Mitos Atau Fakta, Tangkur Buaya Bikin Pria Ganas di Atas Ranjang

Liputan6.com, Purwokerto – Seorang kawan mengarahkan saya untuk membelokkan kendaraan ke sebuah sudut di Kota Purwokerto. Dia bilang, di toko obat tradisional itu, mungkin masih ada tangkur buaya, kelamin buaya jantan yang konon berkhasiat meningkatkan vitalitas pria.

Sedikit malu-malu, kami pun bertanya apakah ada stok tangkur buaya di toko itu. Si pelayan toko, yang kebetulan perempuan, tersenyum. Tapi lantas menggeleng.

“Tidak ada. Kalau dulu ada,” ucap dia.

Pencarian tangkur buaya kemudian berlanjut di internet. Inilah jalan pintas yang kebanyakan digunakan saat dunia nyata buntu. Maka terpampanglah berderet-deret iklan obat kuat lelaki, obat oles untuk kejantanan pria dan lain sebagainya.

Ada satu nomor telepon yang tersanding. Maka, saya pun menghubunginya.

Tetapi, kembali saya dibuat kecewa. Responnya pun berbelit-belit. Di seberang sana, orang yang mengiklankan tangkur buaya dengan harga Rp200 ribu itu mengaku tangkur buaya itu bukan miliknya, melainkan temannya.

Dan si teman, sudah lama tak berhubungan. Kembali buntu.

Saya lantas teringat dengan seorang kawan, pemilik penangkaran buaya berizin satu-satunya di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Namanya, Fatah Arif Suyanto. Saya memanggilnya Mas Yanto, terkadang Mas Fatah.

“Saya percaya kalau sebagian besar orang (yang belum pernah mencobanya) rata-rata percaya hal tersebut. Sebab di semua artikel media bacaan hanya ada keterangan membenarkan hak tersebut,” ucap Yanto, saat ditanya apakah ia percaya khasiat tangkur buaya untuk meningkatkan vitalitas pria.

Tetapi, sebagaimana misteriusnya fosil hidup zaman Dinosaurus ini, Yanto pun meyakini ada sisi-sisi tubuh buaya yang bermanfaat bagi manusia. Sebabnya, bangsa buaya mampu bertahan hidup berjuta-juta tahun. Ini tentu berbeda saudara tuanya, spesies lain sezaman yang akhirnya punah.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 3 halaman

Pawang Buaya: Antara Mitos dan Fakta Khasiat Tangkur Buaya

Namun, ia sendiri mengaku belum pernah mencoba. Karenanya, ia tak bisa memastikan apakah tangkur buaya memang benar berkhasiat atau tidak.

Yanto, yang juga pawang buaya berlisensi ini mengakui, di komunitasnya pernah ada perbincangan soal tangkur buaya jantan. Namun, informasinya yang berkhasiat adalah kelamin buaya jantang yang mati karena usia.

Artinya, tangkur buaya yang didapat dari peternakan atau tangkapan alam yang buaya dibunuh, tak berkhasiat apa pun. Hanya saja, secara ilmiah, itu pun tak pernah dibuktikan.

Sedangkan di Indonesia, buaya tua yang mati secara alamiah mesti dilaporkan. Seluruh bagian tubuhnya diperiksa sehingga tak memungkinkan untuk mengambil bagian tubuh yang terkecil sekalipun, apalagi kelaminnya.

“Biasanya ada proses verbal hukum. Tidak ada yang sempat mengambil tangkur, kalaupun diambil mngkin tidakk bisa tahu persis cara pneggunaannya,” kata Yanto lagi.

Ia menganggap fenomena tangkur buaya yang dipercaya meningkatkan vitalitas pria telah bercampur antara fakta dengan mitos. Sebab, rata-rata pembelinya adalah orang yang belum pernah mencoba.

Celakanya, terkadang, ada obat-obatan tradisional atau jamu tertentu yang memasang foto tangkur buaya yang disebut sebagai salah satu bahannya. Padahal, belum tentu juga di dalam obat itu terkandung zat yang berasal dari kelamin buaya jantan.

“Obat-obatan vitalitas biasanya dijual kepada konsumen yang punya khayalan seksual berlebihan. Hanya menguntungkan si penjual,” Yanto menarik kesimpulan.

3 dari 3 halaman

Salah Kaprah Penyebutan Tangkur Buaya Versi Pengobatan Tradisional

Penjelasan lebih gamblang soal tangkur buaya dikemukakan oleh Kepala Laboratorium Biologi Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Dr Diniatik. Ternyata, ada perbedaan tangkur buaya versi pengobatan tradisional dengan tangkur buaya versi awam.

Dalam versi pengobatan tradisional, tangkur buaya yang dimaksud adalah hewan sejenis ikan laut dari keluarga Syngnathoides ordo Solonichtyes, dengan nama latin Syngnathoides biaculoatus. Sepintas lalu penampakannya mirip dengan kuda laut.

Hewan ini lah yang masuk dalam daftar bahan obat tradisional Tiongkok dan banyak diteliti secara ilmiah. Dari berbagai literatur, tangkur buaya atau Syngnathoides biaculoatus itu mengandung banyak asam amino.

Tentu saja, asam amino bermanfaat untuk kesehatan, Akan tetapi, dalam penelitian-penelitian yang telah dilakukan itu tak ada satu pun yang mengarah secara spesifik ke kemampuan seksual.

“Misalnya steroid, alkaloid atau afrodisiak. Itu belum ada,” ucap Diniatik.

Kandungan hewan laut yang disebut itu hanya bersifat tonikum, atau penambah stamina. Bisa dikonsumsi segar, berbentuk olahan, atau dibuat tablet dan kapsul.

Berbeda dengan tangkur buaya yang hewan laut yang banyak dipublikasikan secara ilmiah, tangkur buaya kelamin buaya jantan sulit ditemukan. Yang ada, adalah publikasi penelitian pengobatan dengan memanfaatkan sampel organ dalam buaya.

“Ini penelitian yang saya dapat tentang aktivitas antiamuba dan antitumor dari lisat organ jantung dan organ kandung empedu dari buaya crocoadylus palustris,” dia menerangkan.

Dan ampel yang diambil pun bukan lah testis buaya, melainkan darah buaya. Dan itu diperkuat banyak artikel penelitian tentang antikanker dari Crocodylus siamensis.

Soal pemanfaatan tangkur buaya sebagai penambah vitalitas, Dini justru memperingatkan kemungkinan munculnya toksin atau racun. Pasalnya, bahan tersebut berasal dari benda hidup yang telah mati.

Kalau pun ada zat yang efektif untuk meningkatkan stamina atau vitalitas, ia tak yakin metode yang digunakan, seperti merendam tangkur buaya dalam air dan minyak, mampu mengikat senyawa yang diperlukan.

“Menurut saya masih perlu penelitian lagi,” dia menambahkan.

Hendak Dikawinkan, Harimau Sumatera Jantan Malah Bunuh Betina di Inggris

Liputan6.com, London – Selama sepuluh hari terakhir, Taman Margasatwa London menempatkan seekor harimau jantan Sumatera bernama Asim (7) yang baru tiba dari Denmark. Ia ditempatkan di kandang yang terpisah dari harimau betina bernama Melati (10 tahun). Menurut rencana, kedua harimau Sumatera ini akan dipasangkan.

Petugas memberi waktu kepada keduanya untuk saling mengetahui keberadaan dan aroma, dan menunggu waktu yang tepat untuk mempertemukan keduanya, demikian dikutip dari laman Voice of America, Sabtu (9/2/2019).

Kepala penjaga harimau kebun binatang London, Kathryn Sanders, minggu lalu mengatakan, “Asim adalah hewan gagah dan percaya diri. Si jantan ini juga dikenal banyak dicintai oleh harimau-harimau betina dalam hidupnya. Kami harap dia akan menjadi pasangan tepat bagi si cantik Melati.”

Pada Jumat (8/2) petugas memasukkan kedua harimau itu ke dalam satu kandang. Namun, siapa sangka, Asim tiba-tiba menyerang Melati hingga mati, sementara para petugas yang terkejut mencoba untuk turun tangan namun sia-sia.

Ini adalah akhir yang tragis bagi suatu harapan bahwa keduanya akhirnya akan memiliki keturunan —  sebagai bagian dari program konservasi se-Eropa bagi sub spesies harimau Sumatera yang terancam punah.

“Tiap orang di Taman Margasatwa London sedih dengan peristiwa yang terjadi atas matinya Melati. Fokus sekarang adalah memelihara Asim,” demikian pernyataan yang dikeluarkan Taman Margasatwa di London.

Menurut sebuah organisasi, saat ini hanya tinggal 500 sampai 600 ekor harimau yang hidup di hutan Sumatera.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Harimau Sumatera Tertua Dunia Terpaksa Disuntik Mati di AS

Seekor harimau Sumatera yang diyakini sebagai harimau tertua yang hidup di penangkaran, telah mati di Amerika Serikat dalam usia 25 tahun, 2016 silam.

Harimau betina bernama Djelita itu mengalami eutanasia atau disuntik mati di Kebun Binatang Honolulu, akibat mengalami komplikasi di usia tua.

“Dengan sangat sedih, kami harus mengumumkan bahwa Djelita, harimau Sumatera tercinta kami, di-eutanasia secara berperikemanusiaan, hari ini,” kata Kebun Binatang Honolulu dalam sebuah postingan di halaman Facebooknya yang dikutip dari ABC.net.au.

“Komplikasi dengan usia lanjut yang dideritanya mengharuskan pengambilan keputusan itu,” sebut Kebun binatang tersebut mengumumkan kematian Djelita .

Kebun binatang itu memaparkan, Djelita adalah harimau tertua di antara subspesies manapun yang terdaftar dalam koleksi kebun binatang di seluruh dunia.

Harapan hidup pada harimau Sumatera di alam liar adalah sekitar 12 tahun dan di penangkaran sekitar 20 tahun. Namun usia Djelita melampaui perkiraan tersebut selama 5 tahun yakni 25 tahun.

“Usia tua menghantui siapa saja, bahkan binatang,” kata Direktur Kebun Binatang Honolulu, Baird Fleming.

“Meskipun Djelita memiliki hidup yang panjang dan sehat di kebun binatang, ia menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada kematiannya,” jelasnya.

“Kebun Binatang Honolulu boleh berbangga atas perawatan bertahun-tahun yang sangat baik kepada Djelita, yang merupakan bagian dari upaya konservasi di seluruh dunia untuk menyelamatkan harimau Sumatera dari kepunahan,” tambah Baird.

Dalam sebuah unggahan status di Facebook, Kebun Binatang Honolulu mengatakan, hanya ada 200 harimau Sumatera yang masih tinggal di kebun binatang sebagai bagian dari upaya konservasi global.

“Kebun Binatang Honolulu bangga menjadi bagian dari upaya ini dan akan terus begitu,” sebut kebun binatang tersebut dalam unggahannya.

Djelita lahir di Taman Nasional San Diego pada 26 Maret 1991, dan datang ke kebun binatang Honolulu pada 25 November 1992.

Kebun Binatang Honolulu adalah rumah bagi dua harimau Sumatera lainnya, yakni Berani dan Chrissie, yang telah melahirkan keturunan. Dan anak-anak mereka itu sudah dikirim ke luar negeri diberikan kepada kebun binatang lainnya untuk ditampung dan dirawat.

31 Penyu Raksasa Bertelur di Raja Ampat

Liputan6.com, Raja Ampat – Sebanyak 31 ekor Penyu Belimbing yang dikenal sebagai penyu raksasa sang penjelajah dunia mendarat dan bertelur di Kampung Yenbekaki, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat sepanjang 2018.

Kelompok Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki mencatat pada Mei 2018 sebanyak delapan ekor Penyu Belimbing mendarat dan bertelur di kawasan pantai Warebar Kampung Yenbekaki.

Selanjutnya pada Juni sebanyak lima ekor, Juli sebanyak delapan ekor, Agustus sebanyak tiga ekor, September sebanyak tiga ekor, dan Oktober sebanyak empat ekor, Sehingga total 31 ekor penyu raksasa tersebut mendarat dan bertelur di Kampung Yenbekaki.

Ketua Kelompok Penggiat Koservasi Kampung Yenbekaki Yusuf Mayor, mengatakan sebanyak 31 ekor Penyu Belimbing yang mendarat di kawasan Pantai Warebar sepanjang 2018, bertelur sebanyak 3.706 butir.

Dia mengatakan masyarakat penggiat konservasi penyu kampung Yenbekaki menjaga kawasan Pantai Warebar tempat sarang penyu raksasa tersebut dari serangan predator yang mengincar telurnya.

Ia menjelaskan bahwa dari total 3.706 telur penyu belimbing tersebut sebanyak 1.000 rusak dan berhasil menetas sebanyak 2.706 menjadi tukik. Masyarakat penggiat konservasi penyu kampung Yenbekaki melakukan penangkaran terhadap tukik penyu tersebut agar terhindar dari serangan predator.

Menurut dia, penangkaran terhadap tukik dilakukan paling lama dua minggu setelah telur menetas. Agar tukik tersebut benar-benar kuat dan dapat menghindar dari serangan predator barulah dilepaskan ke laut.

“Hasil kerja masyarakat penggiat konservasi penyu kampung Yenbekaki Raja Ampat sepanjang 2018 berhasil melepaskan sebanyak 2.706 ekor tukik penyu raksasa ke laut,” ujarnya di Waisai, Papua, Senin (4/2/2019), dilansir Antara.

5 Destinasi Wisata Keren di Indonesia yang Patut Dikunjungi

Liputan6.com, Jakarta Indonesia punya begitu banyak destinasi wisata keren. Beribu-ribu pulau terhampar bagaikan untaian “ratna mutu manikam”, untaian permata di sepanjang garis khatulistiwa. Selalu menggoda untuk dieksplorasi. Pemandangan laut, gunung berapi yang masih aktif, serta keberagaman budaya Indonesia, menjadi alasan banyak wisatawan asing dan domestik untuk berlibur di negeri ini.

Lima destinasi wisata keren berkelas dunia di Indonesia ini dapat Anda pertimbangkan untuk mengisi waktu liburan. Yuk lihat destinasi apa saja, dan mana yang paling pas buat anggaran Anda, sebagaimana direferensikan oleh situs HaloMoney.co.id.

1. Wakatobi

Tak salah bila Wakatobi dijuluki The Little Paradise in the World. Gugusan pulau –Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko– dengan biota laut yang kaya, membuat Wakatobi patut ditempatkan di peringkat teratas destinasi wisata keren di Indonesia. Bahkan, di kelas dunia.

Betapa tidak. Ada sekitar 750 jenis spesies koral dan karang laut, atau 90 persen dari seluruh jenis karang laut di dunia, yang dapat ditemukan di Taman Nasional Wakatobi.

Selain itu, juga beraneka biota laut, seperti belut pita, scorpionfish, ikan pipa bersayap, cowrie spindle, karpet udang anemon, dan ikan keeling rockmover.

Sejumlah spot selam, sebutlah Blade Dive Site, Dunia Baru, Mari Mabuk, Coral Garden, Teluk Maya, Fan 38, Ali Reef, dan Roma Dive Site, akan memberikan pemandangan bawah laut yang menakjubkan.

Letaknya di pusat Segitiga Karang Dunia (Indonesia-Filipina-Kepulauan Solomon), menjadikan destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) itu sebagai surga bagi para penyelam dan snorkeling.

Selain itu, ada beberapa tempat yang Instagramable. Misalnya, mercusuar peninggalan Belanda, goa Mata Air Kontamale, dan pantai Mata Air Seratus. Lalu atraksi lumba-lumba, pemandangan sunrise dan sunset di pantai, serta kilau sinar bintang bertaburan di langit saat malam juga akan menambah pengalaman menakjubkan. Oh ya, Anda pun dapat berkenalan dengan penduduk Suku Bajo yang tinggal di rumah-rumah apung di atas air laut.

2 dari 8 halaman

Transportasi ke Wakatobi

Wakatobi dapat dicapai melalui rute udara dan laut. Penerbangan dari berbagai kota akan transit dulu ke Kendari, ibukota Sultra, sebelum melanjutkan penerbangan sekitar 50 menit menuju Bandara Matahora yang terletak di Pulau Wangi-Wangi, pulau terbesar, dan merupakan ibukota Kabupaten Wakatobi.

Sedangkan rute laut, ditempuh lewat dermaga Pangulubelo di Wangi-Wangi, atau belasan dermaga kecil yang tersebar di sana. Perjalanan laut dari pelabuhan Makasar ke Wangi-Wangi ditempuh dalam waktu 10 jam. Setelah tiba di Wangi-Wangi, banyak tersedia ojek, angkot, dan taksi.

Bujet

– Tiket pesawat Jakarta – Wangi-Wangi sekitar Rp 2 jutaan.

– Akomodasi di Wakatobi per malam berkisar Rp 200 ribu – Rp 500 ribu.

– Rental taksi per hari berkisar Rp 250 – Rp 400 ribu.

– Paket pemandu, perlengkapan selam, kapal, dan penginapan berkisar Rp 1 juta per orang per hari.

Dengan bujet Rp 6 juta – Rp 10 jutaan, destinasi wisata kelas dunia itu dapat Anda nikmati selama 2-3 hari. Gunakan kartu kredit yang menawarkan best deals supaya lebih berhemat.

3 dari 8 halaman

2. Mengejar Sunrise di Gunung Bromo

Gunung Bromo jelas salah satu favorit di dunia. Keindahan pemandangannya tak kalah dengan Pegunungan Himalaya di Nepal. Kesan tersebut terungkap dari pengalaman wisatawan asing yang dituangkan dalam tulisan di blog Travelhysteria.

Tempat ini (Bromo) jelas merupakan salah satu tempat favorit kami di bumi, sama dengan pemandangan Himalaya di Nepal… Kami telah melihat banyak tempat yang menakjubkan tetapi Bromo jelas merupakan salah satu favorit kami,” ungkap Enrico dan Zuzana, pasangan travelers asing campuran Italia – Slowakia tersebut.

Menyaksikan sunrise dari puncak bukit Pananjakan akan menjadi pengalaman yang menakjubkan. Lalu ketika matahari mulai naik, berdirilah di Bukit Cinta. Maka akan terlihat puncak Bromo dan dua gunung berapi yang berjajar di dekatnya -Semeru dan Tengger- tampak berada di bawah kaki kita. Dan kabut awan yang menyelimuti puncak gunung-gunung tersebut, serasa membuat kita seperti sedang berada di negeri di atas awan.

Pasir berbisik, bukit savana hijau seperti di film anak-anak Teletubies terhampar indah. Selanjutnya, kawah Bromo. Naiklah, lalu dengarkan gemuruh suara kawah gunung berapi aktif tersebut. Tapi ingat, jangan sekali-kali turun mendekati dasar kawah. Berbahaya!

Spot-spot di atas sangat Instagramable. Spot lainnya, adalah Bukit Kingkong, Bukit Widodaren, Pura Luhur Poten, Bukit B29 Argosari Lumajang, Desa Ranu Pane, Air Terjun Coban Pelangi (dari rute Tumpang Malang), dan Air Terjun Madakaripura (Rute Probolinggo).

Mobil jeep hardtop dengan pengemudi yang punya skill tingkat dewa dapat Anda sewa untuk berkeliling ke spot-spot tersebut. Kapasitas penumpang maksimum 6 orang. Harga rental mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 jutaan, bergantung pada spot-spot yang akan dikunjungi.

4 dari 8 halaman

Rute ke Bromo

Bromo dikelilingi oleh empat kota: Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang. Namun, untuk mencapai Bromo, rute paling populer wisatawan dari luar wilayah Jawa Timur adalah lewat Surabaya ke Probolinggo lalu dilanjutkan ke desa Cemoro Lawang.

Di desa terdekat dengan Gunung Bromo tersebut, banyak homestay yang bisa disewa untuk menunggu saat datangnya matahari terbit. Terus terang, ketinggalan menyaksikan sunrise di Bromo akan membuat perjalanan terasa sia-sia.

5 dari 8 halaman

3. Derawan

Destinasi wisata keren di Kepulauan Derawan Kabupaten Berau Kalimantan Timur ini menawarkan pengalaman menikmati pemandangan laut yang biru, dengan pasir pantai yang putih, dan pohon-pohon nyiur melambai tertiup angin, serta spot-spot untuk kegiatan penyelaman dan snorkeling.

Empat pulau wajib dikunjungi, yakni, Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Pulau Maratua, seperti Derawan, menawarkan pemandangan pantai yang bersih, resort, dan penginapan serta resto di atas laut. Wisatawan mancanegara lebih suka di sini. Sedangkan Kakaban, menawarkan spot berenang di antara ubur-ubur yang tidak menyengat. Lalu penangkaran penyu dapat dilihat di Sangalaki.

Berbagai penginapan tersebar di Kepulauan Derawan. Anda yang punya bujet kecil, pilih homestay dengan harga mulai dari Rp 125 ribu hingga Rp 400 ribu per malam. Sedangkan untuk resort, atau hotel bintang tiga, harga per kamar per malam dibanderol di atas Rp 1 jutaan.

6 dari 8 halaman

Rute ke Derawan

Untuk ke Berau, harga tiket pesawat dari Jakarta berkisar Rp 2 jutaan. Ibukota Kabupaten Berau berada di Tanjung Redeb. Kota ini merupakan kota terdekat dari Kepulauan Derawan. Dari pusat kota ke dermaga penyeberangan Tanjung Batu menempuh 2,5 jam perjalanan darat, dengan ongkos Rp 400 ribuan untuk menyewa mobil. Untuk ongkos mobil yang lebih murah, harganya Rp 50 ribu – Rp 70 ribu. Tapi, dengan catatan sharing bersama penumpang lain dan menunggu muatan penuh.

Transportasi berikutnya menggunakan speedboat. Ongkos speedboat dari dermaga Tanjung Batu menyeberang ke Pulau Derawan Rp 100 ribu per orang, bila sharing dengan penumpang lain. Namun, bila sendirian, bisa sampai Rp 300 ribu ongkosnya. Sedangkan untuk mendatangi spot-spot di Pulau Maratua, Kakaban, Sangalaki, perlu sewa speedboat, dengan ongkos sewa berkisar Rp 1,2 juta sampai Rp 1,5 juta.

7 dari 8 halaman

4. Bali

Daya tarik Bali bukan hanya pada Pantai Kuta. Ada banyak spot wisata keren. Sekurangnya, terdapat 20 destinasi wisata kece yang Istagenic untuk liburan ala anak hits. Ada Tirta Gangga, warisan kerajaan yang epic banget di Jalan Abang, Amlapura Karangasem. Pura Lempuyangan di Bunutan, Abang. Kemudian Chocolate Factory di Pantai Jasri, Pertima. Pantai dengan suasana tenang, jauh dari hiruk pikuk kota, juga dapat ditemui di Pantai Karma Kandara di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Lalu ada Hidden Canyon Beji Guwang di Jalan Sahadewa, Kabupaten Gianyar, Bali. Ngarai super indah ini gak cuma menarik perhatian wisatawan domestik, tapi juga para turis mancanegara.

Nah, yang terbaru adalah Air Terjun Aling-Aling di Jalan Raya Desa Sambangan, Sukasada, Kabupaten Buleleng. Suasananya private karena sunyi dan jarang dijajaki pengunjung. Air terjun setinggi 12 meter ini dikelilingi tebing serta rimbunnya pepohonan, dan airnya jernih dan menyegarkan.

Lalu ada Taman Safari Bali di Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, 17 kilometer dari Denpasar. Dan masih ada destinasi wisata keren lainnya seperti Gemitir Garden, Sharma Springs Bamboo, Tegalalang Rice Terrace, Pasar Tradisional Ubud, The Chedi Club, Taman Nasional Bali Barat, Yellow Bridge Nusa Lembongan, Dream Museum Zone, Double Six Beach, The Secret Garden, Nusa Ceningan, pulau kecil di Kepulauan Nusa Penida.

8 dari 8 halaman

5. Yogyakarta

Yogyakarta merupakan kota dengan spot-spot wisata yang Istagramable. The World Landmarks Merapi Park menjadi surga spot selfie yang paling kekinian di KM 25 Jalan Kaliurang, Desa Pakembinagun, Sleman. Untuk keindahan laut dan snorkeling, ada Pantai Nglambor.

Wahana air Jogja Bay Waterpark dan Umbul Ponggok Klaten, kolam natural dengan air biru jernih di Klaten yang dilengkapi aneka properti untuk foto keren di dasar air juga bisa menjadi pilihan. Atau Tebing Breksi, destinasi wisata Jogja terpopuler dengan keindahan tebing berukir yang fotogenik. Tebing batuan breksi ini terbentuk sejak jutaan tahun lalu.

Selain itu, wisata murah Jogja lainnya adalah Jurang Tembelan, Gunung Api Purba Nglanggeran, Candi Ijo, Pantai Jogan Jogja, Alun-Alun Kidul, Taman Pelangi Monjali, Bukit Bintang Patuk, Jalan Prawirotaman, Wisata Jogja dekat stasiun, Malioboro, Pasar Beringharjo, Museum Benteng Vredeburg, Titik Kilometer O Jogja, Taman Pintar (Tampin), Taman Budaya Yogyakarta.

Indonesia memiliki begitu banyak destinasi wisata keren dan menakjubkan. Agar setiap perjalanan Anda berkesan tapi tak menguras dompet, maksimalkan penggunaan kartu kredit terbaik yang memberikan keuntungan.

Top 3 News: Menguak Tabir Tewasnya Deasy Tuwo di Kolam Buaya

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 news hari ini, jasad seorang wanita ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kolam penangkaran buaya di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. 

Polisi menduga, korban terjatuh saat tengah memberi makan buaya di kolam.

Korba bernama Deasy Tuwo (44). Jasadnya pertama kali ditemukan pukul 08.45 Wita oleh ketiga rekannya yang masuk ke areal pembibitan mutiara.

Betapa terkejut mereka saat melihat jasad Deasy mengapung di kolam tempat pemeliharaan seekor buaya.

Sementara itu, pascaerupsi Sabtu malam, 28 Desember 2018, ketinggian Gunung Anak Krakatau mengalami penyusutan. Dari 338 meter hingga menjadi 110 meter.

Namun, belakangan sejumlah fakta mengejutkan kembali terlihat berdasarkan hasil pengamatan pada citra TerraSAR-X, pada 29 Desember 2018. Bagian tubuh Gunung Anak Krakatau yang hancur kembali muncul ke atas permukaan air. 

Kabar lainnya, soal penemuan Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT 610 yang jatuh diperairan Karawang, pada 29 Oktober 2018. 

CVR Lion Air ditemukan pada kedalaman 33 meter di bawah permukaan laut,  Senin, 14 Januari, pukul 08.40 WIB. 

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Senin, 14 Januari 2019:

2 dari 5 halaman

1. 3 Fakta yang Terkuak Usai Buaya Terkam Deasy Tuwo di Minahasa

Warga Sulawesi Utara (Sulut) digegerkan dengan beredarnya informasi dan foto-foto seorang perempuan yang diterkam buaya. Lokasi kejadian di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut.

Wanita tersebut merupakan karyawan di perusahaan pembibitan mutiara. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Diduga, wanita bernama Deasy Tuwo (44) yang merupakan warga Desa Suluun, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan itu terjatuh saat memberi makan buaya.


Selengkapnya…

3 dari 5 halaman

2. Bagian Tubuh Gunung Anak Krakatau Kembali Muncul ke Permukaan

Gunung Anak Krakatau mengalami sejumlah perubahan. Salah satunya ukuran gunung yang menyusut akibat terjadi longsor di dalam laut, dari semula setinggi 338 meter menjadi sekitar 110 meter.

Namun, Kepala Bidang Diseminasi Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) M Priyatna mengatakan, saat ini bagian barat-barat daya Gunung Anak Krakatau kembali muncul ke atas permukaan air setelah mengalami kehancuran yang diduga karena longsor.

Priyatna mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan pada citra TerraSAR-X pada 29 Desember 2018, bagian tubuh Gunung Anak Krakatau bagian Barat-Barat Daya telah hancur, diduga mengalami longsor dan masuk ke laut estimasi dengan luasan area yang berkurang sekitar 49 hektare.


Selengkapnya…

4 dari 5 halaman

3. 3 Fakta Penemuan Kotak Hitam CVR Lion Air PK LQP

Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang Desember 2018 lalu akhirnya ditemukan.

Bagian dari kotak hitam pesawat Lion Air PK-LQP itu berhasil ditemukan oleh Tim Penyelam (Kopaska & Dislambair) Koarmada I TNI AL, pada pukul 08.40 WIB.

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) Laksda TNI Harjo Susmoro menjelaskan, pencarian CVR Lion Air ini menggunakan peralatan bawah air canggih.

Peralatan tersebut seperti Multibeam Echosounder (MBES), Sub Bottom Profiling (SBP), Magnetometer, Side Scan Sonar, ADCP serta peralatan HIPAP untuk mendeteksi sinyal dari black box Lyon JT 610.


Selengkapnya…

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

3 Fakta Terkuak Usai Buaya Terkam Deasy Tuwo di Minahasa

Liputan6.com, Minahasa – Warga Sulawesi Utara (Sulut) digegerkan dengan beredarnya informasi dan foto-foto seorang perempuan yang diterkam buaya. Lokasi kejadian di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut.

Wanita tersebut merupakan karyawan di perusahaan pembibitan mutiara. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Diduga, wanita bernama Deasy Tuwo (44) yang merupakan warga Desa Suluun, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan itu terjatuh saat memberi makan buaya.

Jasad Deasy pertama kali dilihat oleh Erling Rumengan, Vian Turangan, Audy Engkol. Kejadian itu pun dilaporkan ke Polsek Tombariri. Hingga kini, polisi masih terus menyelidik kematian Deasy.

Berikut 3 fakta Deasy Tuwo yang diduga tewas karena diterkam buaya dihimpun Liputan6.com:

2 dari 5 halaman

1. Kerap Beri Makan Buaya

Polisi masih terus menyelidiki kematian wanita yang kerap memberi makan buaya tersebut. Deasy memang bekerja di kompleks perusahaan pembibitan mutiara Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri.

“Informasinya yang bersangkutan karyawan sini. Dia sering memberi makan buaya. Kita masih menyelidiki penyebabnya,” ujar Wakapolres Tomohon Kompol Joice Wowor.

Jasad Deasy ditemukan sekitar pukul 08.45 Wita.

3 dari 5 halaman

2. Ditemukan Rekan Kerja

Jasad wanita itu pertama kali dilihat oleh tiga orang, mereka adalah Erling Rumengan, Vian Turangan, Audy Engkol. Saat itu ketiganya masuk ke areal pembibitan mutiara itu dan menemukan ada jasad wanita mengapung di kolam tempat pemeliharaan seekor buaya.

Awalnya, sejumlah rekan di perusahaan pembibitan mutiara mencari perempuan itu ke sekeliling area perusahaan. Namun, rekannya dikejutkan dengan penemuan jenazah di kolam penangkaran buaya.

Kapolsek Tombariri Iptu Jantje Untu saat dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan, korban yang diketahui bernama Deasy Tuwo (44), warga Desa Suluun, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulut.

Kapolsek mengatakan, setelah para saksi menemukan jasad itu mereka langsung melaporkan ke Mapolsek Tombariri. “Penyelidikan masih kami lakukan, sedangkan mayat korban sudah dibawa ke RS Kandou Manado,” ujar dia.

4 dari 5 halaman

3. Diduga Tewas Terjatuh

Deasy Tuwo yang bekerja sebagai kepala laboratorium ditemukan tewas di kolam buaya. Korban diduga tewas terjatuh saat hendak memberi makan buaya dengan panjang lima meter.

