Cegah Stunting di Bone, OASE Kabinet Kerja Sosialisasi Kebijakan Pengembangan SDM

Liputan6.com, Bone Pengurus Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE Kabinet Kerja) Sri Mega Darmi Sandjojo bersama Koesni Harningsih Moeldoko berkunjung ke Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (10/4). Kedatangan mereka disambut tari Alusu yang merupakan tari penjemputan adat Bone.

Setibanya di pintu gerbang Rumah Jabatan Bupati Bone, dua pengurus OASE Kabinet Kerja ini disambut dan diberikan bunga secara langsung oleh istri Bupati Bone, Kurniaty Fahsar.

Prosesi penjemputan adat diawali dengan pemayungan payung emas milik kerajaan Bone, diiringi tarian Alusu. Pemayungan payung berbentuk segi empat ini menandakan tamu yang disambut telah menyatu bersama langit Bone.

Sedangkan Tari Alusu sendiri merupakan simbol dari sikap lemah lembut dan kesucian dalam menerima tamu mulia yang berkunjung ke Kerajaan Bone.

Mereka pun berjalan di atas karpet merah berlapis kain putih yang dipandu oleh para penari. Di pertengahan jalan, Sri Mega Darmi Sandjojo yang akrab dipanggil Riri Sandjojo dipersilahkan menginjak kendi dan kembali berjalan ke dalam rumah jabatan.

Riri Sandjojo merupakan OASE Kabinet Kerja perwakilan dari Kementerian Desa, pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Sedangkan Koesni Harningsih Moeldoko adalah OASE Kabinet Kerja perwakilan dari Kantor Staf Kepresidenan.

Kedatangan mereka di Kabupaten Bone tersebut adalah untuk mensosialisasikan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di tingkat kabupaten dalam upaya pencegahan stunting di desa. Kegiatan sosialisasi digelar Kamis (11/4) di GOR Matanna Tikka, Kelurahan Macanang Watampone, Kabupaten Bone.

Selain sosialisasi, OASE Kabinet Kerja ini rencananya juga akan meninjau PAUD dan IVA test di Kabupaten Bone.

Presiden Taiwan: AS Terus Beri Dukungan pada Pengembangan Militer Kami

Liputan6.com, Washington DC – Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir Taiwan dan Amerika Serikat telah membuat kemajuan yang signifikan dalam sejumlah kerja sama militer dan pertahanan.

“Dalam urusan keamanan, Taiwan Relations Act (TRA) menetapkan kerangka kerja untuk tidak hanya memberikan senjata kepada Taiwan dengan karakter defensif,” jelas Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dalam kunjungannya ke AS di hadapan tiga lembaga think tank.

Sejumlah lembaga tersebut adalah Center for Strategic and International Studies (CSIS), The Brookings Institution Center for Scholars, dan The Woodrow Wilson International pada 9 April 2019 waktu AS.

“Kerja sama antara kedua negara terus memenuhi semangat TRA yang dibentuk 40 tahun silam. Penjualan senjata yang stabil telah diumumkan oleh pemerintah AS. Amerika Serikat pun terus mendukung pengembangan kapabilitas asli yang kami bangun di sini,” jelas Tsai.

Dalam kesempatan itu, Presiden Tsai juga menjelaskan bahwa Taiwan telah meningkatkan anggaran pertahanan di masa mendatang.

“Selama dua tahun terakhir, Taiwan telah meningkatkan anggaran pertahanan. Dana ini akan digunakan untuk strategi, teknik, dan kemampuan yang membuat kekuatan tempur kita lebih gesit serta mampu bertahan,” jelas Tsai.

“Kami melakukan investasi ini bukan karena kami mengejar konfrontasi. Justru sebaliknya. Tujuan kami adalah untuk menjunjung tinggi semangat Undang-Undang Hubungan Taiwan (TRA) untuk perdamaian abadi di Selat Taiwan,” tambahnya.

Meski begitu, Presiden Tsai menekankan bahwa itu semua tidak terjadi apabila ada paksaan dan agresi yang diterima oleh Taiwan.

AP II Siapkan Rp 480 Miliar buat Pengembangan Bandara Tjilik Riwut

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan terminal baru Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Nilai pembangunan terminal baru ini mencapai Rp 700 miliar.

“Hampir 4,5 tahun telah diselesaikan. Ini menyangkut anggaran kurang lebih Rp 700 miliar yang semuanya dibebankan, dianggarkan APBN kita. Baik pembangunan terminal, taxiway, perpanjangan runway,” ujar Jokowi usai menandatangani prasasti peresmian terminal Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya, Senin (8/4/2019).

Dia pun mengapresiasi usai melihat langsung kondisi luas bangunan terminal tersebut. Sebab perluasan terminal meningkat 6 kali lipat. Dari awalnya area terminal berkisar 15 ribu meter persegi (m2) menjadi 29 ribu m2.

Dengan kondisi terminal Bandara yang lebih luas, Jokowi mengharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah.

“Kita harapkan Bandar Udara Tjilik Riwut bisa menjadi sebuah motor pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah dan itu terlihat dari jumlah penumpang yang meningkat sangat tinggi dan juga pertumbuhan argo yang juga sangat tinggi,” tukasnya.

Untuk diketahui, terminal baru Bandara Tjilik Riwut memiliki luas 29.124 m2 dan dapat menampung hingga 2.200 orang per hari. Sebelumnya, terminal lama hanya memiliki luas 3.865 m2 dengan kapasitas 600 orang per hari.

Landasan pacu (runway) pada terminal baru ini berukuran 2.500 m x 45 m, dengan didukung dua taxiway masing-masing 150 m x 23 m, apron 328 m x 110 m. Adapula parking stand yang mampu menampung sebanyak empat pesawat berbadan lebar.

Adapun pihak maskapai yang saat ini melayani penumpang di Bandara Tjilik Riwut antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air, Wings Air, dan Transnusa dengan total sebanyak 34 pergerakan pesawat.

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka.com

Pengembangan Blok Masela Terhambat Masalah Pembebasan Lahan

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman menyatakan bahwa pengembangan proyek Blok Masela tetap dilakukan di darat alias onshore. Namun masih ada beberapa hal yang menghambat pengembangan proyek yang terletak di Maluku tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan setelah pilpres usai, dirinya akan bertemu dengan Chairman Shell.

“Masela enggak ada masalah. Tetap di offshore. Nanti si Chairman Sheel ke Indonesia. Dia akan ketemu saya,” kata dia, di Kantornya, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Deputi Kemenko Maritim bidang Infrastruktur, Ridwan Djamaluddin mengatakan saat ini terdapat dua isu yang menjadi bahan diskusi dan belum menemukan titik temu mengenai Blok Masela, yakni terkait lahan dan insentif.

“Kami adakan pertemuan dengan SKK Migas intinya kegiatan di darat tetap dilakukan. Yang masih diskusi antara kedua belah pihak pembebasan lahan 1.400 hektare sudah diproses di KLHK. Yang perlu dilakukan pemerintah adalah mempercepat proses dari 3-4 tahun menjadi 1-2 tahun,” jelas Ridwan.

Sementara mengenai insentif, kata Ridwan, pembahasan terutama terkait dengan pembagian split dalam skema bagi hasil gross split. “Yang kedua permintaan usul tambahan Insentif dan split,” imbuhnya.

Ridwan mengatakan apabila dua isu tersebut bisa dibereskan maka proposal pengembangan atau plan of development (POD) akan bisa disepakati.

“Diharapkan kalau semua berjalan lancar, POD akan segera dapat disepakati,” tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

Harga Mahal Jadi Tantangan Pengembangan Energi Terbarukan

Liputan6.com, Jakarta – Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimi, mengungkapkan sejumlah hal yang mesti dilakukan agar Indonesia dapat mencapai target bauran energi 23 persen di 2025. Menurut dia saat ini yang menjadi tantangan bagi pengembangan EBT yakni harga yang masih mahal.

“Jadi permasalahan kita adalah harga. Kalau harga sudah murah, tidak perlu ada lagi tidak perlu lagi harga khusus, tidak perlu lagi subsidi, insentif, dan sebagainya kita akan beli sendiri. Seperti lampu LED sekarang ini. Kemarin saya lihat yang 3 Watt hanya Rp 6.000 sekarang, dulu ratusan ribu rupiah,” kata dia dalam pembukaan pameran ‘The 7th Edition of INAGREENTECH 2019’, JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Kebijakan energi nasional telah mengamanatkan bahwa perhitungan tarif listrik EBT menggunakan skema fit in tariff. “Harga EBT diamanatkan oleh kebijakan energi Nasional bahwa dia adalah fit in tariff. Fit in tariff berarti itu harus di-compare dengan harga energi setempat,” urai dia.

