Milan yang Nyatanya Baik-Baik Saja Tiap Kali Tanpa Higuain

JakartaAC Milan tinggal sesaat lagi ditinggal Gonzalo Higuain di Januari ini. Tapi Rossoneri setidaknya punya bekal untuk melepas sang penyerang.

Kepindahan Higuain ke Chelsea diyakini tinggal menunggu waktu saja. Penyerang 31 tahun ini sudah tak dibawa Milan kala bertandang ke Genoa, Senin (22/1/2019), yang jadi pertanda bahwa kepindahan memasuki tahap akhir.

Kehilangan Higuain jelas jadi kerugian besar. Pemain pinjaman Juventus ini mencetak delapan gol di 22 penampilan semua kompetisi, dengan enam gol di 15 laga Serie A.

Dia adalah salah satu penyumbang gol terbanyak sepanjang musim ini bersama Patrick Cutrone. Cutrone sendiri mengoleksi satu gol lebih banyak.

Meski demikian, ada sebuah fakta yang setidaknya bisa membuat fans Milan sedikit lebih tenang. Bahwa Rossoneri sejauh ini tak terkalahkan saat tampil tanpa Higuain.

Total enam pertandingan telah dilalui Milan tanpa Higuain di semua kompetisi. Catatannya adalah tiga kemenangan dan tiga kali imbang.

Diavolo Rosso mencetak 11 gol dalam periode tersebut, atau dengan rata-rata 1,83 gol per laga.

Milan sendiri tengah berusaha mendapatkan pengganti Higuain, yakni Krzysztof Piatek dari Genoa. Piatek musim ini sudah bikin 13 gol di Serie A.

(raw/cas)

Mantan Bupati Mojokerto Divonis 8 Tahun Penjara

Liputan6.com, Surabaya – Mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) divonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya di Juanda Sidoarjo, Senin (21/1/2019).

MKP juga diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan.

Menurut ketua majelis hakim I Wayan Sosiawan, MKP terbukti korupsi suap perizinan menara telekomunikasi. Dimana MKP mendisposisikan, atau merekomendasikan untuk mengeluarkan izin tower dua perusahaan. Majelis juga menganggap bahwa MKP secara sadar menerima uang tersebut.

“Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara 8 tahun,” ujar I Wayan Sosiawan saat membacakan amar putusan.

Majelis hakim menyatakan dakwaan primer JPU KPK, yakni melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 juncto Pasal 65 ayat 1 terbukti.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni pidana 12 tahun penjara dan membayar denda Rp 750 juta subsider 6 bulan kurungan.

Meski lebih rendah, namun majelis hakim mewajibkan MKP membayar uang pengganti Rp 2,75 miliar. Uang tersebut selambat-lambatnya harus diserahkan satu bulan setelah amar putusan. Dan jika tidak terpenuhi, maka harta benda milik MKP akan disita. Jika tidak ada juga, maka akan diganti dengan tambahan hukuman selama 1 tahun.

Tak hanya itu, majelis hakim juga mencabut hak politik MKP selama 5 tahun setelah selesai menjalani masa pidana.

“Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa berupa pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun sejak terdakwa selesai menjalani pidana penjara pokoknya,” kata I Wayan Sosiawan.

Dalam putusannya, majelis hakim menganggap perbuatan MKP memenuhi unsur menguntungkan diri sendiri, menyalahgunakan wewenang, dan dilakukan bersama-sama pihak lain dalam perizinan pendirian tower BTS. MKP memperkaya diri sendiri sebanyak Rp 2,7 miliar dari pungutan liar perizinan tower.

“Seharusnya pendirian tower yang merupakan investasi perusahaan telekomunikasi ini bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat Mojokerto, bukan kepada pribadi MKP,” kata majelis hakim.

2 dari 2 halaman

Belum Putuskan Banding

Mendengar putusan yang lebih ringan dari tuntutan, jaksa KPK Tri Anggoro Mukti yang hadir dalam persidangan mengatakan akan berkordinasi internal terlebih dahulu sebelum memutusakan untuk melakukan banding.

“Masih ada waktu 7 hari untuk mengajukan banding,” kata Mukti.

Kasus suap Bupati Mojokerto dua periode itu bermula saat Satpol PP Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyegel 22 menara komunikasi karena tak memiliki izin yang cukup. MKP kemudian meminta fee Rp 200 juta sebagai biaya perizinan. Total fee untuk perizinan 22 menara itu sebesar Rp 4,4 miliar, tapi baru diberikan Rp2,75 miliar.

Selama persidangan, sebanyak 35 saksi yang dihadirkan di pengadilan mengarah kepada MKP sebagai otak dalam kasus ini.

Selain kasus suap perizinan tower, KPK juga akan menjerat MKP dengan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Ia diduga menyamarkan hasil korupsi melalui perusahaan milik keluarga, seperti CV Musika, PT Sirkah Purbantara dan PT Jisoelman Putra Bangsa.

MKP juga diduga menempatkan, menyimpan dan membelanjakan hasil penerimaan gratifikasi, berupa uang tunai Rp 4,2 miliar, kendaraan roda empat sebanyak 30 unit atas nama pihak lain. Kemudian kendaraan roda dua sebanyak dua unit atas nama pihak lain, dan jetski sebanyak lima unit.

Dalam kasus ini, MKP disangkakan melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lima Anggota DPRD Sumut Dituntut 4 Tahun Penjara

Liputan6.com, Jakarta Lima anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) yaitu Rooslynda Marpaung, Rijal Sirait, Fadly Nurzal, Tiaisah Ritonga, dan Rinawati Sianturi dituntut 4 tahun penjara oleh JPU KPK dalam kasus suap mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

Selain itu, lima orang ini juga dituntut hukuman pidana denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata JPU KPK, Ferdian Adinugroho di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Lima orang ini disebut terbukti menerima suap dari Gatot Pujo Nugroho yang nilainya mencapai ratusan juta. Rijal Sirait (anggota DPRD periode 2009-2014) disebut menerima suap sebesar Rp 477,5 juta, Fadly Nurzal (anggota DPRD periode 2009-2014) didakwa menerima suap Rp 960 juta, Rooslynda Marpaung (anggota DPRD periode 2009-2014) didakwa menerima Rp 885 juta.

Sementara itu Rinawati Sianturi dan Tiaisah Ritonga yang merupakan anggota DPRD periode 2009-2014 dan 2014-2019, masing-masing didakwa menerima suap sebesar Rp 505 juta dan Rp 480 juta.

Dalam pembacaan tuntutan, JPU juga menuntut Tiaisah mengembalikan uang pengganti yang belum diberikan sebesar Rp 182 juta dari penerimaan Rp 480 juta. Sementara Rizal, Fadly, Rooslynda, dan Rinawati disebut telah mengembalikan uang suap tersebut.

JPU KPK juga menolak permohonan Justice Collabolator yang diajukan Rooslynda Marpaung dan Rinawati Sianturi karena tak memenuhi syarat.

Hal-hal yang memberatkan tuntutan ialah para terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Dan hal meringankan yaitu bersikap sopan, belum pernah dihukum, dan mengembalikan uang.

2 dari 2 halaman

38 Tersangka

Sebelumnya KPK menetapkan 38 Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka penerima suap dari Gatot Pujo Nugroho.

Suap diberikan terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan APBD Perubahan Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015.

Para terdakwa ini disebut terbukti melanggar Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Reporter: Hari Ariyanti

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pujian hingga Harapan Mundurnya Edy Rahmayadi dari Ketua Umum PSSI

Liputan6.com, Jakarta – Edy Rahmayadi memilih mundur sebagai Ketua Umum PSSI. Kepastian mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI diumumkan langsung saat memberikan sambutan pada pembukaan Kongres PSSI di Hotel Sofitel Bali, Minggu, 20 Januari 2019 kemarin.

Edy yang juga Gubernur Sumatera Utara itu mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI karena merasa gagal mewujudkan mimpi masyarakat Indonesia, yakni membawa timnas Indonesia berprestasi.

Mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI ini pun mendapat beragam tanggapan. Salah satunya dari Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Pria yang karib disapa Bamsoet ini memuji Edy yang mengakui gagal memimpin PSSI.

Selain itu, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sumarsono berharap mundurnya Edy dapat membuat dirinya fokus bekerja memimpin Sumatera Utara.

Berikut pujian hingga harapan mundurnya Edy Rahmayadi dari jabatan Ketua Umum PSSI yang dihimpun Liputan6.com:

2 dari 6 halaman

1. Akui Kegagalan

Ketua DPR Bambang Soesatyo menghargai keputusan pengunduran diri Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurut dia, sangat jarang pimpinan yang mau mundur dari jabatannya karena merasa gagal.

“Secara gentle Edy mengakui mundur sebagai Ketum PSSI karena gagal menjalankan tugas sebagai pucuk pimpinan PSSI. Sangat jarang pimpinan yang mau mengakui kegagalan dan mundur dari jabatan yang diembannya,” ujar Bamsoet saat dikonfirmasi, Senin (21/1/2019).

Bamsoet mengatakan, banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Ketum PSSI pengganti Edy Rahmayadi, untuk membenahi dunia sepak bola di Indonesia.

Terlebih, prestasi timnas sepak bola Indonesia beberapa waktu ini masih belum bisa menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Bamsoet menuturkan hal tersebut juga diperparah dengan terkuaknya kasus mafia sepak bola, terkait dengan pengaturan skor. Untuk itu, dia berharap agar Ketum PSSI baru dapat menyelesaikan kisruh sepak bola di Indonesia.

“Saya berharap Ketum PSSI yang baru harus benar-benar memahami tentang persepakbolaan Indonesia dan dapat memajukan prestasi anak bangsa melalui sepak bola, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Termasuk menyelesaikan karut-marut permasalahan yang ada,” kata politikus Golkar itu.

3 dari 6 halaman

2. Fokus Pimpin Sumut

Edy Rahmayadi resmi mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI pada Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali, Minggu, 20 Januari 2019. Kini mantan Pangkostrad itu diharapkan fokus bertugas sebagai Gubernur Sumatera Utara (Sumut).

“Mundur dari PSSI, memang lebih baik, supaya bisa konsentrasi melaksanakan tugas sebagai Gubernur Sumut,” kata Dirjen Otonomi Daerah, Sumarsono dalam keterangannya, Senin (21/1/2019).

Pria yang akrab disapa Soni ini menuturkan, perihal rangkap jabatan yang sempat diemban Edy Rahmayadi sebelum mundur dari Ketum PSSI itu diatur dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800/148/SJ yang dikeluarkan pada 17 Januari 2012. Oleh karenanya, Soni mengapreasi langkah Edy, sehingga dapat fokus sebagai kepala daerah.

“Apabila seseorang telah menjabat KDH (kepala daerah), dilarang merangkap jabatan sebagai pengurus organisasi keolahragaan,” ucapnya.

Selain itu, terkait larangan rangkap jabatan juga sejalan dengan ketentuan Pasal 40 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan juncto Pasal 56 Ayat 1 PP 56/2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.

Aturan tersebut menegaskan pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi, dan komite olahraga kabupaten atau kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik.

“Salah satu alasannya dilarangnya jabatan rangkap KDH dalam kepengurusan olahraga adalah karena kedudukan KDH rentan pada penyalahgunaan kebijakan yang akan dibuatnya,” jelasnya.

4 dari 6 halaman

3. Harapan Pendamping Edy Rahmayadi

Edy Rahmayadi mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pengunduran diri Edy diumumkan langsung dalam kongres tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali.

Menanggapi pengunduran diri Edy, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck mengatakan, hal itu merupakan hak pribadi Edy. Menurut Ijeck, Gubernur Sumatera Utara itu pasti memiliki pertimbangan khusus.

“Itu hak Pak Edy untuk memutuskan mundur sebagai Ketua Umum PSSI,” kata Ijeck saat menghadiri special screening film ‘Orang Kaya Baru’ di Ringroad City Walks, Kota Medan, Minggu, 20 Januari 2019.

Ijeck mengaku tidak mengetahui pertimbangan Edy Rahmayadi memutuskan pengundaran dirinya. Pasalnya, Ijeck tidak ikut ke Bali menghadiri kongres PSSI.

Menurutnya, semua orang tahu loyalitas Edy di sepak bola Indonesia. Seperti PSMS yang dahulu tidak ada apa-apanya, karena Edy, PSMS menjadi bangkit. Begitu juga dengan PSSI, yang sepengetahuannya bukan kemauan Edy Rahmayadi untuk menjadi ketua umum.

“Tetapi, karena kemauan dari semua persepakbolaan daerah di Indonesia, sehingga Edy menjadi Ketua Umum PSSI. Setelah beliau menjadi ketua PSSI, baru PSSI diperhatikan, dilihat, dan didengar,” ucapnya.

“Beliau sangat cinta dengan olahraga sepak bola. Saya yakin betul, hati beliau sangat berat meninggalkan PSSI. Pak Edy pulang nanti ditanyakan kenapa, saya belum komunikasi,” dia menambahkan.

Ijeck menyebut Edy Rahmayadi secara khusus tidak ada berkonsultasi dengan dirinya, meski berstatus sebagai Wakil Gubernur Sumut.

Saat hendak berangkat ke kongres, Edy hanya memberitahu Ijeck akan berangkat dan menghadiri kongres tahunan PSSI.

“Saat itu pesan saya, mana yang terbaik untuk Abang. Hanya itu saya bilang,” ujarnya.

Mengenai selama menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Ijeck memastikan Edy Rahmayadi tetap menjalankan perannya sebagai Gubernur Sumut dengan baik. Sebab, sebelum Edy menjabat Gubernur Sumut, mantan Pangkostrad itu sudah berada di PSSI.

“Tidak pengaruh walau Pak Edy menjabat sebagai Ketua Umum PSSI dengan kinerjanya sebagai gubernur. Sebelum jadi gubernur juga sudah di PSSI,” terangnya.

5 dari 6 halaman

4. Tokoh di Sumut Setuju

Mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) disambut baik oleh Tokoh Masyarakat Sumatera Utara, yaitu Rahmat Shah.

Rahmat menyebut, mundurnya Edy sebagai Ketua Umum PSSI sangat bagus, karena akan fokus mengemban tugasnya sebagai Gubernur Sumut.

“Saya rasa bagus, karena beliau harus konsentrasi penuh kepada Sumut,” kata Rahmat.

Setelah Edy memutuskan mundur sebagai Ketua Umum PSSI, Rahmat menegaskan biarlah orang lain yang lebih memiliki waktu untuk mengurus organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu.

Rahmat juga setuju 100 persen Edy memutuskan mundur sebagai Ketua Umum PSSI, agar konsentrasinya ke Sumut kembali.

“Mudah-mudahan dengan beliau mundur, bisa mengabdi di Sumut, lebih tenang, damai, dan memiliki waktu. Kita doakan dan kita sangat mendukung,” Rahmat menandaskan.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Resmi Bertarif, Pengguna Tol Trans Jawa Dapat Diskon 15 Persen

Liputan6.com, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) mulai memberlakukan tarif untuk pengguna ruas tol Trans Jawa, yang Desember tahun lalu diresmikan Presiden Joko Widodo. Namun, pemberlakukan tarif ini dibarengi dengan diskon 15 persen selama dua bulan.

Dari unggahan akun Instagram @official.jasamarga diskon ini berlaku bagi pengendara dengan jarak terjauh dalam satu klaster, di klaster II, III, dan IV (barrier to barrier).

Lalu, seperti apa sih mekanisme diskon 15 persen klaster Jalan Tol Trans Jawa ini?

Untuk klaster II, masuk dari gerbang tol Palimanan dan keluar di gerbang tol Kali Kangkung, dan sebaliknya. Sedangkan untuk klaster III, masuk dari GT Banyumanik dan keluar di GT Warugunung, serta sebaliknya. Sementara klaster IV, masuk dari GT Kejapanan Utama dan keluar di GT Grati, dan sebaliknya.

“Untuk yang masuk dan keluar selain dari dan menuju gerbang tol yang telah disebutkan, maka diskon tarif 15 persen tidak berlaku, ya,” tulis Jasa Marga dalam caption di unggahannya tersebut, Senin (21/1/2019).

Sementara itu, Pengganti Tugas (PGS) General Manager (GM) PT Jasa Marga Surabaya-Gempol, Bagus Cahya, menjelaskan bahwa ada tiga wilayah yang dikenakan tarif baru yaitu ruas tol Kejapanan – Gempol, ruas tol Ngawi – Kertosono, dan ruas tol Pasuruan – Grati.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Untuk tarif jalan ruas Kejapanan-Gempol, terjadi perubahan tarif dari keputusan menteri PUPR 2017 yang berkisar Rp 3.000 (golongan I), Rp 4.500 (golongan II), Rp 6.000 (golongan III), Rp 8.000 (golongan IV), dan Rp 9.500 (golongan V).

“Sedangkan pada keputusan menteri terbaru tahun 2019 untuk golongan I tetap Rp 3.000, golongan II Rp 4.500, golongan III Rp 4.500, golongan IV Rp 6.000, dan golongan V Rp 6.000,” tutur Bagus kepada Liputan6.com di Surabaya, Sabtu (19/01/2019).

Sementara itu untuk golongan I, tarif tol dari Kejapanan – Grati masih dikenakan harga normal keseluruhan, yakni Rp. 47.500, dan ruas Ngawi – Kertosono dikenakan tarif Rp 88.000.

F-PPP Dukung Edy Mundur dari PSSI: Agar Tak Rangkap Jabatan

Jakarta – Wakil Sekretaris F-PPP di DPR, Achmad Baidowi mendukung pengunduran diri Edy Rahmayadi dari Ketum PSSI. Dengan demikian, Edy tidak lagi merangkap jabatan sebagai Gubernur Sumut.

“Ya, sudah benar agar tidak rangkap jabatan dan mengganggu aktivitasnya sebagai Gubernur Sumut. Bahwa mengelola PSSI itu harus fokus dan ke depan membutuhkan orang-orang yang fokus agar prestasi di bidang sepak bola bisa terangkat. Karena sudah lama Timnas Indonesia miskin prestasi,” ujar Baidowi kepada wartawan, Minggu (20/1/2019).

Awiek mengatakan, selama ini PSSI terbengkalai karena Edy merangkap jabatan sebagai Gubernur Sumut sekaligus Ketum PSSI. “Kalau saya lihat justru PSSI yang terbengkalai mungkin karena Pak Edy fokus ke gubernur,” ucapnya.
Pria yang akrab disapa Awiek ini menambahkan, diperlukan reformasi di tubuh PSSI. Ia berharap pengganti Edy fokus mengurus PSSI.

“Maka, pengganti Edy kami harapkan figur yang pengalaman mengelola sepak bola dan memiliki waktu yang cukup sehingga bisa fokus. Selain itu reformasi di tubuh PSSI harus dilakukan mengingat banyaknya skandal yang mencoreng sepak bola nasional,” kata Awiek yang juga anggota Komisi II DPR ini.

Edy sempat rangkap jabatan selama kurang lebih 4,5 bulan sebagai Gubernur Sumut dan Ketum PSSI. Mundurnya Edy disampaikan dalam Kongres PSSI yang digelar di Nusa Dua, Bali.

Edy meminta maaf karena gagal memenuhi target selama memimpin PSSI. Dia mengakui tugas sebagai orang nomor satu PSSI berat. Posisi Edy kini digantikan Joko Driyono sebagai Plt Ketum PSSI.

“Mudah-mudahan siapapun jadi Ketum PSSI orang-orang yang masuk surga. Begitu berat saya rasakan. Untuk itu sampaikan ke rakyat PSSI ini milik rakyat seluruh Indonesia yang diwakilkan ke kita. Saya tak mampu lakukan ini saya mohon maaf,” ujar Edy pada Kongres Tahunan PSSI di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1).
(dkp/jor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Inter Milan Ingin Gagalkan Rencana Chelsea Rekrut Barella

Liputan6.com, Milan – Hasrat Chelsea untuk merekrut Nicolo Barella sepertinya akan berakhir dengan kegagalan. Sang gelandang sedikit lagi akan bergabung dengan Inter Milan.

The Blues sendiri memang tengah aktif mencari gelandang baru. Mereka mencari sosok pengganti Cesc Fabregas yang meninggalkan klub Minggu lalu.

Salah satu kandidat yang dikabarkan tengah didekati Chelsea adalah Nicolo Barella. Gelandang muda Cagliari itu dinilai punya kemampuan di atas rata-rata sehingga ia diyakini bisa menjadi pengganti yang ideal bagi Fabregas.

Namun dilansir Calciomercato, rencana The Blues untuk meminang Cagliari itu terancam gagal. Pasalnya sang pemuda disebut lebih dekat untuk bergabung dengan Inter Milan.

Menurut laporan yang beredar, alasan Barella memilih Inter Milan ketimbang Chelsea adalah karena faktor keluarga.

Barella sendiri memang baru-baru ini dikabarkan menolak pindah ke Stamford Bridge. Pasalnya ia masih belum bisa jauh dari keluarganya di Italia.

Untuk itu, Barella kabarnya lebih memilih pindah ke Inter Milan yang hanya berjarak 1,5 jam penerbangan dari Cagliari agar bisa lebih dekat bersama keluarganya.

2 dari 2 halaman

Segera Tuntas

Laporan Calciomercato itu mengklaim bahwa pihak Inter Milan sudah mengebut transfer Barella. Mereka kabarnya akan segera menyelesaikan transfer sang pemain dalam waktu dekat.

Laporan itu mengklaim bahwa Inter akan membayar sebesar 35 juta pounds untuk mahar transfer Barella. Ia juga kabarnya akan mendapatkan bonus sebesar 9 juta pounds jika sejumlah kondisi berhasil ia penuhi.

Pihak Inter sendiri kabarnya tengah menyelesaikan detail kesepakatan transfer ini dan jika tidak ada halangan yang berarti, Barella akan resmi diperkenalkan sebagai pemain Inter pada minggu depan.

Musim ini Barella tampil sebanyak 21 kali bagi Cagliari di mana ia sudah mengemas satu gol untuk tim asal Sardinia tersebut.

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Coutinho Masuk Radar Chelsea

Liputan6.com, London – Rencana Manchester United untuk mendatangkan Philippe Coutinho mendapat saingan. Setan Merah harus berkompetisi dengan klub Premier League lainnya, Chelsea untuk merekrut playmaker Barcelona tersebut.

Selama beberapa pekan terakhir, Coutinho dirumorkan akan angkat kaki dari Camp Nou. Hal ini dikarenakan sang pemain mulai tersingkir dari tim utama Barcelona usai tampil kurang konsisten musim ini.

Belakangan beredar rumor bahwa Manchester United tertarik pada playmaker Brasil ini. Mereka bahkan disebut sudah mengajukan tawaran untuk Coutinho beberapa hari yang lalu.

Namun dilansir Marca, United mendapatkan pesaing berat untuk Coutinho. Mereka disebut akan bersaing dengan Chelsea untuk mendaratkan eks Liverpool tersebut.

Chelsea punya alasan mengapa mereka ingin mengincar Coutinho. Mereka disebut memproyeksikan pemain asal Brasil itu sebagai pengganti Eden Hazard.

Hazard sendiri memang ramai diberitakan tidak akan bertahan di Chelsea musim depan. Ia disebut sudah memantapkan hati untuk bergabung dengan Real Madrid di akhir musim nanti.

Chelsea kabarnya mulai bergerak untuk mencari pengganti Hazard, di mana mereka menilai Coutinho akan menjadi opsi yang bagus untuk lini serang mereka.


2 dari 2 halaman

Mulai Bergerak

Laporan Marca itu mengklaim bahwa Chelsea sudah menghubungi pihak Barcelona. Mereka bahkan sudah menanyakan apakah sang pemain bisa didatangkan di musim panas nanti.

The Blues kabarnya sudah diberitahu bahwa Coutinho masuk dalam daftar jual mereka. Untuk itu mereka menunggu tawaran dari tim asal London Barat tersebut.

Laporan itu mengklaim bahwa Chelsea harus menyiapkan dana sebesar 100 juta pounds untuk memboyong Coutinho ke Stamford Bridge.

Coutinho tercatat hanya mampu membuat enam gol dan lima assist bagi Barca di total 26 penampilan bagi Las Azulgrana.

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pemilik Suara Setuju Joko Driyono Jadi Ketua Umum PSSI

Liputan6.com, Nusa Dua – Ketua Umum PSSI Joko Driyono menyampaikan keputusan hasil kongres tahunan lembaganya. Ia mengatakan keputusan Edy Rahmayadi mengundurkan diri sebagai ketua umum PSSI disetujui oleh peserta.

“Di forum Kongres PSSI telah disetujui pengunduran diri Pak Edy Rahmayadi. Sesuai statuta, sebagai anggota Exco PSSI paling senior, saya menjalankan amanah (menjadi pengganti Edy Rahmayadi),” kata Joko di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).

Pernyataan Joko dibenarkan anggota Komite Eksekutif PSSI Gusti Randa. Ia mengungkapkan tidak ada satu pun dari pemilik hak suara yang menolak Joko Driyono mengemban tugas sebagai Ketua Umum PSSI.

“Tidak ada. Semua menerima dengan bulat pengunduran diri Pak Edy, termasuk penunjukkan Pak Joko Driyono berdasarkan statuta. Tidak benar ada tiga klub yang menolak Pak Joko Driyono,” ucap Gusti Randa.

2 dari 3 halaman

Besarkan PSSI

Edy Rahmayadi menyampaikan mundur sebagai ketua umum PSSI saat memberikan sambutan pada pembukaan Kongres PSSI di Hotel Sofitel Bali, Minggu (20/1/2019). “Pada kesempatan ini saya menyatakan mundur dari Ketua Umum PSSI, dengan syarat besarkan PSSI. Saya serahkan bendera ini. Saya berhenti dengan sah detik ini,” ujar mantan Pangkostrad tersebut.

“Saya serahkan kepemimpinan ini, akan dilanjutkan. Saya tidak mau ada yang mengkhianati keputusan saya ini,” tambah Edy dalam pidatonya.

3 dari 3 halaman

Alasan Mundur

Edy Rahmayadi menegaskan keputusan itu diambil karena dia tidak haus akan kekuasaan. Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara ini mengaku mundur demi PSSI yang lebih baik.

“Jangan kalian berpikir bahwa Edy Ramhayadi mentang-mentang. Tidak. Saya ada di sini karena cinta sama PSSI. Hanya orang-orang pengkhianat sama PSSI ini yang mau berbicara tanpa dasar PSSI,” ujar Edy.

“Demi PSSI berjalan dan maju, makanya saya nyatakan hari ini saya mundur dari Ketua Umum PSSI. Dengan syarat jangan khianati PSSI. Jangan karena satu hal yang lain kita bercokol merusak rumah besar kita, warisan leluhur kita,” tegasnya.

Higuain Segera Diperkenalkan, Chelsea Terus Berburu Pemain

Liputan6.com, London – Chelsea segera memperkenalkan Gonzalo Higuain sebagai pemain anyar mereka besok (21/1/2019). Namun, klub London Barat itu masih terus berburu pemain anyar di bursa transfer musim dingin bulan ini.

Higuain datang ke Chelsea dengan status pinjaman dari Juventus hingga akhir musim ini. Penyerang Timnas Argentina itu segera bereuni dengan mantan pelatihnya di Napoli, Maurizio Sarri, yang kini menukangi The Blues.

Jika Higuain mampu bermain gemilang hingga akhir musim ini, Chelsea dapat mengaktifkan klausul perpanjangan pinjamannya sampai satu musim berikutnya. Kehadiran Higuain diharapkan bisa menjadi solusi lini depan Chelsea.

Pada paruh pertama musim ini, Higuain membela AC Milan. Pemain berusia 31 tahun itu dikabarkan tidak betah di San Siro dan langsung menerima ketika ada tawaran dari Chelsea.

Kepindahan Higuain ke Chelsea sendiri diharapkan dapat mengulangi performa sang pemain kala dilatih Sarri di Napoli, tempat ia mencetak 36 gol pada dua musim lalu.

Direktur Chelsea Marina Granovskaia diperkirakan akan merampungkan kesepakatan untuk Higuain. Hal itu membuat Sarri yakin dapat memperkuat daya gedor skuatnya.

2 dari 3 halaman

Tingkatkan Tim

“Marina tahu pendapat saya tentang cara meningkatkan tim. Saya yakin karena saya tahu Marina bekerja sangat keras.” kata Sarri, seperti dilansir Mirror.

Pelatih asal Italia itu berharap Higuain tidak akan menjadi satu-satunya pemain yang datang ke Stamford Bridge sebelum bursa transfer ditutup pada 31 Januari.

3 dari 3 halaman

Gelandang Zenit

Chelsea berusaha mencari pengganti Cesc Fabregas, yang pindah ke Monako, dengan pemain Zenit St Petersburg Leandro Paredes menjadi sasaran utamanya.

Pemain Cagliari, Nicolo Barella, juga masuk dalam daftar beli klub London tersebut meski diperkirakan gelandang itu akan tetap berada di Serie A hingga akhir musim.

Saksikan video menarik di bawah ini