5 Permainan Anak Ini Pasti Pernah Kamu Lakukan, Auto Nostalgia

Permainan seru zaman dulu selanjutnya ialah Game Bots. Game Bots ini ialah permainan yang seru sebelum HP mulai dirasakan oleh masyarakat. Game Bots ini berisi game yang sangat banyak dan bervariatif. Kadang memiliki nilai tinggi saat bermain Game Bots akan membuat pemainnya sudah merasa terhibur.

Melihat postingan diatas, netizen kemudian berkomentar sebagai berikut.

“Pembodohan dizamannya bagi mereka yg ga mampu beli Nintendo Advance” tulis akun @dipanggildirly

“Rindu banget gua ama nih mainan, msih ada yang jual kaga nih ?” tulis akun @kevin_konduwes

Sandi akan Cek Kesehatan, Belum Pasti Hadiri Syukuran di Rumah Prabowo

Jakarta – Calon wakil presiden Sandiaga Uno belum pulih total dari sakitnya. Rencananya hari ini Sandiaga akan memeriksa kesehatan di rumah sakit.

“Memang kondisi Bang Sandi masih belum fit, setelah ini Bang Sandi akan melakukan serangkaian proses medis, pemeriksaan darah kemudian beberapa proses pemeriksaan karena Bang Sandi nyaris belum fit dan kemungkinan akan istirahat di sini sambil terus berkomunikasi dengan Pak Prabowo,” kata juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, di kediaman Sandiaga, Jalan Pulombangkeng, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019).

Dahnil mengatakan saat ini kondisi tubuh Sandiaga masih panas. Keputusan untuk cek kesehatan di rumah sakit itu juga atas dasar saran Prabowo
“Bang Sandi panas dari kemarin, suaranya hilang, cegukan nggak berhenti, makanya ingin cek darah, dari kemarin dan Pak Prabowo juga ingatkan segera ke rumah sakit karena teman-teman di BPN banyak yang kena DBD,” ujarnya.
Dahnil belum bisa memastikan di rumah sakit mana Sandiaga akan cek kesehatan. Dia juga menyebutkan kehadiran Sandiaga dalam syukuran kemenangan di kediaman Prabowo tergantung pemeriksaan dokter.

“Belum tahu nanti kita lihat proses di dokter apakah lama atau tidak, yang jelas Bang Sandi hari ini masih kurang fit. Saran dokter sih harus banyak istirahat karena nyaris 7 bulan proses kampanye menyita tenaga dan pikiran,” ucapnya.

“Bang Sandi ingin sekali hadir bahkan saran Pak Prabowo kemarin agar segera ke rumah sakit karena Pak Prabowo khawatir Bang Sandi kena DBD,” imbuhnya.
(abw/jbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jawab Prabowo, LSI: Kita Dibayar Pasti, Tapi Masa Ngasih Data Palsu

Jakarta – Capres Prabowo Subianto menanggapi hasil quick count sementara yang dirilis beberapa lembaga survei dengan berbicara upaya penggiringan opini dirinya kalah. Denny JA menjawab Prabowo.

“Kita hidup di era jejak digital kita tercatat di internet, di Google. Diketik saja lembaga-lembaga quick count itu, bagaimana record mereka dalam membuat quick count. Dan apabila lembaga quick count berdiri 10 tahun yang lalu, apabila semua akurat, ya hasilnya pun mirip-mirip,” kata Denny JA di kantornya, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (17/4/2019).

Denny JA menegaskan mereka memberikan data-data yang dapat dipertanggungjawabkan. Dia lantas berbicara soal rekam jejak LSI Denny JA.
“Kita tidak bantah karena mustahil LSI membiayai diri sendiri semua, terus siapa yang menggaji kita? Tapi di situlah kuncinya. Kita mustahil bayar orang kalau data nggak kredibel. Orang nggak mau beli data palsu, makin mahal lembaga survei, makin kredibel. Jika ada lembaga survei dibayar, pastilah dibayar,” ucap dia.

“Pilpres 2004 kami sudah berdiri. 50 lembaga survei pernah nyantri di LSI. Jika kita macam-macam memberitakan yang salah, itu sama saja menggali kubur sendiri. Record 15 tahun hanya dikubur manuver 1 hari. Semua klaim boleh diajukan, hanya 5 detik saja ketik di Google terbaca itu semua,” sebut Denny JA.

Sebelumnya diberitakan, eks Danjen Kopassus itu mengklaim kubu pasangan 02 menang di Pilpres 2019. Selain itu, Prabowo menuding ada upaya dari lembaga-lembaga survei yang merilis hasil quick count.