Perusahaan tempat Deasy bekerja diketahui sengaja memelihara hewan buas sedari kecil.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Baru Ditangkarkan di Lhokseumawe, Rusa Totol dari Istana Bogor Patah Kaki

Lhokseumawe – 6 Ekor rusa totol yang merupakan hibah dari Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat ditangkarkan di Komplek Perumahan PT. Perta Arun Gas (PAG) Lhokseumawe, Aceh. Namun baru beberapa hari di penangkaran, satu ekor rusa mengalami patah kaki karena tersangkut pagar tempat penangkarannya.

“Iya benar. Rusa itu mengalami patah kaki,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Dedi Irvansyah dikonfirmasi detikcom, Minggu (13/1/2019).

Saat ini tim medis untuk hewan yang dipimpin drh. Anhar telah didatangkan untuk menangani rusa totol tersebut. Namun pantauan hingga pukul 00.00 WIB, Minggu (13/1) dinihari tadi, tim medis yang turun untuk menangani rusa tersebut belum berhasil melakukan tindakan penanganan maksimal. Sebab, rusa berjenis kelamin jantan tersebut terus berlari-lari sehingga petugas tidak bisa melakukan pembiusan terhadap rusa tersebut.


Sebelumnya, PT Perta Arun Gas (PAG) meresmikan penangkaran rusa totol (Axis axis) di kompleks perusahaan itu pada Kamis (10/1) lalu. Peresmiannya ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Direktur PT Perta Arun Gas, Arif Widodo.

“Kami mendatangkan rusa totol ini dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Koordinasi dan proses perizinan mulai dilakukan November 2018 lalu. Alhamdulillah, izin diberikan oleh pihak istana untuk PAG melakukan penangkaran di Lhokseumawe, dengan memberi enam rusa, dua jantan dan empat betina,” kata Arif Widodo kepada wartawan.

Perizinan untuk penangkaran itu juga telah diperoleh dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh dan BKSDA Provinsi Jawa Barat.
(nvl/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Koster Ingin Adakan Kontes dan Penangkaran Anjing Kintamani

DenpasarGubernur Bali I Wayan Koster menargetkan tahun 2020 Bali bebas dari rabies. Tidak hanya itu, Koster juga berharap ada kontes untuk anjing Kintamani untuk menjaga kelestarian satwa endemik tersebut.

Hal itu disampaikan Koster saat menerima audiensi dengan dua ‘pakar’ rabies Prof I Ketut Pudja dan AA Gde Putra di ruang kerjanya, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Bali, Rabu (2/1/2018). Dalam pertemuan tersebut Koster didampingi Plt Kepala Dinas Peternakan Bali Wayan Mardiana, dan Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya.

“Dengan anggaran dan tim yang sudah ada, kita prioritaskan daerah yang masih masuk kawasan terjangkit rabies sehingga di tahun mendatang sudah benar-benar bebas. Sedangkan di kawasan lain kita juga cover agar bebas rabies,” kata Koster.

Wayan Mardiana menambahkan pihaknya telah bekerja di daerah yang masuk zona merah dan menjadi prioritas penanganan rabies. Tidak hanya sosialisasi rabies kepada pemilik anjing, pihaknya bersama pemda setempat juga aktif melakukan vaksinasi.

“Program ini juga kita sharing dengan kabupaten/kota bahkan ke desa-desa sebagai ujung tombak,” ujar Wayan Mardiana.

Sementara, Ketut Suarjaya mendukung penanggulangan rabies dari sisi medis. Pihaknya siap menangani korban gigitan anjing secara medis dan menyediakan vaksin anti-rabies (VAR).

“Juga didukung dengan adanya 42 rabies center di seluruh Bali. Jika mampu terlaksana tentu sangat baik dan kita dukung penuh,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketut Pudja mengaku siap mendukung program tersebut. Dia berharap Bali bisa kembali bebas rabies.

“Tahun ini (2019) pun kami berusaha menggempur rabies agar bisa tuntas di Provinsi Bali, jadi tidak perlu tunggu tahun 2020,” tutur Ketut Pudja.

Terlepas dari pembahasan soal rabies, Koster mencetuskan ide untuk mengadakan kontes anjing Kintamani serta upaya penangkaran satwa yang terancam punah. Koster berharap keberadaan satwa endemik Pulau Dewata itu tetap terjaga.

“Penangkarannya kita perbanyak dan dilarang untuk dibawa ke luar Bali. Ini penting untuk proses pelestarian di tanah aslinya dan kalau perlu kita akan buatkan aturan khusus untuk itu,” ucap Koster.
(ams/mae)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>