Bawaslu Pekanbaru Tangkap Caleg yang Bawa Rp 506 Juta

Liputan6.com, Pekanbaru – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pekanbaru, Riau, menangkap calon Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) berinisial DAN. Bersamanya disita uang Rp 506 juta yang diduga akan digunakan untuk serangan fajar atau money politic.

Selain perempuan dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) daerah pemilihan Riau 2 itu, dibawa pula tiga pria lainnya ke Kantor Bawaslu Pekanbaru di Jalan Kutilang untuk pemeriksaan intensif.

Menurut Ketua Bawaslu Pekanbaru Indra Kholid Nasution, pihaknya bersama Sentra Gakumdu punya waktu 14 hari kerja menaikan kasus ini ke penyidikan atau menetapkan pelaku sebagai tersangka, atau menghentikan karena tidak cukup bukti.

“Tujuh hari tambah tujuh hari prosesnya, itu dihari kerja ya,” kata Indra didampingi Kapolresta Kota Pekanbaru Komisaris Besar Polisi Susanto, Selasa petang, 16 April 2019.

Indra menjelaskan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat terkait rencana politik uang di Prime Park Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru. Diduga akan ada pergerakan pembagian uang menjelang pencoblosan pada 17 April 2019.

Petugas lalu bergerak ke hotel pukul 13.30 WIB, dan menangkap caleg bersama tiga orang tim suksesnya tadi. Dari keempatnya, petugas menyita uang Rp 506 juta yang disimpan dari beberapa wadah.

“Dalam tas ransel ada Rp 380 juta lebih, dalam beberapa amplop ada Rp 115 juta dan di tempat lain ada Rp 10 juta,” kata Indra.

Selain uang, petugas juga menyita enam buah telepon seluler. Bahkan beberapa telepon masih berdering ketika ekspos penangkapan oleh Bawaslu berlangsung.

“Adapun tiga pelaku lainnya inisial SA, FEI dan FA,” kata Indra.

Indra menjelaskan, semua amplop berisi uang berbeda tertulis nama kecamatan dan kabupaten serta kota di Riau. Apakah sang caleg juga ikut nantinya membagikan uang atau hanya menyuruh tim sukses, Bawaslu masih mendalaminya.

“Masih didalami, nanti diberitahukan perkembanganya ke media,” tegas Indra.

Jejak Masa Kecil Sandiaga Uno di Kota Pekanbaru

Terpisah, teman semasa kecil Sandi, Noviwaldy Jusman menyebut suami dari Noor Asia ini hanya beberapa tahun di Pekanbaru. Itupun tidak menetap karena terkadang harus tinggal di Kompleks Caltex di Duri dan Dumai.

“Setahu saya, cuman di Komplek Caltex Minas saja yang tak pernah, rumah kami berdekatan, satu komplek yaitu Jati. Kalau di Duri, dia di Komplek Sibayak, saya Merapi,” kata anggota DPRD Riau ini.

Meski pindah ke Jakarta, pria yang akrab dipanggil Dedet ini menyebut Sandi sering pulang ke Riau kalau liburan sekolah, baik itu SMP ataupun SMA. Ketika pulang inilah, Dedet selalu diajak Sandi main bersama.

“Anaknya ceria, supel bergaul, kelihatan pintarnya dari kecil,” kata politikus Partai Demokrat ini.

Sama-sama anak Caltex, begitu orang dulu menyebutnya, Dedet dan Sandi bersama teman lainnya sering bermain “alek-alek” atau peran. Sandi selalu mengambil peran sebagai seorang pedagang, terkadang sebagai pembeli juga.

“Jadi sebagai uangnya adalah daun, jadi sejak kecil sudah berimajinasi sebagai pedagang gitu, besarnya jadi pengusaha,” kata Dedet.

Selama bermain, Sandi juga termasuk anak usil. Hanya saja tidak pernah menyakiti teman sepermainan karena langsung meminta maaf dan tidak mau menjadi orang dominan di antara temannya.

“Dia duluan yang sering ngajak main, jadi kalau sudah main itu mengedepankan teamwork, tidak suka perintah-perintah gitu,” cerita pria yang kembali maju sebagai calon legislatif untuk DPRD Riau ini.