“Semua relawan untuk mengawal kemenangan kita di seluruh TPS dan kelurahan. Saya tegaskan di sini, ada upaya dari berbagai survei tertentu untuk menggiring opini seolah-olah kita kalah,” imbuh Prabowo.
(gbr/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dubes Inggris soal Pemilu 2019: Indonesia Pasti Bisa Memilih dengan Bijaksana

Sebelumnya, Duta Besar Inggris untuk RI, Moazzam Malik pernah memuji sistem demokrasi di Indonesia sudah sangat baik. Hal ini ia sampaikan setelah melihat proses pemilihan umum kepala daerah yang berlangsung pada 27 Juni 2018.

Dubes Moazzam bahkan menyebut sistem pemilihan langsung yang dilakukan oleh rakyat ini sukses. Aspirasi rakyat pun tersampaikan dengan baik lewat cara seperti ini.

“Saya menilai sistem demokrasi di Indonesia sudah sangat baik. Rakyat dapat memilih pemimpinnya secara langsung bahkan serentak di sejumlah negara,” ujar Dubes Moazzam saat ditemui usai acara peringatan ulang tahun Ratu Elizabeth II ke-92 di Hotel Fairmont Jakarta pada Kamis 28 Juni 2018 malam.

“Lewat keberhasilan ini kami berharap agar Indonesia dapat mempromosikan sistem demokrasi dan pemilihan kepala daerah secara langsung kepada Inggris terutama negara-negara di dunia,” tambahnya.

Nyanyi 01 Pasti Menang, Ma’ruf Amin: Coblos 2 Tidak Sah

Jakarta – Cawapres 01 Ma’ruf Amin mengingatkan ke pendukungnya untuk menyoblos pasangan 01 pada 17 April mendatang. Ma’ruf menyebut, surat suara yang sah yakni jika dicoblos pada salah satu paslon, bukan pada dua kandidat.

“Kalau coblos 1 aja, betul? Jangan 2. Kalau 2 tidak sah. Coblosnya 1, jangan 2, tidak sah kalau 2 (paslon dicoblos) itu,” ujar Ma’ruf di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019).

Ma’ruf juga meminta untuk mencoblos paslon yang berbaju putih di surat suara, di mana apa yang disampaikannya itu merujuk pada pasangan nomor urut 01. Dia juga meminta untuk memutihkan TPS.

“Yang dipilih itu gambarnya baju putih, yang memilihnya nanti juga pakai baju putih. Nanti yang datang pakai baju putih yang dipilih pakai baju putih, TPS diputihkan,” kata Ma’ruf.

Setelah menyerukan ajakan memilih 01, Ma’ruf mengajak hadirin untuk menyanyikan lagu ‘Garuda di Dadaku’ yang telah diganti liriknya. Sambil mengacungkan salam jempol, dia mengajak ibu-ibu majelis taklim untuk bernyanyi.

“Mau nggak nyanyi sama saya bareng?” tanya Ma’ruf.

“Mau,” teriak ibu-ibu sambil bertepuk tangan.

“Jokowi presidenku, Kiai Ma’ruf wakil presidenku, ku yakin kali ini pasti menang. Kobarkan semangatmu, tentukan pilihanmu, ku yakin 01 pasti menang,” ucap Ma’ruf menyanyikan lagu bernada ‘Garuda di Dadaku’.

Setelah itu, Ma’ruf mengajak hadirin untuk bernyanyi lagi. Seluruh Istora bergemuruh saat Ma’ruf bernyanyi diiringi dengan tepuk tangan, hingga salam jempol para hadirin.

Usai bernyanyi Ma’ruf mengaku baru kali itu dia bernyanyi di depan ibu-ibu. Menurutnya lagu tersebut bisa mewakilkan kemenangan Jokowi-Ma’ruf.

“Saya ini nggak pernah nyanyi, kali ini depan ibu-ibu saya nyanyi (ketawa penonton). Mudah-mudahan kita menang, Amin,” kata Ma’ruf.
(idn/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sekuat Apapun Lelaki Pasti Nangis, Begini Pilunya Curhatan Pria Kepada Driver Ojol

Penumpang memadati gerbong KRL Commuter Line di Jakarta, Sabtu (27/1). PT Kereta Commuter Indonesia, operator KRL Commuter Line menargetkan mengangkut 320,03 juta penumpang atau naik 9,5 persen. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Kylie Jenner seniri mengunggah foto di Instagram Storynya memperlihatkan sebelum dan sesudah dirinya membangunkan Stormi. (instagram/kyliejenner)
Untuk mencegah agar terhindar dari penyakit kanker prostat, kita dapat melakukan sejumlah perubahan gaya hidup.
ilustrasi flu pada anak/copyright Shutterstock
Tanda mau hujan netizen (Sumber: Twitter/kasmaa__)

KPU Hampir Pasti Tak Undang Menteri di Debat Keempat, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta Komisi Pemilihan Umum (KPU) tampaknya sudah bulat memutuskan untuk tidak menyodorkan undangan kepada jajaran menteri sebagai tamu pada Debat Pilpres keempat. Hal ini menurut Komisoner KPU Pramono Ubaid telah disepakati sejak rapat persiapan debat ketiga.

“Hal itu sudah disepakati (tak undang menteri) sejak di debat ketiga, hanya saat itu undangan sudah terlanjur disebar, tak mungkin diminta lagi,” kata Pramono di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019).

Menurut dia, KPU menimbang bila menteri diundang berpotensi memunculkan persepsi publik bahwa mereka partisan salah satu kandidat. Hal ini dikarenakan, salah satu calon yang bersaing di Pilpres 2019 adalah seorang petahana.

“Posisi menteri kan pembantu presiden, dan presiden kan calon petahana sehingga bisa memunculkan konflik kepentingan, mungkin ada baiknya menteri tak dihadirkan di acara debat,” klaim Pramono.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Materi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima menilai usulan tak menghadirkan menteri masih dipertanyakan. Pihaknya menampik bila menghadirkan menteri bisa menguntungkan kandidatnya.

“Saya akan masih mempertanyakan, jangan kemudian kekanak-kanakan mengundang menteri adalah suatu keuntungan bagi paslon 01. Itu yang berpikir salah gitu loh,” ujar Aria.

Sementara, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menganggap tidak mengundang menteri sepenuhnya menjadi kewenangan KPU. Pihaknya tidak ingin mengintervensi hal teknis, terlebih menteri dihitung sebagai undangan atau tamu KPU.

“Okelah kalau menteri terkait (tema debat). Sehingga tidak ada kejadian kejadian yang tidak perlu, misalnya (debat) kedua itu ada menteri yang maju itu disayangkan. Jadi biarkanlah urusan KPU, jadi undangan KPU karena bidangnya dia itu,” kata Direktur Relawan BPN Ferry Mursyidan Baldan dalam kesempatan yang sama.

BPN Prabowo: Debat Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno Pasti Seru!

Jakarta – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Eddy Soeparno, menilai debat cawapres antara Ma’ruf Amin dengan Sandiaga akan berlangsung seru. Sandiaga disebut Eddy akan bersikap santun.

“Pasti seru hari ini. Isunya banyak yang baik dibicarakan tetapi Sandiaga Uno saya pastikan akan sangat santun, akan sangat menghormati seorang ulama, seorang kiai,” sebut Eddy di Golden Ballrom The Sultan Hotel Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Eddy menyebut debat nanti akan menjadi debat yang penuh etika. Sandiaga disebut Eddy sudah menguasai isu yang akan didebatkan yaitu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial-budaya.

“Saya kira Pak Sandi akan bicara dalam tatanan teknis karena penguasaan beliau di bidang yang akan dibicarakan itu sudah sangat mendalam,” ucap Eddy.

“Buruh migran akan disinggung, masalah tenaga kerja akan disinggung, masalah tenaga kontrak akan disinggung. Pak Sandi sudah mengusai permasalahannya di mana, kira-kira apa jalan keluarnya jangan sampai nanti BPJS itu akan jadi permasalahan yang menyeluruh yang berkesinambungan,” imbuh Eddy.

Baik Ma’ruf maupun Sandiaga sudah berada di lokasi debat. Debat akan dimulai pukul 20.00 WIB dan disiarkan secara langsung oleh Trans TV, Trans7, CNN Indonesia TV dan detikcom.

Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini
(dhn/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

5 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji Kecil, Pasti Cukup untuk Sebulan

Liputan6.com, Jakarta Bagi seseorang yang sudah bekerja, hal yang menjadi perhatian utama adalah persoalan gaji. Bagaimana tidak, gaji merupakan salah satu sumber penghasilan yang bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari untuk satu bulan ke depan. Kalau Anda masih sendiri, mungkin uang gaji kerja Anda sudah mencukupi kebutuhan selama sebulan.

Namun bagaimana kalau Anda yang sudah berkeluarga? Bagi Anda yang sudah bekerja dan menikah, tentunya harus lebih pandai lagi dalam mengatur keuangan. Prioritasnya bukan lagi untuk diri sendiri, melainkan sudah ada prioritas lain yang harus dan perlu mendapat bagian dari hasil gaji kerja Anda ini.

Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, tentunya ada beberapa perhitungan atau cara mengatur keuangan khusus. Nah, di setiap rumah tangga, tentunya memiliki caranya masing-masing dalam mengatur keuangannya. Pentingnya cara mengatur keuangan ini guna untuk mencukupi kebutuhan hidup Anda dan keluarga.

Harus diakui, besar kecilnya gaji seringkali berpengaruh terhadap cara mengatur keuangan. Apalagi kalau Anda memiliki gaji bulanan tetap dengan kebutuhan hidup yang naik turun. Untuk Anda yang memiliki gaji kecil, maka akan kesulitan untuk menyimpan uang untuk beberapa keperluan. Hal tersebut mungkin saja terjadi akibat kondisi rumah tangga yang tidak bisa mengatur keuangan gaji bulanan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan keuangan rumah tangga.

Saat sudah berumah tangga, memang harus bisa benar-benar mengatur keuangan untuk kebutuhan-kebutuhan yang tak terduga. Nah, untuk itulah Anda perlu tahu beberapa cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji kecil agar rencana yang telah disusun dapat tercapai dan tanpa kekurangan. Berikut Liputan6.com,telah merangkum dari berbagai sumber, Jum’at (15/3/2019) beberapa cara mengatur keuangan di dalam rumah tangga dengan gaji kecil yang perlu Anda perhatikan. Berikut ulasannya.

FBR Ungkap Kekecewaan ke Sandi, Ma’ruf Amin: Betawi Pasti Dukung Jokowi

Jakarta – Forum Betawi Rempug (FBR) buka-bukaan soal alasan mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Salah satunya, mereka mengaku kecewa terhadap Sandi yang dinilai tidak banyak berbuat untuk warga Betawi sejak menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. Cawapres KH Ma’ruf Amin mengatakan, orang Betawi pasti dukung Jokowi.

Ma’ruf menilai dukungan FBR diberikan semata-mata Jokowi menjunjung tinggi budaya Betawi. Jokowi konsisten mendukung budaya Betawi sejak menjabat Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI.

“Pokoknya banyak yang dilakukan oleh Pak Jokowi mengenai menjunjung tinggi budaya-budaya Betawi. Karena itu, dia (FBR) ingin memberikan apresiasi pada Pak Jokowi dengan dukungan dan hari ini di Jakarta Barat ada deklarasi,” ujar Ma’ruf Amin di sela kampanye di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (9/3/2019).


Ma’ruf meyakini warga Betawi akan mendukungnya bersama Jokowi. Berbekal bukti nyata yang telah dilakukan Jokowi, Ma’ruf kembali menegaskan Jokowi sangat menjunjung tinggi budaya Betawi.

“Saya kira kalau Betawi itu pasti mendukung Pak Jokowi. Karena apa? karena banyak langkah-langkah Pak Jokowi itu menurut mereka yang menjunjung tinggi kebetawian,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf juga menambahkan capaian yang telah dilakukan capres petahana terhadap budaya Betawi. Di antaranya, membangun Sanggar Betawi hingga membangun masjid dengan ornamen Betawi.

“Membangun sanggar Betawi, kemudian membangun masjid di Jakarta Barat ornamen Betawi. Terus memasyarakatkan baju Sadariah setiap Jumat di DKI, yang memulai kan Pak Jokowi,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Umum FBR Lutfi Hakim buka-bukaan mengenai alasan FBR tidak mendukung Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Lutfi menjelaskan FBR memang sedang mencari pasangan di Pilpres 2019 yang lebih peduli terhadap warga Betawi.

Lutfi menilai Jokowi sudah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Betawi sejak menjabat Gubernur DKI Jakarta hingga kini Presiden RI. Sedangkan untuk Prabowo, mereka mengaku belum bisa menilai karena belum pernah menjabat gubernur ataupun presiden.

Ditambahkan Lutfi, FBR menilai Jokowi langsung menunjukkan kepedulian pada Betawi saat menjabat Gubernur DKI. Salah satunya memasukkan aturan baju adat Betawi sebagai salah satu pakaian resmi karyawan Pemprov DKI.

Secara spesifik, FBR mengaku kecewa terhadap Sandiaga sejak menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. “Bisa jadi begitulah,” ucap Lutfi.
(idh/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>