Pembantu Jokowi Pamer Capaian Pembangunan 4 Tahun Pemerintahan

Liputan6.com, Garut Sekitar 1000 mahasiswa Universitas Negeri Siliwangi Tasikmalaya, Jawa Barat, nampak serius menyimak penyampaian materi hasil capaian pembangunan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla 4 tahun terakhir. 

Sesekali wajah imut mahasiswa di kampus negeri Tasikmalaya itu, nampak takjub atas capaian yang disampaikan para pembantu Presiden dari Deputi II Kantor Staf Kepresidenan (KSP), serta Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi Republik Indonesia. 

Memang tidak berlebih, terbilang satu tahun terakhir pemerintahan Jokowi tinggal menunggu waktu, para pembantu presiden pun, terus bergerilya menyampaikan pesan hasil capaian pembangunan yang dilakukan pemerintah. 

Deputi II Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis, Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Yanuar Nugroho mengatakan, empat tahun pertama pemerintahan Jokowi-JK berlangsung, banyak capaian pembangunan yang dilakukan pemerintah. 

“Topik utamanya hari ini adalah soal kesejahteraan masyarakat, jadi pemerintahan tidak hanya fokus infrastruktur, tetapi pembangunan manusianya juga,” ujarnya, dalam dialog publik ‘Pembangunan Kesejahteraan’ di Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Kamis (29/11/2018) sore. 

Menurutnya, sosialisasi keberhasilan program pemerintah pusat, perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui dan bisa menikmati pembangunan yang telah dilakukan pemerintah saat ini. Bersyukur, kota Tasikmalaya mendapatkan kepercayaan menggelar sosialisasi pertama di Jawa Barat.

“Kita tahu pembangunan kesejahteraan di Tasikmalaya ini bagus, khususnya pembangunan desa,” ungkapnya bangga.

Dengan upaya itu, masyarakat terutama generasi milenial dan kalangan akademisi kampus, mampu menilai dan memberikan masukan terhadap capaian pembangunan yang telah dilakukan pemerintah.

“Perlu kami sampaikan bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah bukan hanya bendungan, jalan, bandara, artinya tidak hanya infrastruktur fisik yang kami bangun itu dari SDM nya yakni melalui dana desa,” papar dia.

Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Muhammad Nurdin menambahkan, anggaran stimulan dana desa dari pemerintah pusat dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Dengan anggaran ratusan triliun rupiah tersebut, masyarakat Indonesia khususnya yang berada di pedesaan bisa merasakan kehadiran pemerintah, untuk menjawab berbagai persoalan perekonomian masyarakat desa.

“Tahun 2019 saya yakin ada akumulasi dan akan menyelesaikan masalah desa tertinggal karena ada pembangunan,” katanya. 

Tidak hanya itu, gairah masyarakat desa dalam menggulirkan program pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan desa, fasilitas umum dan infrastruktur lainnya, langsung menunjukan dampak signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Karena masyarakat punya uang,” ujarnya.

Dalam prakteknya, anggaran dana desa yang digerakan melalui program padat karya itu, mampu memberdayakan enam juta orang desa yang tidak punya pekerjaan, menjadi lebih produktif dengan tumbuhnya perekonomian masyarakat. ”Mereka akhirnya punya uang dan membelanjakannya untuk keluarga,” katanya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *