FBR Jakarta Barat Deklarasi Dukungan ke Jokowi-Ma’ruf

Jakarta – Organisasi masyarakat (ormas) Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Barat mendeklarasikan dukungannya di Pilpres 2019 untuk pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Ada sekitar 50 gardu FBR se-Jakarta Barat yang hadir dalam deklarasi tersebut.

Pantauan detikcom, deklarasi berlangsung di Gardu 0367 FBR Kelabang Merah, Daan Mogot, Jakarta Barat, Minggu (17/2/2019), acara diawali dengan Palang Pintu untuk menyambut Ketua FBR Korwil Jakbar Abdul Azis Muslim SH. Dia juga merupakan caleg DPRD dari partai Nasdem.

“FBR sebagai ormas kedaerahan yang berdomisili Jabodetabek sudah sepatutnya menjadi pemilih yang rasional. Rasional, cerdas dan objektif dengan mengukur kemampuan kedua paslon yang akan berlaga pada bulan April mendatang, yaitu Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga Uno,” ujar Abdul dalam sambutannya.

FBR Jakarta Barat Deklarasi Dukungan ke Jokowi-Ma'rufFoto: Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Barat mendeklarasikan dukungannya di Pilpres 2019 untuk pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin (Zakia-detikcom).

Abdul melanjutkan, cara sederhana memilih capres-cawapres yang ada adalah dengan melihat rekam jejak yang sudah dilakukan. Menurutnya, pasangan Jokowi-Ma’ruf merupakan pasangan yang layak untuk diperjuangkan.

“Kenapa harus Jokowi lagi? Sosok Jokowi lebih Betawi dari orang Betawi itu sendiri. Di mana hal itu dapat dilihat saat dirinya masih jadi gubernur DKI tahun 2012 lalu, yakni lima program Jokowi yang berkaitan dengan budaya Betawi untuk diterapkan dalam 5 tahun ke depan,” paparnya.

Sejumlah anggota FBR juga beberapa kali meneriakkan yel-yel saat deklarasi.
(nvl/bag) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pemilih Luar Negeri Bertambah, KPU dan Kemenlu Siap Salurkan Surat Suara

Liputan6.com, Tangerang – Kementerian Luar Negeri bersama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus bekerjasama dalam mempersiapkan proses Pemilu yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019. Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohammad Fachir mengatakan, saat ini ada 2.058.191 pemilih luar negeri yang terdaftar di seluruh negara. 

“Pemilih terdaftar ada 2.058.191 pemilih, yang paling banyak di Kuala Lumpur yaitu 558.873 pemilih,” ujarnya, saat menghadiri kegiatan Distribusi Logistik Pemilu 2019 Luar Negeri di Benda, Kota Tangerang, Minggu (17/2/2019). 

Selain itu, terdapat 783 tempat pemungutan suara (TPS) luar negeri yang terdaftar. Sementara ada 429 pos yang ada untuk menyebarkan logistik pemilu. 

“TPS-nya ada 783, kotak suara keliling 2.344, posnya 429, PPLN (Panitia Pemungutan Luar Negeri) nya 130, semua gelondongan PPLN,” ujarnya. 

2 dari 3 halaman

Terbesar di Kuala Lumpur

Abdurahman juga mengatakan, jumlah PPLN pun tergantung dengan jumlah pemilih yang ada di Kota tersebut. Hal tersebut disesuaikan dengan dinamika di lapangan. 

“Terbesar itu di Kuala Lumpur, berturut-turut Taipei, Hongkong, Kinabalu, Kuching, Johor Baru, Singapura, jumlahnya dari 500-71.000, ada juga PPLN yang hanya 28. Dinamikanya seperti itu, apakah hanya satu metode saja atau tiga metode,” ujarnya. 

Dia juga mengatakan, saat ini persiapan dan logistik yang didistribusikan mengalami peningkatan. Pasalnya, jumlah pemilih luar negeri pun bertambah. 

“Karena kebetulan setidaknya saya dua kali ikut diluar, dubes Kairo dan dubes Riad itu berbeda sekali jauh lebih banyak dibanding dulu, kita lihat dari DPT (daftar pemilih tetap) saja,” tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pemilih Luar Negeri Bisa Pakai 3 Metode untuk Gunakan Hak Pilih

JakartaKPU mengatakan pemilih Luar Negeri dapat memilih tiga metode untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2019. Tiga metode tersebut antara lain melalui Tempat Pemungutan Suara (TPS), kotak suara keliling, dan pos surat.

“Tiga metode pemilihan, TPS, Kotak Suara Keliling dan Pos, tergantung kondisi di masing-masing negara,” ujar Ketua KPU Arief Budiman, di Gudang logistik KPU Komplek Pergudangan Zoodia, Jl Husein Sastranegara, Kota Tangerang, Minggu (17/2/2019).

Arief mengatakan bila pemilih bertempat tinggal dekat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maka pemilih dapat menggunakan hak pilihanya dengan mendatangi TPS di KBRI. Namun bila pemilih memiliki tempat tinggal jauh dari KBRI maka KPU akan menggunakan kotak suara keliling untuk mendatangi tempat pemilih.
“Kalau warga negaranya tinggal semua berdekatan dengan kantor KBRI, maka kita hanya gunakan TPS. Tetapi kalau ada warga negara Indonesia yang tinggal disatu komunitas tertentu jauh dari kantor KBRI, dia tidak bisa datang maka kita gunakan kotak suara keliling,” ujar Arief

Sedangkan bagi pemilih yang bertempat tinggal tersebar di banyak daerah, KPU akan mengirimkan surat suara via pos. Arief mengatakan pihaknya telah menyiapkan perlengkapan berupa perangko hingga amplop bagi pemilih tersebut.

“Tapi kalau tersebar dibanyak tempat dan jauh jauh kita kirim by pos. Nanti dikirim balik dan kita siapkan amplopnya, kita siapkan perangkonya. Pokonya dia tinggal buka pilih lalu ditutup lagi kirimkan,” ujar Arief.

Dia mengatakan opsi pemilihan ini telah ditentukan oleh masing-masing pemilih. Menurutnya, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) telah lebih dulu mendata cara apa yang akan digunakan pemilih gunakan.

“Nah sebetulnya cara menentukan itu juga dipilih oleh mereka sendiri, jadi kita buat daftarnya kita beri opsi mau gunakan langsung ke TPS, mau by post atau bergabung di kotak suara keliling,” tuturnya.
(dwia/rna)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandi Tak Percaya Indomatrik: Saya Hanya Berpegang Survei Internal

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno tak percaya dengan hasil survei yang dirilis Lembaga survei Indomatrik. Hasil survei Indomatrik menunjukkan elektabilitas capres Prabowo Subianto mendekati capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Sandiaga mengaku hanya percaya dengan survei internal.

“Saya nggak pernah percaya sama survei-survei itu ya,” kata Sandiaga di Jalan Jenggala II nomor 9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (17/2/2019).

Menurutnya, survei yang saat ini terpublikasi bertujuan menggiring opini masyarakat. Sandi menegaskan hanya berpegang pada survei internal yang menunjukkan elektabilitasnya di atas 40 persen.
“Jadi saya nggak terlalu percaya sama survei Indomatrik, saya belum pernah berhubungan sama survei tersebut dan saya hargai semua survei dari yang pihak yang menggiring opini sudah menang jauh. Tapi kalau sudah menang jauh kenapa mesti panik gitu, saya nggak melihat, justru ada kepanikan, kalau yang ketat kenapa harus dibuat ketat, padahalkan masih ada 60 hari,” jelas Sandiaga.
Mantan Wagub DKI ini mengatakan, survei internal yang sudah semakin dekat itu jadi pemantik untuk kerja keras menyampaikan program pasangan nomor urut 02. Sandiaga mengatakan, penyampaian program ke masyarakat juga sebagai langkah merebut suara pemilih golput.

“Dan kami optimis bahwa di atas 40 persen ini merupakan angka yang sangat kritikal, angka yang sangat strategis karena begitu kita bisa masuk ke momentum dan melalui debat kedua, tiga, empat, terakhir, saya berharap yang belum menentukan pilihan secara mantap itu bisa mengambil keputusannya dan beberapa kelompok golput itu bisa kita raup untuk masuk jadi basis pendukung Prabowo Sandi karena kita bicara tentang ekonomi,” ujarnya.

Sandiaga mengatakan, meski elektabilitasnya sudah di angka 40 persen, timsesnya masih harus kerja keras. Sebab menurutnya angka tersebut masih bisa berubah-ubah.

