Panglima TNI dan Kapolri Kompak ke Sentani Cek Penanganan Banjir Bandang

Jayapura – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama-sama mengunjungi Sentani, Jayapura, Papua. Mereka mengecek kawasan terdampak banjir sekaligus memastikan penanganan korban berjalan baik.

Rombongan Panglima TNI dan Kapolri yang berangkat dari Jakarta dan transit di Makassar, tiba di Bandara Sentani pada pukul 11.15 Wita, Sabtu (2/3/2019). Di ruang transit VIP, mereka disambut Danrem 17/PWY Kolonel Inf J Binsar P Sianipar. Binsar memaparkan data-data korban dan kerusakan akibat banjir bandang serta langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan.

“Hingga saat ini dilaporkan 113 jiwa meninggal dan 94 jiwa hilang,” kata Binsar di hadapan Panglima TNI dan Kapolri serta rombongan. Hadir juga di acara ini, Gubernur Papua Lukas Enembe, Kapolda Papua Irjen Martuani, dan Bupati Jayapura Mathias Awaitouw.

Panglima TNI dan Kapolri di SentaniPanglima TNI dan Kapolri di Sentani Foto: Triono WS/detikcom

Panglima TNI menyoroti penanganan korban luka dan yang masih hilang serta ketersediaan air bersih untuk pengungsi. “Jangan sampai ada penyakit lanjutan karena tak ada air bersih,” kata Marsekal Hadi.
Sementara Kapolri fokus pada operasi dan korban luka. Polri mendukung penuh penanganan korban banjir. “Untuk korban, terutama korban luka, sekiranya tidak bisa ditangani di sini, lebih baik langsung dievakuasi (dirujuk),” kata Jenderal Tito.

Dari bandara, Panglima TNI dan Kapolri bergeser ke Markas Yonif RK 751/R Sentani yang berjarak 2 kilometer dari bandara. Di sini, Panglima TNI dan Kapolri memberi penghargaan kepada prajurit TNI dan Polri yang berjuang menyelamatkan korban banjir. Mereka di antaranya Letda Inf Febriansyah (menyelamatkan bayi), Serda M. Nur (menyelamatkan korban dengan bantuan oksigen), Kopda Bonafisius Lamadoken (menyelamatkan uang gereja), dan Lettu Shofa Amrin (menyeberangkan korban banjir), dan lain-lain.

Kemudian rombongan menuju Mako Lanud Silas Papare Sentani. Markas TNI AU ini ikut jadi korban banjir. Kerusakan terlihat di sejumlah titik.

Panglima TNI dan Kapolri di SentaniPanglima TNI dan Kapolri di Sentani Foto: Triono WS/detikcom

Lokasi terakhir yang dikunjungi Panglima TNI dan Kapolri adalah posko induk darurat dencana di kantor Pemkab Jayapura. Rombongan berinteraksi dengan anak-anak pengungsi dan berdialog dengan korban banjir. Juga memberikan bantuan secara simbolis.
“Saya sudah mengecek ke beberapa lokasi di sini, dan saya kira penanganan berjalan cukup baik,” tegasnya.

Banjir bandang di Sentani terjadi pada Sabtu, 16 Maret 2019. Berdasarkan data Korem per hari ini, tercatat 113 orang tewas, 107 luka berat, 808 luka ringan, dan 94 hilang. Total pengungsi berjumlah 15.670 orang atau 4.019 KK.
(trw/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Penyakit Eksim, Penyebab dan Cara Penanganan agar Cepat Sembuh

Untuk menangani eksim, kamu harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Adakah faktor-faktor pemicu yang membuat eksim muncul? Berikut cara menangani penyakit eksim secara lebih rinci.

1. Perhatikan penyebab eksim muncul

Kamu perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan eksim muncul. Dengan mengetahui penyebab eksim muncul maka kamu dapat melakukan pencegahan kekambuhan.

