Kecelakaan di Manggarai, Polisi: Pelaku Kabur, Mobil Ditinggal

Jakarta – Mobil sedan menabrak sejumlah pengguna jalan di Jl Saharjo, Manggarai, Jakarta Selatan. Usai terjadi tabrakan, pelaku kabur.

“Laporan awalnya sedan Camry nabrak-nabrakin, pelakunya kan kabur, mobilnya ditinggal,” kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar, Kamis (18/4/2019).

Dia mengatakan kasus kecelakaan ini ditangani Polda Metro Jaya. Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 19.40 WIB.


“Korban sampai saat ini masih didata,” kata Indra,

Sebelumnya diberitakan, akibat kecelakaan ini kondisi lalu lintas di sekitar lokasi sempat macet. Warga berkerumun di lokasi berhentinya mobil usai menabrak sejumlah pengguna jalan.

Di lokasi tersebut masih terlihat bekas pecahan-pecahan kaca imbas kecelakaan. Selain itu, ada bekas darah di lokasi kecelakaan yang terjadi.

“Ini tadi mobilnya berhenti di sini, terus pengendaranya dikeroyok warga karena katanya mau tabrak lari. Dua orang itu sudah dibawa tadi pakai ambulans,” kata seorang warga, Rahmat.
(jbr/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Korban dan Pelaku Dalam Kasus ABZ di Pontianak Sama-Sama Murid yang Baik

Liputan6.com, Jakarta Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengungkapkan bahwa korban dan pelaku dalam kasus ABZ di Pontianak, Kalimantan Barat, sama-sama berperilaku baik di sekolah.

Pihak sekolah, baik sekolah korban maupun pelaku, sendiri yang menyatakan bahwa murid-murid mereka itu anak yang baik. 

“Pihak sekolah menilai anak-anak tersebut berperilaku baik di sekolah,” kata Retno di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, pada Selasa sore, 15 April 2019. 

Dari pernyataan itu bisa diartikan bahwa pihak sekolah tidak mencampuri urusan proses hukum yang tengah dijalani ABZ dan pelaku. KPAI pun mengapresiasi hal tersebut.

Sebab, pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan sangat menghormati proses yang tengah berjalan.

“Intinya dengan tetap menjamin hak pendidikan anak, baik pelaku dan korban serta menyatakan hal-hal positif terbaik terhadap keduanya,” Retno menambahkan.

Di sisi lain, KPAI juga berfokus pada siber bullying. Ada dampak yang terjadi ketika anak-anak tersebut kembali mengikuti pembelajaran di sekolah. Perundungan yang ada di media sosial bisa terjadi di dunia nyata.

Simak video menarik berikut ini:

Audrey, siswi SMP di Pontianak yang alami penganiayaan masih berada di rumah sakit. Sang ayah jelaskan kondisi kesehatan anaknya setelah dirawat selama tiga hari.

Nyaris Ribut, Warga Amankan 3 Pelaku Politik Uang di Ciamis

Liputan6.com, Ciamis Hari kedua masa tenang kampanye, masyarakat dusun Ancol, Desa Sindangkasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berhasil menangkap tiga orang tak dikenal, yang diduga tengah melakukan praktek money politic atau politik uang.

Mengunakan modus sosialisasi, mereka membawa banyak uang dalam bentuk tunai yang telah dibungkus dalam amplop kecil berisi gambar salah satu calon anggota legislative DPRÔÇôRI dari partai Gerindra dan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Rahmanto (35), salah satu saksi warga sekitar mengatakan, gerak gerik mencurigakan ketiganya mulai diketahui sejak minggu malam, setelah ketiganya secara door to door mendatangi rumah warga, sambil membagikan amplop berisi uang senilai Rp 25.000 yang berisi gambar caleg Gerindra dan capres nomor urut 02.

“Kami akhirnya giring ke Sekretariat Panwaslu Ciamis untuk menghindari amukan masa yang hampir tidak terbendung,” ujarnya, Senin (15/4/2019).

Akhirnya setelah dilakukan pemeriksaan, ketiga membawa banyak amplop berisi uang dan kartu nama salah satu caleg DPR-RI dari partai Gerindra. “itu semuanya didapatkan dari tas barang bawaan ketiga pelaku,” ujarnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Ciamis Uce Kurniawan mengatakan, setelah mendapatkan laporan, lembaganya langsung melakukan pemeriksaan secara intensif, termasuk mengamankan sejumlah barang bukti.

“Dari ketiganya satunya berasal dari Ciamis dan dua orang lainnya berasal dari luar Jawa Barat yakni Aceh dan Kalimantan,” kata dia.

Untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan ketiganya dalam praktek money politik tersebut, lembaganya langsung menyerahkan ketiganya ke bagian penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) kabupaten Ciamis, untuk menunggu proses selanjutnya.

Sementara untuk menguatkan sejumlah barang bukti, lembaganya akan memanggil sejumlah pelapor dari warga sekitar, yang mengetahui praktik yang dilakukan ketiganya. “Jika terbukti calon yang bersangkutan juga bisa dikenakan sanksi pencoretan dan timnya akan kita klarifikasi,” ujarnya.

