Baidu Bikin Penampungan Kucing Liar dengan Teknologi Pengenalan Wajah

Liputan6.com, Jakarta – Teknologi bukan hanya milik segelintir orang, tetapi juga memberikan manfaatnya untuk banyak pihak, termasuk kucing liar. 

Baru-baru ini, Baidu mengumumkan sebuah penampungan kucing yang dibangun untuk merawat kucing liar.

Uniknya, ini bukan sekadar penampungan biasa, melainkan hadir dengan dua teknologi inovatif, yakni kecerdasan buatan (AI) dan pengenalan wajah.

Raksasa internet Tiongkok Baidu menyebut, proyek ini diinisiasi oleh salah satu karyawannya bernama Wan Xi, yang menemukan kucing kecil yang berlindung di bawah mobilnya musim dingin lalu.

Karyawan tersebut kemudian memutuskan untuk menggunakan teknologinya guna membantu memperbaiki situasi bagi kucing liar lainnya.

Adapun penampungan kucing liar ini hadir dibekali dengan sejumlah fasilitas seperti makanan dan air serta selimut hangat untuk membuat kucing lebih nyaman.

Penampungan kucing Baidu (Foto: Gizmochina)

Namun, fitur yang paling menonjol dari penampungan ini adalah teknologi yang diusungnya, sehingga memastikan bahwa hanya kucing yang bisa memasuki tempat tersebut.

Mengutip Gizmochina, Kamis (21/2/2019), salah satu fitur yang dimaksud adalah teknologi pengenalan wajah.

Teknologi inilah yang memastikan, cuma kucing yang bisa masuk. Begitu pengenal wajah mengenali kucing, pintu kacanya akan membuka.

2 dari 2 halaman

Bagaimana Kalau Kucing Sakit?

Kemudian, pengenalan wajah ini juga akan mengecek apakah kucing berpenyakit dan menilai apakah hewan tersebut sudah dikebiri atau belum.

Jika pengenalan wajah mendapati kucing sakit, secara otomatis akan mengirim pesan ke organisasi pecinta binatang terdekat. Kemudian, relawan akan memeriksa kucing yang dimaksud.

Sayangnya, tidak diungkap, berapa banyak kucing liar yang bisa menempati penampungan itu.

Kemungkinan, Baidu tengah mengadakan pilot project untuk penampungan kucing yang dibekali teknologi kekinian.

Pasalnya di Tiongkok, kucing merupakan salah satu hewan peliharaan paling populer dan disayang manusia.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Mengenal Bukit Tuamese, Raja Ampatnya NTT

Liputan6.com, NTT Jika menyaksikan keindahan Raja Ampat masih sebatas impian karena harga tiket pesawat yang mahal, jangan sedih, pasalnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) ada panorama keindahan alam yang bisa disandingkan dengan Raja Ampat. Masyarakat setempat menyebutnya dengan Bukit Tuamese.

Meski belum banyak yang mengenalnya, bukit yang berada di Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) itu memiliki panorama yang tak kalah dengan Wayag di Raja Ampat atau pulau Padar di Labuan Bajo.

Di puncak bukit itu siapapun bisa melihat hamparan tambak yang berubah layaknya danau. Di sisi sebelah Barat, birunya laut membentang sejauh mata memandang, dipadu dengan hijaunya vegetasi dari pohon lontar di pesisir pantai.

Hanya cukup mendaki 200 meter ke atas bukit, pengunjung bisa mencapai Bukit Tuamese. Namun saat mendaki harus berhati-hati karena jalur tracking yang curam dan berpasir. Di lokasi itu belum tersedia infrastruktur tangga seperti misalnya di Pulau Padar. 

Keindahan bukit yang dalam beberapa waktu terakhir populer di media sosial ini, makin naik pamornya saat dijadikan lokasi film garapan sutradara dan aktor Ari Sihasale. Bintang muda Pevita Pearce menjadi pemain utama, ibarat influencer yang makin menjadikan Bukit Tuamese membuat siapapun penasaran.

Lokasi Tuamese sendiri dekat dengan Kota Atambua yang merupakan pusat kota dari Kabupaten Belu. Hanya dibutuhkan sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Atambua. Jarak Tuamese juga relatif dekat dari negara tetangga Timor Leste.

2 dari 2 halaman

Cara Menuju ke Bukit Tuamese

Untuk menuju lokasi Tuamese, pengunjung bisa menyewa kendaraan roda empat dengan pengemudi asal Atambua, opsi itu menjadi pilihan yang tepat. Sebab dibutuhkan pengemudi berpengalaman dan paham medan agar waktu tak terbuang sia-sia lantaran salah jalan. Terlebih lokasi tersebut juga belum dikenali oleh aplikasi Google Maps.

Jalur yang dilalui juga terbilang mulus meski masih ditemui beberapa jalan bebatuan. Pengunjung juga akan melewati bendungan Rotiklot yang baru rampung pengerjaannya. Sesampainya didaerah Ponu SP 1, desa terakhir sebelum sampai tujuan, lalu belok ke kanan menuju Bukit Tuamese.

Ada baiknya bertanya dan menyapa warga setempat dimana letak Bukit Tuamese. Jangan kaget dengan jawabannya sebab warga setempat banyak yang menamainya Raja Ampat.

Sepanjang perjalanan dari Atambua, pengunjung harus berhati-hati dan waspada karena masih banyak hewan peliharaan warga seperti babi, anjing, dan sapi yang bebas berkeliaran melintasi jalanan.

Waktu terbaik untuk ke Tuamese bisa dilakukan kapan saja sepanjang hari. Terlebih saat matahari terbenam. Sebelum mendaki, wisatawan biasanya dipandu dengan pemandu-pemandu cilik atau warga setempat. Mereka tidak meminta uang melainkan hanya menemani hingga ke atas. Karena jauh sebelum tempat itu dikenal banyak orang, di sanalah arena bermain anak-anak pedesaan itu.

Untuk menuju TTU, bisa menggunakan jalur melalui Atambua. Terdapat 2 penerbangan dari Kupang menuju Bandar Udara A. A. Bere Tallo. Penerbangan ke Atambua dilayani menggunakan pesawat ATR dari maskapai Wings Air pada pagi dan siang hari. Memang sampai saat ini belum ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Atambua. Jalur lain yang dapat digunakan sebagai alternatif yakni melalui jalan darat dari Kupang menuju Atambua dengan waktu perjalanan mencapai 7 jam.

Meski harus menempuh perjalanan yang tak sebentar, yakinlah bahwa semuanya akan terbayar dengan keindahan yang menyambut di Bukit Tuamese. Siapapun tak akan menyesal mengenalnya.


Simak juga video pilihan berikut ini:

7 Pose Unik Anjing Mirip dengan Pemiliknya Ini Lucu Banget

Liputan6.com, Jakarta – Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan yang dekat dengan manusia. Biasanya, anjing peliharaan sering diajak main-main atau hanya berlari kecil keliling kompleks rumah. Tak jarang juga jika seseorang sudah sangat menyukai anjing peliharaannya, ia rela untuk mengeluarkan biaya yang cukup besar demi kenyamanan sang anjing.

Namun, sebagian orang beranggapan bahwa kebersamaan dengan hewan peliharaan lama-lama memunculkan persepsi kemiripan dengan pemiliknya. Seperti yang dilakukan oleh fotografer asal Wigan, Inggris bernama Gerrard Gethings. Pria ini membuat karya foto bertema anjing yang mirip dengan pemiliknya.

Kini ia pun membuat proyek bernama ‘Do You Look Like Your Dog’. Karyanya akan dibukukan dan dijual senilai Rp 216 ribu. Nah, penasaran kan dengan karya fotografer ini? Berikut Liputan6.com rangkum 7 pose unik anjing mirip dengan pemiliknya dari akun Instagram @gezgethings, Sabtu (16/2/2019).

2 dari 8 halaman

1. Gaya rambut dan warna bibirnya terlihat serupa

3 dari 8 halaman

2. Lirikan mata yang memesona

4 dari 8 halaman

3. Pasangan antara si nenek dan si kecil

5 dari 8 halaman

4. Si putih dan si gadis manis

6 dari 8 halaman

5. Walaupun terlihat berantakan namun tetap sama

7 dari 8 halaman

6. Hembusan angin membuat si pemilik dan peliharaannya terlihat mirip

8 dari 8 halaman

7. Jenggot dan jambul di kepalanya enggak ada bedanya

Ribuan Anjing Dibantai, Rabies di Dompu Masih Mengintai

Jakarta – Sebanyak 619 orang warga Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), digigit anjing. Enam orang di antaranya meninggal dunia.

Merespons atas virus rabies yang masih mengintai, Pemda Dompu menembak mati seribuan anjing. Pemda Dompu sebelumnya juga sudah menyatakan kasus rabies atau anjing gila jadi kejadian luar biasa (KLB).

Data korban tersebut dihimpun sejak Oktober 2018 lalu. Hingga kini, virus rabies telah menyebar ke delapan kecamatan. Korban tertinggi terdapat di Kecamatan Kempo yang lima orang meninggal dan satu orang lainnya di Kecamatan Menggelewa.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Dompu mengambil langkah jangka pendek dengan mengeliminasi anjing-anjing yang diduga terjangkit rabies. Pemda dan warga mengambil langkah serius, yaitu membunuh ribuan anjing liar, baik dengan ditembak maupun diberi racun. Sementara langkah jangka panjang dilakukan dengan melakukan vaksinasi.

“Sampai saat ini jumlah anjing yang telah dieliminasi sebanyak 1.078 ekor yang tak bertuan yang kita duga mengandung rabies. Itu jumlah yang dicampur oleh laporan mandiri dari masyarakat. Jadi masyarakat juga mengeliminasi anjing liar,” ujar Kepala Disnakeswan Dompu, Zaenal Arifin, kepada detikcom, Selasa (11/2/2019).

Vaksinasi rabies di Dompu, NTB.Vaksinasi rabies di Dompu, NTB. (Foto: Kementerian Pertanian/FAO)

Masyarakat khawatir virus mematikan ini terus meningkat. Dinakeswan Dompu mencatat populasi anjing peliharaan dan anjing liar mencapai 1.078 ekor.

Warga was-was keluar rumah saat hari mulai gelap. Sebab, anjing yang terjangkit rabies takut pada cahaya dan tak bisa mendengar.

“Untuk salat subuh saja di masjid saya selalu khawatir karena takut kalau seketika diserang oleh anjing,” ungkap warga Dompu, Muhammad Amin, pada detikcom Rabu (13/2/2019).

Warga ingin ancaman rabies ini segera diakhiri. Sebab rabies juga menular pada hewan lainnya seperti kera, monyet, kucing juga sapi dan kerbau yang kalau digigit oleh anjing.

Diskeswan mencatat populasi anjing di Dompu ada seribuanDiskeswan mencatat populasi anjing di Dompu ada seribuan (Foto: Kementerian Pertanian/FAO)

Virus ini ditakutkan menyebar hingga ke Pulau Lombok. Sebab, dari hasil pelacakan yang dilakukan Disnakeswan di beberapa titik wilayah yang ada di Lombok, ditemukan juga warga yang kena gigitan anjing. “Untuk Lombok ada yang digigit tapi hasil uji lab, negatif. Namun harus kami tingkatkan kewaspadaan di Pulau Lombok,” ungkapnya.

Adanya indikasi wabah rabies masuk ke Pulau Lombok, maka upaya antisipasi yang dilakukan pihak Disnakeswan NTB adalah menjaga lalu lintas persebaran hewan yang berpotensi membawa virus yang mematikan tersebut. Upaya lainnya, yakni dengan cara vaksinasi.

“Menjaga lalu lintas di pelabuhan, itu ranahnya Karantina, pengendalian populasi hewan pembawa rabies dan vaksinasi anjing yang bertuan,” ujar Kadisnakeswan Provinsi NTB Budi Septiani melalui sambungan WhatsApp, Rabu (13/2/2019).
(jbr/bag)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Intip Isi Goodie Bag Grammy Awards 2019 yang Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Liputan6.com, Jakarta – Grammy Awards kembali digelar ke-61 kali di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat, Minggu malam, 10 Febaruari 2019, waktu setempat. Tak semata tentang nominasi dan penampilan para figur publik, goodie bag yang ditaksir bernilai 30 ribu dolar Amerika atau sekitar Rp 400 juta juga menarik untuk ditelisik.

Sebuah perusahaan pemasaran asal Los Angeles, Amerika Serikat, Distinctive Asset, memberi goodie bag mahal ini pada para pemenang, pembawa acara, hingga performer di Grammy Awards 2019.

Dikutip dari Cheat Sheet, Senin, 11 Februari 2019, goodie bag Grammy Awards 2019 berisi sejumlah makanan ringan, produk perawatan kulit dan rambut, juga sederet paket liburan gratis bagi para selebriti.

Mereka akan menikmati spa gratis di The Golden Door Spa di Selatan California. Fasilitas senilai 8,5 ribu dolar Amerika atau Rp 118 juta ini jadi paket hadiah termahal yang diberikan Distinctive Asset pada para pemenang Grammy Awards 2019.

Selain itu, para selebriti juga menerima sisir rambut Diamond Bezel Blazon yang diklaim bisa membuat rambut terlihat lebih halus dan berkilau. Gelang inspiratif dengan 36 bahasa pun diperoleh pada tamu Grammy Awards 2019. Gelang ini dibuat dengan misi dapat memengaruhi hidup orang banyak dengan cinta dan positif.

Ada juga kotak makeup dari Kusshi yang dapat digunakan ketika melakukan perjalanan. Travel makeup bag ini dibanderol seharga 99 dolar Amerika atau sekitar Rp 1,3 juta dan sudah lengkap dengan produk makeup yang praktis.

Makanan ringan yang diberikan juga bukan camilan biasa, melainkan lolipop dengan butiran emas 24 karat dari Sumptuous Lollipops, makanan kecil dari Milano Pepperidge Farm, dan minuman bebas kafein Vea.

Para selebriti yang hadir di Grammy Awards 2019 juga menerima item kecil seperti vitamin, deodoran, mainan anjing, sesi foto bersama hewan peliharaan, madu, makanan kecil yang sehat, dan parfum.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ketika Owa Jinak Jadi Beringas Serang Bocah di Riau

Liputan6.com, Pekanbaru – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi seekor owa ungko dari Desa Bindur Picak, Kecamatan Koto Kampar, karena menyerang bocah berumur dua tahun.

Satwa bernama latin Hylobates agilis itu sudah berada di kandang transit BBKSDA di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru.

Kepala Humas BBKSDA Riau Dian Indriati menjelaskan, satwa berbulu hitam itu merupakan peliharaan seorang warga di desa tersebut. Dipelihara sejak kecil, owa ungko itu sudah dewasa dan kini berusia 9 tahun.

Meski dipelihara sejak kecil, ternyata sifat liar ungko ini tak hilang begitu saja. Dia merasa terganggu dengan kehadiran bocah tetangga lalu menyerangnya hingga mengalami luka di bagian tangan.

“Kelamin ungko ini jantan, untuk korban sendiri sudah dirawat di bagian lukanya,” kata Dian kepada wartawan, Minggu (10/2/2019).

Penyerangan ini dilaporkan warga sekitar ke BBKSDA Resort Kampar. Sejumlah petugas atas perintah Kabid Wilayah II Heru Sutmantoro menuju desa itu dipimpin Kepala Resort Kampar, Salman Yasir.

“Evakuasi berlangsung beberapa jam pada Rabu, 6 Februari 2019, yang juga melibatkan perangkat desa dan warga sekitar,” kata Dian.

Dalam evakuasi, petugas dibantu warga berusaha menggiring ungko yang lepas dari kandangnya itu. Umpan dipersiapkan menuju kandang milik petugas dan ungko akhirnya masuk ke perangkap.

“Kemudian dibawa ke Pekanbaru untuk pemeriksaan medis. Ungko itu dinyatakan sehat dan akan mendiami kandang transit sebelum dilepasliarkan,” terang Dian.

Atas kejadian ini, Dian mengimbau masyarakat supaya tak memelihara satwa dilindungi. Menurut Dian, satwa liar kalau dipelihara sewaktu-waktu bisa menyerang jika merasa terancam.

“Kalau masih ada masyarakat yang memelihara sebaiknya diserahkan ke petugas,” imbau Dian.


Simak video pilihan berikut ini:

Potret Kelakuan Absurd Anak-anak Bikin Ngakak, Polos tapi Bikin Urut Dada

Liputan6.com, Jakarta Masa kecil memang masa-masa indah yang bikin kita bernostalgia. Pada masa-masa tersebut, kita biasa bermain dengan gembira diliputi kenangan penuh dengan tawa dan canda. Tapi ada juga beberapa pengalaman saat kecil yang dianggap absurd sampai buat jengkel orangtua.

Meski kelakuan anak-anak kecil kadang bisa bikin kesal, namun bukan reaksi jengkel yang dapat muncul. Malahan kebanyakan orang justru ketawa geli atau cengar-cengir melihat kelakuan polos dan lugu dari anak-anak. Sepertitingkah para bocah-bocah ini misalnya. Mulai dari bermain di keranda jenazah, mandi bedak, hingga main saat banjir. 

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini momen kocak kelakuan absurd para bocah yang bikin ngakak.

1. Siapa yang masih kecil pernah begini?

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

2 dari 10 halaman

2. Harus salim sama orang yang lebih tua

3 dari 10 halaman

3. Duh adeknya diapain itu?

4 dari 10 halaman

4. Anak pinter nurut sama mama

5 dari 10 halaman

5. Pinter bikin kaget mama nih adek

6 dari 10 halaman

6. Ngapain sih dek?

7 dari 10 halaman

7. Ingin merasakan dikurung kaya hewan peliharaan

8 dari 10 halaman

8. Yang penting senyum dulu mau difoto nih

9 dari 10 halaman

9. Disangka kolam berenang kali ya?

10 dari 10 halaman

10. Keranda jenazah jadi tempat main

9 Potret Hewan Meniru Gaya Majikannya, Mirip dan Lucu Banget

Liputan6.com, Jakarta Kebiasaan kita untuk berswafoto ternyata selalu diperhatikan oleh hewan peliharaan kita lho. Gaya Menjulurkan lidah, cemberut, bahkan tidur, mereka memperhatikan.

Lihat saja tingkah lucu beberapa hewan piaraan ini. Tingkah mereka yang lucu dan bergaya mirip seperti majikannya lakukan bakal bikin kamu tersenyum sendiri.



1. Anjing yang satu ini benar-benar fotogenik.

2. Ucapkan, “Semangkaaa..”.

3. Anjing ini malah ikut tidur bareng sama majikan kecilnya.

2 dari 3 halaman

4. Gayanya Sama-Sama Judes

5. Anjing ini juga silau, nih.

6. Gayanya dan warna rambutnya sama ya.

3 dari 3 halaman

7. Aku ikutan majikanku yang sedang kaget.

8. Olahraga bareng hewan peliharaan? Ide yang bagus.

9. Aku mau jalan-jalan bersama majikanku, mau ikut?

Reporter:

Fira Shabrina Malia

Universitas Indonesia


Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

5 Sisi Positif Tidur dengan Hewan Peliharaan, Ternyata Bisa Mengusir Hantu

Liputan6.com, Jakarta Banyak yang menyatakan bahwa hewan peliharaan adalah teman terbaik yang dimiliki manusia. Terkadang, sebagian orang mengungkapkan bahwa hewan peliharaan tidak akan pernah mengkhianati. Ditambah, hewan peliharaan juga tidak akan berbohong dan menyakiti perasaan pemiliknya. 

Memiliki hewan peliharaan memang menjadi kepuasan tersendiri bagi pemiliknya. Tak jarang hewan peliharaan bahkan diajak tidur bersama si pemilik karena saking cintanya dengan binatang. Sebelumnya, terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa tidur dengan hewan peliharaan dapat mengancam kesehatan manusia.

Namun, beberapa penelitian baru kini menemukan fakta terkait sisi positif tidur dengan hewan peliharaan yang kemudian membawa kabar bahagia untuk kamu yang memelihara hewan di rumah.

Selengkapnya, berikut Liputan6.com paparkan 5 sisi positif tidur dengan hewan peliharaan untuk kamu para pecinta binatang, yang dirangkum dari Bright Side, Rabu (6/2/2019).

2 dari 6 halaman

1. Merasa aman dan nyaman

Beberapa orang memilih membawa hewan peliharaannya untuk tidur bersama tiap malam. Rasa aman saat tidur dapat membuat seseorang melupakan kekhawatirannya hingga mereka bisa tidur dengan lelap.

Konon, hewan peliharaan seperti kucing bisa mengalihkan perhatian hantu yang menganggu manusia. Hal ini dikarenakan para hantu lebih memilih bermain dengan kucing yang lucu ketimbang menganggu tidur manusia

3 dari 6 halaman

2. Mengurangi rasa kesepian

Khusus mereka yang single, memelihara hewan bisa dijadikan alternatif untuk mengurangi rasa kesepian. Apalagi di malam yang sepi, tidur bersama hewan peliharaan dapat membuat tidurmu semakin lelap.

Kamu tidak perlu memikirkan hal-hal aneh yang ada di rumah karena dengan adanya hewan peliharaan, mereka akan siap sedia menemani dan menghibur diri yang tengah kesepian.

4 dari 6 halaman

3. Tidak akan bangun kesiangan

Tidak seperti manusia, hewan memiliki rutinitas yang tidak pernah terlewati. Dengan mengajak hewan peliharaan untuk tidur bersama, mereka bisa membangunkanmu di waktu yang sama tiap harinya.

Meskipun kamu bisa tidur nyenyak dengan adanya hewan peliharaan di kasurmu, kamu juga bisa bangun awal karena mereka pasti bangun lebih dulu ketimbang dirimu. Hal ini terjadi karena hewan peliharaan akan merasa lapar di pagi hari, sehingga mereka akan memintamu menyiapkan sarapan untuknya dengan cara membangunkanmu dari tidur.

5 dari 6 halaman

4. Meringankan sakit kronis

Terdapat istilah khusus yang digunakan untuk kondisi dimana seseorang tidak bisa tidur karena rasa sakit, yaitu painsomnia. Rasa sakit ini dapat mempengaruhi kualitas tidur sehingga berpengaruh pada kualitas fisik dan mental seseorang.

Untuk meringankan painsomnia, sebuah penelitian di Kanada mengungkapkan bahwa hewan peliharaan dapat membantu mereka yang memiliki sakit kronis agar bisa tidur dengan nyenyak. Alasannya karena hewan peliharaan bisa mendistraksi rasa sakit seseorang sehingga bisa mengurangi painsomnia.

6 dari 6 halaman

5. Memberi ketenangan

Bukan rahasia lagi bahwa hewan peliharaan, salah satunya anjing dapat membantu melawan rasa cemas dan depresi. Tidur dengan anjing peliharaan dapat membantumu menurunkan tingkat stres setelah seharian bekerja.

Selain itu, beberapa orang dan studi membuktikan bahwa irama napas, detak jantung, dan kehadiran anjing di sekitar kamu adalah salah satu resep tidur nyenyak yang terbaik.

Pecinta Hewan Cemas, Imlek 2019 Bisa Picu Penelantaran Babi

Liputan6.com, Taipei – Tahun Baru Imlek dengan Tahun Babi Emas yang dimulai pada Selasa 5 Februari 2019, membuat cemas para pecinta hewan babi di Taiwan.

Mereka khawatir bahwa masyarakat yang ingin memelihara seekor anak babi di rumah untuk keberuntungan, dapat menyebabkan gelombang penelantaran babi di kemudian hari, demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (5/2/2019).

Anita Chen, yang mengelola forum media sosial untuk pemilik babi peliharaan dan memiliki dua babi peliharaan di rumahnya di Taipei, mengatakan hal pertama yang harus dipertimbangkan pemilik ketika memelihara babi adalah kebebasan dan fleksibilitas.

Babi peliharaannya yang bernama ‘Xin-xin’ dan ‘Mei-mei’ memiliki kecerdasan anak berusia 5 tahun dan dapat membuka segala sesuatu, mulai dari lemari es hingga pintu dan laci.

Mereka juga sering kali mencabik-cabik semua yang ada di dalamnya yang membuat pemiliknya yang baru tiba di rumah terkejut.

“Anak babi sangat hampir tidak dapat dipisahkan dari pemiliknya, mereka akan terus mengeluarkan suara untuk memaksamu bermain atau memberinya makan,” kata Chen.

Ia juga menambahkan bahwa banyak pemilik yang kewalahan dan menelantarkan anak babi peliharaannya hanya dalam beberapa bulan.

Pengunjung di sebuah peternakan peliharaan di utara kota Taoyuan tampak menikmati saat-saat mereka memberi susu kepada anak-anak babi di kandang, dan banyak juga yang ingin membawa babi-babi itu pulang.

“Kami tidak menyarankan ini karena mereka adalah hewan ternak,” kata pemilik peternakan Yang San-guei.

Babi Bama, jenis yang paling sering dipelihara sebagai hewan peliharaan di Taiwan mungkin terlihat kecil dan lucu ketika muda, tetapi mereka dapat tumbuh hingga 60 kg, ujar Yang.

Tetapi jika ada pengunjung yang tidak keberatan, Yang mengatakan ia bersedia menjual seekor anak babi seharga 3,000 NTD (New Taiwan Dollar) atau sekitar Rp 1.360.650. Anak babi lainnya akan dijual ke pasar ketika kandangnya sudah tidak mampu menampung mereka.


Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Cermat Sebelum Memelihara Babi

Dokter hewan Chang Chien-ming menyarankan siapa pun yang ingin memelihara agar wajib melakukan penelitian menyeluruh kepada babi demi menghindari kejutan yang tidak menyenangkan.

“Sehingga mereka tahu seberapa besar babi ini dapat tumbuh dan menemukan rumah sakit hewan yang memadai dan mendidik diri mereka sendiri tentang aspek medis dan gizi,” kata Chang.

Dia mengatakan dia juga melihat semangat baru masyarakat untuk menjadikan babi sebagai hewan peliharaan selama setahun terakhir.

Klinik hewan yang mau merawat babi sulit ditemukan, kata Chang, dimana hanya satu dari seratus yang bersedia menerima babi sebagai pasien.

Banyak pemilik juga segera menyadari bahwa memiliki babi sebagai hewan peliharaan akan mengganggu rencana liburan mereka. Hotel hewan peliharaan tidak menerima babi.

Babi yang ditelantarkan di Taiwan lebih sulit untuk menemukan rumah baru daripada kucing atau anjing.

Tempat penampungan yang didanai secara swadaya oleh masyarakat tidak menerima babi karena mereka tidak diklasifikasikan sebagai hewan peliharaan, menyerahkannya kepada pecinta hewan atau tempat penampungan pribadi untuk membawanya.