Sebagai anak laki-laki, Sandi juga gemar bermain perang-perangan. Dia mengambil peran layaknya seorang pahlawan dan kemudian mengusir tentara Belanda ataupun Jepang sebagai penjajah.

“Jadi sejak kecil sudah nasionalis, hingga kini kalau bertemu selalu menyatakan NKRI harga mati. Enggak benar kalau ada tuduhan Sandi itu nasionalismenya kurang,” tegas Dedet.

Sempat Dibersihkan Gubernur Riau, Sampah Kembali Berserakan di Pekanbaru

Pekanbaru – Gubernur Riau Syamsuar dan Wagub Edy Natar beserta jajaran PNS sempat bergotong royong membersihkan sampah di Pekanbaru. Pagi ini, sampah kembali menumpuk di tepi jalanan.

Pemandangan tak sedap soal sampah kerap muncul di Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau. Walau Dinas Kebersihan Pemkot Pekanbaru telah diterjunkan untuk membersihkan, tetap saja ada warga yang membuang sampah di sembarang tempat.

Pemandangan tak elok ini bisa dilihat di sepanjang Jl Hang Tuah dan Kini Balu di Pekanbaru. Masyarakat, sambil berlalu dengan kendaraan mereka, secara gampang melemparkan bungkusan plastik berisi sampah di tepi jalan.

Di Jl Kini Balu, misalnya, warga setempat telah membuat spanduk peringatan agar jangan membuang sampah di lokasi. Isi tulisan di spanduk itu adalah, ‘Hallo kawan, jangan buang sampah di depan pintu pagar. Di sono aja bro’. Walau sudah diimbau, tetap saja sampah nampak berserak, malahan di bawah spanduk tersebut.

Di Jl Hang Tuah, juga terlihat tumpukan sampah. Bungkusan sampah dalam plastik ditumpuk begitu saja. Malah sampah yang dibuang warga itu menutup selokan.

Pemandangan tersebut saban hari terjadi di sepanjang kawasan itu. Padahal warga di sana sudah kesal melihat warga yang membuang sampah tersebut.

“Walau ada spanduk melarang buang sampah di sini, tetap saja warga buang sampah,” kata Heru warga setempat kepada detikcom, Sabtu (5/4/2019).

Setiap hari petugas Dinas Kebersihan Pemkot Pekanbaru mengangkut sampah. Tapi tetap saja sejumlah tumpukan sampah muncul di sejumlah titik.

Gubernur Riau, Syamsuar dalam gotong royong membersihkan sampah, juga mengingatkan warga Pekanbaru untuk sama-sama menjaga kebersihan. Sebab, tanggung jawab masalah kota tidak hanya dibebankan semata kepada Pemkot Pekanbaru.

“Kita punya tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan yang bersih. Kota Pekanbaru harus sama-sama kita jaga, jangan ada yang buang sampah sembarangan,” kata Syamsuar.
(cha/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Reaksi Penonton Debat Capres di Bandara SSK II Pekanbaru Saat Lampu Dimatikan

Liputan6.com, Pekanbaru – Otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, dan pemilik kedai kopi mematikan lampu selama satu jam sebagai bentuk kampanye global Earth Hour 2019, Sabtu malam.

Executive General Manager Bandara SSK II, Jaya Tahoma Sirait, mengatakan pemadaman lampu di fasilitas publik tersebut tetap mempertimbangkan aspek keamanan bagi pengguna.

“Aspek ‘safety’ (keamanan) tentu kami utamakan. Kan pukul 20.30 WIB pas sepi penumpang,” katanya dilansir Antara.

Berdasarkan pantauan, pelaku usaha kuliner juga ikut serta dalam kampanye Earth Hour. Seperti di kedai Kopikirapa di Jalan Kuau, Pekanbaru, di mana pengelola mematikan lampu di saat bersamaan berlangsung nonton bareng debat Calon Presiden 2019 yang keempat.

Pengunjung terlihat tidak komplain meski menonton debat antara Capres 01 Joko Widodo dan Capres 02 Prabowo Subianto di dalam gelap. Pengelola kedai menyediakan layar besar untuk nonton bersama.

“Debat capres itu penting, tapi lebih penting lagi kita mengambil tindakan untuk menyelamatkan bumi dengan hemat energi. Mematikan lampu hanya langkah kecil saja, semua orang bisa melakukannya tapi dampaknya besar,” kata pengelola Kopikirapa, Zamzami Arlinus.

Sementara itu, sebanyak empat hotel di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, juga berpartisipasi mematikan lampu untuk memperingati Earth Hour 2019.

“Empat hotel itu Jatra Hotel, Premier, Prime Park, dan Swiss Belinn,” kata Koordinator Earth Hour Pekanbaru, Patar Sinaga.

Ia menjelaskan, komunitas Earth Hour dalah bagian kecil dari gerakan sukarelawan di Kota Pekanbaru, yang terdiri dari para pecinta lingkungan dan masyarakat umum untuk bergerak bersama menyelamatkan bumi.

Selain empat hotel tersebut, Patar mengatakan dua landmark di Kota Pekanbaru juga akan dimatikan lampunya pada penyelenggaraan Earth Hour pada pukul 20.30 sampai 21.30 WIB, yakni Anjung Seni Idrus Tintin, dan Masjid Raya Annur.

Earth Hour diperingati bersama di seluruh dunia pada 30 Maret 2019 sebagai kampanye global untuk penghematan energi. Earth Hour pada awalnya merupakan kampanye global WWF yang dimulai oleh WWF-Australia tahun 2007. Sekarang Earth Hour menjadi gerakan bersama dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah, korporasi, masyarakat, mahasiswa dan organisasi lainnya.

Gerakan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat dunia beraksi nyata untuk penyelamatan bumi dengan tema tahun ini “Switch Off Your Light, Turn On the Earth”.

Di Kota Pekanbaru, komunitas tersebut menggandeng Pemerintah Kota Pekanbaru, Dinas Pariwisata Provinsi Riau, dan WWF-Indonesia Program Riau. Kegiatannya akan dipusatkan di Panggung Seni Kreatif, arena Purna MTQ, Pekanbaru yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari dinas terkait dan berbagai komunitas di Pekanbaru.

“Sesuai dengan tema Earth Hour tahun ini maka yang terpenting adalah bagaimana selanjutnya para generasi milenial berperan setelah mematikan lampu untuk menghidupkan bumi. Maksudnya adalah bagaimana kita bisa bersama memberikan dampak positif terhadap bumi meski sekecil apa pun,” kata Patar.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Petugas keamanan Bandara Sultan Syarif kasim Dua, Pekanbaru, kembali menangkap calon penumpang yang menyembunyikan sabu di selangkangan.

Mengungkap Tabir Cinta Terlarang Para Pengungsi Asal Afghanistan di Pekanbaru

Selama ini, ruang gerak para WNA berstatus pengungsi ini memang dibatasi jamnya. Mereka dilengkapi kartu khusus dan harus melapor setiap pergi ke berbagai sudut kota dengan syarat harus pulang pukul 20.00 WIB.

“Mereka bisa ke mall, ikut fitnes, pusat perbelanjaan, tidak bisa dibatasi itu,” ungkap Junior.

Dengan postur yang agak lebih dari WNI secara umum, ditambah parasnya yang menawan, pengungsi Afghanistan ini banyak menarik perhatian kaum hawa di Pekanbaru, termasuk yang sudah punya suami ketika sedang fitnes.

Perkenalan diawali dengan tukar nomor telepon, berlanjut ke saling menghubungi, baik melalui chatting atau telepon, hingga menyatakan ketertarikan satu dengan yang lainnya.

“Karena sudah ada yang enam tahun di Indonesia, mereka tidak sulit berkomunikasi, sudah pandai bahasa kita,” jelas Junior.

Pengakuan pengungsi ini, mereka memang tulus berhubungan dengan kaum hawa di Pekanbaru, termasuk istri orang. Mereka membantah mendapatkan bayaran berhubungan dengan istri orang.

Bantahan ini, entah mereka berbohong ataupun jujur, disebut Junior sebagai penguat para WNA ini tidak menjadi gigolo di Pekanbaru. Apalagi beberapa tahun belakangan merebak isu tak sedap itu.

“Tidak dibayar mereka, bahkan mengaku berteman saja,” ucap Junior.

