2 Pencapaian Spesial Rossi di MotoGP Argentina

Jakarta Podium di MotoGP Argentina terasa sangat spesial bagi Valentino Rossi. Pembalap Monster Energy Yamaha itu berhasil menorehkan dua pencapaian istimewa setelah finis runner-up di Termas de Rio Hondo, Senin (1/4/2019) dini hari WIB. 

Pertama, The Doctor berhasil menyudahi puasa podium terlama dalam kariernya. Dia kali terakhir naik podium pada MotoGP Jerman di Sachsenring pada Juli 2018. Saat itu, Rossi juga menjadi runner-up. 

Yang lebih menggembirakan, Rossi mengakhiri paceklik podium dengan penuh gaya. Pembalap Italia tersebut merebut posisi kedua setelah memenangi duel sengit melawan pembalap Ducati, Andrea Dovizioso. Rossi finis kedua dengan cara menyalip Dovi di lap terakhir. 

Torehan istimewa kedua, Valentino Rossi naik podium tepat pada peringatan ke-23 tahun balapan grand prix pertamanya. Dia melakukan balapan debut di grand prix pada 1996 di kelas 125 cc, tepatnya di GP Malaysia. Saat itu, The Doctor finis keenam.  

“Saya melihat fotonya (momen balapan GP pertamanya) pagi ini. Rasanya lucu karena seperti di era lain. Gambarnya hitam dan putih di televisi,” ujar Rossi sembari tersenyum, seperti dilansir Crash

Saat berbicara tentang catatan barunya tersebut, Rossi menyebut kariernya di ajang balap motor dunia terbagi menjadi dua sisi. Bagian pertama ketika dia bisa menang dengan relatif muda. Bagian selanjutnya ketika dia memilih tetap bertarung, ketimbang pensiun saat menghadapi rival-rival yang lebih muda dan kuat.  

“Pada bagian pertama karier, saya memenangi banyak balapan, banyak gelar. Kemudian saya sampai pada satu titik lebih sulit (menang) karena muncul rival-rival yang lebih muda dan kuat,” urai The Doctor. 

“Jadi, pada momen itu mungkin Anda harus memutuskan apakah memilih tetap di rumah dan memandangi trofi serta bahagia. Atau Anda memilih melanjutkan bertarung karena Anda menikmatinya. Saya memilih yang kedua,” tegas Valentino Rossi.

Lionel Messi Lampaui Pencapaian Iniesta di La Liga

Liputan6.com, Barcelona – Barcelona menang 3-1 menjamu Rayo Vallecano pada lanjutan pertandingan La Liga di Camp Nou, Minggu (10/3) dini hari WIB. Di laga ini, Lionel Messi melampaui sebuah pencapaian Andres Iniesta.

Melawan Rayo, Lionel Messi memainkan pertandingannya yang ke-443 di La Liga. Dia menyumbang satu gol untuk Barcelona.

Messi pun menyalip Iniesta (442) sebagai pemain Barcelona dengan jumlah penampilan terbanyak kedua di La Liga. Sekarang, hanya ada satu nama di atasnya.

Pemain tersebut, yang hingga kini masih menjadi pemegang rekor jumlah penampilan terbanyak di La Liga sepanjang sejarah Barcelona, adalah Xavi Hernandez (505).

Tiga pemain ini sama-sama merupakan jebolan akademi sepakbola kebanggaan Barcelona, La Masia. Dari ketiganya, hanya Lionel Messi yang masih berada di Barcelona.

Xavi hengkang dari Barcelona pada tahun 2015, dan sekarang memperkuat Al Sadd di Qatar. Sementara itu, Iniesta bermain untuk Vissel Kobe di Jepang sejak 2018.

Disambut Meriah Masyarakat di Sumut, Ma’ruf Amin Jelaskan Pencapaian Jokowi

Dalam Pilpres 2019, Jokowi memperkenalkan tiga kartu sakti yang akan masuk programnya di masa kepemimpinan selanjutnya. Kartu pertama yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Prakerja.

Kartu yang terakhir memang belakangan menjadi sorotan. Bahkan sampai disindir oleh tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, bahkan langsung oleh Sandiaga sendiri.

Meski demikian, di kesempatan terpisah, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno tidak sependapat dengan pihak-pihak yang mencibir program Kartu Prakerja Jokowi tanpa memberikan solusi. Dia berpendapat program ini konkret secara gagasan, meski pendanaannya nanti harus dipikirkan secara matang.

“Logika jangan semua yang disampaikan petahana itu buruk. Pola pikirnya jangan hitam dan putih. Menurut saya, kalau program kerja ini dianggap enggak realistis mestinya dijawab dengan program kerja yang menurut 02 realistis,” kata Adi.

Dia menyarankan kepada pendukung pasangan Prabowo-Sandi selaku penantang untuk menjawab Kartu Prakerja dengan program serupa yang dianggap lebih masuk akal untuk memfasilitasi kelompok lulusan SMA dan SMK dalam mengakses pekerjaan.

“Bukan hanya mengatakan itu program tidak rasional, enggak ada dananya, kemudian dilaporin ke Bawaslu. Ini kan menurut saya cara-cara yang ingin menyederhanakan sesuatu dengan lapor melapor. Mestinya Ini dilawan dengan program lain yang rasional,” imbuh Adi.

Kendati demikian, Adi sepakat dengan pendapat yang mengatakan bahwa pendanaan dari program ini tetap harus difikirkan secara matang dan terukur.

“Isu dari mana (uangnya) itu memang perlu dijawab. Apakah akan diambil dari pengetatan dana Badan dan Kementerian, pajak, atau nambah hutang sekalipun itu enggak soal selama itu untuk kebaikan rakyat miskin. Selama itu untuk kebaikan anak-anak muda kita supaya bisa memilki pekerjaan. Jangan sampai sirkulasi keuangan ini hanya berkutat pada kelompok-kelompok menengah tertentu,” beber Adi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Terkait banyak hoaks yang menimpa Jokowi, Ma’ruf Amin angkat bicara dan membela capres no urut no 01 tersebut.

Deflasi Februari 0,08 Persen, Ini Tanggapan BI

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi 0,08 persen pada Februari 2019.

Ini berbanding terbalik dibandingkan Februari 2018 yang mengalami inflasi yang sebesar 0,17 persen (yoy) dan Januari 2019 yang sebesar 0,32 persen (mtm).

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan, deflasi yang terjadi pada bulan ini menunjukan pencapaian positif di awal tahun.

Artinya, pemerintah telah berhasil dan menekan sejumlah beberapa harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.

“Dan ini juga sejalan dengan survei pemantauan harga yang kami sampaikan sebelumnya bahwa memang harga-harga Alhamdulillah terus terkendali,” kata dia saat ditemui di Kompleks Masjid Bank Indonesia, Jumat (1/3/2019).

Perry mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, sejumlah harga dari beberapa komoditas memang telah turun. Penurunan itu terjadi misalnya pada daging ayam, cabai merah, bawang, hingga telur.

“(Berkat) koordinasi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia dan berbagai pihak menunjukan bahwa harga harga terkendali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat semua komoditas khususnya bahan bahan makanan itu mengalami penurunan,” pungkasnya.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Laporan BPS

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami deflasi0,08 persen pada Februari 2019. Ini berbeda dibandingkan Februari 2018 yang mengalami inflasi sebesar 0,17 persen (yoy) dan Januari 2019 sebesar 0,32 persen (mtm).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti melaporkan dari 82 kota cakupan perhitungan indeks harga konsumen (IHK), sebanyak 69 kota mengalami deflasi. Sedangkan 13 kota mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,11 persen dan terendah Serang sebesar 0,02 persen. Sedangkan inflasi tertinggi yaitu di Tual sebesar 2,98 persen dan terendah di Kendari sebesar 0,03 persen.

“Deflasi di Merauke lebih disebabkan oleh penurunan harga sayuran, cabai, itu mengalami penurunan harga. Inflasi tertinggi di Tual disebabkan karena sayuran khususnya bayam dan ikan segar,” tandas dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Raih 800 Ribu Penonton di Hari Pertama Tayang, Dilan 1991 Pecahkan Rekor Baru

Liputan6.com, Jakarta Dilan 1991 akhirnya tayang serentak pada 28 Februari 2019. Sesuai espektasi, film yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq ini mampu merebut hati banyak pecinta film Tanah Air.

Setelah di hari perdana penayangan, Dilan 1991 telah mendapat 800 ribu penonton. Angka ini merupakan akumulasi dari jumlah penonton saat premier di Bandung sebesar 80 ribu, dan jumlah penonton di hari pertama tayang, 720 ribu.

