Paus Biru 18 Meter yang Terdampar di Maluku Dikubur

Ambon – Paus biru (Balaenotpera Musculus) sepanjang 18 meter, yang ditemukan di Pantai Pulau Buru, Maluku dikuburkan siang ini. Paus yang merupakan jenis satwa dilindungi dan terancam punah itu terdampar karena faktor usia.

“Tim penanganan bangkai paus terdiri dari petugas BKSDA Maluku Resort Buru, KKP, Basarnas Maluku pos Buru, DKP, Polair, dan masyarakat telah menguburkan bangkai Paus tersebut di pantai Jikumerasa dengan menggunakan alat berat,” Ujar Kepala BKSDA Maluku, Mukhtar Ambon Ahmadi, saat dikonfirmasi, Senin (14/1/2019).

Berdasarkan hasil identifikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bahwa penyebab kematian paus biru yang ditemukan oleh warga yang dikira bongkahan kayu disebabkan faktor usia. Dari hasil pengukuran tubuh paus yakni jarak moncong ke pangkal leher adalah 9, 30 cm. Jarak moncong ke anus adalah 6, 20 cm. Jarak moncong ke pangkal awal ke sirip samping 2 m. Jarak pangkal awal sirip samping ke ujung sirip samping 70 cm. Lebar max sirip samping 45 cm. Lebar ekor 1, 20 cm. Lingkar tubuh yang melalui pangkal akhir sirip samping 4 m.

“Hasil identifikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yakni Jarak moncong ke pangkal leher adalah 9, 30 cm. Jarak moncong ke anus adalah 6, 20 cm. Jarak moncong ke pangkal awal ke sirip samping 2 m. Jarak pangkal awal sirip samping ke ujung sirip samping 70 cm. Lebar max sirip samping 45 cm. Lebar ekor 1, 20 cm. Lingkar tubuh yang melalui pangkal akhir sirip samping 4 meter,” imbuhnya.

Paus biru merupakan jenis satwa yang dilindungi berdasarkan IUNC (Union For Conservation of Nature and Natural), termasuk salah satu satwa yang terancam punah dan lindungi oleh Permen LHK.

(rvk/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *