Geger Temuan 3 Jasad Bocah Kebumen Mengambang di Kolam Ikan

Liputan6.com, Kebumen – Keheningan petang Desa Adikarso, Kebumen, Jawa Tengah pecah oleh teriakan histeris Suwati (53). Wanita setengah baya ini menemukan jasad bocah tenggelam di kolam ikan.

Warga yang mendengar teriakan dan isak tangis Suwati langsung meriung sumber malapetaka ini. Desa Adikarso berduka.

Belakangan, tiga bocah ini diketahui merupakan siswa kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Adikarso. Mereka adalah sobat sepermainan. Ketiga anak ini yakni M.Taofah (9), Fahri (9), dan Akhsan (10).

Temuan jasad tiga bocah ini terbilang dramatis. Sore itu, Suwati yang rumahnya berdekatan dengan kolam yang belum terisi ikan ini melihat sejumlah pakaian dan sepeda kecil tergeletak di sekitar kolam.

Ia curiga. Sebabnya, saat itu sudah petang dan tak ada tanda-tanda anak-anak di sekitarnya. Ia khawatir, pemilik sepeda dan pakaian itu tenggelam di kolam ikan.

Terdorong rasa penasaran itu, ia mengambil sebilah bambu dan mengorek air kolam yang keruh. Kecurigaannya benar, satu jasad menyembul dari dalam kolam.

“Sekitar pukul 17.30 Wib kemarin hari Jumat, saksi Suwati melihat sejumlah pakaian dan sepeda anak kecil tergeletak di pinggir kolam,” kata Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Suparno, dalam keterangan tertulisnya kepada Liputan6.com, Sabtu (23/2/2019).

Suwati pun menjerit melihat jasad ini. Teriakan ini mengundang tetangga-tetangga Suwati berdatangan dan terus bertambah seiring menyebarnya kabar temuan bocah tenggelam di kolam ikan.

2 dari 2 halaman

Penyebab Tenggelamnya 3 Bocah di Kolam Ikan

Sejumlah warga lantas turun ke kolam untuk mengevakuasi jenazah korban. Mereka juga mencari kemungkinan ada korban lain.

Sementara sebagian warga mencari keberadaan korban lain, warga lainnya melaporkan peristiwa tenggelamnya tiga bocah di kolam ikan ke Pemerintah Desa Adikarso yang lantas meneruskannya ke Polsek Kebumen.

Polisi pun langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau dugaan pidana.

“Diperkirakan korban meninggal 5 jam sebelum tubuhnya ditemukan,” ucapnya.

Kesimpulan itu juga diperkuat oleh tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebumen. Tak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh ketiga korban.

“Dari hasil olah TKP, kemungkinan korban tidak bisa berenang sehingga tenggelam dan kehabisan udara,” dia menerangkan.

Usai olah TKP dan pemeriksaan jenazah, kepolisian menyerahkan jenazah kepada keluarga masing-masing. Saat ini, ketiganya telah dimakamkan.

Menurut Suparno, galian kolam tersebut, adalah galian yang akan digunakan untuk kolam ikan. Namun kolam yang berukuran lebar 5 meter x 8 meter serta kedalaman air kolam 170 cm itu, belum sempat diisi ikan.

Suparno mengimbau agar orang tua lebih intensif mengawasi anak-anaknya ketika bermain. Jangan sampai anak-anak yang belum panjang nalar ini bermain di tempat-tempat berbahaya. Harapannya, kejadian serupa tak terulang di masa mendatang.

Saksikan video pilihan berikut ini:

3 Polisi dan 1 Perempuan Ditangkap Saat Pesta Sabu di Makassar

Makassar – Polda Sulawesi Selatan mengamankan 3 orang oknum anggota Polisi terkait Narkotika jenis sabu di salah satu kamar hotel di Makassar, Sulawesi Selatan. Selain 3 oknum itu, 2 orang perempuan juga diamankan.

“TKP-nya di Hotel Colonial jalan Tanjung Bunga Makassar, kita amankan 3 orang oknum Polisi dan 1 orang perempuan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Sabtu (22/2/2019).

Penangkapan 4 orang itu terjadi pada Jumat (22/2) malam. Ketiga oknum itu masing-masing, Brigpol Herianto (38), Brigpol Sri Amar (37), Brigpol Ruslan (33) dan Asriani (29). Tiga oknum Polisi itu semua bertugas di Polda Sulsel.

Pengungkapan kasus Narkoba yang melibatkan 3 oknum Polisi itu berawal saat Tim Khusus Dires Narkoba Polda Sulsel mendapatkan informasi adanya penyalahgunaan Narkoba di tempat itu. Penggerebekan itu pun dipimpin langsung oleh Diresnarkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan.

“Setibanya di kamar di temukan pelaku SA (Sri Amar) H (Herianto), R (Ruslan) dan A (Asriani). Dilakukan penggeledahan kamar tersebut dan di temukan 1 sashet diduga narkotika jenis sabu yang di buang oleh H di bawah tempat tidur dan di temukan pula 1 set alat isap bong, 2 sacset bekas pakai, 1 sendok sabu,” lanjutnya.

Selain barang bukti itu, Polisi juga menyita 5 buah handphone, uang tunai Rp 3,8 juta serta 1 pucuk Senpi Genggam Jenis Revolver Amunisi 6 (enam) peluru milik SA. Semua pelaku langsung dibawa ke Polda untuk diproses.

“Kita sudah tes Urine ketiga oknum itu hasilnya positif. Juga pelaku perempuan, juga positif Methapetamine. Siapapun yang terlibat Narkoba kami akan sikat,” tegasnya.

Hingga saat ini, keempat pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sulawesi Selatan. “Perkembangan nya nanti selesai pemeriksaan. Belum ada data lagi,” pungkas Dicky.
(rvk/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polisi Periksa 7 Orang Terkait Kebakaran Kapal di Muara Baru

Jakarta – Kebakaran sejumlah kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, belum padam. Polisi sudah memeriksa 7 orang terkait kebakaran kapal tersebut.

“Lebih kurang 7 orang kita periksa,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, di Lokasi kebakaran, Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jaktim, Sabtu (23/2/2019)

Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih fokus pada pemadaman api. Mengenai potensi adanya kelalaian Eddy menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Kita bisa menentukan dari hasil pemeriksaan laboratorium,” tuturnya.

Dia menduga kebakaran tersebut akibat adanya percikan api dari kapal yang sedang dilas. Percikan api itu, lanjut Eddy, menyambar ke mesin dan menimbulkan kebakaran.

“Dugaan sementara ini kan ada alat penyedot air di sebuah kapal itu yang patah. Kemudian dilas, ada percikan api yang menuju ke mesin. Ini dugaan sementara, nanti akan kita pastikan dari pemeriksaan laboratorium forensik,” pungkasnya.

Petugas Damkar awalnya menerima informasi kebakaran pukul 15.19 WIB. Hingga pukul 23.01 WIB, api masih berkobar.
(rvk/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Titik Terang Penemuan Jasad Perempuan dalam Karung di Perairan Jepara

Liputan6.com, Kendal – Polisi memastikan jasad perempuan dalam karung yang ditemukan di sekitar perairan Teluk Awur, Kabupaten Jepara, Jumat (22/2), sebagai Sri Setijawati (48), korban pembunuhan yang dibuang ke Sungai Kalibodri Kendal.

Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappita mengatakan, hal tersebut dibuktikan dengan pemeriksaan sidik jari korban yang dicocokkan dengan data kependudukan.

Dalam pencocokan sidik jari tersebut, lanjut dia, terdapat 18 titik persamaan yang disimpulkan identik dengan korban Sri Setijawati. Adapun dari ciri-ciri fisik didapati bakas luka tusuk di leher serta pinggang. Diduga korban pembunuhan.

Korban sendiri sempat di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk diautopsi, sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, Sabtu (23/2/2019) dilansir Antara.

Sebelumnya diberitakan, sesosok jasad perempuan dalam karung yang ditemukan di sekitar perairan Teluk Awur, Kabupaten Jepara, Jumat (22/2).

Sri Setijawati warga Kota Semarang, diduga dibunuh oleh Ashar warga Perumahan Witjitraland, Kabupaten Kendal pada 13 Februari 2019.

Belum diketahui pasti alasan pelaku menghabisi korban di rumahnya dengan menusuk lehernya.

Korban sendiri sempat disimpan di sebuah rumah kosong selama tiga hari sebelum akhirnya dibuang ke sungai. Pelaku pembunuhan sendiri menyerahkan diri dengan di antar keluarganya ke polisi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Banyak Film Porno di HP Pelaku Incest di Lampung, Korban Jadi Pelampiasan

Lampung – AG (18) jadi korban incest atau hubungan sedarah oleh ayah kandungnya M (45) dan kakaknya SA (24), serta adiknya YF (15). AG ternyata sering dicekoki film porno.

“Saya lihat mereka ini berawal dari kakaknya (SA) sudah pegang HP. Di dalam HP-nya itu banyak video porno. Adik kakak ini sering diajak nonton video porno,” kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (23/2/2019).

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila mengatakan, perilaku SA dan YF yang suka nonton film porno itu diketahui dari hasil pemeriksaan dan pengakuan tersangka.


“Nonton film bersama, kemudian dipraktikkan ke korban. Dalam sehari bisa melampiaskan hasratnya ke korban itu ada kalau kakaknya bisa sampai 5 kali, adiknya 3 kali,” kata Ipda Dona saat dihubungi detikcom terpisah.

Banyak Film Porno di HP Pelaku Incest di Lampung, Korban Jadi PelampiasanLokasi tempat korban kerap disetubuhi para tersangka Foto: Dok. Polres Tanggamus

Dona mengatakan, pengakuan ayahnya M baru lima kali menyetubuhi korban. Sementara yang mencengangkan SA mengaku sudah sekitar 120 kali menggauli SA dan YF sekitar 60 kali. Perbuatan bejat ini dilakukan berulang kali sejak 2018. AG tak kuasa melawan karena takut. Selama ini, dia juga dikungkung di dalam rumah.

Ipda Dona menyebut, secara visual M dan SA terlihat seperti manusia normal. Tidak ada keanehan prilaku. Namun sosok YF dia nilai sedikit aneh, karena saat diperiksa terlihat santai bahkan tertawa. YF juga mengaku pernah menyetubuhi kambing dan sapi tetangga.

“Kita tanya (kepada YF) ada objek atau korban lain nggak yang disetubuhi selain kakak kandungmu, anak ini jawab ‘nggak ada bu. Tapi pernah sama kambing dan sapi juga’. Itu pun karena melihat video porno yang ada di HP. HP-nya rusak. Mereka terinspirasi video porno luar negeri yang melakukan hubungan seksual melalui objek binatang,” ucapnya.

Untuk mendalami persoalan ini, ketiga tersangka akan diperiksa kejiwaannya pada Senin (25/2) nanti. Polisi ingin mengetahui apakah ketiganya mengalami gangguan kejiwaan.

Ipda Dona menambahkan, polisi juga menaruh perhatian serius pada korban. Apalagi AG diketahui mengalami keterbelakangan mental. Pihaknya akan terus memonitor kondisi AG. AG pada Senin (25/2) nanti juga akan diperiksa kesehatan dan kondisi kejiwaannya.

“Sejauh ini belum kita temukan adanya gejala kehamilan karena korban juga baru mau kita ambil keterangannya Senin besok dengan didampingi ahli bahasa. Korban bukan kategori tunarungu, tunawicara atau tunagrahita tapi dia memang masuk dalam katagori disabilitas karena kalau ditanya harus ada panduan, ada yang mendampingi, jadi bisa jelas,” ujar Ipda Dona.

“Secara visual anaknya sehat. Anaknya putih, cantik malah. Tapi dia keterbelakangan mental. Mungkin karena tidak mengenyam pendidikan. Kurang lebih seperti itu. Kalau kita lihat matanya kosong. Psikisnya sudah kena,” sambungnya.
(hri/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kebakaran Kapal Nelayan Muara Baru Berawal dari Las Mesin Sedot Air

Jakarta – Polisi masih menyelidiki kebakaran belasan kapal nelayan di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Kebakaran diduga berasal dari pengelasan mesin penyedot air.

“Berawal dari kapal motor Artamina Jaya yang saat ini beberapa pemilik juga telah dilakukan pemeriksaan. Di sini telah terjadi kebakaran berawal dari adanya pengelasan listrik di fondasi mesin penyedot air kapal,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjungpriok AKBP Reynold Hutagalung di lokasi, Sabtu (23/2/2019)

Reynold mengatakan kondisi kapal-kapal yang berdekatan membuat api cepat meluas. Percikan api pengelasan itu menyebabkan terjadinya korsleting hingga api merambat ke kapal lainnya.
“Mesin yg ada penyedot dari penyedot air itu ada perlu dilakukan pengelasan di fondasi. Sehingga percikan dari las listrik itu yang menyebabkan ada korslet ke mekanik listrik lainnya. Namun dalam hal ini masih dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Reynold mengatakan berdasarkan data yang diterima, 15 kapal nelayan sudah terbakar. Pemadaman masih berlangsung dengan pengerahan 18 unit damkar.

“Sudah dilokalisir hanya 15 kapal dan untuk kapal-kapal lainnya sudah dapat bergeser. Sehingga saat ini masih berlangsung untuk pemadaman,” tuturnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga juga diimbau menjauh agar tidak mengganggu pemadaman.

Selain itu, ada 6 orang yang diperiksa terkait kebakaran itu. Mereka di antaranya kapten kapal, awak buah kapal ABK), dan lainnya.

“Saat ini sudah 6 dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian berdasarkan pemeriksaan itu kita mendapat info awal apa penyebab dari terjadinya kebakaran tersebut. Saat ini masih berlangsung,” pungkasnya.
(idh/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Donald Trump dan Kim Jong Un Gadungan Ditangkap di Vietnam

Hanoi – Peniru pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ditangkap untuk kemudian diinterogasi oleh polisi di Vietnam. Penangkapan dilakukan setelah keduanya muncul di ibu kota Vietnam, Hanoi, yang akan menjadi tempat berlangsungnya pertemuan Trump dan Kim asli pekan depan.

Peniru Kim, Howard X dan peniru Trump, Russell White bertemu di pusat kota Hanoi pada Jumat (22/2) waktu setempat, menjelang pertemuan Trump dan Kim asli pada 27-28 Februari mendatang. Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan puncak yang kedua bagi kedua pemimpin negara tersebut.

Trump dan Kim gadungan itu ditangkap saat diwawancarai di sebuah stasiun TV lokal. Sekitar 10 polisi Vietnam datang ke stasiun TV tersebut dan memerintahkan keduanya untuk tidak lagi muncul di media atau akan dideportasi.


“Mereka pada dasarnya menyuruh berhenti melakukan peniruan atau kami akan menendang Anda keluar dari negara ini,” ujar Howard X kepada AFP, Sabtu (23/2/2019) setelah dia dibebaskan dari pemeriksaan dan kembali ke hotelnya. Dia yakin para polisi berpakaian preman mengawasinya di hotel tersebut.

Polisi mengatakan bahwa Trump dan Kim palsu tersebut hanya bisa bepergian di Hanoi dengan rencana perjalanan dan pemandu perjalanan yang disetujui. Howard X yang merupakan warga Hong Kong, bersikeras bahwa dirinya berada di Vietnam secara legal dan tidak akan pergi dari negara itu kecuali dipaksa.

Sebelumnya, pasangan peniru ini muncul bersama penjaga keamanan berpakaian hitam di Hotel Metropole Hanoi dan Opera House pada Jumat (22/2). Mereka pun langsung dikerumuni para insan pers.

Di depan para jurnalis, Russell White meniru gaya Trump dengan mengatakan bahwa kedatangan mereka berniat untuk menurunkan ambisi nuklir Korut.

“Kami berupaya menuju perdamaian. Melalui negosiasi, dengan dialog, kami tentu saja ingin membantu Korea Utara,” tutur Russell menirukan gaya Trump.

Perkataan tersebut dibalas oleh koleganya, Howard X. Sambil bercanda, peniru Kim itu menjawab bahwa Trump mungkin harus mengabaikan ambisi nuklir Pyongyang untuk bertemu langsung.

“Semoga dia bisa mengabaikan semua rudal nuklirku dan mencabut sanksi-sanksi,” kata Howard X, yang juga berkunjung ke Singapura menjelang pertemuan pertama Trump dan Kim tahun lalu.

(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Selain Kakak, Pelaku Incest di Lampung Juga Setubuhi Kambing-Sapi Tetangga

Lampung – Perempuan berinsial AG (18) jadi korban incest atau hubungan sedarah yang dilakukan ayahnya M (45) dan kakaknya SA (24), serta adiknya YF (15). YF diduga mengalami kelainan.

“Keluarga ini ada kelainan sepertinya karena adiknya ada pengakuan bahwa dia pernah berhubungan juga dengan binatang, kambing, sapi,” kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (23/2/2019).

“Nanti mau kami periksakan juga ke psikolog, pemerhati, kenapa keluarga ini bisa seperti ini, kita mau urut ke belakang supaya hal-hal ini tidak terjadi lagi,” sambungnya.


Menurut AKP Edi, para tersangka sudah menyetubuhi korban berulang kali sejak 2018. Korban tidak kuasa melawan karena takut dan mengalami keterbelakangan mental.

“Kakaknya itu sudah menyetubuhi 120 kali dalam setahun, adiknya 60 kali. Kalau bapaknya sudah berulang kali, saya yakin sudah sering,” jelasnya.

Selain Kakak, Pelaku Incest di Lampung Juga Setubuhi Kambing-Sapi TetanggaBarang bukti yang disita dari lokasi Foto: Dok. Polres Tanggamus

Hal senada juga disampaikan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila. Pihaknya terus melakukan pendalaman agar tepat menangani kasus ini.
“Ini lagi coba kita dalami lagi karena bapaknya tahu anak-anaknya itu menyetubuhi anak kandungnya tapi dibiarkan saja. Saling tahu tapi dibiarkan. Waktu itu adiknya yang bungsu ini melihat kalau saudara perempuannya ditiduri bapaknya, dibiarin. Jadi saling tahu mereka ini,” ujarnya saat berbincang dengan detikcom lewat telepon.

Menurut Ipda Dona, secara visual tidak ada keanehan dari tersangka M dan SA. Namun tersangka YF ini memang agak berbeda karena terlihat santai saat diperiksa. Saat ditanya, tidak ada penyesalan terlontar dari mulutnya telah berulangkali memperkosa kakak kandungnya sendiri.

“Memang yang nyeleneh dikit ini yang bungsu, yang kecil. Dia sempat meniduri kambing dan sapi milik tetangga. Kenapa kita bilang agak kelainan karena tidak ada rasa penyesalan. Hanya senyum cengengesan, nggak ada muka menyesal atau merasa malu, merasa berdosa, santai aja. Makanya kita Senin mau melakukan pemeriksaan psikologi, sudah panggil psikolog juga terkait kelakuan tiga pelaku ini,” ucapnya.
(hri/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Komisi III Ingatkan Satgas Ungkap Aliran Dana Mafia Sepakbola

Liputan6.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengingatkan Satgas Antimafia Bola┬ámenelusuri dan mengungkap aliran dana kasus mafia bola hingga ke akar-akarnya.

Sahroni yakin penegakan hukum terhadap kasus mafia bola menjadi momentum membenahi persepakbolaan tanah air.

“Ini momentum baik untuk memberangus mafia-mafia itu. Puluhan tahun persepakbolaan kita jalan di tempat karena keserakahan sekelompok orang,” kata Sahroni seperti dilansir dari Antara, Jumat (22/2/2019).

Sahroni menduga jaringan mafia bola yang selama ini bermain di tanah air bekerja secara sistemik dengan dukungan oknum-oknum di lingkungan PSSI. Oleh karenanya Sahroni mendesak Satgas Antimafia Bola menjangkau semua pihak yang terlibat.

“Logikanya mafia-mafia bola itu tidak bisa beraksi tanpa ada ‘restu’ dari oknum-oknum PSSI, entah di level daerah maupun pusat,” ucap dia.

Aparat penegakan hukum, menurut Sahroni, juga harus mempertimbangkan rasa keadilan dari ratusan juta pencinta sepakbola tanah air, mengingat olahraga ini paling digandrungi masyarakat Indonesia.

“Bayangkan doa dan harapan ratusan juta penduduk itu selalu dipupus oleh mafia-mafia yang tidak bertanggungjawab. Rasa keadilan masyarakat itu harus menjadi pelecut penegak hukum menuntaskan kasus ini,” ucap politikus NasDem yang kembali menjadi Caleg dari Dapil Jakarta III ini.

2 dari 2 halaman

500 Laporan

Sebelumnya, dua bulan sejak dibentuk, Satgas Antimafia Bola telah menerima 500 laporan terkait kasus ini. Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo mengatakan pihaknya telah menetapkan 15 tersangka pengaturan skor, termasuk Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Hendro menambahkan kinerja Satgas Antimafia Bola akan lebih optimal dengan dukungan atau partisipasi masyarakat melaporkan kasus-kasus yang berkaitan dengan mafia bola.

“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan menuntaskan kasus ini. Satgas Antimafia Bola menjamin keselamatan pelapor,” tukasnya.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Gangguan KRL Kota-Bogor: KCI Minta Maaf, Penumpang Diimbau Cari Alternatif

Jakarta – KRL KA 1176 lintas Jakarta Kota-Bogor mengalami gangguan di Stasiun Lenteng Agung. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memohon maaf atas gangguan itu dan menyarankan penumpang mencari alternatif transportasi.

“PT KCI memohon maaf atas adanya gangguan operasional yang terjadi di KA 1176 relasi Jakarta Kota-Bogor yang terjadi di Stasiun Lenteng Agung pada pukul 19.00 WIB dan hingga saat ini masih dalam proses penanganan oleh petugas,” kata VP Komunikasi Perusahaan PT KCI Eva Chairunisa, Jumat (22/2/2019).

Eva menyebut proses pemeriksaan dan perbaikan dilakukan. Perjalanan KRL dari arah Bogor dari Jakarta Kota/Jatinegara masih mengalami antrean KRL. Untuk perjalanan KRL tujuan Jakarta Kota/Jatinegara masih berjalan normal.

Karena itu, penumpang yang tidak dapat menunggu disarankan mencari moda transportasi lain.

“Bagi pengguna jasa yang tidak dapat menunggu, disarankan menggunakan moda lain, sementara bagi yang telah melakukan transaksi tiket dan memutuskan berpindah moda, maka pengguna jasa dapat melakukan proses pengembalian tiket di loket stasiun terdekat,” sebut Eva.

Update:

KRL Kota-Bogor yang Gangguan Dievakuasi, KCI Urai KRL yang Antre

(gbr/tor)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>