Ribuan Pelaku Wisata di Sulteng Kehilangan Pekerjaan

Liputan6.com, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sedikitnya 1.000 pelaku usaha di sektor industri pariwisata di provinsi itu kehilangan pekerjaan akibat bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi, 28 September 2018 silam.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulteng I Nyoman Sariadijaya mengatakan para pelaku usaha itu umumnya bergerak di bidang kuliner di lokasi-lokasi destinasi wisata sepanjang Teluk Palu.

Selain pelaku usaha, juga terdapat 11 hotel berbintang di Kota Palu mengalami rusak berat, akibatnya 769 karyawan harus kehilangan pekerjaan.

“Saat ini pemerintah tengah mencari solusi bagaimana bisa memberdayakan mereka yang terdampak agar bisa kembali menjalankan usaha mereka,” ujarnya, dilansir Antara.

Menurut dia, penanganan pemulihan pascabencana di bidang usaha pariwisata harus ditangani lintas sektor, karena bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata semata.

“Penanganannya harus dilakukan bersama-sama dengan dinas terkait, sehingga proses pemulihan cepat tertangani,” tambahnya.

Menurut Nyoman, kerusakan destinasi dan amenitas atau fasilitas pendukung industri pariwisata yang tersebar di tiga daerah terdampak bencana yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi mencapai 30 persen.

Hingga kini, penerintah terus mendorong peningkatan sumber daya pariwisata kepada masyarakat dan pelaku industri pariwisata di destinasi yang terdampak bencana alam agar segera bangkit dari keterpurukan.

Upaya lain yang dilakukan yakni perbaikan sarana destinasi pariwisata terdampak serta mendukung pengembangan pemasaran di objek-objek wisata yang tidak terdampak bencana.

“Kami harap upaya ini secepatnya bisa memulihkan kondisi industri pariwisata di tiga daerah tersebut, karena sektor pariwisata merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah,” tutur Nyoman.

Ia juga optimistis sektor pariwisata Sulteng bisa bangkit kembali dengan memanfaatkan secara positif popularitas Kota Palu dan Sulteng baik skala nasional maupun dunia sehubungan dengan bencana yang terjadi untuk menujual objek-objek wisata unggulan di luar daerah yang tidak terdampak bencana seperti Taman Nasional Laut Kepulauan Togean, dan destinasi wisata budaya di Lembah Lore, Kabupaten Poso.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Jokowi Teken Perpres, Kepala BNPB Bisa Dijabat TNI, Polri, dan Profesional

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Perpres tersebut diteken Jokowi pada 8 Januari 2019, sehari sebelum Letjen Doni Monardo dilantik menjadi Kepala BNPB.

Melalui Perpres itu, Kepala BNPB saat ini menjadi setingkat menteri dan dapat dijabat oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS), personel TNI dan Polri aktif, serta profesional. Dengan jabatan setingkat menteri, Kepala BNPB diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. 

“BNPB berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, dan dipimpin oleh seorang Kepala,” bunyi Pasal 2 ayat (1,2) Perpres tersebut seperti dikutip dari http://www.setkab.go.id, Senin (21/1/2019).

Sementara, Pasal 63 Perpres ini menyebutkan bahwa, Kepala dapat dijabat oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS), prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), atau profesional. 

Perpres tersebut juga menegaskan, apabila terjadi bencana nasional, BNPB melaksanakan fungsi komando dalam penanganan status keadaan darurat bencana dan keadaan tertentu.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BNPB dikoordinasikan oleh kementerian yang menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.

 

2 dari 2 halaman

Perpres Lama Dicabut

Menurut Perpres tersebut, BNPB terdiri atas: Kepala, Unsur Pengarah, dan Unsur Pelaksana. Kepala BNPB juga diberikan hak keuangan dan administrasi setingkat menteri.  

“Kepala mempunyai tugas memimpin BNPB dan menjalankan tugas dalam fungsi BNPB,” demikian bunyi Pasal 8 Perpres tersebut.

Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, maka Perpres Nomor 8 Tahun 2008 tentang BNPB dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

“Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 80 Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2019, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 8 Januari 2019.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Cerita Relawan PMI Cianjur saat Evakuasi Yuki ‘Pas Band’ yang Ditabrak Truk

Cianjur – Kecelakaan tragis menimpa Yuki ‘Pas Band’, kendaraan Toyota Avanza bernomor polisi D-1747-ADD yang ditumpangi nya bertabrakan dengan truk engkel bernomor D-8974-TD di Jalan Lingkar Timur, Cianjur, Jawa Barat.

Saat kejadian sejumlah relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur ikut melakukan evakuasi Yuki yang sempat terhimpit di dalam kendaraan.

“Saat kami datang posisi penumpang lain dan sopir sudah dievakuasi oleh kepolisian dan warga. Sementara Yuki masih berada di dalam kendaraan tersebut,” kata Teguh, salah seorang relawan PMI saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Minggu (20/1/2019).

Avanza yang ditumpangi Yuki Pas BandAvanza yang ditumpangi Yuki Pas Band Foto: dok.Polda Jabar

Menurut Teguh, kondisi kendaraan yang ditumpangi Yuki ringsek parah. Posisi Yuki berada di tengah jok kedua di belakang sopir, saat akan dievakuasi Yuki sempat menyebut merasakan sakit di bagian kaki. PMI yang memang terlatih untuk melakukan penanganan darurat kemudian melakukan penanganan di kaki Yuki.

“Saat itu entah terkilir atau patah, yang pasti kita berikan penanganan dengan memberikan kayu penyangga di bagian kaki kanannya. Setelah itu kita naikan ke atas tandu ‘stracher’ lalu di masukan ke ambulans dan kita bawa ke RS Cianjur,” lanjut dia.

Seperti diberitakan, mobil ditumpangi Yuki ‘Pas Band’ mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Lingkar Timur, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sekitar pukul 17.00 WIB, Minggu (20/1/2019). Kasatlantas Polres Cianjur AKP Adhimas Sriyono mengatakan akibat kecelakaan itu Yuki menderita luka berat dan patah tulang di bagian tubuhnya.

Selain Yuki, sopir mengalami luka berat dan dua penumpang lainnya luka ringan. “Tabrakan dengan truk engkel di Jalan Raya Lingkar Timur, posisi kendaraan yang ditumpangi Yuki sedang mengarah ke Sukabumi,” kata Adhimas melalui sambungan telepon.
(sya/kmb)

Photo Gallery

Kecelakaan saat Perjalanan Dakwah, Yuki ‘Pas Band’ Diduga Patah Kaki

JakartaYuki ‘Pas Band’ mengalami kecelakaan saat perjalanan dakwah. Vokalis pelantun ‘Kesepian Kita’ itu disebut mengalami patah kaki.

“Yuki udah di rumah sakit di Cianjur. Gitu aja masih dalam masa penanganan. Sepertinya yang patah kaki yang waktu itu dia tabrakan. Tapi saya belum tahu pasti. Lagi memastikan dulu. Kan dia selama beberapa tim ya. Kan dia dalam perjalanan mau dakwah ke Sukabumi,” ungkap Sandy Pas Band dikonfirmasi, Minggu (20/1).

“Perjalanan dari Tasik menuju Bandung. Waktu habis konser di Tasik dia ke bBandung naik motor, tabrakan yang dengkulnya pecah,” jelasnya lagi.

Sandy memastikan, Sandy yang sudah hijrah itu memang kecelakaan di Cianjur karena mau tausiah. “Mau berangkat dakwah,” tekannya.

Rencananya, ia dan teman-teman bandnya akan menengok Yuki secepatnya.

“Rencananya besok pagi,” tuntasnya.
(kmb/kmb)

Photo Gallery

Kepanikan Pasien dan Perawat Saat RSUD Balangan Banjarmasin Kebakaran

Liputan6.com, Banjarmasin – Lantai dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balangan, Kalimantan Selatan, pada Minggu, (20/1/2109) sore, sekitar pukul 18.00 Wita, terbakar.

Direktur RSUD Balangan Dr Ferry mengungkapkan, bahwa ruangan yang terbakar berisi peralatan pendukung pelayanan serta alat-alat kebersihan, seperti bantal, diterjen, dan sejenisnya.

Kejadian bermula saat petugas keamanan RSUD Balangan melihat kepulan asap keluar dari lantai dua, tepat di atas ruangan UGD, sehingga tindakan penanganan segera dilakukan dengan peralatan yang tersedia.

Pasien serta para perawat pun sontak berhamburan untuk menyelamatkan diri, karena munculnya asap di ruang lantai dua, tepatnya di atas ruangan UGD RSUD setempat, yang merupakan ruang pelayanan dan keadministrasian (Yanmed).