Dalam hal ini, Rudenim juga tak punya wewenang menanyakan apakah mereka dibayar atau tidak, serta sama siapa saja mereka berhubungan. Ada Peraturan Presiden yang mengatur, sehingga Rudenim hanya bisa menentukan jenis pelanggarannya saja.

Aksi Polisi Gadungan Bikin Heboh Jagad Maya di Pekanbaru

Liputan6.com, Pekanbaru- Aksi lima pria diduga polisi gadungan membuat heboh pengguna media sosial di Riau. Video mereka tersebar luas, baik di Instagram ataupun Facebook, ketika berusaha menangkap seorang pengendara mobil Mitsubishi L-300 di Jalan Arengka, Kota Pekanbaru.

Dalam video berdurasi 1 menit 29 detik itu, polisi gadungan ini mencoba menggiring pria diduga pedagang karena dituduh sebagai bandar sabu. Mereka juga mencoba memborgol dan menodongnya dengan benda diduga senjata api.

Pria tadi curiga karena tidak ada identitas anggota polisi yang ditunjukkan ketika upaya penangkapan berlangsung. Pria tadi berteriak kepada pengguna jalan dan berusaha ditolong wanita yang menggendong anak, diduga istrinya.

“Tidak polisi mereka ini, tolong pak, tolong,” ucap seorang pria dalam video tersebut. 

Sempat terjadi tarik menarik antara lima pria diduga polisi gadungan dengan wanita dimaksud. Pria tadi juga hampir masuk ke mobil Toyota Avanza BM 1159 BH hingga akhirnya ditolong beberapa warga.

Takut menjadi sasaran amuk warga yang kian ramai berhenti di pinggir jalan, kelima polisi gadungan itu langsung masuk ke mobil dan kabur.

Informasi dirangkum, peristiwa polisi gadungan ini terjadi pada Rabu malam, 13 Maret 2019. Kelima polisi gadungan itu juga tak bisa menunjukkan surat perintah penangkapan dan mengaku sebagai intel yang seharusnya dalam kepolisian tidak punya wewenang menangkap.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Susanto dikonfirmasi menyebut sudah memerintahkan anggotanya melakukan penyelidikan.

“Video dan informasinya sudah diterima, masih diusut apakah itu memang polisi atau gadungan,” sebut Santo, Kamis malam, (14/3/2019).

Pria berkepala plontos ini menyebut mobil yang digunakan pelaku sudah dicek. Ternyata nomor polisi yang digunakan palsu.

Sementara menurut beberapa anggota polisi yang melihat video itu, senjata yang digunakan bukanlah organik kepolisian. Biasanya, anggota polisi dibekali senjata api jenis revolver, bukan FN seperti yang terlihat di video.

Simak juga video pilihan berikut ini:

KPK menangkap Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam sebuah OTT di Surabaya, Jawa Timur. Belum jelas dalam kasus apa Romi ditangkap.

Kehadiran Prabowo KW di Bandara Pekanbaru Curi Perhatian

Awal mula dirinya disebut mirip Prabowo ketika mengunggah foto memakai jas di media sosial. Baik keluarga, teman ataupun kenalannya langsung menyatakan Zamratul identik dengan Prabowo.

“Dibilang orang-orang saya kembarannya Pak Prabowo, saya juga enggak nyangka dibilang mirip,” kata pria berumur 60 tahun ini.

Terlepas dari kemiripannya, Zamratul menyebut pilihan selalu ke Prabowo, baik saat mencalonkan diri sebagai presiden ataupun wakil presiden.

Menurut Zamratul, kemiripan inilah yang membuat dirinya diajak oleh orang partai pengusung Prabowo ke bandara. Dia langsung setuju ketika ditawari dengan harapan bertemu dengan idolanya itu.

“Kalau saya sendiri bukan orang partai, pekerjaan wiraswasta, anak satu dan istri satu,” ucap Zamratul.

Kepada wartawan, Zamratul mengaku kagum dengan sosok Prabowo. Apalagi saat pasangan Sandiaga Uno menyampaikan pidato yang mengajak bangsa Indonesia berdaulat mengelola sumber daya alam, dan berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari.

Kata-kata berdikari itu menginspirasi Zamratul membuat dua lagu untuk Pak Prabowo. Lagu pertama judulnya Berdikari Pas di Hati dan lagu kedua berjudul Garudaku. “Dua lagu dari saya untuk Prabowo, harapannya di dengar, tapi saya ini orang kecil, cuman diajak ke sini,” imbuhnya.

Simak video pilihan berikut ini:

Pilpres 2019 semakin dekat, sejumlah lembaga survei merilis hasil survei terbaru. Berapa jarak elektabilitas Jokowi dan Prabowo?

Gelora Perang Melawan Narkoba dari Generasi Milenial di Pekanbaru

Liputan6.com, Pekanbaru- Sebanyak 16 ribu warga milenial di Kota Pekanbaru menyatakan siap memerangi penyalahgunaan dan memberantas peredaran narkoba di Provinsi Riau. Dengan tagline hidup sehat dan terhormat tanpa narkoba, mereka bakal mendeklarasikannya di halaman kantor Gubernur Riau.

Menurut Wakil Direktur IV Reserse Narkoba Bareskrim Mabes Polri Kombes Krisno Halamoan Siregar SIK, kampanye anti narkoba itu sebelumnya sudah dilakukan di Padang, Sumatera Barat. Pekanbaru menjadi kota kedua yang dilaksanakan pada Minggu (10/3/2019).

“Berikutnya di Aceh dan Medan, kegiatan menyasar milenial karena akrab dengan informasi teknologi. Generasi milenial rentan terhadap penyalahgunaan narkoba,” kata Krisno di Mapolda Riau, Jumat (8/3/2019).

Menurut Krisno, Riau dipilih karena selama ini menjadi pintu masuk narkoba dari negara tetangga. Apalagi Bumi Lancang Kuning memiliki garis pantai terpanjang di bagian utara sehingga sulit terpantau petugas.

Mudahnya masuk narkoba diharap menjadi amunisi bagi generasi milenial melawannya agar tidak membeli atau mendekatinya. Tanpa adanya pengguna maka pasar narkoba menjadi mati dengan sendirinya.

“Tujuan kegiatan ini agar generasi milenial menggelorakan perlawanan terhadap narkoba,” ucap Krisno.

Krisno berharap Polda Riau sebagai panitia daerah kian menggencarkan kampanye melawan narkoba. Hingga ke tingkat Polres sampai Polsek diharap merangkul milenial di lembaga pendidikan melawan narkoba.

“Karena inikan iven, jadi jangan sampai seremonial saja, harus ada tindakan nyata selanjutnya agar narkoba tidak merusak generasi,” tegas Krisno.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Hariono mengajak masyarakat hadir meramaikan kegiatan yang juga menggandeng gerakan anti narkoba (Granat) ini. Sejumlah hadiah menarik dan hiburan juga disiapkan bagi peserta.

“Ada lima hadiah umrah, puluhan sepeda motor, puluhan kulkas, dan ada Band Wali sebagai penghibur. Nanti ada gerak jalan santai milenial memerangi narkoba,” jelas Hariono.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief ditangkap Ditipidnarkoba Bareskrim Polri di sebuah hotel di Jakarta Barat saat akan menggunakan sabu. Beredar foto-foto penangnakan Andi beserta barang bukti.

Daftar Infrastruktur yang Dibangun Bung Karno hingga Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Infrastruktur merupakan karya pemerintah yang dapat terus dinikmati lama setelah presiden itu berhenti menjabat. Kinerja sang presiden pun dapat terus dikenang berkat infrastruktur yang dibangun di zamannya.

Sejak republik ini berdiri, infrastruktur untuk menggairahkan ekonomi rakyat mulai dibangun, mulai dari jembatan, bandara, bendungan. Dan sampai sekarang pun pembangunan masih berlanjut. 