Kabar menggembirakan ini disampaikan langsung oleh sutradara Dilan 1991, Fajar Bustomi. Ia mengucap terima kasih atas apresiasi yang begitu besar terhadap film yang dibintangi Iqbaal Ramadan dan Vanesha Prescilla tersebut.

“Alhamdulillah terima kasih ya Allah. Terima kasi kepada semua yang terlibat, semua yang mendukung, semua teman-teman wartawan, sponsor, para pemilik karyawan bioskop. Dan semua yang menonton film Dilan,” tulisnya di Instagram, Jumat (1/3/2019).

2 dari 2 halaman

Judul Ketiga

Pencapaian ini membuat Dilan 1991 menjadi film yang meraih rekor box office sepanjang masa. Film sebelumnya, Dilan 1990 juga mendapat jumlah penonton tinggi.

Dilan 1990 turun layar dengan angka penonton mencapai 6,3 juta leboh. Hal ini menjadikan film produksi Max Pictures ini sebagai film terlaris sepanjang masa kedua setelah Warkop DKI Reborn yang mendapat 6,8 juta penonton.

Kisah antara Dilan dan Milea tak berhenti sampai Dilan 1991 saja. Cerita khas anak SMA ini masih berlanjut di film ketiga yang berjudul Milea.

Cara Perusahaan Produk Bernutrisi Dukung Pemerintah Capai SDGs

Liputan6.com, Denpasar – Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA) pada hari ini meluncurkan riset dokumentasi berjudul ‘Dukungan APPNIA terhadap Percepatan Pencapaian SDGs dan Generasi Masa Depan Indonesia’.

Riset ini merupakan dokumentasi peran aktif serta komitmen jangka panjang APPNIA dalam mewujudkan capaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di tahun 2030 dan menciptakan generasi masa depan Indonesia yang berkualitas.

Ketua APPNIA, Rivanda Idiyanto mengatakan konten riset dokumentasi ini mencakup program dan aktivitas yang dilakukan perusahaan anggota APPNIA serta kerja sama asosiasi dengan pemerintah, sektor industri lain dan masyarakat.

“Kami ingin menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan untuk meningkatkan status gizi juga kesehatan ibu dan anak di Indonesia melalui kemitraan dengan pemerintah dan stakeholder lain untuk menjalankan kegiatan secara terencana dan sistematis,” kata Rivanda sebagaimana rilis yang diterima Liputan6.com, Rabu (27/2/2019).

Rivanda menjelaskan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan 17 butir SDGs. Melalui berbagai aksi nyata, APPNIA berperan mewujudkan tiga butir SDGs di sektor kesehatan yaitu SDGs 2 (tanpa kelaparan), SDGs 3 (kehidupan sehat dan sejahtera), dan SDGs 6 (air bersih dan sanitasi layak) yang berkaitan erat dengan persiapan generasi masa depan Indonesia.

Fakta menunjukkan bahwa individu yang sehat memiliki kemampuan fisik dan daya pikir lebih kuat, sehingga memberikan mereka kemampuan berkontribusi secara produktif membangun masyarakat. Pencapaian SDGs dioptimalkan dalam bentuk kemitraan yang kolaboratif antara pihak perusahaan swasta, pemerintah, badan usaha milik negara, organisasi sosial dan asosiasi untuk memperbaiki gizi serta kesehatan ibu dan anak.

SDGs menjadi dasar perwujudan program nyata mencapai Indonesia tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, serta sanitasi yang layak,” tegas Rivanda.

Sepuluh perusahaan yang menjadi anggota APPNIA memiliki visi dan misi yang sama. Visi APPNIA adalah menjadi asosiasi yang dinamis dan kredibel di tingkat nasional dan internasional, bermitra dengan pemerintah dan pihak terkait untuk secara aktif mendukung peningkatan status gizi dan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Adapun misi APPNIA yaitu aktif mendukung program nasional pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan, memastikan semua anggota APPNIA mematuhi peraturan yang berlaku, menyediakan produk bergizi dan berkualitas sesuai standar keamanan pangan, serta secara aktif bermitra dengan pemerintah dan pihak terkait lain dalam perbaikan gizi dan kesehatan ibu dan anak.

2 dari 2 halaman

Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi

Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 menunjukkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini tiga kali lipat lebih tinggi daripada target tujuan pembangunan milenium (Millennium Development Goals/MDGs), yaitu 102 per 100 ribu kelahiran hidup.

Menurut Rivanda, peningkatan gizi masyarakat khususnya ibu dan anak merupakan hal penting untuk mendukung pencapaian SDG 2 dan 3. “Program-program yang dilakukan perusahaan-perusahaan anggota APPNIA merupakan perwujudan suatu komitmen yang tertuang dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Creating Shared Value (CSV) masing-masing yang mendukung capaian SDGs,” katanya.

Untuk mencapai SDG 2, upaya yang dilakukan para anggota APPNIA yakni menciptakan lingkungan kondusif dan mandiri serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi, edukasi dan kampanye kecukupan gizi, kerja sama untuk meningkatkan pasokan pangan berkualitas serta inovasi produk.

Adapun untuk pencapaian SDG 3, program anggota APPNIA antara lain memberikan akses terhadap fasilitas kesehatan secara gratis, edukasi terkait kesehatan ibu dan anak, pemberian penyuluhan gizi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, sarana air bersih, sanitasi, serta kebiasaan higienis melalui penguatan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Pencapaian SDGs dan penciptaan generasi yang berkualitas merupakan tanggung jawab seluruh stakeholder. Peluncuran riset dokumentasi ini merupakan bukti komitmen kami dalam mewujudkan masyarakat yang sehat demi masa depan bangsa,” ujar Rivanda.

Romelu Lukaku Siap Bermain di Posisi Apa Pun demi MU

Liputan6.com, Manchester – Romelo Lukaku makin cinta kepada Manchester United (MU) . Penyerang asal Belgia itu bahkan mengaku siap dimainkan di posisi manapun yang dibutuhkan Setan Merah.

Dalam dua bulan terakhir, Lukaku memang jarang dimainkan sebagai penyerang tengah oleh manajer Ole Gunnar Solskjaer. Ia kalah bersaing dengan sosok Marcus Rashford, sehingga ia kebanyakan bermain di sisi kanan serangan MU dalam satu bulan terakhir.

Dini hari tadi, Solskjaer memasang Lukaku sebagai penyerang tengah sebagai pengganti Rashford yang mengalami cedera. Sang striker menuntaskan tugasnya dengan baik, di mana ia membuat dua gol ke gawang tuan rumah sehingga MU menang dengan skor 3-1 di Selhurst Park.

Lukaku juga menyebut bahwa ia senang akhirnya kembali dipercaya tampil sebagai ujung tombak MU. “Saya hanya berharap saya bisa mendapatkan kesempatan untuk bermain sebagai penyerang tengah,” buka Lukaku kepada MUTV.

2 dari 3 halaman

Siap Berikan Segalanya 

Meski lebih senang bermain sebagai penyerang tengah, Lukaku menegaskan bahwa dirinya selalu siap untuk bermain di posisi manapun yang diinginkan sang pelatih.

“Hari ini pelatih memberikan saya kesempatan untuk bermain sebagai penyerang tengah dan saya senang bisa membantu tim ini memenangkan pertandingan.”

“Saya tidak terlalu mempedulikan saya bermain di sisi kiri, kanan atau di tengah. Saya selalu memberikan yang terbaik untuk tim ini. Selama tim ini menang dan saya bisa memberikan kontribusi atas kemenangan ini, maka saya akan bahagia.”

3 dari 3 halaman

Rekor Apik 

Kemenangan di Selhurst Park tadi menjadi milestone baru bagi MU. Pasalnya ini pertama kalinya Setan Merah meraih delapan kemenangan tandang beruntun sejak tim ini didirikan lebih dari satu abad yang lalu.

Lukaku sendiri merasa senang timnya bisa mencatatkan rekor yang sangat baik itu kali ini.

“Itu [delapan kali menang tandang beruntun] merupakan sebuah pencapaian yang sangat bagus terlebih jika anda melihat tim mana yang harus kami hadapi. Semua orang terus meragukan kami namun kami merespon keraguan itu dengan cara Manchester United, yaitu menang dan mendominasi pertandingan.” tandasnya.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Sri Mulyani Akui Ada Kebijakan Pemerintah yang Populis

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku tidak masalah apabila kebijakan pemerintah selama ini dianggap populis atau mengutamakan kebijakan yang disukai rakyat.

Dia mengakui jika selama ini ada kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla berpihak kepada rakyat.

“Jadi populis juga sebenarnya nggak salah, karena kan pada akhirnya para pemimpin dipilih untuk memenuhi harapan masyarakat,” ujar dia saat menjadi pembicara dalam acara CNBC Ekonomi Outlook 2019, di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Bendahara Negara ini mengatakan, dalam memutuskan suatu kebijkan pemerintah sangat berhati-hati. Meski tidak semuanya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Namun dalam merumuskan kebijakan pemerintah lebih dulu mencari tahu apa yang jadi kebutuhan sebagian besar masyarakat.

“Cara yang dilakukan bisa bermacam-macam, ada kemudian kalau dilihat di masyarakat. Kebutuhannya adalah bahan makanan pokok makanan yang murah dan segala sesuatu kalau bisa semurah mungkin. Kalau bisa gratis itu memunculkan semua ide diberikan dalam harga yang sangat murah atau diberikan subsidi,” jelas Sri Mulyani.

Dia mencontohkan, program pemerintahan Presiden Jokowi yang dinilainya cukup populis, yakni terkait pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). “Kalau kita bisa bicara dengan program presiden sekarang bicara soal SDM itu juga populis,” tutur dia.

Kebijakan-kebijakan populis ini yang kemudian dianggapnya akan mendorong masyarakat semakin yakin kepada pemimpin negara. Sebab kebijakannya memenuhi harapan masyarakat, meski belum tentu menyelesaikan persoalan negara.

“Karena dalam pemilu yang memiliki sistem demokrasi adalah kita ingin pemimpin kan dipilih oleh rakyatnya dan kebutuhan rakyat bisa percaya pada pemimpin itu kemudian memunculkan berbagai indikasi untuk bagaimana masyarakat bisa menilai bahwa calon yang akan dipilih itu memang memenuhi harapan,” pungkasnya

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Sri Mulyani Apresiasi Kinerja Pengusaha RI Genjot Ekonomi Domestik

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi kinerja pengusaha sepanjang 2018.

Itu ia sampaikan pada pertemuan dengan para pengusaha yakni Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Gedung Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak). 

Dia menjelaskan, di tengah gejolak ekonomi dunia yang terus-menerus terjadi sepanjang tahun lalu dan melonjaknya harga minyak dunia hingga mendekati USD 80 per barel, kinerja pengusaha Indonesia cukup besar mendorong ekonomi domestik.

“Saya ingin sampaikan terima kasih kepada seluruh dunia usaha, karena 2018 kita sudah tutup. Dan tahun itu bukan tahun yang mudah, banyak pengusaha yang bertanya benar tidak tahun 2018 krisis, tepat 10 tahun dari krisis 2008 itu hoax,” ujar dia di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (19/2/2019).  

Dia mengungkapkan, ketaatan para pengusaha membayar pajak ikut andil berkontribusi dalam membangun pertumbuhan perekonomian di dalam negeri. 

Itu ditandai dengan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 berjalan positif dengan pencapaian penerimaan negara yang melebihi target atau 102,5 persen serta realisasi belanja pemerintah pun mampu mencapai 99 persen untuk pendidikan, kesehatan, belanja modal, hingga dana transfer ke daerah.

“Dan itu merupakan hasil kombinasi dari harga minyak, kurs, kondisi suku bunga, serta ketaatan Bapak/ Ibu sekalian membayar pajak,” ujar dia.

Kendati begitu, Sri Mulyani menekankan agar para pengusaha tetap waspada atas pergerakan perekonomian yang akan terjadi pada 2019.

“Ke depan kita harus naikkan kewaspadaan. Jadi terimakasih atas seluruh sumbangan, kepatuhan, kontribusi bapak dan ibu sekalian, yang membuat ekonomi kita memiliki daya tahan. Saya ingin dengar aspirasi dari bapak-Ibu semua,” pungkasnya.

Momen Haru Ayah Gantikan Wisuda Putrinya yang Meninggal

Liputan6.com, Jakarta – Wisuda menjadi salah satu momen yang tentunya sangat ditunggu-tunggu semua mahasiswa. Tak hanya diri sendiri, berhasil melewati masa kuliah dan menyandang gelar sarjana tentu membuat orangtua turut bangga. Segala pengorbanan orangtua tentunya akan terbayar lunas dengan kelulusan anak mereka.