Pelaku dan Korban Mayat Dalam Koper Kenal Lewat Aplikasi Chatting Gay

Surabaya – Salah satu pembunuh dan pemutilasi mayat dalam koper, Aris Sugianto (34) mengaku telah mengenal Budi Hartanto hampir setahun. Tepatnya setelah lebaran tahun 2018 di bulan Juli.

“Kenal dari bulan Juli tahun lalu jadi udah sekitar hampir setahun,” kata Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gupuh Setiyono di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (15/4/2019).

Kepada petugas, Aris mengaku mengenal Budi lewat salah satu aplikasi chatting. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang menghubungkan para gay.

“Dia berkenalan dengan korban melalui aplikasi khusus gay. Tersangka sebagai perempuan dan korban laki-lakinya,” lanjut Gupuh.

Akhirnya, obrolan di aplikasi itu pun berujung pada pertemuan keduanya hingga merujuk pada hubungan asmara. Gupuh mengatakan keduanya sempat berhubungan seks selama empat kali.

Hubungan tersebut pun suka sama suka. Aris mengaku sangat sayang dengan kekasihnya hingga suka menuruti apa yang diminta korban. Misalnya saja, usai berhubungan, dia kerap memberi korban uang.

“Menurut keterangan yang bersangkutan setiap kali berhubungan ia mengatakan sayang kepada korban sehingga ia meminta apa yang diminta korban. Suka sama suka setiap ada korban meminta dikasih,” pungkasnya.
(hil/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pelaku Pembunuhan Jenazah Dalam Karung Masih Saudara Korban

Liputan6.com, Pandeglang – Tersangka S, pelaku pembunuhan dua jenazah dalam karung, masih memiliki ikatan saudara dengan salah satu korban.

“Inisial S adalah masih Keluarga dari korban SGP,” kata AKBP Indra Lutrianto, Kapolres Pandeglang, Minggu (14/4/2019).

Penemuan dua jenazah dalam karung menggegerkan warga Banten benerapa hari lalu. Dari enam terduga pelaku, baru dua tersangka yang ditangkap, yakni B dan S.

Tersangka B ditangkap di daerah Merak, Kota Cilegon, Banten. Sementara tersangka S ditangkap di Jakarta. Menurut Indra, motif ekonomi menjadi latar belakang pelaku tega membunuh korban. Indra mengungkapkan, ada dugaan kuat pelaku ingin memiliki kapal speed boat milik koban. 

“B dan S orang ini ikut dari awal, ketika para korban dan tersangka ikut pertemuan di daerah Binuangeun,” ungkapnya.

Jenazah AH, warga Kabupaten Lebak, Banten, ditemukan di Pantai Karibea pada Minggu, 7 April 2019, bersama batu yang digunakan sebagai pemberat.

Jenazah kedua dalam karung berinisial SGP, ditemukan di Sungai Cisekeut, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu, 10 April 2019.

Dua Pelaku yang ikut melakukan pembunuhan dua jenazah dalam karung berperan membuang jenazah AH Dan SGP dari atas kapal.

“Perannya, dari keterangan tersangka, hanya membantu membuang mayat tersebut. Mereka tidak dibayar,” jelasnya.

Atas perbuatan itu, para pelaku dijerat Pasal 340 KUHP, tentang pembunuhan berencana dan diancam hukuman penjara seumur hidup.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Warga dihebohkan dengan penemuan mayat dalam karung di Pandeglang, Banten.

Pengakuan Pelaku Rela Buang Mayat Dalam Karung ke Laut Pandeglang

Pandeglang – Dua pelaku pembuangan mayat dalam karung yaitu B dan S mengaku rela membuang jenazah ke laut karena iming-iming uang. Keduanya mengaku disuruh oleh 4 pelaku yang saat ini buron, mereka dijanjikan mendapat bagian uang jika speedboat korban laku terjual.

“Tidak (dibayar). Mereka nanti dijanjikan dari keuntungan (penjualan) kapal tersebut,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono kepada wartawan di Pandeglang, Banten, Minggu (14/4/2019).

Kedua pelaku tersebut diminta menyediakan kapal oleh 4 pelaku buron di kawasan perairan Anyer, Kabupaten Serang. Keduanya kemudian membuang jenazah korban pada sekitar pada Jumat malam (5/4) dan Sabtu (6/4) dini hari.


Indra mengatakan kedua pelaku mengetahui rencana pembunuhan Asep Hidayat (46) dan rekannya SJP (50). Ada pertemuan yang dilakukan pelaku bersama korban di kawasan Pantai Binuangeun, Lebak.

“Orang ini ikut dari awal ketika para korban dan tersangka melakukan pertemuan. Dari situ ada rangkaian komunikasi antar mereka (tersangka),” paparnya.

Diketahui, dua pelaku yang berperan sebagai pembuang jenazah ke laut ini ditangkap di Merak dan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelaku sehari-hari sebagai nahkoda dan anak buah kapal.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 340 KHUP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.
(yld/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pencarian Kepala Mayat dalam Koper, Ajak Pelaku Hingga Tersangkut Bambu

Kediri – Bagian kepala korban mutilasi mayat dalam koper ditemukan di sebuah sungai di Kabupaten Kediri. Bagian kepala yang terbungkus tas plastik dan karung beras itu ditemukan tersangkut ranting bambu.

Tim gabungan dari Polda Jatim mendatangi Dusun Plosokerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri pada Kamis (11/4) siang. Kemudian saat malam menjelang, pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku berinisial AJ di desa tersebut.

Pagi tadi, Jumat (12/4/2019) tim kemudian meminta pelaku menunjukkan tempat bagian kepala mayat dalam koper dibuang. Tim dan pelaku kemudian menelusuri Sungai Jemekan.

Pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 09.00 WIB. Tim menemukan bagian kepala korban mutilasi Budi Hartanto (28) tersangkut ranting-ranting bambu di aliran sungai.

“Kepala korban telah ditemukan anggota di sungai Dusun Plosokerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri,” kata Direskrimum Polda Jatim, Kombes Gupuh Setiyono.

Kondisi bagian kepala korban sudah memprihatinkan. Mengingat, mayat dalam koper pertama kali ditemukan di Blitar sejak Rabu (3/4).

Saat pertama ditemukan, bagian kepala tersebut terbungkus kain putih yang dilapisi kantong kresek dan karung beras.
(sun/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Satu Pelaku Mutilasi Mayat dalam Koper Ditangkap di Jakarta

Satu Pelaku Mutilasi Mayat dalam Koper Ditangkap di Jakarta Korban mayat dalam koper semasa hidup/Foto: Instagram

Surabaya – Satu pelaku pembunuhan dan mutilasi mayat dalam koper ditangkap di Jakarta. Satu pelaku lainnya akhirnya ditangkap di Kediri.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan satu pelaku ditangkap Jakarta, Kamis (11/4/2019) sore.

“Satu diungkap di Jakarta, satu di Kediri,” ungkap Barung di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (12/4/2019).

Berdasarkan kesaksian pelaku yang tertangkap di Jakarta, akhirnya polisi menangkap pelaku lainnya di Kediri malamnya.

“Yang Jakarta itu ditangkap kemarin sore, kemudian dia buka mulut akhirnya tertangkap satu pelaku di Kediri malamnya,” kata Barung.

Penemuan mayat dalam koper, Rabu (3/4) pukul 07.00 WIB membuat geger warga Blitar. Koper warna hitam itu ditemukan pencari rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu. Saat ditemukan, di dalam koper itu terdapat sesosok mayat tanpa bagian kepala.

Polisi berupaya terus menguak tabir mutilasi mayat dalam koper. Dengan memeriksa kembali 18 saksi dan olah TKP ulang. Selain itu polisi menyusuri Sungai Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar.
(hil/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

5 Pengakuan Mengejutkan Pelaku Penganiayaan Terhadap Siswi SMP di Pontianak

Seperti diketahui polisi telah menetapkan tiga tersangka atas kasus penganiayaan terhadap siswi SMP berinisial ABZ. Dari hasil pemeriksaan kepada para pelaku, terungkap motif aksi kekerasan tersebut. 

Menurut keterangan salah satu tersangka, dia mengaku sakit hati karena korban kerap mengungkit-ungkit persoalan piutang yang pernah dilakukan oleh almarhumah ibu tersangka.

“Dia suka bilang bahwa mama saya suka pinjam uang,” kata salah satu tersangka.

Saat itu, dia mengaku tidak bisa mengontrol emosi.

“Kalau ABZ tidak membuat omongan seperti ini, saya juga tidak akan melakukan hal ini. Saya kesal sampai saya tidak bisa mengontrol emosi,” lanjutnya.

Motif kedua terkait sindiran di media sosial oleh ABZ dan sepupunya yang dialamatkan kepada salah satu tersangka. Menurut tersangka, ia ingin menyelesaikan masalah tersebut, dengan jalan melakukan pertemuan pada hari kejadian.

Semula mereka berjanji bertemu pada malam hari. Namun, atas permintaan ABZ dan sepupunya, mereka akan bertemu pada siang hari.

Kemudian, ada tudingan bahwa mereka yang berinisiatif menjemput ABZ. Tuduhan ini ditampik oleh tersangka, dengan menyebut bahwa ABZ lah yang minta dijemput.

Dugaan Penyebab Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak Lakukan Kekerasan

Pertama, kemungkinan karena mereka berada di lingkungan yang biasa dengan kekerasan. Termasuk, para pelaku ini biasa mendapatkan kekerasan.

“Bisa jadi hal itu dilakukan karena kekerasan itu sudah jadi mindset mereka, seperti memukul orang yang lemah atau melakukan balas dendam itu hal biasa,” kata Astrid.

Bisa juga tindakan kekerasan dilakukan karena pelaku memiliki sifat sulit untuk melihat sudut pandang dari sisi yang lain.

Kemungkinan lainnya, mungkin salah satu dari 12 orang yang mengeroyok siswi Au memiliki bawaan agresi yang tinggi. “Mungkin, yang lain tidak seperti itu,” kata Astrid.