Pencemaran Teluk Balikpapan, Nahkoda Kapal Divonis 10 Tahun

Liputan6.com, Balikpapan – Pengadilan Negeri Balikpapan menjatuhi hukuman 10 tahun penjara kepada Zong Deyi, Nahkoda kapal MV Ever Judger. Selain itu nahkoda berkebangsaan Tiongkok itu juga didenda Rp 15 miliar dengan subsider 1 tahun penjara.

Sanki itu diberikan Pengadilan Negeri Balikpapan karena Zong Deyi dianggap sengaja memasuki daerah terlarang hingga menabrak pipa bawah air milik Pertamina Balikpapan yang menyebabkan pencemaran di perairan Teluk Balikpapan, pada April 2018 lalu.

“Terdakwa bersalah sengaja menyebabkan pencemaran lingkungan di perairan teluk,” kata Ketua Majelis Hakim, Kayat, Senin, 11 Maret 2019.

Kayat mengatakan, terdakwa terbukti bersalah sesuai keterangan saksi saksi jaksa penuntut umum (JPU). Zong Deyi dianggap sengaja melintasi zona merah perairan teluk dimana dasarnya terdapat jalur pipa minyak mentah Pertamina Balikpapan.

Hakim berkenyakinan, MV Ever Judger diperlengkapi dengan navigasi sistem electronic chart display & information (ECDIS), yang merupakan sistem navigasi canggih yang mampu memandu kapal guna mengetahui adanya zona terlarang international maritime organization (IMO).

Bukan hanya itu, terdakwa dianggap mengabaikan keberadaan pelampung suar atau rambu buoy  yang terdapat di perairan teluk. Padahal Pertamina sengaja memasang rambu buoy guna menandai area mana saja yang terlarang bagi pelayaran kapal.

“Sistim ECDIS ada dalam kapal dan keberadaan peta laut Indonesia. Tanda buoy Pertamina juga ada di tempatnya. Ini mematahkan pembelaan terdakwa bahwa tidak mengetahui adanya pipa minyak dalam air,” tegas Kayan.

“Terdakwa malah memerintahkan mualim I menjatuhkan jangkar 1 segel atau sedalam 27,5 meter,” imbuhnya. 

Lantaran nekat melintasi jalur terlarang itu, akhirnya jangkar kapal MV Ever Judger menyeret serta memecahkan pipa minyak dalam air Pertamina. Tumpahan minyak mentah diperkirakan sebanyak 5 ribu liter hingga berujung kebakaran di perairan teluk.

Dampak kebakaran menyebabkan lima orang pemancing Balikpapan tewas; Suyono, Sutoyo, Agus Salim, Wahyu Anggoro dan Imam M. Otopsi mayat para korban menunjukan mereka tewas disebabkan asap dan kobaran api.

Masyarakat Balikpapan pun menanggung kerusakan lingkungan air laut, hutan mangrove serta keanekaragaman hayati. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memastikan perbaikan lingkungan butuh waktu sangat lama serta biaya yang tinggi.

Saksikan video pilihan menarik berikut:

Kapal Pesiar milik PT Pelni (Persero) KM Kelud kandas di perairan sekitar Pelabuhan Se‎kupang, Batam, Rabu (1/6/2016)

Mulan Jameela Pakai Busana Serba Pink Saat Rayakan Ulang Tahun Safeea

Liputan6.com, Jakarta – Safeea Ahmad, putri pasangan Ahmad Dhani dan Mulan Jameela genap berusia 8 tahun pada Selasa, 26 Februari 2019. Ulang tahun Safeea pun dirayakan di sekolah bersama sang ibunda, kakak-kakak, adik, serta teman-temannya.

Momen tersebut tampak dari sebuah potret yang diunggah Mulan Jameela melalui akun Instagram pribadi. Potret itu mengabadikan hangatnya kebersamaan Mulan dan anak-anaknya di ruang kelas Safeea.

BarakAllah fii umrik Shafeea Ahmad,” tulis Mulan Jameela singkat dalam potret dibagikan pada 26 Februari 2019 tersebut.

Perayaan ulang tahun juga ditandai dengan adanya nasi kuning berwadah besar lengkap bersama lauk pendamping. Piring-piring berwarna pink bertumpuk berada di sebelah nasi kuning dengan sendok di bagian atas.

Penyanyi berusia 39 tahun ini tampil cantik dalam balutan busana serba pink, mulai dari khimar dan gamis, serta ciput warna merah. Sedangkan Safeea memakai seragam sekolah dibalut dengan sweater pink dan kaus kaki kuning.

Selain itu, Mulan juga mengunggah potret kedua yang menampilkan teman-teman sekolah Safeea bersama sang guru. Mereka pun berpose penuh keriangan dan mengelilingi Mulan Jameela dan keluarga.

Sementara, Ahmad Dhani tidak dapat ikut merayakan ulang tahun Safeea karena harus menjalani sidang lanjutan terkait dugaan pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur. Ia pun tak kuasa menahan tangis setelah simpatisannya memberi kue dengan lilin angka delapan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Saat Air Mata Ahmad Dhani Jatuh di Pengadilan Negeri Surabaya

Surabaya – Sepanjang persidangan kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya, Ahmad Dhani baru sekali saja meneteskan air mata. Yakni saat meniup lilin kue ulang tahun untuk anaknya, Shafeea Ahmad.

Shafeea merayakan ulang tahun yang ke-8, Selasa (26/2). Tepat Dhani menjalani sidang kelima terkait kasus ‘idiot’ pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya.

Senin (25/2), Dhani dan Shafeea sudah bertemu di Rutan Medaeng, Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut, Dhani sudah mengucapkan selamat ulang tahun kepada putri pertamanya bersama Mulan Jameela.


Bahkan, Dhani sempat mendengarkan harapan Shafeea di ulang tahunnya. Bocah yang kala itu datang ke rutan dengan berkerudung hitam ingin sang ayah tercinta cepat pulang ke rumah.

Meski sudah mengucapkan selamat ulang tahun untuk putrinya, Dhani tetap berharap bisa meniup lilin sebelum sidang digelar di Ruang Cakra, PN Surabaya. Alih-alih ingin mengawali sidang dengan meniup lilin, Dhani malah kesal karena kue tar tidak kunjung datang hingga sidang dimulai.

Kekesalan Dhani memuncak setelah merasa mendapat perlakuan yang kurang berkenan dari polisi. Ia merasa tidak mendapat izin meniup lilin kue ulang tahun di ruang pengadilan.

“Tolong diberitakan ya hari ini saya tidak boleh meniup lilin untuk anak saya Shafeaa Ahmad yang hari ini ulang tahun. Tolong diberitakan dilarang oleh polisi, tolong beritakan saja,” kata Dhani sambil berlalu menuju kursi persidangan, Selasa (26/2).

Momen yang ditunggu-tunggu Dhani akhirnya tiba juga. Ketika persidangan diistirahatkan, suami Mulan Jameela itu bisa meniup lilin ulang tahun untuk Shafeea. Alih-alih ingin menyampaikan sukacita atas bertambahnya usia Shafeea, mata Dhani malah berlinang.

Dhani sempat kesulitan meniup lilin-lilin kecil yang menancap di kue tar itu. Kesedihan Dhani kemudian memuncak. Ia tidak kuasa lagi menyembunyikan air matanya meski sempat menutupnya dengan salah satu tangannya.

“Selamat ulang tahun kepada anakku tercinta Safeea Ahmad 8 tahun. Maaf ayah nggak bisa hadir,” kata Dhani sambil menangis.

Tim kuasa hukum mencoba menghibur pentolan Dewa 19 itu dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Saat ditanya harapan terkait Shafeea, Dhani memberikan jawaban dengan menyinggung soal demokrasi. “Ini adalah perjuangan ayah untuk demokrasimu di masa depan. Allah Akbar,” pungkas Dhani.
(sun/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dibalik Rutan Medaeng, Ahmad Dhani Menulis Surat Untuk Menhan

Liputan6.com, Surabaya – Terdakwa dugaan kasus pencemaran nama baik, ujaran Idiot, Ahmad Dhani Prasetyo kembali merilis surat curahan hati (curhat) yang ditulisnya di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya, di Medaeng Sidoarjo.

Dhani yang sebelumnya menulis surat untuk sang mama dan pengakuannya sebagai NU, kali ini dia menulis surat curhat tentang persoalan hukum yang dihadapi dan ditujukan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Salah satu sahabat dan juga simpatisan Ahmad Dhani, Fika menyampaikan bahwa inti dari surat itu mengeluhkan atas ditahan dirinya, padahal putusannya belum inkrah.

“Surat curhatan mas Dhani pada jenderal. Inti dari isi surat itu mas Dhani mengeluhkan belum ada putusan inkrah kok ditahan padahal yang lain kalau masih banding tidak ditahan,” kata Fika di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (26/2/2019).

Menurut Fika, atas penahanan tersebut Ahmad Dhani sedih. Apalagi hari ini ulang tahun putrinya, Safeea, yang kedelapan. Ahmad Dhani tidak bisa menghadiri ultah putrinya.

“Saya lihat sendiri kemarin Safeea bilang pada mas Dhani supaya keluar izin 4 hari dari pondok ini (rutan medaeng). Surat curhatan mas Dhani saya terima tadi pagi,” ujar Fika.

2 dari 3 halaman

Isi Surat Ahmad Dhani

Berikut adalah isi surat curhat dari Ahmad Dhani Prasetyo yang berjudul Surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu :

Siap Jenderal, lapor

Saya divonis hakim PN, pengujar kebencian berdasarkan SARA.

Saya divonis Anti Cina Saya divonis Anti Kristen

Kakanda Jenderal pasti tidak percaya bahwa saya Anti Cina dan Anti Kristen. Apalagi Saudara saya yang nasrani, dan partner bisnis saya yang kebanyakan dari Tionghoa. Tapi kenyataannya saya divonis begitu.

Kakanda Jenderal adalah saksi hidup bagaimana darah NKRI saya bergelora. Saat Kakanda adalah Kepala Staf AD pada tahun 2003.Kakanda perintahkan band Dewa 19 untuk memberi semangat warga Aceh untuk tetap setia kepada NKRI.

Di atas tank, kami keliling Kota Aceh untuk meneriakkan NKRI harga mati. Bisa saja GAM waktu itu menembaki kami, banyak kelompok separatis yang bisa saja mendekat dan menembak kami.

Namun saat ini situasi negara aneh. Saat saya mengajukan banding atas vonis hakim, saya malah ditahan dengan dua surat ketetapan. Salah satunya atas perkara yang seharusnya saya tidak ditahan.

Jangan salah paham jenderal, saya tidak sedang bercerita soal keadaan saya, tapi saya sedang melaporkan tentang situasi politik negara kita.

Apakah saya korban perang total seperti yang dikabarkan Jenderal Moeldoko, mudah-mudahan bukan. Tapi di penjara, saya merasakan tekanan yang luar biasa.

Demikianlah Kakanda Jenderal, saya melaporkan dari Sel Penjara Politik.

Tertanda Ahmad Dhani Kangen SOP Buntut buatan Nyonya Ryamizard Ryacudu

Rutan Medaeng 26 Februari 2019

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Di Balik Rutan Medaeng, Ahmad Dhani Menulis Surat untuk Menhan

Liputan6.com, Surabaya – Terdakwa dugaan kasus pencemaran nama baik, ujaran Idiot, Ahmad Dhani Prasetyo kembali merilis surat curahan hati (curhat) yang ditulisnya di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya, di Medaeng Sidoarjo.

Dhani yang sebelumnya menulis surat untuk sang mama dan pengakuannya sebagai NU, kali ini dia menulis surat curhat tentang persoalan hukum yang dihadapi dan ditujukan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Salah satu sahabat dan juga simpatisan Ahmad Dhani, Fika menyampaikan bahwa inti dari surat itu mengeluhkan atas ditahan dirinya, padahal putusannya belum inkrach.

“Surat curhatan Mas Dhani pada jenderal. Inti dari isi surat itu Mas Dhani mengeluhkan belum ada putusan inkrach kok ditahan padahal yang lain kalau masih banding tidak ditahan,” kata Fika di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (26/2/2019).

Menurut Fika, atas penahanan tersebut Ahmad Dhani sedih. Apalagi hari ini ulang tahun putrinya, Safeea, yang kedelapan. Ahmad Dhani tidak bisa menghadiri ultah putrinya.

“Saya lihat sendiri kemarin Safeea bilang pada Mas Dhani supaya keluar izin 4 hari dari pondok ini (rutan medaeng). Surat curhatan Mas Dhani saya terima tadi pagi,” ujar Fika.

2 dari 3 halaman

Isi Surat Ahmad Dhani

Berikut adalah isi surat curhat dari Ahmad Dhani Prasetyo yang berjudul Surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu :

Siap Jenderal, lapor

Saya divonis hakim PN, pengujar kebencian berdasarkan SARA.

Saya divonis Anti Cina Saya divonis Anti Kristen

Kakanda Jenderal pasti tidak percaya bahwa saya Anti Cina dan Anti Kristen. Apalagi Saudara saya yang nasrani, dan partner bisnis saya yang kebanyakan dari Tionghoa. Tapi kenyataannya saya divonis begitu.

Kakanda Jenderal adalah saksi hidup bagaimana darah NKRI saya bergelora. Saat Kakanda adalah Kepala Staf AD pada tahun 2003. Kakanda perintahkan band Dewa 19 untuk memberi semangat warga Aceh untuk tetap setia kepada NKRI.

Di atas tank, kami keliling Kota Aceh untuk meneriakkan NKRI harga mati. Bisa saja GAM waktu itu menembaki kami, banyak kelompok separatis yang bisa saja mendekat dan menembak kami.

Namun saat ini situasi negara aneh. Saat saya mengajukan banding atas vonis hakim, saya malah ditahan dengan dua surat ketetapan. Salah satunya atas perkara yang seharusnya saya tidak ditahan.

Jangan salah paham jenderal, saya tidak sedang bercerita soal keadaan saya, tapi saya sedang melaporkan tentang situasi politik negara kita.

Apakah saya korban perang total seperti yang dikabarkan Jenderal Moeldoko, mudah-mudahan bukan. Tapi di penjara, saya merasakan tekanan yang luar biasa.

Demikianlah Kakanda Jenderal, saya melaporkan dari Sel Penjara Politik.

Tertanda Ahmad Dhani Kangen SOP Buntut buatan Nyonya Ryamizard Ryacudu

Rutan Medaeng 26 Februari 2019

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ini Isi Lengkap Surat Ahmad Dhani untuk Menhan

Ini Isi Lengkap Surat Ahmad Dhani untuk Menhan Surat Dhani untuk menhan/Foto: Istimewa

Surabaya – Selain membawa buku ke persidangan, ternyata Ahmad Dhani juga membawa surat untuk Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Dalam dua lembar kertas berisi tulisan tangan itu, Dhani menyampaikan keresahannya.

Dhani mengaku resah dengan tuduhan anti China yang menyerang dirinya. Kemudian ia juga merasa tidak terima jika disebut sebagai pengujar kebencian yang ingin menghancurkan NKRI.

Soal kesetiaannya pada Tanah Air, Dhani mencoba meyakinkan semua orang dengan menceritakan pengalamannya bersama Dewa 19 di Aceh pada 2003. Menurut suami Mulan Jameela, kala itu Dewa diperintahkan Ryamizard untuk memberi semangat warga Aceh agar tetap setia kepada NKRI.
Bagi Dhani, apa yang dilakukan Dewa kala itu terbilang patriotik atau cinta Tanah Air karena mempertaruhkan nyawa dari bahaya pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kapan saja bisa membidiknya.
“Di atas tank, kami konvoi keliling Kota Aceh. Bisa saja GAM menembaki saat itu. Tapi kami tetap teriakkan NKRI harga mati. Kalau sekadar ngomong ‘Saya Indonesia Saya Pancasila’, itu tidak sulit Jenderal,” berikut sepenggal tulisan Dhani dalam surat untuk Menhan yang tampak di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (26/2/2019).

Surat Dhani untuk Menhan/Surat Dhani untuk Menhan/ Foto: Deny Prastyo Utomo

Surat tersebut tampak di PN Surabaya sebelum sidang kelima kasus pencemaran nama baik yang menjerat Dhani dimulai. Tadinya surat tersebut akan dibagikan ke pengunjung oleh pihak Dhani, namun terlebih dahulu diamankan petugas.

Berikut isi lengkap surat Ahmad Dhani untuk Menhan:

Surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu

Siap Jenderal, lapor…
Saya divonis Hakim PN sebagai pengujar kebencian berdasarkan sara. Saya divonis ‘anti China’. Saya divonis ‘anti Kristen’

Kakanda Jenderal pasti tidak percaya bahwa saya anti China dan anti Kristen. Apalagi saudara saya yang nasrani dan partner bisnis saya yang kebanyakan Tionghoa. Tapi kenyataannya saya divonis begitu.

Kakanda Jenderal adalah saksi hidup bagaimana darah NKRI saya bergelora. Saat Kakanda adalah Kepala Staff AD, pada tahun 2003 Kakanda perintahkan Band Dewa 19 untuk memberi semangat warga Aceh untuk tetap setia kepada NKRI.

Di atas tank, kami konvoi keliling Kota Aceh. Bisa saja GAM menembaki saat itu. Tapi kami tetap teriakan NKRI harga mati. Kalau sekadar ngomong ‘saya Indonesia saya pancasila’, itu tidak sulit Jenderal.

Tapi kami nyanyikan Indonesia Pusaka di daerah operasi militer Aceh. Saat itu banyak kaum ‘separatis’ yang siap mendekat dan menembaki kami kapan saja…

Tapi sekarang situasinya Aneh Jenderal. Tapi sekarang situasinya aneh Jenderal. Setelah saya mengajukan upaya banding, saya malah ditahan 30 hari oleh Pengadilan Tinggi. Di hari yang sama keluar penetapan baru dari Pengadilan Tinggi yang akhirnya saya ‘ditahan’ karena menjalani sidang atas perkara yang seharusnya tidak ditahan (karena ancaman hukumannya di bawah 4 tahun).

Jadi salah paham Jenderal. Saya tidak sedang bercerita soal ‘keadaan saya’. Tapi saya sedang melaporkan ‘situasi politik’ negara kita.

Apakah saya ‘korban perang total’ seperti yang dikabarkan Jenderal Moeldopo? Mudah-mudahan bukan. Tapi di penjara, saya merasakan ‘tertekan’ yang luar biasa. Demikianlah Kakanda Jenderal, saya melaporkan dari sel penjara politik.

Ahmad Dhani
Kangen sop buntut buatan Nyonya Ryamizard Ryacudu

Rutan Medaeng, 26 Februari 2019
(sun/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tiba di Pengadilan, Dhani Disambut Takbir Pendukungnya

Surabaya – Sidang Ahmad Dhani soal ‘idiot’ pencemaran nama baik selalu menarik. Kali ini sidang kelima di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Dhani disambut takbir pendukungnya’.

Tiba pukul 10.20 WIB, Dhani yang memakai kemeja putih lengan panjang dan peci hitam keluar dari mobil tahanan.

Seperti biasa Dhani yang menjalani sidang beragenda mendengarkan keterangan 3 saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntur Umum (JPU), langsung memasuki ruang jaksa tampa berkomentar apapun. Ia kini tengah menunggu persidangan dimulai.

“Ayo minggir kasih jalan,” kata petugas polisi yang melakukan pengawalan ketat kepada Dhani di PN Surabaya Jalan Arjuno, Selasa (26/2/2019).

Sepanjang perjalanan menuju ruang jaksa, Dhani tidak melakukan salam 2 jari. Hal yang hampir selalu dia lalukan dalam 4 persidangan sebelumnya.
(sun/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kepada Anak, Augie Fantinus Mengaku Sedang Sekolah

Liputan6.com, Jakarta – Augie Fantinus masih menjalani proses hukum terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukannya. Selama ditahan, Augie mengaku rindu berat dengan istri dan anaknya.

Apalagi, Augie Fantinus sudah empat bulan ini berada di balik jeruji. Buah hati Augie, Enzo, yang masih kecil pun belum mengetahui tentang kasus hukum ayahnya. Yang ia tahu, Augie saat ini sedang pergi sekolah.

“Iya Enzo selalu tanya ‘Papa sudah beres sekolahnya?’,’Belum Zo papi masih harus menginap’,” kata Augie Fantinus di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (25/2/2019).

Tentu saja ia merasakan perbedaan, ia tak bisa lagi sering berkumpul bersama keluarga. Meski sesekali istrinya pun selalu menjenguknya. Namun tetap saja, hal itu masih membuatnya rindu untuk habiskan waktu bersama.

2 dari 3 halaman

Jarang Bertemu Anak

“Apa ya, beda-lah ya sebenarnya sekarang gue di rumah juga tapi di rumah tahanan, jadi ya beda-lah. Karena enggak bisa kumpul. Kan gue ketemu sama istri kalau lagi sidang dan ketika besuk, anak pun kemarin minggu lalu baru ketemu,” ungkap Augie Fantinus.

“Baru ketemu pun selama gue di sana standby itu, baru ketemu tiga kali dan Enzo tuh tahunya papinya lagi sekolah jadi makanya selalu maunya ke sekolah papi nih,” imbuhnya.

3 dari 3 halaman

Menyesal

Selama di dalam penjara, Augie pun mengetahui perkembangan Enzo lewat cerita sang istri. Rasa menyesal di benaknya muncul, karena tak bisa melihat perkembangan anaknya secara langsung.

“Kalau ketemu tuh senang banget deh, aduh gue sudah kayak, cuma ya ini dulu kalau gue punya waktu buat anak kadang gue pakai buat syuting, basket. Sekarang jauh, nah ini baru berasa, pengin waktu buat anak sama istri gitu sih,” pungkasnya. (Galuh Esti Nugraini/Kapanlagi.com)

Shafeea Besok Ulang Tahun, Kadonya Minta Ahmad Dhani Cepat Pulang

Sidoarjo – Di dalam Rutan Medaeng, Ahmad Dhani memeluk hangat putri pertamanya bersama Mulan Jameela, Shafeea Ahmad. Dalam kesempatan itu, Dhani juga mengucapkan selamat ulang tahun untuk Shafeea yang akan genap berusia 8 tahun.

“Tadi mas Dhani sempat mencium dan memeluk Shafeea serta mengucapkan semalam ulang tahun,” kata Kuasa Hukum Dhani, Sahid kepada wartawan di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Senin (25/2/2019).

Menurut Sahid, Dhani dan Shafeea juga berbicara banyak di dalam rutan. “Tadi sempat lama ngobrol sama anaknya, itu yang membuat lama jelang mereka balik,” imbuh Sahid.
Saat Shafeea dan Dhani tengah asyik mengobrol, Mulan mengingatkan sang bocah untuk meminta kado ulang tahun kepada ayahnya. Dari mulut Shafeea, Dhani dan Mulan mendengar harapan anaknya yang menginginkan pentolan Band Dewa 19 itu segera bebas.
“Minta apa kepada ayah? Kemudian langsung dijawab anaknya, agar ayahnya cepat pulang,” lanjut Sahid sembari menirukan perkataan Mulan dan Shafeea.

Itu menjadi kunjungan kedua Shafeea ke Rutan Medaeng. Sabtu (23/2), Dhani juga memeluk erat Shafeea. “Mas Dhani selalu senang ketika disambangi oleh anak-anaknya dan selalu memeluk Shafeea,” tandasnya.

Shafeea akan merayakan ulang tahun yang ke-8, Selasa (26/2). Tepat saat Dhani harus menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam sidang nanti, Dhani yang merupakan terdakwa kasus pencemaran nama baik atau kasus ‘idiot’ dengan agenda mendengarkan keterangan 3 saksi yang disediakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
(sun/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bersama Putrinya, Mulan Jameela Jenguk Ahmad Dhani

Fokus, Sidoarjo – Dengan menggunakan busana muslim warna hitam yang dilengkapi dengan cadar, Mulan Jameela tiba di Rutan Medaeng Sidoarjo. Berbeda dengan kunjungan sebelumnya, Mulan Jameela datang ke Rutan Medaeng didampingi putri bungsunya Safeea Ahmad.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Minggu (24/2/2019), tanpa berkomentar pada awak media, Mulan langsung masuk ke dalam Rutan Medaeng untuk menemui suaminya yang sedang menjalani masa tahanan sebagai terdakwa dugaan kasus pencemaran nama baik.

Tiga jam berada dalam rutan usai melepas kangen dengan Ahmad Dhani, Mulan Jameela lebih memilih diam.

“Anaknya itu kan tidak pernah jenguk, makanya datang ke sini. Ekspresinya sih bahagia, karena sudah bisa menerima kan,” kata Tim Pengacara Ahmad Dhani Sahid.

Sementara itu, upaya untuk penangguhan penahanan Ahmad Dhani dari dalam penjara, kini mulai dilakukan. Beberapa tokoh, seperti Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Calon Presiden Prabowo Subianto turut mendukung penangguhan penahanan bagi Ahmad Dhani. (Rio Audhitama Sihombing)