Dikira Punah, Lebah Terbesar di Dunia Ditemukan Kembali di Maluku

Jakarta

Lebah terbesar di dunia telah ditemukan kembali setelah puluhan tahun para ilmuwan menduga serangga tersebut sudah punah.

Lebah raksasa sepanjang ibu jari dewasa tersebut ditemukan di salah-satu pulau di Indonesia yang tidak terlalu banyak dijelajahi.

Setelah beberapa hari mencari, tim ahli menemukan seekor lebah betina yang masih hidup, Mereka kemudian memotret dan memfilmkannya.

Dikenal sebagai lebah raksasa Wallace, serangga ini diberi nama oleh naturalis dan penjelajah Inggris, Alfred Russel Wallace, yang mengungkapkan keberadaannya pada tahun 1858.

Sejumlah ilmuwan menemukan beberapa spesimen lebah tersebut pada tahun 1981, tetapi kemudian tidak pernah menemukannya lagi.

Pada bulan Januari, tim yang mengikuti jejak Wallace – saat melakukan perjalanan di Indonesia – berusaha menemukan dan memotret lebah itu.

“Sangat mengejutkan melihat serangga ‘bulldog terbang’, yang kami tidak yakin masih hidup, ternyata ada di depan kami di alam liar,” kata fotografer sejarah alam, Clay Bolt, yang pertama kali mengambil foto dan video spesies tersebut dalam keadaan hidup.

“Benar-benar melihat betapa indah dan besarnya spesies ini dalam keadaan hidup, dan mendengar suara sayap raksasanya terbang di atas kepala saya, sangat menakjubkan,” katanya

Temuan di kepulauan di provinsi Maluku Utara tersebut meningkatkan harapan bahwa hutan di kawasan tersebut masih menyimpan salah satu serangga yang paling langka dan banyak dicari di dunia.

Saat ini tidak terdapat perlindungan hukum terkait dengan perdagangannya.

Anggota tim dan ahli lebah, Eli Wyman, dari Princeton University, berharap penemuan kembali ini akan memicu penelitian selanjutnya untuk lebih memahami sejarah kehidupan lebah dan memberikan informasi usaha lanjutan untuk melindunginya dari kepunahan.

Kelompok lingkungan, Global Wildlife Conservation (GWC), telah meluncurkan pencarian sedunia bagi “spesies hilang” yang mendukung penelitian ini.

“Dengan menjadikan lebah sebagai simbol konservasi dunia, kami yakin bahwa spesies ini mempunyai masa depan yang lebih cerah dari pada jika kita hanya membiarkannya terlupakan,” kata Robin Moore.

Pada bulan Januari, kelompok tersebut mengumumkan mereka telah menemukan satu ekor jantan katak langka Bolivia.


(ita/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Repsol Temukan Ladang Gas Terbesar di Sumsel

Liputan6.com, Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan Repsol telah menemukan potensi cadangan gas yang besar di Blok Sakakemang, Sumatera Selatan.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, tak tanggung-tanggung, cadangan gas yang ditemukan oleh perusahaan migas asal Spanyol‎ tersebut diperkirakan mencapai 2 triliun kaki kubik (TCF).

“Ini lokasinya di Banyu Asin. Potensi lebih kurang 2 TCF. Asumsi sekarang, rig 1.500 HB. Kadang dikerjakan bertahun tahun gak dapat, dengan kedalaman 2.430 meter dapat cadangan. 2004 sudah dilakukan dengan KBD 1, kurang memberikan hasil yang bagus. Ternyata ada disebelahnya yang lebih bagus cadangannya,” ‎ujar dia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Menurut dia, selain potensi gas yang besar, temuan ladang gas ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia. Sebab, setelah 18 tahun akhirnya ditemukan cadangan gas baru dalam jumlah yang besar.

“Ini penting kita sampaikan, karena KBD 2X di Indonesia, potensi tersebut setelah 18 tahun. Ini adalah penemuan yang signifikan. Setelah dua dekade. Ini perlu kita syukuri, ini semoga jadi angin baru untuk penemuan mendatang. Di 2018-2019 ini adalah penemuan terbesar nomer 4 di dunia,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Potensi Cadangan Migas

Menurut Dwi, temuan ini sejalan dengana fokus Kementerian ESDM dan SKK Migas dalam mencari area potensi cadangan migas, di mana SKK Migas telah merekomendasikan 10 titik area potensi.

“Dan Repsol ada di South Sumatera, jadi ini sejalan dengan strategi kita. Ini menunjukkan SKK Migas dan Repsol bangun kerja sama yang bagus, yang disinergikan antara regulator dan investor,” tandas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Hilang Sejak Tahun 2000, Mayat Wanita di Kroasia Ditemukan dalam Freezer

Palovec – Warga sebuah desa di Kroasia terkejut dengan penemuan mayat wanita yang telah hilang sejak tahun 2000. Mayat itu ditemukan dalam lemari pembeku (freezer) di rumah saudaranya.

Dilansir dari AFP, Rabu (20/2/2019), wanita bernama Jasmina Dominic itu disebut tak pernah terlihat sejak tahun 2000 silam. Saat itu, dia disebut berusia 23 tahun.

Mayat Dominic ditemukan di lemari pembeku di lantai dasar rumah saudara perempuannya yang bernama Smiljana Srnec di Palovec, utara Kroasia. Terungkapnya hal ini pun membuat warga terheran-heran karena saudara perempuannya bisa tinggal di rumah dengan freezer berisi mayat selama bertahun-tahun.
Masih berdasarkan AFP, media setempat menyebut menantu Srnec yang menemukan mayat itu. Dia langsung memberi tahu polisi pada hari sabtu.

“Tidak ada seorang pun di desa yang bisa tidur. Kami semua dalam keadaan syok,” ujar seorang pria yang tinggal tak jauh dari rumah itu.

Pria yang enggan namanya disebut itu mengaku dirinya diminta oleh polisi sebagai saksi di lokasi. Dia menyatakan melihat mayat tersebut dalam posisi jongkok dan lengan berada di sebelah tubuh.

“Aku melihatnya dalam posisi jongkok di lemari es, lengannya di sebelah tubuh,” ujarnya.

Keluarga Dominic sendiri sebenarnya baru melaporkan kehilangan pada 2005. Saat itu, mereka menyatakan pada Polisi setempat kalau Dominic akan bekerja di kapal pesiar.

Polisi pun menyatakan telah menggeledah rumah keluarga Dominic saat itu, namun sia-sia. Saat ini, ayah Dominic disebut telah meninggal dan ibunya sedang bekerja di Jerman.

“Waktu seolah berhenti,” kata Walikota Valentino Skvorc saat bicara soal reaksi warga di desa itu yang memilih tetap di dalam rumah dan enggan bicara.
(dwia/haf)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mengenal Makna Industri 4.0, Palapa Ring, dan B20 yang Ramai di Debat Capres 2019

Liputan6.com, Jakarta Debat kedua Calon Presiden 2019 telah diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019). Debat tersebut mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup. Antusiasme masyarakat Indonesia turut dalam menyaksikan perhelatan penting bagi kepentingan negara ini. Acara yang dimoderatori oleh Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki pun berjalan cukup baik.

Walaupun debat calon presiden 2019 telah usai, namun beberapa hal dalam momen tersebut masih menjadi sorotan masyarakat. Tak hanya masyarakat di Indonesia, namun juga sorotan global. Seperti munculnya istilah Unicorn yang sempat menjadi trending di media sosial dan membuat kata Unicorn menjadi kata paling dicari di mesin pencarian.

Bahkan ramainya kata Unicorn dari debat capres lalu terdengar hingga media Australia, ABC.net.au. Media Australia itu bahkan menjadikan Unicorn headline mereka yang ditulis, “Unicorns become an unexpected symbol of Indonesia’s second presidential debate.”

Namun tak hanya Unicorn, beberapa istilah asing juga muncul sepanjang debat calon presiden itu. Dari istilah-istilah asing yang dilontarkan dalam debat, kedua capres membuat masyarakat penasaran dan mencari istilah yang memang jarang diketahui oleh orang awam. Sama seperti istilah Unicorn untuk tingkatan perusahaan startup, ternyata juga muncul istilah Industri 4.0, Palapa Ring dan B20 yang ramai di debat capres 2019 lalu.

2 dari 4 halaman

Mengenal Makna Industri 4.0, Palapa Ring, dan B20

1. Mengenal Industri 4.0

Industri 4.0 adalah istilah untuk menyebutkan Revolusi industri ke-4. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjabarkan perkembangan industri di dunia. Jika dalam setiap tahapan revolusi industri mulai dari yang pertama hingga saat ini memiliki tantangan dan dampak yang berbeda-beda.

Revolusi industri ke-1 terjadi pada abad ke-18 dengan ditemukannya mesin uap untuk upaya peningkatan produktivitas yang bernilai tinggi yang terjadi di Inggris.

Revolusi industri ke-2 terjadi pada era 1900-an. Hal ini ditandai dengan adanya penemuan tenaga listrik. Penemuan ini menjadi pendobrak industri yang signifikan seperti pada sektor agro dan pertambangan.

“Jadi, revolusi yang kedua ini terkait dengan teknologi di lini produksi,” ucap Airlangga Hartarto.

Di era revolusi industri ke-3 dilakukan pada tahun 1970 atau 1990-an hingga saat ini karena sebagian masih berjalan.

“Jadi pada saat memasuki revolusi industri ketiga, memang penyerapan tenaga kerja masing-masing di industri sudah berbeda. Sehingga, ini kita bedakan ada yang kelompok industri labour intensive,” ungkap Airlangga dalam keterangannya beberapa waktu lalu, Selasa (19/2/2019).

Seperti yang disebutkan dalam debat kedua capres tentang industri 4.0, Menperin menyampaikan efisiensi mesin dan manusia sudah mulai terkonektivitas dengan internet of things. Di industri 4.0, antara manufaktur, produsen dan konsumen akan saling berkaitan karena adanya co-creation.

Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, terdapat lima sektor industri yang akan menjadi pendorong dan percontohan dalam penerapan industri 4.0 yaitu industri makanan dan minuman, kimia, tekstil, elektronik dan otomotif.

Debat kedua capres lalu, Jokowi mengatakan bahwa dalam revolusi industri 4.0 teknologi memang berkembang pesat dan ia meyakini persiapan pembangunan SDM bisa dipersiapkan untuk menuju revolusi industri 4.0.

Jadi, industri 4.0 secara garis besar adalah integrasi antara dunia online dengan dunia usaha, industri dan manufaktur.

3 dari 4 halaman

Mengenal Makna Industri 4.0, Palapa Ring, dan B20

2. Mengenal Palapa Ring

Palapa Ring adalah proyek pembangunan serat optik nasional, yang akan menjangkau 34 provinsi dan 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Proyek Palapa Ring bahkan telah dijadwalkan akan rampung pada tahun ini. Saat ini baru Palapa Ring barat dan tengah yang telah beroperasi.

Dilansir Liputan6.com dari laman Kominfo, Selasa (19/2/2019), Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia yang total panjangnya mencapai 36.000 kilometer. Tujuannya adalah mengintegrasikan seluruh jaringan telekomunikasi di Indonesia mulai dari radio, telepon hingga jaringan internet. Palapa Ring dibagian timur masih dalam pembangunan 88,14%.

Proyek ini diharapkan akan memungkinkan meningkatnya akses internet 4G sampai dengan 30 Mbps.

4 dari 4 halaman

Mengenal Makna Industri 4.0, Palapa Ring, dan B20

3. Mengenal B20

Dalam debat capres lalu, istilah B20 dan B100 juga sempat dilontarkan. Istilah B20 memang jarang banyak diketahui oleh masyarakat awam. Dengan tema energi dan pangan, B20 yang disebut dalam debat lalu berkaitan dengan tata kelola sawit.

B dalam istilah B20 dan B100 adalah biodiesel. Biodiesel merupakan bahan bakar nabati yang berasal dari bahan-bahan organik. Seperti minyak nabati atau lemak hewani. Pemerintah kini tengah mengurangi konsumsi bahan bakar yang bersumber dari bahan baku fosil, seperti yang disinggung Jokowi dalam debat kedua capres lalu.

“Ke depan kami akan terus meningkatkan terus menjadi B100,” jelas Jokowi saat debat capres hari Minggu lalu.

Program B20 adalah program 20 yang bahan bakarnya dibuat dengan mencampur bahan bakar solar dengan biodiesel dari produk pertanian yang bahan bakarnya dari kelapa sawit. B20 perpaduan 20 persen biodiesel dan 80 persen solar minyak bumi.

Akhir Drama 2 Penumpang Gelap Pembunuh Sopir Online di Garut

Liputan6.com, Garut Setelah pengejaran dua pekan lebih, jajaran Kepolisian Resort Garut, Jawa Barat berhasil meringkus JS alias Keling dan D alias Abang, dua tersangka pembunuhan keji terhadap Yudi alias Jablay, sopir online aplikasi Fake Taxi yang ditemukan meninggal Sabtu, (2/2/2019) lalu. 

“Mereka sudah merencanakan aksinya, mereka meminta korban untuk diantar dari Pasirkoja menuju Garut, dan menghabisi nyawa korban di Garut,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, di Mapolres Garut, Senin (18/2/2019). 

Menurut Budi, penangkapan kedua tersangka dengan kelakuan bengis itu, merupakan pengembangan atas pengungkapan kasus penemuan jenazah sopir online dua pekan lalu. “Kedua tersangka kami tangkap di dua tempat berbeda,” ujarnya.

Aksi kedua tersangka terbilang sadis, pelaku JS alias Keling menghabisi korban bersama D alias Abang, rekannya, karena keduanya mengaku terlilit persoalan hutang. Akibat kondisi itu, mereka nekat merencanakan membunuh korban dengan berpura-pura sebagai konsumen.

“Awalnya kedua pelaku yang berangkat dari Pasirkoja Bandung, meminta korban mengantar para pelaku menjemput rekan-rekannya di Garut.

Korban pun tidak curiga dengan para pelaku, dan menyetujui permintaan pelaku untuk mengantar mereka ke Garut. Namun sesampainya di Kampung Cibunar, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukaresmi, Garut para pelaku mulai berulah dan melakukan penganiayaan kepada korban. “Mereka mengeksekusi korban di sekitar Sukaresmi secara bersama-sama,” ujarnya.  

Mereka melakukan pemukulan dengan tangan kosong, kemudian membacoknya dengan sebilah kapak ke arah wajah korban hingga terkapar. Tidak hanya di situ, korban yang telah bersimbah darah, kemudian menggilas korban dengan mobil yang ditumpangi mereka, hingga meninggal dunia. “Memang sadis tidak manusiawi,” ujar Budi menegaskan.

Untuk menghilangkan jejak, mereka kemudian menyeret korban yang telah meninggal dunia dan membuang jenazahnya ke sebuah jurang di daerah Kampung Renteng, Kecamatan Cikajang. 

Akhirnya setelah puas dengan aksinya, para pelaku kemudian menggasak barang milik korban, mulai mobil avanza yang mereka gunakan, STNK kendaraan, termasuk dua HP yang digunakan korban  “Mereka kabur ke arah Pagaden kabupaten Subang, “. 

Untuk menghilangkan barang bukti, mobil avanza yang mereka gasak, akhirnya dijual sebesar Rp 13.400.000 kepada Aki, seorang DPO, sementara dua HP korban dijual ke sebuah counter di daerah Pasirkoja,  Bandung seharga Rp 1.350.000. 

2 dari 2 halaman

Ditangkap di Dua Lokasi

Budi menambahkan, untuk menangkap kedua tersangka bukan perkara mudah, selain telah berpencar, keduanya telah menjual barang bukti. Namun mengantongi bukti di lokasi kejadian, akhirnya lembaganya terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Butuh waktu hingga dua pekan untuk menangkap mereka yang diringkus di dua lokasi berbeda. “Abang ditangkap di Bandung dan Keling di Gilimanuk Bali,” ujarnya.

Memang penangkan kedua tersangka terbilang alot, bahkan saat diringkus keduanya berencana melawan petugas hingga akhirnya dijatuhi tindakan tegas melumpuhkan kaki sebelah kanan kedua pelaku dengan timah panas petugas. “Keduanya berusaha melarikan diri,” kata dia.

Kini untuk mempertanggung jawabkan kelakukannya, keduanya akhirnya meringkuk di sel tahanan polres Garut. Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal berlapis yakni KUHP pasal 340 Subsider lasal 339 subsider pasal 365 ayat (1) ayat (2) kepada 1e,  ke 2e, ayat (3) dan ayat (4), subsider pasal 170 ayat (1), (2) ke 3e subs pasal 181 KUHP pidana. “Pelaku diancam hukuman penjara minimal 15 tahun hingga hukuman mati,” ujarnya. 

Sebelumnya, warga kampung Renteng, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Garut, Jawa Barat, dikejutkan penemuan jenazah tanpa identitas. Korban ditemukan pertama kali oleh Ani (60), dan anaknya, Heri Cahyana (39), warga sekitar saat mencari rumput, Sabtu, (2/2/2019) di bibir jurang.

Diduga jenazah merupakan korban pembunuhan.  Hasil pemeriksaan sementara pihak kepolisian dan rumah sakit dr Slamet Garut saat itu,  menemukan banyak luka penganiyaan, yakni luka robek di dahi, luka robek di bagian kepala sebelah, di tangan kanan dan luka robek punggung. Melihat jenazah, diperkirakan usia korban sekitar 23-25 tahun. 

Saat pertama kali ditemukan, jenazah menggunakan celana jeans berwarna biru, dengan setelah baju abu-abu bertuliskan fake taksi. Namun sayang, identitas korban bernama Yudi itu, tidak ditemukan di lokasi kejadian. “Beberapa barang yang hilang, yakni HP dan mobil Avanza yang digunakan korban,” ujar dia. 

Minta Ditraktir Makan Mahal, Pengasuh Anak Tewas di Tangan Kenalan Baru

Liputan6.com, Pekanbaru – Misteri pembunuhan AS di sebuah kebun sawit Kecamatan Rumbai Pesisir akhirnya terungkap. Pelaku berinisial HS ditangkap dalam bus tujuan Jakarta ketika melintas di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Pagar Agung, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Menurut Wakil Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Ajun Komisaris Noah Aritonang, penangkapan pria 28 tahun itu berkat kerja sama Polsek Rumbai Pesisir dengan Polresta Pekanbaru dan Polres Lahat. Tersangka ketika ditangkap mengakui semua perbuatannya.

“Tidak ada perlawanan ketika ditangkap pada 14 Februari 2019, pelaku mengaku sakit hati kepada korban,” sebut Noah di Mapolresta Pekanbaru, Senin (18/2/2019).

Dalam kasus ini, pelaku dijerat dengan pasal 340 juncto pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan. Ancaman paling berat adalah mati dan paling lama 20 tahun penjara.

Sementara itu, Kapolsek Rumbai Pesisir Komisaris Ardinal Efendi menjelaskan, jasad AS ditemukan di Jalan Padat Karya, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, tepatnya di jalan tanah dengan posisi tertelungkup. Penemuan itu pada 29 Januari 2019 pukul 22.45 WIB.

Penyidik lalu memeriksa sejumlah saksi dan akun media sosial korban hingga akhirnya mengarah kepada pelaku. Di sana terdapat komunikasi perkenalan antara korban dengan pelaku.

“Baru kenal paginya lalu diajak jalan pada siang harinya,” sebut Ardinal.

2 dari 2 halaman

Ingin Makan Ayam Goreng

Menurut Ardinal, niat jahat pelaku sudah muncul sejak perkenalan itu. Korban ditanya kerja di mana lalu membujuknya supaya keluar dari pekerjaan baby sitter yang baru saja diperoleh Ayu.

Pelaku juga menawari pekerjaan bagus dan bergaji lebih tinggi hingga akhirnya korban terbujuk. Korban lalu dijemput pakai sepeda motor dari tempat kerja dan diajak keliling ke beberapa lokasi di Pekanbaru.

Karena sudah siang, korban lapar lalu mengajak pelaku makan ayam goreng di waralaba ayam goreng di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Rumbai. Karena tak punya uang lebih, pelaku hanya mengajaknya di emperan pinggir jalan.

“Usai makan itu pelaku sakit hati dengan ucapan korban karena niat makan di tempat mahal tak diiyakan, pelaku disebut miskin,” sebut Ardinal.

Pelaku lalu mengajak korban ke kebun sawit dan berhenti di tempat sepi. Pelaku lalu mencekik leher korban hingga tak bernyawa, kemudian membawa telepon genggam dan dua tas yang dibawanya.

Satu tas korban lalu dibuang di depan Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi di Jalan Mustika, satunya dibuang di bawah Jembatan Siak III. Tas kedua hingga sekarang belum ditemukan penyidik.

Kepada penyidik, pelaku yang pernah terlibat pencurian sepeda motor dan divonis dua tahun ini menyebut tidak ada niat memaksa korban berhubungan badan.

“Tidak ada niat begitu, hanya karena sakit hati saja. Lalu saya kabur dari Pekanbaru dengan tujuan Jakarta,” kata pelaku.


Simak video pilihan berikut ini:

Melihat dari Dekat Ganja Siap Panen Seluas 1,5 Hektare di Purwakarta

Liputan6.com, Purwakarta – Ladang ganja seluas 1,5 hektare berlokasi di Cigunung Beruk, Kampung Bedeng, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari,Purwakarta ditemukan pihak kepolisian.

Kasatnarkoba Polres Purwakarta AKP Heri Nurcahyo mengatakan, penemuan ladang ganja di pegunungan Kecamatan Sukasari, Purwakarta itu bermula dari pengembangan kasus narkoba atas tertangkapnya pengedar yang berstatus mahasiswa berinisal berinisial AR asal Karawang.

Pria 22 tahun itu diamankan di Yogyakarta dengan barang bukti 101 paket ganja, kemudian polisi melakukan pengembangan.

“Setelah tertangkap dan pengakuan AR, petugas langsung bergerak ke Purwakarta, setelah menangkap kurir ganja berinisial YA (22) yang juga warga Karawang,”jelas Heri Nurcahyo, Minggu (17/2/2019).

Dari keterangan dua tersangka pengedar ganja tersebut, kata Heri, terungkaplah adanya ladang ganja di wilayah Purwakarta. Petugas dari Polres Yogyakarta dan Polres Purwakarta, menemukan ladang ganja di Cigunung Beruk, Sukasari, Purwakarta itu.

“Petugas dari DIY dan Purwakarta setelah berkoordinasi akhinya menemukan ladang ganja milik jaringan Karawang tersebut,” tambah Heri.

Sedikitnya ditemukan 1.500 batang pohon ganja siap panen dari areal perkebunan tersebut. “Iya dari lahan 1,5 Hektare itu, semuanya siap panen,” pungkas Heri.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Ditemukan Grafiti Pemburu Paus dari Abad Ke-19 di Australia Barat

Jakarta

Arkeolog Australia yang bekerja di pulau-pulau di pantai barat laut Australia yang terpencil menemukan ukiran yang ditinggalkan oleh awak perburuan paus asal Amerika yang mengarungi lautan sekitar tahun 1840-an.

Temuan ini memberikan gambaran tentang kebosanan dan isolasi yang dialami para pelaut saat berada di laut selama bertahun-tahun.

Ukiran berbentuk tulisan nama dan tanggal itu ditemukan di pulau Rosemary dan Lewis Barat di Kepulauan Dampier, di barat laut Karratha.

“Ini adalah prasasti paling awal yang kita miliki di Australia yang ditinggalkan oleh pemburu paus, sehingga secara historis sangat, sangat signifikan,” kata arkeolog Alistair Paterson.

“Kami tahu bahwa para pemburu paus asal Amerika Utara, untuk jangka waktu 30- atau 40 tahun, mengarungi keseluruhan lautan dunia untuk berburu ikan paus, tetapi kami memiliki sedikit bukti bahwa mereka benar-benar membuat pendaratan, jadi ukiran ini merupakan penemuan penting.”

Nama-nama dan tanggal itu diukir di batu karang oleh orang-orang yang berlayar dengan menggunakan dua perahu ikan paus yang berbeda, beberapa tahun terpisah.

Professor Alistair Paterson Professor Alistair Paterson mengatakan para pemburu paus Amerika sering mendarat di barat laut Australia Barat pada abad ke-19.

Supplied: Glen Jones

Catatan sejarah mengungkapkan identitas

Kapal pertama, Connecticut, berangkat dari kota pantai New London pada Agustus 1842 dengan awak 26 orang dan berlayar dari pantai barat laut Amerika Serikat ke tempat yang kemudian dikenal sebagai tempat perburuan paus New Holland.

Anggota kru mengukir kata-kata “Jacob Anderson”, “Crocker”, “New London”, dan “di Kapal Connecticut London Baru”, di punggung bukit berbatu tinggi yang menghadap ke air, bersama dengan tanggal perjalanan mereka.

Profesor Paterson menjelajahi catatan sejarah untuk mengidentifikasi orang-orang itu, termasuk kapten, dan menulis temuannya di jurnal internasional Antiquity.

“Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada pelayaran kapal Connecticut, Kapten Crocker berusia 33 tahun, sementara Jacob Anderson digambarkan sebagai pelaut berusia 18 tahun dari London ‘kulit hitam’ – hampir pasti seorang pelaut Afrika-Amerika,” tulisnya .

Banyak ukiran kedua ditemukan di dekat Pulau Lewis Barat dan termasuk kata-kata “J.Leek, Ship Delta, 1849”.

Arkeolog mengatakan font yang bergeser dan awal yang salah pada kata-kata tersebut mencerminkan kru yang bosan dan kemudian menghabiskan waktu di saat mereka mengamati laut untuk berburu ikan paus.

“Ketimbang bentuk pesan resmi untuk disampaikan secara lebih terbuka kepada pengunjung di masa depan ke pulau itu, pemburu paus ini merayakan dan memperingati diri mereka yang telah tiba dengan selamat dari perjalanan ke sisi lain dunia.”

‘Perkembangan luar biasa dari waktu ke waktu’

Profesor Jo McDonald adalah salah satu dari arkeolog yang menemukan ukiran tersebut pada tahun 2017, saat merekam ribuan gambar batu Aborigin di kepulauan tersebut.

Dia mengatakan ukiran itu sangat tidak biasa karena dibuat di atas tanda yang lebih tua oleh orang-orang Aborigin setempat.

Dua pulau di Australia Barat Arkeolog percaya tulisan tangan di batu itu dibuat saat kru sedang mengawasi paus.

Supplied: Alistair Paterson

“Kesan pertama kami adalah bahwa prasasti itu telah dicoret setelah dibuat oleh orang Aborigin … tetapi yang kami temukan adalah bahwa tulisan itu dibuat dengan alat logam di atas pola grid yang lebih tua, yang dibuat dengan alat batu, ” dia berkata.

“Jadi itu menunjukkan perkembangan luar biasa antar waktu dimana orang yang berbeda datang dan menandai batu ini dan menceritakan hal-hal tentang diri mereka sendiri, dan ingin meninggalkan catatan mereka berada di suatu tempat.”

CEO Perusahaan Aborigin Murujuga, Peter Jeffries, mengatakan daerah itu sangat istimewa bagi pemilik tradisional Ngarluma dan Yaburara.

“Orang-orang tahu tentang ukiran ini dari tahun 1800-an,” katanya.

“Tidak ada apa pun yang diwariskan melalui cerita lokal yang saya ketahui, tetapi kami tahu tentang mereka di zaman yang lebih modern, dalam 20 atau 30 tahun terakhir.

“Bagi pemilik tradisional setempat, daerah ini sangat penting, karena ia menceritakan kisah dari masa lalu kami dan juga menangkap kedatangan orang Eropa di negara ini, sehingga Anda dapat melihat koeksistensi ini.”

Dibuat sebelum pendatang kulit putih datang Professor Jo McDonald Professor Jo McDonald merupakan salah satu yang menemukan tulisan tangan para pemburu paus ini tahun 2017.

ABC News: Erin Parke

Di puncak industri perburuan paus, pada pertengahan abad ke-19, sekitar 22.000 orang dipekerjakan di hampir 1.000 kapal perburuan paus yang melintasi dunia dan berhenti di garis pantai terpencil.

Ukiran di pantai Pilbara dibuat sebelum permukiman warga putih di daerah itu – sekitar dua dekade sebelum para penggembala dan pencari mutiara tiba.

Profesor McDonald mengatakan, ukiran itu memberikan pandangan langka tentang kehidupan para pemburu paus Amerika, yang jauh dari rumah selama bertahun-tahun pada suatu waktu.

“Mereka menghabiskan banyak waktu di laut, jadi pasti sangat melegakan untuk mendarat,” katanya.

“Saya tidak bisa membayangkan hal yang lebih buruk daripada berada di perahu kecil dengan 30 atau 40 orang bau lainnya, jadi saya pikir itu akan menjadi perasaan lega untuk datang ke darat.

“Dan mereka pasti sedang menunggu paus, jadi entah bagaimana caranya mereka harus menghibur diri sendiri.”

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.


(zak/zak) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tunjukkan Barang Bukti dari Kediaman Joko Driyono, Satgas Bawa Rp 300 Juta

JakartaSatgas Anti Mafia Bola telah menetapkan Plt Ketua umum PSSI, Joko Driyono, sebagai tersangka. Satgas menemukan uang sebesar Rp 300 juta dari penggeledahan yang dilakukan di kediaman Jokdri.

Dalam sesi konferensi pers di Mabes Polri pada Sabtu (16/2), Satgas menunjukkan barang bukti yang diangkut dari apartemen Joko di Rasuna, Kuningan pada Kamis (14/2/2019) malam. Di antaranya, bukti transfer dan uang tunai sebesar Rp 300 juta.

“Banyak sekali. Ada yg sampai Rp 500 juta bukti transfer, Rp 300 juta uang cash, saat ini belum bisa dijelaskan karena saat ini masih dipelajari Kombes Royke Kasub Satgas Gakum,” kata Hendro Pandowo Ketua Satgas Anti Mafia Bola.

Hendro juga menjelaskan penetapan Joko sebagai tersangka masih berkaitan dengan laporan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indriyani. Pria asal Ngawi itu berupaya menghancurkan data-data yang dibutuhkan Satgas.
“Ada kaitannya, semua bukti yang dihancurkan itu adalah data-data yang dibutuhkan oleh penyidik Satgas Anti Mafia untuk mengungkapkan membongkar terjadinya pengaturan skor yang didalami saat ini. Kami awalnya laporan dari laporan polisi bu Lasmi,” kata Hendro.

Hendro menambahkan dari penemuan bukti-bukti tersebut tak menutup kemungkinan muncul tersangka baru.

“Iya kami saat ini sedang pelajari aliran dana yang saat ini sudah ada di tangan penyidik, bisa muncul tersangka baru, bisa muncul laporan polisi baru,” katanya.

Joko terancam tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah terpasang garis polisi oleh penguasa umum. Hal itu berdasarkan pasal 363 KUHP dan/atau pasal 265 KUHP dan/atau pasal 233 KUHP dengan ancaman penjara 2 tahun 8 bulan dan empat tahun.

(ads/fem)

Polisi Nigeria Temukan 66 Mayat Korban Pembunuhan di Kaduna

Jakarta – Pihak Kepolisian Nigeria menemukan 66 mayat korban pembunuhan di daerah yang dikenal dengan bentrokan etnis dan agama. 22 diantaranya merupakan mayat anak-anak dan 12 wanita.

Gubernur negara bagian Kaduna, Nasir El-Rufai, mengatakan penemuan itu dilakukan di depalan desa di wilayah Kajuru, sekitar 40 kilometer tenggara ibu kota negara bagian Kaduna.

“Badan-badan keamanan hari ini melaporkan pemulihan 66 mayat yang tewas dalam serangan oleh unsur-unsur kriminal,” kata Nasir seperti dilansir AFP, Sabtu (16/2/2019).

Nasir mengutuk serangan terhadap para korban. Dia juga bersimpati kepada keluarga para korban.

“Di antara para korban adalah 22 anak-anak dan 12 wanita. Empat orang yang terluka diselamatkan oleh badan-badan keamanan sekarang menerima perawatan medis,” ujar dia.

“(Pemerintah) mengutuk serangan dan bersimpati dengan keluarga para korban,” sambungnya.

Dia mengajak para pemimpin masyarakat dan tokoh agama untuk memperingatkan orang-orang lokal agar tidak melancarkan serangan balasan.

“Pembunuhan sedang diselidiki dan warga yakin bahwa orang yang didakwa akan dituntut,” katanya.

Kaduna diketahui telah lama menjadi pusat kerusuhan yang mematikan, dipicu oleh ketegangan etnis dan agama yang sudah berlangsung lama, serta kekerasan terkait pemilu. Namun Maisamari Dio, presiden komunitas etnis Adara Kristen, yang dominan di daerah Kujuru, menyalahkan pembunuhan terhadap etnis Muslim Fulani.

Dia mengatakan kepada AFP bahwa Fulanis menyerang sebuah desa pada hari Minggu yang menewaskan hingga 12 orang. Orang-orang marah sehingga melakukan pembalasan dalam beberapa hari terakhir.

“Orang-orang yang ditemukan oleh pemerintah negara bagian Kaduna hariini kemungkinan besar adalah orang-orang yang dibunuh (oleh Fulani) dan beberapa Adara, campuran, tetapi saya tidak yakin sejauh mana,” tambahnya.

“Situasi dalam tiga tahun terakhir telah berulang, dengan penculikan, pembunuhan, orang-orang diserang. Orang-orang ini kadang-kadang akan memberikan ancaman lanjutan.” sambungnya.
(knv/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>