Video Mesum Diduga Pegawai Kemenag Sleman Beredar di Medsos

Liputan6.com, Sleman – Video mesum yang diduga aparatur sipil negara (ASN) beredar di grup WhatsApp. Belakangan diketahui, perempuan dalam video itu bekerja di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman.

“Sebetulnya berat juga apakah mengakui atau tidak, yang jelas kami sudah melakukan upaya pembinaan dan sudah kami BAP,” ujar Sa’ban Nuroni, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Senin (15/04/2019).

Sa’ban mengungkapkan, kasus video mesum itu sebenarnya sudah lama terjadi, sekitar satu tahun lalu. Ia juga telah mengklarifikasi kasus ini kepada yang bersangkutan dan menyampaikan hasilnya kepada Kanwil Kemenag DIY.

“Yang memberikan hukuman tingkat yang lebih atas, tugas kami melakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Pihaknya saat ini masih menunggu keputusan, mengingat yang memutuskan sanksi kepada pegawai yang bersangkutan adalah wewenang pusat. Sa’ban mengatakan kasus video mesum yang melibatkan Kemenag Sleman ini menjadi keprihatinan bersama. 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Dua sejoli terekam kamera melakukan aksi mesum di alun-alun Kota Jember. Akibatnya, Satpol PP turun tangan lakukan imbauan.

Ini Pertanyaan yang Beri Tanda Pegawai Ingin Resign

Liputan6.com, Jakarta – Sebuah survei menemukan ada sebuah pertanyaan yang menunjukan pegawai sudah berniat resignBahkan, tanda pegawai akan hengkang dari perusahaan muncul bisa dari sembilan bulan sebelum mereka keluar.

Survei dilaksanakan oleh Peakon, platform yang menyajikan data kepegawaian. Penelitian ini mengambil data dari 33 juta pegawai dari 125 negara, termasuk 36 ribu yang ingin resign.

Dikutip dari The Ladders, Senin (15/4/2019), inilah pertanyaan yang memberi tanda pegawai akan resign: “Seberapa mungkin Anda akan merekomendasikan perusahaan tempat Anda bekerja ke orang lain?”

Pertanyaan tersebut adalah cara terselubung mengetahui tingkat engagement (ketertarikan) pegawai, yang merupakan bagian dari loyalitas. Makin rendah tingkat engagement, maka semakin dekat pegawai menuju pintu keluar.

“Ketika skor engagement mulai jatuh, para pegawai mulai berisiko hengkang,” jelas Peakon yang menyebut tingkat engagement itulah yang bisa jatuh sembilan bulan sebelum pegawai resign. Pada saat yang sama, tingkat loyalitas ikut tergerus.

Faktor-faktor terkait engagament di tempat kerja adalah sense of accomplishment (rasa pencapaian), kebutuhan dihargai berkat pekerjaan mereka, kebutuhan membahas gaji secara terbuka dengan manajer, dan jalan menuju perkembangan karier.

Peakon menyebut kepemimpinan menjadi sumber masalah yang mengakibatkan pegawai resign. Alhasil, The Ladders menekankan penelitian itu bukti dari ungkapan “pegawai keluar dari bos mereka, bukan dari perusahaan mereka.”

Demi Game of Thrones, Pegawai Kantoran di Australia Diprediksi Bolos Massal

Sydney – Episode pertama Game of Thrones season 8 tayang hari ini. Penayangan Game of Thrones ini diprediksi membuat para karyawan di Australia bolos massal.

Hal tersebut disampaikan oleh firma hukum Slater and Gordon, pengacara khusus para pegawai. Menurut Daniel Stokanoski, sang pengacara, akan ada banyak pegawai kantoran bolos atau tidak masuk kerja pada Senin (15/4/2019) ini tepat di hari episode perdana Game of Thrones season delapan tayang.

“Mereka akan melakukannya secara legal dengan mengambil cuti atau bolos, mengaku sakit padahal tidak. Aku bisa bilang akan ada peningkatan pegawai tidak masuk kantor untuk menonton Game of Thrones. Karena ini senin juga,” ujarnya.