Penasaran apa saja infrastruktur yang dibangun para presiden sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia? Berikut Liputan6.com kumpulkan daftarnya yang dikutip dari berbagai sumber, Kamis (28/2/2019):

2 dari 9 halaman

1. Era Presiden Soekarno

a. Jembatan besar

Jembatan Ampera di Palembang, Sumatera Selatan. Berada di atas SUngai Musi.

b. Bendungan

– Bendungan Ir. H. Juanda (Jatiluhur) di Jatiluhur, Purwakarta. Irigasi, pertanian, penyeimbang ekosistem, PLTA dan pasokan air serta wisata air di DKI Jakarta

c. Bandara

– Bandara Juanda di Sedati, Sidoarjo. Penerbangan domestik dan internasional

d. Rumah Sakit

– RSUP Sanglah di Bali

– RS Dr. Soetomo di Surabaya, Jawa Barat

– RS Kebon Jati di Bandung, Jawa Barat

– RS H. Yuliddin Away Tapaktuan di Aceh Selatan

e. Jaringan Telekomunikasi

– RRI (Radio Republik Indonesia) di Jakarta

– PN Postel di Jakarta

3 dari 9 halaman

2. Era Presiden Soeharto

a. Jalan Nasional, Tol, dan Jalan Layang

– Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi). Menghubungkan Jakarta-Bogor-Ciawi.

– Tol Prof Sedyatmo di Jakarta-Tangerang. Menghubungkan DKI Jakarta dengan Bandara Soekarno-Hatta

– Tol Cawang – Tomang (dalam kota) di Jakarta. Menghubungkan wilayah timur Jakarta hingga Pluit

– Tol Semarang. Bagian dari tol Trans Jawa

– Tol Jakarta – Tangerang

– Tol Surabaya – Gempol. Menghubungkan Gempol, Sidoarjo, dan Surabaya, Jawa Timur

– Tol Jakarta – Cikampek

– Tol Belawan – Medan – Tanjung Morawa (Belmera)

– Tol Purbaleunyi (Purwakarta – Bandung – Cileunyi)

– Tol Palikanci (Palimanan – Kanci) di Cirebon. Bagian dari tol Trans Jawa

b. Jembatan Besar

– Jembatan Barito di Kalimantan Selatan. Melintang di atas sungai Barito menghubungkan trans Kalimantan, Tengah, dan Selatan.

– Jembantan Rantau Berangin di Riau. Penghubunga Sumatera Barat – Pekanbaru.

– Jembatan Siak I di Pekanbaru, Riau). Menghubungkan jalan Yos Sudarso dengan Pekanbaru.

c. Bendungan

– Bendungan Sigura-gura di Asahan, Sumatera Utara

– Waduk Gajah Mungkir di Wonogiri, Jawa Tengah. Juga untuk PLTA dan pengendalian banjir.

– Bendungan Ir. Sutami (Karangkates) di Malang, Jawa Timur. Juga untuk wisata air dan PLTA.

– Bendungan Riam Kanan di Banjar, Kalimantan Selatan

– Bendungan Batujai di Lombok Tengah, NTB. Bendungan ini juga untuk mengatasi kekeringan serta membantu irigasi desa dan menyediakan air minum.

d. Bandara

– Soekarno-Hatta

– Ngurah Rai di Tuban, Bali

– Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan

– Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan, Kalimantan Timur

– Hang Nadim, Batam, Kep. Riau

– Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimatan Selatan

– Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat

– Adisumarno di Boyolali, Jawa Tengah

– Radin Inten II di Bandar Lampung, Sumatera Selatan

– Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat

– Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur

e. Stasiun/Terminal

– Stasiun Gambir di Jakarta

– Terminal Purabaya (Bungurasih) di Sidoarjo, Jawa Timur

4 dari 9 halaman

Selanjutnya

f. Pembangkit Listrik

– PLTA Sigura Gura di Toba Samosir, Sumatera Utara. Memasok ke PT Inalum.

– PLTA Tangga di Toba Samosir, Sumatera Utara. Memasok ke PT Inalum.

– PLTA Maninjau di Agam, Sumatera Barat

– PLTA Singkarak di Padang Pariaman

– PLTA Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah. Penanggulangan banjir, lokasi wisata, irigasi, dan perikanan warga.

– PLTA Wadaslintang di Wonosobo dan Kebumen, Jawa Tengah

– PLTA Saguling di Bandung Barat, Jawa Barat

– PLTA Cirata di Purawakarta dan Cianjur, Jawa Barat

– PLTA Kedung Ombo di Grobo. termasuk irigasi dan pariwisata.

– PLTA Selorejo di Malang, Jawa Timur

– PLTA Karangates (Sutami) di Malang, Jawa Timur

– PLTA Larona di Sulawesi Selatan

– PLTA Balambano di Sulawesi Selatan

g. Rumah Sakit

– RSUD Purbalingga (dr. R. Goeteng Taroenadibrata) di Purbalingga, Jawa Tengah

– RS Kanker Dharmais di Jakarta

– RSUD Hadji Boejasin di Pelaihiari, Kalimantan Selatan

h. Jaringan Telekomunikasi

– Satelit Palapa A1 di Tanjung Canareval, Amerika Serikat

– Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Parepare di Parepare, Sulawesi Selatan

– TVRI di Jakarta

– Jaringan internet

5 dari 9 halaman

3. Era Presiden B. J. Habibie

a. Jembatan Besar

– Jembatan Barelang (Batam, Rempang, dan Galang)

6 dari 9 halaman

4. Era Presiden Gus Dur

a. Bendungan

– Bendungan Wonorejo di Tulungagung, Jawa Timur

– Bendungan Bilibili di Gowa, Sulawesi Selatan

b. Bandara

– Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau

7 dari 9 halaman

5. Era Presiden Megawati Soekarnoputri

a. Jembatan Besar

– Jembatan Kahayan di Kalimantan Tengah. Menghubungkan kota Palangkaraya dengan berbagai daerah di Kalimantan Tengah.

b. Bendungan

– Bendungan Batutegi di Tanggamus, Lampung. Juga untuk wisata air, irigasi, dan PLTA.

– Bendungan Tilong di Kupang Tengah, NTT. Juga untuk menampung air hujan dan irigasi.

c. Pembangkit Listrik

– PLTA Sipansihaporas di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

– PLTP Geo Dipa Unit Dieng di Jawa Tengah

8 dari 9 halaman

Era Presiden SBY

a.Proyek Jalan Nasional, Tol dan Jalan Layang

– Tol Sadang-Cikamuning. SBY meresmikan proyek tol ini pada 2005. Ruas tol Sadang-Cikamuning ini merupakan bagian dari Jalan Tol Cipularang

b. Jembatan Besar

– Jembatan Tukad Bangkung di Desa Plaga, Badung, Bali. Jembatan ini menghubungkan tiga kabupaten di Bali yaitu Badung, Bangli dan Buleleng.

– Jembatan Pasupati (Jalan terusan Pasteur dan Jalan Surapati) di Bandung, Jawa Barat. Jembatan ini menghubungkan bagian utara dan timur kota Bandung, melewati lembah Cikapundung.

– Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura, Jawa Timur.

c. Bandara

– Bandara Kualanamu di Medan, Sumatera Utara. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

– Bandara Achmad Yani di Semarang, Jawa Tengah. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

– Bandara Zainuddin Abdul Madjid di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

– Bandara Raja Haji Fisabillah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

d. Stasiun/Terminal

– Stasiun Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara. Stasiun ini melayani perjalanan KA bandara dari dan ke Stasiun Medan.

– Stasiun Medan Kota, Medan Sumatera Utara. Melayani perjalanan ke berbagai wilayah di Sumatera Utara.

– Terminal Bandar Raya Payung Sekaki, di Pekanbaru, Riau. Terminal ini melayani trayek dari Riau, menuju Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan Jawa.

– Terminal Mengwi di Badung, Bali. Terminal ini melayani trayek antar kota antar provinsi dan dalam provinsi.

– Terminal Bulupitu di Purwokerto, Jawa Tengah. Terminal ini melayani trayek antar kota antar provinsi dan dalam provinsi.

e. Pembangkit Listrik

– PLTA Asahan I di Sungai Asahan, Toba Samosir, Sumatera Utara. PLTA ini memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera Utara serta mendukung kelistrikan di Sumatera

– PLTA Karebe di Sulawesi Selatan. PLTA ini untuk penghasil daya listrik.

– PLTU 2 Jawa Tengah (Karangjandri) yang berada di Cilacap, Jawa Tengah. Pembangkit ini memasok jaringan 500 Kv Jawa-Bali melalui gardu induk tegangan tinggi (Gitet) Adipala dan diteruskan ke Gitet Kesugihan.

9 dari 9 halaman

Era Presiden Jokowi

a. Jalan Nasional, Tol, dan Layang

– Tol Trans Jawa di Pulau Jawa

b. Bendungan

Hingga 2018 sudah membangun 43 bendungan, beberapa di antaranya:

– Bendungan Titab, Sidan, dan Tablang di Bali

– Bendungan Raknamo, Rotiklod, Napun Gete, Temef, Mbay, Manikin, dan Kolhua di NTT

– Bendungan Tanju, Mila, Bintang Bano, Beringin Sila, dan Meninting

– Bendungan Digoel di Papua

– Bendungan Jatigede di Jawa Barat

c. Bandara

– Bandara Sultan Thaha di Jambi

– Bandara Kertajati di Kertajati, Jawa Barat

– Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya, Jawa Barat

– Bandara Syukuran Aminuddin Amir di Banggai, Sulawesi Tengah

– Bandara Baru Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah

– Bandara APT Pranoto di Samarinda, Kalimatan Timur

– Bandara Tebelian di Kalimantan Barat

– Bandara Werur di Werur, Papua Barat

– Bandara Maratua di Pulau Maratua, Kalimantan Timur

– Bandara Koroway Batu di Kabupaten Boven Digoel, Papua

– Bandara Morowali, Sulawesi Tengah

– Bandara Letung di Kepulautan Anambas, Kepulauan Riau

– Bandara Namniwel di Maluku

– Bandara Miangas di Kepulauan Talau, Sulawesi Utara

d. Stasiun/Terminal

– Terminal Tirtonadi di Surakarta, Jawa Tengah

– Terminal Pulo Gebang di Cakung, DKI Jakarta

e. Pembangkit Listrik

– PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan

– PLTB Tolo I di Jeneponto, Sulawesi Selatan

– PLTU Punagaya di Jeneponto, Sulawesi Selatan

– PLTU Legon Bajak di Karimunjawa, Jawa Tengah

– PLTGU Jawa 2 di Tanjung Priok, Jakarta

f. Jaringan Telekomunikasi

– Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur – Nusantara


Saksikan video pilihan di bawah ini:


DPRD Buka-bukaan Mobil Dinas Gubernur Riau Royal Saloon-Alphard

DPRD Buka-bukaan Mobil Dinas Gubernur Riau Royal Saloon-Alphard Foto: Penampakan Royal Saloon Mobil Dinas Gubernur Riau (Chaidir-detikcom)

Pekanbaru – Mobil mewah Toyota Alphard disediakan untuk mobil dinas Gubernur Riau. Mobil yang harganya miliaran itu itu ditunggangi Gubernur Riau, Syamsuar yang baru dilantik sepekan yang lalu.

DPRD Riau menjelaskan, untuk tahun anggaran 2014 dan selanjutnya dengan masa jabatan 2018, hanya ada 3 mobil dinas disediakan untuk Gubernur Riau.

Pertama, Toyota Royal Saloon 2014 semasa Annas Maamun. Selanjutnya ada Kijang Innova ini untuk kepentingan dinas luar kota Gubernur Riau.

“Untuk kepentingan tugas di Pekanbaru, kita sediakan dua unit saja, Royal Saloon dan Kijang Innova,” kata Waklil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman kepada detikcom, Kamis (28/2/2019).
Royal Salon untuk kepentingan dalam kota Pekanbaru. Toyota Innova untuk kepentingan luar kota. Satu unit lagi Toyota Alphard untuk dipoolkan di Kantor Penghubung Pemprov Riau di Jakarta.

“Nah, kalau Toyota Landcruiser itu mobil warisan DPRD sebelumnya. Itu mobil tahun 2013 lalu. Itu warisan,” kata Bang Dedet sapaan akrabnya.

Kepala Biro Umum Pemprov Riau, Haryadi merincikan, ada 5 mobil dinas. Selain yang disebutkan di atas, ada satu unit tambahan lagi Toyota Fortuner. Sehingga rinciannya, Alphard, Landcruiser, Innova, Royal Saloon dan Fortuner.

“Semuanya mobil bekas, tidak ada yang baru. Landcruiser itu warisan tahun 2013,” kata Haryadi.
(cha/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>