Asap terus bertambah, sehingga pihak keamanan memutuskan untuk meminta bantuan kepada anggota pemadam kebakaran.

“Intinya di sana tidak ada barang atau arsip yang bersifat mempengaruhi pelayanan, karena hanya berupa jenis bantal, diterjen dan sejenis alat-alat kebersihan lainnya,” ungkapnya dilansir Antara.

Terus dikatakannya, memang ada arsip di ruangan tersebut, akan tetapi bukan arsip yang terlalu penting, hanya berkisar barang-barang pendukung pelayanan.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Balangan Syuhada mengatakan, dugaan sementara api berasal dari arus listrik peralatan elektronik.

“Untuk dugaan sementara setelah melihat di lokasi kemungkinan besar konslet dari kabel dispenser di ruang tersebut. Tidak ada korban jiwa, dan sudah dilakukan pembasahan, lokasi sudah aman,” tuturnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Parlemen Jerman Berupaya Halangi Arus Imigran dari 4 Negara Ini

Liputan6.com, Berlin – Para anggota parlemen Jerman telah menyetujui rencana pemerintah setempat untuk menetapkan status aman kepada Georgia dan tiga negara di Afrika Utara negara.

Hal ini dimaksudkan sebagai langkah untuk menekan laju kedatangan imigran dari keempat negara tersebut, sekaligus merampingkan proses penanganan permohonan suaka, demikian sebagaimana dikutip dari VOA Indonesia pada Sabtu (19/1/2019).

Majelis rendah di parlemen Jerman pada Jumat 17 Januari, mendapati 509 suara mendukun, 138 menolak dan empat abstain, dalam rencana penetapan Aljazair, Maroko, Tunisia dan Georgia sebagai negara yang aman.

Tetapi peluang pemerintah untuk menjadikan legislasi tersebut sebagai undang-undang tampaknya diragukan, karena rencana itu memerlukan persetujuan majelis tinggi, yang merupakan lembaga perwakilan 16 pemerintah negara bagian di Jerman.

Banyak di antara pemerintah negara bagian itu mencakup partai Hijau sebagai oposisi, yang menentang penetapan negara-negara Afrika Utara sebagai negara aman.

Majelis tinggi di parlemen Jerman menolak rancangan undang-undang serupa pada 2017 lalu.


Simak video pilihan berikut: 


2 dari 2 halaman

Inggris dan Prancis Tekan Arus Imigran

Sementara itu, pemerintah Inggris dan Prancis meningkatkan patroli bersama dan pengawasan di Selat Inggris, guna mengatasi peningkatan jumlah imigran ilegal yang berusaha mencapai Negeri Ratu Elizabeth II dengan kapal kecil.

Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid menyetujui rencana aksi bersama dengan Menteri Dalam Negeri Prancis, melalui sambungan telepon di antara keduanya pada Minggu 30 Desember 2018.

Di lain pihak, menyusul sambungan telepon dengan mitranya di Prancis, Christophe Castaner, Kemendagri Inggris mengatakan kedua menteri menyetujui “rencana aksi yang ditingkatkan” pada upaya penanggulangan aus imigran ilegal, yang akan diberlakukan mulai pekan ini.

Operasi bersama itu termasuk menindak kelompok-kelompok perdagangan manusia terorganisir, dan meningkatkan kesadaran para imigran tentang bahaya menyeberang Selat Inggris secara ilegal.

Namun, Kemendagri Inggris tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana operasi ini akan dilaksanakan.

FOTO: Melihat Monyet Ekor Panjang Mencari Makan di Suaka Margasatwa Muara Angke

Wakil Presiden, Jusuf Kalla saat melihat makanan prasmanan untuk jurnalis di Main Press Center (MPC) atau Media Center Asian Games di JCC, Jakarta, Selasa (14/8). (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Wapres Jusuf Kalla (JK) mendatangi TPS 03 Kelurahan Pulo, Jakarta Selatan, Rabu (19/4). Ditemani istri, Mufidah Kalla dan sang cucu, JK memberikan suaranya pada Pilkada DKI putaran kedua di TPS bernuansa Betawi tersebut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Ilustrasi hoax (iStockPhoto)
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melukai 5 anggota TNI yang mengawal tim survei Papua Terang di Distrik Wagemuka, Paniai, Papua....
Jubir KPK Febri Diansyah memberi keterangan terkait dugaan TPPU di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (18/5). KPK menjerat korporasi dengan sangkaan TPPU berkaitan dengan kasus yang menimpa Bupati Kebumen Mohamad Yahya Fuad. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Warga Pesisir Diimbau Waspada Dampak Fenomena Supermoon

Liputan6.com, Cilacap – Warga pesisir selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, diimbau untuk mewaspadai pasang maksimum air laut saat fenomena Supermoon pada tanggal 9 sampai 22 Januari 2019.