Demi Game of Thrones, Pegawai Kantoran di Australia Diprediksi Bolos MassalFoto: Dok. iStock

Daniel menambahkan kemungkinan para pegawai kantoran di Australia bolos semakin besar karena sejak akhir pekan kemarin ada banyak acara televisi menarik. “Ada pertandingan Eagles dan the Dockers pada malam minggu, Perth Glory bermain di Minggu malam. Jadi akan jadi long weekend yang epic. Menonton sepakbola dilanjutkan menonton Game of Thrones,” katanya.

Untuk para pekerja kantoran yang akan tidak masuk kerja demi nonton Game of Thrones musim kedelapan yang tayang perdana pada Senin (15/4/2019) pagi di Australia dan Indonesia, Daniel punya saran. Menurutnya daripada berpura-pura sakit atau bolos, ambilah cuti atau meminta izin atasan datang terlambat.

Premier Game of Thrones yang diproduksi HBO sudah digelar di New York pada 3 April 2019. Premier pun dihadiri para bintang serial fenomenal ini mulai dari Emilia Clarke yang memerankan Daenerys Targaryen hingga ‘It couple’ dari ‘Game of Thrones’ yang juga pasangan suami-istri di kehidupan nyata Kit Harington dan Rosie Leslie.

(eny/eny)


6 Kurir Pembawa Uang Asing Rp 90 Miliar Ngaku Pegawai Money Changer

Jakarta – Enam kurir yang membawa mata uang asing senilai Rp 90 miliar di Bandara Soekarno Hatta, mengaku sebagai pegawai jasa penukar uang atau money changer. Namun, mereka masih belum bisa membuktikan pembelian uang asing kepada polisi.

“Menurutnya yang bersangkutan, uang itu dibeli di luar negeri. Tapi kita kan sebagai penyidik perlu mempertanyakan dengan adanya uang sejumlah besar itu masuk ke Indonesia buktinya mana? ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Jakarta International Ekspo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (14/4/2019).

“Kalau membeli dari luar negeri, sampai saat ini belum bisa membuktikan. Mereka itu adalah pegawai money changer yang ada di Jakarta,” sambung Argo.

Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus tersebut. Polisi masih memastikan asal usul dari uang tersebut.

“Setelah kita lakukan interogasi terhadap yang membawa uang tersebut. Sampai saat ini belum ada yang bisa membuktikan uang dari mana. Masih diselidiki Ditkrimsus,” kata Argo.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap enam orang tersebut membawa masuk uang asing berupa Yen Jepang, Won Korea Selatan, Dolar Singapura, Real Arab Saudi, dan Dolar Selandia Baru pada Jumat (12/4). Jika di total, jumlah uang yang dibawa sekitar Rp 90 miliar.

“(Tersangka) Gofur dari Singapura Rp 17,4 miliar, Yunanto dan Edi Gunawan Rp 42,050 miliar, Giono dari Hong Kong Rp 12 miliar, Kevin dan Yudi dari Bangkok Rp 18 miliar. Total sekitar Rp 90 miliar lebih,” ungkap Argo, pada wartawan Sabtu (13/4).
(aik/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pegawai KPK ke Jokowi: Apa Salah Minta Presiden Ungkap Kasus yang 2 Tahun Gelap?

Jakarta – Presiden Jokowi meminta persoalan tentang penanganan kasus teror terhadap Novel Baswedan ditanyakan langsung ke tim gabungan penyidikan teror pada Novel. Wadah Pegawai KPK menyatakan sudah berkomunikasi dengan ketua tim tersebut. Lalu kini Wadah KPK bertanya balik ke Jokowi.

“Menanggapi pernyataan Bapak Presiden Joko Widodo, kami dari WP KPK menyampaikan bahwa pada akhir Maret 2019 kami sudah bertemu dan menanyakan kepada Bapak Kabareskrim selaku ketua Tim Pencari Fakta Kasus Novel mengenai apakah pelakunya ditangkap, dan dijawab belum ditangkap,” tutur Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap dalam pernyataan tertulis, Minggu (14/4/2019).