Jika eksim kambuh, kamu dapat mengira-ngira makanan penyebab dan memantang makanan yang dicurigai. Jika eksim hilang setelah makanan tersebut dihindari, maka benarlah kecurigaan yang kamu miliki. Hal ini juga berlaku tidak hanya makanan saja tetapi juga dengan hal lainnya seperti detergen ataupun kosmetik lainnya.

Jika setelah diobati dan belum mengetahui penyebabnya maka penyakit eksim dapat selalu terjadi karena memang penyakit ini termasuk jenis penyakit yang timbul berulang dan berlangsung lama.

2. Mencegah kulit kering

Langkah selanjutnya adalah mencegah kulit kering. Kamu bisa menggunakan sabun bayi dan mengoleskan pelembab pada kulit, hindari sepatu atau kaus kaki yang meningkatkan kelembaban pada kulit dan yang paling penting hindari untuk menggaruk.

3. Mengurangi stres

Penyakit kulit ini bisa menjadi tanda kamu sedang berada dalam suasana hati yang buruk atau gangguan depresi lainnya. Oleh karena itu, mengobati eksim salah satunya mengurangi stres yang dirasakan.

4. Mandi secara teratur

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Annals of Allergy, Asma dan Imunologi 13 November mengungkapkan bahwa pasien eksim harus mandi secara teratur. Karena, banyak pasien eksim yang menghindari mandi karena khawatir akan mengeringkan kulit mereka.

Beberapa dokter kulit juga meminta pasiennya berendam dalam bak mandi dari bagian tubuh leher hingga ke bawah. Perendaman selama 10 menit hanya dengan air akan efektif membersihkan sebagian besar kuman dan kotoran dari kulit. Setelah mandi selesai, pasien dianjurkan untuk mengoleskan pelembab yang cukup.

5. Oleskan salep Kortikosteroid

Langkah selanjutnya, kamu bisa mengoleskan salep kortikosteroid. Ingatlah untuk mengoleskannya hanya ketika eksim sedang kambuh. Salep Kortikosteroid topikal apabila digunakan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan penipisan kulit, hipopigmentasi, dan jerawat.

Untuk meminimalisasi risiko tersebut, maka sebaiknya krim kortikosteroid hanya dioleskan pada daerah eksim selama 2-3 minggu, 1 kali sehari dan digunakan pada sore hari.

Nah, di atas adalah seluk beluk penyakit eksim serta cara pengobatannya yang bisa kamu ketahui. Namun, alangkah lebih baiknya jika kamu konsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Semoga bermanfaat!

Bupati Malang Nonaktif Rendra Terancam 20 Tahun Penjara

Liputan6.com, Sidoarjo – Bupati Malang nonaktif, Rendra Kresna menjalani sidang perdana di Ruang Cakra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Juanda Sidoarjo, Kamis 28 Februari 2019.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joko Hermawan, Bupati Malang nonaktif, Rendra terbukti menerima suap dan gratifikasi total senilai Rp 7,5 miliar dari sejumlah proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

“Terdakwa diduga menerima hadiah sejak tahun 2010 hingga tahun 2014 untuk proyek di dinas pendidikan,” kata Joko Hemawan.

Rendra juga diduga menerima fee dari setiap proyek pendidikan Kabupaten Malang sebesar 17,5 persen hingga 20 persen. “Dalam kurun waktu 2010 hingga 2014, terdakwa menerima fee dari semua proyek yang ada di dinas pendidikan,” ucapnya.

Dengan kasus ini, terdakwa dijerat dengan Pasal 12 B UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

Selain itu, terdakwa dijerat dengan Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

“Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” ujar Joko.

Kasus ini terjadi saat KPK menangkap Rendra Kresna yang saat itu menjabat Bupati Malang bersama Ali Murtopo selaku pihak swasta. Rendra diduga menerima suap Rp 3,45 miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Selanjutnya, Bupati Malang nonaktif, Rendra dan Eryk Armando Talla selaku pihak swasta ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi. Rendra diduga menerima gratifikasi Rp 3,55 miliar terkait sejumlah proyek di sejumlah dinas di Kabupaten Malang.