Sebagai contoh, dia mengatakan bahwa perhitungan tarif EBT di daerah Papua, tidak bisa dibandingkan dengan harga di Pulau Jawa. Sebab tentu harganya menjadi tidak kompetitif.

“Misalnya di Papua harga energi di sana mahal sekali. Harga EBT harus di-compete dengan harga di sana bukan dengan harga di pulau Jawa,” jelas dia.

Untuk daerah-daerah yang harga EBT-nya masih lebih mahal dari harga energi konvensional, diperlukan dukungan pemerintah berupa pemberian subsidi. “EBT diamanatkan diberikan subsidi selama dia masih lebih mahal dari harga dari pada energi konvensional,” ujar dia.

“Itu kalau dilaksanakan, itulah yang membuat kita menetapkan target 23 persen pada tahun 2025 dan 31 persen minimal di tahun 2050. Tanpa itu kita tidak mungkin mencapai 23 persen,” tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

Wapres JK dan PM Djibouti Bahas Kerjasama Pengembangan Geotermal

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menerima kunjungan Perdana Menteri Republik Djibouti HE Mr. Abdoulkader Kamil Mohamed di Istana Wapres, Jakarta, Kamis 14 Maret 2019. Dalam pertemuannya mereka membahas beberapa hal, salah satunya terkait pengembangan ilmu pengembangan khususnya kerja sama terkait energi panas bumi atau geotermal.

“Kami telah menyepakati berbagai antra Indonesia dan Djibouti khusunya di bidang pengembangan ilmu pengetahuan khususnya kerjasama geotermal,” kata Abdoulkader usai bertemu JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis 14 Maret 2019.

Mereka pun berharap Indonesia bisa meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan para ahli di industri geotermal di Djibouti.

“Pemerintah Indonesia akan membantu kemampuan Djibouti untuk dapat mengembangkan industri geotermalnya. Sementara ini lahan yang ada di Indonesia dan lahan yang ada di Djibouti serupa. kami mengharapakan dukungan dari pemerintah Indonesia, terhadap pengembangan industri geotermal di sana,” papar Abdoulkader.

JK, kata Abdoulkader, akan memberikan fasilitas pendidikan bagi mahasiswa Djibouti untuk belajar industri geotermal di Indonesia.

“Karena itu pemerintah Indonesia memilki kemampuan di sektor itu, di bidang itu. Telah membantu negara tetangga kita yaitu Kenya. untuk mengembangkan industri berkelanjutannya, energi berkelanjutannya. Oleh karena itu kami mengharapkan hal yg sama untuk Djibouti,” kata Abdoulkader.

6 Program Inisiatif Pengembangan SDM Menuju Pariwisata 4.0

Liputan6.com, Jakarta – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata I Tahun 2019 menghasilkan enam program inisiatif pengembangan sumber daya manusia (SDM) menuju pariwisata 4.0. Sasaran pasar program ini adalah wisatawan milenial. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan dengan mengutip World Economic Forum (WEF), terdapat tiga tranformasi yang perlu dilakukan, yakni transformasi teknologi, transformasi SDM, dan kreatif kolaborasi atau yang Arief sebut sebagai Indonesia Incorporated.

“Dalam melakukan transformasi saya menggunakan rumus 3C. ‘C’ yang pertama dan yang paling penting adalah CEO Commitment,” katanya lewat siaran pers yang diterima Liputan6.combaru-baru ini.

Ia menambahkan, ‘C’ yang kedua adalah competence (kompetensi), sementara ‘C’ yang terahir disebut adalah champion keys atau, sebagaimana disebutkan Arief, sebagai change agent (agen perubahan).

Sedangkan, enam program yang dimaksud guna meraih pariwisata 4.0 adalah pemetaan digital di industri pariwisata di Indonesia, pemetaan kompetensi, kurikulum, dan metode pembelajaran dan sertifikasi WIDT 4.0, juga kerja sama link and match antara Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) dan industri di bidang pengembangan kompetensi digital.

Lalu, program pengembangan dan pembinaan SDM desa wisata dengan PTNP, kerja sama pengembangan start up pariwisata dan industri kreatif di berbagai destinasi wisata, terakhir, pengembangan dan pelatihan WIDI (Wonderful Indonesia Digital) Champion.

Mengutip ucapan Menpar Arief, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kemenpar Anang Sutono mengatakan, pariwisata 4.0 dimulai bukan dari membangun infrastruktur teknologi, namun lebih pada soft ascpet, yakni SDM.

“Dari keenam program tersebut, kuncinya adalah pada program pengembangan dan pelatihan SDM dalam WIDI Champion yang disesuaikan dengan digital DNA traits sebagai semangat besar untuk mencapai tujuan transformasi SDM di lingkungan Kemenpar,” tambah Anang.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pesan Homestay Lewat Aplikasi Ini, BRI Beri Diskon 50 Persen

Liputan6.com, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menggandeng aplikasi layanan pemesanan tempat menginap Indohomestay dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar)‎ dalam rangka rangka optimalisasi jasa layanan homestay dan pengembangan sektor pariwisata di Tanah Air.

EVP Retail Payment BRI, Arif Wicaksono mengatakan, ‎melalui kerja sama ini, BRI memberikan berbagai program promosi yang menarik bagi seluruh wisatawan yang ingin merasakan layanan homestay di Indonesia melalui aplikasi lndohomestay. 

Dia menuturkan, promo yang diberikan BRI yaitu bagi nasabah BRI atau pemegang kartu kredit, debit atau alat pembayaran BRI lainnya bisa mendapatkan diskon hingga 50 persen saat memesan homestay melalui Indohomestay.

“Di Indohomestay ini transaksinya kan secara online. Satu-satunya bank yang terima pembayaran di situ BRI, bisa debit, kredit, e-pay, BRI Virtual Account. Promo diskonnya 50 persen selama sebulan dengan bayar pakai apapun (alat pembayaran BRI) juga, tetapi berlaku untuk tunai,” ‎ujar dia di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Setelah sebulan, lanjut Arif, nasabah BRI tetap bisa mendapatkan diskon sebesar 15 persen untuk transaksi pemesanan homestay melalui aplikasi ini.

“Setelah sebulan, nanti secara reguler masih ada diskon untuk tiap transaksi diskon 15 persen sampai dengan 1 tahun. Tetapi kita sedang pikirkan diskon apa lagi yang menarik,” kata dia.

Sementara itu, CEO lndohomestay Grandy Prajayakti menyatakan, saat ini lndohomestay telah terkoneksi dengan lebih dari 1.000 homestay dan 3.000 kamar di seluruh pelosok lndonesia.

Melalui kerja sama ini, lanjut Grandy, dapat menarik minat wisatawan untuk menginap di homestay yang ada di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Sehingga juga akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut.

“Indonesia punya tempat-tempat yang eksotik di desa-desa ini ingin kami angkat. Ini untuk menarik wisatawan menjelajah seluruh wilayah Indonesia.‎ Homestay yang kami tawarkan harganya beragam, mulai dari Rp 70 ribu per malam hingga Rp 800 ribu. Makanya kami ingin wisatawan dapat merasakan itu,” tandas dia.

2 dari 2 halaman

Sasar Milenial, BRI Luncurkan Aplikasi BRImo

Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali berinovasi. Untuk menyasar kaum milenial yang ingin serba praktis dan cepat, BRI luncurkan BRImo, aplikasi berbasis data dengan UI/UX untuk memudahkan nasabah dan non-nasabah melakukan transaksi.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, aplikasi ini merupakan pengembangan terbaru dari layanan transaksi yang telah ada. Tercatat ada lebih dari 13 juta pengguna BRI Mobile dengan jumlah transaksi mencapai 575 juta sepanjang 2018. Fiturnya juga modern dan praktis.

“BRImo menggabungkan fungsi mobile banking, internet banking dan uang elektronik dalam satu aplikasi. Fiturnya modern. Terutama untuk login, kadang kita suka lupa kode, nah BRImo sediakan fingerprint, supaya lebih mudah dan praktis,” ujar Handayani di Gedung BRI I, Rabu 27 Februari 2019.

Penggunaan aplikasi ini cukup mudah. Nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BRI, cukup unduh dan log in di aplikasi BRImo menggunakan user id dan password yang sudah diatur sebelumnya.

Tak hanya mempermudah, aplikasi BRImo memiliki beberapa keunggulan dibanding aplikasi mobile banking sebelumnya, diantaranya kemudahan pembukaan rekening Tabungan BRI Britama Muda, kemudahan login menggunakan finger print atau face id Recognition , penggunaan alias rekening higga akses info promo BRI.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Bantah Tudingan Minim Program, Ini Strategi Ekonomi Jokowi-Ma’ruf

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menjelaskan bahwa akan ada enam program aksi besar yang akan dilakukan capres petahana Joko Widodo apabila terpilih kembali menjadi presiden.

Hal ini merespon keluhan para pengusaha yang menyampaikan bahwa kampanye tahun ini hanya terlihat saling tuding dan kurang memperlihatkan program yang dibawakan kedua pasangan calon (paslon).

Sebelumnya, taipan Sofjan Wanandi mengeluhkan iklim politik Indonesia di tengah gelaran Pemilu 2019. Dia menilai para paslon hanya saling tuding dan minim menjelaskan apa program yang ingin diperkenalkan ke publik.

“Saya kemarin bertemu dengan banyak pengusaha, itu semua mempersoalkan kok kita kampanye kali ini tidak bicara program banyak ya? Cuma saling menghujat satu sama lain, ini gimana kita, ini mana yang harus kita pegang, nah ini yang menimbulkan was-was terhadap para pengusaha maka wait and see itu terjadi,” ungkap Sofjan pada saat menghadiri CNBC Economic Outlook 2019, Kamis (28/2/2019).
Berikut ini daftar program-program aksi besar yang disampaikan oleh Juru bicara TKN, TB Ace Hasan Syadzily kepada detikFinance, Jumat (1/3/2019).

1. Memantapkan Penyelenggaraan Sistem Ekonomi Nasional yang Berlandaskan Pancasila.
Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa perlu diwujudkan dalam sistem ekonomi nasional. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah sistematis untuk memantapkan penyelenggaraan sistem ekonomi yang berlandaskan Pancasila.
– Menyelesaikan penyusunan peraturan dan perundangan
tentang Sistem Perekonomian Nasional yang berlandaskan
ideologi Pancasila.
– Mewujudkan pelaksanaan Sistem Perekonomian Nasional
yang berlandaskan ideologi Pancasila.
– Pengembangan Ekonomi Kerakyatan yang berkelanjutan.

2. Meningkatkan Nilai Tambah dari Pemanfaatan Infrastruktur.
Percepatan pembangun infrastruktur dalam empat tahun terakhir telah memberikan manfaat pada kelancaran konektivitas dan penurunan biaya logistik. Tahapan berikutnya adalah meningkatkan pemanfaatan infrastruktur pada penciptaan nilai tambah ekonomi melalui langkah-langkah:
– Mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur untuk menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru dengan mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif yang melibatkan Swasta, BUMN, maupun BUMD.
– Mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Industri.
– Meningkatkan pemanfaatan infrastruktur bagi pengembangan UMKM.
– Memperluas akses perumahan/tempat tinggal/hunian dan bedah rumah bagi 5 juta Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), buruh, ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri.
– Mengembangkan infrastruktur perkotaan: perumahan/ tempat tinggal/hunian, transportasi massal, sentra-sentra ekonomi yang terintegrasi, serta memastikan ketersediaan infrastruktur air bersih, tenaga listrik, dan pengolahan limbah/sampah.
– Mempercepat pembangunan infrastruktur digital untuk pengembangan ekonomi digital.
– Mengembangkan sistem angkutan umum terintegrasi antar- permukiman, desa, kota, dan provinsi, dengan kerja sama antara pemerintah dan badan-badan usaha.

3. Melanjutkan revitalisasi industri dan infrastruktur Pendukungnya untuk Menyongsong Revolusi Industri 4.0.
Agar perekonomian Indonesia memiliki daya saing, maka revitalisasi industri merupakan keniscayaan. Untuk itu, ada beberapa langkah yang akan dilakukan:
– Menguatkan kebijakan pengelolaan sumber daya alam dari berbasis komoditas menjadi lokomotif pembangunan ekonomi.
– Mempercepat pengembangan industri prioritas nasional, terutama di industri manufaktur, industri pangan, industri energi, serta industri kelautan/maritim, untuk menciptakan nilai tambah, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta memperkokoh struktur ekonomi menuju kemandirian.
– Menciptakan keterkaitan industri, baik ke depan maupun ke belakang melalui sinergi seluruh pelaku ekonomi nasional.
– Meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) untuk memperkuat industri nasional serta membuka lapangan kerja yang lebih luas di dalam negeri.
– Mengembangkan sentra-sentra inovasi serta peningkatan anggaran riset untuk mendorong inovasi teknologi serta revitalisasi science-technopark untuk keperluan masyarakat serta pengembangan teknologi yang diperlukan di era revolusi industri 4.0.
– Revitalisasi industri pengolahan pascapanen sub-sektor pangan, hortikultura, hingga perkebunan.
– Meneruskan program peningkatan produksi dan pemanfaatan energi fosil secara efisien serta meningkatkan nilai tambah untuk kemajuan perekonomian nasional.
– Meneruskan dan mengokohkan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mencapai target yang terukur pada tahun 2025, termasuk memberikan akses kepada rakyat untuk mengembangkan dan mengelola sumber- sumber energi terbarukan.
– Meneruskan revitalisasi dan pembangunan sarana dan prasarana logistik domestik dan internasional, seperti pelabuhan dan gudang dengan fasilitas pengolahan pascapanen, agar biaya logistik dapat bersaing dengan memanfaatkan kemajuan digital.
– Mengembangkan industri kelautan/kemaritiman, serta mendorong investasi infrastruktur pendukungnya.

4. Mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru.
Selain ekonomi berbasis sumber daya alam, kita juga memiliki beberapa potensi ekonomi baru yang perlu dikembangkan secara merata. Potensi ekonomi baru itu berbasis kekayaan alam dan juga modal sosial budaya yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas. Langkah- langkah yang bisa dilakukan:
– Mempercepat pengembangan sektor pariwisata yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan masyarakat sekitarnya. Fokus pada melanjutkan pembangunan 10 destinasi wisata baru (“Bali Baru”).
– Mempercepat pengembangan ekonomi dan industri kreatif dengan terobosan strategi kebijakan dan insentif melalui Badan Ekonomi Kreatif.
– Mengembangkan industri jasa keuangan berbasis syariah.
– Memfasilitasi berkembangnya ekonomi digital, termasuk transportasi online, dengan menciptakan peluang bisnis, kepastian hukum pada pelaku usaha dan perlindungan pada konsumen, serta meningkatkan daya saing demi kepentingan nasional.

5. Mempertajam reformasi struktural dan fiskal.
Reformasi struktural dan reformasi fiskal adalah kunci peningkatan daya saing perekonomian nasional. Arahnya adalah untuk meningkatkan efisiensi, kemudahan berusaha, dan menciptakan level of playing field yang berkeadilan. Langkah yang akan dilakukan:
– Melanjutkan reformasi struktural dan kemudahan berusaha secara terpadu dan berbasis teknologi informasi.
– Melanjutkan reformasi kebijakan fiskal untuk menghadirkan APBN yang sehat, adil, dan mandiri, serta mendukung peningkatan kesejahteraan, penurunan tingkat kesenjangan, dan peningkatan produktivitas rakyat.
– Melanjutkan reformasi perpajakan yang berkelanjutan untuk mewujudkan keadilan dan kemandirian ekonomi nasional, dengan target terukur, serta memperhatikan iklim usaha dan peningkatan daya saing.
– Optimalisasi PNBP dengan sistem yang terintegrasi serta tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.
– Memperkuat sinergi tiga pilar (kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil) guna memperbaiki ketersediaan sumber pembiayaan, menurunkan tingkat bunga, sekaligus mendorong produksi nasional.
– Meningkatkan penyimpanan devisa hasil ekspor di dalam negeri sehingga bisa dimanfaatkan untuk ekonomi nasional.

6. Mengembangkan reformasi ketenagakerjaan.
Sektor ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam peningkatan produktivitas dan daya saing bangsa. Untuk itu, upaya perlindungan dan penguatan dilakukan dengan:
– Membangun sistem perburuhan dan pengupahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan buruh sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
– Meningkatkan keterampilan pencari kerja dan buruh dengan pelatihan vokasi dan sertifikasi dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan kalangan pendidikan.
– Memperluas akses buruh untuk mendapatkan dana beasiswa pendidikan dan peningkatan keterampilan.
– Meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja di sektor informal.
– Mempercepat pembenahan sistem, pelayanan dan kualitas buruh migran, akses pembiayaan KUR, serta meningkatkan perlindungan bagi buruh migran secara terintegrasi. (dna/dna)

Wu Yajun, Bekas Teknis Pabrik yang Jadi Wanita Terkaya di Dunia

Liputan6.com, New York – Saat ini Wu Yajun memiliki kekayaan sebesar USD 8,3 miliar dan menjadikannya salah satu wanita terkaya di dunia.

Namun ternyata Wu Yajun dulunya hanya bekerja menjadi seorang teknisi pabrik yang mendapatkan gaji hanya USD 16 atau Rp 225 ribu per bulannya (Kurs USD 1 = Rp 14.064).

Dilansir dari laman Business Insider, Wu menghabiskan waktu bertahun-tahun bekerja di sebuah pabrik dan sempat menjadi jurnalis sebelum mendirikan Longfor Properties, perusahaan pengembangan real estat yang menghasilkan USD 10,7 miliar pada 2017. 

Berdasarkan laporan Forbes, ia mengundurkan dari Longfor dan menyerahkan sebagian sahamnya kepada putrinya pada November lalu.

Mungkin banyak orang yang berpikir bagaimana bisa yang awalnya hanya mendapatkan gaji tidak lebih dari Rp 225 ribu per bulannya, dan saat ini menjadi wanita terkaya di China.

Berikut ini merupakan rekam jejak Wu Yajun hingga menjadi seorang salah satu wanita terkaya di dunia yang dilansir pada laman Business Insider:

2 dari 3 halaman

Bekas Pekerja Pabrik

Seperti yang telah disebutkan, Wu merupakan salah satu pendiri Longfor Properties, sebuah perusahaan pengembangan properti yang saat ini dikenal Longfor Group Holdings. Ia menjadi CEO selama enam tahun, dan menjadi ketua dewan di perusahaan tersebut sejak 2007 hingga 2018.

Perusahaan ini telah beroperasi di 47 kota di Hong Kong, dan menghasilkan pendapatan USD 10,7 miliar pada 2017.

Namun, pada November lalu Wu mengundurkan diri sebagai CEO dan menyerahkan 44 persen sahamnya kepada putrinya yang baru berusia 20 tahun, Cai Xinyi.

Menurut Bloomberg’s Billionaires Index, Wu adalah salah satu wanita mandiri paling kaya di dunia. Wanita yang lahir pada 1964 di Chongqing, China ini ternyata tidak lahir dengan kaya raya.

Setelah lulus dari Northwestern Polytechnical University di Xi’an, Wu yang saat itu berusia 16 tahun sudah ditugaskan untuk bekerja di pabrik milik negara, dan ia bekerja di pabrik ini selama empat tahun dengan gaji hanya USD 16 setara Rp 225 ribu per bulannya.

Lalu, pada 1988 ketika berusia 24 tahun, Wu berganti profesi menjadi seorang jurnalis real estat di China Shirong News Agency selama lima tahun. Dari sinilah hidup Wu sudah mulai berubah, pada 1993 setelah ia membeli apartemen pertamanya, ternyata ia mengalami hal-hal yang kurang berkenan dari apartemen tersebut. 

3 dari 3 halaman

Dirikan Perusahaan

Ini menjadi salah satu pendorong baginya untuk mendirikan Longfor Properties bersama suaminya, Cai Kui. Longfor merupakan perusahaan pengembang properti pertama di China.

Pada 1997, Longfor menjual proyek perumahan pertamanya di Chongqing dengan harga USD 157 per meter persegi dan ini menjadi harga termahal dua kali lipat dari yang ada.

Lalu, Wu menjabat sebagai CEO sejak 2005 hingga 2011. Pada 2012, ia menjadi wanita terkaya di China, dan di tahun yang sama perceraiannya terjadi. Ini membuatnya kehilangan hampir 40 persen sahamnya seharga USD 3 miliar.

Namun pada 2017, kekayaan Wu kembali tumbuh. Ia kembali berada di urutan ketujuh dalam daftar perempuan miliarder global dengan kekayaan mencapai USD 4,6 miliar dan saat ini ia berada di peringkat ke-enam miliarder wanita terkaya berdasarkan Bloomberg.

Meskipun menjadi wanita keenam terkaya, namun inii tidak membuatnya menjadi congkak. Wu terkenal dengan kebijaksanaanya dan rendah hatinya.