Relawan Prabowo-Sandi Berjaga di Lokasi Penemuan Surat Suara Tercoblos

Kuala Lumpur – Lokasi penemuan surat suara Pemilu 2019 tercoblos di Kuala Lumpur, Malaysia kini digaris polisi. Sejumlah relawan Prabowo-Sandi berjaga di lokasi.

Pantauan detikcom, Jumat (12/4/2019), lokasi penemuan sudah digaris polisi. Lokasi penemuan surat suara tercoblos adalah ruko di Lot Kedai Jalan Aman Utama, Seksyen 2/16, Kajang Utama, Kajang, Selangor.

Selain digaris polisi, lokasi penemuan surat suara tercoblos itu juga dijaga oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM). Tampak ada mobil polisi terparkir di depan ruko dan dua orang polisi berada di dalamnya.

Sejumlah relawan berkumpul di lokasi penemuan surat suara tercoblos. Beberapa di antaranya memakai kaus bergambar Prabowo-Sandi, ada pula yang memakai kaus berlogo Partai Demokrat. Ada yang berpose dua jari di sekitar lokasi.

Relawan di lokasi penemuan surat suara tercoblos /Relawan di lokasi penemuan surat suara tercoblos / Foto: Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom

Ada relawan yang berdiri di depan ruko, ada pula yang berteduh di depan ruko lain di sekitarnya. Salah satu relawan yang ada di lokasi adalah Brem, penemu surat suara tercoblos yang juga muncul di video yang viral. Brem adalah kader Partai Demokrat yang juga relawan Prabowo-Sandi.

Relawan di lokasi penemuan surat suara tercoblos / Relawan di lokasi penemuan surat suara tercoblos / Foto: Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom

Brem mengaku baru bersedia diwawancara setelah KPU tiba di lokasi. Saat dihubungi, Komisioner KPU Hasyim Asyari saat ini sudah berada di Kuala Lumpur namun masih di KBRI.

Brem (baju biru) / Brem (baju biru) / Foto: Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom

Temuan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia, sebelumnya disampaikan Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yazza Azzahra. Surat suara itu dibungkus dalam kantong-kantong plastik berwarna hitam yang diletakkan di ruko di Bangi, Selangor. Dari pengecekan awal, ditemukan juga ada surat suara pileg yang sudah tercoblos.

“Jadi berdasarkan sampel yang kita ambil terdapat beberapa surat suara yang sudah dicoblos. Semuanya mayoritas mencoblos 01 dan juga ada di pileg untuk NasDem. Ini sudah kami sampaikan ke Bawaslu,” kata Yazza saat dihubungi terpisah kemarin, Kamis (11/4)
(imk/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Penemuan Mayat Wanita Hamil di Tol Jagorawi dari Pencarian Lovebird

Jakarta – Mayat wanita hamil di pinggir jalur masuk Tol Jagorawi, Cililitan arah Taman Mini ditemukan terkubur sebagian dengan ditutupi daun pisang. Mayat wanita berbaju hijau ini pertama kali ditemukan pencari burung lovebird.

“Saat ditemukan, korban memakai baju warna hijau muda putih motif garis-garis dan ada gambar boneka serta mengenakan celana legging warna hitam,” ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Ady Wibowo kepada wartawan, Selasa (9/4/2019).

Mayat wanita yang belum diketahui identitasnya ini ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB, Minggu (7/4) di taman kota Tol Jagorawi arah Taman Mini oleh pria berinisial IF.

Kepada polisi, IF yang sedang naik angkot M-06A arah Kramatjati turun di Jl Mayjen Soetoyo, Kecamatan, Makassar karena melihat ada burung lovebird.

“Saksi tiba-tiba melihat burung lovebird warna kuning biru, lalu saksi bilang kepada sopir untuk berhenti. Setelah saksi turun dari angkot 06A, kemudian saksi mengejar burung tersebut ke dalam taman kota Tol Jagorawi namun tidak tertangkap karena burung tersebut terbang ke pohon yang berada di tengah-tengah jalan tol,” papar Kombes Ady.

Saat IF akan kembali ke jalan raya, saksi mencium bau busuk dan melihat tumpukan daun pisang. Saksi meminta bantuan warga hingga akhirnya polisi dari Polsek Makasar mendatangi lokasi temuan mayat wanita di pinggir jalur masuk Tol Jagorawi.

Dari hasil autopsi di RS Polri, Kramatjati, Jaktim, mayat diduga korban pembunuhan ini berusia 20-25 tahun berdasarkan hasil pemeriksaan gigi.

