Pemberdayaan Nelayan Kamoro dan Pesisir Mimika buat Genjot Industri Perikanan Papua

Liputan6.com, Jakarta Indonesia dinilai memiliki potensi sumber daya laut dan perairan yang besar, terutama perikanan seperti di Papua. Pemanfaatan hasil laut patut didorong, karena ini menjadi salah satu sumber pangan kaya protein yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.

Ini dikatakan Manajer Community Economic Development PT Freeport Indonesia, Yohanes Bewahan. Perusahaan tambang ini memberdayakan nelayan suku Kamoro dan nelayan dari suku lain di pesisir kabupaten Mimika, dalam memanfaatkan hasil laut.

Ini tertuang dalam program community development Freeport Indonesia, yang dalam pelaksanaannya berkolaborasi dengan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) yang bernaung di bawah Keuskupan Mimika dan Dinas Perikanan Kabupaten Mimika.

“Potensi perikanan di pesisir Kabupaten Mimika cukup tinggi, namun belum termanfaatkan secara penuh akibat kendala akses transportasi dan pasar, sarana produksi, dan rendahnya kapasitas tangkap. Inilah salah satu alasan kami dalam melalukan program pendampingan terhadap para nelayan yang ada di pesisir pantai Kabupaten Mimika,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat (22/2/2019).

Dia menuturkan jika kolaborasi dalam pemberdayaan nelayan dan penguatan industri perikanan di Kabupaten Mimika secara terstruktur dimulai pada 2005. Sejumlah program yang dilaksanakan mencakup perikanan tangkap serta perikanan budidaya.

Menurut Yohanes, setelah beberapa tahun melakukan pendampingan dan kolaborasi dengan beberapa mitra, hasil tangkapan serta hasil budidaya para nelayan telah meningkat. Hal itu merujuk pada hasil rata-rata tangkapan puluhan nelayan yang berasal dari suku Kamoro ini ada di kisaran 1-4 ton ikan per bulan.

Namun dia berharap dukungan untuk pengembangan sektor perikanan ini harus dilakukan secara menyeluruh.

Salah satu nelayan yang mengikuti program pembinaan Daniel Bipuaro menceritakan bahwa pendampingan yang dilakukan sangat bermanfaat. Selain kemampuan dalam mencari ikan, para nelayan mendapatkan pengetahuan lain mengenai cara mengolah ikan hasil tangkapan agar nilainya meningkat.

“Kami tidak hanya dibantu untuk menangkap lebih banyak ikan, tapi kami juga diajari untuk mengolah hasil tangkapan agar bisa dijual di pasar dan harganya tinggi. Selain itu kami juga dilatih untuk mengelola keuangan keluarga agar kami tidak kesulitan,” tutur Daniel yang juga merupakan kepala kampung Ohotya di Mimika.

2 dari 2 halaman

Sektor Perikanan Turut Kena Imbas Kenaikan Tarif Kargo Udara

Kenaikan tarif kargo udara turut berdampak pada sektor perikanan. Pasalnya, distribusi untuk mengangkut hasil perikanan, khususnya di wilayah sentra perikanan cukup banyak mengandalkan jalur udara.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP‎, Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, ‎jasa logistik, khususnya melalui udara, sejatinya bertujuan untuk mengatasi kendala jarak, merajut kesatuan wilayah dan meningkatkan nilai tambah suatu produk. Logistik juga memainkan peran yang penting dalam bisnis perikanan.

Menurut dia, saat ini penggunaan jasa logistik untuk produk perikanan dari beberapa titik produksi melalui transportasi udara mencapai lebih kurang 50 persen dari total ikan yang didistribusikan.

“Transportasi udara dinilai sangat efektif dalam kerangka logistik karena mempersingkat waktu dan jarak,” ujar dia di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Namun berdasarkan data dan informasi dari pihak penyedia angkutan udara, lanjut Effendi, diketahui jika tingkat kenaikan biaya transportasi udara 2019 dibandingkan dengan 2018 rata-rata mencapai 183 persen.

