Pemanah Ketua Tim Pemenangan Caleg PBB Bantaeng hingga Tewas Ditangkap

Makassar – Polisi menangkap 4 orang pelaku yang memanah ketua tim pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sudirman hingga tewas. Keempat pelaku ditangkap di Makassar.

“Tim T4P Polres Bantaeng yang di back up oleh Tim Resmob Polda Sulsel mengamankan pelaku penganiayaan secara bersama di Makassar,” ujar Kasubdit IV Ditkrimum Polda Sulsel, Kompol Suprianto, pada Jumat (15/3/2019).

Keempat pelaku yang berinisial RI, AR, IR, dan HE itu dibekuk oleh tim gabungan dari T4P Polres Bantaeng dan Resmob Polda Sulsel, yang langsung melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan tersebut.

Dari informasi yang diterima polisi, para pelaku diketahui telah melarikan diri ke rumah salah satu anggota keluarganya di Kota Makassar usai melakukan aksi kejahatannya.

“Mendapat informasi terkait keberadaan masing-masing pelaku di mana setelah kejadian pelaku langsung melarikan diri keluar kota Kabupaten Bantaeng, tepatnya di kota Makassar, anggota langsung menangkap pelaku di rumah salah satu anggota keluarganya,” jelas Suprianto.

Selain menangkap pelaku, polisi juga turut menyita dua unit motor milik pelaku. Polisi juga masih berkordinasi dengan pihak forensik rumah sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, untuk mengambil anak panah yang menembus dada kanan Sudirman yang menyebabkannya tewas.

“Turut disita dua unit motor pelaku dan masih berkordinasi dengan pihak forensik rumah sakit untuk mengambil anak panah,” sebut Suprianto.

Selanjutnya, pelaku langsung diserahkan ke Polres Bantaeng untuk dibawa dan diproses hukum lebih lanjut.

Sebelumnya, Ketua tim pemenangan calon anggota legislatif dari Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sudirman, tewas dipanah orang tidak dikenal. Korban dipanah dengan busur setelah memasang bendera PBB bersama dua rekannya yang juga caleg PBB.

Peristiwa korban terkena anak panah itu terjadi pada Selasa (12/3) siang di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Korban saat itu keluar dari rumah mengendarai motor untuk memasang bendera PBB.
(nvl/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ditangkap! Pemanah Ketua Tim Pemenangan Caleg PBB Bantaeng hingga Tewas

Makassar – Polisi menangkap empat pelaku yang memanah ketua tim pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sudirman hingga tewas. Keempat pelaku ditangkap di Makassar.

“Tim T4P Polres Bantaeng, yang di-backup oleh Tim Resmob Polda Sulsel, mengamankan pelaku penganiayaan secara bersama di Makassar,” ujar Kasubdit IV Ditkrimum Polda Sulsel Kompol Suprianto, Jumat (15/3/2019).

Keempat pelaku berinisial RI, AR, IR, dan HE itu dibekuk oleh tim gabungan dari T4P Polres Bantaeng dan Resmob Polda Sulsel, yang langsung melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan tersebut.

Dari informasi yang diterima polisi, para pelaku diketahui telah melarikan diri ke rumah salah satu anggota keluarganya di Kota Makassar setelah melakukan aksi kejahatannya.

“Mendapat informasi terkait keberadaan masing-masing pelaku di mana setelah kejadian pelaku langsung melarikan diri ke luar kota Kabupaten Bantaeng, tepatnya di Kota Makassar, anggota langsung menangkap pelaku di rumah salah satu anggota keluarganya,” jelas Suprianto.

Selain menangkap pelaku, polisi turut menyita dua unit motor milik pelaku. Polisi juga masih berkoordinasi dengan pihak forensik Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, untuk mengambil anak panah yang menembus dada kanan Sudirman yang menyebabkannya tewas.

“Turut disita dua unit motor pelaku dan masih berkoordinasi dengan pihak forensik rumah sakit untuk mengambil anak panah,” sebut Suprianto.