“Ciri-ciri korban ada tahi lalat kecil di bawah kuping sebelah kanan. Bekas luka bakar di betis kaki sebelah kanan. Gigi depan patah kecil warna agak hitam,” ujar Kombes Ady.

Sedangkan dari pemeriksaan dalam, wanita diduga korban pembunuhan itu sedang hamil dengan usia bayi diperkirakan 8-9 bulan.

“Dari pemeriksaan luar dan dalam didapatkan kekerasan tumpul di dahi, terdapat luka terbuka tapi tidak rata. Sebab kematian akibat kekerasan benda tumpul yang menyebabkan mati lemas,” kata Ady.
(fdn/mea)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Heboh Penemuan Jasad Dalam Karung di Bibir Pantai Cibalong Garut

Liputan6.com, Garut – Warga pantai Cibalong Garut, Jawa Barat dikejutkan dengan penemuan jasad dalam karung putih dekat bibir pantai selatan Garut tersebut. Terdapat tiga luka di kepala dalam jenazah tanpa identitas itu.

Rahmat, salah seorang saksi warga sekitar mengatakan, awalnya ia tidak mencurigai isi karung tersebut, namun setelah mendekati karung tersebut, ada jenazah dengan sejumlah luka di kepala.

“Korban sulit dikenali, hanya terdapat ciri – ciri kalung di leher, serta ciri kepalanya botak,” ujarnya, Sabtu (6/4/2019).

Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Cibalong, sementara jenazah dibawah ke Rumah Sakit Daerah Pamengpeuk.

Kapolsek Cibalong AKP Ridwan Tampubolon menyatakan, hasil sidik jari korban diketahui berasal warga sekitar.

“Saat dilakukan sidik jari ternyata korban diketahui dari Kampung Sindang Sari, Desa Najaten, Kecamatan Cibalong. Keluarga korban minta jangan diautopsi,” kata dia.

Berbeda dengan dugaan warga sekitar, hasil pemeriksaan awal diketahui jika korban merupakan warga sekitar yang tenggelam. Namun segala dugaan didalami, termasuk dugaan kasus pembunuhan.

“Mungkin warga sekitar menutupinya dengan karung sebelum dilaporkan ke kepolisian,” ujarnya.

Korban merupakan nelayan sekitar yang diduga tenggelam hingga akhirnya terdampar di bibir pantai. “Kebetulan kemarin kan hujan besar juga, jadi besar kemungkinan tenggelam,” ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Warga Garut, Jawa Barat, temukan jasad pria tanpa identitas di pinggir Pantai Cibalong.

Polisi Pastikan Motif Asmara Dibalik Penemuan Jasad Dalam Koper di Kediri

Patroli, Kediri – Kepolisian mulai mengerucutkan motif pembunuhan yang dialami Budi Hartanto, pemuda berusia 28 tahun warga Tamanan Kota Kediri yang jasadnya didapati tanpa kepala di dalam koper.

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Sabtu (6/4/2019), aparat menepis motif ekonomi dan perampokan meski uang yang dibawa korban raib.

Dugaan kuat polisi mengarah ke motif asmara, berdasarkan 15 orang saksi yang telah diperiksa polisi. Satu saksi di antaranya adalah seorang aparatur sipil negara (ASN). 

Sementara itu, pencarian potongan kepala korban di aliran sungai di bawah jembatan Desa Karangondang, hingga hari ini belum membuahkan hasil.

Jasad Budi Hartanto sebelumnya didapati oleh seorang pencari rumput di bawah jembatan desa penghubung Kota Blitar-Kediri. Kondisinya mengenaskan dan dalam keadaan tanpa busana. (Rio Audhitama Sihombing) 

Pasokan Cadangan Gas Besar di Sumsel Diprioritaskan untuk Domestik

Liputan6.com, Jakarta – Repsol telah menemukan cadangan gas di‎ ‎Blok Sakakemang, Sumatera Selatan, sebesar 2 triliun kaki kubik (Trillion Cobic Feet/TCF).

Hal ini menjadi angin segar bagi industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia sebab selama 18 tahun baru ditemukan kembali cadangan gas skala besar.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyatakan, gas yang dihasilkan dari blok migas yang dioperatori perusahaan migas asal Spanyol tersebut, akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“‎Untuk dalam negeri (pasokan gasnya),” kata Arcandra, di Kantor Kementerian ESDM‎, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Arcandra menuturkan, pasokan gas untuk dalam negeri tidak akan berlebih. Untuk infrastruktur penyaluran gasnya akan memanfaatkan yang sudah dioperasikan. 

“Enggak akan lebih. ‎Kita dalam kebutuhan untuk negeri. ‎Infrastruktur bisa digunakan sekitarnya,” tutur dia.

2 dari 2 halaman

Repsol Temukan Ladang Gas Terbesar di Sumsel

Sebelumnya, ‎Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan Repsol telah menemukan potensi cadangan gas yang besar di Blok Sakakemang, Sumatera Selatan.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, tak tanggung-tanggung, cadangan gas yang ditemukan oleh perusahaan migas asal Spanyol‎ tersebut diperkirakan mencapai 2 triliun kaki kubik (TCF).

“Ini lokasinya di Banyu Asin. Potensi lebih kurang 2 TCF. Asumsi sekarang, rig 1.500 HB. Kadang dikerjakan bertahun tahun gak dapat, dengan kedalaman 2.430 meter dapat cadangan. 2004 sudah dilakukan dengan KBD 1, kurang memberikan hasil yang bagus. Ternyata ada disebelahnya yang lebih bagus cadangannya,” ‎ujar dia.

Menurut dia, selain potensi gas yang besar, temuan ladang gas ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia. Sebab, setelah 18 tahun akhirnya ditemukan cadangan gas baru dalam jumlah yang besar.

“Ini penting kita sampaikan, karena KBD 2X di Indonesia, potensi tersebut setelah 18 tahun. Ini adalah penemuan yang signifikan. Setelah dua dekade. Ini perlu kita syukuri, ini semoga jadi angin baru untuk penemuan mendatang. Di 2018-2019 ini adalah penemuan terbesar nomor 4 di dunia,” kata dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:


Drama Pengejaran Ular hingga ke Tempat Persembunyiannya di Lubang Batu

Liputan6.com, Kendari – Seekor ular piton (Python reticulatus) membuat geger warga Jalan Lakarambau, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari Baubau, Selasa, 26 Februari 2019. Tak jelas dari mana datangnya, ular sepanjang 8 meter tiba-tiba dipergoki seorang ibu rumah tangga sedang menyeberang jalan beraspal di wilayah itu sekitar pukul 04.30 Wita pagi.

“Awalnya kita dengar suara ibu-ibu. Dia berteriak panggil warga yang lain,” ujar Hamid, salah seorang warga Kelurahan Lipu.

Hamid menceritakan, setelah mendengar asal suara histeris, sejumlah warga langsung datang melihat ke arah semak-semak yang dimaksud si ibu rumah tangga yang tak diketahui identitasnya.

“Warga yang lari ke arah yang ditunjuk si ibu, melihat ular berusaha masuk di dalam lubang yang berada di bawah tebing batu,” tambah Hamid.

Saat itu, warga yang berada di lokasi ular bersembunyi langsung berusaha menarik ekor ular. Usaha ini memakan waktu hingga hampir 1 jam hingga sekitar pukul 5.30 Wita.

Penyebabnya, bagian kepala ular yang sudah lebih duluan masuk ke dalam lubang, melilitkan tubuhnya di antara celah bebatuan. Ditambah ekor ular yang bersisik licin membuat warga kesulitan menarik ular keluar dari lubang.

Aswad, warga lainnya ikut membantu di lokasi penemuan ular mengatakan, salah seorang warga terpaksa melukai bagian tengah tubuh ular agar bisa dipasang pengait untuk menarik ular keluar.

“Lubang batunya tak cukup besar untuk membuat tubuh besar ular piton itu bisa bersembunyi,” ujar Aswad.

Setelah tarik-menarik sekitar 2 jam, warga akhirnya berhasil menarik ular keluar. Sebelumnya, warga sempat memanggil ‘orang pintar’ yang datang di lokasi dan merapal sejumlah mantra.

2 dari 2 halaman

Ular Sering Mendekati Permukiman Warga

Hamid, warga di sekitar kelurahan Lipu mengatakan, ular sering terlihat oleh warga setempat. Tidak hanya sekali, beberapa rumah warga malah sempat didatangi hewan melata itu.

“Tapi, yang pernah masuk di dalam rumah seukuran lengan tangan orang dewasa,” kata Hamid.

Beberapa kasus ular yang tepergok warga, langsung dibunuh saat itu juga. Namun, sisanya bisa lolos ke rimbunan semak-semak di wilayah itu.

Sejumlah warga cukup khawatir dan ketakutan. Sebab, lokasi penemuan ular tepat berada di belakang SMK 2 Kota Bau-Bau. Wilayah yang padat dengan anak sekolah setiap hari.

“Bisa saja dia serang anak sekolah,” tambah Hamid.

Hamid mengungkapkan, di sekitar lokasi penemuan ular ada lokasi bebatuan yang memiliki celah semacam gua. Warga menduga, bukan hanya seekor ular yang menggunakan lokasi itu sebagai tempat bersembunyi.

Ular Dijual di Kabupaten Tetangga

Setelah warga mengeluarkan ular dari lubang batu, sejumlah tubuh ular sudah mengalami luka-luka karena sabetan benda tajam milik warga. Yakin tak bisa menjual kulit yang penuh luka kepada pembeli, ular piton sepanjang 8 meter itu langsung dipotong-potong menjadi bagian kecil.

Setelah itu, tubuh ular langsung diangkut dengan satu buah mobil bak terbuka dan dibawa ke Raha, ibu kabupaten Muna, yang berjarak sekitar 100 kilometer lebih dari lokasi kejadian.

“Ular berharga Rp 80 ribu per kilogram, kalau ini bisa sampai 60 kilo, bisa kaya kita,” ujar Ade Ponto, salah seorang warga.

Dari informasi warga, wilayah terdekat yang siap menerima ular hanya ada di Kabupaten Muna. Sebab, di wilayah itu sudah ada beberapa kali penangkapan ular dan penampung siap menerkam hasil buruan warga.

“Di sana kan ada pembeli. Di Bau-Bau tidak ada ini,” ujar Ade Ponto.


Simak video pilihan berikut ini:

Pesan Chat Bocor, Seungri Bigbang Dituding Sediakan PSK untuk Calon Investor

Seoul- Setelah terseret dalam kasus Burning Sun, Seungri Bigbang kembali terkena masalah baru. Baru-baru ini, ia dituding menyediakan pekerja seks komersial (PSK) kepada seorang kliennya yang kaya.

Dilansir dari Allkpop, Selasa (26/2/2019), hal ini diawali dengan penemuan SBS funE saat menyelidiki tentang kontroversi Burning Sun. Mereka mendapat pesan KakaoTalk antara Seungri Bigbang, penyanyi C, dan Mr Yu dari Yuri Holdings, seorang pria yang memimpin perusahaan tersebut bersama Seungri pada 2015.

Pesan tersebut bertanggal 6 Desember 2015 pukul 23.38 waktu Korea. Seungri Bigbang melakukan chatting dengan seseorang bernama Kim yang diketahui merupakan seorang karyawan di sebuah klub.

Dalam pesan itu, Seungri Bigbang meminta Kim untuk melakukan hal yang telah dipesankan sebelumnya. Berikut adalah isi percakapan antara Seungri dan orang-orang tersebut:


Simak berita menarik lain di JawaPos.com

2 dari 4 halaman

Percakapan (1)

“Kim, lakukan seperti yang B katakan dan booking Arena Main’s 3,4. Di sana ada klien dari Taiwan. Hubungi OO untuk meminta bantuan,” tulis Seungri.

Kim pun membalas pesan tersebut. “Gadis mana yang bisa aku hubungi sekarang? Dia adalah orang Tionghoa. Aku telah memperbaiki semua ruangan. B ingin wanita sendiri,” balasnya.

“Pastikan kamu mengelola B dengan baik sehingga dia tidak terjebak dengan orang lain,” ujar Mr. Yu yang juga bergabung dalam obrolan tersebut.

“Aku akan tetap berada bersamanya,” jawab Kim.

“Lakukan semuanya dengan benar, jangan mengacaukannya!” tambah Seungri.

“Pilih seseorang yang bisa melayaninya. Seseorang yang tidak bisa berbahasa Inggris. Seseorang seperti Lee (CEO Burning Sun saat ini),” kata Mr Yu.

“Kami memiliki dua ruang utama dan keamanan yang baik untuk mereka. Aku akan memperhatikan mereka dengan baik,” kata Kim lagi.

“Bagaimana dengan perempuannya? Pilih satu yang akan tidur dengan mereka tanpa keributan,” ujar Seungri lagi.

3 dari 4 halaman

Percakapan (2)

“Aku memanggil mereka, tetapi aku bertanya-tanya, apakah mereka akan menyerah? Mereka mungkin tidak akan tidur bersama jika bukan denganmu. Aku menghubungi yang murah. Wow, orang-orang harus menjaga gadis itu. Di sana ada tiga yang lebih ba** daripada aku. Aku menelepon (nama perempuan yang dihapus). Aku mendengar, mereka gangster Taiwan,” lanjut Kim.

“Orang Tionghoa suka gadis plastik,” tambah penyanyi C.

