Pengusaha Minta PPh Badan Dipangkas, Ini Tanggapan Sri Mulyani

Sebelumnya, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak mencatat penerimaan sektor perpajakan hingga Maret 2019 sebesar Rp 248,98 triliun. Penerimaan ini tumbuh 1,82 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Realisasi tersebut juga setara dengan 15,78 persen dari target APBN 2019,” ujar Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 22 April 2019.

Robert menjabarkan, kinerja penerimaan pajak ditopang oleh penerimaan PPh Non Migas yang mencapai Rp 142,81 triliun, tumbuh 7,52 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Apabila kita lihat lebih dalam, pertumbuhan PPh Nonmigas didorong oleh kinerja yang baik dari jenis pajak PPh Pasal 25/29,” tutur dia.

Penerimaan PPh Pasal 25/29 Badan tumbuh 15,38 persen (yoy). Sedangkan PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi tumbuh 21,37 persen (yoy), seiring dengan meningkatnya kepatuhan Wajib PajakOrang Pribadi. PPh Pasal 21 tumbuh 15,48 persen (yoy).

“Hal ini sejalan dengan tetap sehatnya pasar tenaga kerja, baik dari sisi jumlah tenaga kerja yang dipotong PPh Pasal 21 maupun upah atau gaji sebagai basis pemotongan,” kata Robert.

Sementara itu, kata Robert, PPh Final tumbuh melambat 0,16 persen (yoy) salah satunya diakibatkan restitusi dari tiga Wajib Pajak besar di sektor Migas. PPN Dalam Negeri mengalami perlambatan disebabkan oleh peningkatan restitusi akibat adanya fasilitas pemberian kelonggaran restitusi dipercepat yang berlaku sejak April 2018.

Penerimaan bruto PPN Dalam Negeri sampai dengan Maret 2019 sebenarnya masih tumbuh positif 4,70 persen (yoy), relatif setara bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 4,84 persen (yoy).

Ditinjau dari sisi sektoral, kinerja penerimaan pajak ditopang oleh pertumbuhan sektor perdagangan tumbuh 1,32 persen (yoy), jasa keuangan tumbuh 11,30 persen (yoy).

Sedangkan untuk konstruksi dan real estat tumbuh 6,10 persen (yoy) dan transportasi serta pergudangan tumbuh 24,00 persen (yoy).

Rekonsiliasi Pengusaha Setelah Pilpres, Aburizal Bakrie Sayangkan Sandiaga Tak Hadir

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani menyampaikan, sejumlah harapan pengusaha tanah air terhadap pasangan calon (Paslon) yang akan dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih menurut KPU.

Hal pertama yang diharapkan pelaku usaha, kata Rosan, yakni situasi politik, iklim usaha, dan iklim investasi yang terjaga stabil serta berkesinambungan.

“Karena tidak akan ada investasi yang masuk ke Indonesia apabila tidak ada kepastian dan kenyamanan mengenai politik dan keamanan sedangkan kita tahu pertumbuhan kita ke depan itu akan bertumpu besar kepada investasi yang masuk ke Indonesia,” kata dia, di Djakarta Theater, Jakarta (23/4/2019).

Hal berikut yang diharapkan pelaku usaha adalah kesediaan dari pemerintah untuk berdialog dengan dunia usaha, sehingga dapat menciptakan keputusan yang dapat mengerek kinerja dunia usaha, selanjutnya perekonomian Indonesia.

“Tantangan ekonomi selalu ada, tapi selama pemerintahnya selalu terbuka untuk komunikasi dengan dunia usaha, saya rasa semuanya bisa dimitigasi, semuanya bisa mencari solusi,” kata dia.

Berbagai insentif fiskal yang selama ini telah diberikan oleh pemerintah diharapkan dapat lebih dimaksimalkan untuk menjadikan Indonesia tempat yang menarik bagi invetasi.

“Insentif saya rasa makin baik, tapi yang penting adalah begini, insentif itu semuanya bisa terukur kapan waktu dan keputusannya. Insentif baik tapi pemberian keputusan insentif itu tidak terukur, itu tidak ada gunanya juga,” tutur dia.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka

Perluas Pasar, 10 Pengusaha RKB Binaan BNI Diajak ke Inacraft 2019

Jakarta

Akeylanaraya Alyandina (9) yang kerap disapa Akey tersenyum ketika berbincang dengan Direktur Retail Banking BNI Tambok P Setyawati. Bersama Ibunya, Akey hadir sebagai pelaku usaha kreatif di Pameran Kerajinan terbesar di Indonesia saat ini, yaitu Inacraft 2019.

Akey dan Ibunya memang aktif sebagai anggota Rumah Kreatif BUMN (RKB) Binaan BNI di Bekasi, Jawa Barat. Sebagai mitra RKB BNI ini pula lah yang membawanya beruntung berjumpa dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Inacraft 2019.

Di usianya yang masih muda, Akey sudah dikenal sebagai desainer cilik yang memiliki karya menarik yaitu Batik Karya Unik. Karyanya ini mampu menahan Presiden Jokowi di booth-nya untuk berhenti dan melihatnya. Batik dan hasil karya Akey inilah yang membawanya ke berbagai event besar seperti Fashion Show di Indonesia Days, Antonim University of Beirut Lebanon, dan Diplomat Spouses Assosiation of Libanon di Hotel Phenucia, Lebanon.


“Senang sekali aku mendapatkan kesempatan untuk dapat menunjukkan hasil karya di INACRAFT 2019. Apalagi di acara pembukaan hari ini, Presiden Jokowi sempat mampir dan melihat hasil dari karyaku,” ungkap Akey di booth-nya berada di area khusus RKB Binaan BNI.

Akey tidak melakukan segalanya seorang diri, ia dibantu oleh tim yang hebat dibelakangnya, beberapa diantaranya adalah Fairuz dan Zahwa Rahmawati yang merupakan penyandang difabel tuna rungu. Mereka berdua adalah pebatik dengan teknik canting yang menghasilkan karya menakjubkan.

Zahwa sendiri adalah siswi kelas 1 SMP yang telah menekuni batik sejak satu tahun terakhir dan tergabung dalam komunitas batik Bekasi. Hasil karya Zahwa biasanya didistribusikan ke instansi-instansi pemerintahan di Bekasi yang dijual seharga Rp 80.000 – Rp100.000 ribu per meternya.

Selain Akey, terdapat sembilan pengusaha dengan karya-karya unik lainnya yang ikut serta di Inacraft 2019. Salah satunya Naldo, pengrajin kayu yang hasil karyanya sudah menembus bagian Barat benua Eropa yaitu Belgia.

“Di Inacraft 2019 ini, saya memperlihatkan hasil karya dari kayu jati yang sudah dibuat dalam bentuk set meja dan kursi tamu di booth Jati Aji di area khusus RKB Binaan BNI. Semenjak bergabung di RKB BNI Ngawi Jawa Timur, saya merasakan manfaat karena BNI seringkali memberikan pelatihan. Kami menjadi semakin mudah memasarkan produk kami secara online di blanja.com. Kami juga menjadi akrab di dunia pemasaran online yang berbasis media sosial,” ungkapnya.

Pelaku usaha lainnya yang beruntung diajak pameran di Inacraft 2019 adalah Anakkayuasal, pelaku usaha asal RKB BNI Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

“Usaha kreatif yang dibangun sejak tahun 2017 lalu sebagian besar memanfaatkan limbah. Kami juga memproduksi talenan berbahan kayu ulin, pohon yang saat ini sudah sangat langka. Menariknya, dalam usaha kami mengusahakan tidak ada barang yang tersisa, bahkan sekecil apapun sisa dari produksi kami akan diolah menjadi satu kreasi baru yg mempunyai seni tersendiri,” ungkapnya.

Ketujuh pengusaha lainnya yang diajak di Inacraft 2019 yaitu Brosvita Tembaga dan Ajeng Leather Bag asal RKB BNI Sleman, lalu pengusaha kain tenun CV Khazanah dan kerajinan kulit HPR Leather asal RKB BNI Cilacap. Kemudian Decoupage Craft asal RKB BNI Tegal, Rind’s Tenun asal RKB BNI Pontianak, dan Duck Bag asal RKB BNI Padang.

Dukungan BNI di Inacraft 2019

Perluas Pasar, 10 Pengusaha RKB Binaan BNI Diajak ke Inacraft 2019

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sejak tahun 2005 hingga sekarang menunjukkan konsistensinya dalam mendukung acara kerajinan tangan terbesar di Indonesia, yaitu INACRAFT, yang tahun ini diselenggarakan pada tanggal 24-28 April 2019 di Balai Sidang Jakarta Convention Center.

Direktur Ritel Banking BNI, Tambok P Setyawati mengatakan, sebagai salah satu bentuk dukungan BNI terhadap INACRAFT, pada tahun ini BNI akan memberikan panggung tersendiri bagi debitur BNI dan mitra dari Rumah Kreatif BUMN khususnya pengusaha muda untuk dapat melakukan showcase produk-produk kerajinan yang telah dihasilkan kepada masyarakat luas.

“BNI senantiasa ingin turut berperan aktif dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan kemajuan ekonomi dan sosial, terutama pada segmen usaha mikro, kecil dan menengah melalui pemberdayaan industri kreatif nasional berupa produk kerajinan tangan, atau handicraft,” jelas Tambok.

Hingga saat ini, BNI telah memiliki 44 Rumah Kreatif BUMN dengan 164.226 Mitra Binaan dan 21 Kampoeng BNI dengan 977 Mitra Binaan yang tersebar di seluruh Indonesia.

(adv/adv)

Ketika Para Pengusaha Bersatu Pasca Pilpres

Selasa, 23 Apr 2019 22:26 WIB

Foto Bisnis

Agung Pambudhy – detikFinance

Jakarta – Kadin menggelar acara silahturahmi ‘Merajut Kebersamaan untuk Indonesia Damai’. Ini momen saat Erick Tohir dan Erwin Aksa cs kembali bersatu.

Harapan Pengusaha Terhadap Presiden Terpilih

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani menyampaikan, sejumlah harapan pengusaha tanah air terhadap pasangan calon (Paslon) yang akan dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih menurut KPU.

Hal pertama yang diharapkan pelaku usaha, kata Rosan, yakni situasi politik, iklim usaha, dan iklim investasi yang terjaga stabil serta berkesinambungan.

“Karena tidak akan ada investasi yang masuk ke Indonesia apabila tidak ada kepastian dan kenyamanan mengenai politik dan keamanan sedangkan kita tahu pertumbuhan kita ke depan itu akan bertumpu besar kepada investasi yang masuk ke Indonesia,” kata dia, di Djakarta Theater, Jakarta (23/4/2019).

Hal berikut yang diharapkan pelaku usaha adalah kesediaan dari pemerintah untuk berdialog dengan dunia usaha, sehingga dapat menciptakan keputusan yang dapat mengerek kinerja dunia usaha, selanjutnya perekonomian Indonesia.

“Tantangan ekonomi selalu ada, tapi selama pemerintahnya selalu terbuka untuk komunikasi dengan dunia usaha, saya rasa semuanya bisa dimitigasi, semuanya bisa mencari solusi,” kata dia.

Berbagai insentif fiskal yang selama ini telah diberikan oleh pemerintah diharapkan dapat lebih dimaksimalkan untuk menjadikan Indonesia tempat yang menarik bagi invetasi.

“Insentif saya rasa makin baik, tapi yang penting adalah begini, insentif itu semuanya bisa terukur kapan waktu dan keputusannya. Insentif baik tapi pemberian keputusan insentif itu tidak terukur, itu tidak ada gunanya juga,” tutur dia.

Sebagai contoh, Rosan menyebut insentif fiskal berupa tax holiday yang telah diberikan pemerintah merupakan upaya yang baik untuk menarik investasi.

“Itu sudah makin bagus saya rasa. Itu sudah lumayan baik. Kita juga harapkan adanya reformasi perpajakan ini juga terus berjalan,” ujar dia.

“Kita sudah mulai dengan tax amnesty, kita harapkan ada kelanjutan dari potongan PPh Badan, kemudian ada kelanjutannya juga dengan semuanya lebih disimplifikasi yang sekarang sudah berjalan, baik dari segi pemeriksaan pajaknya, pelaporan pajaknya, semua makin disempurnakan,” tandas Rosan.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

Pengusaha Kubu Jokowi dan Prabowo Rekonsiliasi Pasca Pilpres

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia malam ini mengumpulkan para pengusaha yang dalam kontestasi politik terpecah dua antara pendukung capres-cawapres 01 dan 02. Kadin ingin para pengusaha melakukan rekonsiliasi pasca pilpres 17 April demi menjaga perdamaian.

Kegiatan ini bertema Merajut Persatuan Untuk Indonesia Damai di Djakarta Theater, Jakarta , Selasa malam (23/4).

“Kalau pengusaha ini kan sebenarnya manusia yang paling rasional ya. Jadi begitu kita ajak semua untuk bergabung, berekonsiliasi bersama lagi nggak masalah gitu. Mereka cepat responsnya dan ini kita lihat hasilnya bahwa mereka akan hadir malam hari ini,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani ditemui jelang acara.


Terpantau hadir adalah pengusaha yang berada di kubu 01 yaitu Ketum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia. Dalam kontestasi pilpres Bahlil menjabat Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-ma’ruf Amin.

Rosan mengatakan, dari kubu 02 bakal hadir pengusaha Erwin Aksa yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno saat pilpres.

“Pak Erwin Aksa pasti datang. Nanti lihat sendiri lah nanti pada sudah konfirmasi ke saya Insya Allah mereka (pengusaha pendukung 02) pada hadir,” tambahnya.

Hadir pula Dewan Kehormatan Kadin Indonesia Aburizal Bakrie, dan pengusaha Erick Thohir yang juga merupakan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ ruf Amin.

Selain itu juga hadir selaku pembicara yaitu dewan pengurus kadin indonesia, ketua kadin provinsi seluruh Indonesia serta ketua asosiasi, himpunan, gabungan. (hns/hns)

Ada Klaim Kemenangan Pilpres, Pengusaha: Ganggu Iklim Usaha!

Jakarta – Sikap calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang tiga kali mengklaim kemenangan pada pilpres kali ini dianggap bisa mengganggu iklim usaha tanah air. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia mengatakan, dunia usaha saat ini membutuhkan kondisi yang kondusif.

“Jadi gini, pertama hendaknya calon presiden punya jiwa kenegarawanan, ada proses tahapan penghitungan suara,” kata Bahlil saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Hasil hitung cepat (quick count) beberapa lembaga survei memang memberikan hasil kemenangan pada capres dan cawapres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, namun hal itu hanya sebagai referensi awal.


Menurut Bahlil, para pengusaha pun akan tetap menunggu hasil yang resmi dikeluarkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum). Oleh karena itu klaim kemenangan yang dilakukan Prabowo Subianto justru mengganggu iklim investasi dan dunia usaha.

“Kalau Jokowi mengatakan menang versi quick count, Pak Prabowo menang dalam versi apa sampai 3 kali, ini ganggu iklim usaha,” jelas dia.

Usai Pemilu Pilpres pada 17 April 2019, harusnya kedua pasangan capres dan cawapres tetap menjaga kondisi perekonomian dan iklim investasi tetap aman.

“Kalau seperti yang dilakukan Pak Prabowo, jujur saja saya menjadi bingung, ini kan pasti akan menghambat, orang melihat ada kegaduhan politik apa lagi, ekonomi ada efeknya. Sekalipun belum tahu sebesar apa,” tegas Bahlil.

“Jadi menurut saya saran saya ikuti aturan saja lah, jangan membuat gerakan tambahan dulu,” sambungnya. (hek/hns)

Pengusaha soal Pilpres: Secara Histori Quick Count Menang Ya Menang

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai hasil hitungan cepat (qiuick count) yang dilakukan beberapa lembaga survei telah menumbuhkan kepercayaan investor menanamkan modal di Indonesia.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, hitungan cepat beberapa lembaga survei dianggap sudah pasti bagi investor maupun dunia usaha.

“Kalau dunia usaha kita realistis secara histori kalau quick count menang ya menang, that’s the fact,” kata Rosan saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).


Fakta bahwa hitungan cepat menjadi pegangan para investor, Rosan mengaku, sudah berbicara langsung kepada para pelaku yang mendukung paslon nomor urut 01 dan 02.

“Saya bicara dengan para pengusaha dari 01 02 mereka sangat realistis yang selama ini yang dimenangkan quick count tidak pernah meleset,” ujar dia.

Hanya saja, kata Rosan, laju investasi yang masuk tidak akan kencang lantaran ekonomi nasional sendiri masih stagnan pertumbuhannya.

Meski demikian, Rosan menjamin bahwa para investor tidak lagi wait and see atau menahan laju investasinya di Indonesia meskipun baru ada hasil hitungan cepat.

“Iya, tapi keadaan seperti ini supply and demand memang lagi flat, bukan karena wait and see,” ujar Rosan.

Diketahui, pasar modal Indonesia pasca quick count, Kamis (18/4/2019) begitu bergairah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak di zona hijau.

Antusiasme dari investor asing yang begitu besar. Perdagangan baru berjalan sekitar satu jam saja dana asing tercatat sudah masuk Rp 1,2 triliun di semua pasar.

Melansir data RTI, Kamis (18/4/2019), nett buy itu terdiri dari aksi beli investor asing di pasar reguler sebesar Rp 1,22 triliun, sedangkan di pasar nego dan tunai tercatat nett sell sebesar Rp 23,64 miliar. (hek/hns)

Pengusaha Minta Presiden Terpilih Reformasi Sektor Perpajakan

Liputan6.com, Jakarta – Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 memang telah selesai dilakukan. Akan tetapi, ini belum sepenuhnya usai karena hasil penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum dipublikasikan.

Beberapa lembaga survei pun turut melakukan penghitungan cepat atau quick count. Dari hasil ini, Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi dikalahkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Namun, Prabowo sendiri telah mengumumkan kemenangannya dengan perolehan suara sekitar 62 persen berdasarkan hasil real count internal yang kemudian ditandai dengan melakukan sujud syukur.

Merespons itu, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Internasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani, tidak mempersoalkan siapa saja yang nantinya akan menjabat sebagai petinggi negara. Sebab, siapapun presiden terpilih nantinya mampu melanjutkan dan menyelesaikan pekerjaan rumah pemerintah sebelumnya.

“Saya rasa pekerjaan rumah yang belum terselesaikan ya. Jadi, kalau saya melihat akan dilanjutkan oleh kepemimpinan selanjutnya ini kan kita melihat, kita belajar dari tahun lalu apa yang harus kita lakukan dan kita lanjutkan ya kan,” kata Shinta ketika dihubungi merdeka.com, Kamis (18/4/2019).

Shinta mengatakan salah satu tugas berat yang nantinya akan diemban oleh pemerintahan selanjutnya yakni harus mampu melakukan reformasi di sektor ketenagakerjaan dan perpajakan, Sebab, kedua sektor ini dinilai cukup berdampak terhadap daya saing bagi perekonomian Tanah Air.

“Ini kan dua hal yang menjadi dua prioritas yang kita harap lanjutkan. Ini sebenernya hubungannya juga dengan daya saing, bagaimana kita bisa berdaya saing karena kompetitif menjadi penting karena kita melawan negara negara lain juga ya kan. Baik itu nanti dari sisi ekspor perdagangannya, investasi, cari investor untuk masuk itu kan semua hubungannya dengan kompetitif dan daya saing. Juga produk-pruduk kita yang mau ekspor kan juga hubungannya ke sana,” bebernya.