Selanjutnya, pelaku langsung diserahkan ke Polres Bantaeng untuk dibawa dan diproses hukum lebih lanjut.

Sebelumnya, ketua tim pemenangan calon anggota legislatif dari Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sudirman, tewas dipanah orang tidak dikenal. Korban dipanah dengan busur setelah memasang bendera PBB bersama dua rekannya yang juga caleg PBB.

Peristiwa korban terkena anak panah itu terjadi pada Selasa (12/3) siang di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Korban saat itu keluar dari rumah mengendarai motor untuk memasang bendera PBB.
(nvl/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketua Tim Pemenangan Caleg PBB Bantaeng Sulsel Tewas Dipanah

Makassar – Ketua tim pemenangan calon legislatif dari Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sudirman, tewas dipanah orang tidak dikenal. Korban dipanah dengan busur usai memasang bendera PBB bersama dua rekannya yang juga caleg PBB.

Peristiwa korban terkena anak panah itu terjadi pada Selasa (12/3/2019) siang di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Korban saat itu keluar rumah mengendarai motor untuk memasang bendera PBB.

“Terus dia rencananya setelah (memasang bendera PBB) itu mau pergi ke (kabupaten) Bulukumba. Di tengah jalan mereka diikuti (orang tidak dikenal) sekitar dua kilometer, tiba-tiba (dipanah) pada saat sepi,” ujar Wakil Ketua DPW PBB Sulsel, Anwar, saat dikonfirmasi pada Jumat (15/3).

Korban bersama rekannya saat itu tidak mencurigai orang yang membuntutinya sepanjang 2 kilo meter karena hari yang sudah siang. Karena terkena anak panah, korban pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Setelah menjalani perawatan selama 3 hari, korban dinyatakan meninggal pada Kamis (14/3) akibat luka panah di bagian punggung yang tembus ke dada kanan.
Menurut caleg yang bersama korban saat peristiwa terjadi, Sudirman diketahui tidak memiliki masalah dengan para pelaku yang diketahui berjumlah lebih dari 1 orang.

“Tidak ada masalah, menurut laporan (yang) saya tanya calegnya atas nama Pak Kaharudin, tidak ada persinggungan, tidak ada cekcok, makanya waktu di pepet tidak ada kecurigaan. Pelakunya dua motor, satu berboncengan, dan satu saling berboncengan,” ungkap Anwar.

Partai Bulan Bintang telah melaporkan kejadian ini ke pihak Polres Bantaeng.

“Sudah dilaporkan. Yang melaporkan ketua DPC PBB Bantaeng,” kata Anwar.
(nvl/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Konsolidasi Pemenangan Jokowi, PDIP Safari Kebangsaan di Aceh

Banda Aceh – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar safari politik kebangsaan di Aceh. Safari kebangsaan dilakukan guna konsolidasi pemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

“Dukungan para ulama, tokoh masyarakat, dan kerjasama yang baik dengan seluruh Partai Lokal Aceh menjadi prioritas kerja TIm Kampanye Paslon 01. Karena itulah kami datang membawa pesan khusus Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin, bersama dengan KH Lukmanul Hakim, Wakil Ketua MUI, Habib Sholeh, Habib Ali Assegaf, hingga DR Zuhairi Misrawi, alumni Universitas Al Azhar, Mesir,” ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/3/2019).

Hasto yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf ini mengatakan, kunjungannya ke Aceh didasari pengalaman Jokowi yang meniti karier di Aceh. Dalam biografinya, Jokowi memang sempat bekerja di Aceh Besar.

 Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (Foto: M Rofiq)

“Seluruh nafas kehidupan Masyarakat Aceh telah ditangkap, dipahami, dan diinternalisasikan dengan baik oleh Pak Jokowi. Berpadu menjadi satu dengan Kyai Ma’ruf Amin menjadikan kepemimpinnya hadir merepresentasikan kesatupaduan ulama dan umara; umara dan ulama,” kata Hasto.
Safari Politik X ini direncanakan mengunjungi pondok pesantren, bertemu para ulama, dan tokoh masyarakat, para pemuda Aceh, dan mengangkat wisata kuliner Aceh yang kaya dengan bumbu-bumbuan yang begitu sedap, dan bercita rasa tinggi, khas masyarakat Aceh dengan seluruh kedai kopinya.

“Kehadiran kami berkonsentrasi pada upaya pemenangan Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin, dan didorong oleh kesadaran terhadap masa depan Aceh sebagai Serambi Mekkah. Masyarakat Aceh itu menjunjung tinggi kehidupan beragama, sangat gigih, dan setia pada prinsip. Sejarah dan kebudayaannya sangat luar biasa. Aspek inilah yang menjadi keyakinan Pak Jokowi dalam melihat masa depan Aceh yang gemilang, mengingat potensi pertumbuhannya sangat besar karena letak geografisnya di sepanjang Semenanjung Malaka”, ujar Hasto.

Ikuti perkembangan Pemilu hanya di detikPemilu. Klik di sini.
(dkp/zap)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

AHY Soal Mandat dari SBY Pimpin Pemenangan Demokrat: Berat Tapi Mulia

Jakarta – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat (PD), Agus Harimurti Yudhoyono menerima mandat pemenangan pemilu sang ketum yang juga ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Meski menganggap mandat itu berat, AHY siap menjalankannya.

“Ini adalah sebuah mandat yang berat tapi Insyaallah mulia, yang akan saya emban dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga,” kata AHY saat jumpa pers di kantor DPP Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2019).

Menurut AHY, seharusnya pemenangan pemilu dipimpin langsung SBY melalui berbagai taktik dan strategi kampanye. Namun SBY harus absen untuk saat ini karena harus menemani istrinya, Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan di Singapura untuk mengobati sakit kankernya.

“Namun tentu dengan absennya beliau harus ada yang menggantikan posisi dan peran beliau sebagai ketua pemenangan pemilu,” jelas AHY.

Dalam pemenangan pemilu, AHY mengaku didampingi Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo dan Ketua DPD Demokrat DKI Nachrowi Ramli. Soekarwo atau Pakde Karwo akan menempati wilayah timur untuk pemenangan pemilu. Sedangkan Nachrowi akan bertanggungjawab memenangkan pemilu di wilayah barat.

“Beliau berdua tentunya akan secara intensif akan berkoordinasi dengan saya untuk bisa konsolidasi di berbagai daerah. Untuk urusan kepartaian sekjen kami akan aktif meyakinkan struktur Demokrat sampai tingkat bawah secara administrasi maupun lainnya bisa berjalan dengan baik,” kata dia.

Pada pemilu 2019, AHY mengatakan telah menargetkan raihan suara 10 persen untuk lolos parliamentary threshold seperti Pileg 2014 lalu. Tapi ia berharap PD bisa meraup suara lebih dari 10 persen pada pileg mendatang.

“Kami punya target yang perlu kami capai, best marknya adalah hasil pemilu 2014 yang lalu sebagai bandingan ketika kami mendapatkan angka di atas 10 persen. Harapan kami pemilu 2019 ini bisa kembali, paling tidak meraih angka yang sama dan syukur-syukur ini adalah ikhtiar dan kerja keras kami untuk mencapai hasil yang lebih tinggi lagi,” tutur mantan perwira TNI AD itu.

AHY juga menyatakan sudah memetakan caleg yang berpotensi menang di dapilnya masing-masing. Demokrat mengkategorikan 3 dapil yaitu aman, rawan dan potensial. Namun AHY enggan menyebutkan dapil yang menjadi kategori tersebut.

“Kami kategorikan menjadi 3, ada yang dikategorikan aman, kalau sudah mendapatkan kursi kalau di survei begitu. Tapi ada juga yang masih rawan, artinya masih bisa dapat tapi juga bisa hilang ketika tidak bekerja secara maksimal. Tapi juga tentu ada daerah-daerah potensial dengan ekstra maka yang tadinya dua kursi bisa menjadi 3 kursi, itu adalah ikhtiar kami,” jelas AHY.
(fai/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Soekarwo: Demokrat Fokus Pemenangan Pileg 2019

Jakarta – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo menjelaskan alasan sang Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak menyebut capres Prabowo Subianto di pidato politik pada malam kemarin. Menurut Soekarwo, Partai Demokrat (PD) sedang fokus pemenangan Pileg 2019.

“Kan tadi sudah dibilang fokus pemenangan legislatif partai,” kata Soekarwo di kantor DPP Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2019).

Pidato AHY menjadi sorotan karena mengambil tema rekomendasi untuk presiden mendatang, tapi tidak menyebut nama Prabowo. Padahal PD di Pilpres 2019 ini mengusung Prabowo-Sandiaga bersama Gerindra, PKS, dan PAN.


Cawapres KH Ma’ruf Amin pun mengucapkan terima kasih kepada AHY yang dinilainya menunjukkan Demokrat ada di ‘tengah’ pada Pilpres 2019. Banyak kader PD disebut Ma’ruf yang mendukungnya bersama Jokowi.

Ditanya hal tersebut, Soerkarwo tak banyak berkomentar. Pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu sekali lagi menegaskan partainya berfokus pada pemenangan Pileg.

“Kami fokus pemenangan partai yang ada efek capres tadi disampaikan fokus pemenangan partai,” ujar Soekarwo.

“Saya tidak tahu pokoknya fokus pemenangan partai kalau parpol tidak menang parliamentary threshold mengancam semua,” tambah mantan Gubernur Jatim ini.

Pidato AHY bertajuk ‘Rekomendasi Partai Demokrat untuk Presiden Indonesia Mendatang’ menimbulkan pertanyaan. Ini lantaran tak ada penyebutan nama Prabowo-Sandiaga Uno, yang diusung oleh Partai Demokrat.

Demokrat pun kemudian dinilai ingin menunjukkan berada di tengah, meski secara resmi mengusung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. PAN, sebagai salah satu koalisi, menegaskan Demokrat tetap solid mendukung Prabowo-Sandi.

“PD sudah jelas bersama dengan koalisi Prabowo-Sandi. Secara resmi, PD ikut mengusung pasangan ini. Kader-kader PD di lapangan juga bekerja untuk memenangkan Prabowo-Sandi,” ungkap Wasekjen PAN Saleh Daulay.
(fai/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alasan SBY Tunjuk AHY Jadi Penanggung Jawab Pemenangan Demokrat

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yufhoyono (SBY) menyerahkan tongkat komando kampanye pemenangan pemilu 2019 kepada putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengungkap  alasan mengapa SBY lebih memilih AHY ketimbang putra keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Dalam pemenangan pemilu SBY justru menugaskan Ibas dalam Komisi Pemenangan Pemilu (KPP). Sedangkan AHY, mendapat tugas pemenangan pemilu melalui jabatan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma).

Menurut Didik, ada pertimbangan lain hingga akhirnya SBY menunjuk AHY sebagai tonggak pemenangan pemilu. Alasannya, kata dia, AHY dianggap mampu mengatur strategi dan ritme.

“Mas AHY kan memang menjadi komisi pemenangan pemilu kita, itu tugasnya sangat berat dibanding tugas lain, karena harus menentukan strategi, mengatur ritme pertarungan dan bertanggung jawab terhadap rencana aksinya,” kata Didik saat dihubungi, Jumat (1/3/2019).

Didik juga mengungkap alasan kenapa bukan Ibas yang ditugaskan sebagai ketua pemenangan kampanye. Ibas, lanjutnya harus fokus pada pemenangannya sebagai caleg.

“Dan Mas Ibas sendiri strategi kampanye soal dapur Partai Demokrat sendiri, mereka berdua memang menjadi bagian magnet center, pada saatnya nanti Mas Ibas akan memperkuat Mas AHY,” ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Fokus Pengobatan Ani Yudhoyono

Diketahui, SBY memang tengah fokus merawat sang istri Ani Yudhoyono yang sedang sakit kanker darah di Singapura. Terkait Persiapan menghadapi pemilu serentak 17 April nanti, SBY telah memberikan sejumlah pesan.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, surat dituliskan SBY, demi menjawab ketidakhadirannya dalam dua bulan terakhir sisa masa Pemilu 2019, karena harus mendampingi sang istri yang mengidap kanker darah.

“Karena sementara waktu, secara fisik tidak bisa menjalankan kampanye sampai 17 April, oleh karena itu beliau sampaikan pesan untuk memaksimalkan kerja-kerja Partai, DPP sampai ke tingkat ranting,” kata Hinca di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).


Reporter: Sania Mashabi

Saksikan video pilihan di bawah ini:

AHY Sampaikan Rekomendasi PD untuk Presiden Mendatang Malam Ini

Jakarta – Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menyampaikan pidato politiknya malam ini. Pidato AHY mengangkat tema ‘Rekomendasi Partai Demokrat kepada Presiden Indonesia Mendatang’.

Pidato politik AHY akan disampaikan di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019) pukul 19.30 WIB. Pidato ini disampaikan AHY menyusul mandat yang diberikan Ketum PD sekaligus ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Teman-teman yang baik, Insyaallah, malam ini saya akan menyampaikan pidato politik dengan judul ‘Rekomendasi Partai Demokrat kepada Presiden Indonesia Mendatang’. Live di @tvonenews pukul 19.30-20.00 WIB. Terima kasih, dan semoga berkenan menyaksikan. Salam, AHY,” ujar AHY lewat akun Twitter @AgusYudhoyono.
Mandat itu sebelumnya disampaikan SBY karena tidak bisa ikut terlibat dalam masa kampanye hingga hari pencoblosan, 17 April 2019. SBY harus mendampingi sang istri, Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan medis di Singapura karena mengidap kanker.
Melalui secarik surat, AHY diberi tugas memimpin pemenangan Pemilu PD. Sedangkan anak kedua SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatur keseimbangan pelaksanaan tugas kedewanan, dengan tugas kampanye para anggota DPR RI dari PD.

“Secara nasional komandan Kogasma, saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019,” ujar SBY melalui surat yang dibacakan oleh Sekjen PD Hinca Panjaitan di kantor DPP PD, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/2).
(dkp/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Habiburokhman Sakit Hati Puisi Neno Disebut Biadab

Jakarta – Juru Bicara Direktorat Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman, mengatakan pernyataan mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif yang menyebut puisi Neno Warisman biadab sangat melukai hati. Pernyataan itu dinilainya berlebihan.

“Pernyataan Buya Syafii Maarif yang menyatakan puisi Neno Warisman biadab sangat melukai hati. Sejauh ini kami menempatkan Buya Syafii sebagai ulama dan cendekiawan berhati mulia, namun pernyataan beliau kali ini menurut saya sangat berlebihan dan cenderung tidak adil,” kata Habiburokhman dalam keterangannya, Jumat (1/3/2019).

“Kalau puisi Mbak Neno dianggap biadab karena mengarah ke politisasi agama, bagaimana dengan mereka yang juga diduga mempolitisasi agama di kubu politik sebaliknya? Apakah biadab juga? Atau hanya yang bertentangan dengan 01 yang biadab?” imbuhnya.

Menurut Habiburokhman, kata biadab dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berkonotasi ekstrem dan dicontohkan dengan pemerkosaan anak di bawah umur. Habiburokhman sakit hati jika puisi Neno disamakan dengan pemerkosaan anak.

“Kata biadab mungkin berasal dari bahasa Persia yang berarti sekadar tidak bertata krama. Tetapi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata tersebut sangat ekstrem karena bisa berarti tidak beradab dan kejam dengan contoh pemerkosaan anak di bawah umur. Sakit sekali hati kami kalau puisi Mbak Neno disamakan dengan pemerkosaan anak di bawah umur. Terlebih jika yang menyampaikannya adalah sosok yang selama ini sangat kami hormati dan kagumi,” ungkapnya.

Politikus Gerindra ini meyatakan yang pantas dikatakan biadab adalah para koruptor dan pihak-pihak yang menggunakan kekuasaan untuk menindas lawan politik.

“Menurut saya, yang layak dikatakan biadab adalah para koruptor pencuri uang rakyat, atau jika ada pihak yang menggunakan pengaruh kekuasaan untuk menindas dan memenjarakan lawan politik,” ucap Habiburokhman.

Sebelumnya, Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, bicara soal doa yang dibacakan Neno Warisman di Munajat 212. Buya Syafii menyebut apa yang disampaikan Neno biadab dan Neno tak mengerti agama.

“Itu puisi, itukan sudah saya (jelaskan). Saya kemarin di Jakarta bicara ini puisi biadab. Biadab itu bahasa Persia, Bi itu artinya tidak, adab itu tata krama,” jelasnya.

Buya Syafii mengatakan, doa yang dipanjatkan Neno Warisman dengan membawa nama tuhan ke ranah Pemilu tak tepat. Apa yang dilakukan Neno, bagi Buya Syafii adalah perbuatan biadab.

“Ini dia membuat (membawa nama) Tuhan dalam Pemilu, itukan biadab, dan dia nggak ngerti agama. Neno itu nggak paham agama,” tegasnya.
(azr/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jokowi Sindir Sandiaga: Keluarga Besar Tak Support, Pertanda Buruk!

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyindir Sandiaga Uno. Ini menyusul keluarga besarnya, Keluarga Uno mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf.

“Saya heran Sandiaga bisa-bisanya tidak didukung satu keluarganya sendiri. Katanya politik dimulai dari lingkaran paling dekat, dimulai dari keluarga dan teman terdekat,” ungkap Wakil Ketua Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Pria yang akrab disapa Toni ini menyoroti ikatan alumni sekolah Sandiaga, Pangudi Luhur Jakarta, yang juga mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Ia juga menilai dukungan Keluarga Uno itu bisa menjadi pertanda buruk bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran mantan Wagub DKI tersebut tak bisa mengkonsolidasikan dukungan keluarga sendiri.


Toni pun menduga Sandiaga akan kesulitan meraih dukungan masyarakat. Ini mengingat, sebutnya, mengambil hati keluarga sendiri saja tidak bisa.

“Pertanda apa bila teman sesama SMA Saja tidak mendukung, keluarga besar saja tidak mensupport?” ucap Toni.

“Pasti itu pertanda buruk. Orang paling dekat saja menolak, apalagi orang yang jauh,” lanjut Sekjen PSI tersebut.

Soal dukungan Keluarga Uno, Toni memberikan apresiasi. Dukungan itu menurutnya akan menambah amunisi kemenangan bagi pasangan calon nomor urut 01 itu.

“Segala bentuk dukungan kami sukuri. Pasti berkontribusi untuk pemenangan Jokowi-Makruf. Kami ucapkan terima kasih,” sebut Toni.

BPN Prabowo-Sandiaga Anggap Dukungan Hanya Sandiwara

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga kemudian angkat suara soal dukungan itu. Menurut BPN, dukungan keluarga Uno di Gorontalo itu tak mewakili keluarga Uno seluruhnya. Lagipula, BPN meyakini, dukungan keluarga Uno ke Jokowi hanyalah sandiwara semata.

“Kalau misalnya ada yang mendeklarasikan ya bagus, tapi saya tahu keluarga Uno yang di partai Koalisi Indonesia Maju, punya hubungan keluarga dan ‘masa ponakan sendiri nggak dicoblos, masa sepupu sendiri nggak dicoblos’ gitu lho. Kalaupun ada yang mendukung, itu cuma make up aja,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa kepada wartawan.

“Saya tahu mereka terikat dengan acting bahwa karena partainya berkoalisi dengan itu, jadi tentu saja harus tampak di publik mendukung pasangan Jokowi. Saya tahu itu. Tapi kami biasa saja, ini sebuah realita, kalau tidak, kita tahu lah, kalau nggak dosa-dosa politik akan dibuka, atau diproses secara hukum, karena hukum sekarang kan tumpul ke atas tajam ke bawah,” imbuh Dian.
(elz/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>