Terdapat beberapa indikator yang menyebabkan maskapai penerbangan menaikkan tarif biaya cargo. Mulai dari kenaikan biaya avtur sebesar 40 persen dan pelemahan kurs rupiah hingga 14 persen.

“Kenaikan biaya ini berdampak pada kegiatan pelaku usaha perikanan sampai pada tahap penghentian usaha atau ekspor hasil perikanan karena harga jual dengan produk perikanan tidak kompetitif dengan biaya logistik yang lebih dari 20 persen,” kata dia.‎


Jaga Sektor Maritim, Menko Luhut Ingin Alutsista RI Baru dan Buatan Dalam Negeri

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dalam menjaga kawasan laut Indonesia membutuhkan pertahanan yang kuat. Salah satunya meningkatkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang berkualitas.

“Perlu peningkatan kuantitas dan kualitas alutsista (kita) enggak mau bekas, maunya baru dan bahkan kalau bisa dibuat di dalam negeri cukup dari dalam negeri saja,” kata dia dalam seri kuliah Diplomasi Maritim Indonesia, di Auditorium Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Selain peningkatan alutsista, kualitas sumber daya manusia juga perlu ditingkatkan. Jadi bonus demografi yang akan datang dapat berdampak baik pada penguatan pertahanan dan ekonomi Indonesia. 

“Kualitas sumber daya manusia itu juga jadi hal yang sangat penting,” kata dia.

Sementara itu, terkait dengan pesawat berteknologi tinggi, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui Indonesia masih membutuhkan kerja sama dengan negara luar.  Misalkan pembuatan pesawat jet misalnya, Indonesia masih menggandeng Korea Selatan.

“Pesawat Jet itu sedang kerja sama dengan Korea Selatan, itu sedang dikembangkan sehingga nanti ke depan kita bisa bikin sendiri. Kalau kapal laut, saya kira kita sudah bisa buat, waktu itu saya lihat di Surabaya ada yang buat,” kata dia.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Pemerintah Tambah Anggaran Alutsista Jadi Rp 75 Triliun

Sebelumnya, Pemerintah berjanji akan memperkuat sistem persenjataan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu caranya dengan menambah anggaran untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang selama ini terbilang rendah.

Ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dalam konfrensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis  25 Oktober 2018.

“Anggaran alutsista tahun 2015 ada Rp 40 triliun, tahun 2019 akan jadi Rp 75 triliun,” kata Wiranto.

Menurut mantan Ketua Umum Partai Hanura ini, penambahan anggaran untuk penguatan alutsista sangat penting. Sebab, alutsista merupakan alat pertahanan kedaulatan negara dari serangan luar.

Apalagi, lanjut dia, belakangan ini ancaman dari luar mulai terjadi.

“Ini penting, bargaining position. Kalau gertak-gertakan, kita jangan kalah gertak,” ujar dia.

Selain menambah anggaran alutsista, pemerintah berencana menambah Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Saat ini, tercatat baru ada 7 PLBN di sejumlah titik di Tanah Air.

“Tahun depan ditambah 11 PLBN. Ini perkuat pertahanan,” tandasnya.

Perlu diketahui, pada tahun 2015 anggaran yang dialokasikan untuk TNI sebesar Rp 106 triliun. Namun, hanya Rp 40 triliun saja yang dianggarkan untuk pengadaan alutsista.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Wall Street Tertekan Pelemahan Data Ekonomi

Liputan6.com, New York – Bursa Amerika Serikat (AS) atau Wall Street tertekan laporan ekonomi yang melemah, usai terjadinya penguatan bursa baru-baru ini. Penurunan saham perawatan kesehatan turut memperlemah pasar saham.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 103,81 poin, atau 0,4 persen, menjadi 25.850,63. Sementara indeks S&P 500 kehilangan 9,82 poin, atau 0,35 persen, menjadi 2.774,88 dan Nasdaq Composite turun 29,36 poin, atau 0,39 persen, menjadi 7.459,71. S&P 500 mengakhiri penguatannya yang terjadi selama tiga hari.

Pasar saham kali ini dipengaruhi data ekonomi. Departemen Perdagangan AS mengatakan pesanan baru untuk barang-barang modal utama buatan AS secara tak terduga turun pada Desember. Ini menunjukkan terjadi perlambatan dalam bisnis untuk peralatan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi AS.

Selain itu, data lain menunjukkan ukuran Federal Reserve Philadelphia terkait aktivitas bisnis Mid-Atlantic AS menurun pada Februari ke level terlemah sejak Mei 2016.  Sementara laporan lain menunjukkan penjualan rumah di AS turun pada bulan lalu ke level terendah sejak November 2015.

“Kami memiliki pelemahan data yang memungkinkan investor untuk mengambil keuntungan,” kata Paul Nolte, Manajer Portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago.

Namun, dia mengakui jika sedikit terkejut dengan adanya beberapa kelemahan dalam data. Beberapa di antaranya terkait perdagangan.

Adapun penguatan pasar saham yang terjadi baru-baru ini didorong oleh harapan kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China dan sinyal dovish dari Federal Reserve. Bahkan, indeks S&P 500 sempat berada mendekati pososi tertinggi dua bulan dan naik sekitar 18 persen sejak level terendahnya di akhir Desember.

Amerika Serikat dan China telah mulai menguraikan komitmen pada masalah-masalah paling sulit dalam perselisihan perdagangan keduanya. Ini menandai kemajuan paling signifikan terkait perang dagang. Bahkan keduanya berusaha mencapai kesepakatan sebelum 1 Maret, Reuters melaporkan.

Perlambatan pertumbuhan global yang tajam, terutama di Cina dan Eropa, bersama dengan memudarnya stimulus fiskal dan ketegangan perdagangan telah memicu kekhawatiran tentang kondisi ekonomi AS baru-baru ini.

Adapun saham yang terpuruk kali ini, antara lain milik saham Pizza Domino yang anjlok 9,1 persen setelah kehilangan estimasi analis terkait penjualan secara kuartalan.

Kemudian Saham Nike Inc turun 1 persen setelah sepatu sneaker yang dikenakan oleh bintang bola basket Zion Williamson terbelah dua selama pertandingan.

 Sekitar 6,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS. Itu dibandingkan dengan rata-rata harian 7,3 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Di Tengah Tekanan China, Presiden Taiwan Keluarkan Peringatan Tegas pada Dunia

Liputan6.com, Taipei – Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengirim peringatan ke negara-negara Asia terkait tantangan menghadapi agresi yang meningkat dari China.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan stasiun televisi CNN, Tsai mengatakan ancaman militer oleh China tumbuh “setiap hari”, sejalan dengan kebijakan luar negeri yang lebih tegas di bawah pemerintahan Xi Jinping.

“Jika melihat Taiwan sekarang, banyak orang mungkin bertanya, siapa selanjutnya (yang bernasib serupa)? Apakah negara di wilayah ini (Asia), jika tidak mau tunduk atas kehendak China, membuat mereka menghadapi ancaman militer serupa,” kata Tsai, sebagaimana dikutip dari CNN pada Rabu (20/2/2019).

Taiwan dan China dipisahkan oleh Selat Taiwan, di mana jarak keduanya berkisar kurang dari 130 kilometer.

Selama tujuh dekade, keduanya mempertahankan gencatan senjata yang tidak mudah setelah perpecahan pada akhir perang saudara, pada 1949 silam.

Unifikasi adalah tujuan jangka panjang bagi Partai Komunis China yang berkuasa, yang menganggap negara demokratis Taiwan –sebuah pulau berpenduduk 23 juta orang– sebagai provinsi pemberontak.

Tapi, terpilihnya Tsai dan Partai Progesif Demokratik (PDP) yang pro kemerdekaan, dalam pemilu bersejarah pada 2016 lalu, memicu meningkatnya ketegangan di antara kedua negara.

China telah menempatkan tekanan diplomatik dan ekonomi yang meningkat pada Taiwan, di antaranya dengan melakukan latihan tembakan langsung di laut terdekat, serta menerbangkan pembom H-6K dan pesawat pengintai di sekitar negara pulau tersebut.

“Dengan China menjadi semakin kuat dan ambisius, kami dihadapkan pada ancaman yang semakin besar,” kata Tsai.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Tantangan Eksistensi Independen

Tantangan terbesar Taiwan saat ini, menurut Tsai, adalah tentang eksistensi independen negara itu, bersamaan dengan isu keamanan, kemakmuran, dan mempertahankan demokrasi.

Sekutu tidak resmi Taiwan, Amerika Serikat (AS), selama beberapa dekade telah bertindak sebagai penjamin keamanan pulau itu terhadap ancaman aksi militer China.

Tetapi, ketika ditanta secara langsung, Tsai enggan menjelaskan tentang bagaimana sikap AS sesungguhnya terhadap janji dukungan yang telah diberikan sejak beberapa dekade lalu.

Sebaliknya pemimpin Taiwan itu mengatakan dia fokus pada penguatan kemampuan pertahanan Taiwan dalam menghadapi “perang yang tidak seimbang,” ketika di saat bersamaan, China telah jauh memodernisasi fitur militernya.

“Kami harus siap setiap saat,” kata Tsai, menambahkan bahwa Taiwan tidak akan menyerah terhadap tekanan pemerintahan Xi Jinping.

IHSG Bakal Perkasa, Cermati 7 Saham Pilihan

Liputan6.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melaju positif pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Laju IHSG diramal akan menutup hijau pada penutupan perdagangan hari ini.

Analis PT Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menjelaskan, optimisme pembicaraan dagang Amerika Serikat (AS)-China menjadi katalis yang menopang pergerakan indeks pada hari ini. Kendati begitu, ia masih memproyeksikan penguatan IHSG cukup cenderung terbatas hari ini.

“Dari dalam negeri, investor akan cenderung mencermati rilis laporan keuangan 2018 untuk beberapa emiten. Secara teknikal candlestick IHSG membentuk doji menunjukkan rentang pergerakan masih akan cukup terbatas dengan diperdagangkan pada level 6.479-6.548,” ujarnya di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Dia menambahkan, untuk ke depannya, Pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi sentimen global terkait kelanjutan negosiasi antara China dan AS.

Di sisi lain, Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi justru memprediksi penguatan IHSG cukup optimistis hari ini. Optimisme itu ditunjukan dengan kemungkinan IHSG bergerak hijau di kisaran 6478-6600.

Adapun saham yang dianjurkan hari ini menurut mereka ialah saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Kemudian saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indika Energy Tbk (INDY), serta PT Wijaya Karya Tbk (WIKA),

Harga Minyak Menguat Imbas Harapan Negosiasi Perdagangan AS-China

Liputan6.com, New York – Harga minyak menguat lebih dari satu persen ke posisi tertinggi pada 2019. Hal ini seiring harapan pasar komoditas terutama minyak akan seimbang yang didorong pemangkasan produksi dari produsen top dunia lantaran sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap anggota OPEC yaitu Iran dan Venezuela.

Selain itu, pasar juga khawatir terhadap negosiasi perdagangan antara AS dan China berkontribusi mendorong harga minyak melemah pada awal sesi perdagangan. Akan tetapi, pasar berbalik arah usai ada sinyal perkembangan negosiasi dan penguatan bursa saham.

Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi dengan China berjalan baik. Ia juga terbuka untuk memperpanjang tenggat waktu kesepakatan setelah 1 Maret. Hal itu saat tarif impor Tiongkok senilai USD 200 miliar dijadwalkan naik menjadi 25 persen dari 10 persen.

“Kami berada di pasar menunggu tajuk utama berikutnya untuk mendorong harga lebih tinggi atau rendah. Pembicaraan perdagangan AS-China adalah di antara masalah yang paling difokuskan oleh para pelaku pasar,” ujar Phil Flynn, Analis Price Futures Group, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (21/2/2019).

Harga minyak Brent naik 63 sen atau 0,95 persen ke posisi USD 67,08 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret ditutup menguat 83 sen atau 1,48 persen ke posisi USD 56,92 per barel menjelang berakhirnya kontrak. Kontrak pada April lebih aktif naik 1,38 persen atau 71 sen ke posisi USD 57,16.

“Pekan ini harga minyak ke posisi tertinggi dalam tiga bulan di tengah harapan pasokan yang ketat,” tutur Gene McGillian, Vice President of Market Research Tradition Energy.

Ia menambahkan, OPEC dan Rusia juga memberlakukan pemangkasan dan kekhawatiran pengurangan ekspor Venezuela telah membantu mendorong harga minyak naik.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan produsen lainnya termasuk Rusia sepakat mengurangi pasokan minyak sebesar 1,2 juta barel per hari sejak 1 Januari 2019.

Sebuah komite untuk pemantauan OPEC dan sekutunya menemukan kepatuhan kelompok dengan perjanjian mencapai 83 persen.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengharapkan pasar minyak akan seimbang pada April dan tidak aka nada kesenjangan dalam pasokan karena sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela.

“Anda bisa menganggap itu sebagai sinyal kalau Arab Saudi akan terus mengambil pendekatan proaktif,” ujar Presiden Direktur Lipow Oil Associates, Andy Lipow.

Sejumlah gangguan semakin perketat persediaan. Pada pekan lalu, perusahaan minyak negara Saudi Aramco menutup sebagian ladang minyak lepas pantai Safaniyah usai kabel listrik terputus secara tidak sengaja. Produksi di ladang El Sharara yang diperebutkan Libya telah dihentikan sejak Desember.

Sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela juga telah membantu mengurangi ketersediaan minyak mentah di pasar global. Namun, kenaikan harga dibatasi karena gangguan pasokan itu diimbangi oleh harapan peningkatan inventaris di AS setelah penurunan tajam dalam pemanfaatan kapasitas kilang Midwest AS.

Stok minyak mentah AS diperkirakan telah meningkat 3,1 juta barel pada pekan lalu. Persediaan di Cushing, Oklahoma akan tumbuh seiring data AS menunjukkan pemanfaatan kapasitas kilang di Midwest turun menjadi 84,2 persen dari 92,9 persen pada minggu sebelumnya.

Ini menyusul serangkaian penghentian yang direncanakan dan tidak direncanakan. Adapun EIA menyatakan, kalau produksi akan mencapai rekor 8,4 juta barel per hari pada Maret sehingga menunjukkan sedikit peluang pelambatan jangka pendek untuk produksi minyak mentah AS.

BNP Paribas mengatakan melonjaknya produksi AS akan mendorong harga minyak lebih rendah menjelang akhir tahun dengan harga Brent rata-rata turun USD 67 pada kuartal IV dan WTI ke posisi USD 61.

“Pertumbuhan produksi minyak didorong oleh shale akan meningkat dan ekspor dengan volume lebih besar ke pasar internasional sementara ekonomi global diperkirakan melambat,” tulis catatan BNP Paribas.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Intip Gerak Saham Smartfren dan XL Axiata

Liputan6.com, Jakarta – Pergerakan saham emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Tbk (FREN) cenderung menguat dalam sepekan.

Adanya kabar kedua emiten telekomunikasi itu akan merger atau konsolidasi membayangi laju saham FREN dan EXCL.

Mengutip data RTI, Selasa (19/2/2019), saham FREN menguat 24,53 persen ke posisi 264 pada periode 11-15 Februari 2019. Saham FREN sempat berada di posisi tertinggi 264 dan terendah 189 persen. Total volume perdagangan saham 1,81 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 408,7 miliar.

Kalau dilihat selama sebulan, saham FREN sudah meroket 95,92 persen ke posisi 288 per saham. Saham FREN sepanjang Februari 2018 sempat berada di posisi tertinggi 324 dan terendah 135 per saham.

Saham FREN membukukan volume perdagangan 5,76 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,3 triliun. Total frekuensi saham 156.520 kali.

Namun, penguatan saham FREN terhenti pada perdagangan Selasa 19 Februari 2019. Saham FREN tergelincir 3,36 persen ke posisi 288 per saham. Volume perdagangan saham tercatat 625,71 juta saham dengan nilai transaksi Rp 190 miliar. Total frekuensi perdagangan saham 22.120 kali.

FREN pun akan gelar paparan publik insidentil pada Rabu 20 Februari 2019. Dalam paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan kalau perseroan meningkatkan kinerja perusahaan untuk menumbuhkan jumlah pelanggan dan pendapatan. Selain itu, melakukan efisiensi operasional untuk meningkatkan ebitda dan profitabilitas.

Lalu bagaimana pergerakan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL)?

Selama sepekan pada 11-15 Februari 2019, saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) menguat 7,34 persen ke posisi 2.340 per saham. Saham EXCL sempat berada di level tertinggi 2.440 dan terendah 1.995 per saham. Total volume perdagangan saham 354,91 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 781,7 miliar. Total frekuensi perdagangan saham 31.855 kali.

Sepanjang Februari 2019, saham EXCL meroket 20,28 persen ke posisi 2.610 per saham. Saham EXCL sempat berada di level tertinggi 2.660 dan terendah 1.995 per saham. Total volume perdagangan 664,18 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,5 triliun. Total frekuensi perdagangan 66.156 kali.

Pada perdagangan saham, Selasa 19 Februari 2019, saham EXCL menguat 3,16 persen ke posisi 2.610 per saham. Volume perdagangan saham 71,60 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 185,4 miliar.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar bakal merger dengan Smartfren, Direktur Utama PT XL Axiata Tbk, Dian Sisworini belum dapat menjelaskan hal tersebut. Ia menuturkan, hal itu merupakan wewenang pemegang saham.

“Sudah jadi rahasia umum semua operator sudah berbicara satu sama lain untuk menggali kemungkinan konsolidasi yang memang diperlukan oleh industri telekomunikasi di Indonesia untuk menjadi lebih sehat. Tapi kami tidak bisa memberikan informasi lebih jauh karena hal ini merupakan kewenangan pemegang saham mayoritas,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat.

2 dari 2 halaman

BEI Awasi Saham Smartfren

Sebelumnya, manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

BEI menyatakan, informasi terakhir mengenai emiten pada 14 Januari 2019 mengenai laporan penggunaan dana hasil penawaran umum.

Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham Smartfren itu, perlu disampaikan bursa saat ini mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Selain itu juga mengkaji rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana itu belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.

Bila melihat data RTI, saham FREN sepanjang tahun berjalan 2019, saham FREN melonjak 171,79 persen ke posisi 212 per saham. Saham FREN sempat berada di level tertinggi 224 dan terendah 77 per saham. Total volume perdagangan saham 6,26 miliar. Nilai transaksi Rp 870,8 miliar.

Melihat selama sepekan periode 4-8 Februari 2019, saham FREN menguat 55,88 persen ke posisi 212 per saham. Saham Smartfren sempat berada di level tertinggi 224 dan terendah 136 per saham. Volume perdagangan saham 2,27 miliar saham. Nilai transaksi Rp 427,9 miliar.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tekan Impor Bahan Baku, Toyota Indonesia Pakai Aluminium Lokal Buat Pelek

Liputan6.com, Jakarta – PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi menandatangani nota kerjasama, penggunaan alumunium foundry alloy (alumunium paduan A365) untuk produksi pelek mobil.

Keberhasilan Inalum menjadi pemasok lokal aluminium dengan spesifikasi khusus, merupakan langkah untuk menekan angka impor bahan baku otomotif yang tengah didorong Pemerintah Indonesia.

“Inalum sebagai satu-satunya Smelter aluminium di Indonesia, bangga bisa menjadi pemasok aluminium yang akan digunakan untuk manufaktur produk TMMIN. Langkah ini adalah salah satu wujud Inalum sebagai induk holding industri pertambangan dalam melaksanakan mandat dari pemerintah untuk hilirisasi produk aluminium,” ujar Budi Gunadi Sadikin, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, ditulis Selasa (19/2/2019).

Inalum sendiri memiliki prospek untuk memasok hingga 150 MT per bulan Foundry Alloy ke PT Pakoakunia(Pako), yang merupakan perusahaan pemasok pelek untuk pabrikan-pabrikan otomotif di Indonesia. Dan angka ini ditargetkan akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Dalam mengembangkan aluminium untuk bahan baku pelek ini, Inalum bekerjasama dengan PAKO dan TMMIN sejak 2017 yang lalu.

Kerjasama yang dilakukan meliputi area studi kelayakan, seperti pengembangan spesifikasi material aluminium, termasuk di dalamnya pengecekan komposisi unsur kimia, struktur metalurgi, hasil pengecoran ingot, evaluasi material (tingkat kekerasan, dan performa) hingga persiapan produksi massal.

Dengan adanya pasokan Aluminium Foundry Alloy dari Inalum, impor Aluminium Foundry Alloy di sektor industri otomotif dapat dikurangi secara bertahap. Dengan begitu, dapat memberi dampak penghematan devisa sebesar USD 1,3 juta per tahun.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Selain itu, dengan kemampuan Inalum dalam memproduksi Aluminium Foundry Alloy untuk pelek yang didukung dengan kapasitas produksi sebesar 90 ribu ton per tahun, dapat membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemasok bahan baku komponen otomotif di tingkat global.

Saat ini, pemasok bahan baku tersebut masih didominasi oleh tiga pemain utama yang bermarkas di Dubai, Qatar dan Australia.

“Keberhasilan Inalum akan memberikan dampak yang besar bagi penguatan struktur industri otomotif nasional, tahan banting terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah dan juga mempercepat tercapainya Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) murni produk-produk otomotif Indonesia yang semakin tinggi. Dan Pada gilirannya dapat meningkatkan competitiveness (daya saing) industri nasional,” tambah Warih.

Pada tahap awal, Inalum akan memasok kebutuhan aluminium foundry alloy di PAKO, yang kemudian akan dipergunakan bagi produksi pelek kendaraan bermerek Toyota model Kijang Innova, Fortuner dan Sienta.

IHSG Berpeluang ke Teritori Positif

Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Performa IHSG hari diperkirakan akan ditutup dengan diperdagangkan pada level 6.447-6.550.

Managing Director PT Jagartha Advisors FX Iwan menjelaskan, untuk pekan ini, dari sisi eksternal, pergerakan IHSG masih akan didominasi oleh perkembangan isu yang sama yakni hasil pembahasan perang dagang.

Adapun hasil rilis laporan keuangan emiten kuartal IV-2018 dinilai akan mempengaruhi indeks untuk sisi internal.

“Oleh sebab itu, IHSG saya perkirakan akan bergerak pada level 6,325-6,550 sepanjang pekan ini dengan potensi penguatan terbatas setelah dalam dua minggu terakhir dibayang-bayangi oleh aksi profit taking investor,” ujarnya di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Senada, Analis PT Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher Jordan mengungkapkan, IHSG diprediksi menguat sejalan optimisme investor setelah mendengar kabar baik dari negosiasi dagang antara China dan US.

Ini didukung indikator stochastic yang secara teknikal membentuk goldencross di sekitar area oversold sehingga ada indikasi akan melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.

“IHSG berpotensi bergerak ke teritori positif pada rentang 6.447-6.550,” ujarnya.

Adapun saham yang diramalkan baik untuk diburu hari ini ialah saham-saham perbankan. Itu seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sedangkan Dennies menganjurkan saham PT PP Tbk (PTPP), PT Timah Tbk (TINS), serta PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

2 dari 2 halaman

Penutupan Kemarin

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau pada awal pekan ini. Penguatan IHSG terjadi di tengah aksi jual investor asing dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mencapai 14.107.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (18/2/2019), IHSG melonjak 108,73 poin atau 1,7 persen ke posisi 6.497,81. Indeks saham LQ45 naik 2,3 persen ke posisi 1.017,81. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Sebanyak 264 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 148 saham melemah dan 118 saham diam di tempat. Pada awal pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.501,02 dan terendah 6.425,91.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 425.185 kali dengan volume perdagangan saham 12,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,2 triliun. Investor asing jual saham mencapai Rp 95,10 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.107.

10 sektor saham kompak menghijau. Sektor saham aneka industri menanjak 2,93 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur naik 2,46 persen dan sektor saham barang konsumsi naik 2,07 persen.

Harga Minyak Naik 5 Hari Berturut-Turut, Ada Apa?

Liputan6.com, New York – Harga minyak naik dalam lima hari berturut-turut pada Senin (Selasa pagi WIB) ditopang keyakinan investor bahwa pengurangan pasokan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bisa mencegah penumpukan stok minyak, meski ada kekhawatiran terhadap ekonomi China menahan kenaikan.

Dikutip dari Reuters, Selasa (19/2/2019), harga minyak berjangka Brent naik USD 16 sen menjadi USD 66,41 per barel usai menyentuh level tertinggi 2019 USD 66,83 pada hari sebelumnya. Sementara harga minyak berjangka Amerika Serikat (AS) jenis West Texas Intermediate naik USD 47 sen menjadi USD 56,04 per barel.

Harga minyak telah naik hampir 25 persen sepanjang tahun ini dan berada di jalur kinerja kuartal pertama terkuat sejak 2011, sebagian besar berkat komitmen OPEC dan sekutunya yang akan memangkas produksi.

Penyulingan di seluruh dunia juga harus membayar lebih untuk mengamankan pasokan minyak jenis medium atau berat yang diproduksi oleh Iran dan Venezuela, sebab kedua negara tersebut berada di bawah sanksi AS.

Penguatan pasar keuangan sedikit mereda setelah data yang menunjukkan penurunan penjualan mobil China pada bulan Januari menimbulkan kekhawatiran tentang ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Beberapa kelemahan ini menular di pasar minyak, tetapi analis mengatakan tren keseluruhan harga minyak mentah tetap meyakinkan untuk saat ini.

“Ada banyak ‘jika’ dan ‘tetapi’ yang dapat memiliki dampak mendalam pada harga minyak; pikirkan saja Donald Trump, Brexit, perundingan dagang yang tidak terduga dan kemungkinan akan terjadi di Libya atau produksi Venezuela, ”kata analis Associate PVM Oil Tamas Varga.

Sejumlah analis mengatakan kenaikan terus dalam produksi minyak AS dapat menjadi hambatan reli harga minyak saat ini. Perusahaan energi AS apada minggu lalu menambah 3 rig menjadi 857 rig untuk mencari pasokan minyak baru, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes dalam sebuah laporan Jumat lalu.

“Kami melihat kenaikan harga minyak saat ini sebagai berlebihan dan melihat potensi koreksi pertumbuhan tersebut,” kata Commerzbank dalam sebuah catatan. “Fakta bahwa produksi minyak di AS saat ini meningkat secara signifikan lebih tajam dari yang diperkirakan sebelumnya sepenuhnya diabaikan saat ini.”