“Lakukan saja dengan baik!” kata Seungri kemudian.

Mr Yu lalu menambahkan bahwa ia sedang mempersiapkan para PSK itu.

“Jadi ketika mereka datang, Kim kamu urus mereka dan bawa ke ruangan hotel. Dua sudah cukup kan?” katanya.

“Iya, aku mengirim dua gangster ke kamar hotel,” ujar Kim.

4 dari 4 halaman

Investor

Disebut-sebut, klien B yang mereka dibicarakan dalam percakapan kemudian berpartisipasi sebagai investor utama di Yuri Holdings pada April 2016 lalu. Seungri sendiri telah mengundurkan diri sebagai CEO Yuri Holdings, perusahaan yang semula didirikan di bawah namanya. Nama perusahaan tersebut diganti setelah Mr Yu bergabung dengan perusahaan sebagai CEO.

Yuri Holdings sendiri dikabarkan berafiliasi dengan Burning Sun, klub yang saat ini tengah diinvestigasi karena ditemukan beberapa kasus. Mulai dari pemukulan yang merembet ke narkoba, dan pelecehan seksual.

Terkait temuan chat ini, YG Entertainment menolak untuk memberikan respons kepada SBS funE.

Sumber: JawaPos.com/  Deti Mega Purnamasari

Kisah di Balik Penemuan Kembali Lebah Terbesar Dunia di Maluku

Jakarta

Tim peneliti mancanegara berhasil menemukan kembali lebah terbesar di dunia yang berada di Kepulauan Maluku. Bagaimana kisah di balik penemuan lebah yang diberi nama Wallace (Megachile pluto) dengan bentangan sayap sepanjang enam sentimeter tersebut?

Lebah jenis ini sebelumnya sudah pernah didokumentasikan. Pertama, oleh Alfred Russel Wallace pada 1859, dan yang kedua pada tahun 1981.

Namun sejak itu, Megachille pluto dianggap sudah punah.

Peneliti Dr Simon Robson dari Universitas Sydney dan koleganya Glen Chilton dari Saint Mary’s University di Kanada bersama seorang fotografer asal AS dan seorang entomolog kemudian bergabung melakukan perburuan lebah ini.

Keempat “detektif serangga” pun bertemu di Jakarta pada Januari lalu. Dari sana kemudian lanjut ke Maluku, mencoba peruntungan mereka.

A researcher holds a large bee in a plastic container.
Professor Simon Robson dari Australia menunjukkan lebah ukuran besar yang diberi nama Lebah Wallace. (Supplied: Clay Bolt)

“Pada dasarnya kami berempat yang sudah lama berminat pada lebah ini bertemu dan saling mengajak untuk mencarinya,” jelas Dr Robson.

“Kami berhasil menemukannya dan ini jadi liburan terbaik yang pernah saya alami,” ujarnya.

Tim tersebut menelusuri kawasan hutan tropis di daerah tersebut selama lima hari. Mereka memeriksa banyak sarang rayap untuk mencari tanda-tanda adanya lebah dimaksud.

Lebah betina tersebut menemukan jalannya ke sarang rayap untuk bertelur, meninggalkan lubang yang cukup besar.

“Kami saat itu masih di hutan dan sudah agak sore, baru saja mau makan siang dan salah satu dari kami melihat gundukan rayap,” ujar Dr Robson.

Salah satu dari tim itu memanjat pohon tempat sarang rayap berada. Setelah menyalakan obor, mereka pun bisa melihat adanya lebah di dalam sarang rayap tersebut.

Dengan menggunakan tabung plastik mereka pun menangkap lebah ini untuk didokumentasikan sebelum akhirnya dilepas kembali.

A photographer up a tree looking into a termite mound.
Peneliti menemukan lebah tersebut di sarang rayap yang ada pada sebuah pohon. (Supplied: Simon Robson)

Dijelaskan, lebah ini mengumpulkan nektar untuk anak-anaknya, namun sama sekali tidak menghasilkan madu.

Dan tidak seperti lebah Eropa, lebah ini pun tak mati setelah menyengat.

Lebah ini, katanya, bisa menyengat kita berkali-kali dan hal itu tidak akan membunuh kita.

“Sebenarnya, jika ada lebih banyak lebah, kami justru mau disengat untuk merasakan seperti apa. Tapi karena hanya menemukan seekor, kami tak ingin mengganggu atau membuatnya kesal,” jelas Dr Robson.

Lebah raksasa Wallace juga memiliki seperangkat penjepit besar yang disebut mandibula di bagian kepalanya. Menurut Dr Robson, penjepit ini yang mungkin bisa berbahaya.

Karena hanya terlihat beberapa kali, para peneliti saat ini masih belum tahu banyak tentang lebah tersebut.

'God almighty': Researchers amazed by bee discovery
God almighty’: Researchers amazed by bee discovery ( ABC News )

Pakar lebah Dr Tim Heard dari University of Sydney menduga, bisa saja lebah ini merupakan penyerbuk utama untuk spesies pohon tertentu di pulau tersebut.

“Itu sangat mungkin, tapi kami tidak tahu pasti,” kata pakar yang tak terlibat dalam penemuan ini.

Terlepas dari ceruk ekologisnya, Dr Heard mengatakan perlunya perlindungan kawasan hutan itu dari ancaman deforestasi untuk kebun sawit, yang sangat marak di Indonesia.

“Lebah ini terbesar di dunia, langka, dan ditemukan oleh Wallace, legenda di bidangnya. Dia menemukan evolusi melalui seleksi alam bersama dengan Darwin,” katanya.

Dr Robson menjelaskan timnya berharap keberadaan lebah ini di Kepulauan Maluku dapat menjadi unggulan bagi pelestarian lingkungan dan ekowisata di wilayah tersebut.

“Deforestasi adalah ancaman utama,” katanya.

“Kita mungkin bisa membuat lebah ini jadi perhatian publik sebagai sesuatu yang patut untuk dilihat,” tambahnya.

Ikuti juga berita lainnya dari ABC Indonesia.

(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ular Masuk dalam Koper, Terbang 15 Ribu Km dari Australia ke Inggris

Queensland

Seekor ular berhasil melakukan perjalanan panjang sejauh 15 ribu km dari Queensland (Australia) ke Glasgow (Skotlandia) dalam koper seorang turis, yang pada awalnya mengira ular dalam sepatu itu merupakan ular mainan.

Ular tersebut ditemukan dalam sepatu Moira Boxall hari Jumat lalu setelah dia kembali dari liburan musim panas di Australia.

Menantu laki-lakinya Paul Airlie, yang tinggal bersama keluarganya di Mackay (Queensland) mengatakan penemuan itu mengejutkan.

“Mertua saya sama sekali tidak menduga akan menemukan ular ketika dia membongkar kopernya setelah tiba di Skotlandia.” kata Airlie.

“Dia terbangun beberapa hari sebelumnya dan merasa melihat adanya ular di dalam kamar, dan terbangun jam 3 pagi untuk mengecek.”

“Dia mencari-cari dalam kamar dan tidak menemukan adanya ular. Ternyata memang ada ular yang bersembunyi di dalam sepatu.”

Snake in a shoe in a suitcase
Ular tersebut berubah kulit ketika dalam perjalanan dari Australia ke Skotlandia. (Supplied)

Paul Airlie mengatakan bahwa istrinya Sarah yang membantu ibunya Moira Boxall mengepak kopernya.

“Yang jelasnya dia mengambil sepatu dan memasukkan ke dalam tas begitu saja.” katanya.

“Dan ternyata ular itu ada di dalamnya dan melakukan perjalanan dari Mackay ke Glasgow tanpa ketahuan.”

Menurut Paul Airle, mertuanya semula mengira bahwa anak dan menantunya sengaja ingin berbuat jahil dengan memasukkan ular mainan ke dalam koper.

“Jadi pada awalnya dia mengira itu lelucon, dan ketika dia menyentuh ular itu ternyata bergerak.”

“Dia kemudian sangat terkejut karena baru pertama kalinya dia melihat sendiri ular hidup.”

Untungnya ular tersebut bukan ular berbisa dan sekarang sedang dikarantina di Skotlandia dan dalam waktu dekat akan diserahkan ke Kebun Binatang Glasgow.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Operasi Penyelamatan Pahu di Kalimantan

Liputan6.com, Balikpapan – Pagi-pagi, Pahu (20) terlihat bersemangat menapaki sekeliling boma, kandang buatan hutan Kelian Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur (Kaltim). Sesekali badak betina seberat 356 kilogram ini mengendus sekaligus menukil tanah mempergunakan moncongnya di kubangan lumpur.

Hewan mamalia besar bernama latin decerorhinus sumatrenis ini sepertinya sedang mencari sisa makanan.

“Pagi hari memang merupakan jadwalnya masuk kandang rawat untuk meminta makan,” kata Koordinator Tim Rescue Badak Kalimantan, Arif Rubianto, beberapa waktu lalu.

