Vanessa Angel dan Fakta Baru yang Bisa Menyeretnya jadi Tersangka

Surabaya – Untuk pertama kalinya, Vanessa Angel kembali mendatangi Polda Jatim usai tertangkap basah terlibat dalam prostitusi online beberapa waktu lalu.

Vanessa tiba di Polda Jatim sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (14/1/2019) bersama kuasa hukum dan manajernya. Ia langsung menuju Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.

Saat tiba, Vanessa tak banyak bicara. Namun menurut keterangan polisi, wanita berusia 27 tahun itu tengah memenuhi wajib lapor dan menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Iya (wajib lapor), diperiksa juga,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Wajib Lapor, Vanessa Angel Kembali Datangi Polda Jatim

Setelah kurang lebih 9 jam berlalu, pemeriksaan lanjutan terhadap Vanessa akhirnya selesai digelar. Ia terpantau keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 19.00 WIB. Namun di sela pemeriksaan, Vanessa sempat keluar ruangan dan menuju bank untuk meminta rekening korannya.

Usai diperiksa, hanya senyum tipis yang menemani Vanessa. Kepada awak media, Vanessa mengaku menyerahkan seluruhnya pada penyidik dan kuasa hukumnya.

“Tadi saya udah diperiksa, selebihnya saya serahkan ke penyidik, dan selebihnya menyerahkan ke kuasa hukum saya,” ujar Vanessa.

Dari hasil pemeriksaan, status Vanessa yang semula masih saksi korban bisa saja dinaikkan menjadi tersangka. Polisi beralasan ada beberapa unsur yang dianggap dapat memberatkan Vanessa nantinya.

“Potensi yang memberatkan bakal menjadi tersangka bahwa kegiatan ini melibatkan yang bersangkutan secara aktif, mengupload foto dan gambarnya secara aktif, melakukan chatting tidak sesuai etika dan kesusilaan, yang ketiga yang bersangkutan tidak melakukannya satu dua kali, tapi banyak kali,” ungkap Barung.

Ditambahkan Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, hal ini juga diperkuat dengan hasil pantauan polisi terhadap rekening pribadi Vanessa.

“Yang jelas kami memandang bahwa dari transaksi keuangan yang sedang kita dalami dan keterlibatan dari aksi bisnis prostitusi online ini bahwa VA cukup terlibat, berperan dalam peristiwa ini, dan ini yang akan kami kuatkan dan dalami,” papar Yusep.

Kendati demikian, status Vanessa itu baru dapat ditetapkan setelah gelar perkara yang rencananya akan dilakukan pada hari Selasa (15/1).

“Mungkin besok lah, besok kita tunggu hasil dari kita gelar dulu,” katanya.

Sedangkan terkait 6 artis yang diduga kuat keterlibatannya dalam jaringan prostitusi ini, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengaku baru dua artis yang menerima surat pemanggilan dari polisi.

Yusep mengungkapkan dua artis yang dimaksud adalah yang berinisial RF dan FG. Mereka dijadwalkan akan hadir pada hari Kamis (17/1) nanti.

“Yang sudah konfirmasi soal pemanggilan 6 artis adalah inisial RF dan FG. Keluarganya menyampaikan akan hadir hari Kamis dan bahkan akan mengantarkan langsung sampai Polda Jatim,” ungkap Yusep.

Namun untuk artis-artis yang belum menerima surat pemanggilan polisi, polisi telah bekerjasama dengan pihak manajemen artis yang bersangkutan. Hal ini untuk mengantisipasi bilamana artis tersebut akan berpindah manajemen atau melarikan diri.

“Kita akan terus, akan komunikasi dengan pihak manajernya. Mungkin pihak manajemennya dengan berusaha mencari mungkin alamatnya, mereka belum berpindah,” paparnya.
(lll/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Awan Setho Dapat Ilmu dan Pengalaman dari Pelatih Kiper Timnas Indonesia U-22

Liputan6.com, Jakarta – Awan Setho Rahardjo bersyukur bisa mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22. Kiper Bhayangkara FC itu mengaku mendapatkan pengalaman berharga dan ilmu yang ditularkan langsung pelatih kiper Hendro Kartiko.

Awan Setho menjadi satu dari empat kiper yang dipanggil pelatih Indra Sjafri untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22. Pemanggilan itu dilakukan untuk membentuk tim tangguh yang akan berlaga di Piala AFF U-22 2019.

Selama mengikuti pemusatan latihan, Awan Setho dilatih langsung oleh mantan kiper legendaris Indonesia, Hendro Kartiko. Pria 45 tahun itu tak canggung menularkan ilmunya dan membagi pengalamannya pada Awan Setho dan kiper muda lainnya.

“Kalau dilatih dia (Hendro Kartiko) caranya dengan sharing pengalaman juga. Itu penting. Mulai dari positioning dan lain-lain,” kata Awan Setho kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

“Dia juga sering memberikan kritik yang bagus, namun membangun. Itu yang sangat penting buat kiper muda seperti saya,” ia melanjutkan.

Saat ini, Awan Setho akan bersaing dengan tiga nama kiper lainnya yakni Satria Tama (Madura United), M Riyandi (Barito Putera), dan Nadeo Argawinata (Borneo FC) yang masuk menggantikan Hilman Syah (PSM Makassar). Satu kiper nantinya akan tersisih dalam 23 pemain Timnas Indonesia U-22 untuk Piala AFF U-22 2019.

Ada 2 Nama Finalis Puteri Indonesia dalam Jaringan Prostitusi Online

Surabaya – Dari enam nama yang diungkap polisi karena keterlibatannya dalam prostitusi online, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyebut dua di antaranya adalah finalis Puteri Indonesia.

Luki mengungkapkan keduanya merupakan finalis Putri Indonesia tahun 2016 dan 2017.

Kedua nama finalis tersebut adalah Fatya Ginanjarsari. Fatya diketahui merupakan Finalis Puteri Indonesia tahun 2017. Sementara Finalis Puteri Indonesia tahun 2016 yakni Mulia Lestari atau Maulia Lestari.

“Finalis Puteri Indonesia tahun 2016 dan 2017,” ujar Luki saat ditemui di Mapolda Jatim, Jumat (11/1/2019).
Sementara itu, Luki menyebut ada beberapa artis lainnya berprofesi sebagai artis FTV, sinetron hingga model.

Beberapa artis tersebut yakni Baby Shu, Riri Febianti, Aldira Chena (Sundari Indira), hingga Tiara Permatasari,

“Yang dua artis sinetron di tv swasta, yang dua finalis Puteri Indonesia, yang dua lagi artis ftv atau foto model,” lanjut Luki.

Luki menambahkan pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan. Rencananya, para artis akan datang pekan depan. Hal ini untuk mencar data penyidikan tambahan yang tengah dilakukan polisi.
(lll/lll)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dilaporkan Pose Satu Jari, Ridwan Kamil: Ada Pelanggaran Hukum?

Bandung – Wakil Koordinator Aliansi Anak Bangsa (AAB) Azam Khan melaporkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke Bawaslu soal pose satu jari. Seperti apa reaksi Ridwan Kamil?

“Saya tanya ada enggak pelanggaran hukum? Enggak ada, aturannya jelas. Pejabat itu dua kalau mau kampanye, cuti di hari kerja atau laksanakan kegiatan di akhir pekan,” Kata Ridwan Kamil usai meresmikan SPAM Cimaung, di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Kamis (10/1/2019).

Pria yang karib disapa Emil ini menyatakan ia melakukan kampanye pada hari libur dan bukan hari kerjaan.

“Kegiatan saya kan di Hari Minggu, itu saja jadi jangan melebar ke mana-mana, apa dasar hukumnya menyatakan saya melanggar? Saya melaksanakan kegiatan politik di Hari Minggu, di Acara PKB,” ungkapnya.

Namun sebagai warga negara yang baik, dirinya mengaku siap bila harus dipanggil oleh Bawaslu soal pose satu jari yang dilakukan olehnya.

“Tidak ada masalah. Saya sebagai warga akan taat pada panggilan institusi, saya hanya menanyakan tunjukan pasal pelanggarannya apa, karena kalau sekedar ingin memuaskan emosi supaya diperiksa, ya susah kalau tidak ada dasar hukum, maka tunjukkan dulu yang melaporkan itu apa, saya tidak melihat dasar pelanggarannya,” jelasnya.

Emil menambahkan, hingga hari ini belum ada pemanggilan terhadapnya. “Kalau dipanggil pasti datang. Sekarang belum ada panggilan,” pungkasnya.

(ern/ern) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPK: Surat Panggilan Aher Dikirim Sesuai Data Dukcapil

JakartaKPK menyatakan surat panggilan untuk mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) sudah dikirim. Pengiriman surat dilakukan sesuai dengan alamat yang tertera di data kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil).

“Panggilan kedua akan kami kirimkan ke alamat sesuai data kependudukan yang bersangkutan. Jika ada perubahan atau informasi lain, mestinya agar menjadi contoh bagi publik, yang bersangkutan bisa menginformasikan ke KPK dengan iktikad baik,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (8/1/2019).

Febri mengatakan Aher tak perlu ragu jika datang ke KPK. Menurut Febri, Aher akan diterima penyidik KPK yang menangani dugaan suap proyek Meikarta jika dirinya datang.

“Jika ragu datang akan ditemui siapa di KPK, silakan datang dan nanti akan diterima oleh penyidik kasus dugaan suap proyek Meikarta,” ujar dia.

Selain mengirimkan surat, sambung Febri, penyidik KPK sudah berupaya menghubungi ke nomor telepon genggam Aher. Namun, menurutnya, Aher tak merespons.

“KPK juga telah menghubungi nomor telepon genggam saksi, namun tidak direspons. Sejak minggu lalu, kami juga sudah sampaikan rencana pemanggilan sebagai saksi,” kata Febri.

Aher sebelumnya dipanggil KPK sebagai saksi untuk tersangka Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin pada 20 Desember 2018. Namun Aher tak hadir karena, menurutnya, surat panggilan salah alamat.

KPK pun mengirim kembali surat panggilan untuk Aher dengan jadwal pemeriksaan 7 Januari 2019. Aher juga tak menghadiri panggilan ini dengan alasan yang sama.

Menurut Aher, dirinya akan hadir dan menjelaskan kewenangannya sebagai Gubernur Jabar saat itu. Dia menyatakan bakal hadir jika surat panggilan KPK telah diterima olehnya.

Nama Aher sendiri muncul dalam dakwaan terdakwa kasus dugaan suap Meikarta, Billy Sindoro, dan kawan-kawan. Aher disebut mengeluarkan keputusan nomor 648/Kep.1069- DPMPTSP/2017 tentang Delegasi Pelayanan dan Penandatanganan Rekomendasi Pembangunan Komersial Area Proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Dalam surat itu, Gubernur Aher mendelegasikan pelayanan dan penandatanganan rekomendasi untuk pembangunan Komersial Area Proyek Meikarta di daerah Kabupaten Bekasi kepada Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Jawa Barat.

Lalu, Dinas PMPTSP Jawa Barat mengeluarkan surat yang ditujukan kepada Bupati Neneng, yang intinya Pemprov Jawa Barat akan memberikan rekomendasi dengan catatan beberapa hal yang harus ditindaklanjuti Pemkab Bekasi sesuai dengan rapat pleno BKPRD Jawa Barat.
(haf/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPK Imbau Aher Tak Persulit Proses Hukum Kasus Suap Meikarta

Tak hanya mengirim surat ke tempat tinggal Aher, tim KPK juga sudah menghubungi ke nomor ponsel Aher. “Namun tidak direspons. Sejak minggu lalu, kami juga sudah sampaikan rencana pemanggilan sebagai saksi,” kata Febri.

Febri mengingatkan, jika Aher tak bisa menghadiri panggilan pemeriksaan, maka akan lebih baik memberikan konfirmasi soal ketidakhadirannya.

“Semestinya sebagai warga negara yang baik, yang bersangkutan dapat memberi contoh dan menunjukkan itikad baik. Saya kira tidak ada yang perlu dikhawatirkan menghadiri pemeriksaan sebagai saksi tersebut,” kata Febri.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Komisi Pemberantas Korupsi masih memeriksa Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin terkait operasi tangkap tangan proyek bangunan Meikarta.

Anies Hadiri Panggilan Bawaslu, Gerindra: Contoh Buat Pejabat Lain

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri panggilan Bawaslu terkait pose dua jari di acara Gerindra. Partai Gerindra memuji kepatuhan Anies.

“Kami mengapresiasi langkah Mas Anies Gubernur DKI yang menghadiri pemanggilan Bawaslu hari ini,” ujar anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade dalam keterangannya, Senin (7/1/2019).

Andre meminta pejabat lain yang bermasalah terkait pemilu bisa meniru sikap Anies. Anies dipanggil Bawaslu terkait pose dua jari di forum Konferensi Nasional Partai Gerindra beberapa waktu lalu.
“Ini merupakan contoh yang baik bagi para kepala daerah maupun pejabat negara yang lain,” sebut Andre.

“Meski beliau sudah meminta izin dari Mendagri untuk hadir dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, beliau tetap menghormati pemanggilan Bawaslu,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan, Anies dikonfirmasi terkait pose dua jari saat berada di acara tersebut. Dia memaklumi ada interpretasi yang berbeda atas pose jari yang dilakukannya. Bawaslu memberikan 27 pertanyaan kepada Anies.

“Setiap orang bisa memiliki interpretasi atas simbol. Normalnya kalau orang mengatakan dua jari, ya pakai jari telunjuk dan jari tengah. Itulah normalnya orang. Selama ini juga pasangan selalu menggunakan dua itu,” terangnya.
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Anies Hadiri Panggilan Bawaslu, Gerindra: Contoh Buat Pejabat Lain

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri panggilan Bawaslu terkait pose dua jari di acara Gerindra. Partai Gerindra memuji kepatuhan Anies.

“Kami mengapresiasi langkah Mas Anies Gubernur DKI yang menghadiri pemanggilan Bawaslu hari ini,” ujar anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade dalam keterangannya, Senin (7/1/2019).

Andre meminta pejabat lain yang bermasalah terkait pemilu bisa meniru sikap Anies. Anies dipanggil Bawaslu terkait pose dua jari di forum Konferensi Nasional Partai Gerindra beberapa waktu lalu.
“Ini merupakan contoh yang baik bagi para kepala daerah maupun pejabat negara yang lain,” sebut Andre.

“Meski beliau sudah meminta izin dari Mendagri untuk hadir dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, beliau tetap menghormati pemanggilan Bawaslu,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan, Anies dikonfirmasi terkait pose dua jari saat berada di acara tersebut. Dia memaklumi ada interpretasi yang berbeda atas pose jari yang dilakukannya. Bawaslu memberikan 27 pertanyaan kepada Anies.

“Setiap orang bisa memiliki interpretasi atas simbol. Normalnya kalau orang mengatakan dua jari, ya pakai jari telunjuk dan jari tengah. Itulah normalnya orang. Selama ini juga pasangan selalu menggunakan dua itu,” terangnya.
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Saat Wali Kota Risma Berhadapan dengan 3 Pelajar Mabuk di Surabaya

Liputan6.com, Surabaya – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya mendapati 3 pelajar Surabaya yang baru mengkonsumsi minuman keras, Sabtu (5/1/2019) dini hari tadi. Mereka pun dibawa ke Mako Satpol PP Kota Surabaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan diberi bimbingan.

Mendengar informasi itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma langsung mendatangi Mako Satpol PP. Meski duduk di kursi roda, Risma siap mengahadapi tiga pelajar itu.

Risma pun bertatap muka dengan ketiga pelajar. Dia menegaskan, minuman keras berpotensi merusak saraf. Apabila saraf otak mati, maka akan kesulitan untuk berpikir.

“Sekali minum-minuman keras itu, maka satu juta sel sarafmu mati. Apabila diterus-teruskan nanti tidak bisa mikir dan jadi bodoh,” kata Risma.

Risma pun memanggil orang tua ketiganya dan pihak sekolah. Setelah orang tua masing-masing pelajar datang, Risma meminta tiga pelajar itu untuk meminta maaf dengan mencium kaki orang tuanya.

“Cium kakinya. Kalian juga harus berjanji tidak minum-minuman lagi,” ujarnya.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan tiga pelajar itu terjaring yustisi yang dilakukan oleh tim Asuhan Rembulan Satpol PP Kota Surabaya. Mereka terjaring dini hari tadi sekitar pukul 04.40 WIB di Jalan Tanjung Anom, Gubeng, Surabaya.

“Setelah kami dalami, ternyata mereka minum-minuman di kafe kawasan Banyuurip,” kata Irvan di kantornya.

Pihaknya juga berencana melakukan penyisiran ke lokasi tempat ketiga pelajar minum-minuman keras. “Semoga tidak ada lagi pelajar yang kedapatan minum-minuman,” harapnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya, Chandra Oratmangun mengaku pemanggilan orang tua dan pihak sekolah untuk bersinergi memberikan pendampingan kepada mereka.

Ia juga mengimbau kepada para orang tua di Surabaya untuk mengawasi anak-anaknya supaya tidak mengenal miras.

“Anak-anak ini tugasnya hanya mempersiapkan masa depan mereka supaya sukses dan mempersiapkan masa depan bangsa ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak anak-anak Surabaya untuk memanfaatkan lapangan olahraga dan free wifi yang sudah tersebar di berbagai titik di Kota Surabaya. Dengan cara itu, diharapkan tidak ada lagi kenakalan remaja di Kota Surabaya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Dengan berkursi roda, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali memantau pengerjaan perbaikan Jalan Raya Gubeng yang ambles gunakan drone.

Soal Pemanggilan Egy Maulana dan Ezra Walian, PSSI Yakin Kantongi Izin Klub

Jakarta – Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri telah memanggul 38 calon pemain untuk mengikuti pemusatan latihan jelang Piala AFF U-22 2019. Dalam daftar tersebut, ada dua nama yang merumput di luar negeri: Egy Maulana Vikri dan Ezra Walian.

Ezra Walian saat ini bermain untuk klub Belanda, Almere City. Namun, pemain berpostur 177 cm itu sedang menjalani masa pinjaman di RKC Waalwijk.

Ezra sempat menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017. Namun, pada Piala AFF 2018, ia tidak mendapatkan izin dari klub untuk membela Timnas Indonesia senior.

Adapun Egy Maulana Vikri saat ini bermain di Polandia bersama klub Lechia Gdansk. Egy kali terakhir membela Timnas Indonesia pada Piala AFC U-19 2018.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, yakin kedua pemain tersebut akan mendapatkan izin dari klub masing-masing untuk mengikuti pemusatan latihan hingga berlaga di Piala AFF U-22 2019. Tisha menyebut sampai saat ini PSSI menjalin komunikasi yang baik dengan dua klub Eropa tersebut.

“Untuk pemanggilan kedua pemain yang bermain di Eropa, pada dasarnya kami melakukan komunikasi dengan klub. Itu kami atur dengan baik,” kata Ratu Tisha dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/1/2019).

“Kami yakin klub akan memberikan izin. Nantinya, kami segera mengirimkan surat resmi ke klub-klub tersebut,” ujar Ratu Tisha, terkait pemanggilan Egy Maulana dan Ezra Walian.

Indra Sjafri Siapkan Formasi Terbaik Untuk Timnas Indonesia U-19