Dengan perbuatannya, diduga Rendra Kresna mendapatkan hadiah sebesar Rp 7,5 miliar dari kedua terdakwa lainnya.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Penyebab Gerakan Kantong Plastik Berbayar di 2016 Gagal

Liputan6.com, Jakarta Mulai 1 Maret 2019, berbelanja di toko ritel modern tidak akan lagi mendapatkan kantong plastik gratis untuk membawa barang belanjaan. Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) ini juga sebelumnya sempat diberlakukan pada 2016, namun hanya berlangsung sekitar 3 bulan.

Terbaru, dipastikan sekitar 40.000 tokto ritel yang tergabung dalam Aprindo akan menjadikan kantong plastik belanja sebagai barang dagangan dengan harga bervariasi mulai dari Rp 200 per kantong.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mande mengatakan kali ini gerakan KPTG akan sedikit berbeda. Kantong plastik yang biasanya diberikan cuma-cuma untuk konsumen akan menjadi barang dagangan. Artinya, konsumen harus membelinya jika ingin menggunakan kantong plastik untuk membungkus barang yang dia beli.

“Jadi modelnya kami mau buat kantong plastik jadi barang dagangan harganya minimal Rp 200, kita akan buat konsumen mengeluarkan uang untuk kantong plastik,” kata dia dalam acara konferensi pers, di Kuningan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Selain itu, kantong plastik juga akan masuk ke dalam struk beserta keterangan pajak yang dibayarkan. Hal itu untuk mencegah terulangnya polemik uang kantong plastik di tahun 2016.

“Nanti kantong plastik akan masuk di bill di struk, kita juga akan bayar pajaknya, setiap transaksi itu kan ada pajaknya, jadi tidak ada yang dirugikan tidak ada yang sebut memakai uang konsumen. Kita menjadikannya barang dagangan,” tutur dia.

Lebih jauh dia mengungkapkan alasan kantong plastik berbayar tidak berlanjut di tahun 2016. Sebab gerakan tersebut tidak kunjung dibuatkan payung hukum oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHKK).

Padahal kementerian telah meminta agar KPTG menjai gerakan nasional yang bertujuan mengurangi sampah plastik.

“Kita ini langkah konkret sambil tunggu peraturan dari KLHK. Seperti yg dikatakan KLH sejak tahun 2016 yang bilang akan ada aturan pengaturan sampah plastik, tapi hingga kini belum keluar sudah tiga tahun lamanya. Tahun 2016 pun kita juga sudah lakukan ini, namun setelah tiga bulan uji coba, polemik justru muncul dan tidak ada penanganan dari pemerintah maka kami hentikan, padahal berhasil dengan sukses,” ujarnya.

Roy berharap KPTG di ritel modern bisa membuat masyarakat lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik. Hal ini juga diharapkan dapat diikuti industri lain, serta didukung pemerintah sebagai bentuk upaya pengurangan penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai di Indonesia.

“Mengubah budaya masyarakat yang akrab sekali dengan kantong plastik tidak semudah membalikkan telapak tangan, untuk itu kita coba secara perlahan mulai sekarang,” kata Roy.


Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Langkah Kongkret

Selain menjaga lingkungan hidup, KPTG juga sebagai langkah konkret implementasi dari Peraturan Pemerintah no.81 Tahun 2012 pasal 1 ayat 3 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah tangga serta Peraturan Presiden N0-97/ 2017 Pasal 3 ayat 2 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga.

“Kita juga ingin menerapkan apa yang sudah menjadi peraturan yang sudah keluar kita coba konsisten,” ujarnya.

Roy mengungkapkan tujuan utama dari KPTG adalah mengubah perilaku atau kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kantong plastik.

“Kita ingin supaya ini menjadi satu pembelajaran yang aktif bagi konsumen. Ini satu bagian edukasi pada konsumen untuk mereka juga ikut serta (menjaga lingkungan),” ujarnya.

Dengan tidak gratisnya kantong plastik diharapkan masyarakat akan menggunakan kantong belanja ramah lingkungan yang selalu dibawa ketika berbelanja.

