Disambut Teriakan Pendukung, Prabowo Tiba di Kertanegara

Jakarta – Capres Prabowo Subianto tiba di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Teriakan ‘Prabowo Presiden’ turut mewarnai kedatangan sang capres.

Pantauan detikcom, di lokasi, Selasa (23/4/2019), Prabowo tiba sekitar pukul 16.15 WIB. Prabowo tiba menggunakan mobil Alphard berplat B 108 PSD.

Begitu tiba, mobil capres nomor urut 02 itu langsung memasuki pagar rumahnya. Massa pendukung yang tampak menunggu sejak siang sontak meneriakkan ‘Prabowo Presiden’ begitu Prabowo tiba.


“Prabowo presiden,” seru massa.

Prabowo sendiri langsung memasuki ke dalam rumahnya.
(mae/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Politik Karangan Bunga Pendukung Capres

Jakarta – Karangan bunga untuk Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno muncul di tengah kemelut penghitungan suara. Pendukung dari kedua paslon berlomba mengirimkan karangan bunga ucapan selamat atas kemenangan mereka di Pilpres 2019. Padahal, real count oleh KPU belum lah final.

Pagi tadi, Minggu (21/4/2019), sejumlah karangan bunga untuk Prabowo berjejer rapi di depan rumah capres nomor urut 02 itu, di Jalan Kertanegara nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Karangan bunga itu dikirim oleh para pendukung Prabowo. Mulai dari emak-emak, relawan hingga tukang jagal sapi di Depok.

Emak-emak dan para relawan serta pendukung itu ramai-ramai menyampaikan selamat atas terpilihnya Prabowo-Sandiaga sebagai presiden dan wakil presiden. Sebelumnya, Prabowo memang mengklaim memenangi Pilpres 2019 dengan perolehan suara 62%. Klaim kemenangan itu berdasarkan hasil real count yang dilakukan internal pihaknya.

“Selamat dan sukses atas terpilihnya Bpk. H. Achmad Prabowo Subianto sebagai Presiden RI 2019-2024,” bunyi tulisan salah satu karangan bunga.

Politik Karangan Bunga Pendukung CapresFoto: Karangan bunga di depan rumah Prabowo (Ibnu Haryanto/detikcom)

Meski demikian, pemandangan yang sama tak nampak di depan rumah sang cawapres. Rumah Sandiaga di Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tampak bersih dari karangan bunga.

Politik Karangan Bunga Pendukung CapresFoto: Rumah Sandiaga Uno (Isal Mawardi/detikcom)

Cerita Akhir Pekan: Para Pendukung Kartini Masa Kini dalam Berkarya

Salah seorang suami lainnya, Hilman Dhannysworo Utomo, mengatakan, istri yang mau bekerja itu adalah istri hebat. Hal ini, dalam pandangan Dhannys merupakan bentukan pengabdian istri pada keluarga, di samping berkarya sesuai bidang pekerjaan.

Lelaki yang berprofesi sebagai penggiat IT ini menuturkan, tak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan hidup sekarang, terutama di kota besar seperti Jakarta, tak murah. Jadi, income yang datang dari dua orang akan lebih memudahkan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bentuk dukungan pada sang istri Dhannys perlihatkan dengan tak pernah mengotak-ngotakkan tugas suami dan istri secara konvensional. “Gue pribadi juga beresin rumah, cuci piring, dan masak. Tapi, kebetulan buat bebersih, kami pakai jasa ART,” katanya lewat pesan teks pada Liputan6.comJumat, 19 April 2019.

Wahyudin, seorang suami yang juga mendukung sang istri bekerja mengatakan, hal ini membuat teman hidupnya memiliki pemikiran lebih luas. Di samping, pengasahan kemampuan berbagi waktu antara keluarga dan pekerjaan.

Ia menganggap, semua harus dilakukan berdasarkan porsi. Tidak boleh ada yang terabaikan, baik itu pekerjaan maupun keluarga. Wahyu dan istri menganggap, rumah tangga adalah soal kerja sama dan kepekaan.

“Kayak istri lagi cape, saya akan gantikan tugas rumah tangga, begitupun sebaliknya. Jadi, nggak ada tanggung jawab masing-masing. Tapi, sukarela dan kerja bersama,” tuturnya lewat pesan singkat pada Liputan6.comJumat, 19 April 2019.

Potensi Pendukung Kehidupan Ditemukan di Planet Asing Dekat Bumi?

NASA belum lama ini mengungkap kalau eksoplanet (planet asing) terdekat Bumi, Proxima Centauri b (Proxima b), yang konon kelak bisa dihuni manusia.

Dalam keterangan resminya seperti dikutip Phys, Selasa, 18 September 2018, Proxima Centauri b ternyata memiliki kehidupan organisme lewat sumber air yang ada di dalamnya.

Hasil penelitian ini, dipublikasikan dalam sebuah jurnal ilmiah berjudul Habitable Climate Scenarios for Proxima Centauri b with Dynamic Ocean. Adapun penelitian dipimpin oleh Anthony Del Genio, ilmuwan dari NASA Goddard Institute of Space Studies.

Del Genio mengakui, adanya kandungan air di atas permukaan planet menjadikan ekosistem planet bisa bertahan dalam berbagai kondisi.

Karenanya, ekosistem tersebut bisa jadi dikatakan layak untuk menjadi tempat tinggal organisme hidup.

Tak cuma adanya bukti kandungan air, Proxima Centauri b juga berada dalam zona layak huni dari posisi orbit planet. 

Planet mengorbit bintang yang bernama Proxima Centauri, di mana jaraknya sekitar 4,2 tahun cahaya dari Bumi, atau setara dengan 40 triliun kilometer.

Meski begitu, para astronom membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari karakteristik dari planet ini. Pasalnya, kata Del Genio, kandungan air dan zona layak huni bukan jadi jaminan bahwa Proxima Centauri b bisa dihuni manusia.

“Kita tidak tahu kalau Proxima b ini memiliki atmosfer atau tidak, tanpa ini ya mana mungkin manusia bisa hidup,” ucapnya.

Tak cuma itu, karakteristik bintang Proxima Centauri juga digolongkan sebagai kategori ‘kurcaci merah’.

Menurut Del Genio, bintang ini tidak sepanas Matahari, jadi planet harus berada sangat dekat untuk mendapat cahaya demi iklim yang mendukung kehidupan di dalamnya.

Meskipun planet ini hanya berjarak sekitar 4,2 tahun cahaya, para peneliti menyebut kemungkinan mengunjunginya masih sangat jauh. Apalagi dengan wahana luar angkasa yang diluncurkan, terlebih dengan teknologi yang ada saat ini.

Masalah lain yang belum dipecahkan adalah lokasi pasti tersebut. Para peneliti menuturkan tak mungkin Proxima b terbentuk di lokasinya saat ini.

Menurut seorang peneliti Anglada-Escude kemungkinan planet itu itu terbentuk di tempat lain dan sampai di sana karena migrasi.

Emak-Emak Pendukung Jokowi dan Prabowo Taruhan Honda CR-V

Liputan6.com, Jakarta – Pemilihan Presiden 2019-2024 berlangsung sangat sengit. Pendukung calon presiden (capres) nomor satu, Joko Widodo, dan juga pendukung capres nomor dua, Prabowo Subianto saling berseteru membanggakan jagoannya.

Bahkan, lebih gilanya lagi, ada emak-emak yang taruhan mobil Honda CR-V tipe prestige demi membela capres jagoannya masing-masing. Tidak tanggung-tanggung, bukti taruhannya tersebut menggunakan kuitansi yang beredar luas di sosial media, yang diunggah oleh akun instagram @mobilguu.

“gileee bro 500 jutaan hadiahnya 🤣🤣,” tulis pemilik akun sebagai caption postingannya tersebut, seperti dilihat Liputan6.com, Sabtu (20/4/2019).

Dalam kuitansi yang beredar tersebut, tertulis dua emak-emak yang bertaruh, yaitu Sherly Marlina sebagai pendukung capres nomor satu dan Intan Purnama S, sebagai pendukung capres nomor dua.

Untuk lebih menguatkan taruhan tersebut, digunakan juga materai Rp 6000 di atas tanda tangan dua petaruh tersebut.

Jokowi-Ma’ruf Unggul, Relawan Pertiwi Siap Rangkul Pendukung 02

Putri menjelaskan, tasyakuran dan doa bersama ini digelar sebagai wujud syukur atas kemenangan Jokowi-Ma’ruf versi quick count pada Pilpres 2019. Dia mengklaim, hasil quick count sejumlah lembaga survei sama seperti penghitungan yang dilakukan Pertiwi di ribuan TPS yang mereka kawal.

“Kita yakin kita menang. Tapi ya kita tetap menghargai proses yang dijalankan KPU,” ucapnya.

Selain itu, syukuran ini juga dilakukan sebagai bentuk terimakasih kepada sekitar 15 ribu relawan Pertiwi di seluruh Indonesia yang turut memperjuangkan kemenangan untuk paslon nomor urut 01. Dia mengklaim, Pertiwi berhasil mendongkrak suara untuk Jokowi-Ma’ruf di beberapa daerah yang diyakini sebagai basis pendukung Prabowo-Sandi.

“Kami coba rangkul dan jelaskan mengenai keberhasilan Pemerintahan Pak Jokowi dan program yang akan dijalankan 5 tahun ke depan, ternyata itu membuahkan hasil positif. Daerah-daerah yang tadinya 01 kalah itu bisa kita katrol naik. Jaksel, Jaktim itu salah satu yang sebelumnya di bawah,” kata Putri.

Tasyakuran dan doa bersama ini juga dilakukan sebagai ungkapan terimakasih kepada seluruh pihak baik penyelenggara maupun pihak keamanan yang telah mengawal jalannya Pemilu 2019 dengan aman dan lancar.

Muak dengan Hoaks, Pendukung Senyap Dongkrak Suara Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019?

Sementara itu, sejumlah warga mengakui suasana pilpres 2019 ini memang sangat ‘panas’ dan sengit. namun mereka menilai hal itu sebagai ‘bumbu’ yang menyemarakkan pesta demokrasi di Tanah Air.

Linda (47) yang mendukung Joko Widodo sejak 2014 lalu mengaku terlibat debat sengit dengan pendukung 02 di grup Whatsapp yang diikutinya.

“Di grup Whatsapp saya memang lebih banyak (pendukung) 01, tapi yang 02 juga tidak mau kalah. Ada yang keluar dari grup, dan ada juga yang memilih tidak berteman dulu selama pilpres,” ujarnya bercerita.

“Hampir setiap hari sahut-sahutan, tapi saya lebih memilih memberitahu yang positif-positif saja dari hasil kerja dan program Pak Jokowi,” lanjut Linda.

Adapun bagi pemilih pemula seperti Gadiel (19), bersikap diam dan menghindari perdebatan adalah pilihan yang lebih baik.

“Di medsos memang seru saling serang, tapi kebanyakan pendukung Jokowi memang gak balas atau terpancing. Walau saya sebenarnya sebal, tapi tahan aja. Daripada dilawan mereka makin jadi, makin panas dan nanti dianggapnya kita (pendukung 01) sama seperti mereka, jadi saya biarkan saja,” kata pemilih milenial ini.

Lain halnya dengan Anton Sitorus (55) yang memilih tidak terlalu terlibat dalam perdebatan seputar pilpres 2019.

“Kalau tidak begitu (saling berdebat), tidak seru dong pemilunya. Memang harus ada sengit-sengitan antar pendukung. Tapi saya tidak mau fanatik sekali sama hal ‘begituan’. Hidup saja masih susah, untuk apa buang waktu ngotot membela capres. Langsung pilih saja jagoan kita,” ungkap pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi taksi di Jakarta itu.

Tidak Ada Nama Sandiaga di Spanduk Syukuran Pendukung Paslon 02

Liputan6.com, Jakarta – Massa pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memadati halaman depan kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, sebagai perhelatan syukuran, Jumat (19/4/2019).

Panggung berukuran cukup luas dibangun secara kukuh untuk tempat Prabowo dan para ulama berorasi.

Sebagaimana biasanya, nama capres dan cawapres di setiap spanduk, di mana ada nama Prabowo, di situ juga tertulis nama Sandiaga.

Namun dalam acara kali ini, hanya nama Prabowo yang terpampang di spanduk yang terbentang di panggung. Spanduk dengan panjang kurang lebih 5 meter itu bertuliskan H Prabowo Subianto Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tidak ada nama Sandiaga pada spanduk tersebut.

Pun halnya sosok Sandiaga yang tak muncul dalam acara syukuran kali ini. Saat salat Jumat, Prabowo melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Azhar, sedangkan Sandiaga di Masjid At-Taqwa. Jarak kedua masjid hanya dalam radius 500 meter.

Usai salat Jumat, Prabowo bersama jamaah juga lakukan sujud syukur dan mendoakan Prabowo agar ditetapkan sebagai Presiden periode 2019-2024.

Di Depan Pendukung, Prabowo Jamin akan Bertindak Sesuai Konstitusi

Jakarta – Capres Prabowo Subianto meminta para pendukung untuk mengutamakan perdamaian. Prabowo menjamin akan bertindak sesuai konstitusi.

“Saya minta pendukung Prabowo-Sandi yang cinta tanah air, cinta UUD, dan warga negara yang utamakan perdamaian kedamaian. Jangan kita terprovokasi, mereka ingin menggambarkan mereka yang aneh-aneh. Kita tidak ada niat aneh, kita ingin tegakkan keadilan dan kebenaran kita ingin kejujuran,” kata Prabowo dalam syukuran klaim kemenangan di depan kediamannya di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019).

Prabowo meminta para pendukung menjaga C1 plano yang ada di kotak suara yang disimpan di kecamatan. Dia menyebut ada upaya menghilangkan kotak suara.
Prabowo menyatakan akan protes terhadap penyimpangan. Dia menjamin untuk tetap sesuai konstitusi.
“Mana kala ada penyimpangan keadilan kejujuran keadilan dan manakala ada upaya terang-terang, untuk merobek-robek hak rakyat, kami tidak akan terima. Tapi kami selalu akan melakukan hal sesuai konstitusi,” ucapnya.

“Berkumpul dijamin oleh konstitusi, menyatakan pendapat dijamin oleh konstitusi, berjalan di jalan raya dijamin oleh konstitusi kita,” imbuhnya.

Dalam kegiatan berjalan di jalan raya itu, Prabowo juga meminta pendukungnya untuk tidak menggunakan kekerasan.

“Kalau saya yang pimpin, saya minta saudara ikut. Kita tidak menggunakan kekerasan apapun, kalau pun nanti jutaan nanti turun, tertib, aman, damai. Kita tidak akan tinggalkan satu plastik sampah pun,” ujar Prabowo.
(jbr/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>