Ketika wisuda biasanya keluarga, khususnya orangtua akan turut hadir menyaksikan momen membanggakan tersebut. Namun berbeda dengan seorang ayah di Aceh ini. Alih-alih menyaksikan momen penyematan gelar sarjana anaknya, dia justru menggantikan sang anak yang telah meninggal untuk menerima gelar tersebut.

Dia adalah Rina Muharrami, mahasiswi Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry yang meninggal dunia beberapa minggu sebelum momen wisudanya. Rina menyelesaikan sidang skripsinya pada tanggal 24 Januari lalu.

Beberapa hari kemudian Rina jatuh sakit dan pada 5 Februari 2019, Rina menghembuskan napas terakhirnya. Sang ayah lantas menggantikan Rina untuk menghadiri wisuda yang digelar di Auditorium Prof Ali Hasjmy pada Rabu (27/2/2019).




Lihat postingan ini di Instagram

Ayah, anakmu wisuda.. • Momen paling mengharukan di acara wisuda hari kedua. Rina muharrami, mahasiswi Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry yang memyelesaikan sidang skripsi tanggal 24 januari 2019, beberap hari kemudian tanggal 5 februari rina sang sarjana muda berpulang kerahmatullah karena sakit. Wisuda adalah prosesi penyematan gelar sarjana, puncak pencapaian seseorang dalam menempuh pendidikan tinggi. Wisuda dan sarjana adalah anugerah kebanggaan bagi orang tua dari anak mereka. Orang tua berjuang dan berkorban demi kelanjutan pendidikan anaknya, sementara sang anak berjuang sepenuh hati segenap tenaga merengkuh cita-cita sarjana selayaknya harapan orang tua. Dan wisuda, sekali lagi adalah puncak pencapaiannya. Dimana anak dengan bangga mempersembahkan kesuksesan untuk orang tuanya, bersama menikmati kebahagiaan. Tapi tidak bagi ayah rina, beliau datang mewakili anaknya menjadi sarjana. • ————– • Anakku, hari ini Ayah datang ke acara wisudamu bersama ayah-ayah temanmu yang lain. ayah yang lain datang untuk melihat anaknya jadi sarjana, sementara ayah datang untuk menggantikanmu mengambil tanda sarjana dari kampusmu, nak. Sebenarnya Kaki ayah tak lagi kuat, tapi ayah tegapkan langkah menaiki anak tangga untuk maju mengambil ijazahmu. Hari ini ayah berdiri di depan teman-temanmu. Ayah sedih nak, karena seharusnya kita ada disini bersama. Tetapi Ayah bangga padamu, kamu itu hebat dan mampu meraih impian yang besar. Dan kelak ayah akan menceritakan kepada warga di desa kita bahwa anak ayah seorang sarjana. Seketika terbayang di pelupuk mata engkau datang tersenyum sangat manis dengan baju wisuda yang sangat kau idam-idamkan itu. Kamu seakan membisikkan ditelinga ayah: Ayah, anakmu wisuda… • ——— • Alfatihah untuk rina #uin #wisuda #sarjanamuda #uinar #uinarraniry @kabaraceh @acehinfo @infobandaaceh @kampusuinid

Sebuah kiriman dibagikan oleh UIN AR-RANIRY BANDA ACEH (@uin_arraniry_official) pada 27 Peb 2019 jam 4:59 PST

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Bikin Haru Warganet

Akun Instagram resmi universitas tersebut lantas mengunggah momen mengharukan ini. Ayah Rani terlihat turut berbaris di panggung bersama dengan mahasiswa lainnya yang hendak menerima gelar sarjana pada momen wisuda tersebut. Ayah Rani lantas menerima ijazah sang anak yang diserahkan langsung oleh rektor Uin Ar-Raniry Banda Aceh.

Sejak diunggah, video tersebut menjadi perhatian publik khususnya warganet. Tak sedikit pula yang memberikan komentar dan mengaku turut sedih melihat momen haru ini.

“Ya allah sang bapak sangat tegar, smoga amal ibada almarhum di trima di sisi allah Amiin,” komentar akun @bilqisazra.

“Sedih,” kata @yandi_diki07.

“Merinding + ikut sedih,” ujar @dodhyazhar_.