Yudi memberikan tanggapan terkait pernyataan Jokowi yang meminta wadah pegawai KPK untuk bertanya langsung kepada tim gabungan yang dipimpin Kabareskrim Komjen Idham Aziz. Dengan telah dilakukannya pertemuan dengan Idham Aziz, lanjut Yudi, maka apa yang jadi permintaan Jokowi telah dilakukan.

“Sehingga apa yang diminta oleh presiden sudah kami lakukan terlebih dahulu sebelum diminta oleh Presiden,” tutur Yudi.

Yudi mengatakan, dengan belum tertangkapnya pelaku, ini memperkuat argumentasi wadah pegawai KPK bahwa memang diperkukan tim independen di bawah Presiden sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan.

“Apakah suatu kesalahan meminta kepada Presiden kasus tersebut segera diungkap setelah 2 tahun masih gelap? Bukankah Bapak Presiden berjanji akan memperkuat KPK?” tutur Yudi.

“Menurut kami salah satu bukti kongkrit janji tersebut adalah tertangkapnya pelaku teror kepada KPK yang menghambat upaya pemberantasan korupsi sekaligus bukti adanya penegakan hukum dan perlindungan hukum bagi penegak hukum serta adanya kepastian para pelanggar hukum akan dihukum di negara yang berdasarkan hukum ini,” tutup Yudi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim gabungan penyidik pada Selasa (8/1) lewat Surat Tugas Kapolri Nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019. Pembentukan tim gabungan ini didasari rekomendasi Komnas HAM untuk Polri terkait kasus Novel yang tak kunjung menemukan titik terang.

Dalam tim tersebut, nama Tito ditulis sebagai penanggung jawab tim dan Wakapolri Komjen Ari Dono sebagai wakil penanggung jawab. Ketua tim adalah Kabareskrim Idham Aziz.

Tonton juga video Benarkah Konflik Internal Bikin Kinerja KPK Terganggu?:

[Gambas:Video 20detik]

(fai/fjp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kegundahan Pegawai KPK Meluas, Tak Juga Berbalas

Jakarta – Petisi yang disampaikan sejumlah penyidik dan penyelidik ke Pimpinan KPK belum juga berbalas. Kegundahan pegawai KPK pun semakin meluas.

Penyidik dan penyelidik KPK sebelumnya mengeluhkan soal hambatan dalam pengusutan perkara. Mereka pun membuat petisi yang ditujukan pada pimpinan KPK untuk mengeluhkan hambatan yang dirasakan itu.

“Kurang-lebih satu tahun ke belakang ini, jajaran di Kedeputian Penindakan KPK mengalami kebuntuan untuk mengurai dan mengembangkan perkara sampai dengan ke level pejabat yang lebih tinggi atau big fish, level kejahatan korporasi, maupun ke level tindak pidana pencucian uang,” tulis petisi yang didapat detikcom tersebut, Rabu (10/4/2019).

Dalam petisi itu, setidaknya ada lima alasan yang menjadi dasar permohonan kepada pimpinan KPK untuk segera bersikap. Berikut lima alasan itu yang tertulis sama persis seperti dalam petisi itu:

1. Terhambatnya penanganan perkara pada ekspose tingkat kedeputian

Penundaan pelaksanaan ekspose penanganan perkara dengan alasan yang tidak jelas dan cenderung mengulur-ulur waktu hingga berbulan-bulan sampai dengan perkara pokoknya selesai. Hal tersebut berpotensi menutup kesempatan untuk melakukan pengembangan perkara pada tahapan level pejabat yang lebih tinggi serta hanya terlokalisir pada level tersangka atau jabatan tertentu saja.

2. Tingginya tingkat kebocoran dalam pelaksanaan penyelidikan tertutup

Beberapa bulan belakangan hampir seluruh satgas di penyelidikan pernah mengalami kegagalan dalam beberapa kali pelaksanaan operasi tangkap tangan yang sedang ditangani karena dugaan adanya kebocoran Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kebocoran ini tidak hanya berefek pada munculnya ketidakpercayaan (distrust) di antara sesama pegawai maupun antara pegawai dan struktural dan/atau Pimpinan, namun hal ini juga dapat mengakibatkan tingginya potensi risiko keselamatan yang dihadapi oleh personel yang sedang bertugas di lapangan.

