Top 3 Berita Hari Ini: Putri Diperkosa, Seketika Asa Pria Timor Leste Ini Pupus

Kupang – Top 3 berita hari ini, sesekali pria asal Timor Leste ini hanya bisa melepas napas panjang saat diminta kembali menceritakan peristiwa pilu yang belum lama dialami putrinya. DS (14) dinyatakan hamil akibat ulah bejat seorang mahasiswa universitas negeri di Kupang.

DS adalah siswi SMP di Kupang yang masih duduk di kelas 2. Bagi Ukribat Seo dan istrinya, meski hidup dengan penuh keprihatinan, keduanya tak ingin melihat anak-anaknya putus sekolah. Untuk penuhi kebutuhan keluarga, keduanya bekerja sebagai buruh serabutan dan kuli nyuci.

Namun, kini harapan keduanya pupus, karena putri kecilnya tak lagi bisa melanjutkan sekolah karena telah melahirkan seorang anak.

Salah satu kisah haru lainnya juga datang dari Andini, gadis kecil 14 tahun, warga Dusun Telayap, Riau. 

Di usia yang masih belia, dia harus menjaga dua adiknya yang masih berusia 1 tahun 8 bulan dan 4 bulan. Meninggalnya sang ibu, membuat Andini harus harus menjadi sosok ibu, sekaligus bapak bagi kedua adiknya.

Sebelumnya ada Muhammad Izhak, yang terpaksa berhenti kuliah untuk mengurus kesembilan adik-adiknya yang masih banyak butuh perhatian.

Setiap pagi, Muhammad Izhak sudah sibuk mempersiapkan kebutuhan seluruh adik-adiknya yang hendak pergi ke sekolah, mulai dari memandikan mereka sampai menyiapkan sarapan.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini:

1. Kisah Pilu Siswi SMP Korban Pemerkosaan di Kupang

DS (14) siswi kelas 2 salah satu SMPN di Kabupaten Kupang menjadi korban pemerkosaan pada Februari 2018. Akibatnya, gadis lugu itu mengandung dan kini sudah melahirkan bayi perempuan berusia dua bulan

Ukribat Seo, buruh kasar itu sesekali mengangkat baju menyeka air matanya. Ia tertunduk sesaat. Sesekali ia melepas napas panjang. Ceritanya terhenti. Ayah enam anak itu terlalu pilu menceritakan derita yang menimpa anaknya berinisial, DS (14).

Siswi kelas 2 di salah satu SMP negeri di Kabupaten Kupang ini terpaksa tak melanjutkan pendidikannya lantaran mengandung usai diperkosa.

Awalnya, Ukribat bersama istrinya mengira anaknya, DS, hanya terkena sakit lambung.

Mereka pun membawa DS ke TTS untuk disembuhkan dengan obat kampung. Namun, keduanya kaget ketika dukun kampung itu mengatakan jika DS sedang hamil.

Selengkapnya…

2. 3 Kisah Haru Pengorbanan Kakak Menggantikan Orangtua

Banner Infografis Izhak

Bukan perkara mudah hidup tanpa perhatian dan kasih sayang orangtua, apalagi untuk mencukupi kebutuhan hidup. Namun, hidup harus terus berjalan.

Di sinilah sosok kakak langsung mengambil alih peran orangtua dalam menghidupi adik-adiknya.

Tidak hanya harus banting tulang mencari nafkah, bahkan impian masa kecil terpaksa dibuyarkan untuk tetap melihat senyum-senyum manis sang adik, tanpa rasa lapar dan kedinginan.

Siapa sajakah mereka?

Selengkapnya…

3. Usai Berhenti dari ITB, Begini Kabar Izhak dan 9 Adiknya

Izhak dan adiknya yang paling bungsu Muhammad Chaerul (Fauzan/Liputan6.com)

Masih ingat dengan Muhammad Izhak? Ya, dia adalah mantan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memutuskan berhenti kuliah demi merawat sembilan adiknya.

Keputusan itu diambil mantan mahasiswa Fakultas Teknik Kimia angkatan 2013 itu setelah kedua orangtuanya meninggal karena sakit.

Kini Izhak dan sembilan adiknya tak lagi tinggal di rumahnya yang lama, ia kini memiliki rumah baru yang dibangun di atas tanah peninggalan ayahnya tak jauh dari tempat tingggal sebelumnya.

Biaya pembangunan rumah baru sederhana itu diberikan oleh seorang dermawan asal kota Surabaya.

Tak hanya dari pengusaha asal Surabaya itu, seorang TKW di Arab Saudi juga memberikan bantuan kepada Izhak dan saudara-saudaranya. Begitu pun majikannya.

Selengkapnya…

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan berikuti ini:

Disekap Selama 24 Jam, Gadis Surabaya Disiksa dan Diperkosa Pacarnya

Liputan6.com, Surabaya – IS (20), gadis asal Surabaya berteriak meminta tolong usai terbebas dari penyekapan. IS disekap, dianiaya, dan diperkosa oleh pacarnya sendiri selama 24 jam. Kini, pacarnya yakni Imron Ali Rosidi (23) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mendekam di Mapolsek Tegalsari, Surabaya.

“Pelakunya sudah kami tangkap dan ditahan di Mapolsek,” kata Kapolsek Tegalsari, Kompol David Trio Prasojo, Selasa (15/1/2019).

Kejadian penganiayaan dan pemerkosaan itu diketahui saat salah seorang petugas melintasi kawasan Kedondong Surabaya, pada Rabu, 9 Januari 2019, lalu. Petugas mendapati korban IS tiba-tiba keluar dari sebuah rumah dan minta tolong. Saat ditanya petugas, IS hanya berupaya menunjuk rumah yang ditempati tersangka.

“Mungkin karena trauma ya, akhirnya kita bawa ke Polsek, untuk dimintai keterangan. Pelaku saat itu juga langsung diamankan,” jelas Kompol David.

Dari hasil keterangan korban, sehari sebelumnya korban diminta datang oleh pacarnya ke kos. Namun, korban sempat menolak. Dengan alasan korban sedang tidak mau bertemu dengan tersangka.

“Mengetahui pacarnya tak mau ke sana, akhirnya pelaku sempat mengirim gambar bugil korban dan akan menyebarkan gambar tersebut jika korban tak mau datang,” jelasnya.

Merasa terpaksa, akhirnya korban mendatangi rumah kos pelaku. Sesampainya di sana, korban justru menjadi bulan-bulanan pelaku. Terlebih, saat korban menolak diajak untuk berhubungan badan oleh pelaku.

“Di sanalah, korban dianiaya, ditampar sebanyak empat kali, dipukul tangannya, dipukul kepalanya, hingga digunting rambutnya,” terangnya.

Hingga Rabu pagi, korban sengaja tak dipulangkan. Korban kembali mendapat penganiayaan pagi itu lantaran pelaku mengetahui isi pesan yang ada di telepon genggam korban.

“Ditampar lagi, dipukuli, dan diajak berhubungan badan lagi. Itu sudah dilakukan pelaku selama empat kali selama satu hari,” katanya.

Akhirnya, korban berhasil keluar dan melarikan diri. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 351 KUHP dan pasal 285 tentang Penganiayaan dan Pemerkosaan dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.


Simak video pilihan berikut ini:

2 Polisi Prancis Diadili Atas Kasus Pemerkosaan Turis Kanada

Paris – Dua polisi Prancis diadili atas kasus pemerkosaan seorang turis Kanada yang mabuk. Pemerkosaan tersebut terjadi di bekas markas kepolisian Paris.

Kejahatan tersebut terjadi pada April 2014 di 36 Quai des Orfevres, bekas markas kepolisian Paris. Korban diidentifikasi sebagai Emily S yang kini berusia 39 tahun. Turis Kanada itu bertemu dengan kedua polisi tersebut di sebuah pub dekat markas kepolisian. Setelah minum-minum hingga mabuk, kedua polisi yang sedang tidak bertugas itu mengajak perempuan tersebut ke kantor mereka.

“Saya banyak minum dan tak bisa membayangkan diri saya kembali ke hotel saya dalam keadaan saya seperti ini, dan saya pikir dengan pergi ke kantor polisi saya akan merasa lebih aman di sana,” ujar Emily kepada para penyelidik seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (5/1/2019).


Emily mengatakan, dirinya diperkosa secara bergiliran oleh para polisi di kantor mereka selama 1,5 jam. “Empat polisi yang memakai kondom memperkosa saya,” kata perempuan itu kepada penyelidik keesokan harinya saat dia melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Namun dia kemudian mengaku tidak yakin apakah dirinya diperkosa oleh tiga polisi atau empat polisi.

Dua polisi yang didakwa adalah Nicolas R. (49) dan Antoine Q (40). Keduanya membantah dakwaan pemerkosaan dan mengakui terjadinya hubungan seksual, namun menurut mereka hubungan itu terjadi atas dasar suka sama suka.

DNA seorang polisi ditemukan pada celana dalam Emily dan hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Emily mengalami cedera ginekologis traumatis. DNA dari pria ketiga juga ditemukan pada celana dalamnya, namun meski lebih dari 100 polisi yang bekerja di gedung itu telah diperiksa, para penyelidik gagal mengidentifikasi tersangka ini.

Pada tahun 2016, hakim investigasi memutuskan untuk menghentikan kasus ini, karena menganggap kesaksian wanita itu membingungkan. Namun para jaksa penuntut kemudian meminta digelarnya persidangan yang diperkirakan akan berlangsung hingga 1 Februari mendatang.

Kedua terdakwa bisa terancam hukuman penjara maksimum 20 tahun jika terbuki bersalah.

(ita/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Masih Trauma, Gadis 14 Tahun Korban Pemerkosaan 3 Pria Terus Menangis

Makassar – Gadis berusia 14 tahun inisial M, korban pemerkosaan 3 pria di Makassar masih mengalami trauma berat hingga saat ini. Korban tiada henti menangis hingga saat ini.

Pantauan di Kantor P2TP2A Makassar, Jalan Angrek, Panakukang, Minggu (13/1/2019), korban masih terus menangis tanpa henti. M masih mendapat pendampingan khusus dari dari tim psikolog Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Makassar.

Saat meninjau kondisi M, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyanyangkan kasus penyekapan dan pemerkosaan yang menimpa M.

“Ini lah pentingnya program jagai anak ta, jadi peran polisi dan DPPPA luar biasa cepat. Cuman yang jadi perhatian kita ialah orang tua harus aktif, bayangkan kalau anak pegang HP dan berkenalan di sosial media oleh pelaku dan akhirnya terjadi begini,” kata Danny saat di P2TP2A Makassar.

Danny berharap peran aktif semua masyarakat termasuk RT/RW untuk memantau aktifitas masyarakat dan melaporkan jika menemukan adanya kasus anak terjadi.

“Kita kerahkan semua pihak, semua lapisan masyarakat untuk berperan aktif dan melaporkan jika menemukan kasus kekerasan anak terjadi,” jelasnya.

Sementata itu, ketua P2TP2A Makassar, Tenri A. Palallo mengatakan pihaknya akan terus mendampingi M hingga traumanya hilang.

“Sudah kelihatan masih trauma, polisi sudah urus kasusnya, kami di P2TP2A agar bisa bersekolah. Sekarng ini biasanya kita konselin, pendmpingan hukum, kemudian mengupayakan reintegrasi, kembali menyiapkan keluarganya,” paparnya.

Tenri menyebut jika aksi pelaku sangat jahat dan tak memiliki rasa kemanusian, apalagi korbanya merupakan anak di bawah umur.

“Masih menangis, anak-anak di sekap disetubuhi sangat jahat sekali, kita anggap ini masalah pada anak anak kita. Bagaimana dia bahagia perlu sambil bermain di rampungkan,” imbuhnya.

M menjadi korban pemerkosaan oleh 3 orang pria di Makassar, Sulawesi Selatan. Korban bahkan disekap dan diancam jika tak melayani nafsu pelaku. 2 pelaku sudah ditangkap, sementara 1 pelaku utama masih dalam pengejaran.

“Mengamankan pelaku tindak pidana setiap orang dilarang melakukan kekerasan, memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. Korban tersebut diancam dengan menggunakan pisau kemudian korban tersebut diperkosa secara bergiliran oleh Saleh bersama Amran,” kata Panit 2 Reskrim Polsek Tamalate, Ipda Sugiman, Minggu (13/1).
(nvl/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dewas BPJS TK Sudah Tahu Hubungan Khusus SAB dan RA

Jakarta – Kasus dugaan pemerkosaan yang melibatkan mantan anggota Dewan BPJS Ketenagakerjaan (TK) Syafri Adnan Baharuddin (SAB) disesalkan oleh Dewas BPJS TK sendiri. Meski tak mengiyakan ada pemerkosaan, Dewas tahu bahwa SAB dan pelapor dengan inisial RA memiliki hubungan khusus.

Kasus ini pertama kali mencuat saat RA menggelar konferensi pers pada Desember 2018. Belakangan rupanya Dewas BPJS TK telah mengetahui dan mendapatkan konfirmasi mengenai hubungan khusus antara SAB dan RA sejak pengaduan pertama kali yakni pada 28 November 2018.

“Pas saya di rumah, saya mendapatkan WA dari SAB. WA itu menyatakan… SAB bahwa menyatakan langsung merujuk pada postingan-postingan tersebut, SAB mengakui terjebak dalam hubungan khusus,” kata Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono dalam jumpa pers, Jumat (11/1/2019).

Sebelum mendapat WhatsApp dari SAB, Guntur menyatakan didatangi RA dan mengadukan adanya kekerasan yang diterimanya dari SAB pada 28 November 2018.

“Pada saat kejadian tanggal 28 November, dia ke saya, dan saya akan rapat dengan waktu yang sangat singkat, dengan menangis menyatakan dirinya dimarahi dengan keras oleh SAB sampai mau dilempar gelas dan sebagainya,” tutur Guntur.

Guntur menyatakan dalam rapat Dewan Pengawas, SAB kembali mengakui ada hubungan khusus dengan RA. Bahkan SAB juga menyampaikan permintaan maafnya kepada para Dewas.

“Kemudian kita rapat Dewas lagi tanggal 30, SAB sudah datang (dari Singapura), pada saat itu kita klarifikasi ke SAB, ada kejadian demikian, dan memang diakui seperti dalam WA ada hubungan khusus dan minta maaf kepada kami-kami semua. Sudah, seperti ini saya pikir memang betul-betul terjadi,” tutur Guntur.

Pihak RA Bantah Soal SAB ‘Terjebak’

Ketua Kelompok Pembela Korban Kejahatan Seks (KPKS) Ade Armando heran dengan pernyataan yang menyebutkan bahwa SAB yang disebut mengaku terjebak hubungan khusus dengan asisten pribadinya, RA. Ade menyebut pernyataan itu tak masuk akal.

“Coba saja kita baca chat-chat WA SAB ke RA, sangat jelas di sana bahwa SAB bukanlah pihak yang terjebak melainkan terus berusaha mendesak RA untuk membangun hubungan khusus,” kata Ade, Jumat (11/1).

Dalam jumpa pers 28 Desember 2018, RA sempat menyampaikan bahwa Dewas BPJS TK malah membela SAB ketika dia melaporkan apa yang terjadi.

“Ternyata Dewan Pengawas justru membela perilaku bejat itu. Hasil rapat Dewan Pengawas pada 4 Desember justru memutuskan untuk mengeluarkan perjanjian bersama yang isinya mem-PHK saya sejak akhir Desember 2018. Saya menolak menandatangani itu,” tutur RA, Jumat (28/12/2018).

Kasus dugaan pemerkosaan oleh SAB ini bergulir di kepolisian atas laporan RA. Sebaliknya, SAB juga telah melaporkan balik RA karena dianggap telah mencemarkan nama baik.

Syafri Membantah Memperkosa

Syafri telah menyampaikan bantahannya melakukan pemerkosaan. Bahkan Syafri telah melaporkan balik stafnya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Berbagai tuduhan yang ditujukan kepada saya tidak benar adanya dan bahkan merupakan fitnah yang keji,” kata Syafri di kesempatan yang sama.

Syafri juga menyatakan sendiri mengundurkan diri agar bisa fokus ke penanganan masalah yang dialaminya.

“Agar saya dapat fokus dalam rangka menegakkan keadilan melalui jalur hukum. Saat ini juga surat kepada Presiden RI sedang diupayakan sampai. Kepada Ibu Menteri Keuangan, Bapak Menteri Tenaga Kerja, kepada Ketua Dewan Jaminan Nasional, kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, kepada Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan,” kata SAB, Minggu (30/12).
(rna/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ade Armando: SAB Tak Terjebak, Dia Paksa Hubungan Khusus dengan RA

Jakarta – Kelompok Pembela Korban Kejahatan Seks (KPKS) heran dengan pernyataan yang menyebutkan bahwa anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Syafri Adnan Baharuddin (SAB) yang disebut mengaku terjebak hubungan khusus dengan asisten pribadinya, RA. Koordinator KPKS Ade Armando menyebut pernyataan itu tak masuk akal.

“Coba saja kita baca chat-chat WA SAB ke RA, sangat jelas di sana bahwa SAB bukanlah pihak yang terjebak melainkan terus berusaha mendesak RA untuk membangun hubungan khusus,” kata Ade Armando kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Adalah Ketua Dewas BPJS TK, Guntur Witjaksono yang menyebut SAB mengaku terjebak hubungan khusus dengan RA. Menurut Ade, pernyataan Guntur amat tak masuk akal.
Bagi Ade, SAB merupakan orang yang berkuasa atas RA karena menjadi atasan langsung RA. Dia heran bagaimana bisa SAB terjebak oleh RA.

“SAB adalah seorang pria 59 tahun yang sangat dominan, sangat ditakuti di Dewas BPJS TK dan sangat menentukan nasib pekerjaan RA. Lalu bagaimana caranya RA menjebak SAB?” kata Ade.

“Sementara itu, kalau kita membaca chat-chat WA SAB kepada RA, kita akan menemukan berbagai bentuk rayuan global, desakan untuk menikah, ataupun ucapan-ucapan mesum dari SAB kepada RA,” ujar Ade.

Ade berharap Dewas BPJS TK tidak begitu saja percaya pada penjelasan SAB yang menurutnya mengada-ada. Meski demikian, Ade senang bahwa SAB mengakui ada hubungan khusus dengan RA.

“Dewas BPJS TK seharusnya mempelajari secara serius apa yang sesungguhnya terjadi di lingkungan kerja mereka. Dewas BPJS TK turut bersalah bila mengabaikan dan membiarkan terjadinya kejahatan seksual di sana. Paling tidak dia (SAB) sudah mengakui bahwa dia sudah melakukan perilaku tidak patut sebagai pejabat negara dengan bawahannya sehingga layak diberhentikan dari Dewas BPJS TK. Berikutnya, baru perlu dibuktikan bahwa hubungan itu terjadi akibat pemaksaan,” jelas Ade.

Syafri Adnan Bantah Tuduhan Stafnya

Syafri telah menyampaikan bantahannya melakukan pemerkosaan. Bahkan Syafri telah melaporkan balik stafnya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Berbagai tuduhan yang ditujukan kepada saya tidak benar adanya dan bahkan merupakan fitnah yang keji,” kata Syafri di kesempatan yang sama.

Syafri juga menyatakan sendiri mengundurkan diri agar bisa fokus ke penanganan masalah yang dialaminya.

“Agar saya dapat fokus dalam rangka menegakkan keadilan melalui jalur hukum. Saat ini juga surat kepada Presiden RI sedang diupayakan sampai. Kepada Ibu Menteri Keuangan, Bapak Menteri Tenaga Kerja, kepada Ketua Dewan Jaminan Nasional, kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, kepada Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan,” kata SAB, Minggu (30/12).
(gbr/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketua Dewas BPJS TK: SAB Temperamen, Saya Pernah Dimarahi

Jakarta – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan (TK) Guntur Witjaksonodi mengungkap kepribadian Syafri Adnan Baharuddin (SAB) yang kini telah mengundurkan diri. SAB disebutkan memang temperamen hingga menggebrak meja.

“Kalau temperamen ini, saya pertema memang kaget waktu kerja bersama dia memang sangat tinggilah. Gebrak meja itu setiap hari ada,” kata Ketua Dewan Pengawas BPJS TK, Guntur Witjaksonodi, dalam jumpa pers di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Guntur menyatakan, SAB kerap diajak bercanda mengenai kebiasaan gebrak mejanya. Guntur menyadari bahwa setelah SAB terkena kasus sebelumnya, yang tak dibahas lebih jauh, temperamen SAB cukup turun.
“Tapi Pak Peompida (Poempida Hidayatulloh) sendiri bilang secara bercanda ‘kalau di DPR gebrak meja itu nggak boleh lho’. Kita mengingatkan dengan cara seperti itu. Dia akhirnya cooling down juga. Terutama setelah kasus pertama sih banyak cooling down kalau saya nilai pribadi,” tutur Guntur.

“Tapi karena namanya temperamennya tadi, meledak-ledak pasti ada. Saya aja pernah dimarahi,” imbuhnya.

SAB dilaporkan mantan stafnya, RA, ke polisi atas tuduhan pemerkosaan. Laporan tersebut dibuat 3 Januari 2019.

“Kami sudah melaporkan secara resmi, ini bukti laporannya (sambil menunjukkan surat tanda terima laporan). Tapi saya menjunjung asas praduga tak bersalah. (Nama) terlapornya kami tutupin ya. Inisial yang dilaporkan SAB, yang diduga melakukan SAB,” kata pengacara RA, Heribertus S Hartojo, Kamis (3/1).

Syafri Adnan Bantah Tuduhan Stafnya

Syafri telah menyampaikan bantahannya melakukan pemerkosaan. Bahkan Syafri telah melaporkan balik stafnya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Berbagai tuduhan yang ditujukan kepada saya tidak benar adanya dan bahkan merupakan fitnah yang keji,” kata SAB, Minggu (30/12).

Syafri juga menyatakan alasannya mengundurkan diri agar bisa fokus ke penanganan masalah yang dialaminya.

“Agar saya dapat fokus dalam rangka menegakkan keadilan melalui jalur hukum. Saat ini juga surat kepada Presiden RI sedang diupayakan sampai. Kepada Ibu Menteri Keuangan, Bapak Menteri Tenaga Kerja, kepada Ketua Dewan Jaminan Nasional, kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, kepada Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan,” papar SAB.
(rna/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dugaan Pemerkosaan, Polisi Temukan DNA Ronaldo di Baju Korban

Liputan6.com, Jakarta Kepolisian Las Vegas, Nevada, terus bekerja mengungkap dugaan pemerkosaan yang dilakukan Cristisno Ronaldo terhadap Kathryn Mayorga. Pihak berwajib bahkan telah memiliki sampel DNA Ronaldo sebagai kunci untuk mengungkap kasus tersebut.

Wall Street Journal seperti dilansir AS melaporkan, sampel diambil dari baju yang dikenakan Mayorga saat kejadian. Selanjutnya, jejak DNA tersebut dikirim ke otoritas berwenang di Turin, Italia–tempat Cristiano Ronaldo bermain saat ini–untuk diteliti lebih jauh.

Kepolisian juga telah mengirimkan surat perintah untuk mendapatkan DNA mantan pemain Real Madrid itu. Pengacara keluarga Cristiano Ronaldo, telah mengkonfirmasi permintaan itu.

“Tuan Ronaldo selalu mengatakan seperti yang terjadi hari ini, bahwa yang terjadi di Las Vegas bersifat konensus (kesepakatan bersama) sehingga tidak kaget bila DNA dilibatkan dalam investigasi mereka,” kata pengacara Ronaldo, Pieter Christiansen kepada BBC.

Kahtryn Mayorga mengaku telah diperkosa Ronaldo di Las Vegas, 2009 lalu. Dia kemudian dibayar 375 ribu USD untuk menutupi kasus tersebut. Namun Pieter membantah tudingan itu. Menurutnya, yang terjadi di Las Vegas bukan pemaksaan, tapi konsensus.

Dewas BPJS TK Bantah Lindungi Anggota yang Diduga Memperkosa

Jakarta – Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan (TK) mendapat tuduhan telah melindungi salah satu anggotanya yakni Syafri Adnan Burhanuddin (SAB) yang diduga terlibat dalam kasus dugaan pemerkosaan. Komite Dewan Pengawas BPJS TK menegaskan hal tersebut tidaklah benar.

“Kami atas nama Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan ingin melakukan klarifikasi atas kasus yang menimpa anggota kami saudara SAB. Kami mendapati tudingan bahwa dalam kasus ini jajaran Dewas sengaja melindungi saudara SAB atas tuduhan asusila yang dialamatkan kepadanya. Kami sampaikan bahwa itu tidak benar,” kata Ketua Dewan Pengawas, Guntur Witjaksono, dalam jumpa pers Ketua Dewan Pengawas, Guntur Witjaksonodi Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Guntur menyatakan, pihaknya baru mengetahui adanya dugaan asusila oleh SAB setelah mendapat tembusan laporan ke Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dari korban yang berinisial RA. Laporan tersebut tertanggal 6 Desember 2019.
Dalam kesempatan sebelumnya, RA pernah menyatakan bahwa setelah dia melapor ke Dewan, justru malah diminta mengundurkan diri.

“Karena sudah ada ancaman kekerasan fisik seperti itu, jadi saya tanggal 28 November (2018) langsung saya adukan ke Ketua Dewan Pengawas. Namun Ketua Dewan Pengawas hanya bilang, ‘Kalau sudah tidak nyaman, silakan resign….’ Padahal saya melaporkan itu bukan maksud saya untuk resign, saya hanya mengadu apa yang terjadi,” tutur RA, di Bareskrim Polri, Kamis (3/1/2019).

Kembali ke pernyataan Guntur, selain membantah melindungi SAB, BPJS TK juga menegaskan tak ada yang namanya ‘wewenang berlebihan’ dalam merekrut staf komite Dewas.

“Kami sampaikan bahwa hal Itu tidak benar. Kegiatan operasional organ BPJS Ketenagakerjaan setiap tahun pasti dilakukan audit oleh lembaga pengawas keuangan seperti OJK, BPK, dan KAP, di samping kegiatan monitoring dan evaluasi dan DJSN yang nnendapatkan predikat Baik. Kami juga memiliki komitmen dengan KPK terkait pencegahan gratifikasi,” ujar Guntur, Jumat (11/1).

“Sementara terkait rekrutmen, penyelenggaran FGD, seminar dan lain sebagainya, itu semua sudah diatur dan sesuai dengan regulasi yang tertera dalam Undang undang No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS dan Peraturan turunan yang terkait. Tidak ada hal yang menyalahi di sini,” tambahnya.

Guntur juga meminta kasus SAB tidak ditarik ke area politis. Jangan sampai ada pemanfaatan kesempatan dalam kesempitan.

“Kami harap semua pihak dapat berpikir dengan jernih dalam melihat kasus yang menimpa saudara SAB ini. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memiliki niat menggulirkan hal ini sebagai isu politis, mengingat tahun ini adalah tahun politik yang kental dengan berbagai hal yang dapat dipolitisasi. Saya harap hal ini tidak dimanfaatkan untuk menjatuhkan kredibilitas BPJS Ketenagakerjaan sebagai Badan Hukum Publik yang profesional,” papar Guntur.

Syafri Adnan Baharuddin yang kini mundur dari Dewan Pengawas BPJS TK menyampaikan bantahannya telah melakukan pemerkosaan. Bahkan Syafri telah melaporkan balik stafnya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Berbagai tuduhan yang ditujukan kepada saya tidak benar adanya dan bahkan merupakan fitnah yang keji,” kata Syafri, Minggu (30/12/2018).

Selain itu, Syafri juga melaporkan pemilik akun Facebook bernama Ade Armando dengan tuduhan yang sama. Laporan atas nama RA tercatat dengan nomor LP/B/0026/I/2019/BARESKRIM, sedangkan laporan untuk pemilik akun Facebook Ade Armando teregister dengan nomor LP/B/0027/I/2019/BARESKRIM.

“Kami sudah melaporkan secara resmi, ini bukti laporannya. Tapi saya menjunjung asas praduga tak bersalah, (nama) terlapornya kami tutupin ya. Inisial yang dilaporkan SAB, yang diduga melakukan SAB,” kata pengacara Syarif, Heribertus S Hartojo, setelah membuat laporan di Bareskrim Polri, Kamis (3/1/2019).
(rna/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Wanita Bangladesh Diperkosa karena Pilih Oposisi, 10 Orang Ditangkap

Dhaka – Kepolisian Bangladesh menangkap 10 orang terkait pemerkosaan bergiliran terhadap seorang wanita yang memilih oposisi dalam pemilu kontroversial bulan lalu. Salah satu yang ditangkap termasuk seorang anggota partai politik yang berkuasa di Bangladesh.

Liga Awami yang kini berkuasa di Bangladesh dan menaungi Perdana Menteri (PM) Sheikh Hasina memenangkan lebih dari 90 persen kursi parlemen yang diperebutkan dalam pemilu 30 Desember 2018. Kemenangan itu diwarnai oleh tuduhan kecurangan juga intimidasi serta kekerasan yang menewaskan sedikitnya 19 orang.

Pihak Liga Awami sendiri telah menyangkal tuduhan-tuduhan itu.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (8/1/2019), kepolisian setempat menegaskan bahwa pemeriksaan medis mengonfirmasi terjadinya kekerasan seksual terhadap wanita yang dimaksud. Pihak kepolisian setempat juga tengah menyelidiki laporan-laporan soal ancaman yang diterima pihak keluarga korban.
Sedikitnya 10 orang ditangkap terkait kasus dugaan pemerkosaan bergiliran itu. Penangkapan terjadi dalam beberapa hari terakhir. Salah satu yang ditangkap disebut sebagai seorang anggota Partai Liga Awami.

Pihak Liga Awami sendiri menyatakan telah menonaktifkan anggota yang dimaksud, yang diidentifikasi bernama Ruhul Amin. Laporan BBC menyebut korban telah menuduh Amin sebagai sosok yang mengirimkan orang-orang untuk menyerangnya. Belum ada komentar dari pihak keluarga Amin terkait kasus ini.

Sebelumnya dilaporkan bahwa suami korban menuturkan kepada Reuters bahwa sekitar 10-12 pria mendobrak masuk ke dalam rumah mereka di distrik Noakhali pada malam pemilu digelar, pada 30 Desember 2018 lalu. Pria-pria itu kemudian mengikat sang suami dan empat anaknya di dalam rumah.

Korban dibawa keluar dan diperkosa oleh pria-pria itu secara bergiliran.

Disebutkan sang suami bahwa istrinya diperkosa karena dia memiliki partai oposisi utama, Partai Nasionalis Bangladesh dalam pemilu. Media-media lokal menyebut pilihan korban dalam pemilu itu membuat geram Amin yang merupakan mantan pemimpin lokal Partai Liga Awami.

“Kami tidak bisa melakukan apa-apa,” ucap sang suami yang tidak disebut namanya. Sang suami menambahkan, dirinya menerima ancaman via telepon yang memintanya mencabut laporan polisi.

(nvc/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>