“Fenomena ‘supermoon’ terjadi ketika posisi ‘perigee’ atau jarak terdekat bulan terhadap bumi yang disertai dengan bulan purnama,” kata pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Rendi Krisnawan, Jumat (18/1/2019).

Menurut dia, fenomena tersebut akan memengaruhi kondisi pasang maksimum air laut sehingga dapat mengganggu aktivitas transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir.

Terkait dengan hal itu, dia mengimbau warga pesisir selatan Kabupaten Cilacap untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut yang berbarengan dengan fenomena Supermoon.

“Apalagi hingga saat sekarang, gelombang tinggi masih berpotensi di wilayah perairan selatan Cilacap hingga Yogyakarta dan Samudra Hindia selatan Cilacap hingga Yogyakarta. Dalam hal ini, tinggi gelombang maksimum dapat mencapai 4 meter,” katanya dilansir Antara.

Sementara untuk pasang maksimum air laut, kata dia, pada tanggal 19 Januari diprakirakan mencapai 1,9 meter pada pukul 19.00 WIB, tanggal 20 Januari mencapai 2 meter pada pukul 20.00 WIB, tanggal 21 Januari mencapai 2 meter pada pukul 20.00-21.00 WIB.

Selanjutnya pada tanggal 22 Januari diperkirakan mencapai 2,1 meter pada pukul 21.00-22.00 WIB, tanggal 23 Januari mencapai 2,1 meter pada pukul 22.00 WIB, tanggal 24 Januari mencapai 2 meter pada pukul 22.00-23.00 WIB, dan seterusnya berangsur turun.

“Jadi, dengan adanya pasang maksimum yang dipengaruhi fenomena ‘supermoon‘, ketinggian gelombang berpotensi lebih tinggi dari normalnya karena gelombang tinggi masih berpeluang terjadi. Dengan demikian, warga di pesisir selatan Cilacap diimbau untuk waspada,” tegas Rendi.

2 dari 2 halaman

Waspada Banjir Rob

Dalam kesempatan terpisah, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan, pihaknya telah meminta seluruh warga dari enam kecamatan yang berada di pesisir selatan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir air pasang (rob), gelombang tinggi, angin kencang, dan sebagainya.

Menurut dia, enam kecamatan tersebut terdiri atas Cilacap Selatan, Cilacap Utara, Kesugihan, Adipala, Binangun, Nusawungu, dan Kampung Laut.

“Enam kecamatan itu rawan rob, gelombang tinggi, dan sebagainya, sehingga selalu kami pantau dan masyarakatnya diminta untuk waspada,” katanya.

Disinggung mengenai banjir yang menggenangi sejumlah wilayah Cilacap, dia mengatakan banjir yang melanda Desa Mujur Lor dan Gentasari, Kecamatan Kroya, mulai surut seiring dengan dibukanya saluran air yang tersumbat sampah.

Sementara untuk penanganan tanggul jebol yang menyebabkan banjir di Kecamatan Nusawungu, kata dia, akan dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak dengan mendatangkan alat berat ke lokasi.

“Kemarin baru dilakukan penanganan darurat oleh masyarakat,” dia menandaskan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Jateng Barat Dilanda Banjir dan Longsor, Kapan Cuaca Ekstrem Berakhir?

Liputan6.com, Purwokerto – Beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem melanda wilayah Jawa Tengah bagian barat selatan mulai dari Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen.

Akibatnya, banjir, longsor, dan tiupan angin kencang atau puting beliung pun terjadi wilayah di sisi barat selatan Jawa Tengah ini.

Di Kebumen misalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, hingga Kamis pagi, 17 Januari 2019, bencana alam terjadi di 75 titik. Bencana yang terjadi berupa banjir, longsor, dan angin kencang.

Di Kabupaten Banjarnegara, cuaca ekstrem memicu puluhan longsor terjadi sejak awal pekan. Tujuh di antaranya berdampak cukup serius. Hanya dalam sehari, Rabu, 16 Januari 2019, ada empat longsor di kabupaten yang didominasi wilayah pegunungan ini.

Di Kabupaten Banyumas, banjir dan longsor dilaporkan di 11 desa empat kecamatan. Empat kecamatan tersebut yakni, Sumpiuh, Tambak, Kemranjen, dan Kebasen.

Hari ini, BPBD dan relawan kebencanaan fokus pada upaya perbaikan tanggul jebol dan menyingkirkan material longsoran untuk mengantisipasi dampak lanjutan.

Di Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, warga bersama petugas BPBD dan ratusan relawan hari ini mulai menutup tanggul Sungai Angin yang jebol pada Rabu dan menyebabkan banjir di Kelurahan Sumpiuh dan Prembun Kecamatan Sumpiuh.

Dipicu cuaca ekstrem, ratusan rumah dan ratusan hektare lahan pertanian terendam. Hari ini, banjir mulai surut. Namun, dikhawatirkan curah hujan tinggi menyebabkan debit sungai kembali naik dan memicu banjir susulan.

“Hari ini giatnya itu memperbaiki tanggul yang jebol. Kalau sekarang yang sedang dipantau adalah Grumbul Nusapule Desa Nusadadi,” ucap Komandan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Banyumas, Heriana Ady Chandra, Kamis, 17 Januari 2019.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 3 halaman

Warga Mengungsi Akibat Banjir di Banyumas

Selain menutup tanggul di Sungai Angin, relawan juga memantau banjir yang masih terjadi di Desa Gebangsari dan Nusadadi Kecamatan Tambak. Hingga hari ini, dua dusun, yakni Grumbul Baya Wulung Desa Gebangsari dan Nusapule Desa Nusadari masih terendam. Enam keluarga juga masih mengungsi.

“Di Prembun sudah surut, tadi malam, cuma yang terjadi peningkatan ketinggian genangan itu terjadi di Desa Gebangsari, Dusun Bayawulung. Itu bahkan harus ada enam keluarga yang diungsikan,” dia mengungkapkan.

Namun, di dua desa ini, relawan belum bisa memperbaiki tanggul yang jebol atau kritis. Pasalnya, secara bersamaan, air laut pasang sehingga area jebolan masih terendam. Selain itu, perbaikan dalam kondisi genangan tinggi juga justru membahayakan relawan.

Dia mengemukakan, banjir di Kecamatan Sumpiuh dan Tambak dipicu oleh jebol dan meluapnya empat sungai. Di Kecamatan Sumpiuh, Sungai Angin meluap dan jebol. Adapun di Kecamatan Tambak ada tiga sungai yang meluap dan jebol, yakni Sungai Manggis, Kecepak, dan Sungai Ijo.

Selain banjir di dua kecamatan, hujan ekstrem yang terjadi di Banyumas sepanjang Rabu hingga Kamis dini hari juga menyebabkan longsor dan gerakan di enam desa dua kecamatan.

Enam desa tersebut yakni, Desa Petarangan, Kebarongan, dan Karanggintung di Kecamatan Kemranjen. Kemudian, Desa Kebasen dan Kaliwedi Kecamatan Kebasen. Gerakan tanah juga terjadi di Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, dengan panjang 20 meter dengan retakan selebar 15 sentimeter.

Hari ini BPBD dan relawan juga disebar ke seluruh wilayah yang dilanda bencana. Penanganan darurat mulai dilakukan hari ini untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Hingga hari ini, kata dia, belum dilakukan perhitungan kerugian akibat banjir dan longsor di Banyumas.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi terjadi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, utamanya Cilacap, Banyumas, dan Kebumen.

3 dari 3 halaman

Perkirakaan Berakhirnya Cuaca Ekstrem

Kepala Kelompok Prakirawan BMKG Pos Pengataman Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan kondisi ini dipengaruhi oleh munculnya pusat tekanan rendah di sisi utara timur Australia. Sebaliknya di Samudera Hindia sisi utara barat Australia, muncul tekanan tinggi.

“Ya, sekarang di Australia bagian utara itu ada tekanan rendah, kemudian yang terpantau 1.007 milibar. Ini yang kemudian memicu peningkatan kecepatan angin di perairan selatan dan Samudera,” ucap Teguh, Selasa, 15 Januari 2019.

Kondisi ini menyebabkan tiupan angin kencang dengan kecepatan antara 15 hingga 25 knot dan menyebabkan ketinggian gelombang meningkat. Di perairan pantai ombak berpotensi setinggi 2,5 meter dan 4,5 meter di samudera lepas.