3. Tidak disetujuinya pemanggilan dan perlakuan khusus terhadap saksi

Pengajuan saksi-saksi pada level jabatan tertentu ataupun golongan tertentu menjadi sangat sulit. Hal ini mengakibatkan hambatan karena tidak dapat bekerja secara optimal dalam mengumpulkan alat bukti. Selain itu, terdapat perlakukan khusus terdapat saksi. Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu terdapat perlakuan istimewa kepada saksi yang bisa masuk ke dalam ruang pemeriksaan melalui pintu basement, melalui lift pegawai, dan melalui akses pintu masuk pegawai di lantai 2 gedung KPK tanpa melewati lobi tamu di lantai 1 dan pendaftaran saksi sebagaimana prosedur yang seharusnya.

4. Tidak disetujui penggeledahan pada lokasi tertentu dan pencekalan

Tanpa alasan objektif, sering kali pengajuan lokasi penggeledahan pada kasus-kasus tertentu tidak diizinkan. Penyidik dan penyelidik merasakan kesempatan untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti semakin sempit, bahkan hampir tidak ada. Selain itu, pencekalan terhadap orang yang dirasakan perlu dilakukan pencekalan tidak disetujui tanpa argumentasi yang jelas. Hal ini dapat menimbulkan berbagai prasangka.

5. Adanya pembiaran atas dugaan pelanggaran berat

Beberapa pelanggaran berat yang dilakukan oleh oknum di penindakan tidak ditindaklanjuti secara gamblang dan transparan penanganannya oleh pihak Pengawas Internal. Hal ini sering kali menimbulkan pertanyaan di kalangan pegawai, apakah saat ini KPK sudah menerapkan tebang pilih dalam menegakkan kode etik bagi pegawainya. Di satu sisi, kode etik menjadi sangat perkasa sekali, sedangkan di sisi lain, bisa menjadi sangat senyap dan berjalan lamban, bahkan kerapkali perkembangan maupun penerapan sanksinya pelan-pelan hilang seiring dengan waktu.

FOTO: Pegawai Samsung Pilih Resign Demi Jadi Vlogger

1/4

Pria Korsel, Yoon Chang-hyun menunjukkan video untuk channel YouTube-nya yang berjudul “Why I quit Samsung Electronics” di Seongnam, 12 Februari 2019. Pada 2015, Yoon memutuskan berhenti dari pekerjaannya bergaji Rp 820 per tahun dan memulai channel YouTube-nya sebagai vlogger. (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Levi Strauss Kembali Catatkan Saham, Pegawai di Bursa New York Boleh Pakai Jeans

Sebelumnya, SoftBank, perusahaan telekomunikasi dan media asal Jepang melalui perusahaan telekomunikasinya akan peroleh dana USD 23,5 miliar dari hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Hal itu akan membuat IPO tersebut terbesar kedua di bursa saham global.

Permintaan kuat dari investor mendorong perseroan meningkatkan jumlah saham yang tersedia 160 juta saham. Hal itu juga didukung perseroan salah satu operator nirkabel atau wireless terbesar di Jepang.

Harga saham ditetapkan 1.500 yen (USD 3). Perolehan dana IPO sebesar 2,65 triliun yen atau sekitar USD 23,5 miliar atau sekitar Rp 344,15 triliun (asumsi kurs Rp 14.644 per dolar Amerika Serikat).

Dengan begitu, IPO tersebut terbesar di Jepang, dan dunia sejak Alibaba kumpulkan dana USD 25 miliar ketika lepas saham ke publik di Bursa Saham New York pada 2014. Hal itu berdasarkan data Dealogic.

Mengutip laman CNN Money, Selasa 11 Desember 2018, pencatatan saham unit usaha telekomunikasi SoftBank menjadi bagian penting dari upaya CEO SoftBank Masayoshi Son untuk memposisikan SoftBank sebagai investor teknologi global.

Transaksi tersebut membagi perusahaan menjadi dua yaitu memungkinkan investor memilih antara bisnis telekomunikasi dan investasi teknologi termasuk saham besar di Alibaba.

Son menjadi salah satu pemain utama global di industri teknologi dengan meluncurkan Vision Fund hampir USD 100 miliar pada tahun lalu. Sebagian dari dana itu berasal dari pemerintah Arab Saudi.

The Vision Fund mengucurkan dana ke puluhan perusahaan rintisan atau startup antara lain WeWork dan Slack. SoftBank juga membuat investasi besar di perusahaan teknologi antara lain Uber dan saingannya di China Didi Chuxing.

Dengan jual saham divisi telekomunikasi akan meningkatkan dana miliaran dolar AS bagi Son untuk memburu lebih banyak transaksi besar. Saham di unit telekomunikasi mulai diperdagangkan di Tokyo pada 19 Desember.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kiat Investasi Reksa Dana Saham Saat IHSG Bergejolak

Kuliah di 15 Perguruan Tinggi Ini, Kamu Bisa Jadi Pegawai PLN

Liputan6.com, Jakarta – Kamu tertarik berkarier di PLN? Tak perlu menunggu lulus kuliah baru melamar kerja di PLN, sekarang kamu bisa mulai mengambil langkah awal dahulu.

Salah satu caranya adalah dengan mendaftar ke salah satu dari 15 Perguruan Tinggi yang membuka Program D3 Kelas Kerjasama PLN.

PLN bekerja sama dengan 15 Perguruan Tinggi di 14 kota dengan membuka Program D3 Kelas Kerjasama Tahun Ajaran 2019/2020 guna menjaring dan membina tenaga-tenaga teknik terbaik untuk memenuhi kebutuhan pegawai.

Nantinya, lulusan D3 Kelas Kerjasama PLN akan diangkat sebagai pegawai PLN jika memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh PLN.

Lantas, Institusi/Perguruan Tinggi mana saja yang menjalin kerjasama dengan PLN? Mengutip laman resmi PLN, Jumat (22/3/2019), berikut uraiannya:

1. Politeknik Negeri Medan

Link: http://www.polmed.ac.id

2. Politeknik Negeri Padang

Link: http://pmb.pnp.ac.id/umpn

3. Politeknik Negeri Sriwijaya

Link: http://www.pln.polsri.ac.id

4. Sekolah Tinggi Teknik PLN

Link: https://pmb.sttpln.ac.id

5. Politeknik Negeri Jakarta

Link: https://penerimaan.pnj.ac.id

Tipu Honorer Jadi PNS, Pegawai Pemkot Banda Aceh Minta Rp 86 Juta

Banda Aceh – Polisi menangkap seorang PNS di Pemkot Banda Aceh terkait penipuan terhadap pegawai honorer. PNS berinisial IY (36) itu mengiming-iming tiga pegawai honorer jadi CPNS dengan membayar Rp 86 juta.

“Tersangka ditangkap atas laporan tiga pegawai honor yang diduga menjadi korban iming-iming diangkat menjadi PNS. Penipuan tersebut menyebabkan korban rugi puluhan juta rupiah,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono seperti dilansir Antara, Selasa (19/3/2019).

Ketiga tenaga honorer yang jadi korban penipuan itu melapor ke Polda Aceh pada 4 Februari 2019. Polisi kemudian mengamankan tersangka IY pada 5 Maret dan menahannya mulai 6 Maret 2019.

Perwira menengah Polri itu menyebutkan korban adalah Maria Ulfa (29), pegawai kontrak di Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR), serta Fitra (29) dan Darnelly (29), yang merupakan pegawai honorer pada sebuah pendidikan anak usia dini (PAUD).

Ery mengatakan dugaan penipuan dilakukan tersangka IY pada 28 Juli 2018. Tersangka bertemu dengan korban di musala SPBU Jeulinke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Tersangka IY menjanjikan korban diangkat menjadi PNS. Tersangka meminta biaya untuk ketiganya sebesar Rp 86 juta. Namun ketiga korban tidak kunjung diangkat sebagai PNS walau mereka menyerahkan uang seperti yang diminta.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka menggunakan uang tersebut untuk membayar uang korban lain, yang pernah dijanjikan tersangka menjadi pegawai negeri sipil,” sebut Ery.
(rvk/fai)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>