Rutinitas Pahu memang seperti itu setiap paginya. Badak Sumatra ini gemar menikmati ragam pakan dedaunan dan buah buahan khas Kalimantan. Satwa langka yang ditemukan di Kubar ini menyukai tiga jenis makanan, yakni rumpun semak, akar pohon (liana), dan buah nangka.

Kedatangan pawang sembari membawa keranjang pakan pun tidak luput perhatiannya. Salah seorang keeper tim rescue ini cukup mencicit menirukan bunyi persis disuarakan badak. Suaranya persis lumba-lumba yang dibunyikan terus menerus.

“Kadang kala suaranya seperti kicauan burung,” papar Arif.

Seolah paham panggilan makan, Pahu setengah berlari memasuki kandang. Badak Sumatra ini lahap menikmati pakan segar kegemarannya.

Kala badak asyik bersantap dimanfaatkan tim medis mengobservasi kesehatan fisiknya. Seluruhnya diperiksa, mulai ujung kepala hingga setiap pangkal buku kakinya.

Kesimpulannya, badak Pahu dalam kondisi prima. Kesehatannya terus membaik terlihat dari peningkatan signifikan berat badannya menjadi 356 kilogram. “Berat badan badak semula hanya 320 kilogram.  Sekarang sudah naik dan kesehatannya normal,” ungkap Arif.

Selama tiga bulan terakhir, Pahu memperoleh penanganan khusus dari tim medis maupun pawang. Tidak sembarang orang diperkenankan berinteraksi dengan badak yang statusnya sangat terancam ini. Salah satu alasannya, menjaga agar badak tidak berlaku jinak terhadap manusia.

“Nantinya badak akan dilepaskan di alam liar. Hanya keeper khusus yang boleh memberi makan mempergunakan tangan. Petugas lainnya dilarang mendekati pagar perawatan,” ujar Arif.

Selesai memperoleh perawatan, Pahu lantas dibiarkan kembali ke kandang utamanya berukuran 50 x 80 meter. Tempat dimana ia menghabiskan waktunya seharian bermalasan.

2 dari 3 halaman

Badak di Belantara

Kegiatan badak terbilang monoton, berkubang dalam lumpur, menggosok badan, makan siang, berendam air, tidur siang, makan sore, tidur malam hingga dilanjutkan pagi harinya.  

“Seluruh aktifitasnya terekam dalam cctv di pagar kandang,” ungkap Arif.

Selama itu pula, mereka mengidentifikasi ciri fisik badak setinggi 101 centimeter dan berat 356 kilogram. Ukuran badannya terbilang kerdil bila dibandingkan sejawatnya badak sumatra berukuran lebih kekar setinggi 145 centimeter dan berat 800 kilogram.

Selain itu, gigi seri badak kalimantan saat dihitung sebanyak empat buah, sedikit lebih banyak dari badak sumatra hanya dua buah.

Uniknya lagi, ciri fisik badak kalimantan pun berbeda dengan kerabat dekatnya, badak di Sabah Malaysia. Badak negeri jiran sedikit lebih besar dengan tinggi 120 centimeter dan berat 550 kilogram.

Hanya memang, kajian genetiknya menempatkannya dalam rumpun populasi badak sumatera. Soal keberadannya ribuan kilometer di Kalimantan masih misteri. Belum ada penjelasan ilmiah keberadaan badak Sumatera di Kalimantan.

Pahu sendiri terperangkap lubang jebakan tim rescue di sekitar Sungai Kedang Pahu Kabupaten Kubar Kaltim, November lalu. Lokasi penemuan badak berdekatan dengan Sungai Pahu yang merupakan salah satu anakan Sungai Mahakam.

Nama sungai ini lantas diabadikan sebagai nama temuan badak kalimantan.

Penangkapannya merupakan prestasi sendiri mengingat tim berjibaku memburu badak kalimantan sejak tiga tahun terakhir. Mereka awalnya hanya menelusuri mitos soal keberadaan satwa langka badak di belantara.

Selama bertahun tahun, masyarakat Kaltim mendengar rumor kawanan badak. Informasinya bersumber dari warga adat dan pegawai perkebunan. Sayangnya memang belum ada bukti otentik keberadaannya.

Titik terang fakta keberadaannya mulai terkuak dua tahun silam, bulan Maret 2016. Tim rescue mendapati badak berusia 10 tahun terjerat senar jebakan pemburu. Badak malang lantas di evakuasi ke kantong populasi I Kubar.

Sayangnya, badak dinamai Najag ini gagal bertahan hidup. Badak sumatra ini menderita infeksi akut di kaki kirinya dimana terdapat luka jeratan sedalam 1 centimeter.

Peristiwa ini sepertinya menjadi pembelajaran tim rescue badak. Mereka akhirnya extra hati hati dalam penyelamatan penanganan badak yang populasinya diperkirakan tersisa tiga ekor di Kalimantan.

“Petugas rescue ada 40 orang yang mengawasi aktifitas badak selama 24 jam,” tutur Arif.

3 dari 3 halaman

Mencarikan Jodoh Pahu

Tim rescue ini pun akhirnya memperluas area pemantauan hingga masuk perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Kerja kerasnya terjawab dengan ditangkapnya Pahu di suatu kawasan di Kalbar.

Saat bersamaan, penggiat lingkungan sedang mengupayakan aktifasi pembangunan suaka badak seluas 6.700 hektare berlokasi di Kelian Kubar. Lokasi suaka ini nantinya bisa menjadi pusat perkembangbiakan satwa badak di Kalimantan.

“Temuan Pahu menjadi awal pembibitan badak,” ungkap Arif.

Sementara ini, sudah tersedia sarana kandang khusus perawatan, pembibitan, dan infrastruktur tim rescue lapangan. Secepatnya akan ditambah sarana baru seperti pedok, kandang rawat, karantina, klinik satwa, pondok pawang, pembibitan pakan, dan infrastruktur.  

Manusia harus campur tangan aktif dalam upaya penyelamatan keberlangsungan badak di Kalimantan. Proses perkembangbiakan diupayakan dengan mengawinkan spesies badak yang sama. Tugas utama adalah mencarikan badak jantan dijodohkan dengan Pahu.

“Ini program jangka panjang yang akan berlangsung selama 25 hingga 100 tahun kedepan,” tegasnya.

Tim rescue mencari kelompok kawanan Pahu yang masih tersisa. Bukan perkara gampang mengingat luasnya medan harus dijangkau. Apalagi mereka mengejar waktu dengan para pemburu liar.

Tim rescue memasang lubang jebakan di sejumlah lokasi perlintasan badak. Pemasangan jebakan diperluas hingga memasuki wilayah perbatasan di Kaltara dan Kalteng. “Kalau ada badak pejantan akan dikawinkan dengan Pahu,” sebutnya.

Di sisi lain, tim pun berjibaku membaca berbagai informasi dari camera trap sudah terpasang. Petugas melawan berbagai kendala seperti faktor cuaca, sulitnya medan hingga non teknis. “Sebelum turun di lapangan ada pelatihan dulu bagi pemula,” tuturnya.

Kalimantan Program Director WWF Indonesia Irwan Gunawan mengabarkan, Pahu merupakan sub spesies badak baru dunia. Badak ini memiliki kekerabatan yang erat dengan badak sumatra. Uji tes DNA sedang dilakukan guna memperkuat teori genetik badak ini.

“Ada kecenderungan temuan sub genetis spesies baru badak,” ungkapnya.

Irwan mengatakan, keberadaan badak kalimantan terungkap berkat masifnya eksploitasi sumber daya alam di Kalimantan. Sejumlah wilayah jelajah badak sudah beralih rupa menjadi kawasan terbuka seperti pemukiman warga, pertambangan, dan perkebunan.

Hanya saja memang populasi badak ini berada dalam ambang gawat nyaris punah. Soal ini, WWF menjadi salah satu non goverment organization (NGO) yang mendorong realisasi pembentukan lokasi suaka di Hutan Restorasi Kelian Kubar.

Pihak pemerintah, dalam hal ini Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Sunandar tetap menguatarakan optimisnya dalam upaya penyelamatan badak. “Populasi kemungkinan badak masih tersisa 10 hingga 12 ekor. Keberadannya tersebar merata di seluruh hutan Kalimantan,” sebutnya.

Lokasi dugaan kuat perlintasannya sudah diketahui, hanya belum bisa di publikasi. Khawatirnya merangsang pihak lain melakukan perburuan.

Seluruh badak badak nantinya akan direlokasikan ke Hutan Kelian Kubar. Hutan ini menjadi pusat perkembangbiakan berkelanjutan badak kalimantan. Campur tangan manusia diharapkan mendorong populasinya menjadi 20 ekor.

Langkah terakhir adalah menetapkan lokasi hutan tempat pelepasliaran kawanan badak. BKSDA Kaltim menghubungi sejumlah daerah yang menyatakan kesediannya menjadi lokasi pelepasliaran badak. “Ada beberapa daerah bersedia menjadi lokasi pelepas liaran badak,” tegasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: