudah punya bintang baru Luka Doncic dan telah merekrut pengganti Nowitzki, Kristaps Porzingis.

Namun usai laga melawan Indiana Pacers, Nowitzki malah menyatakan belum tentu pensiun akhir musim ini. Jika kondisi fisik masih memungkinkan, Nowitzki akan lanjut hingga musim ke-22 di NBA.

2 dari 3 halaman

Komentar

“Saya tidak tahu. Saya belum benar-benar memikirkannya. Saya akan senang untuk berada di sana untuk para pemuda satu tahun lagi, tapi aku pikir itu tergantung pada bagaimana kondisi tubuh saya,” ujar Nowitzki.

“Saya jelas punya masalah tahun ini. Tapi saya merasa lebih baik. Saya merasa lebih kuat,” tegas Nowitzki.

3 dari 3 halaman

Legenda

Sepanjang kariernya di NBA, Nowitzki hanya bermain untuk Mavericks saja. Dia sukses memberikan satu gelar juara kepada Mavericks.

Jejak Tudingan Mobil Camry yang Bikin Mahfud Polisikan Kakek Kampret

Jakarta – Mahfud Md mempolisikan akun twitter Kakak Kampret @KakekKampret_ soal tuduhan mobil Camry. Mantan Ketua MK menilai cuitan Kakek Kampret sudah bentuk fitnah, bukan kritik lagi.

Kasus bermula saat @KakekKampret_ membuat cuitan dengan dimention ke @Mohmahfudmd, pada 27 Februari 2019, yaitu:

Saudara mahfud @mohmahfudmd apa bener Mobil Camry punya anda Plat B 1 MMD adalah setoran dari pengusaha besi kerawang ex cabub PDIP. Jika bener atas dasar apa pemberian itu kakek sekedar bertanya (ditambah dua emoticon tertawa-red)

Cuitan itu tidak digubris. Lalu @KakekKampret_ kembali mencuit:

Saudara mahfud @mohmahfudmd kenapa anda ga jawab pertanyaan kakek ini. Apa bener Toyota Camry B 1 MMD dari pengusan besi karawang, mantan ex cabub karawang dari PDIP..? saudar mahpud jawab lah (ditambah dua emotical tertawa-red)

Mahfud Md tidak terima dituduh hal demikian dan melaporkan ke Polres Klaten.

“Laporan terkait hoaks yang menyangkut saya. Dan ini bagi saya yang begini-begini ini tidak bisa dibiarin. Kalau diskusi publik tidak masalah tapi kalau menyangkut harkat pribadi harus diselesaikan lewat polisi,” kata Mahfud Md di Polres Klaten, Jumat (1/3/2019).

Usai melapor, Mahfud Md menjelaskan asal-usul mobilnya.

“Saya beli mobil itu tahun 2013, tiga hari sebelum saya pensiun dari MK, karena mobil saya akan ditarik oleh negara. Saya tarik uang saya untuk membeli mobil cash. Kenapa dikaitkan dengan pilbup yang terjadi tahun 2015, tidak ada hubungannya,” ujar dia.

Lalu Mahfud kembali bercuit di Twitter menjawab banyak pertanyaan warganet.

Sudah lapor, giliran Kakek untuk menyelesaikan sendiri. Saya akan ikuti terus

Tidak berapa lama, akun @raffie aqmal mengomentari sikap Mahfud Md, yaitu:

Zaman SBY paling aman bagi rakyat Indonesia. Zaman sekarang cuma bertanya saja d laporin dan yang laporinnya pendukung petahana langsung diproses. Jikalah yang laporin kubu oposisi walaupun itu penghinaan dan penyebar hoax, pastilah MANGKRAK..! Di sini saya belajar bahwa rezim ini… (ejaan sudah disesuaikan-red).

Mendapati komentar di atas, Mahfud Md mencoba menjelaskan yaitu pelaporannya tidak terkait pemilu.

Bung Raffie, ini tak ada kaitannya dengan Pemilu. Ini soal tudingan secara insinuatif bahwa saya pernah menerima setoran mobil dari seseorang. Saya tak tahu dan tak ingin tahu, dia itu pendukung siapa. Cuitannya sampai dua kali dengan sangat insinuatif (ejaan sudah disesuaikan-red).

Wakil Ketua MPR Zaenal Maarif pernah digelandang ke pengadilan karena pengaduan Pak SBY. Eggy Sujana juga dihukum setelah diadukan. Masak, dibilang tak ada (Zaman SBY tidak ada pelaporan-red). Hukum tetaplah hukum. Setiap hari saya dikritik oleh banyak akun tapi tak pernah saya laporkan karena hanya beda pendapat. Kalau memfitnah, beda.

Akun Ahmad Rohiman @kangimanow memention dengan simpati:

Saya turut sedih pak atas fitnah itu…

Mahfud lalu menjawab:

Mas Rohimin, tiap hr sy dpt banyak kritik terbuka ka ka. Tp sy tak pernah mengadu. Yg Kakek Kampret ini beda, dia memfitnah dan nyebar hoax. Tak bisalah dia mengelak dgn alasan hanya “bertanya”. Bertanya, kok lewat fitnah terbuka? Kalau betul bertanya, kan bisa lewat DM Twitter.

(asp/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

HEADLINE: Rotasi Ribuan Pejabat DKI, Anies Baswedan Tiru Langkah Ahok?

Liputan6.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak menyangka kalau langkahnya melantik dan merotasi 1.125 pejabat Pemprov DKI akan menuai kritikan. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, pelantikan yang digelar pada Senin 25 Januari lalu itu sangat kental aroma politisnya.

Dia mengatakan, dalam rotasi yang digagas Anies, pejabat yang baik dan berprestasi malah dicopot. Intinya, perombakan ini mengutamakan prinsip suka dan tak suka (like and dislike). Anies pun meradang dan menolak semua anggapan itu.

“Gubernur punya wewenang untuk rotasi 6 bulan setelah menjabat. Artinya, sebetulnya gubernur punya wewenang melakukan rotasi enam bulan setelah menjabat,” ujar Anies kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

Dia juga menegaskan, rotasi dan mutasi dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja, bukan berdasarkan unsur personal. Di sisi lain, dia tak bisa melarang Prasetyo menyampaikan pemikirannya.

“Ini adalah semua soal kinerja selama satu setengah tahun ini. Dan imajinasi orang boleh-boleh saja ya. Kita nggak bisa melarang pemikiran orang,” kata Anies.

Namun demikian, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono tidak sependapat dengan Anies. Menurut dia, mutasi atau perombakan jabatan adalah hal yang biasa, hanya saja menjadi tak biasa jika dilihat jumlahnya.

“Karena jumlah yang begitu banyak, saya khawatir berimbas pada kurang selektifnya pihak Pemprov DKI memilih figur-figur yang memangku jabatan pada pelantikan Senin kemarin. Kalau memilih orang terlalu banyak kan khawatir pilihannya enggak benar,” jelas Gembong kepada Liputan6.com, Rabu (27/2/2019) siang.

Selain itu, dia juga melihat Anies tidak memiliki skala prioritas dalam hal pembenahan SDM di Pemprov DKI. Hal itu terlihat dari sejumlah pos penting yang hingga kini tak ada pengisian jabatan untuk pucuk pimpinannya.

“Pak Anies enggak ada skala prioritas. Seharusnya yang dilakukan adalah rotasi atau pengisian jabatan untuk yang pelaksana tetap (Plt) dulu, tapi justru Plt sampai sekarang belum diisi,” ujar Gembong.

Dengan banyaknya posisi penting yang masih diisi Plt, lanjut dia, pada akhirnya akan berdampak pada penyerapan anggaran. Sebuah program atau proyek yang harusnya sudah dikerjakan menjadi harus menunggu karena belum ada pejabat definitif yang bisa mengesahkannya.

“Jangan sampai penyerapan kita bolong lagi, padahal warga Jakarta menunggu apa yang mau dikerjakan oleh Pak Anies ke depan untuk percepatan. Kalau pejabatnya masih seperti sekarang, pejabat Plt, kita khawatirkan enggak berani eksekusi (anggaran),” tegas Gembong. 

Infografis Rotasi Ribuan Pejabat Ibu Kota. (Liputan6.com/Triyasni)

Dengan semua keanehan itu, papar dia, tak heran banyak yang beranggapan kalau langkah Anies berbau politis.

“Pastilah, kan gubernur itu jabatan politis, pasti. Kalau disebut itu berbau politis, itu pastilah,” ujar Gembong.

Namun, dia menampik kalau apa yang dilakukan Anies meniru apa yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat menjabat Gubernur DKI Jakarta (19 November 2014-9 Mei 2017). Menurutnya, cara mutasi atau perombakan pejabat yang dilakukan Anies dan Ahok berbeda.

“(Ahok) itu kan bertahap. Enggak sekaligus seperti Anies. Kalau sekaligus itu yang saya khawatirkan. Memilih segitu banyak orang kan enggak mudah,” pungkas Gembong.

Berbeda dari Gembong, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengapresiasi rotasi dan mutasi besar-besaran pejabat Pemprov DKI Jakarta yang dilakukan Anies. Menurut dia, ada tiga syarat yang harus dipenuhi sehingga perombakan pejabat itu bisa diterima.

“Pertama, sesuai aturan. Kalau sesuai aturan ya enggak apa apa. Kedua, sesuai dengan kebutuhan di lapangan, atau dengan kata lain memang perlu ada untuk penyegaran. Ini perlu evaluasi dan seterusnya,” ujar Suhaimi kepada Liputan6.com, Rabu (27/2/2019) petang.

Ketiga, lanjut dia, harus sesuai dengan latar belakang karier dan kemampuan sang pejabat bersangkutan. Dengan kata lain, orang itu ditempatkan sesuai bidangnya dan tepat pada posisinya agar bisa mengemban amanah dengan baik.

“Kalau soal jumlah yang dimutasi, selama tidak menyalahi aturan ya tidak apa apa. Yang penting, semua perubahan baik kecil maupun besar semuanya bertujuan untuk mencapai visi misi gubernur dan Pemprov DKI,” papar Suhaimi.

Dia juga tak peduli kalau cara Anies disebut mengikuti apa yang pernah dilakukan Gubernur Ahok dengan megganti ribuan posisi pejabat dalam waktu bersamaan.

“Terserah orang ngomonglah. Menurut saya bukan masalah mengikuti atau tidaknya, tetapi kepentingan apa di balik itu? Kalau perubahan atau rotasi itu untuk mencapai sebuah target yang tinggi, enggak apa apa. Pak Anies kan punya target ‘maju kotanya bahagia warganya’,” tandas Suhaimi.

Lantas, bagaimana sebenarnya mutasi atau perombakan pejabat yang dilakukan Gubernur Anies pada Senin lalu itu?

2 dari 4 halaman

Rotasi yang Menyisakan Plt

Pro dan kontra itu dipicu pada Senin petang, 25 Februari 2019. Ketika itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik 1.125 pejabat baru dari eselon II, III, dan IV. Sejumlah posisi yang dirotasi mulai dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) sampai Kasatpol PP Provinsi DKI Jakarta.

Dari seribuan lebih pejabat itu, di antaranya 15 pimpinan tinggi pratama atau eselon II, 247 administrator atau eselon III, dan 836 pengawas atau eselon IV. Anies menyebut rotasi adalah hal yang wajar dalam organisasi. Menurut dia, organisasi perlu penyegaran dengan diisi oleh orang-orang baru.

“Pemprov berkepentingan untuk lakukan pembaharuan di setiap posisi yang ada. Bagi sebuah organisasi, rotasi mutasi itu wajar, karena organisasi perlu pembaruan,” kata Anies dalam sambutan pelantikan di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Selain itu, Anies juga mengatakan rotasi akan menguntungkan bagi pejabat yang dipindah, karena para pejabat itu bisa menambah kemampuan di lokasi yang baru.

“Bagi pribadi di Pemprov DKI, dapat tugas baru, amanat baru yang berbeda dengan sebelumnya, ini bagian dari pengembangan skill pribadi, menambah kompetensi, keterampilan di tempat baru,” ucap Anies.

Pimpinan tinggi pratama yang dilantik Anies yaitu:

1. Riyanto sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

2. Achmad Firdaus sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta.

3. Edy Junaedi sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

4. Benni Agus Chandra sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta.

5. Faisal Syafruddin sebagai Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi DKI Jakarta.

6. Arifin sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta.

7. Subejo sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta.

8. Theryono sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Duren Sawit.

9. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Koja.

10. Tri Noviati sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Budi Asih.

11. Isnawa Adji sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Selatan.

12. Sahat Parulian sebagai Wakil Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta.

13. Vera Revina Sari sebagai Asisten Deputi Bidang Tata Ruang.

14. Jupan Royter Sahalatua sebagai Asisten Deputi Bidang Perindustrian dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta.

15. Yani Wahyu Purwoko sebagai Asisten Deputi Gubernur Bidang Budaya.

Di sisi lain, mutasi ini menyebabkan kosongnya 18 jabatan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dan ditempati pelaksana tugas (Plt). Sebanyak 16 jabatan yang kosong merupakan posisi eselon II atau pimpinan tinggi pratama, sedangkan dua jabatan yang kosong merupakan jabatan eselon I atau pimpinan tinggi madya, yaitu.

1. Kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD)

2. Kepala Badan Pembina BUMD (BP-BUMD)

3. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)

4. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP)

5. Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA)

6. Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata)

7. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH)

8. Kepala Dinas Perindustrian dan Energi (PE)

9. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub)

10. Kepala Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup

11. Kepala Biro Perekonomian

12. Kepala Biro Administrasi

13. Direktur Utama RSUD Pasar Rebo

14. Direktur Utama RSUD Cengkareng

15. Wakil Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD)

16. Sekretaris Kota Jakarta Selatan

Dua jabatan eselon I yang kosong adalah:

1. Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman

2. Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan

Untuk diketahui, dua jabatan eselon I tersebut sebelumnya diduduki oleh Syahrul Effendi dan Sylviana Murni. Syahrul meninggalkan jabatannya karena pensiun, sedangkan Sylviana mundur dalam rangka maju sebagai Cawagub DKI Jakarta dalam Pilkada 2017.

Dalam rangka mengisi 18 jabatan yang kosong tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir, Selasa lalu mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan segera mengadakan lelang jabatan untuk 18 jabatan tersebut.

Sesuai dengan UU No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Apabila rekomendasi dari KASN sudah diperoleh, maka Pemprov DKI Jakarta sudah bisa mulai membuka lelang jabatan.

Dengan semua permasalahannya, jumlah pejabat yang dimutasi oleh Anies pada Senin lalu, sebenarnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan mutasi yang pernah dilakukan Gubernur Ahok.

3 dari 4 halaman

Mutasi Gemuk Gaya Ahok

Mutasi dan rotasi seribuan lebih pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan pada Senin lalu banyak dikaitkan dengan hal serupa yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, suksesor Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta (19 November 2014-9 Mei 2017).

Sepanjang menjabat sebagai orang nomor satu di Ibu Kota, Ahok memang kerap memutasi pejabat atau bawahannya. Bahkan, beberapa kali dalam jumlah besar. Lihat saja, Usai dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Rabu 19 November 2014, dia langsung bersih-bersih.

Dari catatan Liputan6.com, satu setengah bulan menjabat Gubernur DKI Jakarta, Ahok melantik 4.800 pejabat di tingkat eselon II, III dan IV di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat 2 Januari 2015.

Nama-nama beberapa pejabat di tingkatan kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) DKI Jakarta mengalami rotasi jabatan dan sebagian ada yang dicopot karena kinerjanya kurang memuaskan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan, para pejabat-pejabat tersebut yaitu Lasro Marbun, dari sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan menjadi Kepala Inspektorat. Jabatan Kadisdik diiisi Arie Budhiman yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Sedangkan posisi yang ditinggalkan Arie diisi oleh Purba Hutapea, yang sebelumnya menjabat sebagai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Beberapa pejabat yang mendapat promosi adalah Benjamin Bukit, dari sebelumnya sebagai Wakil Kepala Dinas Perhubungan menjadi Kepala Dinas Perhubungan, Isnawa Adji dari sebelumnya Wakil Kepala Dinas Kebersihan menjadi Kepala Dinas Kebersihan.

Kemudian ada Ika Yuli Rahayu, dari sebelumnya menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan, Zainal Soleman dari sebelumnya Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat menjadi Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda, Edi Nielson Sianturi yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Dukcapil, dari sebelumnya sebagai salah satu kepala bidang di instansi yang sama.

Selain itu, ada juga Franky Mangatas, dari Kepala Inspektorat menjadi Asisten Sekda Bidang Pemerintahan.

Sedangkan para pejabat yang dicopot alias ‘distafkan’ adalan mantan Kadis Perhubungan Muhammad Akbar, mantan Kepala BKD I Made Karmayora, dan mantan Kadis Pelayanan Pajak Iwan Setyawandi.

Pejabat DKI yang dimutasi Ahok, baik itu promosi atau demosi, adalah:

‪- Asisten Sekda Bidang Pembangunan Wiriyatmoko menjadi Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup‬.‪

– Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Bambang Musyawardhana yang menjadi Wali Kota Jakarta Timur.‪

– Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Pusat Rustam Effendi menjadi Wali Kota Jakarta Utara.

‪- Sekwan DPRD DKI Jakarta Mangara Pardede menjadi Wali Kota Jakarta Pusat.

‪- Wakil Wali Kota Jakarta Utara Tri Kurniadi menjadi Bupati Kepulauan Seribu‬.‪

– Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Arie Budiman menjadi Kepala Dinas Pendidikan DKI‬.

‪- Kepala Dinas Pendidikan DKI Lasro Marbun menjadi Kepala Inspektorat DKI.

– Isnawa Adji menjadi Kadis Kebersihan.‪

– Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Purba Hutapea dilantik menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

– Kepala Sudin Perumahan Jakarta Utara Ika Lestari Aji menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman‬.‪

– Kepala Dinas Kominfomas Agus Bambang Setyo Widodo menjadi Kepala Dinas Pelayanan Pajak‬.‪

– Kepala Badan Perpustakaan Agus Suradika menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah‬.‪

– Kepala Bidang Kewaspadaan Kesbangpol menjadi Sekwan DPRD DKI‬.‪

– Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda menjadi Kepala Kesbangpol‬.‪

– Kepala Inspektorat Franky Mangatas Panjaitan menjadi Asisten Sekda Bidang Pemerintahan DKI.‪

– Kasudin Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Utara Edison Sianturi menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI.‪

– Wakil Kepala Dinas Perhubungan Benyamin Bukit menjadi Kepala Dinas Perhubungan‬.‪

– Kepala Biro Dikmental Budi Utomo menjadi Wakil Bupati Kepulauan Seribu.

Berselang setahun kemudian, Ahok kembali melantik 1.042 pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang terdiri dari eselon II, III dan IV. Ada enam pejabat eselon II yang dilantik menggantikan pejabat sebelumnya yang telah pensiun.

Keenam pejabat tersebut yakni Yurianto sebagai Kepala Badan Pembinaan BUMD dan Penanaman Modal, Catur Laswanto Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Kemudian, Sopan Adriyanto Kepala Dinas Pendidikan, Yayan Yuhana Kepala Biro Hukum, Subagyo Wakil Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, serta Suriyanto Wakil Kepala Dinas Pendidikan.

“Saya dengan resmi melantik saudara, sebagai pejabat tinggi pratama, adiministrasi, dan pengawas di lingkungan Provinsi DKI Jakarta. Saya percaya saudara akan melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab,” kata Ahok di halaman Balai Kota Jakarta, saat pelantikan para pejabat itu, Jumat 8 Januari 2016.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Deretan Pewaris Terkaya di Dunia, Berapa Hartanya?

Liputan6.com, Jakarta – Menjadi orang kaya ada dua cara, bekerja keras atau mendapatkan warisan yang sangat luar biasa hingga mereka menjadi sangat kaya raya. Tahukah Anda, ada banyak orang kaya yang ternyata kekayaannya merupakan warisan.

Mau tahu siapa sajakah mereka? Dilansir dari laman MSN, berikut 6 orang kaya yang mendapatkan warisan kekayaan yang sangat luar biasa:

10. Azim Premji – USD 18,7 miliar atau Rp 262 triliun

Saat Azim Premji sedang berkuliah di Universitas Stanford, California tiba-tiba saja ayahnya meninggal dan membuatnya harus berhenti kuliah pada usia 21 tahun untuk mengambil ahli bisnis keluarganya. Dulunya nama perusahaan ini Premji, kemudian berganti nama menjadi WIPRO. Perusahaan ini bergerak dalam bidang makanan.

Premji memiliki rencana untuk memperluas jajaran produknya menjadi peralatan mandi dan kemudian menjadi Teknologi Informasi. Saat ini Wipro menjadi salah satu bisnis teknologi terbesar di India dan membuat Premji memiliki kekayaan sebesar USD 18,7 miliar.

9. Dieter Schwarz – USD 20 miliar atau Rp 281 triliun

Sang Ayah, Dieter Schwarz Josef Schwarz merupakan pendiri Grup Schwarz yang berbasis di Jerman pada 1930. Perusahaan ini memiliki rantai supermarket Lidl dan Kaufland, yang memiliki lebih dari 10.000 cabang di Jerman dan luar negeri.

2 dari 4 halaman

8. Stefan Quandt – USD 20,3 miliar atau Rp 285 triliun

Stefan Quandt mewarisi lebih dari seperempat saham BMW dari orang tuanya. Stefan bersama dengan saudara perempuannya memiliki sekitar 20 persen saham di perusahaan tersebut. Tidak hanya itu saja, Stefan juga memiliki minat di beberapa industri yang bernilai sekitar USD 20,3 miliar.

7. Kjeld Kirk Kristiansen – USD 22,8 miliar atau Rp 314 triliun

Kjeld Kirk Kristiansen, presiden dan CEO LEGO yang ternyata mendapatkan perusahaan ini dari sang kakek. Meskipun saat ini ia telah pensiun, namun Kristiansen masih memiliki 75 persen saham raksasa di perusahaan tersebut. Selain itu, Kristiansen juga memegang saham di Merlin Entertainment bernilai USD 22,8 miliar.

6. Georg Schaeffer – USD 25,3 miliar atau Rp 355 triliun

Mewarisi kekayaan dari sang ayah, pendiri Schaeffler Grup membuatnya saat ini memiliki kekayaan USD 25,3 miliar atau setara Rp 355 triliun. Perusahaan ini bergerak dalam bidang industri otomotif terbesar di Jerman.

3 dari 4 halaman

5. Mukesh Ambani – USD 41,4 miliar atau Rp 581 triliun

Setelah kematian ayahnya yang merupakan pendiri Reliance Industries, Mukesh Ambani dan saudaranya mengambil alih perusahaan tersebut. Membuatnya memiliki kekayaan Rp 581 triliun. Perusahaan ini beregerak dalam bidang teknologi digital, petrokimia dan tekstil.

4. Françoise Bettencourt-Meyers – USD 44,3 miliar atau Rp 622 triliun

Setelah sang ibu, Liliane Bettencourt meninggal pada 2017, membuat Françoise Bettencourt-Meyersmendapatkan kekayaan yang sangat fantastis sebesar USD 44,3 miliar atau Rp 622 triliun. Keluarga Bettencourt merupakan pendiri L’Oreal dan saat ini masih mengendalikan 33 persen saham dari perusahaan kosmetik raksasa tersebut.

3. The Waltons – USD 45 miliar atau Rp 632 triliun tiap anaknya

Sam Walton, pendiri Walmart memiliki harta kekayaan yang sangat luar biasa. Setelah ia meninggal, tentunya harta kekayaan tersebut akan diserahkan kepada anak-anaknya sebagai ahli waris. Takjubnya, kekayaan masing-masing dari anaknya seperti Alice, Jim, Rob Walton mencapai USD 45 miliar atau setara Rp 632 triliun tiap anaknya.

4 dari 4 halaman

2. The Koch Brothers – USD 49,3 Miliar atau Rp 692 Triliun

The Koch Brothers terdiri dari Koch, Charles dan David, generasi kedua yang menjalankan industri Koch yang didirikan oleh ayah memreka yang saat ini sudah mempekerjakan lebih dari 100.000 orang.

Charles merupakan ketua dan CEO, sementara David menjadi wakil presiden eksekutif, dan jika kekayaan mereka berdua digabungnkan yaitu sebesar USD 49,3 miliar.

1. Pewaris Mars – USD 78 Miliar atau Rp 1.096 Triliun

Jumlah kekayaan ahli waris keluarga Mars mencapai USD 78 miliar. Keluarga ini memiliki banyak usaha yang semua produknya dinamai Mars, misal coklat batangan ‘Mars’.

Strategi Darat dan Udara di Balik Pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Cakra 19, Andi Widjajanto mengungkap kekuatan utama pemenangan pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Sinergi gerak Tim Kampanye Nasional dan partai politik menjadi unsur utama.

“Gerak Pemenangan Jokowi-KMA dijalankan terpadu oleh tiga unsur utama, Koalisi Partai Politik, Tim Kampanye Nasional, serta relawan politik dan gerakan komunitas. Setiap unsur bergerak dengan karakternya masing-masing, bersinergi di bawah koordinasi Erick Thohir,” ujar Andi Widjadjanto dalam keterangan persnya, Senin (25/2/2019).

Mantan Sekretaris Kabinet itu menyebut Ketua TKN Erick Thohir berperan penting memadukan tiga unsur tersebut. Sampai menggerakkan unsur tim di luar TKN Jokowi-Ma’ruf Amin seperti Bravo-5 dan Cakra 19.

Relawan Cakra 19 dibentuk pada Agustus 2018. Tim ini berisi purnawirawan TNI yang baru satu-dua tahun pensiun. Tak hanya berisi bekas tentara, Cakra 19 juga beranggotakan warga sipil dan dipimpin Andi Widjajanto.

Anggota tim ini di antaranya; Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, politikus Golkar, Eko Wiratmoko; bekas Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Andogo Wiradi; serta bekas Kepala Pusat Penerangan lentara Nasional Indonesia, Iskandar Sitompul.

“Erick Thohir telah berhasil menjalankan peran sebagai CEO TKN. Bersama Sekertaris TKN Hasto Kristiyanto, Erick berhasil menciptakan aliansi strategis antara TKN dan Partai,” kata Andi.

Dia juga mengatakan, direktur di TKN Jokowi-Ma’ruf Amin mengonsolidasikan kekuatan bersama relawan di bawah. Salah satunya peran tim udara kombinasi Direktur Konten Fiki Satari, Direktur Komunikasi Politik Usman Kansong, dan Jubir Arya Sinulingga.

“Untuk strategi udara segitiga Arya-Fiki-Usman rutin memberikan arahan-arahan strategis hingga taktikal untuk melakukan operasi medsos di empat platform utama (Twitter, Facebook, IG, dan YouTube). Masing-masing platform memiliki keunikan sehingga harus didekati dengan strategi media yang berbeda juga,” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, koordinasi lintas tim yang rutin dilakukan tiap Selasa dan Kamis juga dijalankan terutama untuk menguatkan eksposure 01 di momentum utama seperti Debat, Deklarasi Dukungan Alumni, Deklarasi 1000 Jenderal, dan terutama jika Jokowi dan KMA melakukan gerakan kinetik di daerah.

2 dari 3 halaman

Strategi Gerakan Darat

Andi menjelaskan bagaimana strategi gerakan di darat melalui konsolidasi mulai dari pemakaian peta sasaran yang sama hingga tipe operasi darat yang digelar.

“Gerak darat ini rutin dilakukan oleh Erick dan Moeldoko. Operasi darat digelar dengan merujuk ke peta sasaran yang membagi dapil-dapil yang ada menjadi 8 kluster yang kemudian diterjemahkan menjadi rangkaian strategi mulai dari galang simpul daerah, gelar kegiatan kampanye, gelar micro-targeting, hingga gelar canvassing-door to door. Gerak darat ini juga mengandalkan keterpaduan antara TKN-TKD, Caleg Parpol, dan tim door-to-door dari para relawan, termasuk Bravo-5 dan Cakra 19,” beber dia.

Salah satu simpul utama yang muncul kuat di 2019 adalah gelombang alumni. Menurut Andi, gelombang yang tidak muncul di 2014 ini merupakan gerakan organik yang bersifat bottom up, dan mutlak mengarah ke Jokowi.

“Gerakan Alumni ini memberikan dampak pengaruh yang yang luas karena merupakan kesadaran moral dan etis dari kaum terpelajar dan menengah untuk mengekpresikan kewarasan berpolitik demi masa depan bangsa dan negara. Gerakan Alumni yang diawali dengan deklarasi dukungan bagi Jokowi sekarang sudah menjadi gerakan kelas menengah untuk mengamankan suara 01,” ungkap Andi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

5 Bintang MU dengan Gaji Tertinggi Per Pekannya

Jakarta – Sudah bukan rahasia lagi, Manchester United (MU) cukup royal menggaji bintang-bintangnya. Dengan kemampuan finansial yang terjamin, Setan Merah memang bak surga bagi pemain-pemain dengan kontribusi bagus.

MU adalah klub yang dibangun atas dasar cinta dan dukungan para penggemar. Dari era Sir Matt Busby ke Class of 92 dan bahkan sampai akhir kepemimpinan Sir Alex Ferguson, pemain menghargai klub lebih diri diri mereka sendiri.

Setan Merah adalah sebuah merek dan nilai pasarnya tidak bisa dibayangkan. Selama beberapa tahun belakangan ini, kekuatan finansial United naik tetapi prestasi di lapangan menurun.

Meski penampilan mereka mengecewakan akhir-akhir ini, kekuatan finansial klub sangat membantu klub memikat pemain kelas dunia di Old Trafford. Bahkan para pemain yang berada di klub selama lima hingga enam tahun menuntut kenaikan gaji besar-besaran untuk memperpanjang kontrak mereka.

Berikut ini lima pemain MU yang mendapat gaji tertinggi, dengan 1 pound setara Rp18 ribu, seperti dilansir Sportskeeda.

2 dari 6 halaman

Fred (Rp3,15 miliar per Pekan)

Sebelumnya, Fred bermain bareng Shakhtar Donetsk di Ukraina sebelum pindah ke Manchester United pada musim ini. Pensiunnya Micheal Carrick dan minimnya kreativitas di lini tengah membuat Jose Mourinho memboyong Fred ke Old Trafford.

Fred membawa energi dan beberapa rasa Samba ke skuat. Dia adalah gelandang yang tidak takut untuk melakukan tekel. Pemain asal Brasil itu bisa juga bisa memberikan perlindungan kepada para pemain belakang.

Namun, sejak bergabung dengan Setan Merah, situasi tidak berjalan seperti yang diharapkannya. Fred kesulitan mendapatkan kesempatan bermain reguler di bawah manajer asal Portugal. Fred tentu berharap bisa mendapat kesempatan yang lebih baik di bawah manajer baru.

3 dari 6 halaman

Romelu Lukaku (Rp3,6 miliar per Pekan)

Romelu Lukaku memulai kariernya di Premier League dengan Chelsea tetapi gagal tampil mengesankan untuk The Blues. Dia sempat dipinjamkan ke West Brom sebelum dijual ke Everton. Sejak saat itu, Lukaku berhasil mencetak banyak gol untuk The Toffees dan menghabiskan empat tahun di Goodison Park.

Setelah Zlatan Ibrahimovic cedera, Manchester United membutuhkan seorang striker baru. Meski Chelsea juga berminat memulangkan sang pemain, Mourinho berhasil membawanya ke Old Trafford dengan biaya transfer sebesar 75 juta pounds.

Lukaku sekarang sedang memasuki musim keduanya bersama United dan sedang menjalani periode yang sulit dalam kariernya. Meski musim debutnya cukup mengesankan, ia gagal mencapai standar tersebut pada musim ini. Lukaku terlihat sangat kelelahan. Dia adalah satu-satunya striker murni yang dimiliki United saat ini sehingga itu menambah tekanan kepada pemain Belgia tersebut.

4 dari 6 halaman

David De Gea (Rp3,6 miliar per Pekan)

David De Gea adalah satu di antara pemain yang direkrut ketika Sir Alex Ferguson masih menjadi manajer Manchester United. Penampilan impresif pemain asal Spanyol itu dengan Atletico Madrid membuatnya menjadi pengganti yang ideal buat Edwin Van Der Sar yang pensiun.

De Gea terlihat kesulitan pada awal kariernya dengan Setan Merah setelah membuat sejumlah kesalahan. Namun, seiring berjalannya waktu, ia telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik di klub. Dia juga termasuk salah satu kiper top dunia saat ini.

De Gea sudah memenangkan hampir segalanya dengan Setan Merah kecuali Liga Champions. Ia juga satu-satunya penerima penghargaan Sir Matt Busby Player of the Year dalam tiga kesempatan berturut-turut.

5 dari 6 halaman

Paul Pogba (Rp5,22 miliar per Pekan)

Paul Pogba muncul dari akademi Manchester United di bawah Sir Alex Ferguson. Namun, minimnya kesempatan bermain membuat pemain Prancis itu meninggalkan United dan bergabung Juventus di Italia. Pogba membuktikan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia selama empat tahun di Turin dengan memenangkan Seria A dan mencapai final Liga Champions.

Pada saat itu, United sedang kesulitan dengan minimnya kreativitas di lini tengah. Kedatangan Jose Mourinho memastikan masuknya pemain kelas dunia di klub dimulai dengan Paul Pogba. Pogba akhirnya kembali ke Old Trafford dengan status pemain termahal dunia.

Meski harganya sangat mahal, Pogba tidak bisa menunjukkan performa yang konsisten dan terlibat perseteruan dengan manajernya. Dia dicadangkan oleh Jose Mourinho dalam beberapa pertandingan terakhir. Manchester United membayar mahal Pogba tapi mereka belum mendapatkan hasilnya.

6 dari 6 halaman

Alexis Sanchez (Rp7,2 miliar per Pekan)

Alexis Sanchez pernah bermain untuk Barcelona dan Arsenal sebelum bergabung dengan Manchester United di bursa transfer Januari musim lalu. Sanchez merupakan pemain terbaik Arsenal. Namun, ia punya keinginan yang kuat untuk memenangkan trofi.

Pada usia 29 tahun, Sanchez memutuskan untuk meninggalkan Emirates guna mencari trofi dan diperebutkan dua klub Manchester. Akhirnya, United berhasil mendapatkan pemain asal Chile itu dengan ditukar Henrikh Mkhitaryan.

Namun, penampilannya belum bisa memenuhi ekspektasi penggemar dan dikabarkan sudah tidak betah di United. Sanchez masih belum menampilkan permainan terbaiknya di Old Trafford meski mendapatkan gaji yang sangat besar di klub.

Sumber: Bola.net

Tiga Batak di Balik Pembangunan Masjid Istiqlal

Organisasi proyek pembangunan Masjid Istiqlal sebenarnya tak seberapa rumit. Di lapangan, menurut Setiadi Sopandi, arsitek dan penulis biografi Friedrich Silaban, ada tiga bagian besar kelompok kerja. Bagian perancangan yang bertanggungjawab atas semua gambar detail arsitektur Istiqlal dipimpin langsung oleh Friedrich Silaban dibantu tim dari Perusahaan Negara Virama Karya.

Sementara bagian kedua bertanggungjawab atas perhitungan struktur dipimpin Roosseno dan H.R. Sidjabat bersama tim PN Indah Karya. Bagian terakhir, pekerjaan konstruksi ditangani oleh Perusahaan Negara Adhi Karya. Di PN Adhi Karya, Johan Simanjuntak menjabat Direktur Teknik.

Salah satu bagian pekerjaan paling sulit dari Proyek Istiqlal adalah penggarapan bagian kubah besarnya yang berdiameter 45 meter dan berada pada ketinggian 35 meter di atas tanah. “Silaban mengusulkan kubah itu dibangun mengikuti model cangkang telur,” kata Setiadi. Artinya, kekuatan dari kubah itu bersandar pada bagian cangkang kubah beton itu sendiri, tanpa perlu ada jari-jari kerangkanya.

Masalahnya, saat itu belum ada kubah beton sebesar dan seberat itu pernah dibangun di Indonesia. Tak ada satu pun insinyur Indonesia punya pengalaman membangun kubah beton sebesar itu. Tak hanya soal bagaimana menghitung kekuatannya, tapi juga bagaimana metode pengecoran kubah raksasa itu?

Walhasil, Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal mengutus dua sahabat keturunan Batak, H.R. Sidjabat dan Johan Simanjuntak, berangkat ke Eropa. Selama sebulan, mereka berkeliling menemui ahli-ahli struktur bangunan dan perusahaan fabrikasi beton yang punya kemampuan maupun pengalaman membuat kubah beton sebesar itu.

Setelah menyimak hasil perjalanan H.R. Sidjabat dan Johan Simanjuntak dari Eropa, Panitia Proyek Istiqlal memutuskan memakai metode polihedron untuk membangun kubah masjid nasional itu. Dua jago struktur bangunan dari Technische Universitat Darmstadt, Jerman Barat, Walther Mann dan Helmut Emde, dipercaya merancang dan menghitung kestabilan kubah polihedron Istiqlal. Untuk urusan fabrikasi panel-panel polihedron kubah, ditunjuk perusahaan Jerman, MERO TSK International Gmbh.

Bertahun-tahun bekerja bersama untuk Proyek Istiqlal membuat Sidjabat makin akrab dengan teman kuliahnya, Johan Simanjuntak. “Pak Simanjuntak adalah soulmate Bapak hingga akhir hayatnya,” Sonya menuturkan. Bahkan setelah tak lagi di Proyek Istiqlal, hubungan keduanya makin erat. Reguel Sidjabat terus berkarir di perusahaan negara dan Kementerian Pekerjaan Umum hingga pensiun, sementara Johan Simanjuntak menjadi pengusaha fabrikasi beton.”Saking dekatnya hubungan mereka, belum pernah satu pagi pun dilalui Bapak tanpa sapaan telepon dari Pak Simanjuntak.”

Lantaran begitu sering berhubungan, Sidjabat makin dekat pula dengan dua idolanya, Roosseno dan Friedrich Silaban. Bahkan sang profesor, Roosseno, lah tamu yang datang pertama dan pulang terakhir ketika Sidjabat menikahkan putrinya. Lewat Roosseno pula, Reguel Sidjabat, pemuda dari Pulau Samosir itu, bertemu dan bersalaman pertama kalinya dengan idola masa kecilnya, Presiden Sukarno. “Saat pertama kali bertemu Presiden Soekarno di Istana, katanya Bapak gemetar,” ujar si sulung Relinda. Sejak saat itu, Sidjabat makin sering ke Istana bersama Roosseno untuk melaporkan perkembangan proyek Istiqlal.