Selain memicu gelombang tinggi, pusat tekanan rendah ini disebut juga berpengaruh terhadap cuaca. Apalagi, wilayah Jawa Tengah bagian selatan saat ini memasuki puncak musim penghujan.

Diperkirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga 17 Januari 2019. Kondisi ini juga dipengaruhi pemanasan di pagi hari yang membuat pembentukan awan masif pada siang dan sore harinya.

Menurut Teguh, kondisi kali ini bukan dipengaruhi oleh sirkulasi Eddy yang akhir-akhir ini muncul di Samudera Hindia barat daya Aceh. Dia menyebut, sirkulasi Eddy lebih banyak berpengaruh untuk kawasan Aceh dan sekitarnya.

“Kondisi perairan selatan Cilacap hingga Yogyakarta ini lebih banyak dipengaruhi oleh adanya pola tekanan rendah di Australia bagian utara,” dia menandaskan.

4 Kali Ma’ruf Amin Bicara di Debat: Soal Disabilitas hingga Terorisme

Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin tampak tampil inferior dibandingkan capresnya, Joko Widodo (Jokowi) dalam debat perdana Pilpres 2019. Ma’ruf mendapat kesempatan empat kali berbicara dalam debat.

Berdasarkan catatan detikcom, yang pertama Ma’ruf berbicara terkait topik hak asasi manusia untuk kaum disabilitas. Saat itu, Ma’ruf melengkapi pernyataan Jokowi terkait disabilitas.

“Saya kira penting membangun budaya masyarakat memberikan penghormatan kepada kelompok disabilitas. Disabilitas dan non-disabilitas harus disamakan perlakuannya,” ucap Ma’ruf di lokasi debat, Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).
Yang kedua mengenai persoalan hukum. Ma’ruf menjawab pertanyaan cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno soal upaya menghindari tumpang tindih hukum. Ma’ruf mengatakan reformasi di bidang hukum harus dilanjutkan.
“Kami ke depan adalah lanjutkan reformasi di bidang hukum secara tetap, penataan regulasi, hilangkan yang tumpang tindih dan buat regulasi yang berkualitas yang memudahkan rakyat dan menjadikan pilihan investasi dan pengembangan UMKM,” jelas Ma’ruf.

Porsi Ma’ruf diberikan lebih dominan terkait isu-isu terorisme dan kontra-terorisme. Sebelumnya, Ma’ruf memang disebut akan berbicara banyak mengenai isu ini. Ma’ruf menegaskan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa yang menyatakan terorisme bukan aksi jihad.

“Terorisme adalah kejahatan. Oleh karena itu, terorisme diberantas sampai akar-akarnya. Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa bahwa terorisme bukan jihad. Haram dilakukan. Dalam Alquran menyatakan orang yang melakukan perusakan di bumi harus dihukum keras,” kata Ma’ruf.

“Oleh karena itu, upaya menanggulangi terorisme dengan cara sinergi pencegahan dan penindakan. Kami utamakan pencegahan, untuk menghilangkan atau menekan paham-paham radikal dan intoleran dengan deradikalisasi untuk mereka yang terpapar. Tindakan kami dengan pendekatan yang manusiawi tanpa harus melanggar HAM,” imbuh Ma’ruf.

Sedangkan soal upaya kontra-terorisme, Ma’ruf mendorong adanya deradikalisasi. Kajian penyebab orang terpapar paham radikal harus dilakukan untuk menyusun penanganan. Jika terpapar karena faktor ekonomi, solusinya adalah menciptakan lapangan kerja.

“Caranya apa yang mengakibatkan dia jadi radikal. Kalau karena paham keagamaan yang menyimpang, maka deradikaliasasinya, luruskan paham yang menyimpang itu. Tapi kalau faktor ekonomi atau sosial, pendekatannya adalah melalui pemberian lapangan kerja, santunan,” ujarnya.

Jusuf Kalla (JK) yang pernah berbarengan dengan Jokowi ikut debat Pilpres 2014 mengomentari penampilan Ma’ruf. Soal performa Ma’ruf, JK memandang sudah hakikat seorang wakil untuk lebih memberi porsi kepada penampil utama, dalam hal ini Jokowi.

“Kan (Ma’ruf) berbicara juga tadi. Walaupun, ya memang wakil selalu begitu. Harus nomor satu harus lebih banyak daripada nomor dua,” sebut JK di kediamannya, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/1).
(dkp/idn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>