Beri Dukungan ke Jokowi, Ma’ruf Amin Akan Saksikan Debat Capres Secara Langsung

Liputan6.com, Jakarta – Tinggal hitungan jam, kedua calon presiden, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto akan adu ide dan gagasan dalam debat capres kedua.

Pada debat kedua yang mengambil tema infrastruktur dan SDA ini hanya dilakoni capres saja. Sementara cawapres jika hadir di arena debat hanya duduk di bangku penonton. Cawapres Ma’ruf Amin optimistis pasangannya, Jokowi, dapat menaklukkan sang rival, Prabowo Subianto.

Menurut dia, Jokowi sebagai petahana memiliki pengetahuan yang lebih mendalam terkait isu dan masalah bangsa. Termasuk yang terkait dengan 5 tema yang diperdebatkan.

“Pak Jokowi itu sudah ngelotok, dia petahana ya, dia sudah mengerjakan melakoni, istilahnya itu sudah di kepalanya beliau,” kata Ma’ruf di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 16 Februari 2019, seperti dikutip dari Jawapos.com.

Dalam debat kedua ini, Ma’ruf akan hadir di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Kehadirannya itu tentu memberikan dukungan dan semangat kepada Jokowi.

“Insya Allah saya akan hadir, kalau tidak ada halangan saya akan hadir,” tegas mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Untuk diketahui, tema yang diangkat pada debat kali ini yaitu energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur.


Simak berita lainnya di Jawapos.com.

2 dari 3 halaman

Jokowi Ofensif

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko menegaskan, Jokowi sangat menguasai tema dan permasalahan dalam debat kedua ini. Dia juga menyebut Jokowi akan ofensif dalam debat nanti.

“Beliau ambil posisi yang kita rasa untuk membela rakyatnya,” jelas Moeldoko.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir menyebut tema debat yang di moderatori Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki yang paling ditunggu-tunggu Jokowi.

“Untuk debat ini sangat Pak Jokowi banget. Mengenai infrastruktur, dan lainnya. Insyaallah karena ini memang yang ditunggu-tunggu,” ucap Erick.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ma’ruf Amin Optimistis Raup 70 Persen Suara di Jawa Barat

Liputan6.com, Cimahi – Relawan Barisan Nusantara (Barnus) Jawa Barat mendeklarasikan diri mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Ketua Umum relawan Barnus Nurdin Tampubolon juga melantik beberapa pengurus Dewan Pimpinan Daerah Barnus Jabar untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

“Dengan ini saya berharap pengurus DPD Barisan Nusantara Jawa Barat bergerak untuk memenangkan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin,” kata Nurdin di Cimahi Convention Hall, Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2019).

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin merespons dukungan dari Barnus ini. Dia yakin dengan dukungan tersebut Jokowi-Ma’ruf akan menang di Jawa Barat.

“Saya ingin berterima kasih kepada Barnus Jawa Barat dengan seluruh Pengurus DPP Barnus yang telah menyatakan dukungan ke Paslon 01. Dengan dukungan Barnus ke Paslon 01 ini, saya yakin akan memenangkan di Jawa Barat,” kata Ma’ruf.

Dengan makin banyaknya dukungan yang diterima, Ma’ruf makin optimistis dapat memperoleh suara 70 persen di Jawa Barat.

“Karena itu di Jawa Barat harus menang 70 persen. Ini harus dipegang. Minimal 70 persen. Dan banyak lagi prestasi-prestasi yang telah dicapai,” ungkapnya.

Ma’ruf mengakui pada Pilpres 2014 lalu pasangan Jokowi-Jusuf Kalla memang kalah dari pasangan Prabowo-Hatta. Karena itu, dia menginginkan kemenangan Pilpres 2019 menang.

“2014 Pak Jokowi kalah di Jawa Barat. Apa di 2019 mau kalah lagi? Mau kalah apa tidak? Karena itu tahun 2019 harus menang,” ucapnya.

2 dari 2 halaman

Sosialisasi Capaian Pemerintah

Sementara para pengurus DPD maupun DPC Barnus se-Jawa Barat juga diminta terus menyosialisasikan capaian pemerintah Jokowi selama empat tahun terakhir. Caranya, dengan mendatangi warga dari pintu ke pintu.

“Bagaimana kita harus door to door, mengenalkan Pak Jokowi, Kiai Ma’ruf, dan menangkis hoaks-hoaks. Ini tugas kita menjelaskan,” ujar Nurdin.


Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka


Saksikan video pilihan berikut ini:

Optimis Menang, Ma’ruf Amin Targetkan 70 Persen Suara di Jawa Barat

Jakarta – Barisan Nusantara (Barnus) melantik pengurusnya untuk menggerakkan pemenangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Jawa Barat. Mendapat dukungan Barnus, Ma’ruf optimistis bisa meraup suara 70 persen di Jawa Barat.

“Saya ingin sampaikan terima kasih karena Barnus Jabar dengan seluruh pengurus DPC Jawa Barat telah menyatakan dukungannya kepada paslon nomor 01. Karena itu saya yakin dengan dukungan Barnus, calon capres no 01 akan memenangkan pilpres di Jawa Barat,” ujar Ma’ruf dalam sambutannya di gedung Cimahi Convention Hall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2019).

“Karena itu minimal menangnya di Jawa Barat harus 70 persen. Sanggup atau tidak? Yakin atau tidak? Pasti atau tidak? Ini harus dipegang, minimal 70 persen,” sambungnya.


Ma’ruf yakin Barnus dapat menaikkan elektabilitasnya lantaran gerakan itu sudah didukung oleh 11 komunitas di Jawa Barat. Sehingga, lanjutnya, dapat menaikkan suara Jokowi yang diketahui kalah pada tahun 2014.

“Tahun 2014 Jokowi kalah di Jawa Barat, betul? Apa tahun 2019 mau kalah lagi? Mau kalah apa tidak? Pasti menang, karena itu 2019 harus menang. Dengan Barnus yang terkonsolidasi di Jabar dan didukung oleh 11 komunitas, maka elektabilitas 01 akan naik lagi. Sekarang sudah di 53 persen, kita harapkan akan naik terus, kalau bisa sampai 70 persen,” ucapnya.

Terlebih lagi jelas Ma’ruf, pihaknya didukung oleh 10 partai besar, lalu ia juga menyinggung seluruh capaian pada pemerintahan Jokowi. Ia pun menegaskan agar seluruh relawan dapat memanfaatkan potensi itu untuk menarik suara.

“Pak Jokowi bukan hanya janji tapi sudah bukti nyata, makanya pantas menang. Nah ini saya bilang banyak hal ya, tapi semua itu kalau kita tidak mampu mengonversi potensi yang kita miliki tidak ada artinya kalau kita tidak bisa konversi jadi elektabilitas,” tuturnya.
(eva/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Selain Joko Driyono, 2 Ketua Umum PSSI Ini Sempat Bermasalah dengan Hukum

Jakarta Sejak mendeklarasikan diri sebagai organisasi sepak bola tertinggi Tanah Air pada 19 April 1930, tercatat 17 figur bercokol sebagai Ketua Umum PSSI. Mulai dari Soeratin Sosrosoegondo hingga yang terkini Joko Driyono yang berstatus caretaker menggantikan Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri pada saat kongres tahunan awal 2019 ini.

Sejak pertama kali berdiri PSSI sering mencuatkan banyak kontroversial. Mulai dari keberanian PSSI melakukan perlawanan ke penjajah Belanda dan Jepang, kasus-kasus yang melibatkan Timnas di pentas internasional, hingga kisruh internal organisasi yang tak berkesudahan sejak 2011 silam.

Sebagai organisasi yang memayungi sepak bola, olahraga paling populer di Indonesia, merupakan sesuatu hal yang wajar jika PSSI seringkali mendapat sorotan dari banyak pihak. Di sepanjang sejarahnya mencuat sejumlah figur kontroversial yang duduk di singgasana kepemimpinan PSSI.

Joko Driyono yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengaturan skor oleh Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri bukan orang pertama yang tersandung kasus hukum.

Sebelumnya ada dua orang lainnya Ketua Umum PSSI yang juga harus berurusan dengan pihak berwajib. Mereka bahkan sempat merasakan derita ada di balik jeruji besi.

2 dari 3 halaman

La Nyalla Mattalitti

Selama lima tahun terakhir, nama La Nyalla Mahmud Mattalitti begitu nyaring terdengar di telinga pecinta sepak bola Indonesia. Ia jadi figur sentral kasus dualisme federasi serta kompetisi dan kini pembekuan PSSI. Daftar sikap kontroversialnya banyak semenjak aktif sebagai pengurus teras di PSSI pada tahun 2011 silam.

Figur pria asal Makassar ini sebetulnya bukan orang baru di dunia sepak bola. Tercatat, ia adalah salah satu pendiri Yayasan Suporter Surabaya (YSS) yang saat ini lebih dikenal dengan Bonek YSS. Bersama enam tokoh suporter lainnya, La Nyalla membidani lahirnya kelompok suporter militan asal Surabaya ini pada 3 November 1994 lalu.

Setelah kelahiran YSS, nama La Nyalla seperti hilang ditelan bumi. Ini tak lepas dari kesibukannya mengurusi bisnis kontraktor yang ia geluti. Karena itu, ia memilih berada di belakang layar dan mempercayakan jalannya yayasan ke mendiang Wastomi Suheri.

Setelah tujuh tahun sejak berdirinya YSS, pada 2011 La Nyalla justru muncul lagi di dunia olahraga sebagai wakil ketua KONI Jatim era kepemimpinan Saifullah Yusuf. Dari sinilah cikal bakal La Nyalla menggeluti organisasi sepak bola.

Ada pun konflik Persebaya dengan PSSI era Nurdin Halid yang membuat La Nyalla terpanggil. Ia bersama pelaku sepak bola di Jawa Timur serta mayoritas klub di provinsi paling timur pulau Jawa itulah yang mendorong La Nyalla melakukan perlawanan terhadap PSSI kala itu. Ia mendirikan PSSI tandingan dengan basis di Surabaya.

Tampaknya, perlawanan yang dilakukan La Nyalla ini mengundang simpati klub-klub di Jawa Timur. Tak heran, di awal 2011 La Nyalla didorong maju dalam pencalonan Ketua Pengurus Provinsi (sekarang Asosiasi Provinsi) PSSI Jatim. Ia pun terpilih sebagai Ketua Pengprov PSSI Jatim.


Ketua Umum PSSI 2011-2015, Djohar Arifin Husin (kiri) berbincang dengan La Nyalla Mattalitti saat Kongres Luar Biasa PSSI 2015 di Surabaya, (18/4/2015). Kongres menetapkan La Nyalla sebagai Ketua Umum PSSI 2015-2019. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)


Perlawanan yang ia lakukan semakin getol. Bersama mayoritas voters, La Nyalla pun terus berupaya melengserkan kepengurusan PSSI era Nurdin Halid. Arus besar yang menghendaki pergantian Ketua Umum PSSI inilah yang kemudian membuat FIFA turun tangan dan membentuk Komite Normalisasi yang bertugas menggelar Kongres PSSI.

Melalui Kongres PSSI pada 9 Juli 2011 La Nyalla terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Namun, tak lama setelah ia menjabat sebagai anggota Exco PSSI bidang hukum, La Nyalla bersama ketiga anggota Exco lainnya, Toni Aprilani, Roberto Rouw, dan Erwin Budiawan didepak oleh Komite Etik PSSI karena dianggap melanggar kode etik.

La Nyalla pun melawan, ia bersama Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) menggelar KLB di Hotel Mercure Ancol pada 18 Maret 2012. Di forum itu, La Nyalla terpilih sebagai ketua KPSI-PSSI untuk menandingi PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin.

Pada 2013, melalui perjanjian antara KPSI dan PSSI yang dimediasi oleh AFC, pria yang menjabat sebagai ketua ormas Pemuda Pancasila Jatim kembali masuk ke PSSI. Melalui Kongres Luar Biasa PSSI pada 17 Maret 2013, La Nyalla pun terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Setelah masa kepengurusan Djohar selesai, La Nyalla maju sebagai calon Ketua Umum PSSI. Ia pun terpilih sebagai ketua umum PSSI lewat Kongres PSSI pada 17 Maret 2015 di Hotel JW Marriot, Surabaya.

Namun, hanya saat setelah ia terpilih, Menpora Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif terhadap kepengurusan PSSI pimpinan La Nyalla. Kegaduhan pun terjadi, roda organisasi yang ia pimpin lumpuh akibat hukuman tersebut.

Selain oleh Kemenpora, status PSSI juga dibekukan sejak bulan Mei 2015 oleh FIFA. Otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut menjatuhkan sanksi ke PSSI karena intervensi pemerintah (Kemenpora). Hal yang dinilai tabu oleh FIFA.

Selama setahun ia terpilih sebagai nakhoda PSSI, kepemimpinan La Nyalla tak berhenti digoyang prahara. Ditekan Kemenpora ia sama sekali tak takut. Hingga saat ini klub-klub anggota belum ada yang berani menggoyang kepengurusannya. 

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kaamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim. Suara-suara yang menginginkan digelarnya Kongres Luar Biasa PSSI untuk mencari pemimpin baru mulai bermunculan.

Gara-gara huru hara antara pemerintah dengan La Nyalla, FIFA sempat menjatuhkan vonis pembekuan keanggotaan selama setahun lebih. Otoritas tertinggi sepak bola dunia menilai pemerintah Indonesia terlalu ikut campur dalam urusan sepak bola.

La Nyalla Mattalitti, tetap keras hati menolak mundur sekalipun jadi tersangka.  Ia minta publik menghormati proses pengadilan hingga memiliki kekuatan hukum tetap. Ia secara kontroversial menuding Menpora, Imam Nahrawi, menjadi dalang penetapan status tersangka di kasus uang hibah Kadin Jatim.

La Nyalla akhirnya terpingirkan dari PSSI karena terkena penahanan oleh kepolisian. PSSI kemudian menggelar Kongres Luar Biasa dengan memunculkan Edy Rahmayadi sebagai nahkhoda baru.

Dalam persidangan pada 17 Desember 2016, La Nyalla diputus bebas. Walau divonis tak bersalah, kursi kekuasaannya di PSSI hilang.

3 dari 3 halaman

Nurdin Halid

Menggantikan Agum Gumelar, Nurdin Halid terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada Rapat Anggota PSSI di Hotel Indonesia tahun 2003. Ia dikenal sebagai sosok kontroversial karena beberapa kali memimpin organisasi dari balik terali besi penjara.

Pada 16 Juli 2004, pria asal Makassar tersebut ditahan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal. Ia kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam  distribusi minyak goreng.

Pada tanggal 16 Juni 2005, dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dibebaskan. Hanya saja putusan itu kemudian dibatalkan Mahkamah Agung pada 13 September 2007. MA memvonis Nurdin dua tahun penjara.

Selanjutnya ia kemudian dituntut dalam kasus yang gula impor pada September 2005, namun dakwaan terhadapnya ditolak majelis hakim pada 15 Desember 2005 karena berita acara pemeriksaan (BAP) perkaranya cacat hukum.

Selain kasus ini, ia juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara dua tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Indonesia.

Pada 13 Agustus 2007, Nurdin Halid kembali divonis dua tahun penjara akibat tindak pidana korupsi dalam pengadaan minyak goreng. Berdasarkan standar statuta FIFA, seorang pelaku kriminal tidak boleh menjabat sebagai ketua umum sebuah asosiasi sepak bola nasional.

Nurdin Halid (Liputan6.com/Johan Tallo)

Karena alasan tersebut, Nurdin didesak untuk mundur dari berbagai pihak. Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI), Agum Gumelar (Ketua KONI), dan juga FIFA bersuara kritis ke NH.

FIFA bahkan mengancam untuk menjatuhkan sanksi kepada PSSI jika tidak diselenggarakan pemilihan ulang ketua umum. Namun, Nurdin tetap bersikeras untuk tidak mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Kekuasaannya tidak goyah sekalipun ia mengendalikan organisasi dari penjara.

Kontroversi muncul saat ia merubah statuta PSSI, berkaitan dengan status ketua umum. Statuta yang sebelum berbunyi “harus tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal” (They…, must not have been previously found guilty of a criminal offense) diubah dengan menghapuskan kata “pernah” (have been previously).

 Arti harafiah dari pasal tersebut menjadi “harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal” (must not found guilty of a criminal offense). Para anggota PSSI menyetujui perubahan tersebut. Posisi Nurdin aman sebagai Ketua Umum PSSI.

Sepanjang masa kepemimpinanya sejumlah kasus mencuat. Mulai dari penghilangan status degradasi kompetisi kasta tertinggi, pelanggaran disiplin di pentas kompetisi, hingga kasus-kasus dugaan pengaturan skor.

Nurdin jadi public enemy pencinta sepak bola Indonesia, karena di saat bersamaan prestasi Timnas Indonesia di berbagai event internasional terpuruk. 

Desakan meminta Nurdin lengser dari PSSI seusai Piala AFF 2010. Pengusaha minyak, Arifin Panigoro, terlibat aktif menggoyang kepengurusan PSSI. Ia menggelontorkan dana besar untuk membiayai pelaksanaan kompetisi tandingan, Liga Primer Indonesia.

Walau begitu pria kelahiran 17 November 1958 tetap percaya diri memimpin PSSI. Ia pun bersama Nirwan Dermawan Bakrie kembali mencalonkan diri dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI pada 2011. Ia menjegal duet George Toisutta-Arifin Panigoro untuk ikut bersaing. Suporter dari berbagai penjuru Tanah Air turun ke jalan mendemo PSSI.

Untuk mengamankan jabatannya ia menggelar kongres di Kepulauan Riau. Sayangnya kongres berakhir ricuh. FIFA kemudian mengambil keputusan tegas melarang Nurdin Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, George Toisutta, Arifin Panigoro, ikut serta dalam pemilihan pemimpin di PSSI. Di sisi lain Menpora, Andi Mallarangeng, juga membekukan status kepengurusan PSSI.

Nurdin secara menyakitkan lengser dari PSSI digantikan oleh Djohar Arifin. Sang mantan manajer klub PSM Makassar dan Pelita Jaya tersebut mengaku trauma. Ia kini memilih tak mau lagi jadi pengurus bola untuk kemudian fokus di Partai Golkar.

Salat Jumat Prabowo Lancar, Takmir: Bukti Kami Tak Menolak

Salat Jumat Prabowo Lancar, Takmir: Bukti Kami Tak Menolak KH Hanief Ismail (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Semarang – Takmir Masjid Agung Kauman Semarang, KH Hanief Ismail, bersyukur salat Jumat yang dihadiri Capres Prabowo Subianto berjalan lancar. Hal itu membuktikan tidak ada penolakan terkait kegiatan ibadah.

“Alhamdulillah berjalan lancar,” kata KH Hanief, Jumat (15/2/2019).

Ia menjelaskan sejak awal memang tidak ada penolakan bagi Prabowo melaksanakan salat di Masjid Kauman. Dia juga menegaskan jika ada yang mengatakan pihak takmir melarang itu fitnah.


“Sejak awal tidak menolak beliau. Kalau masih ada yang mengomentari Masjid Agung Semarang menolak, itu fitnah, siapapun boleh salat di sini,” pungkasnya.

Sedari awal yang dikhawatirkan pihak pengurus masjid adalah spanduk selamat datang yang dipasang di dekat masjid serta pamflet yang beredar di media sosial. Takmir khawatir ada kesan politis dalam kegiatan ibadah.

“Nyatanya ada (spanduk) dan kemudian dicopot, kami tidak menyuruh lepas,” pungkasnya.

Prabowo tiba di Masjid Kauman Semarang pukul 11.50 WIB. Awalnya Prabowo berada di saf tengah kemudian ada yang mengarahkan untuk pindah saf paling depan.

Usai rakaat terakhir dan salam, tidak lama kemudian Prabowo dan sejumlah orang keluar dari masjid lewat pintu samping. Capres nomor urut 02 itu masuk mobil dan meninggalkan masjid.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(alg/mbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Syarat Ormas yang Bisa Terima Dana Pembangunan DKI Jakarta

Liputan6.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memberi anggaran dana kepada organisasi kemasyarakatan untuk melakukan pembangunan. Namun demikian, tidak sembarangan ormas bisa mendapatkan dana pembanguna tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Taufan Bakri mengatakan untuk organisasi kemasyarakatan (ormas) yang menerima dana untuk pembangunan harus mempunyai kemampuan ataupun keahlian.

“Bisa kalau punya kemampuan di bidang tertentu. Enggak bisa sembarangan (ormas),” kata Taufan saat dihubungi, Jumat, 15 Februari 2019. 

Taufan juga menyebut, untuk pengelolaan dana pembangunan hanya diserahkan kepada ormas yang telah memiliki badan hukum ataupun yang telah terdaftar. Baik sebagai binaan dari satuan kerja perangkat daerah serta unit kerja perangkat daerah.

Nantinya, lanjut dia, ormas dapat mengajukam proposal kegiatan dalam setiap pelaksanaanya. Dan untuk pengawasannya dilakukan sejak pengajuan proposal.

“Pengawasan melekat, yang diberikan dana itu harus kita monitoring,” ucap dia.

 

2 dari 3 halaman

Sesuai Aturan

Sementara itu, Gubernur Anies Baswedan mengatakan, pemberian dana pembangunan kepada ormas  sudah berdasarkan aturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Yakni, Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Dia menyatakan organisasi masyarakat yang dimaksud yaitu pengurus karang taruna, RT, RW ataupun kelurahan.

“Jadi LMK, Karang Taruna, PKK, itu organisasi kemasyarakatan. Kalau tanya peraturan ini, jangan sama Gubernur DKI, tanya sama pemerintah pusat,” kata Anies di Matraman, Jakarta Timur, Jumat, 15 Februari 2019. 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Said Aqil Anggap Puisi Fadli Lecehkan Mbah Moen, BPN: Politis!

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta semua pihak untuk berhenti ‘menggoreng’ isu puisi Fadli Zon berjudul ‘Doa yang Ditukar’. BPN menilai penggorengan isu puisi Fadli Zon ini bermuatan politis.

Hal tersebut disampaikan juru bicara BPN Andre Rosiade. Andre awalnya menyebut keterangan Fadli Zon soal puisi tersebut yang tidak ditujukan kepada Mbah Moen sudah clear dan keluarga Mbah Moen tidak mempermasalahkan hal tesebut.

“Bagi siapapun juga, kita tahulah yang menggoreng-goreng ini adalah pendukung Jokowi-Ma’ruf. Bagi saya ini pendukung Jokowi-Ma’ruf yang ingin menggoreng-goreng. Mbah Maimoen saja tidak mempermasalahkannya dan menganggap masalah ini udah selesai. Karena keterangan Bang Fadli itu clear,” ujar Andre kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

Andre menilai ada upaya masif untuk menurunkan elektabilitas Prabowo-Sandi. Menurutnya, upaya menggoreng isu puisi Fadli ini bermuatan politis.

“Tapi memang kami akui ada upaya untuk menggoreng sedemikian rupa secara masif agar untuk men-downgrade survei Pak Prabowo dan Bang Sandi ini. Jadi tujuannya apa? Tujuannya politik, untuk men-downgrade elektabilitas Pak Prabowo dan Bang Sandi karena survei Pak Jokowi menurun terus, insyaallah akhir Februari ini udah disalip,” ujarnya.

“Nah isu penggorengan puisi ini salah satu strategi agar suara Pak Prabowo tidak naik dan juga suara Pak Jokowi tidak turun terus. Karena insyaallah akhir bulan ini sesuai prediksi sudah crossing di mana Pak Prabowo sudah unggul dari Pak Jokowi di akhir Februari,” imbuh Andre.

Andre lalu meminta seluruh pihak untuk berhenti menggoreng isu puisi Fadli yang menurutnya sudah clear. Ia mengimbau untuk adu gagasan dan program karena itulah yang menurutnya diinginkan oleh rakyat.

“Sudahlah, saya mengimbau ke seluruh pihak, mari kita mengakhiri, mari kita bermain dalam ranah adu gagasan, adu program, adu visi misi. Yang diinginkan rakyat seperti itu, bukan lagi terus menggoreng soal puisi,” ungkap Andre.

“Nah, saya bingung, masih ada yang terus menggoreng. Maksud tukang goreng ini apa kalau bukan politis? kalau bukan ingin mendiskreditkan Bang Fadli dengan tujuan agar tadi, crossing itu bisa gagal di akhir Februari nih, supaya Pak Prabowo tidak berhasil menyalip Pak Jokowi di akhir Februari,” lanjutnya.

Pihak yang menurutnya terus menggoreng isu ini disebut Andre untuk kepentingan pilpres. Politikus Gerindra ini menilai pihak tersebut berharap ada yang terprovokasi sehingga elektabilitas Prabowo tidak menyalip Jokowi.

“Tujuannya politis, tujuannya pemilu, tidak lebih tidak kurang. Karena Bang Fadli sudah menjelaskan secara clear, keluarga Mbah Maimoen juga sudah clear, sekarang yang ada siapa? Tukang goreng. Tukang goreng itu kepentingannya apa? Untuk kepentingan pilpres. Bang Fadli orangnya Pak Prabowo, digoreng sedemikian rupa dengan harapan ada yang terprovokasi, keluarga NU ada yang terprovokasi, sehingga elektabilitas Pak Prabowo tidak menyalip Pak Jokowi. Kan itu saja cara mainnya,” pungkasnya.

Said Aqil. Said Aqil. Foto: Grandyos Zafna

Sebelumnya, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, menegaskan NU marah besar terhadap Fadli Zon yang menciptakan puisi ‘Doa yang Ditukar’. PBNU menyebut puisi Fadli sengaja untuk melecekan KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

“NU marah, NU marah, Kiai Maimoen dilecehkan,” tandas Said kepada wartawan di Rakornas ke-IV NU Care-Lazisnu di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (15/2).

Said menilai Fadli tidak mencerminkan sebagai orang yang beradab dan berakhlak. Said menyebut sebagai orang yang lebih muda, Fadli seharusnya menghormati orang tua. Apalagi Mbah Moen merupakan tokoh ulama sepuh.

“Kiai Maimoen kiai sepuh, sudah 94 tahun usianya. Allah itu menghormati orang yang usianya sudah lebih dari 80 tahun, sudah di pangkuan Tuhan itu namanya. Tapi ada seorang manusia, masih muda, melecehkan orang tua, seperti apa coba, orang itu beradab apa tidak,” kata Said.

“Bagi PBNU, kita harapkan sebenarnya Fadli Zon sadarlah, orang berbudaya, beradab, berakhlak, tinggal minta maaf saja ngapa sih beratnya. Kalau tidak mau, ya terserah kalau ingin kualat, tapi paham kualat nggak ya dia,” lanjutnya.
(azr/bag)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Said Aqil: Ahmad Dhani Bukan Warga NU!

Yogyakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menegaskan bahwa Ahmad Dhani bukan lagi keluarga NU. Menurut Said, Ahmad Dhani sudah terang-terangan menghina NU.

“Sudah menghina NU, bukan warga NU dong,” kata Said kepada wartawan di sela Rakornas ke-IV NU Care-Lazisnu di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (15/2/2019).

Said menyebut Dhani telah menghina NU setelah mengaitkan NU dan PSIP dengan Nasakom (nasionalis, agama, komunis).

“Nyatakan soal nasakom, NU dan PDIP itu,” jelasnya.
Said pun menyinggung ketika Dhani pernah dibela oleh Gus Dur dan PBNU. Yakni pada tahun 2005 silam saat Dhani bersama grup band Dewa diprotes oleh FPI karena sampul album ‘Laskar Cinta’ dinilai bermuatan kaligrafi dan dituding menginjak-injak karpet merah dengan kaligrafi bertuliskan Allah saat konser eksklusif Dewa di Trans TV.

“Dulu pernah dia itu diprotes oleh FPI karena nyanyi karpetnya konon tulisan kaligrafi, dibela oleh Gus Dur, Pak Hasyim Muzadi waktu itu, saat itu saya juga. Lalu Dhani dekati PB (Pengurus Besar NU) dan masuk pengurus seni budaya di PBNU,” ulas Said.

Diberitakan sebelumnya, Dhani diakui sebagai warga NU oleh putra Pengasuh Ponpes KH Wahab Hasbulloh Tambak Beras, Jombang, Kiai Wahib Wahab atau Gus Aam.

Usai menjalani sidang lanjutan kasus ‘idiot’ di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (14/2/2019), Ahmad Dhani menerima serban putih dari Gus Aam Wachid Wahab. Tidak hanya sekadar memberikan serban, pria yang mengaku cucu dari salah satu pendiri NU itu juga bercerita sepintas soal suami Mulan Jameela tersebut.

“Beliau ini orang Surabaya. Beliau juga Nahdlatul Ulama, warga Nahdlatul Ulama,” kata Gus Aam usai memberikan serban putih di Ruang Cakra PN Surabaya, Jalan Arjuna, Kamis (14/2/2019).
(sip/sip)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Momen Indah ‘Tawuran’ Emak-Emak Beda Dukungan Politik Ini Bikin Adem Seketika

Liputan6.com, Jakarta – Tinggal beberapa minggu lagi, Indonesia akan merayakan pesta demokrasi serentak. Ya, tanggal 17 April 2019 akan dilaksanakan Pemilihan Umum serentak yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) dan juga Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg). 

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa santun dan guyub. Sikap seperti itulah yang mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman di Bumi Nusantara. Apalagi demokrasi Indonesia saat ini sudah berkembang dengan baik.

Ajang pemilihan umum ini bisa menjadi wahana untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa meski berbeda pilihan politik. Jangan sampai pemilu ini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa.

2 dari 3 halaman

Momen Indah yang Langka

[embedded content]

Seperti yang baru-baru ini viral di media sosial, pertemuan tidak sengaja antara pendukung Pasangan Calon Nomor 1 dan Nomor 2. dalam video tersebut tampak keseruan dan momen indah dari pendukung kedua paslon seperti Liputan6.com kutip dari Merdeka.com, Jumat (15/2/2019).

Koalisi Perempuan Tangguh Pilih Jokowi-Amin (Pertiwi) mengadakan acara temu relawan di Pondok Indah Mall 1, Jakarta, Rabu (13/2/2019) kemarin. Menariknya, dalam acara konsolidasi itu secara tidak sengaja pendukung Jokowi itu bertemu dengan relawan pendukung Prabowo-Sandiaga.

Pendukung Jokowi mengenakan kemeja putih dengan syal merah. Sementara relawan Prabowo-Sandi memakai kemeja biru muda. Hebatnya lagi, bukan perdebatan atau saling ejek yang terjadi. Namun yang membuat semakin hati tentram adalah kedua pendukung ini malah saling berpelukan dan bersalaman.

Dalam video tersebut terlihat jelas emak-emak ini justru saling berpelukan dan bersalaman sebagai dukungan terhadap kampanye damai. Keduanya tampak saling berpelukan dan bernyanyi yel-yel pendukung masing-masing.

3 dari 3 halaman

Pertemuan Tak Sengaja Emak-emak Pendukung Jokowi dan Prabowo

“200 Relawan Pertiwi Goes to Mall berjumpa dengan pendukung 02 dan kami saling peluk dan salaman sambil yel masing2. #PertiwiKampanyeDamai,” kata Ketua Umum Pertiwi, Putri K. Wardhani kepada wartawan, Kamis (14/2/2019) seperti Liputan6.com kutip dari Merdeka.com, Jumat (15/2/2019).

Putri lantas menjelaskan kehadiran para relawan Jokowi di PIM. Menurut dia, pertemuan dilakukan untuk saling berbagi pengalaman dalam melakukan penetrasi ke berbagai lokasi di Jakarta dan daerah-daerah lain di Tanah Air.

Selain itu, untuk memberikan informasi yang benar mengenai program-program Jokowi-Amin. Selain itu juga memberikan informasi keberhasilan yang telah dicapai Jokowi selama ini, terutama yang dapat dirasakan langsung para perempuan di Indonesia.

Viralnya video emak-emak beda dukungan politik ini namun akur ini tentu saja menjadi momen langka. Ya, dengan munculnya video seperti ini tentu membuat suasana perpolitikan yang memanas menjadi adem seketika. Video yang sudah tersebar luas di media sosial ini pun lantas banjir pujian dari banyak orang.

Ma’ruf Amin: Shalat Jumat Bawa Pamflet Kampanye, Jelas Tidak Boleh

Liputan6.com, Jakarta – Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman) menolak calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto untuk melaksanakan salat Jum’at. Penyebabnya, kegiatan ibadah wajib itu diduga membawa unsur kampanye karena telah disebarkan dalam pamflet di masyarakat. 

Menanggapai hal tersebut, calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin mengatakan, penolakan tersebut adalah hak pengurus masjid.

“Kalau Jum’atan itu bawa pamflet ya tidak boleh. Jadi mungkin resikonya pada pengurus masjid karena ada semacam kampanye. Saya kira itu haknya pengurus masjid menolak,” ujar Ma’ruf usai silaturahmi di Pondok Pesantren Al-Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis, 15 Februari 2019. 

Ma’ruf menegaskan, masjid memang sudah seharusnya tidak memberikan peluang untuk dijadikan tempat berkampanye. 

2 dari 3 halaman

Kata Cak Imin

Bersamaan dengan itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menambahkan, penolakan terhadap siapapun untuk salat Jum’at memang sebaiknya tidak dilakukan.

Namun, bila memang bertujuan untuk kampanye yang disertai dengan Jum’atan, hal tersebut tidak boleh dilakukan.

“Oh kampanye yang disertai jumat’an ya enggak boleh,” ujar Cak Imin.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: