Psikolog Dampingi 19 Murid SD Pelaku Pelecehan Seksual di Garut

Liputan6.com, Garut – Sebanyak 19 murid sekolah dasar di Garut, Jawa Barat, harus mendapat pendampingan intensif dari polisi karena kedapatan melakukan perilaku seksual menyimpang.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (23/4/2019), tim dokter dan psikolog Polda Jawa Barat pada Selasa pagi mendampingi satu persatu siswa.

Menurut psikolog Polda Jabar, upaya pendampingan tak hanya cukup satu kali dilakukan. 

“Pendampingan harus tetap berlanjut beberapa kali untuk menghilangkan trauma,” kata Kompol Cristofel.  

Sebelumnya, belasan anak di bawah umur di Garut, Jabar diduga menjadi korban sodomi sesama temannya. Sejumlah orangtua korban lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres setempat. Mirisnya, pelaku juga  merupakan teman sebaya korban yang masih anak-anak.  

Rata-rata korban berusia 12 tahun, masih duduk di bangku kelas 6 SD dan 1 SMP. Pelaku diduga kakak kelas.

Perempuan Muda Dibakar Sampati Mati karena Laporkan Pelecehan Seks

Dhaka – Nusrat JahanRafi, seorang gadis Bangladesh, disiram minyak tanah dan dibakar di sekolahnya. Sekitar dua minggu sebelumnya, ia telah membuat pengaduan keluhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh kepala sekolahnya.

Keberaniannya dalam mengungkap pelecehan seksual dan kematiannya lima hari sesudah ia dibakar, serta segala hal yang terjadi di antara peristiwa-peristiwa itu telah mengguncang Bangladesh serta membawa perhatian pada kerentanan korban pelecehan seksual di negara Asia Selatan tersebut.

Nusrat, 19 tahun, berasal dari Feni, sebuah kota kecil 160 kilometer dari ibukota Dhaka. Ia belajar di madrasah atau sekolah Islam di Bangladesh. Pada tanggal 27 Maret, ia menyatakan kepala sekolah memanggilnya ke kantornya dan berulang kali menyentuhnya dengan cara tak pantas. Sebelum keadaan menjadi lebih buruk, ia pun kabur dari ruang itu.

Banyak perempuan muda di Bangladesh memilih untuk menyimpan dalam-dalam pelecehan dan kekerasan seksual yang mereka alami karena takut tambah dipermalukan oleh keluarga atau masyarakat mereka.

Yang membedakan dengan Nusrat Jahan adalah ia tidak hanya bicara, tapi ia juga melaporkan pelecehan seksual itu ke polisi dengan bantuan keluarganya pada hari ketika pelecehan seksual yang dituduhkan itu terjadi.

Di kantor polisi setempat, ia memberi pernyataan. Ia seharusnya disediakan tempat yang aman saat melaporkan pengalaman traumatisnya itu. Alih-alih, ia malah difilmkan oleh seorang petugas yang menerima laporannya saat menggambarkan siksaan yang ia hadapi.

Di rekaman video itu, terlihat jelas Nusrat merasa tertekan dan mencoba menyembunyikan wajahnya dengan tangan. Polisi yang menerima pengaduannya terdengar mengatakan “tak apa-apa” dan meminta Nusrat menyingkirkan tangan dari wajahnya. Belakangan, rekaman video itu bocor ke media setempat.

‘Saya mencoba membawanya ke sekolah’

Nusrat Jahan Rafi berasal dari kota kecil, datang dari sebuah keluarga yang konservatif, serta belajar di sekolah agama. Bagi seorang perempuan dalam posisinya, melaporkan pelecehan seksual bisa mendapat konsekuensi berat. Korban kerap menerima penghakiman dari komunitasnya, pelecehan – secara langsung maupun daring – dan dalam beberapa kasus, serangan fisik dengan kekerasan. Nusrat mengalami semua pengalaman tersebut.

Pada tanggal 27 Maret, sesudah ia melapor, polisi menangkap sang kepala sekolah. Namun persoalannya memburuk bagi Nusrat. Sekelompok orang berkumpul di jalan menuntut pembebasan si kepala sekolah. Protes ini diatur oleh dua orang murid laki-laki. Politisi setempat diduga ikut hadir di sana. Orang-orang mulai menyalahkan Nusrat. Keluarganya mulai merasa khawatir akan keselamatannya.

Tak urung, pada tanggal 6 April, atau sebelas hari sesudah pelecehan seksual terhadapnya, Nusrat datang ke sekolah untuk menghadiri ujian akhir.

“Saya mencoba membawa saudari saya itu ke sekolah dan masuk ke dalam, tapi saya dihentikan dan tak diperbolehkan masuk,” kata saudara Nusrat, Mahmudul Hasan Noman.

“Kalau saya tak dihentikan, hal seperti itu tak akan terjadi pada saudari saya itu,” katanya.

Menurut sebuah pernyataan yang diberikan oleh Nusrat, seorang teman perempuannya di sekolah membawanya ke atap sekolah sambil berkata seorang temannya dipukuli. Ketika Nusrat tiba di atap, empat atau lima orang – memakai burqa – mengelilinginya dan diduga mendesaknya untuk menarik tuduhannya kepada si kepala sekolah.

Ketika Nusrat menolak, mereka membakarnya.

Kepala penyelidik kepolisian Banaj Kumar Majumder mengatakan para pelaku ingin agar pembunuhan “itu terlihat seperti bunuh diri”. Rencana itu gagal ketika Nusrat berhasil diselamatkan ketika mereka meninggalkan tempat kejadian. Nusrat mampu memberi pernyataan sebelum meninggal dunia.

“Salah satu pembunuh itu menekan kepalanya dengan tangannya, dan minyak tanah tidak disiramkan ke kepala, maka kepalanya tak terbakar,” kata Majumder kepada BBC Bengali.

Namun ketika Nusrat dibawa ke rumah sakit setempat, dokter menemukan luka bakar telah menutupi 80 persen tubuhnya. Karena tak sanggup menangani luka tersebut, mereka mengirim Nusrat ke Dhaka Medical College Hospital.

Di dalam ambulans, karena khawatir tak akan selamat, Nusrat merekam pernyataan di telepon genggam saudaranya.

“Si kepala sekolah itu telah menyentuh saya. saya akan melawan kejahatan ini hingga napas saya yang terakhir,” begitu bunyi rekamannya.

Ia juga mengidentifikasi beberapa penyerangnya sebagai para pelajar di sekolahnya.

Berita tentang Nusrat mendominasi pemberitaan media di Bangladesh. Pada tanggal 10 April ia meninggal dunia. Ribuan orang datang ke pemakamannya di Feni.

Sejak itu, polisi telah menahan 15 orang, tujuh di antaranya dituduh terlibat dengan pembunuhan. Di antara mereka yang ditangkap, terdapat dua orang pelajar yang mengorganisir protes mendukung si kepala sekolah. Si kepala sekolah sendiri masih di dalam tahanan. Polisi yang memfilmkan pengaduan pelecehan seksual Nusrat telah dipindahkan dari jabatannya dan dialihkan ke departemen lain.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina telah bertemu keluarga Nusrat di Dhaka dan berjanji bahwa setiap orang yang terlibat di dalam pembunuhan itu akan diadili. “Tak ada pelaku yang akan terbebas dari tindakan hukum,” kata Sheikh Hasina.

Kematian Nusrat telah memicu protes dan ribuan orang menggunakan media sosial untuk menyatakan kemarahan mereka, baik terhadap kasus itu maupun pada perlakuan terhadap korban pelecehan dan kekerasan seksual di Bangladesh.

“Banyak perempuan yang tidak protes karena takut sesudah kejadian itu. Burqa, bahkan pakaian dari besi tak mampu menyetop pemerkosa,” kata Anowar Sheikh di laman Facebook BBC Bengali.

“Saya ingin punya anak perempuan sepanjang hidup saya, tapi sekarang saya takut. Melahirkan anak perempuan di negeri ini artinya hidup dan ketakutan dan kecemasan,” kata Lopa Hossain di post Facebook-nya.

Banyak orang protes di kampung halaman Nusrat Banyak orang protes di kampung halaman Nusrat (Shahadat Hossain)

Menurut kelompok pembela hak perempuan di Bangladesh,MahilaParishad, terdapat 940 peristiwa perkosaan di Bangladesh pada tahun 2018. Namun beberapa peneliti menyatakan angka sesungguhnya kemungkinan besar jauh lebih tinggi.

“Ketika seorang perempuan mencoba mencari keadilan untuk pelecehan seksual, ia harus menghadapi lebih banyak lagi pelecehan. Kasusnya bisa berjalan beberapa tahun, dan ia akan dipermalukan oleh masyarakat, keinginan polisi untuk melakukan penyelidikan yang pantas juga sangat kecil,” kata Salma Ali, pengacara hak asasi manusia dan bekas direktur asosiasi pengacara perempuan di Bangladesh.

“Ini membuat para korban berhenti mencari keadilan. Ujung-ujungnya para penjahat ini tidak dihukum, dan mereka akan melakukan kejahatan serupa. Yang lain tidak takut melakukan kejahatan semacam itu karena contoh-contoh yang terjadi ini.”

Kini orang-orang bertanya: mengapa kasus Nusrat hanya mendapat perhatian sesudah ia diserang? Dan apakah kasus Nusrat ini akan mengubah cara pandang orang tentang pelecehan seksual di Bangladesh?

Di tahun 2009, Mahkamah Agung memerintahkan pembangunan ruang khusus untuk pelecehan seksual di lembaga pendidikan di mana para pelajar bisa melakukan pengaduan, tetapi hanya sedikit sekali sekolah yang menjalankan perintah itu. Para aktivis kini menuntut agar perintah itu dilaksanakan dan dimasukkan ke dalam undang-undang agar bisa melindungi para pelajar.

“Peristiwa ini telah mengguncang kita, tetapi sebagaimana kita lihat di masa lalu, peristiwa ini dilupakan seiring berjalannya waktu. Saya pikir tak akan banyak perubahan sesudah ini. Kita harus lihat apakah keadilan ditegakkan,” kata Profesor Kaberi Gayen di Universitas Dhaka.

“Perubahan telah datang, baik secara psikologis maupun dalam pelaksanaan penegakan hukum. Kesadaran tentang pelecehan seksual harus dimunculkan sejak anak-anak di sekolah-sekolah,” kata Prof Kaberi.

“Mereka harus belajar, apa yang benar dan salah dalam hal pelecehan seksual.”


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Paus: Gereja Harus Akui Sejarah Pelecehan dan Dominasi Pria

Vatikan – Pemimpin gereja Katolik tertinggi di dunia Paus Fransiskus meminta pihak gereja mengakui sejarah dominasi pria dan pelecehan seksual terhadap wanita. Selain itu Paus meminta gereja berupaya mengembalikan kepercayaan kaum muda pada gereja.

“Gereja yang hidup dapat melihat kembali sejarah dan mengakui bagian yang adil dari otoritarianisme laki-laki, dominasi, berbagai bentuk perbudakan, pelecehan dan kekerasan seks,” kata Paus seperti dilansir Reuters, Selasa (2/4/2019).

Paus menyebut kasus pelecehan seksual oleh rohaniawan sebagai ‘sebuah tragedi’ dan meminta kaum muda untuk membantu gereja di ‘saat gelap’. Menurutnya cara itu dapat membantu pihak gereja untuk mengajak menghormati kaum perempuan.

“Dengan pandangan ini, dia dapat mendukung seruan untuk menghormati hak-hak wanita, dan menawarkan dukungan yang meyakinkan untuk balasan yang lebih besar antara pria dan wanita, sementara tidak menyetujui dengan segala sesuatu yang diajukan beberapa kelompok feminis,” ujarnya.

“Gereja harus menjaga dan menarik kaum muda dengan menjelaskan doktrinnya dengan lebih baik, katanya.

Terkait kasus pelecehan seks, Paus pernah menolak pengunduran diri yang diajukan Kardinal Prancis, Philippe Barbarin, yang terbukti bersalah menutupi skandal seks pastor. Kardinal Barbarin dijatuhi hukuman percobaan enam bulan penjara usai dinyatakan bersalah tidak melaporkan dugaan kekerasan seksual oleh seorang pastor di wilayah keuskupannya.

Diketahui bahwa usai dijatuhi hukuman percobaan dalam persidangan di Lyon pada 7 Maret lalu, Kardinal Barbarin menyatakan akan mengajukan pengunduran diri kepada Paus Fransiskus. Pengunduran diri itu baru diserahkan kepada Paus Fransiskus di Vatikan pada Senin (18/3) waktu setempat.

“Senin (18/3) pagi, saya menyerahkan misi saya kepada Bapa Suci (Paus Fransiskus-red). Dia bicara soal praduga tak bersalah dan tidak menerima pengunduran diri ini,” ucap Kardinal Barbarin dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Rabu (20/3/2019).
(abw/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dipecat karena Pelecehan, Petinggi Google Dapat Pesangon Rp 642 Miliar

Perkara pesangon kepada pelaku pelecehan seksual menjadi ironi besar di Google. Pasalnya, belakangan ini Google menampilkan diri mereka sebagai platform yang pro terhadap perempuan. 

Baru pada 8 Maret kemarin Google merayakan hari perempuan internasional via Google Doodle. Perusahaan mesin pencari itu sengaja memilih 13 kutipan wanita dari masa lalu maupun sekarang, dan menghubungkan mereka ke dalam satu tema utama, yakni dari perempuan memberdayakan perempuan.

Google menambahkan, “proses memilih13 kutipan itu sangat sulit, tetapi kami bertujuan memasukkan seluruh representasi suara wanita yang beragam untuk merayakan komunitas perempuan di masa lalu, sekarang, dan masa depan.”

Informasi, gagasan mengenai perayaan Hari Perempuan Internasional dikemukakan pada abad ke-20, yakni di tengah gelombang industrialisasi yang menyebabkan adanya protes tentang kondisi kerja.

Di antaranya adalah protes kaum perempuan yang bekerja di pabrik pakaian pada 8 Maret 1857. Mereka protes lantaran kondisi kerja yang buruk dan gaji rendah.

Dewasa ini, gerakan #MeToo dan Time’s Up juga menjadi populer dalam mendukung pemberian peluang setara bagi perempuan serta perlindungan terhadap predator seksual di dunia kerja. Slogan Time’s Up pun dibawa oleh para pegawai Google yang protes karena kasus pesangon ini.

Cerita Salah Satu Anak yang Jadi Korban Pelecehan Seks Kardinal Pell

Melbourne

Keluarga salah satu remaja putra yang menjadi korban pelecehan seksual Kardinal George Pell telah mengungkapkan kesedihan dan kemarahan melihat hidup putra mereka hancur setelah adanya pelecehan tersebut.

Korban pelecehanPell

  • Ayah dari salah seorang remaja korban George Pell mengatakan anaknya berubah setelah pelecehan tersebut
  • Polisi mengatakan Gereja Katolik adalah lembaga yang ‘sulit’ ditangani
  • Keluarga dan polisi memuji korban yang masih hidup yang berani berbicara

Remaja itu adalah satu dari dua anak berusia 13 tahun yang dianiaya secara seksual oleh Pell di ruang sakristi di Katedral St Patrick di Melbourne di tahun 1996.

Ayahnya mengatakan kepada program Four Corners ABC bagaimana anaknya berubah dari seorang anak yang ceria tanpa mereka tahu mengapa.

“Dia berubah dari remaja yang menyenangkan, yang sering ikut nonton pertandingan sepakbola bersama saya, yang suka pergi membantu kakek neneknya, dan membantu di rumah, menjadi anak keluyuran terus.” kata ayah anak tersebut.

“Pelajaran sekolahnya saya melihat mulai menurun. Seluruh perilakunya berubah. Dia berubah total menjadi anak yang sama sekali lain.”

Andrew La Greca adalah juga salah satu anggota kelompok paduan suara, di mana remaja tersebut dilecehkan dan juga melihat adanya perubahan pada remaja tersebut.

“Dia berubah sama sekali, betul-betul berbeda. Dia tidak perduli apapun, tidak perduli dengan siapapun. Bahkan sama sekali tidak mau bernapas.” kata La Greca.

Kelompok remaja anggota koor St Patrick di tahun 1996
Kelompok remaja anggota koor St Patrick di tahun 1996. (Supplied)

Dalam masa setahun setelah peristiwa tersebut, remaja ini mulai menggunakan heroin.

“Saya menemukan kertas timah yang sudah terbakar. Orang tua saya juga melihat hal tersebut, kakek neneknya.” kata ayahnya lagi.

Ibunya dua kali bertanya kepadanya apakah dia pernah mengalami pelecehan seksual, namun remaja tersebut tidak pernah mengungkapkan apa yang pernah dialaminya.

“Sangat menyedihkan melihat anak kita sendiri menjadi seperti itu. Sulit sekali ketika kita mengalaminya.” katanya kepada Four Corners.

Remaja tersebut meninggal karena overdosis di tahun 2014.

Barulah setahun setelah anaknya meninggal, ketika korban lain melaporkan apa yang dialaminya secara resmi, keluarga tersebut menyadari apa yang terjadi dengan putra mereka.

Ayah remaja tersebut mengatakan perasaannya campur aduk mengenai persidangan dan keputusan bersalah yang dicapai para juri mengenai Kardinal George Pell.

“Saya senang sekarang sudah berakhir dan saya mendapat gambaran mengenai apa yang dialami anak saya, mengapa dia berbuat seperti itu.” katanya.

“Dan saya sendiri. saya benci, saya benci dengan Gereja Katolik.”

Pengacara Pell mengatakan Kardinal tetap menyatakan tidak bersalah dan sudah mengajukan banding.

Polisi mengatakan mengalami kesulitan berhubungan dengan Gereja Police Sergeant Doug Smith
Sersan Polisi Doug Smith. (ABC News: Jeremy Story Carter)

Doug Smith adalah salah seorang sersan polisi yang ditugaskan menangani kasus Pell.

Dalam wawancara dengan Four Corners, dia mengatakan selama bertahun-tahun terlibat dalam tim yang menangani kasus pelecehan seksual anak-anak, Gereja Katolik adalah institusi yang ‘sulit’ untuk diajak bekerja sama.

“Mereka secara terbuka mengatakan akan bekerja sama, namun saya bisa mengatakan mereka bukanlah seperti seorang pengunjuk rasa yang tidur di jalan, dan tidak melawan ketika disuruh pindah. Mereka adalah seperti pengunjuk rasa dimana polisi harus mengangkat orang tersebut dan kemudian menyeret dari dengan paksa.” kata Smith.

“Saya kira itulah bentuk kerjasama yang

Dan meski Pell bekerja sama dengan polisi sepanjang waktu, Sersan Smith mengatakan mereka juga menghadapi sikap arogan dari Kardinal tersebut.

“Sikap arogan yang diperlihatkan oleh mereka yang punya kedudukan tinggi dalam masyarakat. Ketika ketika seseorang dalam kedudukan tersebut, maka ada sikap arogansi yang ditunjukkannya. Dan dia tidak menutup-nutupinya ketika berhubungan dengan polisi.” katanya lagi.

A photograph showing the interior of a priest's sacristy, with a timber panelled kitchenette and robes hanging on a rack.
Ruang sakristi di Katedral St Patrick Melbourne dimana pelecehan seksual terjadi. (Supplied)

Keluarga korban dan polisi memuji keberanian korban untuk menceritakan apa yang dialami dan memberi kesaksian yang pada akhirnya membuat Kardinal Pell dinyatakan bersalah.

Korban tetap meminta identitasnya disembunyikan setelah keputusan bersalah.

“Dia patut mendapat ucapan selamat karena dia melakukan tugasnya dengan baik sehingga ceritanya dipercaya.” kata Sersan Smith.

“Yang harus dilakukannya adalah menceritakan kebenaran, itu saja yang perlu dilakukan. Dan bagi juri untuk percaya dengan cerita itu, saya kira bagus sekali.”

“Tidak seorang pun kebal hukum. Gereja Katolik tidak kebal hukum.”

Andrew La Greca
Andrew La Greca (ABC News: Jeremy Story Carter)

Andrew La Greca mengatakan lega bahwa hukum ditegakkan bagi rekannya sesama anggota koor, dan memuji korban yang berani melaporkan kasusnya.

“Dia adalah pahlawan. Saya kira secara mendalam, dia melakukannya bukan untuk dirinya sendiri. Dia melakukannya untuk yang lainnya juga.” kata La Greca.

Tonton Penyelidikan Louise Milligan berjudul Guilty, hari Senin (4/3/2019) malam dalam acara Four Corners jam 8.30pm di ABC TV dan iview.

(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ini Bentuk Pelecehan Marko Simic pada Penerbangan ke Sydney

Jakarta – Striker Persija Jakarta Marko Simic terjerat masalah hukum setelah diduga melakukan pelecehan pada penerbangan dari Denpasar menuju Sydney, Australia, 10 Februari lalu. Gusti Randa, kuasa hukum yang ditunjuk Persija untuk menangani kasus itu, membeberkan tindakan pelecehan yang dilakukan penyerang asal Kroasia tersebut. 

Gusti Randa menyebut Simic mengawalinya dengan memegang tangan korban dan berlanjut dengan memegang paha.

Dari temuan yang ditelusuri Gusti Randa lewat Garuda Indonesia, maskapai penerbangan yang digunakan Persija saat terbang ke Sydney, diketahui pramugara penerbangan mendapatkan pengaduan dari korban perempuan berinisial RW, terkait pelecehan yang dilakukan yang diduga dilakukan Marko Simic.

“Simic dan perempuan ini sudah saling mengenal, artinya sudah kenalan di atas pesawat, jadi bukannya tidak kenal ketika itu terjadi. Ada sedikit pegangan tangan, Simic memegang tangan perempuan itu yang kemudian merasa tidak suka dengan hal tersebut. Kemudian dipegang lagi pahanya, perempuan itu tidak suka dan melaporkannya kepada pramugara,” ungkap Gusti Randa yang ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

“Akhirnya perempuan itu dipindahkan ke kursi di baris ke-21. Selesai masalahnya, tapi perempuan itu merasa tidak aman karena ada rasa takut digoda lagi. Kemudian dia mengadukan kepada pramugara. Dalam penerbangan sebenarnya ada beberapa tahapan sebuah peringatan kepada penumpang, mulai peringatan pertama, peringatan kedua, dan peringatan terakhir, dan untuk Simic hanya ada peringatan pertama,” lanjut anggota Exco PSSI itu.

Menurut Gusti Randa, Simic sudah langsung meminta maaf di atas pesawat dan langsung kembali ke kursinya setelah manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, dipanggil untuk memberi nasihat. Permintaan maaf dilakukan setelah ada komunikasi antara Simic, pramugara, dan korban.

Gusti Randa kini sedang mencari informasi lanjutan mengenai penahanan terhadap Simic yang tidak boleh meninggalkan Australia. Menurutnya, Simic tiba-tiba dibacakan peringatan terakhir oleh pramugara sebelum mendarat.

Selain itu, Gusti Randa menyebut Garuda Indonesia akan memberikan kronologis tersebut untuk dijadikan bukti persidangan kedua Marko Simic pada 9 April 2019.


Sumber: Bola.com

Mengenal Anoreksia Seksual, Kala Pasangan Tak Ada Nafsu Bercinta

Liputan6.com, Jakarta Kalau mendengar kata anoreksia, tentunya kita berpikir tentang kelainan dalam makan. Namun, bagaimana dengan anoreksia seksual?

Istilah anoreksia seksual ini ternyata ada dan dipopulerkan oleh pakar seks Patrick Carnes. Menurut Carnes anoreksia seksual adalah penghindaran kompulsif terhadap aktivitas seks dan hal-hal yang berhubungan dengan seks.

Dalam bukunya, Sexual Anorexia: Overcoming Sexual Self-Hatred, Carnes memasukkan anoreksia seksual sebagai bentuk kecanduan seks.

Carnes menjelaskan, anoreksia berarti tanpa nafsu makan (anoreksia berasal dari kata Yunani, orexis), jadi anoreksia seksual mengacu pada kurangnya nafsu seksual.

“Apa yang membuatnya menjadi bentuk kecanduan adalah penghindaran kompulsif dari seks,” katanya.

Lantas siapa saja yang bisa mengalaminya? Menurut Carnes, masalah soal gairah bercinta ini bisa memengaruhi pria maupun wanita.

2 dari 2 halaman

Bukan diagnosis resmi

Korban pelecehan seksual di masa lalu atau penolakan seksual paling sering terpengaruh dan seringkali tidak mengetahui alasan kesulitan mereka dalam berhubungan seks.

“Individu dengan anoreksia seksual mungkin juga memiliki masalah bersamaan dengan kecanduan lainnya, seperti kecanduan makanan, kecanduan zat, dan masalah obsesif atau didorong oleh kecemasan lainnya.”

Seseorang yang anoreksia seksual, kata Carnes, bisa melakukan hubungan seksual sesekali. Misalnya saja seorang anoreksia seksual mungkin tidak melakukan hubungan seksual kecuali ketika dia mabuk. Dalam hal ini, batas-batas kaku dalam berekspresi seksual hancur ketika hambatan diturunkan.

Terlepas dari kebencian mereka pada seks, lanjut Carnes, anoreksia seksual mungkin terlibat dalam hubungan seksual, termasuk pernikahan. Meskipun kualitas hubungan tersebut kemungkinan akan terganggu dengan menghindari seks.

Walau begitu, definisi anoreksia seksual bukan diagnosis resmi dalam American Psychiatric Association (APA)’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Namun, terapis seks, konselor pasangan, dan psikolog sudah mengenal dengan baik kondisi penghindaran seks ini.

“Jika Anda atau pasangan mengalami kesulitan dengan perasaan Anda tentang seks atau ekspresi seksual, Anda mungkin bisa mendapatkan rujukan ke terapis seks,” pesan Carnes.



Saksikan juga video menarik berikut

Pesan Chat Bocor, Seungri Bigbang Dituding Sediakan PSK untuk Calon Investor

Seoul- Setelah terseret dalam kasus Burning Sun, Seungri Bigbang kembali terkena masalah baru. Baru-baru ini, ia dituding menyediakan pekerja seks komersial (PSK) kepada seorang kliennya yang kaya.

Dilansir dari Allkpop, Selasa (26/2/2019), hal ini diawali dengan penemuan SBS funE saat menyelidiki tentang kontroversi Burning Sun. Mereka mendapat pesan KakaoTalk antara Seungri Bigbang, penyanyi C, dan Mr Yu dari Yuri Holdings, seorang pria yang memimpin perusahaan tersebut bersama Seungri pada 2015.

Pesan tersebut bertanggal 6 Desember 2015 pukul 23.38 waktu Korea. Seungri Bigbang melakukan chatting dengan seseorang bernama Kim yang diketahui merupakan seorang karyawan di sebuah klub.

Dalam pesan itu, Seungri Bigbang meminta Kim untuk melakukan hal yang telah dipesankan sebelumnya. Berikut adalah isi percakapan antara Seungri dan orang-orang tersebut:


Simak berita menarik lain di JawaPos.com

2 dari 4 halaman

Percakapan (1)

“Kim, lakukan seperti yang B katakan dan booking Arena Main’s 3,4. Di sana ada klien dari Taiwan. Hubungi OO untuk meminta bantuan,” tulis Seungri.

Kim pun membalas pesan tersebut. “Gadis mana yang bisa aku hubungi sekarang? Dia adalah orang Tionghoa. Aku telah memperbaiki semua ruangan. B ingin wanita sendiri,” balasnya.

“Pastikan kamu mengelola B dengan baik sehingga dia tidak terjebak dengan orang lain,” ujar Mr. Yu yang juga bergabung dalam obrolan tersebut.

“Aku akan tetap berada bersamanya,” jawab Kim.

“Lakukan semuanya dengan benar, jangan mengacaukannya!” tambah Seungri.

“Pilih seseorang yang bisa melayaninya. Seseorang yang tidak bisa berbahasa Inggris. Seseorang seperti Lee (CEO Burning Sun saat ini),” kata Mr Yu.

“Kami memiliki dua ruang utama dan keamanan yang baik untuk mereka. Aku akan memperhatikan mereka dengan baik,” kata Kim lagi.

“Bagaimana dengan perempuannya? Pilih satu yang akan tidur dengan mereka tanpa keributan,” ujar Seungri lagi.

3 dari 4 halaman

Percakapan (2)

“Aku memanggil mereka, tetapi aku bertanya-tanya, apakah mereka akan menyerah? Mereka mungkin tidak akan tidur bersama jika bukan denganmu. Aku menghubungi yang murah. Wow, orang-orang harus menjaga gadis itu. Di sana ada tiga yang lebih ba** daripada aku. Aku menelepon (nama perempuan yang dihapus). Aku mendengar, mereka gangster Taiwan,” lanjut Kim.

“Orang Tionghoa suka gadis plastik,” tambah penyanyi C.

“Lakukan saja dengan baik!” kata Seungri kemudian.

Mr Yu lalu menambahkan bahwa ia sedang mempersiapkan para PSK itu.

“Jadi ketika mereka datang, Kim kamu urus mereka dan bawa ke ruangan hotel. Dua sudah cukup kan?” katanya.

“Iya, aku mengirim dua gangster ke kamar hotel,” ujar Kim.

4 dari 4 halaman

Investor

Disebut-sebut, klien B yang mereka dibicarakan dalam percakapan kemudian berpartisipasi sebagai investor utama di Yuri Holdings pada April 2016 lalu. Seungri sendiri telah mengundurkan diri sebagai CEO Yuri Holdings, perusahaan yang semula didirikan di bawah namanya. Nama perusahaan tersebut diganti setelah Mr Yu bergabung dengan perusahaan sebagai CEO.

Yuri Holdings sendiri dikabarkan berafiliasi dengan Burning Sun, klub yang saat ini tengah diinvestigasi karena ditemukan beberapa kasus. Mulai dari pemukulan yang merembet ke narkoba, dan pelecehan seksual.

Terkait temuan chat ini, YG Entertainment menolak untuk memberikan respons kepada SBS funE.

Sumber: JawaPos.com/  Deti Mega Purnamasari

Ancaman Risiko Berhubungan Seks dengan Binatang

Liputan6.com, Jakarta Ada risiko yang mengancam dari perilaku seks menyimpang dengan binatang. Bagi para aktivis hak-hak binatang, mereka sering kali menentang perilaku seks menyimpang tersebut.

Mereka mengklaim, penyimpangan seksual semacam itu bukan hanya dinilai sebagai kejahatan seksual terhadap binatang, melainkan sering berakhir dengan menyakiti anak-anak dan perempuan, menurut Psikiater Era Dutta asal India, dikutip dari Latestly, Senin, 25 Februari 2019.

Dalam bahasa psikologis, seks menyimpang dengan binatang dikenal dengan dua istilah, yaitu zoophilia dan bestiality. Kedua istilah ini saling berkaitan.

Zoophilia adalah ketertarikan seksual terhadap binatang, sedangkan bestiality terlibat dalam hubungan seksual dengan binatang. Artinya, seseorang yang punya hasrat seksual bisa saja menyetubuhi binatang.

Dari jurnal berjudul Zoophilia dan Bestiality: Cross-Cultural Perspective, yang ditulis Richard Kahn dari Antioch University, Los Angeles Amerika Serikat tahun 2007 dan dicetak dalam Encyclopedia of Human-Animal Relationships, Publisher: Greenwood Press ada sebuah kasus tentang risiko menyetubuhi binatang.

Kasus ini terjadi pada tahun 2005. Seattle Times pada tahun 2005 menerbitkan artikel tentang seorang pria yang meninggal karena usus besar yang berlubang setelah berhubungan seks dengan kuda.

Kolumnis surat kabar, Danny Westneat mengungkap kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tak ayal, berita berhubungan seks dengan binatang banyak dicari dan diunduh pembaca. Artikel itu pun menjadi yang paling populer dibaca.



Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Kontak seksual dengan binatang

Profesor dari Angelo State University, Amerika Serikat, Sangeeta Singg memaparkan, zoophilia dianggap sebagai hal yang tabu dalam masyarakat modern. Tingkat prevalensi yang dilaporkan berkisar antara 8,3 persen hingga 4,9 persen pada pria dan 3,6 persen hingga 1,9 persen untuk wanita dalam populasi.

Temuan prevalensi itu ditulis Singg dalam Journal of Biological and Medical Sciences berjudul Health Risks of Zoophilia/Bestiality, yang diterbitkan 15 Maret 2017.

Namun, dalam kasus pasien rawat inap psikiatri, tingkat prevalensi zoophilia sangat tinggi (55 persen). Prevalensi zoophilia di berbagai belahan dunia tidak diketahui karena implikasi hukum dan sifat tabu dari subjek. Di Amerika Serikat dan banyak negara lain, seks menyimpang juga dianggap pelecehan terhadap hewan.

Bestiality juga dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kontak seksual dengan hewan dapat menyebabkan masalah kesehatan berupa penyakit zoonosis. Penyakit zoonosis adalah penyakit hewan yang bisaditularkan dari hewan ke manusia.

Singg menuliskan beberapa risiko penyakit akibat berhubungan seks dengan binatang.

Leptospirosis

Setiap kontak dengan organ seksual anjing, sapi, babi, kuda, dan domba dapat menularkan penyakit bakteri ini ke manusia. Leptospirosis dapat menyebabkan meningitis yang menyebabkan kematian pada sekitar 10 persen pasien.

3 dari 3 halaman

Penularan penyakit ke manusia

Echinococcosis

Cacing parasit dari kotoran anjing, kucing, dan domba dapat menyebabkan penyakit ini. Cacing menyebabkan munculnya kista di paru-paru, hati,otak, limpa, jantung, dan ginjal. Jika tidak diobati, penyakit ini bisa jadi fatal.

Rabies

Salah satu yang paling parah dari zoonosis, rabies ditularkan dari air liur kucing, anjing dan kuda. Ini adalah infeksi virus yang memengaruhi sistem saraf pusat dan hampir selalu berakibat fatal jika tidak dirawat.

Penyakit urologis

Ada juga faktor risiko penyakit urologis di antara manusia. Sebuah studi terhadap 118 pasien kanker penis, 44 persen pasien melaporkan, dirinya melakukan kontak seksual dengan binatang.

“Ini mengarah pada kesimpulan, seks dengan binatang adalah faktor risiko masalah kanker penis dan mungkin berhubungan dengan penyakit kelamin,” jelas Singg.

Selain penyakit yang bisa ditularkan, ada juga risiko cedera yang bisa disebabkan oleh hewan besar seperti kuda selama hubungan seksual.

Menguak Zoophilia dan Bestiality, Seks Menyimpang dengan Binatang

Liputan6.com, Jakarta Kabar incest (hubungan sedarah) di Lampung menjadi perbincangan publik, yang mana di antara anggota keluarga tersebut ada yang berhubungan seks dengan binatang. Bersetubuh dengan kambing dan sapi milik tetangga sempat dilakukan oleh si anak bungsu dalam keluarga tersebut.

Menilik kasus tersebut, berhubungan seks dengan binatang termasuk perilaku menyimpang. Dalam bahasa psikologis dikenal dua istilah, yaitu zoophilia dan bestiality. Kedua istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan perilaku seks menyimpang dengan binatang.

Zoophilia adalah daya tarik seksual terhadap binatang, sedangkan bestiality terlibat dalam hubungan seksual dengan binatang. Keduanya saling terkait, seseorang yang punya daya tarik seksual akan menyetubuhi binatang.

Psikiater Era Dutta asal India menegaskan, seks menyimpang dengan binatang adalah kejahatan spontan (zoofilia oportunistik), yang mana orang-orang secara kebetulan menggunakan binatang untuk melakukan kejahatan (kejahatan seksual terhadap binatang), dilansir dari Latestly, Senin, 25 Februari 2019.

Ini dilakukan karena mereka tidak memiliki akses untuk memenuhi hasrat seksual melalui cara yang dapat diterima secara sosial. Seseorang yang zoophiles (sebutan untuk zoophilia) memiliki kecenderungan untuk mengembangkan ikatan romantis dan emosional terhadap hewan.

Sebaliknya, mereka yang melakukan bestiality memandang, binatang hanya sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Tapi perilaku itu justru menyiksa dan melukai binatang.



Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Ungkapan cinta yang umum

Sebuah jurnal berjudul Why People Who Have Sex With Animals Believe That It Is Their Sexual Orientation — a Grounded Theory Study of Online Communities of Zoophiles, yang ditulis Damian Jacob Sendler tahun 2018 meneliti tentang zoophilia dan bestility.

Hasil penelitian menunjukkan, semua individu yang zoophiles memandang, ketertarikan mereka terhadap binatang sebagai ungkapan cinta yang umum.

“Ungkapan cinta ini sebanding dengan ikatan cinta manusia dengan manusia. Mereka beranggapan, daya tarik zoophiles terhadap hewan hanya cinta terhadap spesies yang berbeda. Karena kita semua adalah bagian dari alam,” tulis Damian sebagai seksolog forensik di Felnett Health Research Foundation, New York, Amerika Serikat.

Jurnal juga mencatat, zoophilia dan bestiality ini termasuk perilaku seksualitas yang melibatkan cinta tanpa syarat, ungkapkan perasaan, tindakan, dan ketertarikan seksual. Hubungan heteroseksual juga terjadi dalam hewan sehingga zoophiles memandang cinta mereka dengan hewan sama dengan semua jenis cinta makhluk hidup lain.

Istilah zoophilia mulai dikenal pada abad ke-20 dan diidentifikasi sebagai America Psychiatric Association (APA) dalam bentuk paraphilia–bentuk klinis seksual yang menyimpang dan disfungsi psikologis pada individu. Ini karena ketertarikan mereka dan keinginan untuk berhubungan seks denganhewan, bukan manusia, menurut jurnal berjudul Zoophilia dan Bestiality: Cross-Cultural Perspective.

Jurnal ini ditulis Richard Kahn dari Antioch University, Los Angeles Amerika Serikat tahun 2007 dan dicetak dalam Encyclopedia of Human-Animal Relationships, Publisher: Greenwood Press.

3 dari 3 halaman

Legal di beberapa negara bagian AS

Walaupun seks dengan binatang adalah tindakan kejahatan seksual terhadap binatang, perilaku seks menyimpang ini legal di Kentucky, Amerika Serikat. Namun, seorang anggota parlemen negara bagian menyampaikan, sudah saatnya untuk melarang seks dengan binatang di Kentucky.

Kentucky adalah salah satu dari lima negara bagian yang mana bestiality adalah legal. Larangan untuk seks dengan binatang diajukan di Senat negara bagian tersebut pada awal Januari 2019.

“Bagian dari kekecewaan saya adalah orang-orang berpikir, itu (bestiality) semacam lelucon,” kata Senator negara bagian Kentucky, Julie Raque Adams, dikutip dari Courier Journal.

Kentucky juga salah satu dari beberapa negara bagian di AS yang tidak memiliki undang-undang tentang praktik hubungan seks dengan binatang. Negara lain yang tidak punya undang-undang tersebut, yakni Wyoming, New Mexico; Virginia Barat dan Hawaii, serta Washington, D.C.

Sementara itu, ada Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perlindungan terhadap binatang, tapi RUU belum mendapatkan daya tarik di meja legislatif Kentucky. RUU yang diajukan pada tahun 2017 hanya melarang pelecehan seksual terhadap anjing peliharaan atau kucing.

RUU tidak membahas hubungan seks dengan binatang. Seiring wakut, penegakan hukum terlihat dengan mengawasi orang-orang yang melakukan pelecehan seksual terhadap hewan.

Pada tahun 2017, FBI mulai melacak kejahatan kekejaman terhadap hewan, termasuk bestiality dalam National Incident Based Reporting Systems.