3.000 Antek ISIS Menyerah ke Pasukan Kurdi di Suriah

Liputan6.com, Baghouz – Sekitar 3.000 antek ISIS dilaporkan telah meninggalkan benteng pertahanan terakhir kelompok itu di Suriah. Mereka menyerah kepada pasukan yang dipimpin Kurdi.

“Jumlah anggota Daesh (ISIS) yang menyerah kepada kami sejak kemarin malam telah meningkat menjadi 3.000,” ujar juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Mustafa Bali pada Selasa 13 Maret 2019 seperti dikutip dari MSN.com, Rabu (13/3/2019).

SDF menghentikan sementara serangan udara dan menembaki Baghouz yang dikuasai ISIS di Suriah timur pada hari Selasa. Langkah tersebut dilakukan untuk memungkinkan orang-orang meninggalkan desa untuk menyerahkan diri.

Pasukan SDF, yang didukung oleh koalisi pimpinan AS, telah membombardir Baghouz sejak Minggu 11 Maret.

Seorang komandan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pasukan sedang bersiap untuk menyerbu desa. Beberapa ratus militan ISIS diyakini masih bertahan, kata koalisi pimpinan AS.

Pasukan yang didukung AS bentrok sempat bentrok dengan militan dan menewaskan hampir 40 antek ISIS.

Akhir dari ‘kekhalifahan’?

Pasukan SDF telah berulang kali menunda serangan mereka di Baghouz karena sejumlah besar warga sipil – kebanyakan adalah istri dan anak-anak – masih di desa. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, sekitar 60.000 orang telah meninggalkan Baghouz sejak Desember.

Diperkirakan 10 persen dari mereka bisa jadi adalah anggota ISIS.

Di luar Baghouz, militan ISIS kabarnya masih beroperasi di daerah-daerah terpencil di negara itu.

Pada tahun 2014, kelompok militan mengambil keuntungan dari kekacauan perang saudara Suriah untuk menguasai sejumlah besar wilayah di negara itu dan negara tetangga Irak dalam upaya untuk mendirikan “kekhalifahan.”

Para militan terus mengklaim serangan mematikan di wilayah yang dikuasai SDF dalam beberapa bulan terakhir, dan militer AS telah memperingatkan tentang perlunya waspada terhadap serangan. Gerilyawan ISIS juga mengeluarkan pesan menantang yang menyerukan para pendukung di seluruh dunia untuk melakukan serangan untuk mempertahankan diri.

Saksikan juga video berikut ini:

Pimpinan ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi kembali tampil memberikan pidato. Dalam pidatonya, ia menyerukan jihad kepada umat Islam.

Pasukan TNI Diserang Kelompok Egianus Kogoya di Nduga, 3 Prajurit Gugur

Liputan6.com, Jayapura – Kodam XVII/Cenderawasih mengklaim penyerangan yang dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga tak seimbang.

Dalam penyerangan yang dilakukan pukul 08.00 WIT, Kamis (7/3) anggota TNI yang saat itu berjumlah 25 orang, diserbu oleh 50-70 kekuatan anggota KKSB.

Kejadian ini terjadi saat Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) yang melakukan proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena- Mumugu di Kabupaten Nduga.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi menyebutkan, anggota KKSB itu menggunakan senjata campuran, yakni senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak.

Walaupun pasukan berusaha melakukan perlawanan dan berhasil menguasai keadaan, serta memukul mundur  kelompok KKSB sampai menghilang ke dalam hutan, namun 3 orang prajurit gugur.

“Ketiga prajurit yang gugur sebagai kusuma bangsa adalah Serda Mirwariyadin yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, Serda Yusdin asal Palopo Sulsel dan Serda Siswanto Bayu Aji berasal dari Grobokan Jateng. Ketiga jenasah saat ini berada di RSUD Timika,” kata Aidi, Kamis (7/3/2019).

Aidi menambahkan dalam penyerangan itu, pasukan TNI berhasil merebut 5 senjata api milik KKSB. Pasca penyerangan, TNI menemukan satu jenasah yang berada di lokasi kejadian.

“Kami perkirakan ada 7-10 orang anggota KKSB yang tewas, namun mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya,” ucapnya.

Usai baku tembak, sekitar pukul 15.00 WIT, dua unit heli jenis Bell tiba dari Timika untuk melaksankan evakuasi korban prajurit yang gugur, namun sebelum mendarat heli malahan ditembaki KKSB, pasukan TNI pun membalas tembakan sehingga heli berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan dalam keadaan aman.

2 dari 3 halaman

600 Pasukan TNI Bantu Pengamanan di Nduga

Pagi tadi, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring memimpin upacara penerimaan Satgas TNI yang akan melaksanakan pengamanan  pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nduga.

Pembangunan di daerah itu sempat terhenti, karena insiden pembantaian terhadap puluhan karyawan PT Istaka Karya pada awal Desember tahun lalu.

Ke-600 orang prajurit TNI berasal dari Satgas Yonif Raider 321/Galuh Taruna dan Yonif Raider 514/Sabbada Yudha.

“Kalian adalah prajurit pilihan yang bertugas melindungi rakyat, seluruh tumpah darah Indonesia. Jangan sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat dimanapun akan ditugaskan,” ucap Yosua.

Yosua mengingatkan kembali kepada ratusan prajurit ini bahwa sektor penugasan prajurit merupakan daerah rawan dari kelompok separatis bersenjata yang masih aktif melakukan teror, pembunuhan dan aksi kriminal lainnya, baik terhadap aparatur negara maupun warga masyarakat.

“Separatis di Nduga aktif mengganggu program strategis nasional seperti pengerjaan proyek Trans Papua di Kabupaten Nduga. Ingat, selalu tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam setiap kegiatan,” kata Pangdam.

3 dari 3 halaman

Satu Pekerja Dijaga Dua Anggota TNI

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XVII Papua, Osman Marbun mengatakan 600 prajurit TNI AD membantu pengamanan pembangunan infrastruktur jembatan Trans Papua.

Kesepakatan ini tertuang dalam penandatangan kesepakatan antara Kementrian PUPR dan Mabes TNI. Sebanyak 600-an akan dikirim ke Nduga, diantaranya personil akan dikirim ke Mbua sebanyak 250 prajurit dan 350 prajurit lainya diberangkatkan dari Timika ke Kenyam.

Osman menyebutkan pengerjaan jembatan Trans Papua tetap dilanjutkan oleh PT Istaka Karya dan PT Brantas yang dibantu Zipur untuk penanganan fisiknya.

“Pengerjaan ini dijaga oleh 450 prajurit. Dalam prakteknya, satu orang pekerja dijaga oleh 2 orang prajurit,” kata Osman.

Harapannya jembatan di jalan Trans Papua ini dapat diselesaikan tahun ini. PT Istaka Karya mengerjakan 14 jembatan, namun ada 8 jembatan dalam pengerjaan yang belum selesai.

Kemudian dari 21 jembatan yang ditangani oleh PT Brantas, ada 5 jembatan yang sudah selesai, sehingga ada 16 jembatan lagi yang harus ditangani.

“Lokasi jembatan yang dikerjakan sepanjang 276 km, terbentang mulai dari Habema hingga ke Mumugu, sehingga pekerjaannya cukup panjang dan berada di hutan, sehingga butuh pasukan pengamanan,” jelasnya.

Simak video menarik berikut ini:

PSI Tantang Politikus PAN Buktikan Polri Bentuk Pasukan Buzzer Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menantang politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Mustofa Nahrawardaya, untuk membuktikan tuduhannya bahwa Polri membentuk pasukan buzzer untuk mendukung pasangan capres cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin.

Tantangan ini disampaikan juru bicara PSI bidang Teknologi Informasi, Sigit Widodo, di Jakarta, Rabu (6/3/2019). 

Politikus PAN itu menyampaikan tuduhan tersebut secara pada sebuah dialog bertajuk “Penyebaran Hoaks Terorganisasi?” di sebuah televisi swasta, Selasa, 5 Maret 2019. 

Tuduhan Mustofa ini mengutip cuitan akun Twitter anonim @opposite6890 yang dia sendiri mengaku mengenal adminnya.

Sigit mencurigai tuduhan ini sebagai langkah sistematis dari pendukung pasangan capres 02 untuk mendelegitimasi lembaga-lembaga negara dalam Pemilu 2019.

“Setelah serangan ke KPU, sekarang mereka menyerang Polri. Polisi juga harus tegas membantah dan membuktikan bahwa mereka netral dan tidak mendukung salah satu pasangan calon dalam kontestasi Pilpres 2019,” ujar Sigit.

Sebelumnya, dalam cuitannya 3 Maret 2019 lalu, akun anonim @opposite6890 menuduh Polri telah membentuk tim buzzer beranggotakan 100 orang per Polres di Seluruh Indonesia.

“Akun opposite6890 menyebutkan tim ini menginduk pada akun @alumnisambhar dan menyebut ada aplikasi berbasis android yang bisa diunduh di situs mysambhar.com,” tutur Sigit.

Situs mysambhar.com sendiri saat ini sudah tidak bisa diakses. Akun @opposite6890 kemudian memberikan tautan untuk mengunduh aplikasi tersebut di filedropper.com.

“Opposite6890 kemudian menuduh keterlibatan Polri. Karena menurutnya, setelah dicek, ada kaitan ke jaringan milik Mabes Polri,” tambah jubir PSI untuk bidang Teknologi Informasi ini.  

2 dari 3 halaman

Klarifikasi

Terkait tuduhan tersebut, menurut Sigit yang pernah menjabat sebagai Direktur Operasional Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) ini menyebut ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi.

“Pertama, tuduhan domain mysambhar.com dimiliki Polri. Ketika saya cek, domain ini dilindungi layanan proteksi nama domain dari sebuah perusahaan di Panama. Jadi tidak mungkin Opposite6890 bisa membuktikan siapa pemilik nama domain tersebut,” katanya.

Yang kedua, Sigit mempertanyakan apakah benar file berjenis APK yang ada di filedropper.com benar-benar buatan Polri.

“Bisa saja dia buat sendiri, lalu mengunggahnya sendiri, kan? Ini juga harus dibuktikan,” tambahnya. 

Hal ketiga yang juga harus diklarifikasi adalah kaitan file APK itu dengan jaringan Mabes Polri.

“Opposite6890 menuduh ada link ke jaringan bernomor IP 120.29.226.193. Memang betul, menurut data APNIC nomor IP itu terdaftar atas nama Divisi Teknologi Informasi Mabes Polri. Tapi hubungannya seperti apa, itu harus dicek dengan kaidah-kaidah forensik TI yang valid,” ujar Jubir PSI bidang Teknologi Informasi ini. 

Meskipun argumen yang disampaikan terkesan cukup meyakinkan untuk sementara orang, Sigit mengaku tidak percaya dengan tuduhan tersebut.

“Kami yakin Polri netral di Pemilu 2019. Lagipula, masak Divisi TI Mabes Polri sebodoh itu membuat aplikasi rahasia yang dihubungkan ke jaringan resmi Mabes Polri?” ujar Sigit.

Sigit yang juga caleg DPR-RI ini mengaku sudah mencoba menginstal aplikasi tersebut. “Tapi aplikasi itu dilindungi dengan user name dan password sejak awal, jadi saya masih belum bisa melihat isi program Sambhar itu,” kata Sigit.

Dia menegaskan, jika Mustofa tidak dapat membuktikan tuduhannya, polisi harus bertindak tegas untuk membuktikan institusinya tidak bersalah.

“Polri juga harus meminta keterangan Mustofa Nahrawardaya, kalau perlu menahannya karena menyebarkan berita bohong yang meresahkan masyarakat,” tambahnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Polri Tepis Tudingan di Medsos soal Pasukan Buzzer Polisi Dukung Jokowi

Jakarta – Polri menepis tudingan di media sosial yang menyebut Polri memiliki pasukan buzzer yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2019. Polri akan menyelidiki penyebar informasi itu.

Tudingan-tudingan itu diunggah oleh akun Twitter @Opposite6890. Akun tersebut mengunggah video dengan narasi ‘polisi membentuk tim buzzer 100 orang per polres di seluruh Indonesia yang terorganisir dari polres hingga mabes’. Akun itu menyebut ada akun induk buzzer polisi bernama ‘Alumni Sambhar’ yang beralamat di Mabes Polri.

Akun Instagram @AlumniShambar juga disebut mem-follow hanya satu akun, yaitu akun Instagram milik Presiden Joko Widodo, sehingga polisi disebut tidak netral karena mendukung calon presiden petahana.

Menanggapi hal itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan apa yang di-posting @Opposite6890 tidak benar.

“Tidak benar,” tegas Dedi saat dimintai konfirmasi detikcom di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2019).

Dedi menuturkan pihaknya akan menyelidiki penyebar informasi tersebut dan akan berkoordinasi dengan Direktorat Siber Bareskrim Polri.

“Saya akan mengkomunikasikan ini dengan Dirsiber Bareskrim (Brigjen Albertus Rachmad Wibowo). Nanti Direktorat Siber akan menyelidikinya,” tutur Dedi.
(aud/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

AS Tawarkan Hadiah Rp 14 M untuk Informasi Putra Osama bin Laden

Washington

Amerika Serikat menawarkan hadiah uang tunai hingga US$1 juta atau Rp14,1 miliar kepada siapapun yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan Hamzaputra, putra mendiang pendiri Al-Qaeda, Osama bin Laden.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan Hamza bin Laden tengah dicari lantaran dia menjadi pemimpin kunci sebuah kelompok milisi Islam.

Beberapa tahun lalu, dia merilis pesan audio dan video, menyerukan kepada pengikutnya untuk menyerang AS dan para sekutunya demi membalaskan dendam atas pembunuhan sang ayah.

Osama bin Laden tewas dibunuh pasukan khusus AS di Pakistan pada 2011 lalu.

Semasa hidupnya, Osama menyetujui serangan ke AS pada 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Hamza bin Laden, yang diyakini berusia sekitar 30 tahun, ditetapkan secara resmi oleh AS sebagai teroris global pada dua tahun lalu.

Dia menikahi putri Mohammed Attapelaku pembajakan salah satu pesawat komersial yang digunakan dalam penyerangan 11 September 2001, dan menabrakkannya ke gedung World Trade Center di New York.

Surat-surat dari Osama bin Laden yang disita dari rumahnya di Abbotabad, Pakistan, tempat dia dibunuh pada 2011mengindikasikan mendiang telah memupuk Hamza untuk menggantikannya sebagai pemimpin Al-Qaeda. Deplu AS menambahkan, Hamza diyakini merupakan putra favorit Osama.

“Kami meyakini dia mungkin berada di perbatasan Afghan-Pakistan dandia akan menyeberang ke Iran. Namun, dia bisa berada di mana saja di Asia Tengah bagian selatan,” kata Asisten Menteri di bidang Keamanan Diplomatik, Michael Evanoff.

https://twitter.com/Rewards4Justice/status/1101239592903168006

Hamza bin Laden diyakini menghabiskan beberapa tahun bersama ibunya di Iran, tempat dia dipercaya telah melangsungkan pernikahan.

Laporan lain menunjukkan dia mungkin pernah tinggal di Pakistan, Afghanistan, atau Suriah.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pakistan Janji Bebaskan Pilot, India Tetap Waspada

Jakarta – Pasukan India mengaku tetap waspada meski Pakistan telah berjanji akan membebaskan seorang pilotnya yang kini tengah ditahan. Pilot yang disebut bernama Abhinandan Varthaman, ditahan usai pasukan Pakistan menembak jatuh dua pesawat India.

Dilansir AFP, Jumat (1/3/2019), Mayor Jenderal Angkatan Udara India, Surendra Singh Mahal, membuat klaim baru bahwa India telah menembak jatuh jet F-16 Pakistan dalam pertempuran udara. Peristiwa ini menyusul serangan Pakistan pada Rabu (27/2) terhadap instalasi militer di Kashmir yang dikelola India.

“Kita sangat siap dan waspada untuk memberikan respons terhadap apapun bentuk provokasi dari Pakistan,” kata Mahal.


Mahal menyebut senjata pertahanan udara berbasis darat telah diaktifkan dalam mode ‘peringatan keras’ sepanjang perbatasan dengan Pakistan di Khasmir. Para pejabat tinggi militer juga menemukan pecahan-pecahan dari sebuah rudal yang menurut mereka cocok dengan jet tempur F-16 Pakistan yang melintas ke wilayah udara India dan ditembak jatuh.

Pakistan membantah pernyataan New Delhi bahwa salah satu pesawatnya jatuh saat pertempuran udara dan juga melihat satu pesawat India hilang.

Abhinandan Varthaman disebutkan berhasil menyelamatkan diri, tetapi ditangkap oleh pasukan Pakistan di sisi lain perbatasan dan ditahan.

Kamis (28/2) Pakistan mengatakan bakal membebaskan Varthaman sebagai ‘gestur damai’. Hal ini guna memulihkan hubungan di antara pasukan nuklir kedua negara yang memicu kekhawatiran akan konflik yang menghancurkan.

Namun, Wakil Angkatan Udara India Marshall RGK Kapoor mengatakan keputusan Pakistan membebaskan Varthaman juga harus mengikuti norma-norma internasional di sekitar tawanan perang.

“Kami akan sangat senang jika dia (Varthaman) bisa kembali,” kata Kapoor.

“Kami hanya melihatnya sebagai isyarat yang selaras dengan semua konvensi Jenewa,” imbuhnya.
(tsa/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PM India Minta Rakyat Tegar Hadapi Serangan Pakistan

Jakarta – Perdana Menteri India Narendra Modi meminta masyarakat India untuk tetap tegar mengahadapi kelakukan Pakistan yang menyandera seorang pilot, yang disebut bernama Abhinandan Varthaman. Modi meminta masyarakat India bersatu.

“Setiap orang India harus tegar berdiri seperti dinding dan sekeras batu,” kata Modi dilansir AFP, Jumat (1/3/2019).

“Seluruh negeri saat ini bersatu dan mendukung prajurit India. Dunia sedang melihat kemauan kita dan kita percaya pada kekuatan pasukan kita. India akan hidup sebagai satu negara. India akan bekerja sebagai satu negara. India akan tumbuh sebagai satu negara. India akan perang sebagai satu negara dan akan menang sebagai satu negara,” imbuh Modi.
Diketahui sejumlah pengunjuk rasa bahkan sempat membakar bendera Pakistan di halaman kedutaan Pakistan di New Delhi, Kamis (28/2). Polisi berhasil menahahan sejumlah pelaku, tetapi beberapa pelaku lainnya ada yang berhasil kabur.

Para pengunjuk rasa yang membakar bendera Pakistan itu mengaku sebagai pendukung partai pengusung Modi, Bharatiya Janata. “Polisi berusaha menangkap mereka, tapi mereka cepat-cepat masuk ke mobil dan pergi,” kata seorang saksi di lokasi.

Negara-negara tetangga India dan Pakistan diminta menahan diri atas peristiwa konflik ini. India sebelumnya mengklaim kehilangan pesawat tempur dan satu pilot, yang belakangan diketahui menjadi sandera Pakistan. Namun India juga mengklaim berhasil menjatuhkan jet milik Pakistan.

Sementara itu, Pakistan mengklaim berhasil melumpuhkan dua pesawat India. Mereka membantah kehilangan pesawat dalam pertempuran itu.
(tsa/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kisah Ki Kambang, Pedang Sakti Sunan Gunung Jati yang Bikin Musuh Gemetar

Liputan6.com, Cirebon – Peran para tokoh besar pendiri Cirebon menjadi catatan penting dalam sejarah perkembangan Pantura Jawa Barat.

Para tokoh tersebut tidak hanya meninggalkan warisan seni, budaya, dan bangunan tua. Sejumlah benda pusaka yang menjadi pegangan mereka semasa hidup menyisakan kisah misteri dan kesohoran benda tersebut.

Filolog Cirebon, Opan Safari mengatakan, sejumlah benda pusaka Cirebon masih tersimpan dan dirawat oleh keluarga Keraton. Salah satunya Pedang Sunan Gunung Jati Cirebon bernama Ki Kambang.

“Masih ada tersimpan rapih di Keraton Kaprabonan dan saya pernah melihatnya sendiri. Hanya saja tidak bisa sembarangan dikeluarkan,” kata Opan, Kamis (28/2/2019).

Dia mengatakan, panjang Pedang Sunan Gunung Jati tersebut hampir 1 meter. Pedang digunakan untuk komando dalam setiap peperangan pasukan Cirebon.

Konon, dalam setiap peperangan, musuh yang berhadapan dengan pasukan Cirebon akan ketakutan. Pedang tersebut membuat pemegang terlihat berwibawa.

“Salah satunya ketika perang kerajaan Cirebon melawan Galuh pedang itu jadi komando diserahkan oleh Sunan Gunung Jati kepada komandan perang. Kadang memimpin sendiri,” tutur Opan.

Dia mengatakan, pedang tersebut kemudian diwariskan kepada keturunan Sunan Gunung Jati yang menjadi Putera Mahkota.

Dari Sunan Gunung Jati, pedang diwariskan ke Sultan Muhammad Badridin Kaprabonan hingga ke Pangeran Fajar Harun.

2 dari 2 halaman

Ular Mengambang

Berdasarkan catatan yang didapat, pedang tersebut memiliki keunikan tersendiri. Opan menyebutkan, jika ditaruh di air, pedang teresebut mengambang.

Sementara dari informasi yang didapat, nama pedang Ki Kambang memiliki cerita menarik. Pedang tersebut adalah jelmaan seeokor ular yang bertemu Sunan Gunung Jati.

“Ceritanya ketika Sunan Gunung Jati turun ke pelabuhan ada seekor ular di hadapannya,” kata dia.

Di hadapan ular, Sunan Gunung Jati terdiam dan bertanya ke ular tersebut maksud dan tujuan menghadangnya. Singkat cerita, sang ular tersebut mengaku ingin mengabdi kepada Sunan Gunung Jati.

Sunan Gunung Jati sempat heran dengan permintaan ular yang ingin mengabdi padanya. Namun, seketika itu, ular tersebut berubah bentuk menjadi pedang.

“Jadi musuh terlihat takut saat pedang dihunuskan mungkin karena memiliki komara ular dan orang yang membawa pedang itu terlihat berwibawa,” ujar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Bolaang Mongondow Bicara soal Izin Tambang

Liputan6.com, Bolaang Mongondow – Longsornya lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, Selasa (26/02/2019) malam, mendapat perhatian dari Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow.

Yasti mendatangi lokasi tambang yang ambruk untuk melihat langsung kondisi tambang itu dan proses evakuasi korban yang masih tertimbun. Dia mengatakan, Pemkab Bolmong telah bekerja sama dengan pihak terkait untuk proses evakuasi korban yang tertimbun.

“Pemkab sudah bekerja sama dengan pihak terkait yakni Polres, Basarnas, TNI, dan menyediakan tenaga kesehatan untuk proses evakuasi,” ujar Yasti, Rabu (27/2/2019).

Bupati mengatakan, terkait perizinan pertambangan sudah bukan kewenangan Pemkab Bolmong, karena sesuai aturan, izin itu menjadi kewenangan Pemprov Sulut. “Perizinan pertambangan, termasuk penutupan adalah kewenangan Pemprov Sulut,” ujar bupati.

Dalam kunjungan itu, bupati meminta agar masyarakat tetap bersabar dan mempercayakan pada tim untuk melakukan proses evakuasi.

Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani Fernando Siahaan mengatakan, hingga saat ini korban sudah berjumlah 16 orang, dua di antaranya meninggal dunia.

Ada 60 anggota Polres ditambah 30 pasukan Brimob langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Aparat kepolisian bergabung bersama tim dari TNI, Basarnas, PMI, dan warga sekitar.


Simak video pilihan berikut ini:

Sumpah Pocong dan Debat Terbuka Wiranto vs Kivlan

Jakarta – Tantangan Menko Polhukam Wiranto ke eks Kaskostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen untuk sumpah pocong mengungkap dalang kerusuhan 1998 berbuntut panjang. Ajakan Wiranto ditanggapi Kivlan dengan menyodorkan tantangan baru.

“Oleh karena itu, saya berani katakan berani untuk sumpah pocong aja ’98 itu yang menjadi bagian kerusuhan itu saya, Prabowo, Kivlan Zen? Sumpah pocong kita. Siapa yang sebenarnya dalang kerusuhan itu?” ucap Wiranto di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

Tantangan yang dilemparkan Wiranto itu merupakan bentuk tanggapan atas pernyataan Kivlan. Sebelumnya seperti dilansir cnnindonesia.com, Kivlan menuding Wiranto turut melengserkan Soeharto. Kivlan menyebut bukti dari tudingannya adalah dari sikap Wiranto yang secara tiba-tiba meninggalkan Jakarta saat keadaan sedang genting. Wiranto saat itu menjabat Pangab.
Dia pun menuding Wiranto dikendalikan oleh kelompok para jenderal untuk melengserkan Soeharto. Bahkan, kata dia, Wiranto menolak saat mendapat Instruksi Presiden (Inpres) untuk mengamankan Jakarta.
Menjawab Kivlan, Wiranto menepis terlibat dalam kerusuhan yang terjadi pada tahun itu. Wiranto yang kala itu juga menjabat Menhan, mengaku memobilisasi pasukan untuk meredakan konflik.

“Tiga hari saya mampu amankan negeri. Tanggal 13 Mei terjadi penembakan Trisakti, siang kerusuhan di Jakarta. Tanggal 14 Mei kerusuhan memuncak, 14 malam saya kerahkan pasukan dari Jatim masuk Jakarta sehingga 15 pagi Jakarta aman dan situasi nasional aman,” kata Wiranto. Dalam tanggapannya ini, Wiranto menantang untuk Kivlan untuk sumpah pocong.

Kivlan menjawab tantangan Wiranto dengan mengajak debat terbuka di televisi. Dia tak setuju dengan ajakan sumpah pocong.

“Kalau mau dia pakai itu untuk mengungkap sejarah kejadian 1998, mari saya ajak debat di depan TV seluruh rakyat Indonesia melihat debat saya sama Wiranto,” kata Kivlan ketika dihubungi, Rabu (27/2/2019).

Kivlan meminta Wiranto tak menyeret nama eks Danjen Kopassus Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo kini berstatus sebagai capres dan tidak melontarkan serangan kepada Wiranto.

Bukan hanya debat di televisi, Kivlan juga menantang Prabowo menyelesaikan perkara dalang kerusuhan 1998 lewat dua pengadilan. Dia mengatakan pengadilan bisa memutuskan siapa sebenarnya yang salah.

“Kalau dia mau, kita debat di TV atau kita ke pengadilan militer atau pengadilan HAM. Pengadilan militer itu adalah menyatakan mengungkap kejadian tahun ’98 siapa yang bersalah yang melanggar hukum militer, saya atau Wiranto. Prabowo atau Wiranto?” sebut Kivlan.

Bagaimana respons Wiranto soal tantangan debat di televisi dari Kivlan? Wiranto menegaskan pernyataannya sudah cukup.

“Sudah cukup saya komentari itu. Kita pemilu gini. Semua sedang konsentrasi ke bangsa, bukan ke urusan-urusan seperti ini,” tutur Wiranto di JCC, Rabu (27/2).
(gbr/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>