“Saya sampaikan pada seluruh jaringan relawan semua, bahwa kerja keras diperlukan 60 hari trakhir, daerah yang dibilang aman bisa tidak aman, daerah yanh dibilang nggak mugkin, bisa mungkin, semua itu kuasa Allah SWT,” katanya.

Sementara itu, Sandiaga menjelaskan, survei internal akan keluar minggu depan. Dia menuturkan, survei internalnya masih tertinggal.

“Tertinggalnya sudah sedikit dan kita udah melewati angka 40 persen jadi bisa tebak sendiri berapa kira-kira perbedaan tapi ini bisa berubah cepat baik menuju positif maupun negatif, kalau kita tidak kerja keras, saya sampaikan kepada seluruh jajaran harus kerja keras, kerja cerdas, sampaikan bahwa isu ekonomi yang diangkat Prabowo-Sandi,” jelasnya.

(idn/dnu)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kominfo dan KPU Ajak Tokoh Adat Tangkal Hoax Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah Kota Singkawang melakukan sosialisasi pemilu kepada masyarakat dan tokoh adat Dayak di Kalimantan Barat. Sosialisasi ini digelar sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

Direktur Informasi dan Komunikasi Polhukam Kemenkominfo, Bambang Gunawan mengatakan sosialisasi pemilu merupakan program yang sudah berjalan sejak tahun lalu. Kali ini, pihaknya turut melibatkan para tetua dan tokoh adat setempat dalam Forum Sosialisasi Pemilu 2019 Menjadi Pemilih Cerdas.

“Kali ini kita lakukan pendekatan dengan melibatkan tokoh adat. Dengan pendekatan melalui para tetua atau kepala suku, masyarakat memahami akan arti pentingnya memilih dalam pemilu serta sekaligus dapat terdorong untuk berpartisipasi aktif secara cerdas dalam memilih di pemilu mendatang,” ujarnya, Sabtu (16/2/2019).

Kominfo dan KPUD Singkawang juga mengkampanyekan penangkalan berita hoax dalam pemilu. Kampanye antihoax merupakan bagian dari upaya menjadikan pemilih cerdas dalam memilih.

Gunawan menyampaikan kepada masyarakat adat suku Dayak bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangkal berita hoax agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, terutama terkait pemilu 2019.

“Terkait berita hoax jelang pemilu, Kementerian Kominfo telah melakukan berbagai upaya seperti menerima aduan konten untuk diblokir dan terutama melakukan berbagai forum-forum literasi seperti ini agar masyarakat lebih aware terhadap informasi hoax agar menjadi pengguna handphone yang cerdas dalam menerima informasi,” tuturnya.

2 dari 2 halaman

Diminta Terlibat Aktif

Kasubdit Informasi Dan Komunikasi Pertahanan Dan Keamanan Kemenkominfo, Dikdik Sadaka menambahkan bahwa pendekatan kesukuan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan partisipasi pada pemilu mendatang.

Kominfo telah memetakan suku-suku tertentu, melalui para tokoh dan tetua mereka untuk terlibat dalam aktif dalam kampanye peningkatan partisipasi pemilih serta menjadi masyarakat yang cerdas dalam menyalurkan hak pilih.

“Jika masyarakat adat sudah memahami pentingnya arti pemilu, maka akan mendorong partisipasi aktif secara cerdas dalam memilih di pemilu mendatang,” ujarnya.

Atas hal ini, Ketua Dewan Adat Suku Dayak Aloysius Kilim turut mengkampanyekan agar masyarakat adat memastikan diri mereka terdaftar sebagai pemilih dan hadir di TPS pada 17 April 2019 mendatang.

“Kenali baik calon (caleg dan capres), pastikan kita semua masyarakat adat hadir di TPS dan memilih sesuai hati nurani,” ujar Aloysius.

Kemudian, Ketua KPU Singkawang Riko, mengatakan pihaknya selaku penyelenggara pemilu mengimbau agar masyarakat Dayak untuk memastikan di mana lokasi mereka untuk memilih. Ia pun menegaskan bahwa Kota Singkawang telah siap menyongsong pemilu serentak pada 17 April 2019.

“Kami mengimbau agar masyarakat adat untuk memastikan ke KPU Singkawang jika ingin pindah lokasi pemilihan, untuk memastikan diri bisa memilih pada 17 April nanti. Kalau tidak memilih, maka kita akan mendapatkan wakil rakyat yang tidak kompeten,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com


Saksikan video pilihan berikut ini:

Sudirman Said: Prabowo akan Tampil Rileks, Tidak Menyerang

JakartaBadan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memastikan capres nomor urut 02 akan tampil rileks dalam debat kedua. Sudirman menegaskan, Prabowo akan tampil memberikan gagasan-gagasan baru di panggung debat capres.

