Kasus Kaburnya Remaja Saudi Bikin Sikap Thailand ke Pengungsi Melunak?

Liputan6.com, Bangkok – Kepala imigrasi Thailand mengumumkan pada Rabu 16 Januari, bahwa pihaknya tidak akan lagi memaksa para pengungsi untuk pulang “tanpa pendampingan”, menyusul permohonan putus asa seorang remaja perempuan asal Arab Saudi untuk suaka, menarik perhatian global.

Thailand sendiri diketahui sebagai salah satu negara yang tidak menandatangani konvensi PBB tentang pengungsi, demikian sebagaimana dikutip dari Channel News Asia pada Kamis (17/1/2019).

Selain itu, Thailand juga telah lama dikecam karena kerap menahan sepihak para pengungsi, dan tidak jarang mengembalikan mereka ke negara asal yang memiliki rezim represif, sehingga berisiko menghadapi ancaman penjara atau hukuman yang lebih buruk.

Banyak kasus sejennis tidak terungkap ke permukaan, sebelum kemudian berubah ketika seorang remaja perempuan berusia 18, Rahaf Mohammed al-Qunun, kabur dari orang tuanya yang berkewarganegaraan Arab Saudi karena mengaku murtad, dan nyawanya tengah dipertaruhkan.

Qunun mengurung diri di sebuah hotel transit di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, ketika petugas imigrasi berusaha memaksanya pulang ke negara asal. Di tengah upaya memblokade diri, dia terus menerus mengetwit tentang ketakutan kembali ke negara dan keluarganya, karena ancaman pengabaian hak asasi manusia.

Rangkaian kicauannya menarik perhatian global, membuatnya mendapat perlindungan dari badan pengungsi PBB selama beberapa hari, sebelum kemudian diterbangkan ke Kanada untuk mendapatkan suaka di sana. Qunun mendarat di Toronto pada Sabtu 12 Desember, dan disambut oleh menter luar negeri setempat, Chrystia Freeland.

Qunun mengklaim dirinya mengalami pelecehan di Arab Saudi, dan menolak untuk melihat anggota keluarganya yang datang ke Thailand, untuk membujuknya pulang.

Pemrosesan kasusnya yang sangat cepat tidak pernah terjadi sebelumnya di Thailand, dan hal itu diawasi secara penuh oleh kepala imigrasi setempat, Surachate Hakparn.

Besarnya perhatian global terhadap kasus tersebut, menurut beberapa opini media lokal, membuat Thailand “tersentil” untuk melakukan reformasi terhadap kebijakan imigrasinya.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Dituding Menyerah pada Tekanan

Menanggapi pertanyaan tentang perlakuan Thailand terhadap pengungsi, Surachate mengatakan di hadapan wartawan bahwa dia akan mengambil pendekatan baru, di mana “tidak akan ada yang dikirim kembali ke negara asal jika mereka tidak ingin kembali”.

Dia menambahkan bahwa sebagai kepala departemen imigrasu, “kami sekarang akan mengikuti norma-norma internasional.”

Namun, klaim itu disambut dengan skeptis oleh sebagian kalangan, menyusul penangkapan pemain sepak bola –yang juga pengungsi– Hakeem Alaraibi di Thailand November lalu, yang sebenarnya telah diberikan izin tinggal permanen di Australia, tetapi ditahan di bandara Bangkok ketika hendak pergi berlibur.

Alaraibi, mantan pemain tim nasional Bahrain, diburu atas tuduhan perusakan kantor polisi terkait peristiwa Arab Spring di Timur Tengah, beberapa tahun silam.

Namun, kelompok-kelompok pemerhati HAM mengatakan bahwa Alaraibi tengah bertanding saat kerusuhan merebak, dan tegas mengklaim bahwa tuduhan Bahrain adalah palsu.

Australia telah menyerukan agar Alaraibi dikembalikan ke negara itu, tempat di mana dia tinggal dan bermain untuk tim sepak bola kota Melbourne.

Surachate mengatakan kasus itu berbeda karena ada surat perintah penangkapan yang bersifat luar biasa mendesak dari Bahrai terhadap Alaraibi, tetapi kemudian mengatakan bahwa ia dapat memperdebatkan kasus tersebut di pengadilan.

“Pemrosesan Qunun tidak akan menjadi contoh untuk kasus-kasus imigrasi Thailand di masa depan,” tegas Surachate, seraya membantah bahwa pihaknya menyerah pada tekanan internasional pada kasus terkait.

Nodai Kemenangan Juventus, Apa Guna VAR?

Liputan6.com, Jakarta – Kontroversi video assistant referee (VAR) mewarnai kemenangan Juventus atas AC Milan pada Piala Super Italia. Berfungsi mengurangi kesalahan wasit, VAR nyatanya tidak menyelesaikan masalah.

Juventus merebut gelar kedelapan Piala Super Italia berkat gol tunggal Cristiano Ronaldo pada laga di King Abdullah Sports City, Kamis (17/1/2019) dini hari WIB.

VAR digunakan pada partai tersebut dan menghasilkan keputusan tepat dengan dianulirnya gol Juventus karena offside dan kartu merah bagi gelandang AC Milan Franck Kessie. 

Meski tepat, I Rossoneri tidak sepenuhnya gembira akan teknologi itu. Pasalnya, wasit dan VAR tidak memberi penalti ketika Emre Can menjegal Andrea Conti jelang berakhirnya laga. Rekaman menunjukkan Can menekel Conti tanpa menyentuh bola.

Polemik tersebut menambah panjang daftar kesalahan VAR dalam musim ini. Banyak pelatih klub Italia protes seiring penggunaannya di Serie A. Dari Spanyol, kecaman muncul setelah Real Madrid dikalahkan Real Sociedad pada La Liga. 

Di Inggris, kontroversi muncul ketika Tottenham Hotspur mengalahkan Chelsea 1-0 berkat gol penalti Harry Kane pada leg pertama semifinal Piala Liga awal bulan ini. Sebab, terdapat dua bukti yang menunjukkan tafsir berbeda.

Tayangan resmi dari ofisial menunjukkan Kane tidak dalam posisi offside sebelum dijatuhkan kiper Kepa Arrizabalaga, yang kemudian berbuah tendangan 12 pas. Sedangkan Chelsea punya gambar yang menunjukkan hal sebaliknya.

“Wasit di sini harus membiasakan diri pada sistem dan penggunaan VAR. Saat ini ofisial Inggris belum siap dan mesti belajar lagi,” kata pelatih Chelsea Maurizio Sarri usai laga itu, dilansir Sky Sports.

2 dari 4 halaman

Kekurangan VAR

Perdebatan ini menunjukkan adanya kekurangan pada VAR. Menyusul penggunaannya di Piala Dunia 2018, media Inggris Guardian menemukan kelemahan dalam teknologi itu.

VAR efektif untuk menentukan keputusan pasti, dalam hal ini offside atau kesalahan wasit dalam mengidentifikasi pemain saat memberikan kartu.

Sedangkan VAR masih labih pada keputusan subyektif, seperti pemberian penalti dan pemberian hukuman. Di sini intepretasi dan konsistensi terhadap penerapan peraturan jadi penyebabnya.

Guardian menyebut dua contoh. Iran mendapat tendangan penalti ketika bola menyentuh tangan bek Portugal Cedric Soares di area terlarang. Namun, ketika bola mengenai lengan bek Argentina Marcos Rojo pada partai versus Nigeria, VAR tidak memberi tendangan 12 pas.

3 dari 4 halaman

Bantuan Teknologi

VAR merupakan bantuan kesekian untuk meningkatkan kualitas sepak bola. Sebelumnya digunakan teknologi garis gawang demi menentukan terciptanya gol atau tidak.

Sejak dicoba di Belanda pada Eredivisie 2012/2013, negara-negara besar mengadopsi VAR pada beberapa tahun terakhir. Bundesliga Jerman dan Serie A Italia menerapkannya sejak 2017/2018. Sedangkan La Liga Spanyol per 2018/2019.

Liga Primer Inggris akan menggunakan VAR di 2019/2020, dengan UEFA mengumumkan mulai memakainya pada babak gugur Liga Champions musim ini.

4 dari 4 halaman

Masih Awal

Kenyataannya, VAR masih dalam tahap awal penggunaan. Kesalahan-kesalahan bakal hadir seiring proses perbaikan.

Yang jelas, VAR harus dipertahankan untuk memperbaiki sepak bola. “Dengan VAR, pemain sekarang tahu mereka selalu dalam pantauan dan tidak bisa seenaknya melakukan pelanggaran,” ungkap David Elleray, direktur teknis International Football Association Board, organisasi yang menciptakan peraturan dalam sepak bola.

Perpanjang Kontrak di Persib, Tanggung Jawab Ghozali Lebih Besar

Liputan6.com, Bandung Pemain sayap Persib Bandung Ghozali Siregar, resmi memperpanjang kontrak dengan ikatan kerja sama dua tahun. Kontrak terakhir Ghozo, sapaan akrabnya, itu baru akan habis pada 2021.

Perpanjangan kontrak Ghozali di Persib diumumkan pada, Selasa (15/1/2019) lalu.

“Alhamdulilah bisa menjadi bagian Persib lagi di tahun 2019. Dengan kontrak dua tahun ini tanggung jawabnya lebih besar karena harus kasih yang terbaik lagi tahun ini seperti tahun kemarin,” ujar Ghozo ditemui usai mengikuti sesi latihan Persib, Kamis (17/1/2019).

Ghozo tak memungkiri, dirinya dipertahankan Persib karena penilaian pelatih dan manajemen. Untuk itu ia pun mengambil kesempatan untuk membalas kepercayaan klub di musim depan.

“Karena kemarin kan prestasi saya di sini cukup memuaskan kenapa tidak diteruskan,” katanya.

2 dari 3 halaman

Betah

Selama satu musim berkostum Persib, pemajn berusia 26 tahun ini merasa betah. Sempat diragukan di awal musim, ia mampu menunjukkan kualitasnya di atas lapangan. Total ia mengemas 6 assist dan 5 gol di musim 2018.

“Ya pokoknya kalau main di Bandung itu terasa semangatnya saat stadion penuh. Luar biasa,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Siap Adaptasi

Mantan pemain Persiba Balikpapan ini juga siap bekerja dengan pelatih anyar Miljan Radovic di musim 2019. Ia pun mengaku siap mengikuti strategi yang diinginkan pelatih.

“Adaptasi lagi itu pasti. Kita mulai lembaran baru bersama-sama membangun tim sama pelatih baru juga,” katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Para Pesohor Hollywood yang Dipecat dan Ditolak dari Pekerjaan Akibat Berat Badan

Liputan6.com, Jakarta – Selama beberapa dekade, Hollywood telah mempromosikan satu tipe tubuh: kurus. Jadi, tak mengherankan bila beberapa pesohor dipecat atau ditolak dari pekerjaan karena berat badan mereka.

Ada model yang disuruh pulang pada pemotretan. Ada juga aktor yang kehilangan pekerjaan karena urusan ukuran pinggang. Body shaming di Hollywood tersebar luas dan harus berakhir. Kisah-kisah tentang selebritas yang didiskriminasi meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai yang masih berlaku di industri film dan fesyen.

Dilansir dari stylecaster, Rabu, 16 Januari 2019, sederet nama angkat bicara soal body shaming di Hollywood. Ukuran tubuh tak ada hubungannya dengan keterampilan untuk banyak pekerjaan, termasuk akting dan model.

Kate Upton

Dalam wawancara pada 2012 dengan The New York Times, direktur casting Victoria’s Secret, Sophia Neophitou-Apostolou, mengatakan bahwa merek tersebut ‘tak akan pernah’ menampilkan Upton dalam peragaan busana tahunannya karena lekuk tubuhnya.

“Hal-hal yang mereka tolak adalah hal-hal yang tak bisa saya ubah. Saya tak bisa mengubah ukuran bra saya. Itu alami! Saya bisa berolahraga dan saya bisa tetap sehat dan termotivasi, tetapi saya tidak bisa mengubah beberapa hal,” ujarnya.

2 dari 4 halaman

Chrissy Teigen

Ketika menjadi model, Chrissy Teigen dipecat dari pemotretan Forever 21 karena berat badannya. Dia berbicara tentang pengalaman dalam sebuah wawancara pada 2014 dengan DuJour, yang merinci waktunya memotret untuk Forever 21 dan dikirim pulang karena ukuran tubuhnya.

“Aku tiba di lokasi dan mereka meminta untuk mengambil fotoku. Lalu, foto yang sudah diambil dikirimkan ke agensiku. Kemudian, agensi meneleponku yang lagi duduk di kursi makeup dan mengatakan, ‘Kamu harus pergi sekarang. Mereka mengatakan kamu gemuk dan kamu harus kembali mengukur badan,” katanya.

3 dari 4 halaman

Chris Pratt

Sebelum tubuhnya berubah untuk Guardians of the Galaxy 2014, Pratt diberitahu bahwa dia “terlalu gemuk” untuk peran. Dalam sebuah wawancara pada 2017 dengan Vanity Fair, aktor itu mengatakan dia ditolak untuk peran dalam Moneyball 2011 karena berat badannya.

“Itu adalah pertama kalinya aku mendengar seseorang berkata, ‘Kami tak akan memberi kamu peran — kamu terlalu gemuk,'” katanya. “Jadi saya memutuskan untuk menurunkan berat badan, seperti dalam gulat. Aku tak mampu membeli pelatih, jadi semuanya berjalan dan diet ketat serta mengurangi alkohol. “

4 dari 4 halaman

Ryan Gosling

Ryan Gosling mengungkapkan bahwa ia dipecat dari peran dalam The Lovely Bones 2009 karena kenaikan berat badannya 60 pon, sekitar 27 kg. Ia seharusnya memerankan ayah dari seorang remaja yang terbunuh dan diperkosa.

Namun, ketika Ryan datang ke lokasi pengambilan gambar, sang sutradara Peter Jackson sangat kaget dengan penambahan berat badan Ryan, yang menurutnya mengerikan. Akhirnya, sutradara pun memecat Ryan dan menggantinya dengan aktor lain.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Legenda Arsenal Akui Cech Kiper Terbaik Dunia

Liputan6.com, London – Petr Cech memang merupakan salah satu kiper legendaris di Inggris. Kiper Arsenal itu sudah melanglang buana di negeri ratu Elizabeth tersebut selama sekitar 15 tahun.

Ia memulai kariernya di Inggris bersama Chelsea sejak tahun 2004. Ia bermain di sana selama lebih dari satu dekade.

Pada tahun 2015, ia kemudian memutuskan untuk pindah ke Arsenal. Sebab Chelsea saat itu memiliki kiper yang lebih muda yakni Thibaut Courtois.

Selama di EPL, Cech berhasil mengoleksi 18 gelar juara. 15 di antaranya diraih bersama Chelsea dan sisanya bersama Arsenal.

Ia juga pernah menyabet penghargaan Golden Glove, sebanyak empat kali. Penghargaan ini diberikan pada kiper yang berhasil meraih clean sheet terbanyak dalam semusim. Ia juga pernah dua kali terpilih masuk ke dalam PFA Team of the Year.

2 dari 2 halaman

Komentar Seaman

Di mata legenda Arsenal, David Seaman, Cech layak disebut sebagai salah satu kiper terbaik di sejarah EPL. Ia juga menyebut mantan kiper timnas Ceko itu telah menetapkan standar yang tinggi bagi kiper-kiper lainnya di kompetisi tersebut.

“Ia adalah salah satu yang terbaik, tidak diragukan lagi,” ujarnya pada Sky Sports.

“Standar yang ia tetapkan ketika ia datang sangat brilian dan itu telah dibuktikan oleh semua trofi yang dimenangkannya,” katanya menambahkan.

“Ia memenangkan banyak trofi bersama Chelsea, datang ke Arsenal dan masih mempertahankan standar kiper yang hebat itu.”

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tanpa Target di Piala AFF, Apa Reaksi Asisten Pelatih Timnas U-22?

Jakarta – Nova Arianto tak masalah timnas U-22 tanpa target dalam Piala AFF 2019. Asisten pelatih Garuda Muda itu percaya para pemain akan tampil maksimal di semua kompetisi.

PSSI hanya menjadikan Piala AFF 2019 sebagai ajang pemanasan bagi Timnas U-22. Target sesungguhnya bagi Garuda Muda adalah menjuarai SEA Games 2019, serta lolos ke Piala Asia U-23 2020.

Meski bukan menjadi prioritas, Timnas U-22 tetap konsentrasi penuh menyambut Piala AFF 2018. Nova meyakini anak-anak asuhnya tetap berkomitmen demi membuat Garuda Muda berjaya.

“Itu memang target dari PSSI. Namun, kami secara pribadi yakin ingin menjadi yang terbaik. Masalah target nanti akan kita lihat,” kata Nova setelah sesi latihan.

“Saya rasa semua pemain cukup maksimal ketika menjalani latihan. Mereka punya tekad yang sama untuk memberikan yang terbaik bagi Timnas Indonesia U-22,” ujar Nova.

Timnas U-22 menempati Grup B bersama Myanmar Kamboja, dan Singapura di Piala AFF 2019. Turnamen itu akan digelar pada 17 Februari-2 Maret mendatang.

Sumber: Bola.com

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Rebut Piala Super Italia, Pelatih Juventus Puji Tandukan Maut Ronaldo

Liputan6.com, Jeddah – Juventus menyabet gelar Piala Super Italia. Si Nyonya Tua, julukan Juventus, menang 1-0 atas AC Milan di King Abdullah Sports City, Jedah, Rabu (16/1/2019) atau Kamis dini hari WIB.

Gol tunggal kemenangan Juventus dicetak oleh Cristiano Ronaldo pada menit ke-61. Tandukan Ronaldo usai memanfaatkan umpan lambung Miralem Pjanic berhasil mengoyak gawang AC Milan yang dikawal Gianluigi Donnarumma.

Di laga itu juga, Ronaldo menjadi pemain yang paling banyak melepaskan sepakan, enam, tiga di antaranya on target. Pemain berusia 33 tahun itu juga melakukan dua dribel di lini pertahanan AC Milan.

“Kami memang merekrut Cristiano Ronaldo karena dia pemain yang menentukan. Dia mencetak gol-gol hebat, tapi seluruh tim menunjukkan kinerja yang bagus,” kata pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, dikutip dari Football Italia.

Bersama Juventus musim ini, Ronaldo telah mencatatkan 22 gol dari 35 pertandingan di semua kompetisi. Pemain asal Portugal itu juga mencatatkan tujuh assist.

2 dari 3 halaman

Puji AC Milan

Allegri juga memuji penampilan AC Milan. Tim asuhan Gennaro Gattuso itu punya delapan peluang mencetak gol ke gawang Juventus berkat mengandalkan serangan balik.

“Mereka (AC Milan) bermain bagus. Ada banyak serangan balik dari mereka karena kami melalukan banyak kesalahan dalam passing,” ucap pria asal Italia tersebut.

“Kami punya banyak peluang, bahkan bisa menang 2-0. Sayangnya, kami sedikit buru-buru dalam penyelesaian akhir,” ujarnya menegaskan.

3 dari 3 halaman

Kondisi Douglas Costa

Di penghujung laga, winger Juventus, Douglas Costa sempat meringis. Bahkan, dia harus digantikan oleh Sami Khedira pada menit ke-89.

“Itu hanya kram. Kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan,” ucap mantan pelatih AC Milan tersebut.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Strikernya Diincar Real Madrid, Presiden Genoa: Harganya Tak Murah

Liputan6.com, Genoa – Rencana beberapa klub besar mendapatkan Krzysztof Piatek dari Genoa tampaknya takkan mudah. Pasalnya, Presiden Genoa, Enrico Preziosi hanya mau menjual strikernya itu dengan harga yang mahal.

Nama Piatek tidak begitu terdengar saat Genoa mendatangkannya dari Cracovia pada bursa transfer musim panas lalu. Begitu kompetisi dimulai, ia langsung menarik perhatian dengan enam gol dari lima partai perdananya di Serie A.

Secara konsisten, pemain asal Polandia tersebut terus memberikan pundi-pundi gol kepada Genoa. Total, 19 gol yang ia cetak dari 21 laga di semua kompetisi tak ayal membuat banyak klub-klub besar saling sikut untuk mendapatkan tanda tangannya.

Piatek tidak hanya mengundang ketertarikan dari klub Serie A lainnya. Beberapa klub besar seperti Chelsea, Barcelona, hingga sang juara bertahan Liga Champions, Real Madrid, dikabarkan tertarik dengan pemain berjuluk ‘New Lewandowski’ tersebut.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, penyerang berumur 23 tahun itu kerap dikaitkan dengan tim raksasa Italia lainnya, AC Milan. Bahkan Direktur Genoa, Giorgio Perinetti, telah mengkonfirmasi ketertarikan Rossoneri terhadap bintang klubnya itu.

Dalam beberapa laporan disebutkan bahwa Piatek akan mengisi slot penyerang yang diyakini bakal ditinggal oleh Gonzalo Higuain pada bulan Januari ini. Kabarnya, penyerang asal Argentina itu ingin bereuni dengan Maurizio Sarri di Chelsea.

Namun, jika Milan dan klub-klub lainnya tertarik untuk mendapatkan Piatek, mereka wajib menyediakan uang yang besar. Sebab Preziosi selaku presiden Genoa menyatakan bahwa dirinya hanya akan melirik proposal dengan jumlah uang yang besar.

2 dari 2 halaman

Komentar Presiden Genoa

“Masih belum ada tawaran, dan tak ada yang serius. Bila tawaran yang besar tiba, maka kami akan mempertimbangkan,” ujar Preziosi kepada Il Secolo XIX.

“Namun, untuk sekarang, saya ulangi bahwa belum ada tawaran yang datang untuk Piatek, juga kami tidak harus menjualnya,” tandas pria berumur 70 tahun itu.

Belum lama ini, Sky Sports melaporkan bahwa Il Grifone mematok harga sebesar 50 juta euro untuk bintangnya. Selain itu, Genoa juga diyakini hanya tertarik melepasnya dengan status permanen, bukan pemain pinjaman.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Klasemen Liga Italia: Menanti Juventus Tergelincir

Liputan6.com, Jakarta – Klasemen Liga Italia masih dikuasai oleh Juventus. Klub asuhan Massimiliano Allegri ini terus bertakhta dari pekan satu hingga pekan ke-19 Liga Italia.

 Juventus sepertinya makin sulit untuk digeser dari puncak klasemen Liga Italia . Juventus masih kokoh di posisi puncak dengan 53 poin.

Jumlah itu dihasilkan dari 17 kemenangan dan dua hasil imbang. Juventus juga tercatat sebagai tim terproduktif di Liga Italia dengan total 38 poin.

Bukan cuma itu, Juventus juga mengantarkan Cristiano Ronaldo menjadi pencetak gol terbanyak sementara dengan total 14 gol. Ronaldo unggul satu gol dari striker Genoa, Krzystof Piatek dengan 13 gol. Di urutan ketiga ada nama Fabio Quaqliarella dengan 12 gol.

Juventus dan Ronaldo berpeluang besar menambah pundi-pundi poin dan gol mereka pada pekan ke-20. Pasalnya, mereka hanya akan menjamu Chievo yang untuk sementara ada di posisi juru kunci klasemen Liga Italia.


2 dari 3 halaman

Kans Inter Milan

Sementara itu, Inter Milan saat ini berada di posisi ketiga dengan 39 poin. Namun pasukan Luciano Spalletti berpeluang merapatkan jarak dengan peringkat kedua, Napoli di pekan ke-20.

Syaratnya, Inter harus menang dari Sassuolo. Di saat bersamaan, Napoli kalah atau imbang melawan Lazio.

Di atas kertas, Lazio adalah lawan yang punya potensi merepotkan Napoli. Tim polesan Simone Inzaghi itu duduk di peringkat keempat dengan 32 poin.

Berikut Klasemen Sementara Liga Italia:

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Italia

Ivan Kolev Punya Kriteria Khusus untuk Calon Bek Asing Persija

Jakarta Persija Jakarta belum memastikan bek asing yang akan menggantikan Jaimerson da Silva Xavier. Pelatih Persija, Ivan Kolev, mengaku tidak merekomendasikan nama tertentu, tapi berharap pemain yang didatangkan mengenal karakter sepak bola Indonesia.

Persija baru memiliki tiga pemain asing, yaitu Bruno Matos dan Jakhongir Abdumuminov, dan Marko Simic. Simic menjadi satu-satunya pemain asing dari musim lalu yang bertahan. Macan Kemayoran masih memiliki satu slot pemain asing, untuk menggantikan Jaimerson.

Ada beberapa nama yang diisukan akan merapat, seperti Anderson Salles, Vinicius Lopes Laurindo, dan Jasmine Mecinovic. Dua pemain tersebut berasal dari Brasil dan satu lainnya dari Makedonia.

“Bagi saya yang penting pemain itu harus bisa bermain untuk meraih sukses di Indonesia. Tidak ada pengaruh pemain itu datang dari mana, yang penting pemain itu bisa membantu Persija. Saya tidak merekomendasikan siapa pun,” ujar Ivan Kolev usai sesi latihan Persija di Lapangan Sutasoma, Halim Perdanakusuma, Rabu (16/1/2019).

Marko Simic sempat mengutarakan harapan agar Jasmine Mecinovic bisa mendapatkan kesempatan di Persija Jakarta. Namun, Simic juga mengakui Direktur Utama Persija, Gede Widiade, memiliki opsi mendatangkan pemain asal Brasil.