“Kalau bisa terus menerus lah membawa tas belanja sehingga tas belanja itu lebih menghemat, tidak mengotori dan mejadi sampah dan tentunya ini baik bagi lingkungan kita,” ujarnya.

Mengenai harga plastik, Roy menyebutkan hal tersebut merupakan kewenangan masing-masing toko ritel. Sebab setiap toko mempunyai manajemen dan model bisnis yang berbeda.

“KPTG ini hanya ujungnya saja, tujuan utamanya adalah pengurangan sampah plastik. Supaya mereka (konsumen) tidak usah pakai kantong plastik kalau tidak mau keluar biaya, bawa saja kantong belanja yang bisa dipakaii berulang – ulang supaya tidak perlu merusak lingkungan,” tutupnya.

Dikira Perut Kembung, Si Kecil Ternyata Idap Penyakit Langka

Liputan6.com, Jakarta Penyakit langka Gaucher merenggut nyawa buah hati Amin Mahmudah. Anak kedua Amin bernama Sukron meninggal dunia pada usia 2 tahun 5 bulan.

Keterlambatan diagnosis menjadi penyebab meninggalnya sang anak. Amin yang tinggal di Jambi, tepatnya di daerah transmigrasi, mengalami keterbatasan akses kesehatan.

“Saat itu, kami terlambat mendapati diagnosis penyakit langka ini karena keterbatasan akses tenaga kesehatan. Jadi, terkendala juga diagnosis yang tepat,” cerita Amin dengan wajah sedih usai konferensi pers Hari Penyakit Langka Sedunia di Graha Dirgantara, Jakarta, ditulis Kamis, 28 Februari 2019.

Gaucher merupakan penyakit langka kekurangan enzim yang berfungsi memecah lemak pada tubuh. Ketika tubuh tidak menghasilkan jumlah enzim tertentu, maka lemak akan menumpuk pada sel lysosomes. Proses ini membuat sel semakin besar.

Sel besar itulah yang disebut sel Gaucher. Sel Gaucher ditemukan di limpa, hati, dan sumsum tulang. Gejala yang dialami pasien berbeda-beda. Dalam beberapa kasus, gejala bisa terdeteksi sedari lahir, namun ada yang baru muncul beberapa tahun kemudian.

“Waktu itu, anak saya gejalanya perutnya kembung. Lama-lama perutnya besar. Saya pikir, kembung biasa. Tapi ternyata itu penyakit langka,” lanjut Amin.

Anak Amin pun hanya bertahan hidup sebulan setelah muncul gejala perut kembung. Kesehatannya semakin memburuk. Batita itu mengembuskan napas terahir pada tahun 2013.



Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Dokter perlu lebih sadar

Terkait keterlambatan diagnosis seperti dalam kasus Sukron, Dokter Spesialis Penyakit Anak Klinis Damayanti R Sjarif menekankan, perlu kesadaran bagi dokter dalam diagnosis.

“Dokter harus lebih aware. Curiga saja dulu kemungkinan pasien menderita kelainan genetik atau penyakit langka. Kalau salah kecurigaan ya enggak masalah. Daripada nanti terlambat (diagnosisnya),” jelas dokter yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Ketika ternyata pasien terbukti menderita penyakit langka, penanganan berupa pengobatan dan terapi bisa langsung dilakukan. Salah satu upaya yang dilakukan Damayanti adalah mendidik dokter di seluruh Indonesia terhadap kemungkinan temuan penyakit langka.

“Saya ini praktisi dan satu-satunya dokter yang meneliti penyakit kelainan genetik dan penyakit langka sejak tahun 2000. Sejak saat itu, saya mulai mendiagnosis penyakit langka. Tapi belum banyak dokter yang tahu soal penyakit langka,” papar Damayanti.

Mulai Besok Kantong Plastik Tak Lagi Gratis, Bayar Rp 200

Jakarta – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengumumkan komitmen bersama dengan para anggotanya untuk melakukan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG). Langkah ini diterapkan mulai besok, 1 Maret 2019.

Plastik nantinya akan dikenakan biaya minimal Rp 200. Alasannya, Aprindo ingin untuk melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik.

“Bersama seluruh anggota Aprindo kita siap kurangi sampah plastik. Ini program edukasi kepada konsumen untuk mereka ikut serta juga menyelamatkan lingkungan dengan pengurangan sampah plastik,” ungkap Ketum APRINDO Roy Mandey, di Aston Rasuna, Jakarta, Kamis (28/2/2019).


Roy menjelaskan pihaknya akan membuat kantong plastik menjadi salah satu barang dagangan. Dengan begitu menurutnya, akan menghilangkan predikat memakai uang konsumen.

“Jadi modelnya kami mau buat kantong plastik jadi barang dagangan minimal Rp 200, kita akan buat konsumen keluarkan uang untuk kantong plastik. Nanti kantong plastik akan masuk di bill di struk, kita juga akan bayar pajaknya, setiap transaksi itu kan ada pajaknya, jadi tidak ada yang dirugikan tidak ada yg sebut ‘memakai uang konsumen’,” ungkap Roy.

Roy juga menjelaskan sebetulnya inisiatif ini telah muncul sejak 2016, waktu itu pihaknya diminta untuk menjadi pelopor menggunakan plastik berbayar yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Namun, pihaknya menyanyangkan pihak KLHK alih-alih mengeluarkan payung hukum nasional. Justru hingga kini aturan itu belum keluar juga dari KLHK.

“Kita ini langkah konkret sambil tunggu peraturan dari KLHK. Seperti yg dikatakan KLH, mereka sejak 2016 bilang ada aturan pengaturan sampah plastik, tapi hingga kini belum keluar sudah tiga tahun lamanya,” ungkap Roy.

“Tahun 2016 pun kita juga sudah lakukan ini, namun setelah tiga bulan uji coba, polemik justru muncul dan tidak ada penanganan dari pemerintah maka kami hentikan, padahal berhasil dengan sukses,” tambahnya. (ara/ara)

Gejala Sinusitis Pada Anak, Jangan Panik Ketahui Cara Mengatasinya di Sini

Liputan6.com, Jakarta Sinusitis merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup menyiksa dan mengangggu pernapasan. Sinusitis dapat dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Gejala yang ditimbulkan oleh sinusitis mirip dengan gejala flu biasa.

Jika tak segera ditangani, sinusitis dapat menyebabkan komplikasi berupa infeksi tulang. Meski jarang terjadi, sinusitis juga dapat menyebabkan infeksi dan menyebar ke daerah sekitar mata, tulang, darah atau otak.

Sinusitis juga kerap terjadi pada anak. Jika Anda mendapati anak mengalami pilek yang tak kunjung sembuh atau sering kambuh Anda perlu mencurigai penyakit sinusitis pada anak.

Nah agar Anda dapat mewaspadai sinusitis pada anak, berikut penjelasan mengenai penyakit sinusitis dari penyebab, cara menangani dan gejala sinusitis pada anak yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis(28/2/2019).

2 dari 5 halaman

Mengenal Sinus dan Sinusitis

Sinus sendiri adalah struktur berupa rongga yang terletak di wajah. Rongga kosong ini terletak di ulang pipi (maxillary), bagian bawah dahi (frontal), bagian belakang rongga hidung (sphenoid), serta di antara hidung dan matang (ethmoid). Rongga sinus tidak tampak dari luar, tetapi fungsinya penting untuk mengurangi beban berat pada tengkorak kepala.

Salah satu tugas sinus adalah untuk menghasilkan mukus (cairan lengket dan tebal) di hidung. Mukus turut bekerja untuk mencegah masuknya kuman, allergen penyebab alergi, dan benda-benda asing yang dapat menyebabkan infeksi dalam tubuh.

Rongga sinus memiliki saluran yang menyambung dengan hidung. Karena itu, infeksi atau peradangan yang terjadi pada hidung, misalnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dapat merambat ke sinus dan menyebabkan sinusitis. Sinusitis merupakan gangguan pada rongga sinus yang terjadi akibat sebuah peradangan.

Sebagian besar sinusitis sudah dapat didiagnosa hanya berdasarkan gejala yang dirasakan serta pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik dokter akan melihat adanya kemerahan dan pembengkakan pada rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan disekitar mata dan dahi.

Selain itu diagnosa juga bisa dilakukan melalui pemeriksaan rhinoskopi. Ini adalah sebuah cara untuk melihat langsung ke dalam rongga hidung. Tujuannya adalah untuk melihat lokasi sumbatan.

Terkadang juga diperlukan penyedotan cairan sinus dengan menggunakan jarum suntik untuk pemeriksaan kuman. Pemeriksaan kuman berguna untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi. Pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI hanya diperlukan bila sinusitis gagal disembuhkan dengan pengobatan awal.

3 dari 5 halaman

Sinusitis Pada Anak

Sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus yang sering terjadi pada anak-anak. Anak-anak memang sering mengalami ISPA, sehingga risiko mereka untuk terkena sinusitis juga terbilang besar.

Setiap tahunnya, rata-rata anak mengalami 6-8 kali ISPA dibandingkan orang dewasa. Diperkirakan sebanyak 0,5%-10% ISPA mengakibatkan komplikasi sinusitis. Penelitian juga menemukan bahwa sebanyak 6%-13% anak sampai usia 3 tahun pernah menderita sinusitis.

Penyebab Sinusitis pada Anak

Pada kondisi normal, sel dinding sinus akan menghasilkan lendir (mukus) untuk membantu mengeluarkan alergen atau polutan dari rongga hidung.

Namun, bila terinfeksi lendir ini akan terperangkap, volumenya akan bertambah, dan berisi bakteri atau virus. Karena terinfeksi, sel-sel yang ada di dalamnya pun akan meradang.

Sinusitis dapat terjadi akibat infeksi maupun tanpa infeksi kuman (noninfeksi). Kuman yang paling sering menyebabkan sinusitis adalah virus, yang dapat diperparah dengan tambahan infeksi dari bakteri. Pada anak-anak dengan daya tahan tubuh yang rendah, sinusitis juga dapat dipicu oleh bakteri yang lebih kuat maupun jamur. Sedangkan penyebab noninfeksi pada sinusitis adalah kondisi alergi.

4 dari 5 halaman

Gejala Sinusitis Pada Anak

Gejala sinusitis pada anak maupun orang dewasa mirip dengan gejala flu, yaitu hidung mampet atau berair, keluar lendir berwarna kuning kehijauan dari hidung dan demam ringan. Namun, pada sinusitis terdapat nyeri di wajah terutama sekitar pipi, mata, dan dahi, penurunan indra penciuman, sakit gigi, dan bau mulut.

Anda dapat membedakan pilek biasa dari sinusitis dengan melihat perjalanan penyakit yang terjadi. Umumnya sinusitis ditandai dengan pilek yang tidak kunjung sembuh bahkan hingga 10 hari. Gejala pilek yang sempat membaik, namun memburuk kembali juga dapat menunjukkan adanya sinusitis. Batuk dan pilek yang sangat berat juga dapat dicurigai telah dikomplikasi dengan sinusitis.

Berikut gejala sinusitis pada anak yang perlu diwaspadai dan segera ditangani :

· Hidung tersumbat

· Pilek yang berlangsung lama atau kambuh berulang

· Dapat terjadi demam

· Bau mulut

· Ingus kental, dan terkadang ingus seperti mengalir di belakang hidung dan tenggorokan (disebut post-nasal drip). Post-nasal drip akan menyebabkan seseorang kerap berdeham untuk membersihkan lendir yang terasa mengalir di belakang tenggorokan

· Sakit kepala, misalnya saat menunduk (menandakan radang di sinus frontalis)

· Nyeri pada area wajah, misalnya pipi ketika sinus maksilaris mengalami radang

· Bengkak di area mata

Selain gejala sinusitis pada anak di atas, anak yang mengalami sinusitis biasanya menjadi lebih rewel, susah makan, dan suara yang terdengar bindeng.

5 dari 5 halaman

Penanganan Sinusitis

Gejala sinusitis pada anak memang mirip dengan flu biasa. Dengan mengenalinya Anda dapat memberikan penanganan tepat untuk mengurangi gejala sinusitis pada anak.

Setelah mengetahui gejala sinusitis pada anak maka Anda perlu mengetahui cara menangani sinusitis agar tidak terus menganggu aktivitas anak. Sinusitis dapat sembuh dengan sendirinya meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan flu biasa, yaitu sekitar 7–10 hari atau bahkan hingga 2 minggu.

Sinusitis yang ringan bisa dikatakan tidak berbahaya. Namun, tetap saja dapat mengurangi kualitas tidur, nafsu makan, serta aktivitas belajar dan bermain anak. Meski sangat jarang terjadi, sinusitis memang bisa menjadi sumber infeksi ke otak dan menyebabkan meningitis.

Periksakanlah anak ke dokter jika mencurigai adanya gejala sinusitis pada anak. Antibiotik adalah obat yang paling sering diresepkan untuk menangani sinusitis. Anda juga dapat memberikan asupan cairan yang cukup untuk anak. Selain itu, bila ingus anak sangat kental dan sulit dikeluarkan, gunakan cairan saline untuk mengencerkan ingus.

Rayuan Miras dan Hilangnya Keperawanan Gadis SMP di Jember

Liputan6.com, Jember – Dekadensi moral di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan. Usai kasus pencabulan siswi SMP hingga hamil di Kediri, kini muncul kasus serupa di Jember. Siswa putus sekolah berinisial GN (18), warga Dusun Besuki Desa Sidomekar Kecamatan Semboro Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditangkap polisi lantaran merayu siswi SMP minum minuman keras lalu mencabulinya.

Kapolsek Semboro, Iptu Fathur Rohman, Rabu (27/2/2019) kepada Liputan6.com mengatakan, kasus perkosaan dan persetubuhan dengan anak di bawah umur sebagai korbannya ini awalnya terungkap karena korban seharian tidak pulang. Korban berangkat sekolah Jumat pagi, 22 Februari 2019, tetapi hingga hari berganti korban belum pulang juga.

Keluarga korban yang kebingungan terus mencarinya. Kabar hilangnya korban juga sempat membuat heboh tetangga dan warga sekitar rumah. Baru pada Sabtu malam, 23 Februari 2019, korban pulang ke rumahnya.

“Saat ditanya, korban mengaku menginap di rumah salah seorang temannya. Karena curiga dengan perubahan tingkah laku anaknya, pihak keluarga mendesak supaya memberikan keterangan yang sebenarnya. Korban akhirnya mengaku sudah ditiduri pria yang baru dikenalnya,” kata Fathur.

Mendengar pengakuan itu, keesokan harinya, Minggu, 24 Februari 2019, keluarga korban langsung melaporkan kasus itu ke Mapolsek Semboro Kepolisian resort Jember. Berdasarkan laporan itu, polisi langsung menindaklanjuti dengan penyelidikan. Berdasarkan minimal dua alat bukti sesuai KUHAP, polisi akhirnya menetapkan GN sebagai tersangka.

“GN selama ini dikenal tetangganya sebagai siswa putus sekolah yang gemar meminum minuman keras hingga mabuk. Tersangka GN, akhirnya kami tangkap di rumahnya pada hari Minggu sekitar jam setengah enam sore,” ucapnya.

Menurut Fathur, saat diinterogasi di Mapolsek Semboro, GN mengaku lebih dari sekali meniduri korban yang berasal dari kecamatan lain, yakni Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Pertama kali korban dipaksa menyerahkan kegadisannya, Jumat, 1 Februari 2019. Modusnya, tersangka GN menghubungi korban melalui WA, mengundang untuk datang ke rumahnya. 

Tersangka kemudian menyuguhkan miras oplosan. Selang satu jam kemudian tersangka mengajak dan menarik tangan korban untuk masuk ke kamar tidur. Tersangka membujuk korban untuk melakukan hubungan badan. Karena korban menolak, tersangka membuka paksa busana korban.

“Setelah melepas busananya dan selanjutnya saya meniduri korban. Setelah memakai baju dan celananya lagi, saya mengajak korban keluar dari kamar tidur dan duduk-duduk di ruang tamu. Saat itu masih menangis, kemudian saya antar pulang ke rumahnya. Perbuatan itu, terulang kedua kalinya, pada hari Selasa kemarin,” Fathur menjelaskan.

Fatur menambahkan, karena tersangka dan korban sama-sama masih di bawah umur, maka penanganan kasus tersebut dilimpahkan ke Unit perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember. Polisi menyita barang bukti yaitu satu buah kaus warna hitam tanpa kerah dengan motif mutiara bertuliskan pizza, milik korban. Satu buah celana panjang jenis kain jins warna biru muda, milik korban, satu buah celana dalam warna pink polos, dan bra.

Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat (1), (2) Jungto pasal 76 D dan atau 82 ayat (1) Jungto 76 E, Undang-Undang Perlindungan anak, Nomor 35 Tahun 2014, perubahan atas Undang-Undang RI No 23 Tahun 2002, tentang tindak pidana setiap orang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya, dan atau setiap orang dilarang melakukan tipu muslihat melakukan serangkain kebohongan atau membujuk untuk melakukan persetubuhan dan atau perbuatan cabul.

“Tersangka terancam hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun dan denda maksimal 5 miliar rupiah,” ujar Fatur. 


Simak juga video pilihan berikut ini:

Lasmi Indaryani Juga Punya Bukti Judi Online

Banjarnegara – Pelapor kasus dugaan mafia bola, Lasmi Indaryani, mendatangi Polda Metro Jaya, Rabu (27/2/2019). Mantan manajer Persibara Banjarnegara itu akan menyampaikan data tambahan.

“Saya bersama Budhi Sarwono Bupati Banjarnegara (ayah Lasmi) dan Boyamin Saiman sebagai kuasa hukum akan mendatangi satgas anti mafia bola di Polda Metro Jaya besok,” ujarnya melalui sambungan telpon, Selasa (26/2/2019).

“Untuk data dugaan judi bola online akan dijelaskan besok setelah ketemu Satgas,” kata Lasmi.


Selain itu, Lasmi berencana untuk untuk meminta informasi perkembangan penanganan perkara yang telah dilakukan Satgas Anti Mafia Bola. Sebab, menurutnya, berdasar KUHAP sebagai Pelapor berhak mengetahui perkembangan penanganan perkara tersebut.

“Termasuk memohon informasi atas perkembangan penyerahan berkas di Kejaksaan Agung RI atas berkas perkara tersangka yang diserahkan kepada Kejaksaan Agung RI,” ujar dia.

(fem/fem)

Mobil Kecelakaan di Tol Tomang, Lalin Arah Pluit Sempat Tersendat

Jakarta – Kecelakaan mobil terjadi di Tol Tomang mengarah ke Pluit. Mobil tersebut mengalami ringsek di bagian depan.

“Benar, informasinya ada (kecelakaan) di Km 15 Tol Tomang arah Pluit,” kata petugas call center PT Jasa Marga, Daus, saat dimintai konfirmasi, Selasa (26/2/2019) sekitar pukul 23.26 WIB.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.24 WIB. Daus mengatakan peristiwa itu merupakan kecelakaan tunggal.

“Melibatkan satu kendaraan. Kalau kronologi dan data korban, kami belum mendapatkan,” ucapnya.

Menurutnya, kecelakaan itu sudah dalam penanganan petugas. Arus lalu lintas sedikit mengalami kepadatan menjelang lokasi.

“Arus lalu lintas padat menjelang lokasi,” ujar Daus.

Informasi kecelakaan tersebut juga diunggah akun @TMCPoldaMetro pada pukul 23.06 WIB. Dalam video yang diunggah itu tampak kondisi kendaraan ringsek di bagian depan.
(ibh/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>