“Insyaallah Beliau akan tampil rileks, tidak akan nyerang-nyerang gitu. Saya yakin juga ini bukan kuat-kuatan untuk menjatuhkan tapi adu gagasan dan gagasan disampaikan dengan baik bukan untuk menjatuhkan lawan, tapi meyakinkan masyarakat yang lain,” ujar Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said kepada wartawan di Media Center BPN, Jl Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Dengan gaya rileks dan bicara data, Prabowo disebut Sudirman ingin meyakinkan pemilih soal pengelolaan energi, pangan, infrastruktur, dan sumber daya alam (SDA). Dengan begitu, Prabowo-Sandiaga bisa mengambil suara dari swing voters.

“Untuk apa lawan dijatuhkan, dipermalukan, tapi kemudian elektabilitasnya tidak naik. Jadi kita ingin meyakinkan pemilih yang di tengah, yang disebut swing voters, bahwa ini pemimpin baru yang menawarkan perbaikan-perbaikan,” sambung Sudirman.

Sebagai persiapan, Prabowo menurut Sudirman sudah berkomunikasi dengan para ahli di bidangnya terkait tema debat capres. Prabowo akan menekankan mengenai strategi pengelolaan negara yang ideal pada debat capres.

“Debat ini kan debat level pimpinan negara ya, tentu saja data-data sangat diperlukan, tapi sebetulnya yang lebih penting adalah soal strategi soal visi, soal program, kisaran-kisaran program. Kalau data detail, ya seorang presiden punya begitu banyak instrumen. Saya kira tidak fair juga kalau dibebankan kepada pemimpin negara,” tuturnya.
(fdn/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kapolri: Jawa Barat Harus Tetap Kondusif pada Pemilu 2019 Ini

Liputan6.com, Bandung – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan Provinsi Jawa Barat harus tetap kondusif pada pelaksanaan Pemilu 2019. Terlebih, daerah ini adalah penyumbang daftar pemilih tetap (DPT) terbesar se-Indonesia di pemilu tahun ini.

“Jawa Barat merupakan penyumbang DPT terbesar seluruh Indonesia. Kita harus jaga Jawa Barat. Indonesia dan Jawa Barat terus dijaga,” kata Kapolri pada silaturahim Kamtibmas Polri dengan tokoh masyarakat dan peresmian Masjid Al-Amman di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (16/2/2019).

Kapolri berharap, kontestasi politik Pemilu 2019 di Provinsi Jabar berjalan aman seperti saat pelaksanaan pilkada serentak tahun lalu. Padahal, pada pilkada lalu, wilayah ini masuk zona merah polisi.

“Tapi Jawa Barat alhamdulilah, semula diperkirakan panas, tapi aman dan damai. Dua kontestan di sini Kang RK (Ridwan Kamil) dan Kang Anton (Charliyan) lihat baik-baik saja berdua. Ini jadi modal bagi Jawa Barat pengamanan bagus di 2017 dan di 2018 aman, damai dan tenang,” ujar Tito.

Dia mengatakan, silaturahmi antara Polri dengan Kamtibmas merupakan kegiatan penting selama pelaksanaan Pemilu 2019 karena dapat akan menambah semangat kondusivitas.

“Bagi Polri saya menganggap persemian mesjid ini memiliki nilai tambah, karena ini berada di dalam institusi yang memiliki power yang diberikan kekuasan dan kekuatan oleh rakyat,” ucap Kapolri.

2 dari 3 halaman

Tugas Utama Polri

Menurut dia, salah satu tugas utama Polri ialah sebagai penjaga keamanan sehingga dengan kewenangan tersebut maka tidak ada penyimpangan kewenangan.

“Dengan power yang sedemikian besar ini harus dijaga karena kewenangan itu cenderung akan menyimpang. Ini harus dijaga jangan sampai terjadi abuse of power. Alih-alih menjadi pelindung masyarakat malah jadi pengganggu masyarakat,” kata Kapolri.

Dia mengatakan, pelaksanaan pemilu yang aman menjadi salah satu syarat dari sebuah negara maju.

“Salah satu kunci dari negara yang maju adalah keamanan yang harus dijaga dan juga dirawat. Dalam sebuah negara demokrasi pasti harus melalui tahap transisi kepemimpinan dan itu yang harus dijaga bersama-sama,” ujar Tito.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

KPU Surakarta Mulai Rakit 8 Ribu Kotak Suara

Liputan6.com, Solo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta mulai merakit sebanyak 8.715 kotak suara untuk Pemilu 2019. Perakitan dilakukan di kantor KPU Solo, Jumat 15 Februari 2019.

KPU Surakarta Nurul Sutarti mengatakan pihaknya mempekerjakan 18 tenaga kerja. Perakitan kotak suara ditargetkan dapat selesai pada pekan depan atau Jumat 22 Februari 2019.

Menurut dia, perakitan kotak suara untuk Pemilu 2019 di Kota Surakarta dilaksanakan sesuai petunjuk surat edaran pusat agar segera melaporkan jika ada kekurangan atau kerusakan kotak suara.

“Jumlah kotak suara itu, dengan rincian lima kotak suara dikalikan 1.732 TPS, dan ditambah 11 kotak kali lima kecamatan di Solo, sehingga totalnya 8.715 kotak,” kata Nurul seperti dilansir dari Antara, Sabtu (16/2/2019).

Namun, lanjut dia, KPU belum menemukan kotak suara yang rusak sampai Jumat malam.

Kotak suara tiba di KPU Surakarta secara bertahap mulai awal November 2018 hingga awal Januari 2019. Kotak suara dalam kondisi terbungkus plastik besar hitam. Kotak suara diamankan ke gudang KPU dengan lantai terlebih dahulu diberikan palet agar logistik pemilu itu tidak rusak.

2 dari 3 halaman

Dibungkus Plastik

Nurul mengatakan setiap kotak suara yang selesai dirakit langsung dibungkus plastik warna bening dan disusun lima tingkat untuk mengantisipasi kerusakan karena terkena air hujan.

Menyinggung soal kotak suara yang diterima apakah masih kurang, kata Nurul, memang masih ada kekurangan terutama untuk melayani yang mobile seperti pemilih di rumah sakit.

“Kami masih kekurangan sekitar 51 kotak suara untuk mobile atau kotak suara jemput bola,” kata Nurul.

Menyinggung soal surat suara di KPU Surakarta, Nurul menjelaskan yang sudah datang dikirim dari pusat untuk Pilpres, sedangkan untuk Pileg belum sampai di Solo. KPU berharap kedatangan surat suara Pileg terjadwal sehingga tidak perlu penyewa gudang penyimpanan lagi untuk logistik

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

HEADLINE: Format Beda, Akankah Debat Menguak Orisinalitas Jokowi Vs Prabowo?

Liputan6.com, Jakarta – Debat kedua Pilpres 2019 menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Debat yang akan menghadirkan sosok dua calon presiden, Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto.

Harapan besar terselip pada tahapan pemilu ini. Pemilik hak suara, tentunya ingin diyakinkan dengan jawaban para calon. Bukan hanya dengan debat kusir tekstual seperti yang dikatakan publik tentang debat pertama 17 Januari 2019.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, debat pertama lalu berlangsung kaku. Masyarakat tak mampu menangkap esensi dari visi misi yang disampaikan. Justru hal remeh-temeh yang dipergunjingkan.

“Sebab, jawaban capres pada debat pertama tak mencerahkan. Kita berharap sesuatu yang menarik dan memukau, lebih ke esensi programnya dan pencerahan pada debat kali ini. Esensi dari debat itu kan transfer knowledge, pencerahan, edukasi untuk yang menonton,” kata Siti saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha mengakomodasi harapan tersebut dengan merombak sejumlah aturan dalam debat capres pertama yang digelar Minggu 17 Februari 2019 di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta. Seperti, tak akan memberikan kisi-kisi dan berjanji memperbanyak interaksi antarkandidat.

Kedua kubu sendiri optimistis akan memberikan yang terbaik pada debat kali ini. Baik Jokowi maupun Prabowo, mantap dengan persiapan dan kemampuan masing-masing calon untuk menjawab pertanyaan panelis dan beradu argumen.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut, pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup merupakan tema yang paling ditunggu-tunggu calon petahana. Sebab, tema tersebut merupakan prioritas pemerintahan Jokowi bersama Jusuf Kalla.

“Terkait dengan debat, kami sudah menyiapkan dengan baik. Ada tim yang secara khusus menyiapkan bagaimana on stage-nya nanti Bapak Jokowi terkait dengan tema energi, SDA, lingkungan, pangan, infrastruktur. Itu merupakan hal yang selama ini menjadi skala prioritas bagi pemerintahan Pak Jokowi dan berkesinambungan ke depan dengan dukungan rakyat,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers di Jalan Cemara, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Buktinya, lanjut dia, banyak kepala daerah yang memberikan dukungan kepada Jokowi pada Pilpres 2019. Dia yakin, kepala daerah tersebut merasa aspirasinya ditindaklanjuti oleh pemerintahan Jokowi-JK. 

Dia bahkan menjamin, Jokowi bakal memberi gagasan yang orisinal dalam debat nanti. “Seperti yang kami janjikan, di debat kedua ini akan menampilkan gagasan yang lebih visioner. Tetapi berdasarkan pada prestasi dan kinerja Pak Jokowi sendiri,” ujar Hasto.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Johnny G Plate mengatakan capres nomor urut 01 akan menekankan peta jalan atau roadmap ketahanan energi, juga soal kebijakannya. Begitupula pada permasalahan ketahanan pangan. Jokowi-Ma’ruf Amin pun akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan meningkatkan nilai tambah dari hasil kebijakan itu.

Keempat, kata dia, Jokowi-Ma’ruf Amin akan mengungkap soal pembangunan yang ramah lingkungan hidup.

“Kami saat ini juga sedang menanti, katanya, akan ada pidato kebangsaan dari Prabowo. Dan berharap mudah-mudahan pidato kebangsaan ini memberi referensi dalam rangka menambah khasanah, dan informasi program, visi dan misi untuk Indonesia maju dan Indonesia yang lebih hebat. Tapi tidak ditandai dengan isu-isu paradoks serta tidak ditandai juga dengan memberikan gambaran Indonesia sebagai bangsa inferior. Indonesia adalah bangsa besar, penuh optimisme, bangsa yang setara dan sejajar dengan bangsa lainnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menyebut, konsep-konsep yang ditawarkan Prabowo dalam debat kedua pilpres diyakini akan membuka mata publik. Prabowo akan memberikan kejutan besar pada debat.

“Nanti akan ada kejutan dari beliau kuasai bidang masalah pangan, energi, energi terbarukan, konsentrasi beliau yang akan bangun swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air. Itu kata-kata kuncinya dan ada di pikiran beliau,” ucap Priyo di Kantor KPU Pusat, Kamis 14 Februari 2019.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantoro mengatakan, kesiapan Prabowo bisa dilihat dari pidato kebangsaan yang digelorakannya di Semarang kemarin. Pada bidang infrastruktur, sambung dia, Prabowo berjanji melakukan pembangunan yang berkaitan langsung dengan produksi masyarakat. Prabowo-Sandi juga akan mengurangi semaksimal mungkin impor.

“Jadi genjot pangan yang bisa diproduksi dalam negeri, energi juga harus dirintis kilang-kilang minyak yang baru, kilang dari dulu sampai sekarang tidak diperbaharui,” kata Ferry kepada Liputan6.com, Jumat 15 Februari 2019.

Tim BPN Bidang Materi Debat Ledia Hanifa menuturkan, Prabowo tinggal melakukan finalisasi persiapan debat capres.

“Beliau kan sudah punya konsep sendiri soal itu tema terkait debat, kita bisa baca di bukunya Paradoks Indonesia itu. Kita tinggal menambahkan update datanya saat ini saja, bahan-bahan juga sudah disiapkan BPN. Tapi pondasi basic-nya buku itu, dan beliau juga sudah paham tentang isu dari tema debat,” ucap Ketua DPP PKS itu kepada Liputan6.com.

Lalu, bagaimana cara menakar orisinalitas kedua calon?

Pengamat politik dari LIPI, Indria Samego mengatakan, orisinalitas ini sangat penting. Dia menilai, konten atau substansi dari gagasan memang ukuran utama dari orisinalitas kedua calon presiden.

Masyarakat bisa menilai orisinalitas seseorang dari idenya untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Idenya belum banyak dibahas atau tidak. Mungkin bahkan, idenya belum pernah dicetuskan oleh seseorang.

“Saya kira kalau menilai orisinalitas, dari konten, substansi. Misalnya, bagaimana Prabowo kalau terpilih jadi Presiden menyelesaikan persoalan pengangguran lapangan kerja, pendidikan, sumber daya yang berkualitas misalnya atau energi gitu, yang belum atau tidak banyak dibahas. Kalau mengulang sesuatu yang ada di dokumen-dokumen ya tidak orisinal. Memang, dia bisa jawab. Tapi itu, kayak cerdas cermat,” kata Indria kepada Liputan6.com.


Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Diprediksi Lebih Menarik

Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial The Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes memprediksi, debat capres ini bakal lebih menarik daripada debat capres cawapres 17 Januari 2019. Calon petahana, kata dia, tak akan menyerang lawannya. Tapi tidak juga bertahan.

“Petahana akan menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting gitu ya, seperti infrastruktur, pangan segala macam untuk meyakinkan pemilih,” kata Arya ketika dihubungi Liputan6.com.

Sementara, kubu pesaing diduga akan berbalik menyerang karena ada beberapa isu yang menjadi titik celah bagi pesaing. Misalnya, soal impor, kemudian juga swasembada pangan.

“Kemungkinan yang akan lebih menyerang dari pesaing kalau kita lihat dari temanya. Misalnya soal yang swasembada pangan itu menjadi pintu masuk begitu juga dengan impor beras dan juga soal infrastruktur. Tapi soal tiga hal itu, petahana sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi pertanyaan yang bertendensi serangan,” ujar Arya.

Menurut dia, debat kali ini bukan soal menang atau kalah. Pada debat kedua, lanjut dia, kedua calon dituntut benar-benar mampu memberikan kesan kepada pemilih, mereka mampu menyelesaikan tantangan di bidang yang ditemakan.

“Saya tidak tahu siapa yang akan diuntungkan ya. Tetapi ini adalah panggung yang harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk benar-benar memastikan bahwa mereka lebih baik dari pesaingnya. Dan panggung juga untuk meyakinkan pemilih untuk benar-benar tidak beralih dan bagi yang belum memilih, mereka akan menjatuhkan,” tutur Arya.

Terlebih, KPU memberikan waktu yang relatif fleksibel kepada Jokowi dan Prabowo untuk saling bertanya dan menanggapi. “Itu harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk menguji keorisinalitasan,” sambung dia.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua pilpres, Joni Hermana mengatakan, pihaknya akan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berbeda format dengan debat pertama pilpres untuk memunculkan orisinalitas kedua kandidat.

“Kita berusaha untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih tidak normatif. Jadi, dalam hal ini kita juga menginginkan agar tidak ada jawaban yang sama dari keduanya, yang normatif,” kata Joni, di Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

Selain itu, model pertanyaan yang dibuat berbeda ini bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui konsep yang dimiliki dari masing-masing paslon.

“Sehingga memberi gambaran kepada audiens dan masyarakat sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan secara baik. Jadi intinya sebetulnya seperti itu,” ujar Joni.

3 dari 3 halaman

Pentingnya Debat

Debat merupakan salah satu sarana penting bagi peserta Pilpres 2019 untuk memantapkan atau bahkan merebut hati pemilih. Ini terbukti pada debat perdana lalu yang dinilai cukup berpengaruh pada perubahan karakteristik calon pemilih masing-masing paslon capres-cawapres.

Terdapat perubahan angka solid voters atau pemilih mantap dan swing voters atau pemilih yang masih mungkin berubah pada pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Berdasarkan hasil survei terbaru Populi Center, jumlah solid voters pasangan nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meningkat dari sebelum debat sebesar 88,9 persen menjadi 90,8 persen usai debat.

Sementara solid voters pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkat dari 82,6 persen menjadi 85,5 persen.

Sedangkan swing voters Jokowi-Ma’ruf menurun dari angka 8,6 persen sebelum debat menjadi 6,2 persen usai debat. Penurunan juga terjadi pada swing voters untuk pasangan Prabowo-Sandi dari angka 13,3 persen menjadi 11,3 persen.

“Paslon Jokowi-Ma’ruf harus berhati-hati karena kenaikan solid voters lebih banyak terjadi pada paslon Prabowo-Sandi. Temuan ini sifatnya indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas,” ujar peneliti Populi Center Dimas Ramadhan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis 7 Februari 2019.

Lebih lanjut, jumlah masyarakat yang mengetahui dan menyaksikan langsung debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari lalu cukup banyak ketimbang yang tidak mengetahui. Namun ketertarikan mereka untuk memperbincangkan debat relatif kecil yakni 35,6 persen berbanding 64,4 persen.

Penilaian masyarakat terhadap manfaat debat capres pun beragam. Dari total 1.486 responden di seluruh Indonesia, 33,9 persen menilai manfaat debat untuk mengetahui visi, misi, dan program kerja kandidat. Sementara 10,8 persen menilai debat dapat membantu memberikan pertimbangan menentukan pilihan. Sementara 6 persen menganggap debat untuk mengetahui latar belakang kandidat.

“Sebanyak 3,7 persen menilai debat tidak atau kurang ada manfaatnya, 3,2 persen menilai debat untuk mengklarifikasi isu yang beredar, dan 42,5 persen sisanya tidak menjawab,” ucap Dimas.

Dari pemaparan visi, misi, dan program kerja kandidat pada debat perdana, yang dianggap paling realistis oleh masyarakat adalah yang disampaikan Jokowi-Ma’ruf yakni sebesar 55,7 persen. Sementara yang menilai visi, misi, dan program kerja Prabowo-Sandi paling realistis hanya sebesar 29,8 persen. Lainnya, 14,5 persen, tidak menjawab.

Sebanyak 53,1 persen responden juga menilai bahwa paslon nomor urut 1 unggul pada debat perdana capres-cawapres tersebut. Sedangkan 31,1 persen menilai paslon nomor urut 2 yang unggul. 15,8 persen sisanya tidak menjawab.

“Kemudian pilihan pascadebat, dengan pertanyaan setelah menyaksikan debat pertama, siapa pasangan yang akan anda pilih untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024? 62,5 persen menjawab Jokowi-Ma’ruf, 36,4 persen menjawab Prabowo-Sandi, dan 1,1 persen tidak akan memilih,” kata Dimas.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dengan metodologi wawancara tatap muka pada 20-27 Januari 2019 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Hasil survei memiliki margin of error sebesar 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Proporsi gender ditentukan 50:50. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi daftar pemilih tetap (DPT) dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Debat Kedua, Prabowo Ditantang Bicara Subtansi Tanpa Gimmick

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate memperingatkan capres 02 Prabowo Subianto tidak menampilkan joget-joget di panggung debat capres. Dia mengajak mantan Danjen Kopassus itu bicara substansi saat menghadapi calon petahana Jokowi.

“Kalau diulangi dengan gaya menari-nari, ngomong yang umum atau pijet maka debatnya enggak substansif, ke perasaan. Ini debat kontestasi gagasan apa kontestasi perasaan,” ujar Johnny di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).

Johnny menuturkan debat ini menjadi penting untuk mengambil hati pemilih yang belum menentukan. Maka itu, dia berharap keduanya saling lempar gagasan dalam debat capres tersebut.

Sekjen Nasdem itu mengimbau, Prabowo tidak menampilkan gimmick selama debat. Ditambah, pernyataan-pernyataan yang saling kontradiktif.

Senada dengan Johnny, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyanto menuturkan, panggung debat capres adalah podium rakyat. Sehingga tidak pantas menampilkan tari-tarian.

“Ini adalah podium rakyat, podium menyampaikan gagasan terbaik untuk bangsa dan negara. Podium tanpa tarian tapi podium dengan gagasan,” kata Sekjen PDIP itu.

2 dari 2 halaman

Menguji Emosi

Sementara itu, Pengamat politik dari Habibie Center, Bawono Kumoro menilai momentum debat ini kesempatan Prabowo bisa menahan emosi saat berhadapan satu lawan satu dengan Jokowi. Sebab, Prabowo tertolong dengan kehadiran cawapres Sandiaga Uno yang mengerem emosi dengan pijatan. Sehingga tak menjadi blunder besar.

Namun, pada debat kedua bertema pangan, infrastruktur, energi, sumber daya alam dan lingkungan hidup, cawapres tidak tampil. Bawono mengatakan publik bakal menunggu Prabowo yang tidak bersikap emosional.

“Apakah mantan pangkostrad tersebut dapat menghadapi Joko Widodo dengan sikap relatif cool dan tenang dalam merespons hal-hal disampaikan oleh petahana nanti,” katanya.


Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com.


Saksikan video pilihan berikut ini: